E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
4676 research outputs found
Sort by
Communicable Disease Patterns and Public Health Policy Responses: A SWOT Analysis in an Island Region
Introduction: Communicable diseases pose a major threat to public health with significant impacts on mortality rates. Despite efforts to control these diseases, challenges in addressing their spread remain, especially in regions with limited resources. Kabupaten Pangkajene and Kepulauan faces this issue, with diseases such as ISPA, Diarrhea, and Tuberculosis (TBC) being the main concerns.
Objective: This study aims to analyze the trends in the spread of communicable diseases and evaluate the health policies implemented in Kabupaten Pangkajene and Kepulauan from 2021 to 2023.
Methods: This research adopts a mixed-methods approach. The quantitative approach analyzes disease trends based on case report data from the Health Office and Public Health Centers (Puskesmas). The qualitative approach involves Focus Group Discussions (FGD) and interviews with program implementers to evaluate health policies. SWOT analysis is used to identify the strengths, weaknesses, opportunities, and threats related to disease prevention policies.
Results: ISPA, Diarrhea, and Tuberculosis (TBC) are the main communicable diseases in Kabupaten Pangkajene and Kepulauan from 2021 to 2023. The SWOT analysis reveals strengths in community awareness but weaknesses in healthcare infrastructure. Opportunities to strengthen the health system are abundant, while threats from disease spread and resource shortages remain significant.
Conclusion: Communicable diseases are rising in Pangkajene and Kepulauan Regency, notably respiratory infections, diarrhea, and tuberculosis. The SWOT analysis reveals both systemic strengths and areas for policy intervention. Strengthening public health education, healthcare infrastructure, disease surveillance, and GIS-based risk mapping is essential. These findings offer critical insights for policymakers to redesign regional health strategies, allocate resources more effectively, and build a resilient, data-driven response framework for managing current and future public health threats.  
Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Keberhasilan Desa Open Defecation Free (ODF) di Desa Ayula Selatan Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango: Factors Related to the Success Rate of Open Defecation Free (ODF) Villages in South Ayula Village, South Bulango District, Bone Bolango Regency
Open Defecaion Free merupakan kondisi setiap individu dalam suatu komunitas tidak melakukan perilaku buang air besar sembarangan yang berpotensi menyebarkan penyakit. Faktor tingkat keberhasilan ODF meliputi peran aparat desa, ketersediaan air bersih, perilaku penggunaan jamban, dan dukungan keluarga. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis faktor-fakor yang berhubungan dengan tingkat keberhasilan Desa Open Defecation Free (ODF) Di Desa Ayula Selatan Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain penelitian Cross Sectional Study. Populasi yaitu seluruh KK Desa Ayula Selatan Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango dengan jumlah 227 KK dengan Jumlah sampel 145 KK, dimana setiap KK diwakili oleh 1 orang yang diperoleh menggunakan teknik accidental sampling. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner dan observasi. Data dianalisis menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dengan tingkat keberhasilan Open Defecation Free (ODF) yaitu peran aparat desa (p-value = 0,000; r = 0,509), ketersediaan air bersih (p-value = 0,001; r = 0,277), perilaku penggunaan jamban (p-value = 0,000; r = 0,649), dan dukungan keluarga (p-value = 0,000; r = 0,456). Disimpulkan ada hubungan peran aparat desa, ketersediaan air bersih, perilaku penggunaan jamban, dan dukungan keluarga dengan tingkat keberhasilan Open Defecation Free (ODF) Di Desa Ayula Selatan Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango. Disarankan kepada Pemerintah Desa untuk memberi bimbingan teknis terkait pelaksanaan program, untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di Desa Ayula Selatan, serta peran dari tokoh masyarakat sangat diharapkan untuk mendukung keberhasilan ODF
