eJournal Komunitas Dosen Indonesia
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Pengaruh Atribut Iklan (Tagline, Jingle dan Colour) di Televisi Terhadap Brand Awareness Marketplace Blibli (Survei Pada Mahasiswa Universitas Riau)
Persaingan dalam bisnis saat ini tidak hanya sebatas persaingan produk dan harga melainkan persaingan persepsi dan ingatan. Kesadaran merek atau brand awareness merupakan kecakapan dari calon konsumen untuk mengidentifikasi atau menyadari sebuah merek dalam kategori produk tertentu. Penelitian ini memiliki maksud untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara atribut ikan yang mencakup tagline, jingle dan colour terhadap kesadaran merek marketplace Blibli. Tagline, jingle dan colour menjadi variabel independent sedangkan brand awareness menjadi variabel dependent. Survei dalam penelitian ini dilakukan pada 400 mahasiswa Universitas Riau sebagai responden. Penelitian ini masuk dalam jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan prosedur pengumpulan data berupa kuesioner atau angket dan disebarkan dengan memanfaatkan teknik purposive sampling. Data yang didapatkan dari hasil penyebaran kuesioner diolah dengan program analisis SPSS 24. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel tagline memiliki dampak terhadap kesadaran merek, dengan thitung sebesar 6,161, melebihi ttabel 1,966, dan signifikansi 0,000 yang lebih rendah dari 0,05. Variabel jingle juga terbukti berpengaruh terhadap kesadaran merek, dengan nilai thitung sebesar 5,869, melebihi ttabel 1,966, dan nilai signifikansi 0,000 yang lebih rendah dari 0,05. Variabel warna juga memiliki dampak terhadap kesadaran merek, dengan nilai thitung sebesar 8,611, yang melebihi ttabel yang 1,966, dan signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Atribut iklan seperti tagline, jingle, dan warna secara bersama sama juga berdampak pada kesadaran merek, dengan Fhitung 96,914, yang melebihi Ftabel 2,63, dan signifikansi 0,000 yang lebih rendah dari 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tagline, jingle dan colour memiliki dampak yang bernilai positif dan signifikan terhadap kesadaran merek baik secara pasial (individu) maupun simultan (bersama-sama)
Pengaruh Current Ratio, Debt To Equity Ratio, Total Asset Turnover, dan Net Profit Margin Terhadap Return On Assets
Kinerja yang konsisten dari sektor manufaktur selama tiga bulan pertama tahun 2023 memberikan dorongan positif bagi perekonomian Indonesia, terutama di tengah ketidakstabilan ekonomi. Menurut BPS, industri produktivitas memuat profit sebesar 18,67 persen dari total ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2023. Metode yang diterapkan selama penelitian berlangsung adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif dan verifikatif yang membantu memberikan gambaran perusahaan dan menjelaskan mengenai hubungan CR, DER, TATO dan NPM terhadap Return on Assets. Metode kuantitatif digunakan untuk melakukan penelitian pada populasi atau sampel tertentu dengan mengumpulkan data menggunakan alat penelitian yang ditetapkan, kemudian menganalisis data secara kuantitatif atau statistik. Teknik analisis deskriptif digunakan untuk menjelaskan secara rinci masalah yang telah diidentifikasi sebelumnya, sedangkan teknik analisis verifikatif digunakan untuk menguji validitas dari hipotesis yang telah dirumuskan, Teknik analisis yang dimanfaatkan saat penelitian adalah analisis verifikatif yang meliputi asumsi klasik dan uji hipotetesis. Metode yang digunakan dalam pemilihan sampel penelitian ini adalah purposive sampling, di mana sampel tidak dipilih secara acak tetapi dipilih berdasarkan pertimbangan yang ditetapkan oleh peneliti. Berdasarkan kriteria ini, dari populasi sebanyak 26 perusahaan, hanya 11 perusahaan yang dipilih sebagai sampel untuk penelitian ini. nilai Ftabel adalah 2,48. Karena nilai Fhitung (55.807) lebih besar dari Ftabel (2,48), maka H0 ditolak dan H5 diterima, yang berarti terdapat pengaruh CR, DER, TATO, NPM secara simultan terhadap Return on Assets. Berdasarkan temuan nilai R, didapati R Square sebesar 0.826 mengindikasikan bahwa CR, DER, TATO, NPM memiliki dampak 82,60 % pada Return on Assets, sementara sisanya, 17,40% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain
The Effect of Readiness of MSMEs Actors, Human Resource Potential, and Accounting Understanding on the Implementation of SAK EMKM
