Jurnal IAIN Pontianak (Institut Agama Islam Negeri)

Jurnal IAIN Pontianak (Institut Agama Islam Negeri)
Not a member yet
    1012 research outputs found

    The Symbolic Power of Sleeping without Mattress Practice in Kasuran Village of Yogyakarta

    Get PDF
    The work aims at exploring the practice of symbolic power of sleeping without kapok (matress) in a hamlet of Kasuran. It explores the process of reproduction of symbolic power and how it becomes a ritual practice preserved by the people of Kasuran. For many Kasuran people, Sunan Kalijaga saying is final. They understand and believe in his textual meaning by practising sleeping without matress ritual. The study finds that the reproduction of meaning of sleeping without mattress happens in the hands of agents that actively promote the myth about the saying of Sunan Kalijogo. They include Wartilah as the head of the hamlet (believing and promoting Sunan Kalijaga statement), Suharso as a pious man from Hindu tradition, secretary of the forum of harmony among religious blievers (believing that this myth is supposed to happen far before Sunan Kalijaga Era),  Juremi and Suwardi, the takmir (board management of mosque) that represent religious mass organization of Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama (NU). Although the agents have different points of view in understanding the phenomenon, they actually maintain and preserve this kind of symbolic power to gain symbolic capital. This work also finds that the dynamic process of engineering and modification of living without mattress becoming living with spon mattress/springbed has been the results of the new interpretation by the people in the village. The latest is associated with spiritual, social and political engineering aspects of the practice

    Peran Ayah dalam Menanamkan Sikap Self Acceptance dalam Rangka Mencegah Perilaku Homoseksual pada Anak

    No full text
    The role of a father in a family is not only as a leader and living-earner. However, a father also has a rule to build children personality like self-acceptance so in the next days they could be great people. Moreover, there is an assumption that one of the reason the existence of LGBT people due to lack of father’s role at home. In addition, self-acceptance is one of significant factors in building one’s personality and behavior. Psychological issues such as hysteric feelings, sexual impotence, kleptomaniac, etc occurs because of lack of self-acceptance. Therefore, self-acceptance is also important for people who eager to recover from their illness since without the self-acceptance people would be in the pain, an introvert, hopeless, and isolated themselves from others

    ISLAM DAN TRADISI LOKAL DI NUSANTARA (Telaah Kritis Terhadap Tradisi Pelet Betteng Pada Masyarakat Madura dalam Perspektif Hukum Islam)

    Get PDF
    Abstract Religion and culture are main elements in an interconnected society. When a religion enters a community, there will be a trade-off between the religion and culture e.g. when Islam is descended at Arab which has old tradition. Tradition is part of culture, for that it is not a surprise that every country has tradition including Indonesia. One of Indonesian local tradition is madurese tradition: Pelet Betteng or Pelet Kandhung or Peret Kandung or Salamenddhen Kandhungan which constitutes a pregnancy ritual. It is held by making du’a and giving alms in the fourth or seventh month of pregnancy period of a woman who is pregnant for the first time (seriyang). According to sharia perspective, Islam presents without ignoring Arabian tradition (`adah) and convention. They are even considered as sources of Islamic jurisprudence with particular limitations. Therefore, the term of `adat which has a similar meaning to `uruf, has become a basic of istinbath hukm.Keywords: Islam, Local Tradition, Islamic Law.  Abstrak Agama dan budaya merupakan dua unsur penting dalam masyarakat yang saling mempengaruhi. Ketika ajaran agama masuk dalam sebuah komunitas yang berbudaya, akan terjadi tarik menarik antara kepentingan agama di satu sisi dengan kepentingan budaya di sisi lain. Demikian juga halnya dengan agama Islam yang diturunkan di tengah-tengah masyarakat Arab yang memiliki adat-istiadat dan tradisi secara turun-temurun. Tradisi merupakan bagian dari budaya. Salah satu tradisi lokal yang melekat erat dalam kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya suku Madura adalah Pelet Betteng,atau terkadang dikenal dengan sebutan Pelet Kandhung atau Peret Kandung atau Salameddhen Kandhungan, yangsecara sederhana diartikan sebagai pijat kandungan atau selamatan kehamilan. Tradisi ini merupakan upacara selamatan yang dilakukan dengan cara pembacaan do`a-do`a dan sedekah, ketika seorang wanita tengah mengandung pertama kalinya (Madura: seriyang) pada saat usia kehamilan mencapai empat bulanatau tujuh bulan.Dalam persepektif hukum Islam, ternyata ajaran Islam sangat memperhatikan tradisi (Arab: `adah) dan konvensi masyarakat untuk dijadikan sumber bagi jurisprudensi hukum Islam dengan penyempurnaan dan batasan-batasan tertentu.Terma `adat yang memiliki kesamaan makna dengan `uruf telahmenjadi salah satu landasan dalam istinbat hukum Islam.Kata Kunci: Islam, Tradisi Lokal, Hukum Islam

