Jurnal Wacana Kesehatan (Nursing Academy Dharma Wacana.)
Not a member yet
    142 research outputs found

    Analisi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Disfungsi Seksual Pasien Penyakit Ginjal Kronik Stadium Akhir Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit Dr. Hi. Abdul Moeloek Bandar Lampung

    Full text link
    Pasien yang menderita penyakit ginjal stadium akhir yang menjalani hemodialisa dalam waktu yang lama akan mengalami disfungsi seksual, dimana dia tidak mampu menikmati aktivitas seksual. Penelitian jenis kuantitatif digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang terkait dengan kejadian disfungsi seksual pada pasien dengan penyakit ginjal kronik stadium akhir yang menjalani hemodialisa. Penelitian jenis deskripsi analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel 68 responden, menggunakan uji chi square dan metode stepwisw mundur, hasil penelitian faktor fisiologis yang signifikan nilai p value 0,000, selanjutnya faktor yang dominan adalah faktor psikologis dengan p value 0,000,pelayanan keperawatan diharapkan mampu meningkatkan pelayanan secara holistik pada aspek fisik dan psikologis dalam rangka meningkatkan kehidupan pasien yang menerita penyakit ginjal kronik stadium akhir yang menjalani hemodialisa

    PENGARUH PENGETAHUAN IBU TENTANG POSYANDU TERHADAP KUNJUNGAN BALITA USIA 1 SAMPAI 5 TAHUN DI POSYANDU PEKON SUKA MERNAH KABUPATEN TANGGAMUS

    Full text link
    ABSTRAK Latar Belakang: Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan oleh masyarakat. Berdasarkan Data dan Informasi Kesehatan Lampung, didapatkan bahwa cakupan penimbangan balita atau D/S tahun 2014 di Indonesia sebesar 76,80%. Dari 10 propinsi regional di Sumatera, tidak ada satu propinsi pun yang memiliki cakupan balita ditimbang D/S yang memenuhi target 85%.Tujuan  penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kunjungan balita.Metode : Desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional dengan populasi adalah semua ibu yang mempunyai balita usia 1 sampai 5 tahun sebanyak 126 orang. Teknik sampling yang digunakan random sampling dengan menggunakan data primer dan skunder. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat melalui uji statistik Chi Square.Hasil: penelitian didapatkan dari 96 responden terdapat katagori pengetahuan kurang 57 orang (59,38%), kunjungan posyandu aktif sebanyak 51 orang (53,12%) dan terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang posyandu dengan kunjungan balita usia 1 sampai 5 tahun berdasarkan nilai p value 0,045 dan OR=2,56.Kesimpulan: penelitian UPT Puskesmas Kedaloman sebaiknya dapat meningkatkan penyuluhan dan sosialisasi tentang kegiatan posyandu kepada masyarakat. Sosialisasi dapat dilakukan dengan penyuluhan secara individu, keluarga atau kelompok dan dapat juga dilakukan dengan berbagai media.                                                                                                                                                       Kata Kunci          : Pengetahuan, kunjungan balita ABSTRACT Background: Integrated Services posts (Posyandu) is one form of health efforts is predicated on community resources are managed and organized by the community. Based on Data and information obtained by that Lampung, Health coverage is weighing a toddler or D/S 2014 in Indonesia of 76,80%. Of the 10 regional provinces in Sumatra Province, no one else has the scope of toddler weighted D/S which meets the target of 85%. The purpose of the research to know the relationship of knowledge with a visit to a toddler.  Methods: design research using the approach of cross sectional population are all mothers who have toddlers age 1 to 5 years as many as 126 people.The sampling techniques used random sampling by using primary data and skunder. Data analysis Univariate and bivariat use through the Chi Square statistical tests.Result: The research results obtained from 96 respondents there is less knowledge requirement of 57 people (59,38%), visits of posyandu active as much as 51 people (53,12%) and there is a relationship between the mother's knowledge about posyandu with the visit of toddlers ages 1 to 5 years based on the value of the p value 0.045 and OR = 2.56.Conclusion: the research Clinics Kedaloman UPT should be able to increase the extension and dissemination of posyandu activities to the community. Socialization can be done with individual counselling, family or group and can also be done with a variety of media. Keyword: Knowledge, Toddler visi

    ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN AKPER DHARMA WACANA METRO ANGKATAN XXIII SAAT PERTAMA TINGGAL DI ASRAMA

