e-Jurnal Poltekkes Tanjungkarang
Not a member yet
    1715 research outputs found

    Tingkat Parasitemia Penderita Malaria Berdasarkan Golongan Darah ABO di Kota Jayapura

    Get PDF
    Background: Malaria is the world's leading parasitic infectious disease caused by protozoa of the genus Plasmodium. An association between ABO blood type and malaria infection has been reported, but the results are conflicting. Purpose: This study aims to determine the level of parasitemia in malaria patients based on ABO blood type. Methods: This research is an analytic study with a cross-sectional design. The variables studied were the ABO blood group and the level of parasitemia. The number of samples in this study was 63 samples. Results: The results of the study from 63 samples showed that the highest prevalence of blood type was in blood type O by 38 people (60.3%), then followed by blood types A and B with 17 people (27.0%) and eight people (12.7%) and no blood type AB was found. At the same time, the prevalence of P. falciparum was 44 (69.8%), while P. vivax was 19 people (30.2%). Infection by P. falciparum based on the highest ABO blood group was found in blood groups B by 75%, A (70.6%), and O (68.4%). Meanwhile, the highest level of parasitemia (positive 4) P. falciparum infection was found in blood group B (50%), followed by blood group O and blood group A, each with 0%. The results of the bivariate analysis of Fisher's test obtained P-value = 0.016 (0.016 < 0.05), which means a statistically significant relationship between ABO blood type and the level of parasitemia. Conclusion: There is an increase in parasitemia in malaria patients based on ABO blood type in Jayapura City. Blood type O is the most common blood type in malaria patients in Jayapura City.Abstrak. Latar Belakang: Malaria adalah penyakit infeksi parasit terkemuka di dunia yang disebabkan oleh protozoa dari genus Plasmodium. Hubungan antara golongan darah ABO dan infeksi malaria telah dilaporkan, tetapi hasilnya bertentangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat parasitemia pada penderita malaria berdasarkan golongan darah ABO. Metode: penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain crossexional. Variabel yang diteliti adalah variable golongan darah ABO dan tingkat parasitemia. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebesar 63 sampel. Hasil: Hasil Penelitian dari 63 sampe menunjukan prevalensi golongan darah terbanyak terdapat pada golongan darah O sebesar 38 orang (60,3 %), kemudian diikuti golongan darah A dan B masing-masing sebesar 17 orang (27,0%) dan 8 orang (12,7%) dan tidak ditemukan golongan darah AB. Sedangkan prevalensi P. falciparum sebesar 44 (69,8%) sedangkan P.vivax sebesar 19 orang (30,2%). Infeksi oleh P. falciparum berdasarkan golongan darah ABO tertinggi terdapat pada golongan darah B sebesar 75%, A (70,6%) dan O (68,4%). Sedangkan tingkat parasitemia tertinggi (positif 4) infeksi P. falciparum terdapat pada golongan darah B (50%) dan diikuti dengan golongan darah O dan golongan darah A masing-masing 0%. Hasil analisis bivariat uji Fisher didapatkan nilai P= 0,016 (0,016 < 0,05) yang artinya secara statistik ada hubungan yang signifikan antara golongan darah ABO dengan tingkat parasitemia. Simpulan: Ada peningkatan tingkat parasitemia pada penderita malaria berdasarkan golongan darah ABO di Kota Jayapura. Golongan darah O adalah golongan darah yang paling umum pada pasien malaria di Kota Jayapura

    Media Intervensi “Piring Makanku†Meningkatkan Porsi Makan dan Asupan Gizi Ibu Hamil

