Universitas Narotama

Narotama University Repository
Not a member yet
    1966 research outputs found

    BATASAN PERLINDUNGAN HUKUM AKTIVIS LINGKUNGAN HIDUP DALAM TINDAK PIDANA UJARAN KEBENCIAN DI MEDIA SOSIAL (Studi Kasus Putusan Nomor 374/Pid.Sus/2024/PT.SMG)

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji batasan perlindungan hukum bagi aktivis lingkungan hidup dalam konteks delik ujaran kebencian yang dilakukan di media sosial, dengan menggunakan Putusan nomor 374/Pid.Sus/2024/PN.SMG sebagai studi kasus. Penelitian ini mengkaji konsistensi pertimbangan hakim dalam putusan tersebut dengan Pasal 66 UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH), yang mengatur perlindungan terhadap aktivis lingkungan hidup. Temuan penelitian menunjukkan bahwa, meskipun putusan tersebut mengecualikan aktivis lingkungan, terdapat ambiguitas dalam implementasi Pasal 66 UU PPLH, terutama dalam hal definisi dan persyaratan untuk aktivis lingkungan, serta batasan perlindungan hukum yang diberikan. Penelitian ini merekomendasikan peraturan yang lebih luas di bawah Pasal 66 UU PPLH untuk memberikan kejelasan hukum dan perlindungan yang lebih lengkap bagi para aktivis lingkungan sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan hukum. Selain itu, penelitian ini menggarisbawahi perlunya keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan perlindungan terhadap ujaran kebencian dalam konteks advokasi lingkungan. Kata Kunci: Perlindungan hukum, Aktivis lingkungan, Ujaran Kebencian, Media Sosial, Pasal 66 UU PPL

    KEABSAHAN TINDAKAN DEBITUR DALAM MELAKUKAN PERBUATAN HUKUM SEBELUM PUTUSAN PAILIT DALAM PERSPEKTIF KESEIMBANGAN HUKUM DAN KEPAILITAN

    Full text link
    Perjanjian merupakan kesepakatan antara dua pihak atau lebih yang berisi komitmen untuk melakukan atau tidak melakukan suatu tindakan, yang bisa dibuat secara lisan maupun tertulis. Salah satu jenis perjanjian yang diatur dalam hukum adalah perjanjian jual beli, yang tercantum dalam Pasal 1457 KUHPerdata, dimana penjual berkomitmen untuk menyerahkan barang dan pembeli untuk membayar harga. Dalam perjanjian ini, asas itikad baik sangat penting untuk menjamin kelancaran transaksi, menghindari wanprestasi, serta memastikan transparansi dan keadilan dalam pelaksanaannya. Namun, meskipun perjanjian sudah dilaksanakan dengan itikad baik oleh kedua pihak, terdapat situasi di mana perjanjian menjadi batal demi hukum, salah satunya terkait dengan status kepailitan objek perjanjian. Notaris, sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam membuat akta perjanjian, diharapkan bertindak dengan kehati-hatian, sesuai dengan undang-undang dan kode etik yang berlaku, jual beli aset oleh perusahaan yang terlibat dalam kepailitan menunjukkan adanya ketidakpastian hukum, dimana akta yang sah secara prosedural tetap dapat dibatalkan akibat status boedel pailit. Ketidak cocokan antara kewajiban Notaris dalam menjalankan asas kehati-hatian dan aturan hukum kepailitan ini menciptakan celah yang berisiko merugikan pihak-pihak yang telah bertindak dengan itikad baik, terutama Pihak Ketiga yang membeli aset tanpa mengetahui status hukum yang sebenarnya. Kata kunci : Kepailitan, perbuatan hukum, keabsaha

    PRINSIP KEADILAN DALAM PENJATUHAN PIDANA PERCOBAAN KASUS KEKERASAN PADA ANAK (STUDI PUTUSAN NOMOR 8/PID.SUS-ANAK/2024/PN NNK)

