e-Jurnal Poltekkes Tanjungkarang
Not a member yet
    1715 research outputs found

    The Influence of Interpregnancy Interval and Iron Tablet Adherence on the Occurrence of Anemia Among Pregnant Women

    Full text link
    Anemia in pregnancy is a significant public health concern that contributes to maternal morbidity, adverse pregnancy outcomes, and neonatal complications. This study aimed to analyze the effects of the interpregnancy interval and adherence to iron–folic acid (IFA) tablet use on the incidence of anemia among pregnant women. A cross-sectional analytic survey was conducted in Tanjung Sari District, Lampung, Indonesia, involving 114 pregnant women selected through purposive random sampling from a total population of 334, including pregnant women aged 18–45 years in the first or second trimester, with at least one previous pregnancy, complete ANC records, and willingness to participate. Data were collected through structured questionnaires, anthropometric measurements, and documentation review. Anemia was assessed based on hemoglobin levels, while interpregnancy interval and IFA adherence were measured using standardized tools. Bivariate analysis was performed using the chi-square test, and multivariate analysis employed logistic regression to identify predictive factors. Results revealed that 40.4% of respondents were anemic. Pregnant women with an interpregnancy interval of less than 24 months were more likely to experience anemia compared to those with an interval of 24 months or more (p = 0.002). In addition, poor adherence to IFA tablet consumption was strongly associated with a higher prevalence of anemia (p<0.001). Logistic regression confirmed both interpregnancy interval and IFA adherence as significant predictors of anemia. Maintaining an optimal interpregnancy interval and improving adherence to IFA supplementation are critical strategies to prevent anemia during pregnancy.

    A Taste for Sweetness: Exploring Sugar-Sweetened Beverages Preferences Among College Students

    Full text link
    The consumption of sugar-sweetened beverages (SSB) is increasingly common among university students, raising concerns about long-term metabolic risks. This study aimed to describe SSB consumption patterns among university students in Malang City. A descriptive cross-sectional survey was conducted in July–August 2024 using an online questionnaire distributed through voluntary sampling. A total of 382 students participated. Data collected included demographics and SSB consumption habits; body weight and height were self-reported with instructions to refer to recent measurements. Results showed that 73.8% of students consumed SSB, most often during the day, with packaged tea being the most preferred type. Taste (45.3%) and affordability (38.7%) were the main purchase reasons, and minimarkets were the most common place of purchase. Overall, SSB intake among students was high, highlighting the need for educational interventions to promote healthier beverage choices

    Accuracy Patient Management in the Emergency Room: Social Cognitive Theory Insights

    Full text link
    Emergency healthcare services play a crucial role in patient survival, particularly in emergency departments (ED) where timely and accurate decision-making is vital. This study aims to analyze the personal, behavioral, and environmental factors that influence the accuracy of patient management in emergency departments, using the Social Cognitive Theory framework. An observational, cross-sectional study was conducted among 107 emergency nurses from all hospitals in Toraja, selected using total sampling. Independent variables included personal, behavioral, and environmental aspects, while the dependent variable was patient management accuracy. Data were collected using a validated questionnaire and analyzed through univariate, bivariate, and multivariate linear regression using statistical application. The study was approved by the Health Research Ethics Committee (Approval No: 0723419/EC/KEPK/I/05/2025). Results indicated an R-squared value of 0.502, suggesting that 50.2% of the variance in patient management accuracy could be explained by the three independent variables. Multivariate analysis revealed that the behavioral factor had the most significant influence (p=0.000; B=0.567). Behavioral factors play the most significant role in determining the accuracy of patient management in emergency departments, followed by environmental and personal factors. Strengthening clinical skills, teamwork, and adherence to protocols is essential to improving emergency care outcomes. Hospitals should prioritize continuous training, competency-based evaluations, and supportive work environments to enhance behavioral performance among emergency nurses. Future research is recommended to employ longitudinal designs to understand causal pathways better and to include broader healthcare roles beyond nursing

    Status Glikemik dan Tingkat Deteksi Bakteri Tahan Asam pada Pasien Diabetes Melitus

    Full text link
    Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan salah satu faktor risiko komorditas yang paling signifikan terkait dengan tuberkulosis paru (TB) di seluruh dunia. Kadar glukosa darah yang tinggi secara terus menerus pada DM dapat merusak sistem imun seluler, yang memicu peningkatan dalam replikasi   Kondisi hiperglikemia kronis pada DM mengganggu imun seluler, yang memicu peningkatan dalam replikasi Mycobacterium tuberculosis dan emingkatkan jumlah bakteri. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan potong lintang, melibatkan 50 pasien sebagai sampelnya. Terdapat tiga jenis analisis data yang dilakukan  : analisis deskriptif, Chi Square dengan nilai Odds Ratio sebesar  26 dengan nilai p < 0,001, serta regresi logistik dengan Adjusted Odds Ratio  sebesar 6,25. Temuan dari analisis Chi Square menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara status glikemik yang tidak terkontrol dan hasil BTA positif.     Pasien TB yang juga mengidap DM menunjukkan risiko 6,25 kali lebih tinggi untuk memiliki beban bakteri yang lebih besar dibandingkan dengan pasien TB yang tidak memiliki DM