    Get PDF
    Background: The slogan "Isi Piringku†needs to be visualized on practical media such as a dinner plate so that it can be applied in everyday life. Purpose: To determine the effect of using "Piring Makanku†on meal portions and nutritional intake of pregnant women. Methods: The design of this research is quasi-experimental. The research subjects were 60 pregnant women who were selected purposively. Research subjects were allocated to the treatment group and control group with a ratio of 1 : 1. The intervention was carried out for 2 weeks and tests were carried out at the beginning and end of the intervention. Data were analyzed using paired sample t-test and independent sample t-test. Result: After using “Piring Makankuâ€, the meal portion of pregnant women increases from an average of 2-3 to 4-5 types of food groups. Energy intake of pregnant women increased from an average of 1430 kcal to 1846 kcal and protein intake from an average of 42.6 gr to 47.9 gr. Conclusion: The use of the media "Piring Makanku" is effective in increasing the portion of food and nutritional intake of pregnant women. "Piring Makanku" can be used as an alternative as a promotional and applicable media to improve the nutrition of pregnant women.Abstrak. Latar belakang: Slogan “Isi Piringku†perlu divisualisasikan pada media praktis seperti piring makan agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penggunaan “Piring Makanku†terhadap porsi makan dan asupan gizi ibu hamil. Metode: Rancangan penelitian ini adalah kuasi-eksperimental. Subjek penelitian adalah ibu hamil sebanyak 60 orang yang dipilih secara purposif. Subjek penelitian dialokasikan kedalam kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan rasio 1 : 1. Intervensi dilakukan selama 2 minggu dan dilakukan tes pada awal dan akhir intervensi. Data dianalisis menggunakan paired sample t–test dan indepenent sample t-test. Hasil: Setelah menggunakan “Piring Makanku†porsi makan ibu hamil meningkat dari rata-rata 2-3 menjadi 4-5 jenis golongan bahan makanan. Asupan energi ibu hamil meningkat dari rata-rata 1430 kkal menjadi 1846 kkal dan asupan protein dari rata-rata 42,6 gr menjadi 47,9 gr. Simpulan: Penggunaan media “Piring Makanku†efektif meningkatkan porsi makan dan asupan gizi ibu hamil. “Piring Makanku†dapat dijadikan alternatif sebagai media promosi dan aplikatif peningkatan gizi ibu hamil

    ANALISIS KEBERADAAN RHODAMIN B PADA SAUS TOMAT YANG BEREDAR DI PASAR KOTA PALEMBANG

    Get PDF
    Coloring substances in food are generally classified into two categories, namely natural dyes and synthetic dyes. Rhodamine B is a synthetic dye which is widely used in the textile industry. The use of Rhodamine B in food can cause irritation to digestion, inhalation, and eyes. This research was conducted to detect rhodamine B content in tomato sauce by adding detergent. The design of this study was a qualitative descriptive study conducted on tomato sauce on the market. The test results for the presence of rhodamine B in tomato sauce with the addition of detergent solution showed that from 6 samples examined, there were 4 samples that had a color change from bright red to pale red. The color change indicates that there is Rhodamine B in tomato sauce. Positive tomato sauce contains the harmful dye rhodamine B using a detergent solution as a medium to determine the content of synthetic dyes qualitatively

    Hubungan antara Asupan Gizi dengan Status Gizi Remaja Putri

    Get PDF
    Three burdens of malnutrition, namely undernutrition, overnutrition, and lack of macronutrients are problems faced by adolescents in Indonesia. Nutritional problems related to development and growth are often experienced by adolescents because the adolescent's body requires more energy and nutrients than children. Previous studies on nutritional intake and nutritional status in adolescents reported inconsistent results. This study aims to determine the relationship between nutritional intake and nutritional status in adolescent girls in Buleleng Bali. This study uses a cross-sectional analytic observational design conducted in two high schools in Buleleng Regency with 163 respondents. The instruments used in this study were a questionnaire, 2x24 hour food recall, weight measurement with a weight scale, height measurement with a mechanical meter, and the World Health Organization (WHO) AnthroPlus software to calculate the body mass index by age (z-score). Spearman correlation test was performed for bivariate analysis and multiple linear regression for multivariate analysis. Bivariate analysis showed that the variables of fat intake (p-value=<0,001) and total energy intake (p-value=0,008) showed a significant correlation with the z-score. In multivariate analysis, the variable that showed a significant relationship with the z-score was fat intake (β=0,023, 95%CI=0,013-0,033, p-value=<0,001). Nutritional intake that has a significant relationship with nutritional status in adolescent girls in Buleleng Regency is fat intake. Limitation of fat consumption needs to be done

    Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Pengecatan Giemsa Pada Pemeriksaan Mikroskopik Malaria

