eJournal Komunitas Dosen Indonesia
Not a member yet
    1406 research outputs found

    Pengaruh Kepemimpinan, Kondusifitas Lingkungan Kerja dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Multi Karya Usaha

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Kepemimpinan, Kondusifitas Lingkungan Kerja dan Motivasi mempunyai pengaruh terhadap Kinerja Karyawan. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah karyawan PT. Multi Karya Usaha dengan jumlah 100 orang dan sampel 100 responden. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 100 responden, metode pengumpulan data dilakukan menggunakan penyebaran kuesioner. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan analisis model statistik yang terdiri dari uji validitas, uji reliabilitas, regresi linear berganda, uji f, uji t, koefisien korelasi dan koefisien determinasi. Dari hasil analisis penulis memperoleh hasil sebagai berikut. Dari analisis linear berganda di peroleh persamaan Y = 17.391 + 0.023 X1 + 0.027 X2 + 0.606 X3 dimana artinya apabila Kepemimpinan (X1) mengalami peningkatan atau penurunan sebanyak 1 point dan variabel lain dianggap tetap, maka Kinerja Karyawan (Y) akan mengalami peningkatan atau penurunan sebesar 0.023. Kemudian, apabila Kondusifitas Lingkungan Kerja (X2) mengalami peningkatan atau penurunan sebanyak 1 point dan variabel lain dianggap tetap, maka Kinerja Karyawan (Y) akan mengalami peningkatan atau penurunan sebesar 0.027. Dan apabila Motivasi (X3) mengalami peningkatan atau penurunan sebanyak 1 point dan variabel lain juga dianggap tetap, maka Kinerja Karyawan (Y) akan mengalami peningkatan atau penurunan sebesar 0.606. Dari analisis hubungan koefisien korelasi ditunjukkan oleh koefisien korelasi Kepemimpinan sebesar 0,200 kurang dari 1, Kondusifitas Lingkungan Kerja sebesar 0,384 kurang dari 1, dan Motivasi sebesar 0,612 kurang dari 1, maka memiliki hubungan yang positif terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Multi Karya Usaha.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Kepemimpinan, Kondusifitas Lingkungan Kerja dan Motivasi mempunyai pengaruh terhadap Kinerja Karyawan. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah karyawan PT. Multi Karya Usaha dengan jumlah 100 orang dan sampel 100 responden. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 100 responden, metode pengumpulan data dilakukan menggunakan penyebaran kuesioner. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan analisis model statistik yang terdiri dari uji validitas, uji reliabilitas, regresi linear berganda, uji f, uji t, koefisien korelasi dan koefisien determinasi. Dari hasil analisis penulis memperoleh hasil sebagai berikut. Dari analisis linear berganda di peroleh persamaan Y = 17.391 + 0.023 X1 + 0.027 X2 + 0.606 X3 dimana artinya apabila Kepemimpinan (X1) mengalami peningkatan atau penurunan sebanyak 1 point dan variabel lain dianggap tetap, maka Kinerja Karyawan (Y) akan mengalami peningkatan atau penurunan sebesar 0.023. Kemudian, apabila Kondusifitas Lingkungan Kerja (X2) mengalami peningkatan atau penurunan sebanyak 1 point dan variabel lain dianggap tetap, maka Kinerja Karyawan (Y) akan mengalami peningkatan atau penurunan sebesar 0.02

    Pengaruh Lingkungan Kerja, Beban Kerja Dan Kompensasi Terhadap Loyalitas Karyawan Pada PT. Gunung Mandiri Internusa