Penerapan Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 9 Mamboro: Application of the Independent Curriculum in Learning Islamic Religious Education at SDN 9 Mamboro
Dalam permasalahan yang dihadap oleh Guru PAI di SDN 9 Mamboro adalah Keterbatasan sarana prasarana, keterbatasan referensi, kurangnya pemahaman guru PAI terhadap konsep kurikulum merdeka. Untuk mengungkapkan data yang akurat, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan data melalui data primer dan data sekunder. Adapun Prosedur pengumpulan data yakni melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta data yang diperoleh melalui buku-buku referensi. Adapun solusi dari permasalahan tersebut yaitu: Pertama Guru dapat bekerja sama dengan pihak lain, seperti komite sekolah, orang tua siswa, atau masyarakat sekitar, untuk mendapatkan dukungan dalam meningkatkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Guru Pendidikan Agama Islam dapat mengatasi problematika dalam penerapan Kurikulum Merdeka meskipun dalam keterbatasan sarana dan prasarana. Kedua Pihak sekolah mengusulkan beberapa langkah strategis. Ini termasuk memperluas akses terhadap sumber belajar digital, menyediakan pelatihan berkelanjutan bagi guru tentang penggunaan teknologi dan sumber daya online, serta menjalin kerjasama dengan perpustakaan daerah dan komunitas pendidikan untuk memperkaya koleksi materi pembelajaran. Ketiga Pihak sekolah memfasilitasi dengan mengadakan sosialisasi dan pelatihan yang diharapkan dapat membantu para guru dalam menyelesaikan problematika yang sedang dihadapi
Manajemen Pakan Pada Pembesaran Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) Dengan Teknik Blind Feeding Dan Manual Feeder Di Tambak Willy-Kso Cp Prima Medan Di Pasar 20 Securai Sel., Kec. Babalan, Kab.Langkat, Sumatera Utara: Feed Management in the Enlargement of Vaname Shrimp (Litopenaeus Vannamei) with Blind Feeding and Manual Feeder Techniques in Willy-Kso Cp Prima Medan Ponds in Pasar 20 Securai Sel., Babalan District, Langkat Regency, North Sumatra
Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan manajemen pakan pada konservasi udang vaname ( Litopenaeus vannamei ) dengan teknik blind feeding dan manual feeder di tambak Willy-Kso Cp Prima Medan di Pasar 20 Securai Sel., Kec. Babalan, Kab. Langkat, Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Manajemen pakan di tambak Willy-Kso Cp Prima Medan menggunakan manual feeder dan blind feeding dapat menjadi solusi agar pakan yang dimakan udang sesuai dan tidak menganggu lingkungan perairan di tambak. Tambak Willy-Kso menggunakan 2 tambak yaitu tambak 1 dan 4. Pemberian pakan manual feeder dilakukan dengan menebarkan pakan jenis bubuk oleh pekerja yang berkeliling tambak sesuai jadwal dan kebutuhan udang vaname. Pakan ditebar setengah lingkaran agar tidak merusak kualitas udara akibat ketidakrataan pemberian pakan. Sedangkan pemberian pakan blind feeding dilakukan selama 30 hari di awal budidaya karena belum pasti menampilkan survival rate dan biomassa udang. Blind feeding diharapkan mampu menambah jumlah berat udang yang ditargetkan pada DOC 40 sebesar 3-5 gram.ekor. Pada DOC 14 udang vanname mulai dibor naik ke anco dengan cara memberi pakan pada anco sebanyak 1% dari total pakan. Blind feeding menjadikan pertumbuhan udang lebih optimal
Optimasi Produksi Nugget Ayam dengan Penambahan Bahan Pemberi Aroma untuk Meningkatkan Kesukaan Konsumen: Optimization of Nugget Production with the Addition of Aroma-Giving Ingredients to Increase Consumer Preference
Nugget ayam merupakan salah satu produk olahan daging yang semakin diminati oleh masyarakat karena kepraktisannya. Kualitas nugget dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk aroma yang dapat meningkatkan daya tarik produk bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan produksi nugget ayam dengan menambahkan vanili sebagai bahan pemberi aroma dan mengukur pengaruhnya terhadap kesukaan konsumen. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan penambahan vanili (0,2%, 0,5%, dan 0,8%), hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan vanili tidak berpengaruh signifikan terhadap warna, aroma, dan tekstur nugget ayam. Namun, penambahan vanili pada kadar tinggi (0,8%) menghasilkan rasa pahit yang mengurangi tingkat kesukaan konsumen, meskipun juga menunjukkan susut masak yang lebih rendah, mengindikasikan kehilangan nutrisi yang lebih sedikit. Kesimpulannya, penggunaan vanili perlu dilakukan dengan takaran yang tepat untuk menghindari perubahan rasa yang tidak diinginkan, dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mencari bahan pemberi aroma lain yang lebih efektif