    Get PDF
    Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan kematian. Pengecatan giemsa merupakan teknik pengecatan yang paling bagus dan sering digunakan untuk mengidentifikasi parasit yang ada di dalam darah. Variasi konsentrasi dan lama pengecatan berpengaruh terhadap hasil pembacaan sediaan darah. Tujuan Penelitian : Mengetahui adanya pengaruh konsentrasi dan waktu pengecatan giemsa terhadap kualitas sediaan pada pemeriksaan Mikroskopik Malaria. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Pra-eksperimen, uji statistic menggunakan uji T-Test independen dan Regresi Linier Ganda. Sampel yang di gunakan adalah darah mengandung Plasmodium malaria, kemudian di buat sediaan dan di warnai dengan konsentrasi giemsa (3%, 5%, 7%, 9%, 11%, 13%, dan 15%) dan Waktu pengecatan 5,10,15,20,25,30,35,40,45,50 (menit). Hasil Penelitian menunjukkan berdasarkan analisis bivariat Ada hubungan antara konsentrasi terhadap hasil pengecatan giemsa dengan nilai p-value = 0,002. Ada hubungan antara waktu terhadap hasil pengecatan giemsa dengan nilai p-value = 0,000. Berdasarkan analisis multivariat menunjukkan Pada konsentrasi 9% dengan nilai Beta=0,484 dan waktu 25 menit dengan nilai Beta=0,072. Kesimpulan pada konsentrasi 9% dan waktu 25 menit merupakan pengecatan giemsa yang efektif untuk Pemeriksaan Mikroskopik Malaria. Saran: ATLM dalam melakukan pemeriksaan mikroskopis malaria, diharapkan melakukan uji mutu internal, serta menggunakan konsentrasi 9% dalam waktu 25 menit

    Kejadian ISPA Pneumonia dan Faktor Risiko yang Meningkatkan pada Bayi dan Balita

    Get PDF
    Introduction: Acute respiratory infection or Pneumonia is one of the causes of morbidity and mortality in children under five years old, especially in developing countries. In Indonesia, pneumonia cases are the main cause of death in children under five. Global estimates show that every hour 71 children in Indonesia contract pneumonia. Purpose: To analyze the risk factors for the occurrence of ARI Pneumonia in infants and toddlers at the Metro City Health Center in 2020. Methods: This study used a case-control study design with a retrospective approach. The research sample was infants and toddlers who visited the Puskesmas with a diagnosis of Acute respiratory infection Pneumonia or pneumonia in the working area of the Metro City Health Center. The number of samples with a ratio of 1: 1 or 46 case groups and 46 control groups. The location of the research was carried out in the working area of the Metro City Health Center. Data was collected by looking at the medical records of the case and control groups, followed by structured interviews to retrospectively look at the risk factors for the occurrence of ARI Pneumonia. Bivariate data analysis using chi-square test. Results: This study found that there was an association between exposure to cigarette smoke (OR = 8,945), exclusive breastfeeding (OR = 2,179), and vitamin A administration (OR = 2,095) with the incidence of ARI Pneumonia, while the unrelated variable was status nutrition and history of asphyxia. Conclusion: Exposure to cigarette smoke, exclusive breastfeeding, and vitamin A increased the incidence of acute respiratory infection Pneumonia in infants and toddlers. It is necessary to increase the movement of smoke-free areas in the house, in addition to offices and public places and exclusive breastfeeding, and the administration of vitamin A.AbstrakPendahuluan: ISPA Pneumonia merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas anak berusia dibawah lima tahun terutama di negara berkembang. Di Indonesia kasus Pneumonia menjadi penyebab kematian utama pada balita. Estimasi global menunjukkan bahwa setiap satu jam ada 71 anak di Indonesia yang tertular pneumonia. Tujuan: menganalisis faktor-faktor risiko terjadinya ISPA Pneumonia pada bayi dan balita di Puskesmas kota Metro tahun 2020. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus kontrol dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian adalah bayi dan balita yang berkunjung ke Puskesmas dengan didiagnosis ISPA pneumonia di wilayah kerja wilayah Puskesmas kota Metro. Jumlah sampel dengan perbandingan 1 : 1 atau 46 kelompok kasus dan 46 kelompok kontrol. Lokasi penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kota Metro. Pengumpulan data dilakukan dengan melihat rekam medik kelompok kasus dan kontrol, dilanjutkan dengan wawancara terstruktur untuk melihat secara retrospektif faktor-faktor risiko terjadinya ISPA Pneumonia. Analisis data bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Penelitian ini memperoleh hasil  ada hubungan asosiasi antara paparan asap rokok (OR = 8,945), pemberian ASI eksklusif (OR = 2,179), dan pemberian vitamin A (OR= 2,095) dengan kejadian ISPA Pneumonia, sedangkan  variabel yang tidak berhubungan adalah status gizi dan riwayat asfiksia. Simpulan: Paparan asap rokok, pemberian ASI eksklusif dan pemberian vitamin A meningkatkan kejadian ISPA Pneumonia pada bayi dan balita. Perlu meningkatkan gerakan kawasan tanpa rokok (KTR) di dalam rumah, selain kantor dan tempat-tempat umum dan pemberian ASI eksklusif serta pemberian vitamin A