    Get PDF
    litian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh lingkungan kerja, beban kerja, dan kompensasi terhadap loyalitas karyawan pada PT. Gunung Mandiri Internusa. Loyalitas karyawan merupakan aspek penting dalam menjaga stabilitas dan produktivitas perusahaan dalam jangka panjang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode non-probability sampling dan teknik purposive sampling dalam pengambilan sampel. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang berlangsung selama 22 hari, terhitung sejak tanggal 9 Juli 2024 hingga 1 Agustus 2024. Jumlah responden yang berhasil dihimpun sebanyak 115 orang karyawan aktif. Kuesioner tersebut terdiri dari 40 butir pernyataan dengan lima pilihan jawaban berdasarkan skala Likert, yang dirancang untuk mengukur persepsi karyawan terhadap lingkungan kerja, beban kerja, kompensasi, dan loyalitas mereka terhadap perusahaan.Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 25. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi, diperoleh nilai R Square sebesar 0,733 atau 73,3%. Artinya, variabel lingkungan kerja, beban kerja, dan kompensasi secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 73,3% terhadap loyalitas karyawan, sementara sisanya sebesar 26,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Hasil uji F (simultan) menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 12,547 lebih besar dari Ftabel sebesar 2,68, dengan tingkat signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa ketiga variabel bebas, yaitu lingkungan kerja (X1), beban kerja (X2), dan kompensasi (X3), secara simultan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas karyawan (Y). Dengan demikian, perusahaan perlu memperhatikan dan meningkatkan faktor-faktor tersebut untuk membangun loyalitas yang lebih kuat di kalangan karyawan.Penulis melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana lingkungan kerja,beban kerja, dan kompensasi terhadap Loyalitas karyawan pada PT.Gunung Mandiri Internusa Pada penelitian skripsi ini, peneliti menggunakan teknik non probability sampling dengan metode pengambilan sampel berupa Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan data primer yang mana didapatkan oleh penulis melalui kuesioner yang disebarkan selama 22 hari terhitung dari tanggal 9 juli 2024 sampai 1 Agustus 2024 yang berhasil terkumpul  115 orang responden, dengan berisikan 40 butir pernyataan dengan 5 alternatif pilihan jawaban. Hasil jawaban dari para responden diolah dengan menggunakan perangkat lunak SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 25. Berdasarkan uji koefisien determinasi, dihasilkan nilai R Square yaitu senilai 0,733 atau 73,3%, yang dapat diartikan bahwa pengaruh lingkungan kerja,beban kerja, dan kompensasi terhadap Loyalitas karyawan  yaitu sebesar 73,3%. Sedangkan dari uji F yang terlah dilakukan, didapatkan hasil nilai 12.547 > Ftabel 2,68 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Dari hasil uji F (simultan) yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa seluruh variabel bebas yang terdiri dari lingkungan kerja (X1),beban kerja (X2), dan komepesasi (X3) mempunyai pengaruh secara bersamaan (simultan) terhadap Loyalitas karyawan(Y)

    Perbandingan Stock Price Volatility dan Stock Return Sebelum dan Setelah Pengumuman RUU APBN TA 2024

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris perbedaan average stock price volatility dan average stock return sebelum dan setelah pengumuman RUU APBN TA 2024 pada perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam indeks LQ-45 di Bursa Efek Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menganalisis data dari 44 perusahaan yang dipilih secara selektif melalui teknik purposive sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder yang dianalisis dengan uji Wilcoxon signed-rank test melalui software SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengumuman RUU APBN TA 2024 tidak memberikan dampak signifikan terhadap stock price volatility, yang mencerminkan stabilitas pasar setelah pengumuman tersebut. Namun, terdapat perbedaan signifikan pada stock return, yang menunjukkan adanya respons negatif dari pasar terhadap kebijakan yang diusung dalam RUU APBN 2024. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun volatilitas pasar tetap stabil, kebijakan fiskal tersebut mampu meningkatkan ekspektasi keuntungan jangka pendek di kalangan investor. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai bagaimana pengumuman kebijakan fiskal dapat mempengaruhi pasar saham, dengan fokus pada aspek stock return yang lebih sensitif terhadap perubahan kebijakan daripada stock price volatility. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi investor dan pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi ekonomi serta mengelola pasar modal

    The Quality of Government Financial Reports : Factor’s That Can Affect It

    Get PDF
    In this study, the standard of the Bandung Regency Health Office's financial reports will be examined in relation pertaining to internal control framework of the government, human resource competency and utilization of official accounting standards. The research approach used is a quantitative one that combines a descriptive and verifying approach. Applying the non-probability sampling method with the Slovin formula, sixty-four individuals from the Bandung district health office were chosen as samples for this study. Descriptive statistics use reliability and validity tests. Regression analysis using multiple linear, determination coefficients, correlation coefficients for product moments and statistical testing for verification uses standard assumptions. A variety of data analysis methods are used like as simultaneous and partial testing (f-test and t-tests). Data is processed using SPSS software. Internal Control System of the Government, Competency in Human Resource and the Implementation of Government Accounting Standards do not affect the quality of financial reports per data from a partial research. However, There isn't any relationship between the quality of financial reports and the Internal Control System of the Government, Competency in Human Resource and the Implementation of Government Accounting Standards according to contemporaneous research findings

    Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Belanja Modal, dan SiLPA terhadap Kinerja Keuangan pada Pemerintah Daerah Kabupaten di Jawa Barat tahun 2016-2023

    Get PDF
      Penelitian ini menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah, belanja modal dan SiLPA terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah kabupaten di Jawa Barat selama tahun 2016-2023. Metodologi studi ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan memanfaatkan data sekunder dari studi pustaka dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan menguji asumsi klasik, regresi, korelasi, pengujian hipotesis secara parsial dan simultan. Hasil studi menghasilkan bahwa secara parsial, Pendapatan Asli Daerah dan SiLPA berpengaruh positif terhadap Kinerja Keuangan pemerintah daerah, lalu belanja modal tidak berpengaruh signifikan. Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah, belanja modal dan SiLPA berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah. Dari pembahasan tersebut terlihat jelas bahwa peningkatan Pendapatan Asli Daerah dapat mencerminkan kemandirian, sedangkan pengelolaan belanja modal yang kurang optimal tidak meningkatkan kinerja. Nilai SiLPA yang tinggi menunjukkan anggaran yang efisien, namun harus dibarengi dengan alokasi yang memadai untuk mendukung Pembangunan. Hasil ini mengandung makna bahwa pemerintah kewilayahan perlu mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah, meningkatkan pengelolaan belanja modal dan memanfaatkan SiLPA secara efektif untuk mencapai Kinerja Keuangan pada Pemerintah Daerah

    Analisis Prediksi Penjualan Suku Cadang Motor dengan Metode Monte Carlo

    Get PDF
    Peramalan penjualan merupakan salah satu aspek penting dalam strategi manajemen bisnis, terutama dalam industri otomotif yang memiliki pola permintaan yang fluktuatif. Manajemen stok yang tidak optimal dapat menyebabkan overstock atau stockout, yang berdampak pada efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Monte Carlo dalam memprediksi penjualan suku cadang motor di Bengkel Ilham Motor, guna meningkatkan akurasi prediksi dan membantu optimalisasi pengelolaan persediaan barang. Metode penelitian ini menggunakan data historis penjualan tahun 2024, yang dianalisis melalui beberapa tahapan: penentuan distribusi probabilitas, pembangkitan angka acak, simulasi Monte Carlo, dan validasi hasil prediksi. Implementasi metode ini dikembangkan dalam sistem berbasis web, menggunakan PHP sebagai bahasa pemrograman dan MySQL sebagai basis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Monte Carlo mampu memberikan tingkat akurasi prediksi yang tinggi, dengan rincian sebagai berikut: oli (95,33%), kampas rem (99,59%), lampu depan (97,27%), saringan udara (97,53%), busi (95,78%), dan sil karet (97,32%). Prediksi yang dihasilkan memungkinkan bengkel untuk menentukan jumlah stok yang lebih optimal, sehingga dapat menghindari kelebihan maupun kekurangan persediaan. Selain itu, sistem berbasis web yang dikembangkan terbukti dapat mempercepat analisis data dan membantu dalam pengambilan keputusan bisnis yang lebih akurat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode Monte Carlo dapat diandalkan sebagai pendekatan prediktif dalam perencanaan stok suku cadang motor. Untuk pengembangan lebih lanjut, disarankan agar model ini dikombinasikan dengan teknik machine learning atau mempertimbangkan faktor eksternal seperti tren pasar dan harga bahan baku guna meningkatkan akurasi prediksi.Peramalan penjualan merupakan salah satu aspek penting dalam strategi manajemen bisnis, terutama dalam industri otomotif yang memiliki pola permintaan yang fluktuatif. Manajemen stok yang tidak optimal dapat menyebabkan overstock atau stockout, yang berdampak pada efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Monte Carlo dalam memprediksi penjualan suku cadang motor di Bengkel Ilham Motor, guna meningkatkan akurasi prediksi dan membantu optimalisasi pengelolaan persediaan barang. Metode penelitian ini menggunakan data historis penjualan tahun 2024, yang dianalisis melalui beberapa tahapan: penentuan distribusi probabilitas, pembangkitan angka acak, simulasi Monte Carlo, dan validasi hasil prediksi. Implementasi metode ini dikembangkan dalam sistem berbasis web, menggunakan PHP sebagai bahasa pemrograman dan MySQL sebagai basis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Monte Carlo mampu memberikan tingkat akurasi prediksi yang tinggi, dengan rincian sebagai berikut: oli (95,33%), kampas rem (99,59%), lampu depan (97,27%), saringan udara (97,53%), busi (95,78%), dan sil karet (97,32%). Prediksi yang dihasilkan memungkinkan bengkel untuk menentukan jumlah stok yang lebih optimal, sehingga dapat menghindari kelebihan maupun kekurangan persediaan. Selain itu, sistem berbasis web yang dikembangkan terbukti dapat mempercepat analisis data dan membantu dalam pengambilan keputusan bisnis yang lebih akurat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode Monte Carlo dapat diandalkan sebagai pendekatan prediktif dalam perencanaan stok suku cadang motor. Untuk pengembangan lebih lanjut, disarankan agar model ini dikombinasikan dengan teknik machine learning atau mempertimbangkan faktor eksternal seperti tren pasar dan harga bahan baku guna meningkatkan akurasi prediksi