    PARADIGM SHIFT ON ISLAMIC HIGHER EDUCATION IN INDONESIA: LEARNING FROM UIN MALIKI MALANG EXPERIENCE

    Get PDF
    Artikel ini terbatas pada perubahan institusi pendidikan tinggi islam (universitas) di Indonesia yang meneliti penggunaan beberapa istilah yang menandakan islam dan pendidikan, dan menyediakan pedoman untuk menjelaskan kegunaannya dalam wacana konsep pendidikan. Dengan ini, artikel menggambarkan klasifikasi pendidikan islam dan institusi yang berkaitan. Dipengaruhi oleh perkembangan globalisasi dalam hal kemajuan di masyarakat dan seiring perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi juga dibahas pada tulisan ini. Artikel ini membahas dikotomi antara ilmu pengetahuan dan subjek islam yang harus disampaikan pada universitas umum dan institusi pendidikan berbasis islam. Wacana ini menjadi pembahasan yang panjang di Indonesia sampai saat ini, tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dan sebagai metode penelitian. Diikuti dengan hasil wawancara kepada informan dan pembelajaran literasi sebagai teknik utama untuk mendukung pergeseran paradigma pada pendidikan islam di Indonesia khususnya di UIN Maliki Malang. Maka, sumber pertama dan kedua digunakan pada metode kualitatif. Artikel ini menyimpulkan bahwa kunci motivasi dan karakteristik dari keseluruhan bagian dan tujuan program pendidikan dibagi antara pendidikan tradisional islam (dipesantren) dan tradisi barat atau pendidikan modern sampai saat ini. Pengalaman Universitas Islam (UIN Maliki Malang) untuk melaksanakan konsep baru pada manajemen pendidikan yang berkombinasi antara tradisi pesantren dan universitas (tradisi barat) akan dipaparkan dalam tulisan in

    Facebook as a Medium in English Learning as Foreign Language at IAIN Pontianak

    Get PDF
    Era modern selalu beriringan dengan fasilitas modern, termasuk fasilitas dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Era yang menghasilkan kemudahan dalam kehidupan dengan informasi tanpa batasnya seperti yang diberikan oleh internet. Facebook sebagai suatu aplikasi dalam dunia internet awalnya diciptakan bukan sebagai media pembelajaran, tetapi dewasa ini Facebook telah dimodifikasi dan digunakan sebagai media pembelajaran oleh penggunanya. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan facebook sebagai media dalam pembelajaran Bahasa Inggris di IAIN Pontianak, dengan jenis penelitian kualitatif dan metode deskriptif. Data diperoleh melalui interview dengan 30 orang mahasiswa, mencatat, dan dokumentasi di lapangan.   Hasil tulisan ini memperlihatkan bagaimana Facebook merubah gaya belajar mahasiswa dalam belajar bahasa Inggris dan betapa Facebook memiliki peran khusus dalam kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa, khususnya Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Pontianak. Facebook dengan segala kontennya digunakan untuk memperoleh kosa kata baru, serta melatih kemampuan menulis dan berbicara bahasa Inggri

    Ancestral Religious Recognition an Effort to Build Indonesia without Discrimination

    Get PDF
    Samsul Ma’arif, Dynamics of Ancestral Religious Recognition in Religious Politics in Indonesia. Yogyakarta: CRCS UGM, 2017 Juridically Indonesia has identified itself as a religious country. An important element which states that it is manifested in Pancasila as the foundation of the state in the first principle, namely the belief in the oneness of God. The formalization of the element of belief in all of the nation's history is not a flawless one. One of the criticisms that is not taken seriously by most components of the nation is a derivative form of the first polarized first principle in the birth of official religions recognized by the state. Polarization is arguably very exclusive, which eventually, will deny the existence of other beliefs that grow in the community. As a consequence, there arises a pejorative narrative in all its forms to those outside the official state religions. Even the most unnecessary things happen, as violent acts which very likely result from the exclusive polarization

