Universitas Narotama

Narotama University Repository
Not a member yet
    1966 research outputs found

    PENGARUH WORK-LIFE BALANCE, PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA, DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN CV. LITERA JANNATA PERKASA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Work-Life Balance, Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan di CV. Litera Jannata Perkasa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan sensus, dimana seluruh karyawan dari berbagai divisi yang berjumlah 67 orang dijadikan sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik regresi linier berganda dengan bantuan software IBM SPSS Statistics versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Work-Life Balance, Pengembangan Sumber Daya Manusia, dan Budaya Organisasi secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Secara parsial, masing-masing variabel memberikan pengaruh positif, dengan Budaya Organisasi menjadi variabel yang paling dominan. Temuan ini menekankan pentingnya penerapan budaya organisasi yang inklusif, kolaboratif, dan berbasis penghargaan untuk meningkatkan kinerja karyawan, disertai dengan pengembangan sumber daya manusia melalui program pelatihan berkelanjutan dan mentoring, serta pengelolaan work-life balance yang efektif untuk mendukung kesejahteraan dan produktivitas karyawan. Kata Kunci: Work-Life Balance, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Budaya Organisasi, Kinerja Karyawa

    ANALISIS PENGARUH FAKTOR EKSTERNAL TERHADAP DURASI PENYELESAIAN PROYEK KONSTRUKSI DENGAN METODE PLS-SEM

    Full text link
    Pada jaman modern ini, pembangunan sangat memiliki peran penting khususnya untuk negara khususnya negara berkembang. Waktu, biaya dan kualitas merupakan tiga parameter yang paling signifikan dalam menentukan keberhasilan penuh pada suatu proyek konstruksi. Banyak faktor yang menyebabkan kerugian pada bidang konstruksi, khususnya faktor keterlambatan atau durasi penyelesaian proyek.Terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya keterlambatan pada proyek konstruksi. Faktor ekternal menjadi salah satu pengaruh dalam durasi penyelesaian proyek konstruksi. Pada penelitian ini memperlihatkan pengaruh faktor eksternal apa saja yang mempengaruhi durasi penyelesaian proyek. Pengumpulan data didapat dari Pembangunan Terminal Wisata Seruni Point yang berada di ketinggian 2200 MDPL pada proyek Penataan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (Kspn) Bromo, Tengger, Semeru Tahap 1 Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo - Jawa Timur . Proyek-proyek konstruksi yang berlokasi di wilayah dengan kondisi geografis dan totpografi yang ekstrem, seperti kawasan wisata Bromo Tengger Semeru, seringkali mengalami kendala dalam hal durasi penyelesaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh variabel-variabel eksternal, seperti kondisi cuaca, ketersediaan sumber daya manusia, dan tingkat adopsi teknologi, terhadap durasi penyelesaian proyek. Dengan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (SMART PLS-SEM), penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi manajemen proyek yang lebih efektif dalam menghadapi tantangan proyek konstruksi di lingkungan yang kompleks. Dengan menggunakan metode SMART PLS-SEM, penelitian ini menganalisis pengaruh variabel-variabel eksternal seperti lokasi dan kondisi cuaca poyek yang ekstrim, ketersediaan tenaga kerja, dan suplay material proyek. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi manajemen proyek yang lebih efektif untuk menghadapi tantangan serupa di masa depan." Kata Kunci : Sektor konstruksi, Lokasi Proyek, Keterlambatan proyek, Struktur Equation Modeling (SEM), Partial Least Squares (PLS), Faktor eksternal, Analisis multivariat