    Evaluating ERP System Success Through the DeLone and McLean Model in Financial Organizations

    Get PDF
    Enterprise Resource Planning (ERP) systems play a crucial role in streamlining business operations and enhancing organizational efficiency. However, their success largely depends on effective user engagement and system utilization. Despite being strategically implemented to support daily operations, many ERP systems face challenges such as technical errors, sluggish performance, inaccurate data, and poor user interfaces—factors that hinder optimal usage and reduce employee productivity. This study evaluates the success of an ERP system implemented in a financial services organization in Indonesia, focusing on employee perspectives to understand critical factors influencing system effectiveness. The DeLone and McLean Information Systems Success Model (ISSM) is employed as the theoretical framework, assessing six core constructs: System Quality, Information Quality, Use, User Satisfaction, Individual Impact, and Organizational Impact. A quantitative survey was conducted with 325 respondents selected through simple random sampling from key operational divisions. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4. The results confirm that Information Quality has a significant effect on both system Use and User Satisfaction, while System Quality strongly affects User Satisfaction. Furthermore, User Satisfaction substantially influences both Use and Individual Impact. Most critically, Individual Impact has a pronounced and statistically significant influence on Organizational Impact (R² = 0.745). These findings emphasize the pivotal roles of information accuracy and user satisfaction in ensuring ERP success. The study provides valuable insights into how employee experience with ERP systems translates into broader organizational outcomes, offering practical implications for future ERP development and implementation strategies

    Random Forest – Deep Convolutional Neural Network Ensemble Model for Skin Disease Classification

    Get PDF
    Skin diseases such as psoriasis, atopic dermatitis, and tinea are chronic conditions that significantly affect quality of life and require rapid and accurate classification to support early treatment. However, limited medical personnel and inadequate classification tools in various regions remain major challenges in handling these cases. This study proposes an automatic skin disease classification system based on digital images using an ensemble method that combines Deep Convolutional Neural Network (DCNN) and Random Forest (RF). The dataset used comprises 4,246 images categorized into four classes (psoriasis, atopic dermatitis, tinea, and normal skin), sourced from Kaggle and DermNet. Preprocessing steps include image resizing, normalization, and data augmentation, while hyperparameter tuning is conducted using Bayesian Optimization. The ensemble model applies a soft voting mechanism to integrate predictions from both DCNN and RF. Experimental results show that the RF-DCNN model achieves an accuracy of up to 84.35% in the 80:10:10 data split scenario, surpassing the performance of the conventional CNN model. These results suggest that the hybrid DCNN-RF approach enhances accuracy, stability, and generalization in skin disease classification. The proposed model holds strong potential for implementation in artificial intelligence-based clinical decision support systems, especially in regions with limited access to dermatology specialists. Future work is encouraged to explore more advanced architectures such as EfficientNet and Swin Transformer for further performance improvements

    Educational Game Design to Raise Awareness of Social Anxiety and Cognitive Behavioral Therapy

