eJournal Komunitas Dosen Indonesia
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Perancangan Aplikasi Rekomendasi Produk Reksadana dengan Metode Content-Based Filtering
Industri reksadana di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat seiring dengan perkembangan teknologi, yang memunculkan berbagai pilihan produk investasi. Namun, calon investor sering mengalami kesulitan dalam menentukan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko mereka akibat kurangnya pemahaman terhadap karakteristik produk reksadana. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan aplikasi rekomendasi produk reksadana berbasis metode Content-Based Filtering guna membantu calon nasabah dalam memperoleh rekomendasi investasi yang lebih personal dan relevan. Metode penelitian yang digunakan mencakup perancangan dan implementasi sistem rekomendasi yang memanfaatkan karakteristik produk reksadana serta preferensi pengguna untuk menghasilkan rekomendasi yang sesuai. Hasil implementasi menunjukkan bahwa aplikasi ini berhasil memberikan informasi produk reksadana kepada calon nasabah serta membantu mereka dalam menentukan pilihan investasi yang lebih tepat. Selain itu, aplikasi ini juga mendukung PT Prospera Asset Management dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses rekomendasi produk reksadana, sekaligus memperkuat kinerja bisnis di bidang pengelolaan investasi. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam memberikan solusi berbasis teknologi yang dapat meningkatkan literasi keuangan masyarakat dan mempermudah pengambilan keputusan investasi. Studi ini menunjukkan bahwa penerapan metode Content-Based Filtering dalam sistem rekomendasi investasi dapat meningkatkan pengalaman calon investor dan mendukung optimalisasi layanan manajemen investasi. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengevaluasi kinerja aplikasi dengan pendekatan berbasis data pengguna dalam skala yang lebih luas.Industri reksadana di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat seiring dengan perkembangan teknologi, yang memunculkan berbagai pilihan produk investasi. Namun, calon investor sering mengalami kesulitan dalam menentukan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko mereka akibat kurangnya pemahaman terhadap karakteristik produk reksadana. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan aplikasi rekomendasi produk reksadana berbasis metode Content-Based Filtering guna membantu calon nasabah dalam memperoleh rekomendasi investasi yang lebih personal dan relevan. Metode penelitian yang digunakan mencakup perancangan dan implementasi sistem rekomendasi yang memanfaatkan karakteristik produk reksadana serta preferensi pengguna untuk menghasilkan rekomendasi yang sesuai. Hasil implementasi menunjukkan bahwa aplikasi ini berhasil memberikan informasi produk reksadana kepada calon nasabah serta membantu mereka dalam menentukan pilihan investasi yang lebih tepat. Selain itu, aplikasi ini juga mendukung PT Prospera Asset Management dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses rekomendasi produk reksadana, sekaligus memperkuat kinerja bisnis di bidang pengelolaan investasi. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam memberikan solusi berbasis teknologi yang dapat meningkatkan literasi keuangan masyarakat dan mempermudah pengambilan keputusan investasi. Studi ini menunjukkan bahwa penerapan metode Content-Based Filtering dalam sistem rekomendasi investasi dapat meningkatkan pengalaman calon investor dan mendukung optimalisasi layanan manajemen investasi. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengevaluasi kinerja aplikasi dengan pendekatan berbasis data pengguna dalam skala yang lebih luas
Enhancing Leave Management Systems with Design Thinking-Based UI/UX Development