    PEMETAAN BERBASIS GIS UPAYA UNTUK MONITORING CSR DI LINGKUNGAN PLN INDONESIA POWER GRATI PASURUAN

    No full text
    Pemetaan atau pembuatan peta Geographic Information System (GIS) dalam monitoring dan evaluasi program Corporate Social Responsibility (CSR) PT PLN Indonesia Power Grati, Pasuruan. Program CSR perusahaan mencakup berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi, yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Dengan menggunakan GIS, penelitian ini bertujuan untuk memetakan distribusi program CSR, menganalisis dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan, serta menyediakan peta tematik sebagai alat evaluasi yang transparan dan akuntabel. Penelitian dilakukan di Kecamatan Grati dan Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan, dengan cakupan beberapa desa mitra CSR binaan PT PLN Indonesia Power. Melalui analisis spasial, GIS berhasil mengidentifikasi wilayah prioritas, menilai efektivitas distribusi program, serta memvisualisasikan dampak CSR dalam bentuk peta radius dan peta tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GIS meningkatkan efisiensi monitoring, mempermudah pengelolaan data spasial, dan mendukung pengambilan keputusan strategis. Selain itu, program CSR terbukti memberikan dampak positif terhadap masyarakat, seperti peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta pelestarian lingkungan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan GIS pada monitoring CSR mampu meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akurasi dalam pelaksanaan program. Sistem ini menghasilkan peta tematik yang sangat mudah dipahami pengelola CSR dan juga mempermudah evaluasi keberhasilan program dan penyusunan strategi keberlanjutan. Rekomendasi yang dihasilkan meliputi pengembangan fitur GIS untuk monitoring real-time, peningkatan literasi teknologi bagi pengelola CSR, serta kolaborasi dengan pemerintah dan Lembaga Kemanusiaan untuk memperluas cakupan program. Dengan pemanfaatan GIS, program CSR dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan di wilayah sekitar perusahaan. Kata Kunci: CSR, GIS, monitoring, evaluasi, PLN Indonesia Power

    PRINSIP PERLINDUNGAN HUKUM DALAM PENGATURAN SANKSI TAMBAHAN TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA SEKSUAL TERHADAP ANAK DALAM HUBUNGAN KELUARGA

    Full text link
    Oleh : Iin Muzdalifah Al-haq Indonesia merupakan negara hukum, pancasila dan UUD 1945 merupakan dasar dari negara hukum itu sendiri. Sesuai dengan dasar negara, maka Indonesia selalu menjunjung tinggi hak asasi manusia, dan akan selalu menjamin perlindungan hukum warga Indonesia dengan tidak memandang kedudukannya. Salah satu bentuk keseriusan pemerintah Indonesia dalam menjunjung tinggi hak asasi manusia adalah dengan memberikan pembinaan kepada fungsi dan wewenang masing-masing ke arah tegaknya hukum itu sendiri. Demi ketertiban dan kepastian hukum yang sesuai dengan dasar negara Indoensia. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana adalah salah satunya, yang sebagai landasan peraturan hukum. Fungsi dari hukum pidana di Indonesia sendiri adalah untuk sarana menanggulangi kejahatan. Bagaimana dari penetapan sanksi pidana yang berkaitan dengan nilai-nilai yang ingin dicapai atau dilindungi oleh hukum pidana tersebut. Yang menjadi persoalan serius saat ini adalah kejahatan seksual yang sangat marak, hal ini sangat bertentangan dengan dasar negara kita yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, adanya kejahatan seksual berarti melanggar hak asasi manusia, dalam rangka memberikan efek jera terhadap pelaku kejahatan seksual diperlukan adanya sanksi tambahan sanksi pidana yang disebut dalam pasal 10 KUHP, yang merupakan pidana tambahan dengan adanya pencabutan hak-hak tertentu. Pencabutan hak-hak tertentu merupakan upaya memberikan kepastian hukum untuk melindungi kehormatan, dan martabat korban kejahatan seksual. Penetapan sanksi tambahan kepada pelaku kejahatan seksual yang cukup berat, akan memberikan rasa jera terhadap pelaku kejahatan seksual untuk tidak melakukan hal tersebut kembali. Dengan itu tujuan negara dalam rangka melindungi hak asasi manusia akan sangat terbantu, jika ada aturan aturan tambahan penetapan sanksi kepada pelaku tindak pidana kejahatan seksual. Kata kunci : Sanksi Tambahan, Perlindungan Hukum, Kejahatan Seksua