In this study, the human resource competency, accounting knowledge, and readiness of micro, small, and medium-sized enterprise (MSME) actors in Bandung Kidul District, Bandung City, are investigated to see how they influence the implementation of SAK EMKM. Quantitative methods were utilised to administer surveys to 115 MSME participants participating in SAK EMKM. During the data analysis process, validation, reliability, normalcy, multicollinearity, t-tests, and F-tests were all included in the considerations. The results indicate that the human resource competency, accounting knowledge, and preparedness of MSME actors significantly impact the implementation of SAK EMKM and that this impact is partially simultaneous. More specifically, the t-count for accounting understanding was 3.410, the t-count for human resource competency was 4.957, and the t-count for MSME actor preparedness was 2.540, with a significance level of 0.012. It was determined that the regression model generated a significant F-count of 27.332 when the significance threshold was set at 0.000. To improve the execution of SAK EMKM, it is essential to strengthen the preparation of MSME players, as well as their competence in human resources and their awareness of accounting rules. According to the study's findings, participants in the MSME sector ought to be provided with specialised training and resources to enable them to improve their financial reporting and conform to the standards presented by SAK EMKM. By addressing these challenges, micro, small, and medium-sized enterprises (MSMEs) may be able to adhere to financial standards with greater ease, which will ultimately assist both their expansion and the broader economic development of the district of Bandung Kidul
The Influence of Work Discipline, Work Motivation, and Work Environment on Turnover Intention (Study on Employees of CV. Harmoni Jaya Sentosa)
The corporate sector faces a significant challenge in employee turnover, notably in Indonesia and other Southeast Asian nations. This article discusses the issue of CV Harmoni Jaya Sentosa, an Indonesian firm, having excessive personnel turnover. A high staff turnover rate and delay are two of the signs associated with this phenomenon. A large amount of employees leave their positions each month, according to the data provided by the organisation. A combination of descriptive and verification procedures, as well as quantitative tools, were utilised in the study. In addition to receiving information from secondary sources, we also obtained information from business records, questionnaires, and in-person interviews. To analyse the data, statistical methods were utilised. Furthermore, the analysis findings, which were based on a significance level of 0.05, indicate that work environment and discipline have a significant relationship with turnover intention. On the other hand, work motivation and turnover intention do not have an important relationship at the level of significance that was specified. The findings of this study give the organisation's management with valuable information regarding how they may regulate the variables that determine the degree to which an employee wishes to resign. Work discipline and the environment of the workplace may be crucial determinants, even though work motivation does not have a substantial impact on the intention to leave the company
Individual Investment: How Financial Literacy and Self-Monitoring Drive Investment Decisions
Investment decision-making has undergone significant evolution with a focus on financial literacy and self-monitoring in the modern context. From early theories rooted in rationality and psychology, such as utility theory and consumer behavior theory, to a concentration on grasping financial concepts like inflation and risk, this journey is characterized by an increasing awareness of individual financial competence. This study explores the crucial roles of financial literacy and self-monitoring in shaping investment decisions in Banjarmasin, a city experiencing rapid economic growth in Indonesia. Using the theoretical framework of Behavioral Finance, the research identifies that individuals with higher financial literacy tend to make more informed, goal-oriented investment decisions while self-monitoring influences investment behavior towards more disciplined and adaptive choices. Employing a quantitative approach based on Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), data was collected through surveys using questionnaires developed from pertinent literature and validated instruments involving 100 individual investors in Banjarmasin who participated voluntarily as respondents. The study's findings reveal that financial literacy and self-monitoring significantly impact individual investment decisions, offering critical insights for developing more effective financial education and supportive investment policies applicable in Banjarmasin and globally. Despite limitations in generalizing to a specific sample, this research contributes to a literature that remains sparse in the context of local investors, advocating for further longitudinal, comparative, and technologically enhanced studies in financial literacy and investment decision-making