This study addresses the inefficiencies in the employee leave management process of a company operating in both the service and manufacturing sectors, which currently relies on a manual, document-based system devoid of centralized data integration. Such a system has led to administrative bottlenecks, documentation inaccuracies, and reduced operational transparency, thereby hampering employee satisfaction and organizational productivity. To overcome these limitations, the Design Thinking methodology was adopted as a user-centered approach for the development of an intuitive and functional web-based leave management application. The research employed the five phases of Design Thinking—empathize, define, ideate, prototype, and test—to ensure that the system's design aligns with user expectations and organizational goals. Primary data were gathered through interviews and questionnaires administered to employees and human resource personnel, enabling the identification of key pain points in the existing workflow. A prototype was developed and subsequently evaluated using the System Usability Scale (SUS), a widely accepted instrument for measuring perceived usability. The system achieved a usability score of 87.45% based on responses from 10 users, indicating a high level of user satisfaction and system acceptance. These findings demonstrate the effectiveness of the Design Thinking approach in producing a leave management system that not only enhances administrative efficiency but also fosters a positive user experience. The study contributes to the growing body of literature on user-centered system design and provides a replicable framework for organizations seeking to digitally transform HR administrative functions through iterative, human-centered design methodologies.This study addresses the inefficiencies in the employee leave management process of a company operating in both the service and manufacturing sectors, which currently relies on a manual, document-based system devoid of centralized data integration. Such a system has led to administrative bottlenecks, documentation inaccuracies, and reduced operational transparency, thereby hampering employee satisfaction and organizational productivity. To overcome these limitations, the Design Thinking methodology was adopted as a user-centered approach for the development of an intuitive and functional web-based leave management application. The research employed the five phases of Design Thinking—empathize, define, ideate, prototype, and test—to ensure that the system's design aligns with user expectations and organizational goals. Primary data were gathered through interviews and questionnaires administered to employees and human resource personnel, enabling the identification of key pain points in the existing workflow. A prototype was developed and subsequently evaluated using the System Usability Scale (SUS), a widely accepted instrument for measuring perceived usability. The system achieved a usability score of 87.45% based on responses from 10 users, indicating a high level of user satisfaction and system acceptance. These findings demonstrate the effectiveness of the Design Thinking approach in producing a leave management system that not only enhances administrative efficiency but also fosters a positive user experience. The study contributes to the growing body of literature on user-centered system design and provides a replicable framework for organizations seeking to digitally transform HR administrative functions through iterative, human-centered design methodologies
Perbandingan Akurasi Jarak Potret Untuk Pengenalan Jenis Bibit Mangga Metode JST-PB Dan Fitur GLCM
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat akurasi dalam mengenali jenis bibit mangga berdasarkan tekstur urat daun menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan Propagasi Balik (JST-PB) dan fitur Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM). Identifikasi jenis bibit mangga menjadi tantangan karena variabilitas genetik yang tinggi, yang mempengaruhi kemampuan dalam mengenali bibit mangga secara otomatis. Dalam penelitian ini, citra daun mangga diambil dengan tiga variasi jarak potret (5 cm, 10 cm, dan 15 cm) untuk menilai pengaruh jarak terhadap akurasi pengenalan. Proses pertama dilakukan dengan ekstraksi tekstur urat daun menggunakan GLCM, yang mengubah citra RGB menjadi citra grayscale dan mengambil empat fitur utama (kontras, homogenitas, korelasi, dan energi). Setelah itu, model JST-PB diterapkan untuk melatih jaringan saraf dengan menggunakan data citra yang telah diproses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak potret 15 cm menghasilkan akurasi tertinggi, yaitu 34%, dengan 22 dari 64 citra uji berhasil dikenali dengan benar. Jarak potret 5 cm dan 10 cm menunjukkan akurasi yang lebih rendah, masing-masing 23% dan 17%. Penggunaan satu hidden layer dengan 10 neuron dalam JST-PB terbukti memberikan performa terbaik pada jarak potret 15 cm. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan akurasi pengenalan bibit mangga secara otomatis, serta memberikan wawasan mengenai pengaruh jarak potret dalam aplikasi pengolahan citra pertanian.Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat akurasi dalam mengenali jenis bibit mangga berdasarkan tekstur urat daun menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan Propagasi Balik (JST-PB) dan fitur Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM). Identifikasi jenis bibit mangga menjadi tantangan karena variabilitas genetik yang tinggi, yang mempengaruhi kemampuan dalam mengenali bibit mangga secara otomatis. Dalam penelitian ini, citra daun mangga diambil dengan tiga variasi jarak potret (5 cm, 10 cm, dan 15 cm) untuk menilai pengaruh jarak terhadap akurasi pengenalan. Proses pertama dilakukan dengan ekstraksi tekstur urat daun menggunakan GLCM, yang mengubah citra RGB menjadi citra grayscale dan mengambil empat fitur utama (kontras, homogenitas, korelasi, dan energi). Setelah itu, model JST-PB diterapkan untuk melatih jaringan saraf dengan menggunakan data citra yang telah diproses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak potret 15 cm menghasilkan akurasi tertinggi, yaitu 34%, dengan 22 dari 64 citra uji berhasil dikenali dengan benar. Jarak potret 5 cm dan 10 cm menunjukkan akurasi yang lebih rendah, masing-masing 23% dan 17%. Penggunaan satu hidden layer dengan 10 neuron dalam JST-PB terbukti memberikan performa terbaik pada jarak potret 15 cm. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan akurasi pengenalan bibit mangga secara otomatis, serta memberikan wawasan mengenai pengaruh jarak potret dalam aplikasi pengolahan citra pertanian
Pengaruh Pemberian Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Loyalitas Karyawan Melalui Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih jauh bagaimana kepuasan kerja pada New Resty Hotel Menara Pekanbaru Pekanbaru mempengaruhi loyalitas karyawan yang berkaitan dengan motivasi dan lingkungan kerja. Loyalitas karyawan sebagai variabel terikat, lingkungan kerja dan motivasi sebagai variabel bebas, dan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Permasalahannya adalah telah terjadi penurunan loyalitas karyawan terhadap pemberian motivasi dan lingkungan kerja dalam beberapa tahun terakhir. Loyalitas karyawan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk diantaranya pemberian motivasi dan lingkungan kerja Sampel yang dipilih untuk penelitian ini berjumlah 72 responden yang semuanya bekerja di hotel. Setelah itu, alat Smart Pls 4.0 digunakan untuk mengolah dan menganalisis data yang dikumpulkan dari tanggapan kuesioner. Metodologi yang digunakan adalah total sampling atau non-probability sampling dengan jenis sensus atau total sampling. Adapun salah satu jenis teknik pengambilan sampel dari non probability sampling yaitu dengan menggunakan teknik sampling jenuh yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Penelitian semacam ini menggunakan teknik kuantitatif. Berdasarkan hasil pengujian, loyalitas karyawan dipengaruhi secara signifikan oleh lingkungan kerja dan motivasi (thitung = 8,098 > dan 4,332 >). Selain itu, t-tabel motivasi tidak langsung loyalitas karyawan melalui kepuasan kerja sebesar 1,96 dengan p-value 0,00 < 0,05. Thitung > 4,342 untuk pengaruh tidak langsung terkait kepuasan kerja lingkungan kerja terhadap loyalitas karyawan
Persepsi Generasi Z Terhadap Penggunaan Teknologi AI di Tempat Kerja
Teknologi AI telah menjadi motor penggerak perubahan signifikan di berbagai sektor, termasuk dunia pekerjaan. Generasi Z, sebagai digital natives yang sangat familiar dengan teknologi, tidak luput dari kekhawatiran akan teknologi AI, meskipun mereka cenderung lebih adaptif terhadap inovasi teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara sikap umum pekerja terhadap penggunaan teknologi AI dengan niat mereka untuk terus menggunakannya. Metode penelitian yang digunakan adalah Mixed Method, gabungan metode kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif yang diperoleh sebanyak 184 responden melalui kuesioner, sedangkan data kualitatif yang diperoleh sebanyak 10 responden melalui wawancara. Hasil analisis data menggunakan uji regresi membuktikan adanya pengaruh