Jurnal Agrotech (Universitas Alkhairaat Palu)
Not a member yet
125 research outputs found
Sort by
UJI INVITRO DAYA HAMBAT CENDAWAN ENDOFIT ASAL TUMBUHAN RAMBUSA (Passiflora foetida) SEBAGAI AGENS PENGENDALI HAYATI PENYAKIT LAYU FUSARIUM
Cendawan endofit berperanan penting dalam pengendalian penyakit Fusarium sp. dan bersifat ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji cendawan endofit asal tumbuhan rambusa sebagai agens pengendali hayati penyakit Fusarium sp. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, pada bulan April sampai Juni 2021. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 2 perlakuan yaitu cendawan endofit asal daun dan batang yang diulang sebanyak 5 kali sehingga diperoleh 10 unit percobaan. Data hasil pengamatan ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat cendawan endofit yang diisolasi dari batang dan daun mampu menghambat cendawan Fusarium sp. Hal ini menunjukkan bahwa cendawan endofit yang diisolasi memberikan hasil yang sama dalam mengendalikan penyakit Fusarium sp. Hasil penelitian daya hambat tertinggi diperoleh pada isolat yang diisolasi dari daun yaitu sebesar 55,27% pada pengujian hari ketujuh, bila dibandingkan dengan isolat cendawan endofit yang diisolasi dari batang yaitu sebesar 52,64%. Berdasarkan hal kemampuan daya hambat tersebut maka isolat cendawan endofit yang diisolasi dari batang dan daun berpotensi digunakan sebagai agens pengendali hayati Fusarium sp
RESPONS PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS PADA BERBAGAI WAKTU APLKASI PUPUK ORGANIK CAIR
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga April 2020 di Lahan Petani yang bertempat di Desa Tulo Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor. Pengelompokan berdasarkan aliran air. Adapun perlakuan yang dicobakan yaitu berbagai waktu aplikasi pupuk oragnik cair sebagai berikut: W0: Kontrol. =W1: 1 Minggu Setelah Tanam, W: 2 Minggu Setelah Tanam dan W3: 3 Minggu Setelah Tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Perlakuan berbagai dosis pupuk organik cair berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis dan Perlakuan waktu aplikasi 2 Minggu Setelah Tanam memberikan pengaruh yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya
PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG DAN PUPUK MAJEMUK SERTA DOSIS ARANG SEKAM PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI RAWIT HIBRIDA (Capsicum annum L.)
The experiment was aimed to determine the effect of combination dosage organic fertilizer with compound fertilizer and dosage husk charcoal, also the interaction both of treatment on the growth and production of hybrid cayenne pepper. A completely randomized factorial design (4x6) with 3 replications was used throughout the experiment. The first factor was dosage husk charcoal (A) namely A0 = control, A1 = 40 g husk charcoal/8 kg soil, A2 = 80 g husk charcoal/8 kg soil, A3 = 120 g husk charcoal/8 kg soil. The second factor was combination dosage of organic fertilizer and compound fertilizer (B) namely B0 = control, B1 = 100% organic fertilizer, B2 = 75% organic fertilizer + 25% compound fertilizer, B3 = 50% organic fertilizer + 50% compound fertilizer, B4 = 25% organic fertilizer + 75% compound fertilizer dan B5 = 100% compound fertilizer. Parameters observed were plant height, total number of fruits per plant, total weight of fruits per plant, fresh weight per plant, harvest index. Collected data were analyzed using ANOVA and Duncan Test was employed for further analysis. Experiment showed that application of combination dosage organic fertilizer and compound fertilizer was significantly affected the observed parameters. Application of 25% organic fertilizer + 75% compound fertilizer and the use of 120 g husk charcoal/8 kg soil gave good result on growth and production of cayenne pepper.