    Full text link
    Tindak pidana kekerasan terhadap anak adalah sebuah bentuk perlakuan yang menyakitkan dan merugikan dari segi fisik, emosional, maupun mental bagi korban anak tersebut, tindak pidana kekeran terhadap anak bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk pelaku yang juga masih termasuk dalam kategori anak. Dalam penjatuhan hukuman bagi pelaku anak, sering sekali mendapatkan hukuman yang tidak berimbang dengan kerugian dari korban anak, hal ini menimbulkan pertanayaan mengenai penerapan prinsip keadilan dan sesuai dengan kasus dalam putusan yang di analisis penulis maka akhirnya terciptalah judul untuk penulisan ini yaitu PRINSIP KEADILAN DALAM PENJATUHAN PIDANA PERCOBAAN KASUS KEKERASAN PADA ANAK (STUDI PUTUSAN NOMOR 8/PID.SUS- ANAK/2024/PN NNK). Dalam menciptakan keadilan bagi korban sesuai dengan PP Nomor 43 Tahun 2017 menjelaskan bahwa korban anak bisa mengajukan restitusi kepada pihak pelaku anak agar mendapatkan hak ganti kerugian yang telah dialami oleh korban anak akibat dari tindak pidana pelaku anak. Kata kunci : kekerasan terhadap anak, prinsip keadilan, anak

    PRINSIP GOOD GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DESA

    Full text link
    Skripsi ini membahas penerapan prinsip good governance dalam pengelolaan keuangan Desa di Indonesia, dengan fokus pada transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana prinsip-prinsip tersebut diakomodasi dalam peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan keuangan Desa dan penerapannya dalam praktik. Melalui pendekatan hukum normatif, penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun undang-undang telah menetapkan kerangka kerja yang mendukung good governance, pelaksanaan di lapangan masih menghadapi tantangan, termasuk kasus korupsi yang melibatkan aparatur Desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak pelanggaran terhadap prinsip-prinsip good governance, yang mengakibatkan kerugian keuangan negara. Kasus-kasus korupsi yang dianalisis menunjukkan pelanggaran terhadap ketentuan hukum yang berlaku, serta kurangnya akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan dana Desa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk mencapai pengelolaan keuangan Desa yang efektif, diperlukan peningkatan pemahaman dan pelatihan bagi aparatur desa serta mekanisme pengawasan yang lebih ketat. Saran yang diajukan antara lain perlunya partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan penggunaan teknologi informasi untuk meningkatkan transparansi. Kata Kunci : Prinsip Good Governance, Pengelolaan, Keuangan Desa

    PENGANGKATAN ANAK OLEH ORANG BELUM KAWIN DI INDONESIA

    Full text link
    Pengangkatan anak di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 jo. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2007. Peraturan tersebut membatasi pengangkatan anak hanya bagi pasangan yang telah menikah, khususnya pada Pasal 13 huruf e yang mensyaratkan status perkawinan calon orang tua angkat. Pembatasan ini menimbulkan pertanyaan tentang relevansinya dengan prinsip kepentingan terbaik bagi anak dalam konteks masyarakat modern.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ratio legis pembatasan pengangkatan anak oleh individu belum menikah dan mengevaluasi koherensi ketentuan hukum dengan prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, kasus, dan perbandingan. Hasil penelitian menemukan bahwa pembatasan pengangkatan anak berdasarkan status perkawinan berpotensi diskriminatif dan tidak sepenuhnya sejalan dengan prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Kemampuan individu dalam memberikan pengasuhan tidak ditentukan secara mutlak oleh status perkawinan. Penelitian merekomendasikan perlunya evaluasi dan penafsiran ulang terhadap ketentuan hukum pengangkatan anak, dengan mempertimbangkan kemampuan individual calon orang tua angkat dalam memenuhi kebutuhan anak secara holistik, tanpa diskriminasi berdasarkan status perkawinan. Kata kunci: Pengangkatan Anak, Status Perkawinan, Kepentingan Terbaik Anak, Perlindungan Ana

    PERLINDUNGAN HUKUM TENAGA KERJA TERHADAP PERUSAHAAN ASURANSI YANG DINYATAKAN PAILIT ( Studi di PT. Bumi Asih Jaya)