Ayat dan Hadist Pedoman Hidup Bersih Bebas Riba Perspektif Ekonomi Syari’ah: Verses and Hadiths on Guidelines for a Clean Life Free of Usury from the Perspective of Islamic Economics
Istilah riba bukanlah sesuatu yang asing lagi, mengingat praktik ekonomi modern masih banyak yang melibatkan unsur riba. Meski demikian, riba telah lama dipahami oleh berbagai kalangan sebagai sesuatu yang dilarang, karena sifatnya yang spekulatif dan mendatangkan kerugian bagi pelakunya. Sebagai makhluk sosial, manusia tentu saling bergantung dalam interaksi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun, di tengah dinamika perkembangan zaman yang cenderung mengutamakan logika dan mudah terbawa arus modernitas, menghindari hal-hal yang bertentangan dengan prinsip Islam menjadi tantangan tersendiri. Salah satunya adalah praktik riba, yang dapat melibatkan siapa saja tanpa memandang status sosial. Oleh karena itu, dalam perspektif ekonomi Islam, solusi untuk menjauhkan diri dari riba adalah dengan menerapkan transaksi yang adil serta menghindari praktik yang mengeksploitasi kelemahan atau kebutuhan pihak lain. Diperlukan adanya solusi alternatif untuk menghadapi praktik ekonomi modern yang semakin dinamis dan kompleks guna menghindari sistem riba. Salah satu caranya adalah dengan mengadopsi akad-akad yang sesuai dengan prinsip ekonomi Islam, seperti mudharabah, murabahah, musyarakah, qardhul hasan, dan sukuk
Tajdidun Nikah Sebagai Upaya Menyelesaikan Konflik Rumah Tangga Perspkektif Maslahah Mursalah (Studi Kasus di Kupang Gunung Barat Kecamatan Sawahan Surabaya): Tajdidun Marriage as an Effort to Resolve Household Conflict from the Perspective of Maslahah Mursalah (Case Study in Kupang Gunung Barat, Sawahan District, Surabaya)
Istilah Tajdidun Nikah berasal dari adat Jawa yang dikenal dengan sebutan "nganyari nikah" tujuannya adalah untuk menyatukan kembali keluarga setelah sekian lama sebagai bentuk refleksi atau evaluasi, terutama bagi pasangan yang belum memiliki keturunan. Setiap pernikahan tentu menginginkan keluarganya menjadi damai, tentram, bahagia, dan kekal hingga akhir hayat, serta dapat berkumpul kembali di akhirat. Meskipun membentuk dan mempertahankan keluarga yang sakinah tidaklah mudah, masyarakat berharap dengan melakukan Tajdidun Nikah, tujuan utama pernikahan tersebut dapat tercapai. alasan mereka melakukan tajdid nikah ini karena bersifat lokal unsur kejawaannya lebih kental sehingga masih banyak orang yang menyimpannya percaya pada Tradisi Jawa. Penelitian ini menggunakan metode studi lapangan, yaitu dengan melakukan observasi langsung serta wawancara dengan pihak-pihak terkait guna memperoleh data yang akurat mengenai pelaksanaan nikah ulang di wilayah Kupang Gunung Barat, Kecamatan Sawahan, Surabaya.Sehingga menghasilkan kesimpulan bahwa Tajdidun Nikah telah ada sejak lama di Kupang Gunung Barat, namun siapa yang pertama kali melakukannya atau memulainya tidak diketahui dengan pasti. Meski begitu, masyarakat meyakini bahwa Tajdidun Nikah ini merupakan alternatif untuk menyelesaikan masalah dalam rumah tangga. Tradisi Tajdidun Nikah adalah salah satu tradisi yang dipraktikkan oleh masyarakat Kupang Gunung Barat karena beberapa konflik dalam rumah tangga, yaitu ketidakharmonisan dalam rumah tangga, kekhawatiran mengenai sahnya akad yang sebelumnya, dan kondisi ekonomi yang lemah. Dan dilihat dari perspektif hukum Islam, tradisi tajdidun nikah dapat dianggap sesuai dan tidak bertentangan dengan hukum Islam meskipun tidak ada dalil khusus yang mendukungnya. Tradisi tajdidun nikah dapat dikategorikan sebagai Maslahah Murshalah karena memenuhi persyaratan sebagai Maslahah yang sahih. Manfaat yang dihasilkan dari tradisi ini banyak ketika dilakukan.