    HUBUNGAN FASILITAS SANITASI DASAR DENGAN TINGKAT KEPADATAN LALAT PADA RUMAH MAKAN DI KECAMATAN TANJUNG KARANG PUSAT KOTA BANDAR LAMPUNG

    Get PDF
    Lalat merupakan vektor penyakit dan keberadaannya menjadi indikasi kebersihan yang kurang baik di suatu tempat. Sanitasi dasar diperlukan untuk menciptakan lingkungan rumah makan yang bersih dan sehat, serta memenuhi syarat kesehatan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan fasilitas sanitasi dasar dengan tingkat kepadatan lalat pada rumah makan Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung.Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan rancangan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan April 2019. Populasi adalah seluruh rumah makan yang ada di Kecamatan Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung. Tidak dilakukan pengambilan sampel, sehingga seluruh populasi dimasukkan ke dalam penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi menggunakan checklist, dan pengukuran kepadatan lalat menggunakan fly grill.Hasil penelitian mendapatkan hubungan signifikan antara tingkat kepadatan lalat dengan tempat pembuangan sampah (p-value=0,000), dan saluran pembuangan air limbah (p-value 0,002). Namun, tidak menunjukkan hubungandengan sarana air bersih (p-value=0,362), dan tempat pembuangan tinja (p-value=0,221). Perlu peningkatan upaya sanitasi rumah makan, pengetahuan dan keterampilan pengelola, serta pengawasan dari instansi terkait

    GAMBARAN SANITASI DASAR PADA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN WAYHALIM KOTA BANDAR LAMPUNG

    Get PDF
    Sanitasi Dasar sekolah adalah syarat kesehatan lingkungan minimal yang harus dipunyai oleh setiap sekolah untuk memenuhi kebutuhan siswa (i). Ruang lingkup sanitasi dasar yakni sarana penyediaan air bersih, sarana jamban, sarana pembuangan sampah, dan sarana pembuangan air limbah. Fungsi dari sanitasi dasar pada sekolah dasar yaitu sebagai upaya untuk pencegahan penyakit penyakit yang berbasis lingkungan, untuk membantu peran tenaga kesehatan dalam mempromosikan kesehatan kepada anak sekolah dasar. Tujuan Penelitian diketahuinya gambaran sanitasi dasar pada sekolah dasar di Kecamatan Wayhalim Kota Bandar Lampung.Penelitian ini bersifat deskriptif yang dilakukan di seluruh sekolah dasar (n=14) di Kecamatan Wayhalim Kota Bandar Lampung. Pengumpulan data dengan pengukuran, observasi dan wawancara. Penelitian dilaksanakan selama bulan Februari-Mei 2017.Hasil penelitian mendapatkan bahwa sarana air bersih menggunakan sumur bor (71,4%), sumur gali (21,4%), dan PDAM (7,1%). Seluruh sekolah memiliki toilet atau urinoir dan sebagian terpisah antara laki-laki dan perempuan. Sebanyak 57,14% sekolah dasar menggunakan SPAL yang tidak tertutup sehingga menjadi tempat perindukan vektor. Seluruh sekolah telah memiliki tempat penampungan sampah