    Full text link
    Proses hukum di mana suatu perusahaan tidak mampu untuk membayar utang-utangnya kepada para kreditur. Kepailitan dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti manajemen yang buruk, persaingan yang ketat, perubahan pasar, atau faktor eksternal lainnya. Dalam kasus kepailitan, perusahaan asuransi PT. Bumi Asih Jaya menjalani proses restrukturisasi utang atau likuidasi aset untuk membayar para kreditur setelah dinyatakan pailit oleh Mahkamah Agung atas pengajuan Otorisasi Jasa Keuangan (OJK). Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan keuangan perusahaan dan melindungi hak-hak para kreditur. Salah satu hak kreditur adalah hak tenaga kerja dalam perusahaan tersebut. Perlindungan hukum dan upaya hukum atas hak-hak tenaga kerja adalah topik yang penting dalam dunia hukum ketenagakerjaan. Perlindungan hukum untuk tenaga kerja melibatkan serangkaian undang-undang dan peraturan yang dirancang untuk melindungi hak- hak tenaga kerja, seperti hak atas upah yang adil, kondisi kerja yang aman, dan hak untuk bergabung dengan serikat pekerja. Upaya hukum tenaga kerja merupakan langkah-langkah yang dapat diambil oleh tenaga kerja ketika merasa hak-haknya telah dilanggar oleh pihak perusahaan. Upaya hukum ini dapat berupa, mediasi, konsiliasi, bipartite, arbitrase dan pengajuan gugatan ke pengadilan. Kata Kunci : Kepailitan, Asuransi, Tenaga kerja, Perlindungan Hukum, Upaya Huku

    IMPLIKASI HUKUM ATAS PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PENEGAKAN E-TILANG DI SURABAYA

    Full text link
    Penegakan hukum melalui teknologi informasi semakin berkembang dengan munculnya sistem e- Tilang yang memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mempermudah proses penindakan pelanggaran lalu lintas. Salah satu kota yang telah menerapkan sistem ini adalah Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi hukum yang timbul akibat penggunaan AI dalam penegakan e-Tilang di Surabaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis-normatif dengan menganalisis peraturan perundang-undangan terkait, serta penerapan teknologi AI dalam konteks penegakan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sistem AI dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam identifikasi pelanggaran lalu lintas, terdapat beberapa tantangan hukum yang perlu diperhatikan, seperti perlindungan data pribadi, potensi kesalahan dalam sistem otomatis, dan hak-hak pelanggar yang mungkin terabaikan dalam proses penegakan hukum berbasis teknologi ini. Oleh karena itu, diperlukan regulasi yang lebih jelas terkait penggunaan AI dalam penegakan hukum untuk menjamin keadilan, transparansi, dan perlindungan hak asasi manusia, khususnya dalam konteks privasi dan kesalahan administratif yang dapat terjadi. Kata Kunci : AI, Artificial Intelligence, Tilang, E-TL

    KEDUDUKAN HUKUM PIDANA ADAT DALAM REZIM HUKUM PIDANA DI INDONESIA

    Full text link
    Pengakuan resmi terhadap hukum pidana adat dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (selanjutnya disebut KUHP 2023) telah meningkatkan peran hukum pidana adat sebagai komponen yang tak dapat dipisahkan dalam hukum pidana nasional. Penelitian ini bertujuan Untuk menganalisis koherensitas pengakuan hukum pidana adat dalam KUHP 2023 dengan asas legalitas. Dan untuk menganalisis koherensitas ketentuan pasal 54 ayat (2) KUHP 2023 dengan pengakuan kedudukan hukum adat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, dengan pendekatan perundangundangan (Statue Approach), pendekatan konseptual (Conceptual Approach) dan pendekatan kasus (Case Approach). Hasil penelitian menunjukkan pengakuan hukum pidana adat dengan asas legalitas telah koheren dikarenakan adanya pengakuan Pasal 2 ayat (2) KUHP 2023 di mana menggunakan frasa "hukum yang berlaku dalam masyarakat" dan ketentuan Pasal 54 ayat (2) KUHP 2023 tidak koheren dengan pengakuan kedudukan hukum adat, dikarenakan dalam ketentuan Pasal 54 ayat (2) tidak terdapat ketentuan seperti Pasal 54 ayat (1) huruf K yaitu “nilai hukum dan keadilan yang hidup dalam masyarakat”. Kata Kunci: Hukum Pidana Adat, Asas Legalitas, KUHP 202