 
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Jajan Siswa Di Madrasah Ibtidaiyah Al-Huda Kota Gorontalo: Factors Related to Snacking Behavior of Students at Madrasah Ibtidaiyah Al-Huda, Gorontalo City
Makanan jajanan dikenal dengan istilah “streed food” atau dalam bahasa Indonesia bermakna jenis makanan yang dijual di kaki lima, pinggiran jalan, di stasiun, di pasar, di sekolah, tempat pemukiman serta tempat yang sejenisnya. Rumusan masalah apakah terdapat faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku jajan siswa di MI Al-Huda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku jajan siswa di MI Al-Huda.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 259 siswa di MI Al-Huda Kota Gorontalo. Sampel yang diambil sejumlah 157 siswa yang diperoleh dengan rumus Slovin. Data di analisis univariat dan bivariat menggunakan statistik uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukan perilaku jajan siswa paling banyak dalam kategori sering sebanyak 100 siswa dengan presentase (63,7%) dan kategori tidak sering sebanyak 57 siswa dengan presentase (36,3%). Hasil pengetahuan gizi (p value = 0,003), kebiasaan sarapan pagi (p value = 0,000), peran orangtua (p value = 0,000), peran teman sebaya (p value = 0,000), kebiasaan membawa bekal (p value = 0,000) dan besaran uang saku (p value = 0,000). Simpulan ada hubungan antara pengetahuan gizi, kebiasaan sarapan pagi, peran orang tua, peran teman sebaya, kebiasaan membawa bekal dan besaran uang saku dengan perilaku jajan. Saran bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan mengenai perilaku jajan siswa terutama pada siswa sekolah dasar
Peran Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi Sosial Guru Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik di SDN Jatingaleh 01: The Role of Pedagogical Competence and Social Competence of Teachers in the Formation of Student Character at SDN Jatingaleh 01
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kompetensi pedagogik dan kompetensi sosial guru berpengaruh terhadap pembentukan karakter peserta didik di SDN Jatingaleh 01. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan observasi langsung dan wawancara dengan tiga guru yang mengampu kelas satu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode kompetensi pedagogik seperti penggunaan media interaktif berhasil meningkatkan pemahaman peserta didik. Tetapi, masih terdapat tantangan dalam penerapan kompetensi sosial, terutama dalam hal kedisiplinan dan kerja sama peserta didik di kelas 1 B dan di kelas 1 C SDN Jatingaleh 01. Penelitian ini meningkatkan pemahaman penulis tentang peran guru dalam membuat lingkungan pendidikan yang inklusif dan mendukung perkembangan peserta didik secara keseluruhan
Efektivitas Penerapan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (Simpus) di Puskesmas Tawaeli, Kota Palu: Effectiveness of Implementation of Health Center Management Information System (Simpus) in Tawaeli Health Center, Palu City
Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (Simpus) merupakan suatu sistem yang terstruktur menyangkut dengan pengumpulan data, penyajian informasi, analisa dan penyimpulan informasi yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran dan tujuan kegiatannya. Dengan diterapkannya program SIMPUS yang menggunakan sistem komputer, membantu mempermudah tenaga medis dalam pendataan pasien sehingga timbul yang namanya efektifitas waktu dan efisiensi tenaga. Program SIMPUS merupakan program yang telah digunakan di seluruh puskesmas di Indonesia guna membantu proses pendataan pasien di Puskesmas mulai dari pendaftaran, pengobatan, rujukan, hingga pengambilan obat yang terkomputerisasi dan terhubung dengan layanan internet. Namun implementasi SIMPUS di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dan hambatan. Studi pendahuluan telah dilakukan untuk mengetahui sejauh mana cara kerja dan apa yang menjadi permasalahan dalam implementasi penggunaan SIMPUS di Puskesmas Tawaeli. Terdapat kendala-kendala yang timbul dalam mengimplementasikan program ini diantaranya adalah masih ada beberapa sistem yang sulit dimengerti, jaringan internet yang tidak stabil, serta pemadaman listrik secara tiba-tiba yang kadang terjadi di Kota Palu menyebabkan matinya komputer yang mengoperasikan SIMPUS tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan kuesioner yang diberikan kepada para petugas SIMPUS di Puskesmas. Menggunakan teori efektivitas menurut Sutrisno dengan lima indikator yaitu pemahaman program, tepat sasaran, tepat waktu, tercapainya tujuan dan perubahan nyata, untuk melihat sejauh mana tingkat efektivitas program SIMPUS yang digunakan di Puskesmas Tawaeli Kota Palu.