Jurnal IAIN Pontianak (Institut Agama Islam Negeri)

Jurnal IAIN Pontianak (Institut Agama Islam Negeri)
Not a member yet
    1012 research outputs found

    KRITIK TEORI DAN METODOLOGI PENGGALIAN HUKUM ISLAM DALAM PERSPEKTIF SYAIH ALI JUM‘AH

    Get PDF
    This article examines Syaih Ali Jum‘ah's thoughts on the criticism of theories and methodologies for extracting Islamic law. Syaih Ali Jum'ah is one of the 'world-class' contemporary scholars whose studies and contributions of fatwas are widely awaited and followed. The author looks at the method of qualitative analysis of the study and the fatwa of Syaih Ali Jum'ah, that he does not only rely on the usul fiqh from the book al-Risālah by Imam Shafi'i as the only reference to explore Islamic law. But he had elaborated the usul fiqh of al-Risālah with the usul fiqh written by the ulama 'after Imam Shafi'i, such as Imam al-Ghozali and Imam Syatibi. In the sense of extracting Islamic law Syaih Ali Jum'ah has also adopted the science of mantiq and maqasid al-syariah. And not only that, he also did not close the entry of other methodologies other than the usul fiqh to strengthen, defend, support or just help validate the discovery and determination of a law. As he responded to the criticism that the methodology of social science is also an instrument of the usul fiqh. Keywords: Syaih Ali Jum‘ah's Thought; Criticism of Theory and Methodology; Mantiq Science; Maqasid al-Syariah; Social Sciences. Abtrak Artikel ini mengkaji pemikiran Syaih Ali Jum‘ah pada kritik teori dan metodologi penggalian hukum Islam. Syaih Ali Jum‘ah adalah salah satu ulama’ kontemporer tingkat dunia yang kajian-kajian dan kontribusi fatwa-fatwanya banyak sekali ditunggu dan diikuti. Penulis mencermati dengan metode analisis kualitatif dari kajian dan fatwa-fatwa Syaih Ali Jum‘ah, bahwa beliau tidak hanya mengandalkan usul fiqh dari kitab al-Rislāh Imam Syafi’i sebagai satu-satunya rujukan untuk menggali hukum Islam. Tetapi beliau telah mengelaborasi usul fiqh kitabal-Risālah dengan usul fiqh yang dikarang oleh para ulama’ setelah Imam Syafi’i, seperti Imam al-Ghozali dan Imam Syatibi. Dalam arti penggalian hukum Islam Syaih Ali Jum‘ah juga sudah mengadopsi dengan ilmu mantiq dan maqasid al-syariah. Dan tidak hanya itu, beliau juga tidak menutup masuknya metodologi lain selain usul fiqh untuk menguatkan, membela, mendukung atau sekedar membantu kevalidan penemuan dan penetapan sebuah hukum. Sebagaimana beliau menanggapi kritik agar metodologi ilmu sosial juga menjadi bagian instrumen dari usul fiqh. Kata Kunci: Pemikiran Syaih Ali Jum‘ah; Kritik Teori dan Metodologi; Ilmu Mantiq; Maqasid al-Syariah; Ilmu Sosial

    Social Capital and Civic Engagement in Times Of Tension: An Evidence from Interethnic Relation Developed in Stella Maris Credit Union Pontianak, West Kalimantan

    No full text
    This paper begins by questioning the sustainability of civic engagement with the notion of ‘social capital’ as the key concept of Peace and Conflict Studies. The main question is: to what extent does socio-political tension affect forms of civic engagement? This paper examines interethnic relations (Dayak, Malay, Chinese, and Javanese) developed in the Stella Maris Credit Union (SMCU) in Pontianak, West Kalimantan, Indonesia under the context of ethnic tension. SMCU is a microfinance association where people with various backgrounds (religion, race, and ethnicity) interact in an economic community, sharing benefits and values. In the beginning, SMCU was initiated as an economic program of Stella Maris Catholic Church in North Pontianak. This church did not only serve the church members, but also for all ethnicities and religions through Pontianak. As a site drastically impacted by ethnic conflict in the post-Suharto era, Pontianak recently has been growing as a city of ethnic diversity. However, the recent rise of ethnic tension has contested this growing multiethnic coexistence. It is important to see the strength of civic engagement in responding to issues of conflict in a multiethnic society. This study explores SMCU members and their personal experiences, wondering whether the tension may or may not affect the forms of civic engagement. It argues civic engagement can sustain under the moment of socio-political tension. Developing economy and peace education are the main reasons for interethnic relations among SMCU members. Moreover, although there are treats for the plural society, experiencing diversity in the form of associational and neighborhood relations contributes to social coexistence. This study finds that forms of civic engagement among the members shape expressions and attitudes of resilience in facing social tension