    Full text link
    Abstrak Latar Belakang: Kecemasan adalah sebuah emosi dan pengalaman subyektif dari seseorang. Kecemasan juga dapat diartikan suatu keadaan yang membuat  seseorang tidak nyaman dan terbagi dalam beberapa tingkatan. Jadi cemas berkaitan dengan perasaan yang tidak pasti dan tidak berdaya.Tujuan penelitian  adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan mahasiswa program studi  DIII Keperawatan Akper Dharma wacana Metro Angkatan XXIII saat pertama tinggal di asrama Metode: Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan Studi Cross Sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 112 responden. Data diperoleh dengan tehnik wawancara menggunakan kuesioner. Analis data menggunakan Uji Chi square, dengan tingkat kepercayaan 95% dan multipel regresi logistik.Hasil:  penelitian  menunjukkan bahwa ada hubungan variabel  tempat tinggal  (p-value = 0,028), hubungan interpersonal (p-value = 0.028), penyesuaian diri (p-value = 0,019) dengan kesemasan, dan tidak ada hubungan persepsi makanan (p-value = 1,000) dan tekanan kelompok (p-value = 0,131). Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kecemasn adalah penyesuaian peran diri (OR = 2,012). Kesimpulan: Tempat tinggal , hubungan interpersonal, penyesuaian diri  berhubungan dengan kecemasan pada mahasiswa Akper Dharma Wacana Metro Kata Kunci          : Tempat tinggal, hubungan interpersonal, penyesuaian peran diri, kecemasan  Abstract Background: Anxiety is an emotional and subjective experience of a person. Anxiety can also be interpreted a condition that makes a person uncomfortable and divided into several levels. So anxiety associated with feelings of uncertainty and not berdaya.Tujuan study is to determine the factors associated with anxiety student of Nursing Nursing DIII Dharma discourse Force XXIII Metro first time staying in a dorm.Methods: This research is a quantitative approach Cross Sectional Study. The samples used by 40 respondents. Data were obtained by interview techniques using questionnaires. The data were analyzed using Chi-square test, with a confidence level of 95% and multiple logistic regression.Results: The study showed that there is a relationship variables residence (p-value = 0.028), interpersonal relationships (p-value = 0.028), the adjustment (p-value = 0.019) with anxiety, and no relationship perception of food (p-value = 1.000) and pressure groups (p-value = 0.131). The most dominant factor related to anxiety is the role of self-adjustment (OR = 2.012).Conclusion: A place to stay, interpersonal relationships, self-adjustment associated with anxiety on Nursing student Dharma Wacana Metro Keywords: residence, interpersonal relationships, self-adjustment role, anxietyÂ

    Gambaran Agresivitas Perilaku Seksual Remaja Putra SMA di Jakarta Selatan

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi gambaran dan perbedaan tingkat agresivitas perilaku seksual remaja putra SMA di Jakarta Selatan dari latar belakang demografi remaja tersebut. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif sederhana dengan teknik pengambilan data secara cross sectional. Jumlah responden yang diteliti sebanyak 100 orang dengan instrumen berupa kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perilaku seksual agresif  sebesar 28%. Perbedaan agresivitas perilaku seksual remaja putra berdasarkan data demografinya hanya terdapat pada variabel pengalaman berpacaran yaitu dengan p value=0.038; α=0,05. Latar belakang demografi lainnya berdasarkan p value  yang diperoleh, tidak terlihat adanya perbedaan dengan agresivitas perilaku seksual. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa remaja yang sudah berpengalaman pacaran memiliki kecenderungan untuk berperilaku seksual lebih agresif.Â

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERILAKU MAKAN PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARSARI METRO UTARA TAHUN 2013

    Full text link
    Hipertensi adalah suatu keadaan di mana terjadi peningkatan tekanan darah di atas ambang batas normal yaitu apabila tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan tekanan darah distolik > 90 mmHg. Prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 31,7% dari populasi pada usia 18 tahun ke atas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku makan penderita hipertensi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di wilayah kerja Puskesmas Pujokerto Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan Studi Cross Sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 140 responden. Informasi dari responden diperoleh menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variable umur, jenis kelamin, status pekerjaan,  tingkat pendidikan, persepsi dan paparan media secara statistik tidak terbukti berpengaruh terhadap perilaku makan penderita hipertensi. Sedangkan variabel yang terbukti berpengaruh terhadap perilaku makan penderita hipertensi meliputi Dukungan petugas kesehatan (p-value=0,001, OR=5,374 CI;95% 2,044-14,129), dukungan keluarga (p-value= 0,006, OR= 4,484 CI;95% 1,526-13,170), pengetahuan (p-value= 0.028, OR=4,488 CI;95% 1,171-17,195), dan sikap responden (p-value= 0,039, OR=2,997 CI;95% 1,056-8,510). Dukungan petugas kesehatan merupakan salah satu faktor yang paling signifikan dalam mempengaruhi perilaku makan penderita hipertensi. Oleh karena itu, diharapkan petugas kesehatan dapat meningkatkan program-program yang telah ad

    GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA AKPER DHARMA WACANA METRO ANGKATAN XXII SAAT PERTAMA TINGGAL DIASRAMA AKPER DHARMA WACANA METRO

    Full text link
    Kecemasan adalah gangguan alam perasaan ketakutan / kehawatiran yang mendalam dan berkelanjutan, perilaku dapat terganggu tetapi masih dalam batas-batas normal. Kecemasan banyak ditemui pada mahasiswa saat menghadapi lingkungan baru. Tujuan penelitian  adalah untuk mengetahui gambaran Akper Dharma wacana Metro Angkatan XXII saat pertama tinggal di asrama Akper Dharma wacana dengan mengukur tingkat kecemasan mahasiswa. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, yaitu mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada mahasiswa Akper Dharma wacana Metro Angkatan XXII saat pertama tinggal di asrama Akper Dharma wacana. Sedangkan teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 108 responden. Upaya mengukur tingkat kecemasan dengan menggunakan ZSAS yang telah diadaptasi terdiri dari 38 item pernyataan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa didapatkan 95 orang ( 87 %)  mengalami kecemasan ringan, ada sebanyak 13 orang (  12 %) mengalami kecemasan sedang dan ada 1 orang (1%) yang mengalami tingkat kecemasan berat. Hal ini memberikan arti bahwa kecemasan pada mahasiswa Akper Dharma wacana Metro Angkatan XXII saat pertama tinggal di asrama Akper Dharma wacana secara umum adalah  kecemasan ringan. Saran yang disampaikan antara lain dilakukan secara khusus kepada pihak akper dharma wacana Metro khususnya pengelola asrama perlunya pengarahan, penguatan mental serta bimbingan dan arahan di asrama. Bagi mahasiswa baru yang tinggal pertama di asrama perlu melakukan teknik relaksasi dengan cara mengendurkan otot pada tangan, lengan, kaki, perut, punggung, bahu, leher, dahi hingga mencapai relaksasi kemudian  berkonsentrasi sambil berdoa sebelum saat terjadi kecemasan

    HUBUNGAN PERSEPSI PASIEN PADA PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG PAVILIUN RSUD JEND. AHMAD YANI METRO

    Full text link
    Latar belakang: Kepuasan pasien adalah indikator pertama dari standar suatu rumah sakit dan merupakan suatu ukuran mutu pelayanan. Kepuasan pasien yang rendah akan berdampak terhadap jumlah kunjungan dirumah sakit. Sikap perawat terhadap pasien juga akan berdampak terhadap kepuasan pasien dimana kebutuhan pasien dari waktu ke waktu akan meningkat, begitu pula tuntutannya akan mutu pelayanan yang diberikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persepsi pasien pada pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien di Ruang Paviliun RSUD Jend. Ahmad Yani Metro tahun 2014.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan survey analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien RSUD Jend. Ahmad Yani Metro sebanyak 64 dan seluruhnya dijadikan sampel. Analisis dalam penelitian ini menggunakan uji chi square.Hasil: Hasil penelitian didapatkan sebesar 85,94% pasien memiliki persepsi dalam kategori baik, dan 68,8% memiliki tingkat kepuasan dalam kategori puas. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara persepsi pasien pada pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien (p-value= 0,022 <a 0,05; OR 5,857 (CI;95%: 1,290-26,590).Kesimpulan: Persepsi dan tingkat kepuasan pasien dapat memberikan gambaran bagaimana pelayanan keperawatan yang dilakukan oleh perawat. Oleh karena itu, Seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan menuntut perawat saat ini memiliki pengetahuan dan keterampilan di berbagai bidang. Saat ini perawat memiliki peran yang lebih luas dengan penekanan pada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit, juga memandang klien secara komprehensif.Â