    UPAYA MENINGKATKAN MINAT MENGAJI DENGAN METODE TILAWATI PAUD PADA ANAK USIA DINI DI KB TERPADU ALKHAIRIYAH SURABAYA

    Full text link
    Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk “meningkatkan minat mengaji anak usia dini melalui penerapan metode tilawati PAUD di KB Terpadu Alkhairiyah”. Latar belakang penelitian ini didasarkan oleh observasi awal mengenai rendahnya minat anak-anak dalam kegiatan mengaji, yang berpotensi menghambat perkembangan spiritual dan kemampuan pendekatan yang sistematis, mudah dan menyenangkan, diharapkan mampu membangkitkan kembali antusiasme anak-anak. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan : perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak usia dini di KB Terpadu Alkhairiyah. Data dikumpulkan melalui lembar observasi aktivitas anak dan guru, catatan lapangan, serta dokumentai. Data minat mengaji diukur dengan skala penilaian minat atau indikator partisipasi aktif dan antusiasme anak. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif, dengan membandingkan kondisi sebelum tindakan dan setelah tindakan pada setiap siklus, serta melihat peningkatan minat dari siklus ke siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Tilawati PAUD secara konsisten dan terencana efektif dalam meningkatkan minat mengaji pada anak usia dini di KB Terpadu Alkhairiyah. Terjadi peningkatan signifikan pada indikator minat mengaji anak dari pra-siklus hingga siklus ke dua, yang ditunjukkan oleh peningkatan partisipasi, fokus, dan antusiasme anak selama pembelajaran. Hal ini membuktikan bahwa metode Tilawati PAUD dapat menjadi solusi praktis dan inovatif gabi guru PAUD dalam mengembangkan minat mengaji anak. Disarankan bagi guru untuk terus mengoptimalkan penggunaan metode ini dengan adapts kreatif sesuai karakteristik anak didiknya. Kata Kunci : Minat Mengaji, Metode Tilawati PAUD, Anak Usia Dini, Penelitian Tindakan Kelas, KB Terpadu Alkhairiyah

    PENERAPAN PRINSIP KEADILAN DALAM PENJATUHA SANKSI PIDANA DALAM PUTUSAN NOMOR: 52/Pid.B/2016/PN.Wgp. ( Studi kasus Putusan Nomor: 52/Pid.B/2016/PN.Wgp)

    Full text link
    Dalam penegakan hukum yang diakhiri dengan penjatuhan sanksi, putusan pengadilan diharuskan memenuhi rasa keadilan sebagai salah satu tujuan hukum. Namun dalam Putusan Nomor 52/Pid.B/2016/PN.Wgp. terdapat beberapa pertimbangan-pertimbangan dalam menjatuhkan putusan yang tidak selaras dengan prinsip keadilan. Sebagaimana dalam perkara tersebut yakni terdakwa Katrina Mbati Atipundi akhirnya dijatuhi hukuman penjara 6 tahun dan denda sebesar Rp. 100.000.000,- atas dasar pertimbangan hakim dalam penjatuhkan sanksi yang menjadi pokok permasalahan yang timbul dalam penelitian ini. Pertama, ratio decidendi dalam Putusan Nomor: 52/Pid.B/2016/PN.Wgp. kedua, penerapan prinsip keadilan dalam putusan nomor: 52/Pid.B/2016/PN.Wgp. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Kata Kunci: Prinsip Keadilan, Penjatuhan Sanksi, Pertimbangan Haki

    KEPASTIAN HUKUM FOTOKOPI YANG DILEGALISIR NOTARIS YANG TELAH DICOCOKKAN DENGAN ASLINYA

    Full text link
    Legalisir merupakan salah satu kebutuhan masyarakat yang memastikan atau menyatakan bahwa fotokopi suatu dokumen dilakukan berdasarkan surat aslinya sehingga fotokopi tersebut memiliki isi yang sama dengan surat aslinya. Notaris memiliki kewenangan untuk melakukan legalisir terhadap setiap dokumen yang diberikan oleh pemohon legalisir. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif dengan menggunakan studi kepustakaan terhadap bahanbahan hukum. Bahwa Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris yang telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tidak mengatur secara lengkap dan jelas terkait kewenangan legalisir oleh Notaris. Tidak lengkapnya pengaturan terhadap kewenangan Notaris untuk melakukan legalisir terlihat pada tidak adanya pengaturan yang mengatur terkait susunan kalimat pada cap atau stempel Notaris yang akan dibubuhkan pada fotokopi selain paraf dan tanda tangan oleh Notaris. Notaris menjamin kepastian hukum legalisir berdasarkan kebenaran formil yang diajukan oleh pemohon legalisir melalui formalitas-formalitas yang diberikan kepada Notaris yaitu fisik asli dokumen. Ketika dokumen yang diberikan oleh pemohon legalisir palsu maka menjadi tanggung jawab pemohon legalisir atas penggunaan dokumen palsu tersebut. Kata Kunci: legalisir, kebenaran formil, dokumen