    Intervensi Kesehatan Lingkungan dalam Penanggulangan Stunting di Desa Cilimus, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung

    Full text link
    Salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan di Indonesia saat ini adalah penyakit kurang gizi, stunting, dimana penyakit ini dapat berdampak kegiatan secara ekonomis. Banyak faktor penyebab, baik lansung maupun tidak langsung, contohnya secara langsung faktor masalah gizi, ibu hamil, pola pengasuhan anak balita, dsb. Sedangkan penyebab tidak langsung seperti faktor keadaan lingkungan rumah (sanitasi), perilaku kebersihan diri (higiene), dsb. Penanggulangan secara langsung adalah dengan intervensi program-program perbaikan gizi yang sudah banyak dilakukan. Sedangkan secara tidak langsung yaitu melalui intervensi kesehatan lingkungan masih relatif sedikit. Oleh sebab itu melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Tanjungkarang melakukan intervensi kesehatan lingkungan dengan kegiatan memberi contoh pembangunan Jamban Sehat Sederhana, di Desa Cilimus, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Desa ini angka stuntingnya cukup tinggi, maka dari kabupaten sebagai lokus kegiatan stunting. Selain angka Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF), masih cukup tinggi yaitu mencapai 30 KK, yang belum mempunyai Jamban Sehat Sederhana. Kegiatan Pembangunan Jamban Sehat Sederhana yang dilakukan oleh para Dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Tanjungkarang, hanya bersifat edukasi dan stimulan atau memberi contoh pembuatan Jamban Sehat Sederhana. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu pihak desa memberi percontohan membuat jamban keluarga yang sehat sederhana. Sasaran atau peserta diikuti oleh 30 orang mewakili kepala keluarga. Hasil dari Pengabdian kepada Masyarakat adalah satu unit percontohan Jamban Sehat Sederhana. Saran pengembangannya adalah dengan menggunakan Dana Desa untuk membangun Jamban Sehat untuk mencapai ODF

    Pemeriksaan Glukosa Darah Puasa sebagai Skrining Diabetes Mellitus pada Pengurus Panti Asuhan Mustika Bandar Lampung

    Full text link
    Diabetes melitus merupakan salah satu tantangan kesehatan global dengan angka kejadian yang terus meningkat setiap tahunnya, termasuk di Indonesia. Pemeriksaan glukosa darah puasa merupakan metode skrining yang efektif untuk mendeteksi dini risiko penyakit ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan melakukan pemeriksaan glukosa darah puasa serta memberikan edukasi kesehatan mengenai diabetes mellitus kepada pengurus Panti Asuhan Mustika Bandar Lampung. Pelaksanaan kegiatan mencakup pengukuran kadar glukosa darah puasa menggunakan glukometer, kemudian dilanjutkan dengan sesi penyuluhan interaktif terkait pencegahan dan penatalaksanaan diabetes. Kegiatan diikuti oleh 16 peserta, dan hasilnya menunjukkan bahwa 6 orang (37,5%) memiliki kadar glukosa darah puasa melebihi batas normal (>126 mg/dL), termasuk satu peserta berusia di bawah 40 tahun dengan kadar 326 mg/dL. Persentase ini tergolong tinggi dibandingkan prevalensi diabetes pada populasi dewasa di Indonesia (10,9% berdasarkan Riskesdas 2018). Beberapa faktor yang kemungkinan berperan antara lain tingginya beban kerja, pola makan yang kurang sehat, rendahnya aktivitas fisik, serta minimnya pemeriksaan kesehatan berkala. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan data awal kondisi kesehatan peserta, tetapi juga meningkatkan wawasan mereka melalui edukasi yang diberikan. Oleh karena itu, skrining kesehatan rutin dan edukasi gizi serta gaya hidup sehat direkomendasikan untuk diterapkan secara berkesinambungan pada kelompok berisiko

    Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Lingkungan terhadap Perindukan Aedes aegypti di Desa Nampu, Gemarang, Madiun

    Full text link
    Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi tantangan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Madiun. Desa Nampu, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun merupakan salah satu wilayah dengan kasus DBD yang bervariasi setiap tahunnya. Puskesmas Gemarang sebagai leading sector kesehatan telah melakukan berbagai upaya pengendalian, namun partisipasi masyarakat masih perlu ditingkatkan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Jumantik Desa Nampu dalam pengelolaan lingkungan untuk meminimalisir tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan praktik lapangan meliputi bionomik nyamuk, penyelidikan epidemiologi kasus DBD, serta praktik pemeriksaan jentik dan perhitungan Angka Bebas Jentik (ABJ). Sebanyak 40 kader Jumantik menjadi peserta kegiatan. Hasil pre-test menunjukkan sebagian besar peserta memiliki skor 60–80, dan setelah intervensi terjadi peningkatan rata-rata sebesar 10%. Antusiasme peserta terlihat tinggi pada sesi diskusi dan tanya jawab. Kegiatan praktik menunjukkan kader mampu melakukan pemantauan jentik sesuai pedoman Kemenkes. Disimpulkan bahwa intervensi ini efektif meningkatkan kapasitas kader jumantik dalam edukasi masyarakat terkait pengelolaan lingkungan dan diharapkan berkontribusi terhadap penurunan kasus DBD

