Jurnal Wacana Kesehatan (Nursing Academy Dharma Wacana.)
Not a member yet
142 research outputs found
Sort by
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELULUSAN UJI KOMPETENSI MAHASISWA PROFESI NERS STIKES JENDERAL ACHMAD YANI YOGYAKARTA
Penekanan pengembangan dan pembinaan pendidikan tinggi keperawatan di masa depan lebih diarahkan pada upaya meningkatkan mutu pendidikan, sehingga lulusan benar-benar menunjukkan sikap profesional, menguasai ilmu pengetahuan keperawatan dalam kadar yang memadai, serta menguasai keterampilan profesional keperawatan. Kompetensi seorang perawat adalah sesuatu yang ditampilkan secara menyeluruh oleh seorang perawat dalam memberikan pelayanan professional kepada klien, mencakup pengetahuan, keterampilan, dan pertimbangan yang dipersyaratkan dalam situasi praktik.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi. Penelitian dilakukan di Stikes Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Penggunaan pendekatancross-sectional pada penelitian ini karena tidak adanya intervensi apa pun dan pengambilan data dilakukan sekali waktu. Hasil penelitian didapatkan faktor IPK S1 keperawatan p 0,002 dengan r 0,836 ada hubungan, IPK ners p0,106 tidak ada hubungan, sarana prasarana akademik p 0,001 dengan r 1 ada hubungan, faktor lingkungan p 0,807 tidak ada hubungan, tingkat spiritual p0,617 tidak ada hubungan, tipe kepribadian p 0,846 tidak ada hubungan, tingkat kecemasan p 0,143 tidak ada hubungan, jenis kelamin p 1,0 tidak ada hubungan, dan program peminatan p 0,976 tidak ada hubungan.Faktor yang mempengaruhi kelulusan uji kompetensi adalahg IPK akademik S1 keperawatan dan sarana prasarana akademik
EFFECT OF HEALTH EDUCATION ON STUDENT KNOWLEDGE IN DEALING DISASTER IN SD PADOKAN BANTUL YOGYAKARTA
Background: Bantul is one of the areas in Yogyakarta that is at risk of disaster. The results of interviews with the head of SD N 2 Padokan found that the school had never had any training on disaster and not yet implemented the curriculum on disaster mitigation. Children are age groups that are very vulnerable to the impact of both physical and psychological disasters. Knowledge of disaster preparedness is important for disaster preventionThe purpose of the study: to determine the effect of health education on knowledge of student preparedness to earthquake disaster events in SD N 2 Padokan, Bantul.Method: This research is quantitative research with quasi experiment design. The design used was pre test and post test nonequivalent control group. The number of samples in the intervention group and the control group were 27 students of class V. The sampling were collected by purposive sampling according to the criteria. Methods of data collection using questionnaires and using nonparametric statistical analysis Wilcoxon with the help of SPSS v.17 for Windows program.Results: The results showed no effect of health education on earthquake disaster preparedness knowledge in SD N 2 Padokan obtained p value 0.480 with α 0.05. In the intervention group the difference of knowledge before and after is indicated by p value 0.180, while for the control group 1,000.Conclusion: there is no effect of health education on disaster preparedness knowledge in SD N 2 Padokan. Â
EFEKTIFITAS BACKMASSAGE TERHADAP FATIGUE PADA PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI
Pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi dapat mengalami gangguan irama sirkandian berupagangguan siklus tidur dan berakibat terjadinya fatigue. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas backmassage terhadap fatigue pada pasien kanker payudara. Penelitian ini menggunakan quasi experimental pretestposttestgroup design, metode pengumpulan sampel secara purposive sampling. Sampel penelitian adalah 42pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi dengan skor fatigue ≤ 30. Pengukuran fatigue menggunakaninstrumen Brief Fatigue Inventory (BFI). Hasil uji paired t testmenunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikanantara BFI sebelum kemoterapi dengan setelah kemoterapi (p value = 0,000) pada kelompok intervensi
PENGARUH KEPATUHAN PENGOBATAN TERHADAP KEJADIAN KEKAMBUHAN PADA ANAK PENGIDAP SINDROM NEFROTIK
Sindrom Nefrotik (SN) merupakan gangguan ginjal terbanyak yang dijumpai pada anak. Anak dengan SN sebagian besar mengalami kekambuhan yang akan mempengaruhi kualitas hidup anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengetahuan orang tua, kepatuhan pengobatan dan kepatuhan diet terhadap kejadian kekambuhan anak SN. Desain penelitian ini adalah potong lintang pada 86 sampel dengan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi Square. Hasil menunjukkan kepatuhan pengobatan berpengaruh terhadap kejadian kekambuhan pada anak SN. Kepatuhan pengobatan merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian kekambuhan (p value = 0,034, α 5 %). Perawat penting memberikan pendidikan kesehatan tentang penyakit SN guna mencegah kekambuhan