The Role of Work Discipline as A Moderate in The Relationship Motivation, Competency and Workload on Employee Performance
This study aims to empirically analyze the influence of competence, motivation, and workload on employee performance with work discipline as a moderation variable. This research was conducted at the Kampar Regency Regional Secretariat involving 178 respondents who were selected as a sample. The data analysis technique used is Structural Equation Modeling (SEM) with the help of SmartPLS software. The results of this study show that competence and motivation have a significant influence on work discipline. Work discipline, in turn, has a significant impact on employee performance. In addition, workload is also found to have a significant influence on employee performance, both directly and indirectly through work discipline. In this study, work discipline plays a role as a moderation variable that strengthens the relationship between competence, motivation, and workload and employee performance. These findings highlight the importance of work discipline in the process of improving employee performance, where competence and motivation are the main driving factors that contribute to optimal performance. The practical implications of this study show that organizations, especially management, need to pay attention to the development of employee competencies and motivation as well as effective workload management. This is important to ensure that work discipline can be optimized as a moderation factor in improving employee performance. With the right strategy, organizations can achieve better performance improvements and support the achievement of strategic goals
Pengaruh Likuiditas dan Solvabilitas Terhadap Perubahan Laba Pada Perusahaan Manufaktur (Studi Empiris Pada Sektor Aneka Industri)
Liquidity ratios and solvency ratios are measurements to determine the extent of changes in profits in a company. This research was conducted in manufacturing companies in various industrial sectors that are registered on the IDX. In a research, there must be a research method in it, the method used in this research is the liquidity ratio to measure the Current Ratio (current assets) and the Debt to Equity Ratio which is used to determine the comparison between the recapitulation of company debt and company capital, the technique used to take samples namely purposive sampling. Hypothesis testing in this research was carried out using multiple linear regression analysis techniques. The conclusion that can be drawn from the results of this research is that the Current Ratio score influences changes in profit as evidenced by a significant value of 0.008 < 0.05. Meanwhile, the Debt to Equity Ratio has a value of 0.055>0.05, which means that the debt to equity ratio has no significant impact on changes in profits. Simultaneously, the current ratio and debt to equity ratio have a significant impact on changes in profit
Analisis Potensi Sektor Ekonomi Unggulan Kota Makassar Sebagai Kota Metropolitan Baru di Kawasan Timur Indonesia
Dalam mewujudkan pemerataan Pembangunan di Indonesia pengembangan wilayah metropolitan menjadi Langkah strategis dalam meningkatkan ekonomi guna mengatasi ketimpangan pembangunan. Salah satu caranya dengan menganalisis sektor unggulan yang berpotensi berkembang lebih baik kedepannya. Kota Makassar, sebagai kota terbesar dan pusat ekonomi di Kawasan Timur Indonesia, memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kota metropolitan yang maju. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi sektor ekonomi unggulan Kota Makassar sebagai kota metropolitan baru di Kawasan Timur Indonesia. Penelitian ini bersifat deskritif kuantitatif dengan menggunakan tiga metode analisis yaitu Location Quotient (LQ), Shift Share, dan Tipologi Klassen, penelitian ini mengidentifikasi sektor-sektor yang memiliki keunggulan komparatif dan pertumbuhan cepat serta berdaya saing. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambil dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar dan Badan Pusat Statistik (BPS) Ibukota seluruh Provinsi di Pulau Sulawesi dari tahun 2015 hingga 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat sektor ekonomi unggulan di Kota Makassar yaitu sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, sektor Informasi dan Komunikasi, sektor Jasa Perusahaan, dan sektor Jasa Pendidikan. Sektor unggulan tersebut merupakan sektor-sektor yang dapat mendukung Makassar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan kota metropolitan di kawasan timur Indonesia. Rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan sektor-sektor ini juga disampaikan untuk mempercepat pembangunan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Pendapatan Asli Daerah dalam Perspektif Pajak dan Retribusi Daerah: Studi Empiris di Jawa Tengah