    CREATIVE PLANNING DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PESAN KOMUNIKASI PEMASARAN

    Get PDF
    This article is focused on creative planning and marketing communication message development strategies. The results of this study found that creative planning was compiled as a reference in implementing marketing communications campaigns. In a campaign, creative planning is important to produce marketing creativity that is different, unique and interesting compared to competitors. While the message development strategy can be interpreted as a process of finding ways to influence the public or certain goals by persuading or persuasive and motivating the public to participate, so that the message is expected to create certain effects as planned according to a specific theme. The development of messages starts from a big idea to express certain intentions according to needs and benefits which are then constructed into messages that are then conveyed to the target audience. The purpose of developing messages can only be achieved if the audience understands these messages. [Artikel ini difokuskan pada perencanaan kreatif dan strategi pengembangan pesan komunikasi pemasaran. Hasil kajian ini menemukan bahwa perencanaan kreatif disusun sebagai acuan dalam pelaksanaan kampanye komunikasi pemasaran. Dalam sebuah penyelenggaraan kampanye, perencanaan kreatif menjadi penting untuk menghasilkan kreativitas pemasaran yang berbeda, unik dan menarik dibandingkan pesaing. Sedangkan strategi pengembangan pesan dapat diartikan sebagai proses menemukan cara untuk mempengaruhi publik atau sasaran tertentu dengan cara membujuk atau persuasif dan memotivasi publik untuk berpartisipasi, sehingga pesan diharapkan dapat menciptakan efek tertentu seperti yang direncanakan sesuai dengan tema spesifik. Pengembangan pesan berawal dari suatu gagasan (big idea) untuk menyatakan maksud tertentu sesuai dengan kebutuhan dan manfaat yang kemudian di konstruksi menjadi bentuk pesan-pesan yang kemudian disampaikan kepada khalayak sasaran. Tujuan pengembangan pesan hanya dapat dicapai apabila khalayak memahami pesan-pesan tersebut]. Kata Kunci: Creative planning, Strategi Pesan, dan Komunikasi Pemasaran

    TOKO BAITUL PANGAN: PROMOTING THE MOSQUE ECONOMY THROUGH COLLABORATION STRATEGY

    Get PDF
    Tulisan ini bertujuan untuk membahas praktik terbaik pemberdayaan ekonomi masjid. Disfungsi masjid merupakan masalah utama dalam studi manajemen masjid dan telah menjadi konsentrasi di Kementerian Agama Republik Indonesia. Toko Baitul Pangan atau Tobatan dianggap eksis di tengah sumber daya yang terbatas melalui strategi kolaboratif. Logika kualitatif digunakan untuk mendukung penelitian ini. Kami menemukan sejarah, manajemen Islam, dan proses membangun kolaborasi. Tobatan lahir melalui perspektif orang dalam. Ini memberikan pengetahuan baru dalam studi masjid yang harus dikembangkan berdasarkan kebutuhan lokal. Selanjutnya, kemampuan Takmir untuk berinovasi menjadi kunci utama dalam mengatur manajemen Tobatan. Mulai dari rekrutmen, keuangan, hingga rantai suplai kolaborasi. Skema Tobatan telah dijelaskan dalam kekuatan nilai-nilai Islam (ta'awun, ifa al-'Aqd, al-'adl, amanah, iman). Selanjutnya, terdapat tiga tahap dalam membangun kolaborasi, yakni penilaian, negosiasi, dan implementasi. Studi ini merekomendasikan pentingnya mempromosikan nilai-nilai Islam dan mengidentifikasi kebutuhan masjid daripada mengikuti tren masa lalu