PERBEDAAN HASIL BELAJAR METODE KONVENSIONAL DAN JINGSAW PADA MATA AJAR ETIKA KEPERAWATAN
Metode pembelajaran konvensional telah lama dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara pendidik dan mahasiswa dalam proses pembelajaran.  Ciri-ciri dari metode yang berpusat pada pendidik ini,  ditandai dengan ceramah yang diiringi dengan penjelasan, serta pembagian tugas dan latihan. Ditemukan permasalahan dalam menggunakan metode ini yaitu   kesulitan  untuk menjaga agar peserta didik tetap tertarik dengan apa yang dipelajari yang berdampak terhadap hasil belajar.  Guna mengatasi kesulitan tersebut dikembangkan  berbagai strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan partisipasi mahasiswa. Salah satunya  metode pembelajaran kooperatif  model jigsaw. Model jigsaw adalah sebuah metode belajar yang menitik beratkan kepada kerja kelompok dalam bentuk kelompok kecil. Kelebihan model ini, mahasiswa memiliki banyak kesempatan untuk mengemukakan pendapat dan mengelola informasi yang didapat sehingga dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi, meningkatkan tanggung jawab anggota kelompok atas keberhasilan kelompoknya, serta meningkatkan  ketuntasan bagian materi yang dipelajari. Desain penelitian yang digunakan quasi eksperimental. Jenis rancangan pretest-postest with control group. Subjek penelitian berjumlah 94 orang mahasiswa DIII Keperawatan Kotabumi. Analisis data dilakukan tiga tahap, pertama menganalisis nilai pretest dan posttes metode konvensional. Tahap kedua menganalisis nilai pretest dan posttes metode Jigsaw. Tahap ketiga membandingkan posttes metode konvensional dan Jigsaw. Hasil yang didapat, nilai posttest model pembelajaran Jigsaw lebih tinggi dari nilai posttest model pembelajaran konvensional (Mann-Whitney U Test p= 0,024 ; α = 0.05). Kesimpulan, model pembelajaran jigsaw lebih efektif untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa, dan disarankan untuk diterapkan dalam proses pembelajaran.  Kata Kunci: Hasil belajar, jigsaw, konvensional, metode pembelajara
PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PREOPERASI KANKER PAYUDARA
Kecemasan merupakan kekhawatiran yang tidak jelas disertai oleh perasaan takut, pasien yang akan menjalanipembedahan pada umumnya mengalami cemas dari mulai ringan sampai berat. Tujuan penelitian ini untukmengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kecemasan pada pasien preoperasi kanker payudara diRSUD Pringsewu tahun 2015. Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperimen semu dengan rancangan pre and post test without control. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien preoperasi kanker payudara yangmengalami kecemasan dan jumlah sampel sebanyak 32 responden. Uji statistik yang digunakan adalah analisisunivariat dan bivariat dengan menggunakan uji paired t test. Hasil penelitian analisis univariat didapatkan bahwapasien preoperasi kanker payudara di RSUD Pringsewu sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebagian besarmengalami cemas sedang (59,4%), dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan paling banyak mengalamicemas ringan (40,6%), sedangkan analisa bivariat didapatkan ada pengaruh signifikan pendidikan kesehatanterhadap kecemasan pasien preoperasi kanker payudara dengan p value 0,001< α (0,05). Disarankan agarperawat memberikan pendidikan kesehatan pada pasien-pasien yang akan menjalani pembedahan untukmengurangi kecemasan
HUBUNGAN STATUS EKONOMI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS BERNUNG PESAWARAN
Anemia pada kehamilan merupakan indikator kesehatan yang buruk. Penyebab utama dari kejadian anemiamerupakan asupan makanan yang tidak memadai yang dilatar belakangi dari pendapatan keluara. Penelitian inibertujuan untuk melihat hubungan statsu ekonomi dengan kejadian anemia pada ibu hamil Trimester III diPuskesmas Bernung Kabupaten Pesawaran.Penelitian ini menggunakan desain analitikdengan pendekatan crosssectional. Populasi target pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Wilayah Puskesma Bernunng. Sampelpada penelitian ini adalah ibu hamil Trimester III yang datang ke Puskesmas Bernung yang telah memenuhikriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah 87 orang. Hasil diperoleh bahwa ada sebanyak 25 orang (61,0 %) ibuyang berpenghasilan UMP.Disarankan pada ibu hamil dengan status ekonomi yang berisiko untuk rutin melakukan kunjungan antenatal,mendapatkan pendidikan kesehatan agar dapat mengkomsumsi tablet Fe dan makanan bergizi dengan hargamurah
