eJournal Komunitas Dosen Indonesia
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
The Influence of Financial Performance and Capital Structure on Tax Avoidance Strategies
This research seeks to examine how profitability, capital intensity, and sales growth impact tax avoidance practices. Employing a quantitative methodology, the study centres on companies within the food and beverage subsector that are publicly traded on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during 2020 to 2023. The sample consisted of 76 companies, which were selected by the purposive sampling method over four years, covering 19 companies. The data was analysed with SPSS version 29 software through a descriptive statistical approach, classical assumption testing, and hypothesis testing. The multiple linear regression technique is applied to the secondary data collected. The results of the analysis revealed that profitability (ROA), had a significant impact on tax avoidance with a significance level of less than 0.05. In contrast, the variables of sales growth and capital intensity showed insignificant results (significance value of more than 0.05), indicating that they did not have an impact on tax avoidance individually. However, simultaneously, profitability, capital intensity, and sales growth together have a significant impact on tax avoidance, with a significance value below 0.05
Pengaruh Employee Engagement, Disiplin Kerja, dan Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja PT. Kimia Jaya Utama Kota Bandung
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana keterlibatan karyawan, kedisiplinan dalam bekerja, dan kondisi lingkungan kerja memengaruhi tingkat kepuasan kerja karyawan. Studi ini dilakukan di PT. Kimia Jaya Utama yang berlokasi di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menggambarkan kondisi yang ada sekaligus menguji kebenaran suatu pernyataan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada seluruh karyawan PT. Kimia Jaya Utama di Kota Bandung, dengan total responden sebanyak 50 orang. Teknik total sampling diterapkan, sehingga seluruh populasi menjadi responden. Data yang diperoleh diverifikasi menggunakan berbagai metode, termasuk pengujian premis dan pengukuran kekuatan hubungan antarvariabel. Data dianalisis dengan memanfaatkan perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil analisis menunjukkan bahwa employee engagement memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, sementara disiplin kerja tidak memberikan dampak yang signifikan. Lingkungan kerja menunjukkan pengaruh positif yang substansial terhadap kepuasan kerja. Secara keseluruhan, employee engagement, disiplin kerja, dan lingkungan kerja secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan dan penting terhadap kepuasan kerja. Hal ini menunjukan apabila employee engagement, disiplin kerja, dengan lingkungan kerja dirangkai sedemikian rupa yang menciptakan kenyamanan dalam suasana bekerja dapat menciptakan kepuasan kerj
Upaya Diversifikasi Produk Inovatif Minuman Herbal Fermentasi Bagi Pengrajin Buah Pala Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung
Diversifikasi produk olahan buah pala menjadi minuman herbal fermentasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk lokal di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Salah satu kelompok masyarakat kreatif, yang ada di daerah pedesaan adalah Kelompok Wanita Pengrajin Olahan Pala di Kabupaten Tanggamus. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu upaya membuat produk inovatif baru berbahan sirup buah pala yang difermentasi sehingga memiliki karakteristik yang disukai konsumen. Minuman ini adalah minuman herbal fermentasi yang merupakan produk yang relatif lebih mudah dibuat karena lebih banyak permintaan pasar. Untuk itu, perlu dikembangkan minuman yang memiliki fungsional lain seperti minuman fermentasi buah pala ini, dengan nama Cola Pala. Dengan program pembinaan terhadap 15 produsen minuman pengolahan buah pala ini maka ada 80% berminat mengembangkan produk minuman herbal fermentasi yang berkualitas dan memiliki nilai gizi sesuai standar SNI dan kriteria laik hygiene dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan. Kegiatan ini merupakan wujud dari transfer ilmu tentang perbaikan proses produksi makanan yang memenuhi standar baik dalam segi komposisi nutrisinya, kemasan sampai pada saran bentuk pemasaran yang lebih efektif
Business Model Canvas for Internet of Things Application on Hydroponic in Tangerang