    Ethnic and Religious Diversity in Sarawak: Peacebuilding among Muslim Youth

    Get PDF
    The ethnic and religious diversity in Sarawak is unique among Malaysians. The need for tolerance and unity regardless of the existence of various ethnics and religions is the key to building peace in Sarawak. The state of unity in Sarawak is sustained with the role of Islam as the official religion, the constitutional monarchy, community structure, political will, social awareness, positive peace, economic stability and education for gender equality. Muslim youth in Sarawak are also playing roles in promoting peace through esteemed programmes in an effort to engage peacebuilding among youths. 'Islam is the way of life' continues to be the principle in engaging Muslim youth towards peace. The Institute of Teacher Education (ITE) Batu Lintang Campus in Kuching, Sarawak is one of the higher learning institutions in Malaysia that is engaging youth in promoting peace. ITE Batu Lintang Campus participated in colouring Malaysia with ‘The Youth Peace Campaign’ accompanied by 394 youth from all over Sarawak. This paper aims to share the roles and opinions of the Muslim youth towards peace in their diversified ethnic and religious community. Although ITE Batu Lintang Campus endorsed no specific course accentuating on peacebuilding education, the youth in the campus are still the main asset for promoting peace in ethnic and religious diversity

    PENGARUH FAKTOR EKSTERNAL TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH NON MUSLIM MENGGUNAKAN JASA PEMBIAYAAN PERBANKAN SYARI’AH DI KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa besar pengaruh produk (X1), Harga (X2), Tempat (X3), Promosi (X4) dan Pelayanan (X5) terhadap keputusan nasabah non muslim dalam mempergunakan jasa pembiayaan bank syariah di Kota Pontianak. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pimer dan diperoleh melalui pembagian kuisioner kepada sejumlah responden yang relevan di Kota Pontianak. Metode sampling yang digunakan oleh peneliti adalah probability sampling non adalah teknik di mana setiap anggota sampel pada mengambil populasi memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi anggota sampel. Dan teknik pengambilan sampel berdasarkan penilaian dari karakteristik anggota sampel yang disesuaikan dengan tujuan peneliti. Metode analisis data yang digunakan oleh peneliti adalah dengan analisis Faktor (Faktor Analysis). Dalam melakukan analisis penulis menggunakan bantuan software SmartPLS versi 3.0. Berdasarkan hasil analisis faktor dengan menggunakan SmartPLS bahwa ditemukan pengaruh yang paling dominan terhadap keputusan nasabah non muslim dalam menggunakan jasa pembiayaan bank syariah di Kota Pontianak adalah terdapat pada variabel tempat dengan nilai loading aktor sebesar 0,384. Sementara variabel terendah terdapat pada faktor harga dan produk yang masing-masing bernilai sebesar 0,181 dan 0,187

    KONSEP MONOPOLI DALAM TINJAUAN BISNIS ISLAM

    Get PDF
    AbstractIn Islam, monopoly is called as Ihtikar or treasuring act. This act is banned since it has negative effect on supply of goods that can lead market instability and distortion. Generally, government may impose monopoly that includes three elements: water, grass, and fire. It is a juridical normative library research on the act of monopoly conducted by big companies such as PT. Indofood. Monopoly can cause negative and positive effects to society. According to Islam, the main goal of economy is gaining big social benefits, so that any act against the principle is beyond Islamic teaching. Further, monopoly and speculation do not fit the poor and even contradict sharia due to the higher price affected by the act. According to law concerning business in Indonesia No. 5 of 1999, the act of monopoly is forbidden, while based on Islamic perspective, monopoly is permitted as long as there is no ihtikar or treasuring, especially of staple foods. Thus, government has an important role to control monopoly by dismissing treasuring act.Keywords: Concept, Monopoly, Islamic Business. Abstrak Monopoli dalam islam disebut ihtikar yaitu perilaku menimbun . Perilaku ini dilarang karena akan berpengaruh negatif terhadap jumlah barang yang tersedia sehingga ketersediaan dan permintaan barang menjadi tidak stabil, terjadi distorsi pasar. Secara umum, monopoli oleh negara tertuju dalam tiga hal yaitu air, rumput dan api. Penelitian ini menggunakan yuridis normatif, bahan-bahan yang dikumpulkan dengan studi kepustakaan. Penelitian ini membahas perilaku tindakan monopoli. Tindakan tersebut dilakukan oleh para perusahaan besar seperti PT. Indofood. Eksitensi monopoli dalam suatu kegiatan ekonomi dapat terjadi dalam berbagai jenis, ada yang merugikan dan ada yang menguntungkan perekonomian dan masyarakat. Dalam perekonomian Islam yang terpenting ialah keinginan untuk mencapai keuntungan sosial yang sebanyak-banyaknya. Oleh sebab itu, setiap kegiatan ekonomi yang mungkin merintangi tujuan ini tidak dapat dinyatakan bersifat islami. Apabila dilihat dari norma kebajikan dan pemeliharaan untuk golongan miskin tidak mungkin kita menganjurkan usaha monopoli dan spekulatif dalam Islam. Pada umumnya, pelaku monopoli menetapkan harga yang lebih tinggi untuk hasil produksinya. Maka eksploitasi sangat berhubungan dengan gagasan monopoli. Dalam pandangan hukum bisnis di Indonesia, praktik monopoli ini dilarang. Hal ini tertuang dalam undang-undang No. 5 tahun 1999. Dalam pandangan hukum islam monopoli boleh dilakukan asalkan tidak melakukan penimbunan atau ihtikar. Terutama praktik ikhtikar pada bahan makanan pokok. Di sini terlihat jelas betapa pentingnya peran pemerintah untuk menekan monopoli dengan melakukan berbagai upaya menghilangkan penimbunan.Kata Kunci: Konsep, monopoli, bisnis Islam

    STUDI ANALISIS TENTANG NIKAH SIRRI (KOMPARASI ANTARA FIQH MUNAKAHAT DAN HUKUM POSITIF DI INDONESIA)

    Get PDF
    Abstact This research aims to acknowledge and understand normative argument about sirri marriage according to fiqh munakahat and Indonesian positive law. It is a descriptive qualitative research which depicts sources of fiqh and Indonesian positive law concerning marriage, particularly sirri marriage. The data consist of primary and secondary data; primary data are gained form Islamic scholar (fuqaha) while secondary data are obtained from any sources related to the research. The findings show that both fiqh munakahat and Indonesian positive law state that sirri marriage is forbidden or illegal. According to fiqh munakahat this prohibition is owing to the existence of marriage witness as one of rukun and requirements. Further, based on hadith, Rasulullah PBUH told that a marriage should be declared and celebrated. Meanwhile, Indonesian marriage law No. 1 of 1974 states that a marriage must be formally accounted.Keywords: Nikah Sirri, Fikih Munakahat, Positive Law.  Abstrak Penelitian ini berupaya untuk mengetahui dan memahami argumentasi normatif tentang nikah sirri, baik yang tertuang dalam berbagai referensi fiqh munakahat maupun yang terangkum dalam aturan hukum positif di IndonesiaDisamping itu, dengan studi perbandingan hukum antara fiqh munakahat dan hukum positif, maka dapat menambah khazanah keilmuan di bidang hukum Islam di Indonesia. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah metode deskriptif.Metode ini digunakan untuk menelaah dan mendiskripsikan berbagai sumber fiqh dan hukum positif di Indonesia yang berkaitan dengan pernikahan, khususnya tentang nikah sirri.Selanjutnya, jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Untuk data primer, peneliti mengambil sumber dari kalangan fuqaha dan peraturan perundangan-undangan yang berkaitan dengan perkawinan di Indonesia. Sedangkan data sekundernya, berupa sumber-sumber yang berkaitan dengan kajian ini. Hasil yang peneliti temukan dari kajian ini bahwa pada dasarnya terdapat kesamaan antara figh munakahat dan hukum positif di Indonesia dalam memandang nikah sirri yaitu sama-sama tidak membolehkan sehingga nikah semacam ini tidak sah. Dalam fiqh munakahat tidak bolehnya nikah sirri, pertama terkait dengan peran saksi sebagai salah satu rukun dan syarat sahnya nikah, kedua berdasarkan hadist- hadist Rasulullah saw yang memerintahkan untuk mengumumkan pernikahan dan menyelenggarakan walimah (perhelatan). Dalam hukum positif, tidak sahnya nikah sirri selain dilihat dari peran saksi juga berdasarkan adanya ketentuan tentang pencatatan nikah yang merupakan salah satu dasar perkawinan dalam Undang-Undang Perkawinan (UUP) Nomor 1 / 1974.Kata Kunci: Nikah Sirri, Fikih Munakahat, Hukum Positif

    925

    full texts

    1,012

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal IAIN Pontianak (Institut Agama Islam Negeri) is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