    PENGARUH BODY MASS INDEX DENGAN PREVALENSI DAN DERAJAT GEJALA PMS PADA MAHASISWI AKADEMI KEPERAWATAN DHARMA WACANA METRO

    Full text link
    Pre Menstrual syndrome (PMS)  merupakan sekumpulan gejala yang di mulai satu minggu sampai beberapa hari sebelum datangnya haid, dan menghilang sesudah haid datang. Jenis penelitian deskrptif dengan rancangan penelitian Cross Sectional, bertujuan mengetahui prevalensi dan pengaruh  antara Body Mass Index (BMI) dengan prevalensi PMS dan derajat gejala PMS pada mahasiswi Akper Dharma Wacana Metro. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi Akper Dharma Wacana Metro tingkat I, II dan III Tahun ajaran 2013/ 2014. Sampel penelitian sebanyak 82 responden. Hasil analisis diperoleh sebagian besar responden (89 %) menderita PMS. Analisis derajat gejala PMS terhadap 73 responden yang mengalami PMS diperoleh 80,8% mengalami gejala PMS ringan, 19,2% mengalami gejala PMS sedang dan 0% mengalami gejala PMS berat. Sebanyak 56,1% responden dengan berat badan normal. 34,1% dengan  berat badan kurang dan hanya sebagian kecil (9,8%) dengan berat badan berlebih. Uji chi square diperoleh kesimpulan tidak ada perbedaan proporsi kejadian PMS antara mahasiswi yang mempunyai berat badan kurang, berat badan normal dan berat badan berlebih (p value = 0,067). Artinya tidak ada pengaruh BMI dengan prevalensi PMS.  Selain itu, tidak ada perbedaan proporsi derajat gejala PMS  antara mahasiswi yang mempunyai berat badan kurang, berat badan normal dan berat badan berlebih      (p value = 0,079). Artinya tidak ada pengaruh BMI dengan derajat gejala PMS. Kejadian PMS dapat dicegah dan diminimalisir dengan cara modifikasi pola hidup dengan cara komunikasi masalah PMS dengan orang terdekat, dengan penurunan asupan garam dan karbohidrat, penurunan konsumsi kafein dan olahraga secara teratur

    DUKUNGAN INFORMASI DARI KELUARGA DAPAT MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP LANSIA HIPERTENSI

    Full text link
    Jumlah lansia hipertensi di Puskesmas Jekan Raya meningkat. Pengamatan lapangan, keluarga kurang memberikan dukungan dalam pengendalian hipertensi, sehingga menganggap sembuh jika tekanan darah lansia menurun. Tujuan penelitian mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia. Desain menggunakan cross sectional pada 108 lansia dan keluarga, dengan teknik klaster proporsional. Hasil menunjukkan ada hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia. Salah satu elemen dukungan keluarga berhubungan bermakna adalah dukungan informasi setelah dikontrol dengan pendidikan, penghasilan, asuransi kesehatan. Direkomendasikan pada pengambil keputusan keperawatan lansia agar meningkatkan program kesehatan lansia berbasis keluarga untuk meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pemberian informasi tentang kesehatan bagi lansia

    parents analysis of the children with autism in the development in yayasan harapan mulia jambi

    No full text
    Autism is a disorder growth identified byan abnormal growth appeared before 3 years old, in which children have three abnormal functions in the term of social interaction, communication and behavior. Mostly, brain disorder on children is not curable but it is treatable through early, integrated, and intensive therapy. This research was conducted at Yayasan Harapan Mulya Jambi. The purpose of this study was to analyze the role of parents toward hyperactive children growth from 6 to 30 june 2016. Qualitative study  was presented descriptively. Then, Data were collected through in-depth interview, observation, and document studies. There were 6 participants having autism children (2-9 years old) and 1 therapist from Yayasan Harapan Mulia Jambi.There were 5 themes emerged in this study, they were 1)the perspective of parents toward hyperactive children, 2) the role of parents toward hyperactive children, 3) the perspective of parents toward behavior changes occurred on hyperactive children  , 4) the parents’ expectation toward children growth changes, and 5) obstacle in doing the role.The study revealed that some of parents had done the role optimally based on their children need. Although they had not known well their children need. Also, there were some obstacles to do their role. Good role of parents can assist in increasing hyperactive children growth

    132

    full texts

    142

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Wacana Kesehatan (Nursing Academy Dharma Wacana.)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