    Get PDF
    Social Anxiety Disorder (SAD) is a common yet often misunderstood mental health condition that significantly impacts the lives of adolescents and university students. Despite its prevalence, awareness and understanding of SAD and its evidence based treatment, Cognitive Behavioral Therapy (CBT), remain limited among young adults. This study aims to design and develop Social Survival, a 2D educational game intended to raise awareness of SAD and introduce CBT techniques through an interactive and engaging medium. The game is developed using the Unity engine and employs the Interactive Digital Narrative (IDN) framework to deliver a singleplayer narrative experience. It presents scenarios simulating SAD symptoms and embeds CBT strategi such as relaxation, cognitive restructuring, and exposure into gameplay via minigames. The development process included a needs analysis, general and detailed design phases, and implementation of mechanics aligned with CBT principles. To evaluate learning effectiveness, a pre-test and post-test were administered and analyzed using the N-Gain formula. Player satisfaction was assessed using the Game User Experience Satisfaction Scale (GUESS-18), which measures dimensions such as enjoyment, engagement, and educational value. The results indicate a positive improvement in player understanding of SAD and CBT, along with favorable user experience ratings. The study concludes that serious games can serve as effective tools for mental health education, although clinical treatment should still be guided by professionals

    Website Security Testing Using PTES Method and OWASP Top 10 Approach

    Get PDF
    Rapid technological advancements have greatly benefited the industrial sector, making technology essential for business operations. However, this reliance also introduces vulnerabilities, particularly in Enterprise Resource Planning (ERP) systems, which are critical for managing business processes and sensitive data. Due to their complexity and integration, ERP systems are prime targets for cyberattacks, emphasizing the need for robust security testing. This research aims to identify, evaluate, and exploit vulnerabilities in the ERP website of PT. XYZ, specifically targeting pages accessible by users with the SPV Marketing role. The Penetration Testing Execution Standard (PTES) methodology was used to guide the process from intelligence gathering to exploitation and reporting. PTES also ensures that testing is conducted legally during the pre-engagement phase. Tools such as Google Dorking, Netcraft, Wappalyzer, and Nmap were employed for intelligence gathering. For threat modeling, ISO 27005 was employed to identify vulnerabilities, while ISO 25010 served as a standard for security quality. A ZAP scan revealed 23 security vulnerabilities, including 18 that fall under the OWASP Top 10, such as Broken Access Control and Injection. Simulated attacks successfully identified Cross-Site Scripting (XSS), Session Hijacking, and Cross-Site Request Forgery (CSRF). Based on the findings, the recommendations focus on enhancing ERP system security according to the OWASP Top 10 guidelines, ensuring clarity for the development team. This study highlights the need for improved ERP security and offers a structured PTES-OWASP framework applicable across sectors. Future research may integrate multiple tools to enhance vulnerability detection.Rapid technological advancements have greatly benefited the industrial sector, making technology essential for business operations. However, this reliance also introduces vulnerabilities, particularly in Enterprise Resource Planning (ERP) systems, which are critical for managing business processes and sensitive data. Due to their complexity and integration, ERP systems are prime targets for cyberattacks, emphasizing the need for robust security testing. This research aims to identify, evaluate, and exploit vulnerabilities in the ERP website of PT. XYZ, specifically targeting pages accessible by users with the SPV Marketing role. The Penetration Testing Execution Standard (PTES) methodology was used to guide the process from intelligence gathering to exploitation and reporting. PTES also ensures that testing is conducted legally during the pre-engagement phase. Tools such as Google Dorking, Netcraft, Wappalyzer, and Nmap were employed for intelligence gathering. For threat modeling, ISO 27005 was employed to identify vulnerabilities, while ISO 25010 served as a standard for security quality. A ZAP scan revealed 23 security vulnerabilities, including 18 that fall under the OWASP Top 10, such as Broken Access Control and Injection. Simulated attacks successfully identified Cross-Site Scripting (XSS), Session Hijacking, and Cross-Site Request Forgery (CSRF). Based on the findings, the recommendations focus on enhancing ERP system security according to the OWASP Top 10 guidelines, ensuring clarity for the development team. This study highlights the need for improved ERP security and offers a structured PTES-OWASP framework applicable across sectors. Future research may integrate multiple tools to enhance vulnerability detection

    1,284

    full texts

    1,406

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Komunitas Dosen Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