PENGARUH PEMBERIAN JUS BUAH BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI L.) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS RAWASARI KOTA JAMBI
Hipertensi merupakam penyakit yang tidak dapat disembuhkan hanya dapat dikontrol, dalam mengontrolhipertensi kita dapat memanfaatkan pengobatan farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu obatnonfarmakologi yang dapat mengontrol tekanan darah adalah belimbing wuluh. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh pemberian jus buah belimbing wuluh pada penderita hipertensi. Desain penelitian yangdigunakan dalam penelitian ini adalah Pra Eksperimental dengan rancangan One Group Pre-test and Post-testDesign, responden dalam penelitian ini sebanyak 32 responden. Data diolah dengan analisis secara univariat danbivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak (100%) responden sebelumdilakukan intervensi tekanan darah responden rata – rata 155.62 /88.88 mmHg kemudian setelah dilakukanintervensi tekanan darah responden rata – rata 126.56/83.19 mmHg. Dari analisis bivariat sebelum dan sesudahintervensi didapatkan hasil p-value = 0.000 (p<0.05) dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian jusbelimbing wuluh terhadap penurunan tekanan darah. Diharapkan agar petugas kesehatan dapatmendemonstrasikan dan memberikan penyuluhan tentang pemanfaatan belimbing wuluh untukmengontroltekanan darah pada penderita hipertensi
PERSEPSI MAHASISWA KEPERAWATAN MENGENAI PEMIMBINGAN KLINIK DI AKPER DHARMA WACANA METRO
Memasuki era Masyarakat Ekonomi Asia (MEA), melahirkan tuntutan akan pelayanan kesehatan yang profesional. Bentuk pelayanan profesional ini diberikan oleh perawat yang memiliki kemampuan, sikap dan kepribadian yang sesuai dengan tuntutan profesi keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa keperawatan mengenai bimbingan klinik di Akper Dharma Wacana Metro. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif non eksperimental dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 67,7 % responden ingin pembimbing meluangkan waktu untuk evaluasi dirinya dengan mahasiswa. Sebanyak 67,7 % responden setuju metode tim dan studi kasus selalu dilakukan dalam bimbingan klinik namun 67,7 % responden menyatakan metode bed side teaching tidak selalu dipraktikkan. 90,3% responden menyatakan lahan klinik memiliki keanekaragaman kasus dan pasien serta 33 % responden menyatakan staf keperawatan di lahan praktek klinik kurang mampu memberikan pelayanan keperawatan yang efektif kepada pasien. Dalam proses pembimbingan perlu dilakukan perpaduan metode diantaranya adalah metode bed side teaching, metode observasi, studi kasus dan metode tim. Disamping itu tersedianya fasilitas fisik, pembimbing klinik, keanekaragaman kasus dan jumlah pasien serta manajemen keperawatan yang baik di lahan praktik turut memberikan kontribusi dalam proses pendidikan klinik bagi profesi keperawatan.   Â
HUBUNGAN IBU HAMIL PEROKOK PASIF DENGAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH (BBLR) PADA BAYI BARU LAHIR DI KABUPATEN PRINGSEWU LAMPUNG
Indonesia merupakan negara dengan Angka Kematian Bayi (AKB) yang masih tergolong tinggi meskimengalami penurunan tiap tahunnya. Jumlah AKB yang tinggi salah satunya disebabkan karena Berat Bayi LahirRendah (BBLR). Bayi dengan BBLR adalah keadaan bayi yang baru dilahirkan memiliki berat badan kurangdari 2500 gram. Kejadian BBLR dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah ibu perokok pasif. Asaprokok yang di hirup oleh wanita hamil merupakan salah satu yang menyebabkan BBLR pada bayi yang akandilahirkannya. Pencegahan bayi dengan BBLR dapat diatasi dengan kerjasama dari berbagai pihak yang beradadekat dengan ibu hamil untuk tidak merokok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubunganperokok pasif dengan kejadian BBLR pada bayi baru lahir .Desain penelitian yang digunakan adalah analitikdengan pendekatan case control . populasi penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir yang ada di BPMMargiati tahun 2011-2014 dengan jumlah 310 bayi. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 44 bayi. Alatpengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisisunivariabel dan bivariabel.Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji Chi Square(×2) dengan Confidence Interval 95% diperoleh nilaiÏ-value <0.05. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara ibu hamilperokok pasif dengan kejadian bayi BBLR