    PENYITAAN MINUTA AKTA NOTARIS DALAM PROSES PENYIDIKAN

    Full text link
    Penyitaan minuta akta notaris memiliki implikasi yang signifikan dalam proses peradilan. Minuta akta sebagai bukti dapat menjadi kunci dalam pembuktian suatu tindak pidana. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa penyitan dilakukan secara sah dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Tipe penulisan yang dipergunakan untuk membahas dan menganalisis permasalahan ini adalan penelitian hukum normative dengan pendekatan undang-undang,Pendekatan konseptual, Pendekatan kasus. Dalam peradilan pidana terdapat sistem yang terintegrasi dimana penyidik termasuk didalam sistem tersebut . Penyidik Polri dan PPNS bukanlah organ diluar kekuasaan kehakiman sehingga penyidik berwenang melakukan penyitaan minuta akta notaris yakni memiliki kewenangan atributif. Majelis Kehormatan Notaris wewenangnya terbatas pada persetujuan pengambilan hanya fotokopi minuta akta saja. Penyitan minuta akta notaris berpedoman pada penyitaan dalam pasal 43 KUHAP serta Surat Edaran Mahkamah Agung RI tanggal 12April 1986 nomor: MA/Pemb/3429/86 yakni penyitaan dilakukan atas izin dari Ketua pengadilan negeri setempat. Diharapkan pengaturan mengenai kewenangan penyidikan antara penyidik Polri dan penyidik PPNS dikaji lebih lanjut, karena dapat menimbulkan tarik menarik kewenangan serta undang-undang jabatan notaris dapat diperbarui dan dirumuskan mengenai ketentuan yang spesifik tentang batasan pertanggungjawaban pidana notaris dan dalam rangka memberikan perlindungan hukum bagi notaris diperlukan ketentuan hukum yang lebih jelas dan kerjasama antar lembaga khususnya Ikatan Notaris Indonesia dengan Kepolisian Republik Indonesia untuk membuat suatu aturan tentang ketentuan penyitaan, pemanggilan dan pemeriksaan terhadap notaris. Kata kunci : wewenang, penyidikan, penyitaan, minuta akt

    KEABHASAHAN PERJANJIAN KERJA SAMA DALAM MENDANAI PENDIRIAN DAN PENGELOLAAN COMMANDITAIRE VENNOOTSCHAP (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 35 K/Pdt/2018)

    Full text link
    Penelit ian dengan judul “Keabsahan Perjanjian Kerja sama Dalam Mendanai Pendirian Dan Pengelolaan Commanditaire Vennootschap (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 35 K/Pdt/2018)” Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan, pertama apa ratio decidendi perjanjian pinjam nama dalam aktivitas penanaman modal asing di Indonesia dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 35 K/Pdt/2018 jika dikaitkan dengan syarat sah perjanjian, kedua apakah perjanjian pinjam nama atas kepemilikan modal asing dalam commanditaire vennootschap koheren dengan konsep penanaman modal asing di Indonesia?. Dari metode penelitian tersebut data yang diperoleh bersumber dari buku-buku, jurnal, dokumen resmi, publikasi, dan hasil penelitian lainnya. Selanjutnya melalukan analisis menggunakan metode deskriptif analisis. Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor: 985/Pdt.G/2015/PN.Dps, yang diperkuat Putusan Pengadilan Tinggi Denpasar Nomor: 14/Pdt/2017/PT.Dps dan telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) sampai pada tingkat Kasasi nomor: 35 K/Pdt/2018 bersifat alamiah akan berubah menjadi perjanjian yang sempurna. Perjanjian pinjam nama yang bertentangan dengan undang-undang dapat dinyatakan batal demi hukum. Kata Kunci: Perjanjian, Modal Asing, Commanditaire Vennootscha

    PENGARUH FINANCIAL TARGET, INEFFECTIVE MONITORING, DAN AUDITOR SWITCHING TERHADAP POTENSI FRAUD REPORTING (Studi Kasus Perusahaan Perbankan di Index Papan Utama yang Terdaftar di BEI Tahun 2019-2023)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Financial Target, Ineffective Monitoring, dan Auditor Switching Terhadap Potensi Fraud Reporting. Objek Penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di index papan utama yang terdaftar di BEI pada periode 2019-2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel yang dipilih dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yang menghasilkan 26 perusahaan yang telah memenuhi kriteria, sehingga terkumpul 130 data sebagai sampel. Data penelitian diperoleh dari laporan tahunan yang diakses melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan Statistical Product and Service Solutions (SPSS), yang meliputi uji analisis deskriptif statistik, analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Financial Target tidak berpengaruh terhadap Fraud Reporting, Ineffective Monitoring tidak berpengaruh terhadap Fraud Reporting, Auditor Switching tidak berpengaruh terhadap Fraud Reporting dan secara simultan Financial Target, Ineffective Monitoring, dan Auditor Switching tidak berpengaruh terhadap Fraud Reporting. Kata Kunci: Financial Target, Ineffective Monitoring, Auditor Switching dan Fraud Reportin

    1,913

    full texts

    1,966

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Narotama University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