    Pendidikan Akhlak: Relasi Antara Sekolah dengan Keluarga

    Get PDF
    Tak ada yang memungkiri keluarga dalam hal ini orang tua memiliki peran yang strategis dalam pendidikan. Terlebih dalam aspek akhlak. Sekolah sebagai lembaga mitra orang tua untuk mendidik anaknya. Artinya keduanya sama-sama memiliki tanggung jawab agar anak menjadi manusia seutuhnya. Namun, masih sulit ditemui relasi antara keduanya berjalan sebagaimana mestinya. Sekolah menuju barat sebagai tujuannya, keluarga justru tidak tahu malah berjalan ke utara. Masih terjadi pragmentasi antara keduanya. Artinya belum terbangun komunikasi yang baik agar keduanya dapat berkolaborasi, menapaki jalan mencapai tujuan pendidikan

    Metode Pendidikan Anak Perempuan Perspektif Islam dan Psikologis dalam Q.S. Ali Imran Ayat 35-37

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode-metode pendidikan anak perempuan yang terkandung di dalam Al-Qur’an, khususnya pada kisah Maryam binti Imran dalam Q.S. Ali Imran ayat 35, 36, dan 37 beserta hubungannya dengan hadis-hadis Rasulullah dan kajian psikologis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat literar (library research) dengan menggunakan pendekatan semiotika. Sumber data penelitian ini diperoleh dari data-data kepustakaan seperti Al-Qur’an, hadis-hadis Rasulullah, buku, kitab tafsir, dan informasi-informasi terkait yang diperoleh dari internet. Analisis semiotik pada Q.S. Ali Imran ayat 35-37 dilakukan dengan menggunakan dua pembacaan, yaitu pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkann bahwa kisah Maryam binti Imran dalam Al-Qur’an ayat 35 mengandung metode pendidikan anak perempuan sejak masa pranatal atau masa dalam kandungan, di bawah pendidikan ayah dan ibunya; ayat 36 menggandung metode pendidikan anak perempuan saat masa postnatal atau masa kelahiran di bawah pendidikan seorang ibu; dan ayat 37 menggandung metode pendidikan anak perempuan dalam pengasuhan sejak bayi, anak-anak, hingga dewasa di bawah pendidikan seorang ayah. Kata kunci: anak perempuan, maryam binti imran, metode, pendidikan, semiotik

    Wajah Tafsir dalam Karya Ilmiah Dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Se-Kalimantan Barat Tahun 2014-2017

    Get PDF
    Karya tulis dalam dunia akademis adalah ruh dari kesarjanaan. Sedangkan ruh dari tradisi kesarjanaan muslim adalah mengutip ayat-ayat al-Quran yang kemudian ditafsirkan. Hal tersebut telah lumrah dilakukan oleh para dosen di lingkungan perguruan tinggi Islam. Penelitian ini berupaya menggambarkan corak penafsiran yang dilakukan oleh para dosen di sejumlah karya ilmiahnya, baik dalam bentuk buku, jurnal maupun artikel. Dengan menggunakan telaah kepustakaan di sejumlah perguruan tinggi di provinsi Kalimantan Barat ditemukan bahwa corak tafsir yang digunakan oleh para dosen adalah Tafsir Maudhu’i. Sedangkan jika dilihat dari pola narasinya lebih banyak mendekati pada pola Tafsir Bil Ra’yi serta digunakan dalam keilmuan multidisipliner

    Financial control between Rashidun Caliphs and the late 11th century

    Get PDF
    Many modern concepts of financial control and its types that are now adopted have already existed in the Islamic state from Prophet Muhammad message through the Rashidun Caliphs and then the Umayyad and Abbasid through establishing Baitul Mal. This article try to investigate the concept of financial control and types in Islam and the historical development of financial control in Islam. Also clarify the principles of financial control in Islam. The research based on the descriptive approach through the use of scientific studies which dealt with the subject of research, in addition to the historical approach through the use of historical evidence in the way enhancing the opinions presented by the research in the rooting of its themes from the Islamic point of view. This paper give an attention to the behavioral principle and self-control of individuals when working in different areas of life in general and financial in particular, as they have direct causes of increased efficiency and effectiveness financial control system

    Pekerja Anak dan Solusi dari Sudut Pandang Syariat

    Get PDF
    The emergence of child labor for various reasons, such as economic, motivation and cultural influences. In addition, children choose, are asked, even to work with classical reasons such as addressing the problem of poverty, the encouragement of the family itself and the environmental influences that have made the children choose to work. The impact of working at an early age greatly endangers the development of children. Dangerous things that could arise and should be accepted children who work together with health, safety, moral and psychological development of children. Because working with long working hours, and low wages, and frequent exploitation because children do not have the opportunity to enjoy education, affection from parents, and playing to enjoy childhood. The concept of maqashid al-Shari'ah is handed down from five things: the strengthening of the religion (ad-din) of the child, the soul (an-naf), the child of reason (al-aql), the offspring (an-nas) malls) for children. If we are especially Muslims back on these five things, then pekeja children of course with many things will be reduced, even abolished. Although child labor can help the family, for the sake of survival, this must continue to remember madaratnya greater than maslahatnya

    IDENTITAS PRIA TRANSSEKSUAL Kajian Fenomenologi Pria Transseksual Gang Abadi Di Jalan Adi Sucipto

    Get PDF
    This research was conducted to determine the identity of transsexual men in the Abadi Gang Jalan Adi Sucipto. The study was conducted with a phenomenological qualitative approach with a case study form. The data sources of this study consisted of primary sources and secondary sources, namely: 1) Primary sources were SJ, transsexual men who had a gender identity disorder, domiciled on Jalan Adi Sucipto Gang Abadi, still active as transsexual men; 2) Secondary sources are families of transsexual men, namely sisters and in-laws and neighbors of transsexual men. The results of data analysis showed that 1) SJ grew up in a normal family, daily activities carried out before turning into a transvestite also looked normal, playing, studying, schooling, and friends but SJ began to feel a change in playing style and dress at three to four years old and eight years old SJ realizes that he likes same-sex; 2) SJ is a sufferer of gender identity disorder who lives his life in accordance with the wishes and expectations of the past. Gender identity disorder experienced by SJ is a disorder that starts from internal factors, namely the desire and hope to be able to live as members of different sexes. In realizing his wishes and hopes, this is expressed in the form of makeup, make up, style and behavior resembling that of a woman, even though it does not lead to sex reassignment surgery; 3) Feelings of disappointment towards reality that are not in accordance with the expectations of the sex that is desired to make SJ now adjust to the environment by displaying a style like men in general to fulfill one way to survive in the world of work; 4) SJ's attempt to return to being a real man has been shown by returning to remembering God, that is, carrying out the obligatory prayer service in accordance with His commands and trying to open hearts to women. [Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui identitas pria transseksual di Gang Abadi Jalan Adi Sucipto. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif yang bersifat fenomenologi dengan bentuk studi kasus. Sumber data penelitian ini terdiri dari sumber primer dan sumber sekunder, yaitu: 1) Sumber primer adalah SJ, pria transseksual yang memiliki gangguan identitas gender, berdomisli di Jalan Adi Sucipto Gang Abadi, masih aktif berstatus sebagai pria transseksual; 2) Sumber sekunder adalah keluarga pria transseksual yaitu saudara perempuan dan ipar serta tetangga pria transseksual. Hasil analisis data menunjukan bahwa 1) SJ tumbuh dalam keluarga normal, aktivitas harian yang dilakukan sebelum berubah menjadi waria juga terlihat normal, bermain, belajar, sekolah, dan berteman namun SJ mulai merasakan perubahan gaya bermain dan berpakaian saat berusia tiga sampai empat tahun dan saat berusia delapan tahun SJ menyadari bahwa dirinya menyukai sesama jenis; 2) SJ merupakan seorang penderita gangguan identitas gender yang menjalani hidupnya sesuai dengan keinginan dan harapan masa lalu. Gangguan identitas gender yang dialami SJ merupakan gangguan yang berawal dari faktor internal, yaitu adanya keinginan dan harapan untuk dapat hidup sebagai anggota dari jenis kelamin yang berbeda. Dalam merealisasikan keinginan dan harapannya, hal tersebut diekspresikan dalam bentuk dandanan, make up, gaya dan tingkah laku menyerupai wanita, meski tidak sampai kepada operasi penggantian kelamin; 3) Perasaan kecewa terhadap kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan jenis kelamin yang di inginkan membuat SJ kini menyesuaikan diri terhadap lingkungan yaitu dengan menampilkan gaya seperti pria pada umumnya untuk memenuhi salah satu cara agar dapat bertahan di dunia pekerjaan; 4) Upaya untuk kembali menjadi pria sejati pernah ditunjukan SJ dengan kembali mengingat Tuhan yaitu menjalankan ibadah shalat wajib sesuai dengan perintah-Nya serta mencoba untuk membuka hati pada wanita]

    925

    full texts

    1,012

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal IAIN Pontianak (Institut Agama Islam Negeri) is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