Internet of Thing (IoT) in hydroponics was developed to monitor and control the hydroponic environment for efficiency and effectiveness with maximum results purpose. Many papers expose about IoT application on hydroponic, this article completed it with business model so it will sustain as valuable business especially in Tangerang Banten Indonesia. It is interesting and necessary to analyze the business model, so that this valuable system of the solution can sustain and growth, also proper for the big picture purpose. Of seventeen (17) goals SDGs, hydroponic using IoT application is related to solving point number two (2) about zero hunger and point number thirteen (13) about climate action. This paper uses qualitative descriptive methodology which analyzes and provides points of BMC for IoT application on hydroponic. The result of this paper found that BMC is proper tool to analyze and describe business model for IoT of hydroponic. Then this paper also finds there are several points of revenue streams with some different customer segments, support from hydroponic community, and some collaboration with key partners is needed, which means the business cannot stand alone. This paper has limitations which could be further interesting topics for the next paper
Analisis Perbandingan Pengaruh Noise Terhadap Akurasi Pendeteksian Obyek Menggunakan Metode Viola Jones
Pendeteksian obyek merupakan salah satu masalah utama dalam bidang pengolahan citra digital dan visi komputer. Metode Viola-Jones telah menjadi algoritma yang sangat populer untuk pendeteksian wajah karena kecepatan dan akurasinya yang tinggi. Namun, performa metode ini sangat dipengaruhi oleh kualitas gambar yang digunakan. Dalam penelitian ini, gambar uji diberi tambahan Noise Salt and Pepper dan Gaussian Blur dengan berbagai tingkat intensitas. Kemudian, gambar yang telah diubah ini diuji menggunakan algoritma Viola-Jones untuk mengukur tingkat akurasi pendeteksian obyek. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa Salt and Pepper Noise memiliki dampak yang lebih signifikan dalam mengurangi akurasi pendeteksian dibandingkan dengan Gaussian Blur. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah gambar/citra dengan kondisi blur pada tingkat rasio 6,8% diperolah hasil bahwa obyek (wajah) pada gambar sudah tidak terdeteksi lagi dan pada nilai PSNR minimum 16,62 dB dinyatakan gambar (wajah) layak untuk di proses, nilai PSNR minimum 17,61 dB dinyatakan gambar/citra wajah tidak dapat terdeteksi sebagai obyek (wajah), dan citra dengan kondisi terkena Salft and Pepper Noise pada Tingkat kekaburan 90 % diperolah hasil bahwa obyek (wajah) pada gambar sudah tidak terdeteksi lagi dan pada nilai PSNR minimum 19,04 dB dinyatakan gambar (wajah) layak untuk di proses, nilai PSNR minimum 11,41 dB dinyatakan gambar/citra wajah tidak dapat terdeteksi selain itu di temukan juga bahwa semakin tinggi nilai PSNR maka semakin tinggi pula nilai akurasi pendeteksian obyek pada pendeteksian obyek pada metode Viola JonesPendeteksian obyek merupakan salah satu masalah utama dalam bidang pengolahan citra digital dan visi komputer. Metode Viola-Jones telah menjadi algoritma yang sangat populer untuk pendeteksian wajah karena kecepatan dan akurasinya yang tinggi. Namun, performa metode ini sangat dipengaruhi oleh kualitas gambar yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pengaruh Salt and Pepper Noise dan Gaussian Blur Noise terhadap akurasi pendeteksian obyek menggunakan metode Viola-Jones.
Dalam penelitian ini, gambar uji diberi tambahan Salt and Pepper Noise dan Gaussian Blur dengan berbagai tingkat intensitas. Kemudian, gambar yang telah diubah ini diuji menggunakan algoritma Viola-Jones untuk mengukur tingkat akurasi pendeteksian obyek. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa Salt and Pepper Noise memiliki dampak yang lebih signifikan dalam mengurangi akurasi pendeteksian dibandingkan dengan Gaussian Blur. Noise ini menyebabkan gangguan besar pada struktur gambar yang esensial untuk pendeteksian, sementara Gaussian Blur Noise cenderung hanya menghaluskan detail tanpa sepenuhnya menghapus informasi penting. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana dua jenis gangguan gambar yang umum dapat mempengaruhi kinerja algoritma pendeteksian obyek. Implikasi dari temuan ini menunjukkan perlunya teknik pra-pemrosesan khusus untuk menangani noise dan blur guna meningkatkan akurasi pendeteksian obyek dalam aplikasi nyata.
Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah gambar/citra dengan kondisi blur pada tingkat rasio 6,8% diperolah hasil bahwa obyek (wajah) pada gambar sudah tidak terdeteksi lagi dan pada nilai PSNR minimum 16,62 dB dinyatakan gambar (wajah) layak untuk di proses, nilai PSNR minimum 17,61 dB dinyatakan gambar/citra wajah tidak dapat terdeteksi sebagai obyek (wajah), dan citra dengan kondisi terkena Salft and Paper Noise pada Tingkat kekaburan 90 % diperolah hasil bahwa obyek (wajah) pada gambar sudah tidak terdeteksi lagi dan pada nilai PSNR minimum 19,04 dB dinyatakan gambar (wajah) layak untuk di proses, nilai PSNR minimum 11,41 dB dinyatakan gambar/citra wajah tidak dapat terdeteksi selain itu di temukan juga bahwa semakin tinggi nilai PSNR maka semakin tinggi pula nilai akurasi pendeteksian obyek pada pendeteksian obyek pada metode Viola Jone
Rancang Bangun Aplikasi Inspeksi dan Checklist Terintegrasi menggunakan Metode Rapid Application Development (RAD)
Proses pengelolaan checklist prosedur operasional di outlet dan bengkel umumnya masih dilakukan secara manual menggunakan dokumen hard copy. Pendekatan manual ini menghadapi berbagai masalah, seperti risiko kehilangan dokumen, kesulitan dalam pencarian data historis, serta ketidakefisienan dalam pelaksanaannya. Selain itu, inspeksi manajemen dan evaluasi karyawan yang dilakukan secara manual cenderung lambat dan kurang terstruktur, yang mengakibatkan keterlambatan dalam pengambilan keputusan dan potensi ketidaksesuaian dengan standar operasional. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun aplikasi inspeksi dan checklist terintegrasi yang dapat mengatasi permasalahan tersebut, menggunakan metode Rapid Application Development (RAD). Metode RAD dipilih karena kemampuannya dalam mendukung pengembangan aplikasi secara cepat dan fleksibel, dengan keterlibatan pengguna yang aktif dalam setiap tahap pengembangan. Aplikasi yang dihasilkan diharapkan dapat menggantikan proses manual dengan sistem digital yang lebih aman dan efisien, memungkinkan manajemen untuk melakukan monitoring dan evaluasi secara real-time, serta meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur operasional yang ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode RAD dalam pengembangan aplikasi ini memberikan keunggulan dalam hal kecepatan pengembangan, fleksibilitas dalam menyesuaikan kebutuhan pengguna, serta peningkatan kepuasan pengguna. Implementasi aplikasi ini terbukti mampu menyederhanakan proses bisnis, mempercepat pengambilan keputusan, dan memastikan kepatuhan yang lebih baik terhadap standar operasional di outlet dan bengkel. Dengan demikian, aplikasi ini berpotensi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional secara keseluruhan.Proses pengelolaan checklist prosedur operasional di outlet dan bengkel seringkali masih dilakukan secara manual menggunakan hard copy, yang rentan terhadap kehilangan dokumen, kesulitan dalam pencarian data, serta tidak efisien dalam penggunaannya. Selain itu, inspeksi manajemen dan evaluasi karyawan juga sering dilakukan secara manual, yang menyebabkan proses yang lambat dan kurang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun aplikasi inspeksi dan checklist terintegrasi menggunakan metode Rapid Application Development (RAD). Metode RAD dipilih karena kemampuannya untuk mendukung pengembangan aplikasi yang cepat dan fleksibel, dengan keterlibatan pengguna secara aktif dalam setiap tahap pengembangan. Aplikasi ini diharapkan dapat menggantikan proses manual dengan sistem digital yang lebih aman dan efisien, memungkinkan manajemen untuk melakukan monitoring dan evaluasi secara real-time, serta meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur operasional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode RAD dalam pengembangan aplikasi memberikan keunggulan dalam hal kecepatan pengembangan, fleksibilitas, serta kepuasan pengguna, yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional di outlet dan bengkel
Analisis Laporan Keuangan Untuk Mengatur Kinerja Keuangan Dengan Rasio Keuangan (Pada PT Unilever Indonesia Tbk Periode 2018-2021)
This study aims to analyze the this study aims to analyze the financial performance of PT Unilever Indonesia Tbk. by using financial ratio. The research method used is quantitative descriptive, the data source is secondary data. The data collection technique was carried out using a documentation technique in the form of PT Unilever Indonesia’s financial statement from 2018 to 2021, which was measured using financial ratio, consisting of: liquidity ratio, solvency ratio, profitability ratio, and activity ratio. The data analysis method in this study is a descriptive analysis method by collecting, processing, and analyzing existing data to provide an overview of the conditions under study. Based on the result of research and analysis that has been carried out, financial performance at PT Unilever Indonesia Tbk. is measured using (1) Liquidity ratio, consisting of: current ratio, quick ratio, cash ratio, cash turnover ratio, and net working capital stock ratio, it can be concluded as a whole that its financial performance is declared “Not Good”. (2) Solvency ratio, consisting of: the ratio of debt to assets and debt to equity can be concluded as a whole that its financial performance is declared “Not Good”. (3) Profitability ratio, consisting of: return on investment ratios, return on equity ratios, gross profit margins, and net profit margins, it can be concluded as a whole that the financial performance is declared “Good”. (4) Activity ratio, consisting of: total assets turnover ratio, and fixed assets turnover ratio, it can be concluded that the overall financial performance is stated to be “Good”