sikap terhadap niat terus menggunakan teknologi AI. Data kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi untuk melihat kecenderungan jawaban responden. Penelitian ini menemukan bahwa responden memiliki sudut pandang yang saling bertentangan terhadap teknologi AI. Di masa kini, AI dianggap dapat mengancam pekerjaan mereka, tetapi di masa depan dengan adanya regulasi yang tepat, teknologi AI akan dapat memberikan banyak manfaat. Variabilitas pandangan ini mencerminkan kompleksitas isu terkait penggunaan AI di masa depan, dan pentingnya mempertimbangkan berbagai perspektif untuk memahami dinamika serta tantangan seiring perkembangan teknologi AI.Teknologi AI telah menjadi motor penggerak perubahan signifikan di berbagai sektor, termasuk dunia pekerjaan. Generasi Z, sebagai digital natives yang sangat familiar dengan teknologi, tidak luput dari kekhawatiran akan teknologi AI, meskipun mereka cenderung lebih adaptif terhadap inovasi teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara sikap umum pekerja terhadap penggunaan teknologi AI dengan niat mereka untuk terus menggunakannya. Metode penelitian yang digunakan adalah Mixed Method, gabungan metode kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif yang diperoleh sebanyak 184 responden melalui kuesioner, sedangkan data kualitatif yang diperoleh sebanyak 10 responden melalui wawancara. Hasil analisis data menggunakan uji regresi membuktikan adanya pengaruh sikap terhadap niat terus menggunakan teknologi AI. Data kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi untuk melihat kecenderungan jawaban responden. Penelitian ini menemukan bahwa responden memiliki sudut pandang yang saling bertentangan terhadap teknologi AI. Di masa kini, AI dianggap dapat mengancam pekerjaan mereka, tetapi di masa depan dengan adanya regulasi yang tepat, teknologi AI akan dapat memberikan banyak manfaat. Variabilitas pandangan ini mencerminkan kompleksitas isu terkait penggunaan AI di masa depan, dan pentingnya mempertimbangkan berbagai perspektif untuk memahami dinamika serta tantangan seiring perkembangan teknologi AI
Pengaruh Inovasi Produk dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Dikromoshop Bandar Lampung
Penelitian ini berfokus pada mengeksplorasi bagaimana inovasi produk dan harga mampu mempengaruhi keputusan pembelian di Dikromoshop Bandar Lampung. Masalah yang dihadapi oleh Dikromoshop adalah adanya perbandingan harga dan kualitas dengan produk sejenis di pasaran yang menyebabkan para konsumen harus teliti dalam melakukan keputusan pembelian. Pendekatan penelitian yang dipilih metode kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini data primer diperoleh langsung oleh peneliti. perolehan data dengan pengisian kuisioner 100 responden dari total populasi yang berjumlah 63.532 transaksi, data diambil pada tahun 2023. Pengambilan sampel dilakukan menerapkan metode sampel acak sederhana berdasarkan rumus slovin dengan margin 0,1. Pengolahan data dengan bantuan SPSS versi 30. Hasil riset menunjukkan nilai R2 sebesar 50,9% dan 49,1% dipengaruhi elemen lainnya. Teknik analisis data meliputi Uji Validitas, Analisis Deskriptif, Uji Normalitas, Uji Multikolinearitas, Analisis Regresi Linier Berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Riset ini dilaksanakan di Toko Dikromoshop Bandar Lampung. Temuan ini menjelaskan bahwa customer sebaiknya dalam melakukan keputusan pembelian jangan sampai melakukan pembelian secara berulang produk yang sama, diupayakan membeli sesuai kegunaan dan manfaatnya
Pengaruh Layanan Pembayaran Via Mobile Banking di E-Commerce terhadap Minat Beli Masyarakat Kec. Awangapone
Lebih banyak orang yang suka berbelanja online karena kemudahan menggunakan mobile banking dan e-commerce kala ini. Memiliki tujuan untuk memahami pengaruh layanan pembayaran via mobile banking di e-commerce terhadap minat beli masyarakat. Populasi masyarakat kec. Awangpone, sampel diambil 100 orang responden serta teknik random sampling. Perangkat IBM SPSS Statistic 25 dimanfaatkan dalam analisis data. Temuan yang diperoleh membuktikan (1) mobile banking memiliki dampak berarti terhadap minat beli masyarakat. Kec. Awangpone merupakan objek kajian ini. Mobile banking. Diperoleh nilai thitung 8,675 lebih besar dari ttabel 1,660, sehingga thitung > ttabel. Selain itu, nilai signifikansi yang diperoleh lebih kecil dari 0,05 (0,00 < 0,05). Dengan demikian, H0 ditolak dan H1 diterima. Karena variabel mobile banking bepengaruh signifikan terhadap minat beli. R2 0,434 atau 43,4%, disimpulkan penelitian ini dapat menggambarkan sebesar 43,4% ide yang terjadi pada variabel dependen. Variabel independen yang digunakan memberikan pengaruh signifikan terhadap variabel dependen 43,4%. Karena nilai koefisien determinasi (R2) masih jauh dari angka 1, hubungan variabel bebas dan variabel terikat berpengaruh sedang