Keywords : husk charcoal, organic fertilizer and compound fertilize
ANALISIS NPK PUPUK ORGANIK CAIR DARI BERBAGAI JENIS AIR CUCIAN BERAS DENGAN METODE FERMENTASI YANG BERBEDA
Berbagai macam jenis beras yang beredar dipasaran berpotensi menghasilkan limbah air cucian beras yang melimpah. Salah satunya air cucian beras kepala, air cucian beras ketan merah, beras ketan hitam dan beras ketan putih yang berasal dari industri rumah tangga pembuatan tape ketan. Selain limbah air cucian beras, terdapat limbah organik seperti limbah tomat dan sawi yang berasal dari pasar yang juga berpotensi untuk diolah menjadi pupuk organik cair (POC). Pupuk Organik cair (POC) dapat diproduksi dengan cara fermentasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dan menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu jenis air cucian beras yang meliputi 5 perlakuan yaitu : B0 = Tanpa air cucian beras, B1 = Air cucian beras putih, B2 = Air cucian beras ketan putih, B3 = Air cucian beras ketan hitam, B4 = air cucian beras ketan merah. Faktor kedua adalah metode fermentasi yang terdiri dari 2 taraf yaitu : F1=fermentasi secara aerob, F2=fermentasi secara anaerob. Setiap perlakuan diulang 4 kali sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kandungan hara pada pupuk organik cair (POC) yang lebih tinggi terdapat pada fermentasi anaerob meski belum memenuhi standar. Dilihat dari pupuk organik cair (POC) yang dihasilkan kandungan N tertinggi yaitu perlakuan B2F2 yaitu sebesar 0.33% (air beras ketan putih), kandungan P tertinggi fermentasi anaerob yaitu perlakuan B4F2 sebesar 0.0195% (air beras merah), dan kandungan K tertinggi fermentasi anaerob yaitu perlakuan B2F2 sebesar 0.26% (air beras ketan putih)
KARAKTER PRODUKSI DAN HERITABILITAS BEBERAPA MUTAN KEDELAI HITAM PADA GENERASI M6
Peningkatan produksi kedelai dengan induksi mutasi pada pemuliaan tanaman diharapkan dapat menghasilkan kedelai yang berdaya hasil tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji karakter produksi dan heritabilitas dari beberapa mutan tanaman kedelai hitam generasi M6. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial. Penelitian ini menggunakan 4 genotipe benih kedelai hitam generasi M5 hasil iradiasi sinar gamma dan 3 varietas pembanding yaitu Detam 1, Detam 3 Prida, dan Detam 4 Prida. Parameter yang diamati meliputi umur berbunga, umur panen, bobot polong, jumlah biji tanaman, bobot 100 biji dan bobot biji per tanaman. Data dianalisis dengan uji F dan uji lanjut DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan umur berbunga dan umur panen genotipe mutan 400/1-2-2-6 dan 256/1-2-9-29 lebih cepat dibandingkan genotipe lain. Bobot polong per tanaman, bobot 100 biji, bobot biji setiap tanaman, dan jumlah biji per tanaman pada genotipe mutan kedelai generasi M6 tidak berbeda nyata dengan varietas pembanding. Nilai heritabilitas dalam arti luas pada karakter produksi meliputi bobot polong, jumlah biji, bobot 100 biji dan bobot biji per tanaman bernilai rendah, pada karakter umur berbunga dan umur panen memiliki nilai heritabilitas sedang.
 
APLIKASI BERBAGAI KONSENTRASI GIBERELIN DAN KOMPOSISI MEDIA AKAR PAKIS PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL PANEN TANAMAN KAILAN (Brassica oleracea L.)
Penelitian dilakukan di rumah kaca mini yang terletak di Babakan, Bogor, Jawa Barat dan Laboratorium Fisiologi dan Pemuliaan Tumbuhan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, dari bulan Desember 2021 sampai dengan Februari 2021. hormon giberelin dan penambahan akar pakis sebagai media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi brokoli cina (Brassica oleracea L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 4x3 dengan 5 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi hormon giberelin (H): H0 (0 ppm), H1 (50 ppm), H2 (100 ppm), dan H3 (150 ppm). Faktor kedua adalah penambahan akar pakis sebagai media tanam (A) : A0 (tanpa akar pakis), A1 (1 lapis akar pakis), dan A2 (2 lapis akar pakis). Parameter yang diamati adalah kenampakan tunas pertama, tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, bobot segar total, bobot segar konsumsi, bobot segar akar, bobot kering total, bobot kering tajuk tanaman, bobot kering akar dan persentase massa kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian hormon giberelin konsentrasi 150 ppm dan tanpa penambahan akar pakis memberikan hasil terbaik pada bobot segar total dan bobot segar konsumsi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa konsentrasi hormon giberelin 0 ppm dan 1 lapis akar tumbuhan paku memberikan hasil persentase massa kering yang paling baik