Pengaruh Store Atmosphere dan Brand Trust Terhadap Keputusan Pembelian Pada Toko Nadhira Napoleon di Pekanbaru
Assessing the impact of store atmosphere and brand trust on purchasing decisions at the Nadhira Napoleon souvenir shop in Pekanbaru. This research was conducted in Pekanbaru City, Riau, with a focus on the Nadhira Napoleon souvenir shop. The population studied was visitors or consumers of this shop. Sampling method using nonprobability (accidental sampling). The sample size is determined using the Slovin formula, which produces 100 respondents as a sample. Data was collected by questionnaire and observation. The variables measured include Store Atmosphere, Brand Trust, and Purchase Decisions. Data analysis involves descriptive analysis, evaluating data validity, and hypothesis testing with the F test and multiple linear regression analysis.The research results prove that Store Atmosphere (X1) has positive influence on purchasing decisions (Y), Brand Trust (X2) has positive influence on purchasing decisions (Y), and Store Atmosphere (X1), Brand Trust (X2) has positive influence on purchasing decisions (Y) at Nadhira Napoleon Pekanbaru
Pengaruh E-commerce, Pengetahuan Akuntansi dan Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja UMKM
MSMEs are of paramount importance in the economic landscape of a nation. The performance of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) pertains to the extent to which these firms successfully accomplish their economic and business goals. The objective of this study is to determine and examine the impact of e-commerce, accounting expertise, and accounting information systems on the performance of MSMEs. The study used a quantitative research methodology, with a sample size of 135 participants selected using the Slovin formula. The technique of purposive sampling is employed for participant selection. Data collection entails the dissemination of questionnaires employing Likert scales, followed by analysis using SPSS Version 26. Based on the results, it can be concluded that the performance of MSMEs is significantly influenced by the e-commerce factor, as supported by a T-test significance value of 0.004, which falls below the predetermined threshold of 0.05. However, the significance value of 0.548 from the T-test indicates that the variable of accounting expertise does not significantly affect the performance of MSMEs. This value exceeds the predetermined threshold of 0.05. In addition, the significance value of 0.000 for the T-test on accounting information systems means that this variable has a substantial effect on the performance of MSMEs; this value is less than the critical value of 0.05. Hence, it can be deduced that the performance of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) is significantly impacted by the variables of e-commerce and accounting information systems. Nonetheless, there is no discernible effect of accounting expertise on the performance of MSMEs
The Influence of SAK EMKM Socialization, Accounting Understanding and Education Level on the Implementation of SAK EMKM (In MSMEs in Cinambo District, Bandung City)
Definitely there are several roles played by MSMEs in driving economic growth and development throughout the country. With this being the case, financial reporting and funding challenges often plague these firms. These challenges must be resolved to achieve anything. Financial Accounting standars for micro, smalls and mediums-sized entities primary aim is to make accrual-based financial statements simpler and improve bank borrowing. Despite its benefits, Financial Accounting standars for micro, smalls and mediums-sized entities has not been implemented often, especially in Cinambo District, Bandung City. The inadequate training on how to deal with people, failure to understand business language and general lack of knowledge by small scale business operators are some of the reasons why this is happening. Several studies have found that accounting literacy is a significant determinant for the adoption of Financial Accounting standars for micro, smalls and mediums-sized entities. Objectives are set using research methods to address problems. This study uses quantitative research methodologies: descriptive and verification techniques in analyzing factors affecting the application of Simplified Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities (Financial Accounting standars for micro, smalls and mediums-sized entities) in Cinambo District, Bandung City, Indonesia. The appraisal of regression analysis involves an assessment of dependability, typicality, hetroscedasticity, the F test and finally the t-test. As shown by two Cronbach’s alpha coefficients of 0.740 and 0.901, a reliability assessment demonstrates that there is satisfactory internal consistency for this measurement instrument. The test for normality indicates that it does exist. Heteroscedasticity shows no trend in the distribution of data sets. The high F value (14.811) and low significance (0.000) of the F test show that the regression model is significant. The t test shows that the variables "Socialisation of Financial Accounting standars for micro, smalls and mediums-sized entities" and "Accounting Understanding" are considerably affecting the variable "Application of Financial Accounting standars for micro, smalls and mediums-sized entities," whereas the variable "Education Level" has a less strong one