    Hubungan Konsep Diri Dengan Penerimaan Diri Pasien Kanker Payudara

    Get PDF
    Breast cancer is one of the most common types of disease in women. The number of breast cancer incidence is always increasing every year. Breast cancer can cause several psychological complaints, one of which is self-acceptance and self-concept. Purpose: the purpose of this study was to see the relationship between self-concept and self-acceptance of breast cancer patients. The study design was cross-sectional with a consecutive sampling technique. This study was conducted in the I inpatient room at the RSUD. Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang. The number of respondents in this study was 50 patients. The statistical test used is chi-square. 25 patients with breast cancer in inpatient room who experienced negative self-concept, most of the breast cancer patients experienced moderate self-acceptance as many as 26 people, statistical test results obtained p-value 0,01. There is a relationship between self-concept and self-acceptance of breast cancer patients indicated by a p-value<0,05

    Dampak COVID-19 pada Kesehatan Ibu Hamil : Literature Review

    Get PDF
    Background: Coronavirus is a large family of viruses that can cause illness from mild to severe symptoms. COVID-19 attacks of all ages including vulnerable groups such as pregnant women. Numbers of previous studies on the coronavirus, (SARS-CoV and MERS-CoV), stated that pregnant women have a higher risk of severe disease, morbidity and mortality compared to the general population. Purpose: Currently there is limited research on COVID-19 in relation to pregnancy and childbirth. This study aims to determine the risks and impacts of COVID-19 on pregnancy and childbirth.Methods: This study used a systematic review method. Sources of literature data were obtained from Google Scholar, PubMed, and Proquest taken from 2019-2020. Results: The results of the study based on 13 articles with a total of 363 pregnant women showed that there was no difference in the signs and symptoms experienced by pregnant women with Covid-19 infection when compared to the general population. Until now, a number of studies have been conducted to determine the vertical transmission of COVID-19 from mother to fetus. A number of samples such as umbilical cord blood, amniotic fluid, neonatal throat swab, breast milk, and vaginal secretions were taken for examination and showed negative results. Conclusion: Maternal-fetal transmission of COVID-19 was undetected in the majority of reported cases. But, pregnancy monitoring with COVID-19 and steps to prevent neonatal infection is still needed. Mothers who are infected are at a higher risk of having severe respiratory complications.Latar Belakang: Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang dapat mengakibatkan penyakit dari gejala ringan sampai gejala berat. COVID-19 menyerang semua usia termasuk kelompok rentan, salah satunya ibu hamil. Sejumlah penelitian mengenai coronavirus sebelumnya, (SARS-CoV dan MERS-CoV), menyebutkan bahwa ibu hamil berisiko lebih tinggi terhadap penyakit parah, morbiditas, dan mortalitas dibandingkan dengan populasi umum. Tujuan: Saat ini masih sedikit penelitian mengenai COVID-19 hubungannya dengan kehamilan dan persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko dan dampak dari COVID-19 terhadap kehamilan dan persalinan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode systematic review. Sumber data literatur diperoleh dari Google Scholar, PubMed, dan Proquest yang diambil dari tahun 2019-2020. Hasil: Hasil penelitian berdasarkan 13 artikel dengan total 363 ibu hamil menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan tanda dan gejala yang dialami oleh ibu hamil dengan infeksi covid-19 bila dibandingkan dengan populasi umum. Hingga saat ini sejumlah studi telah dilakukan untuk mengetahui adanya transmisi vertikal COVID-19 dari ibu ke janin. Sejumlah sampel seperti darah tali pusat, cairan ketuban, swab tenggorokan neonatal, ASI, dan sekresi vagina telah diambil untuk dilakukan pemeriksaan dan menunjukkan hasil negatif. Simpulan: Penularan ibu-janin dari COVID-19 tidak terdeteksi pada sebagian besar kasus yang dilaporkan.  Namun pemantauan kehamilan yang cermat dengan COVID-19 dan langkah-langkah untuk mencegah infeksi neonatal tetap diperlukan. Ibu yang terinfeksi berisiko lebih tinggi memiliki komplikasi pernapasan berat

    1,645

    full texts

    1,715

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal Poltekkes Tanjungkarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