    STRATEGI KEBIJAKAN PIUTANG UNTUK MENINGKATKAN PRO FORMA LAPORAN KEUANGAN (Studi kasus PT. Duta Balisfa perusahaan logistik tahun 2019 hingga tahun 2023)

    Full text link
    ABSTRAK Penelitian ini menganalisis pengaruh kebijakan ekonomi terhadap strategi perusahaan di Kabupaten Gresik, khususnya sektor logistik yang tumbuh signifikan pasca pandemi. Berdasarkan data BPS 2023, pertumbuhan ekonomi Surabaya dan Gresik masing-masing mencapai 11,16% dan 11,92%. PT. Duta Balisfa, perusahaan logistik terkemuka di Gresik, berkontribusi 0,022% terhadap GDP daerah dengan laba bersih 36 miliar rupiah. Penelitian ini juga mengeksplorasi strategi kebijakan akuntansi PT. Duta Balisfa untuk meningkatkan kinerja keuangan, dengan fokus pada pengelolaan piutang yang vital untuk pemulihan kerugian dan menjaga likuiditas. Pendekatan kualitatif digunakan, melalui analisis dokumen, wawancara mendalam, dan observasi langsung, untuk mengevaluasi penerapan faktor ekonomi makro dan strategi akuntansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi makro berdampak signifikan terhadap kebijakan ekonomi perusahaan di Gresik, terlihat dari kebijakan distribusi dan produksi modal yang mempengaruhi pertumbuhan GDP. Namun, PT. Duta Balisfa belum mampu mengelola piutang dengan baik, berdampak negatif pada arus kas dan nilai wajar laporan keuangan perusahaan. Pengelolaan piutang yang tidak efektif menghambat kemampuan perusahaan mengoptimalkan likuiditas dan menjaga keseimbangan neraca. Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya efektivitas dan akuntabilitas dalam kebijakan pengelolaan piutang untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini menawarkan wawasan bagi pembuat kebijakan dan praktisi bisnis dalam mengembangkan strategi ekonomi yang berkelanjutan, berfokus pada kesejahteraan perusahaan dan optimalisasi laporan keuangan melalui praktik akuntansi terbaik. Kata kunci: Akuntansi, Kebijakan Piutang, Keuangan, Perusahaan, Piutang, Strateg

    PENGARUH BRAND AMBASSADOR, BRAND IMAGE, DAN PRODUCT QUALITY TERHADAP MINAT BELI KERIPIK TORTILLA TOS-TOS DI SURABAYA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Brand ambassador, Brand Image dan Product Quality terhadap minat beli keripik tortilla Tos-Tos di Kota Surabaya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang mengetahui produk keripik tortilla Tos-Tos namun belum melakukan pembelian, berusia 15-35 tahun serta berdomisili di Kota Surabaya. Teknik sampling yang digunakan didalam penelitian ini adalah non-probability sampling dengan mengambil 135 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara online. Metode Analisa data yang digunakan adalah Regresi Linear Berganda. Alat analisis yang digunakan dlam penelitian ini adalah SPSS versi 29 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel brand ambassador secara parsial berpengaruh negative signifikan terhadap minat beli dengan nilai t hitung > t tabel yaitu -4,207 > 1,978 dengan nilai signifikansi sebesar <0,001 < 0,05. Variabel brand image secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap minat beli dengan nilai t hitung > t tabel yaitu 4,538 > 1,978 dengan nilai signifikansi sebesar <0,001 < 0,05. Variabel productr quality secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap minat beli dengan nilai t hitung > t tabel yaitu 4,589 > 1,978 dengan nilai signifikansi sebesar <0,001 < 0,05. Secara simultan variabel brand ambassador, brand image, dan product quality berpengaruh positif signifikan terhadap minat beli diperoleh nilai f hitung > f tabel yaitu 19,498 > 2,67 dengan nilai signifikansi sebesar <0,001 <0,05. Kata Kunci: Brand Ambassador, Brand Image, Product Quality, Minat Beli

    1,913

    full texts

    1,966

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Narotama University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