Pengaruh Capital Intensity, Sales Growth, dan Kepemilikan Institusional Terhadap Agresivitas Pajak
Riset ini bertujuan menginvestigasi bukti empiris pengaruh capital intensity, sales growth, dan kepemilikan institusional terhadap agresivitas pajak sektor konstruksi dan real estate di BEI (2019-2023). Menggunakan 85 sampel data dari 17 perusahaan dengan teknik purposive sampling, analisis dilakukan melalui regresi linear berganda. Hasil uji T menunjukkan bahwa capital intensity berpengaruh positif signifikan terhadap agresivitas pajak (t-hitung 2,704; sig. 0,009). Sales growth tidak berpengaruh signifikan (t-hitung 0,667; sig. 0,507), sementara kepemilikan institusional berpengaruh negatif signifikan (t-hitung -3,566; sig. 0,001). Uji hipotesis F menunjukkan bahwa secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap agresivitas pajak (sig. 0,000). Riset ini mengindikasikan pemanfaatan depresiasi aset untuk meminimalkan beban pajak. Namun, sales growth tidak mendorong tindakan agresif dalam minimisasi pajak. Pengawasan intensif pada perusahaan dengan kepemilikan institusional tinggi dapat mereduksi agresivitas pajak
Peran Work Life Balance Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Psychological Well-Being Sebagai Variabel Intervening pada Kanwil Kemenag Provinsi Jateng
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work life balance terhadap kinerja karyawan, dengan psychological well-being sebagai variabel mediasi pada Kanwil Kemenag Provinsi Jateng. Adanya perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis ini menuntut setiap organisasi, termasuk instansi pemerintah untuk memastikan kinerja yang optimal dari setiap karyawannya. Sehingga diperlukannya pengelolaan sumber daya manusia yang bertujuan untuk menyeimbangkan antara kepentingan karyawan dan kemampuan organisasi. Dan manajemen sumber daya manusia ini juga dapat berguna untuk memaksimalkan kinerja karyawan. Populasi di penelitian ini yaitu pegawai di Kanwil Kemenag Agama Provinsi Jateng, Semarang. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 120 responden sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui penyebaran Kuesioner. Analisis data dilakukan Smart PLS 4.0, melalui tahapan pengujian Outer Model, Inner Model, serta pengujian Hipotesis. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasannya nilai R2 untuk kinerja karyawan sebesar 0,67 dengan pengaruh langsung tidak langsung yang signifikan (p < 0,000). Jadi, dapat disimpulkan jika Work Life Balance berpengaruh positif dan signifikan kepada Kinerja Karyawan, Work Life Balace berpengaruh terhadap Psychological Well-being, Psychological Well-being mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Psychological well-being dapat memediasi antara Work Life Balance dan Kinerja Karyawan
Pengaruh Efektivitas Laporan Keuangan & Kualitas Laporan keuangan Terhadap Kinerja UMKM
UMKM merupakan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah yang berperan sebagai tulang punggung utama pada perekonomian Indonesia. Meskipun perkembangan zaman berlangsung sangat cepat, sektor ini masih dihadapkan berbagai tantangan, salah satunya adalah rendahnya kinerja usaha. Penelitian dilakukan dengan tujuan mengevaluasi serta menganalisis bagaimana efektivitas dan kualitas laporan keuangan memberi pengaruh terhadap kinerja UMKM. Pendekatan kuantitatif dengan sumber data primer berupa kuesioner digunakan dalam penelitian ini. Sampel penelitian terpilih 100 responden pemilik atau pengelola UMKM yang berada di Kabupaten Kendal. Sampel diambil melalui metode non random sampling menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda melalui software SPSS.30. Penelitian menunjukkan hasil bahwa efektivitas dan kualitas laporan keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja UMKM, dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,647 dan p < 0,001