Bertumbuhnya ekonomi di Jawa Tengah dari tahun 2017 hingga 2021 menunjukkan tren positif, yang tercermin dari peningkatan signifikan dalam sektor konstruksi dan peningkatan jumlah wisatawan, baik lokal maupun internasional. Fenomena ini, pada gilirannya, berpotensi meningkatkan PAD. Dalam konteks ini, penelitian ini dirancang untuk mengevaluasi kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah terhadap peningkatan PAD di Jawa Tengah selama periode 2017 hingga 2021. Peneliti berhipotesis bahwa kedua faktor ini memengaruhi kenaikan PAD secara signifikan. Data yang digunakan dalam penelitian bersumber dari laporan realisasi APBD Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Pendekatan pengambilan sampel secara sensus diterapkan pada populasi tiga puluh lima kabupaten/kota di Jawa Tengah. Data dievaluasi dengan menggunakan regresi linier berganda untuk menentukan dampak pajak dan retribusi daerah terhadap penambahan PAD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pajak daerah memiliki dampak yang cukup besar terhadap PAD, sedangkan retribusi daerah tidak memiliki pengaruh yang berarti. Model penelitian ini dianggap fit, dan variabel pajak dan retribusi daerah dapat menjelaskan peningkatan PAD Jawa Tengah sebesar 55,7%. Penelitian ini memiliki keterbatasan dalam hal fokus pada Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah, sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasikan ke daerah lain. Selain itu, model ini hanya menggunakan dua variabel bebas, yang hanya berfokus pada sumber-sumber PAD itu sendiri. Untuk penelitian mendatang, kami menyarankan untuk mempertimbangkan daerah lain dan menggunakan variabel tambahan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam literatur dengan menunjukkan peran pajak daerah dalam meningkatkan PAD, yang penting bagi pengambilan keputusan di tingkat pemerintah daerah
Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Budaya Organisasi, Dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Kerja PT. Surya
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Budaya Organisasi, dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Surya, pada sampel penelitian ini berjumlah 54 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuisioner, dan pengolahan data pada penelitian ini menggunakan SPSS versi 23. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu metode ini menggambarkan sistematis, faktual, dan akurat mengenai faktor-faktor yang diteliti. Teknik pengujian data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji validitas, uji reliabilitas dengan alpha cronbach. Uji analisis regresi berganda, uji t dan uji f untuk menguji dan membuktikan hipotesis penelitian. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan penulis, diperoleh hasil sebagai berikut ini, hasil penelitian dari analisis berganda menunjukkan (Y) = 6,387 + 0,487 (X1) + 0,322 (X2) + 0,018 (X3), yang artinya setiap ada peningkatan atau penurunan Gaya Kepemimpinan 1 poin maka Budaya Organisasi mengalami peningkatan sebesar 0,322, serta setiap adanya peningkatan atau penurunan Komitmen Organisasi sebanyak nilai 1 poin maka Kinerja Karyawan akan mengalami peningkatan atau penurunan maka Kinerja Karyawan mengalami peningkatan atau penurunan sebanyak 0,018. Hasil yang didapatkan secara nilai parsial menyatakan bahwa variabel Gaya Kepemimpinan (X1) memiliki dampak penting pada Kinerja Karyawan, nilai t hitung untuk variabel Gaya Kepemimpinan adalah 5,238, dan t tabel adalah 1,674, variabel Budaya Organisasi (X2) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan, memiliki t hitung sebesar 2,946 sedangkan t tabel 1,674, variabel Budaya Organisasi (X3) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan, memiliki t hitung 3,265 dan t tabel 1,674. Hasil uji F. Berdasarkan F hitung 66,133 dan sig 0,000. Maka dapat disimpulkan f hitung = 66,133 > f tabel = 2,79 dan nilai sig 0,000 < 0.05. Maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh Gaya kepemimpinan, Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi secara simultan positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawa