e-Journal Universitas Indraprasta PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
    4693 research outputs found

    Pengaruh Persepsi atas Komunikasi Orangtua dan Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Fisika

    Get PDF
    Physics lessons are often perceived as difficult lessons (Prasetyowati, 2017). A bad student's view of a lesson causes students to be lazy to learn. Meanwhile, a good student's view of the lesson can arouse students' enthusiasm to learn the lesson. The research method used is a survey method. Samples were taken as many as 100 students with a simple random technique. Data was collected by distributing questionnaires directly to the sample. Data analysis used descriptive statistics such as finding the mean, median, mode, standard deviation, and continued with multiple regression testing by conducting a prerequisite test of data analysis first. The results showed: (1) There was a significant influence between perceptions of parental communication on physics learning achievement, this was evidenced by the value of Sig = 0.021 <0.05. (2) There is no significant effect between learning motivation on learning achievement in physics, this is evidenced by the value of Sig = 0.299 > 0.05. (3) There is a significant effect of perception on parental communication and learning motivation together on physics learning achievement, this is evidenced by the value of Sig = 0.021 <0.05. To improve the achievement of learning physics, it can be done by fostering a positive perception of students first. Because with a positive perception it will produce students who have enthusiasm in learning. Perception and motivation are both internal factors that affect learning achievement, but there are external factors as well. Perceptions of parental communication indicate a combination of internal factors, namely perceptions and external factors, namely the environment, in this case parents, where this factor will certainly have an impact on learning achievement. By cultivating a positive perception it will have a positive impact on learning motivation and will ultimately affect physics learning achievement.Keywords: Perception of Parental Communication, Learning Motivation, Physics Learning Achievement

    No full text
    Saat ini pembelajaran di sekolah dasar cenderung menitikberakkan pada pengembangan beberapa kecerdasan anak, seperti; kecerdasan logika, verbal dan spasial. Padahal kecerdasan anak ini bersifat multi dimensi. Kecerdasan majemuk anak mencakup aspek logika, verbal, visual, musikal, kinestetik, naturalis, interpersonal, dan intrapersonal. Faktanya banyak akademi belajar menyediakan berbagai program menarik dengan mengintegrasikan kebutuhan pengembangan potensi anak. Studi ini bertujuan untuk menggembangkan program ruang perancangan akademi belajar dengan lingkungan belajar yang inklusif dan inovatif yang dapat menjadi wadah pengembangan potensi anak. Studi ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimental dengan metode deduktif. Melalui kuesioner yang disebarkan pada 97 orang tua yang anak-anaknya bersekolah di sekolah dasar swasta di Gading Serpong, ditemukan bahwa anak-anak menunjukkan minat dan potensi dalam beberapa kecerdasan tertentu. Pengenalan orang tua terhadap potensi anak-anak mereka ditunjukkan melalui preferensi mereka dalam memilih aktivitas tambahan di luar sekolah untuk mengembangkan potensi mereka. Usulan program ruang learning lab mencakup akademi bahasa, seni, dan komputer, sekolah musik, vokal dan tari serta akademi olah raga dan enticement park dengan program-program pendukung interaktif, integratif dan holistik dapat mendukung pengembangan kecerdasan majemuk anak. Dengan mengetahui preferensi orang tua terhadap aktivitas pendukung yang dibutuhkan anak-anaknya, diharapkan dapat muncul usulan-usulan program ruang untuk fungsi sebuah learning lab. Perancangan learning lab di Gading Serpong tersebut dapat diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar inovatif yang memberikan kesempatan bagi setiap anak untuk mengoptimalkan potensi mereka

    Perancangan Alat Penyimpanan Rebung Ergonomis Menggunakan Metode Reverse Engineering pada UMKM Pengolahan Rebung

    Get PDF
    Perancangan Alat Penyimpanan Rebung Ergonomis Menggunakan Metode Reverse Engineering pada UMKM Pengolahan Rebung. UMKM ini salah satu pemasok rebung rebung bambu petung dan ampel yang diolah pada alat penyimpanan yang konvensional dan sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat sesuai dengan kebutuhan user needs dalam meningkatkan kualitas rebung. Metode perancangan menggunakan reverse engineering dengan penunjang konsep antropometri untuk perancangan desain yang ergonomis. Konsep antropometri dilakukan pada alat konvensional dengan uraian tinggi berdiri tegak, jangkauan tangan ke depan, tinggi bahu berdiri. Hasil penelitian ini kemudian dilakukan rancangan desain dan analisis pengujian simulasi desain untuk uji beban rangka. Analisis von mises stress mendapatkan hasil maksimal tegangan pada area pertama sebesar 186.609 MPa. Area kedua dengan nilai sebesar 20.027 MPa dan area ketiga dengan nilai sebesar 5.058 MPa

    Efektivitas Media Kartu Huruf terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Peserta Didik Kelas 1 di SD N 2 Mantingan

    No full text
    Demi mengetahui peningkatan kemampuan membaca permulaan peserta didik kelas satu di SD N 2 Mantingan melalui media kartu huruf merupakan tujuan dari penelitian ini. Desain eksperimen pretest-posttest kelompok tunggal dan teknik kuantitatif ialah penelitian yang diterapkan. Terdiri dari 31 peserta didik kelas satu yang mengikuti proses penelitian dalam populasi. Tes diberikan sebagai bagian dari dua perlakuan yaitu pretest, yang diberikan sebelum terapi (treatment) dimulai, dan posttest yang diberikan sebagai tes terakhir setelah terapi. Sementara nilai rata-rata posttest peserta didik, yang diberikan setelah terapi, adalah 88, yang menunjukkan bahwa nilai tersebut telah melampaui batas minimal 75, nilai rata-rata 58 peserta didik dalam pretest menunjukkan bahwa nilai tersebut belum mencapai batas minimal 75. Dapat dipastikan apakah nilai pretest dan posttest meningkat. Data untuk penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan alat ujian lisan tujuh pertanyaan. Berdasarkan hasil penelitian, uji t berpasangan menghasilkan hasil <,001 < 0,005 yang menunjukkan bahwa pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan membaca permulaan diberikan kepada peserta didik kelas 1 SDN 2 Mantingan melalui media kartu huruf. Ho ditolak dan Ha diterima karena <,001 kurang dari 0,005. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media kartu huruf dapat membantu siswa kelas 1 SDN 2 Mantingan dalam mengembangkan keterampilan membaca

    CONCEPTUAL DESIGN OF YARLA STABLE BOGOR HORSE RIDING AND ARCHERY EDUCATION AND TRAINING AREA

    No full text
    Pendidikan dan pelatihan berolahraga untuk siswa sekolah tidak hanya dilakukan di dalam ruang kelas, namun juga dapat dilakukan di ruang luar. Salah satu pendidikan olahraga yang saat ini banyak digemari adalah berkuda dan memanah, sehingga diperlukan tempat pendidikan dan pelatihannya. Yarla Stable merupakan suatu kawasan pusat pendidikan dan pelatihan olahraga berkuda dan panahan di ruang luar diperuntukkan siswa-siswa Sekolah Islam Terpadu RLA. Tujuan kegiatan ini adalah membuat desain konseptual Kawasan Yarla Stable sebagai Pusat Pendidikan dan Pelatihan Berkuda dan Panahan untuk sekolah islam terpadu. Metode yang digunakan untuk kegiatan ini adalah metode deskriptif kualitatif dalam perencanaan dan desain lanskap berdasarkan karakter lanskap eksisting. Tahapan desain kawasan ini yakni: 1) project acceptance; 2) research/analysis; 3) concept planning-design. Ruang yang direncanakan sebagai berikut: 1) ruang pengelolaan; 2) ruang pendidikan, latihan, dan rekreasi; 3) ruang pelayanan; 4) ruang terbuka hijau. Aktivitas yang direncanakan di ruang pengelolaan adalah: 1) akitivtas administrasi dan keuangan; 2) aktivitas pengelolaan teknis dan pemeliharaan. Aktivitas yang direncanakan di ruang pendidikan, latihan, dan rekreasi adalah: 1) aktivitas berkuda; 2) aktivitas panahan; 3) aktivitas playground. Aktivitas yang direncanakan di ruang pelayanan adalah: 1) aktivitas beribadah; 2) aktivitas makanan dan jajanan; 3) aktivitas parkir; 4) aktivitas pejalan kaki; 4) aktivitas pengamanan kawasan. Aktivitas yang direncanakan di ruang terbuka hijau adalah: 1) aktivitas penanaman tanaman. Aksesibilitas utama berada di sebelah barat kawasan. Sirkulasi yang direncanakan mulai dari aksesibilitas menuju ke seluruh ruang-ruang aktivitas. Sirkulasi untuk kuda dipisahkan dengan sirkulasi untuk manusia. Fasilitas yang direncanakan merupakan fasilitas yang mendukung berlangsungnya kegiatan-kegiatan berkuda dan panahan

    3,636

    full texts

    4,693

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Universitas Indraprasta PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