EFEKTIVITAS KOMBINASI PUPUK ORGANIK PLUS DAN ANORGANIK BERBASIS LEISA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengaruh teknik LEISA terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah lokal di Kota Baubau, mengkaji bagaimana pengaruh teknik LEISA terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah lokal di Kota Baubau dan mengkaji perlakuan yang memberi pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah lokal di Kota Baubau. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 (SMKN 5) Kecamatan Gonda Baru, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara yang berlangsung pada bulan November 2020 sampai Februari 2021. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Tunggal (RAK) dengan perlakuan Teknik LEISA yang terdiri atas 6 (enam) taraf yaitu P0=Tanpa aplikasi, P1=Pupuk Organik 5 ton ha-1, P2=Pupuk NPK Majemuk 250 kg ha-1, P3= Pupuk Organik 5 ton ha-1 + Pupuk NPK Majemuk 250 kg ha-1, P4= Pupuk Organik 5 ton ha-1 + 1/ 2 Pupuk NPK Majemuk 250 kg ha-1, P5= Pupuk Organik 5 ton ha-1 + 1/ 4 Pupuk NPK Majemuk 250 kg ha-1 .Dengan demikian setiap perlakuan diulang 3 kali, sehingga terdapat 18 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat kering, jumlah umbi, berat umbi dan produksi per petak. Data hasil pengamatan dianalisis ragam dan data yang menunjukkan pengaruh nyata atau sangat nyata dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD) pada taraf nyata α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LEISA mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah terutama pada variabel jumlah daun, jumlah anakan, bobot kering tanaman, jumlah umbi, berat umbi dan produksi per petak. Perlakuan sistem LEISA terbaik diperoleh pada perlakuan Pupuk Organik 5 ton ha-1 + Pupuk NPK Majemuk 250 kg ha-1 (P3) dengan dibandingkan dengan kontrol
APLIKASI KONSORSIUM ENDO-RHIZOBAKTERI UNTUK MENINGKATKAN VIGOR BENIH PADI GOGO LOKAL
Penggunaan agens hayati merupakan trend perkembangan pertanian saat ini, diantaranya endo-rhizobakteri. Endo-rhizobakteri mampu menghasilkan hormon tumbuh, melarutkan fosfat dan memfiksasi nitrogen, yang berperan dalam perkecambahan dan perkembangan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan vigor benih padi gogo lokal yang diaplikasi konsorsium endo-rhizobakteri. Penelitian dilakukan di Laboratorium Agroteknologi Unit Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, Kendari pada bulan April 2018. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap, dengan 5 perlakuan yaitu: kontrol, isolat Be02 + PKLK, isolat Be02 + Bacillus sp. CKD061, isolat PKLK5 + Bacillus sp. CKD061 dan isolat Be02 + PKLK5 + Bacillus sp. CKD061. Setiap perlakuan diulang 3 kali sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Pengamatan dilakukan terhadap daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, indeks vigor, keserempakkan tumbuh, kecepatan tumbuh relatif, T50 dan panjang akar. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji DMRTα=0,05. Hasil penelitian konsorsium endo-rhizobakteri mampu meningkatkan viabilitas dan vigor benih padi gogo lokal. Perlakuan konsorsium endo-rhizobakteri isolat Be02 + PKLK5 + Bacillus sp. CKD061 efektif meningkatkan daya berkecambah (25,49%) dan potensi tumbuh maksimum (26,32%) bila dibandingkan dengan kontrol. Perlakuan konsorsium endo-rhizobakteri isolat Be02 + Bacillus sp. CKD061 efektif meningkatkan indeks vigor (36,58%), keserempakkan tumbuh (18,75%), T50 (20,06%) dan panjang akar (42,76%) bila dibandingkan dengan kontro
KAJIAN PENGGGUNAAN PUPUK ORGANIK PADA PETANI TANAMAN PANGAN DI KECAMATAN DOLO KABUPATEN SIGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan pupuk organik pada petani tanaman pangan di Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. Penelitian ini menggunakan metode survei. Peneliti mengajukan pertanyaan kepada petani dalam bentuk kuisioner, wawancara, serta melakukan diskusi dan observasi langsung ke lapangan. Penentuan lokasi dan responden dilakukan secara sengaja (Purpossive Sampling) yaitu memilih Desa Kotapulu, Desa Kotarindau dan Desa Tulo Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah sampel sebanyak 61 responden. Alasan memilih Desa Kotapulu, Desa Kotarindau dan Desa Tulo, karena wilayah ini merupakan salah satu sentra usahatani tanaman pangan di Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi tengah. Hasil penelitian menunjukkan petani tanaman pangan di Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi sudah menggunakan pupuk organik, Penggunaan pupuk organik pada petani tanaman pangan di Kecamatan Dolo sebagian besar menggunakan pupuk organik cair (79,37%). Pupuk organik digunakan sebagai pupuk utama (82, 26%) dan sisanya menggunakan pupuk kandang sebagai pupuk dasar (17,74%). Kendala penggunaan pupuk organik oleh petani di lapangan disebabkan oleh biaya yang lebih mahal dan pengelolaan yang lebih intensif