    Optimasi Konsentrasi Primer dan Suhu Annealing untuk Deteksi Gen mecA pada Bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dari Rumah Sakit

    Full text link
    Abstrak   Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan bakteri S.aureus yang resisten terhadap antibiotik β-laktam dan berperan penting dalam infeksi nosokomial di rumah sakit. Gen mecA berfungsi sebagai penanda molekuler untuk strain MRSA yang dapat dideteksi menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR), di mana efisiensi amplifikasi dipengaruhi oleh konsentrasi primer dan suhu annealing. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi primer dan suhu annealing yang optimal dalam mendeteksi gen mecA pada bakteri MRSA udara di ruangan rumah sakit. Metode pada penelitian ini menggunakan desain eksperimental. Suhu annealing divariasikan menjadi 53°C, 55°C, 57°C, dan 59°C, serta konsentrasi primer divariasikan menjadi 5 µM dan 10 µM. Analisis pita DNA dilakukan secara visual menggunakan UV transluminator dan luas area pita DNA menggunakan aplikasi imageJ. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suhu annealing 53°C menghasilkan amplifikasi gen mecA yang lebih optimal dibandingkan suhu annealing 55°C, 57°C, dan 59°C. Selain itu, penggunaan konsentrasi primer 10 µM memberikan hasil amplifikasi yang lebih baik dibandingkan dengan konsentrasi primer 5 µM. Kesimpulan dari penelitian ini adalah suhu annealing 53°C dan konsentrasi primer 10 µM merupakan kombinasi yang optimal dalam mendeteksi gen mecA pada bakteri MRSA, baik secara visual maupun kuantitatif.

    Correlation of Lifestyle and Gender with Hypertension Incidence

    Full text link
    Hypertension is a disease whose initial cause is unknown, therefore hypertension is called a silent killer. Factors suspected of causing hypertension come from unhealthy lifestyles. In addition, gender is also a factor that affects blood pressure. The purpose of this study was to determine the relationship between lifestyle and gender and the incidence of hypertension. This study used a quantitative method, with a cross-sectional design. This population is based on research from a preliminary survey at Dr. Moewardi Surakarta Hospital of 10,252 patients. A sample of 109 participants was obtained using a purposive sampling technique. Research data were collected using a lifestyle questionnaire to measure the level of the patient's lifestyle. Data analysis used univariate tests and bivariate chi-square tests. From the study results, a p-value of 0.012 (<0.05) was obtained, which means a relationship exists between lifestyle and the incidence of hypertension. For the gender variable, a p-value of 0.013 (<0.05) was obtained, which implies a relationship exists between gender and the incidence of hypertension. The majority of 86 participants (78.9%) had a moderate lifestyle category. This study also showed that women tend to be at risk of hypertension, namely 48 participants (44.0%) of 64 female participants suffered from hypertension. Lifestyle and gender are significantly related to the incidence of hypertension. Men and women need to increase their knowledge about healthy lifestyles to improve hypertension prevention

    The Influence of The Early Warning Health Strategies and Decisions at Intensive Care Unit

    Full text link
    In the era of BPJS Kesehatan (national health insurance), business competition among hospitals is intensifying, with hospitals striving to offer unique and excellent services while upholding the principles of healthcare ethics. Hospitals can optimize the existing infrastructure and tools to outperform their competitors. This study aims to determine the effect of the 7P marketing mix strategy (product, price, place, promotion, people, process, and physical evidence) on patient loyalty. This study is a quantitative analytic study with a cross-sectional design conducted at Royal Prima Medan Hospital (RPMH). This study enrolled 398 outpatients who completed valid and reliable questionnaires using an online application. Data were analyzed using binomial logistic regression tests to determine the factors most influencing patient loyalty. The Prima Indonesia University Health Research Ethics Committee has ethically cleared this study. This study found that over 70% of respondents had a good perspective on all aspects of the health decision for early warning, and RPMH successfully activated 73.12% of decisions. Bivariate analysis showed that all aspects of the 7P marketing mix were associated with patient loyalty (p<0.001). The study concluded that the 7P marketing mix strategy has a significant and positive influence on patient loyalty, with the most influential factor being people or human resources (p < 0.001; OR: 33.628). It is highly recommended that hospitals emphasize training in their human resources to nurture patient loyalty to the hospital

    1,645

    full texts

    1,715

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal Poltekkes Tanjungkarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