e-Jurnal Poltekkes Tanjungkarang
Not a member yet
    1715 research outputs found

    KUALITAS MIKROBIOLOGI DAN PENGOLAHAN AIR MINUM ISI ULANG DI WILAYAH KECAMATAN METRO PUSAT, KOTA METRO

    Get PDF
    Penggunaan air minum isi ulang terus meningkat sebagai sumber air minum utama keluarga, dari 19,00% (2013) menjadi 29,1% (2020). Peningkatan ini dapat memperbesar risiko gangguan kesehatan jika tidak dilakukan pengawasan secara kontinyu. Penelitian bertujuan mengetahui kualitas mikrobiologi air minum isi ulang serta pengolahannya. Penelitian menggunakan metode observational, dilaksanakan di Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro. Sampel diambil dari sembilan Depot Air Minum (DAM) dari total 11 DAM. Pemeriksaan mikrobiologi menggunakan Most Probable Number (MPN) pada air baku dan air hasil olahan, sedangkan metode Angka Lempeng Total untuk kebersihan galon. Penilaian proses filtrasi dan desinfeksi dilakukan dengan observasi. Selanjutnya keseluruhan data diolah dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian mendapatkan seluruh air baku tercemar bakteri, dan hanya satu dari sembilan sampel yang memenuhi persyaratan mikrobiologi. Sementara, hasil pemeriksaan galon menemukan delapan dari sembilan galon tidak memenuhi syarat kebersihan. Walaupun seluruh DAM melakukan filtrasi tiga tahap, namun filter telah melampaui waktu pakai. Pada proses desinfeksi, hanya satu DAM yang memenuhi persyaratan kesehatan (lama paparan sinar UV, kebersihan dan umur lampu UV). Hasil penelitian menunjukkan tingginya risiko kesehatan bagi konsumen air minum isi ulang. Perbaikan alat dan proses pengolahan harus segera dilakukan, selain pembinaan dan pengawasan secara ketat oleh pihak-pihak terkait

    Efek Pelatihan dengan Metode Pembelajaran Discovery Learing Meningkatkan Kemampuan Kader tentang Pemberian Makanan Bayi dan Anak Balita

    Get PDF
    Latar Belakang: Upaya agar kader dapat menyampaikan informasi pada masyarakat tentang pentinynya Pemberian Makan pada Bayi dan Anak (PMBA) secara maksimal. Perlu diberikan pelatihan pada kader dengan metode pembelajaran yang aktif, yaitu discovery learning yang dapat mempercepat pemahaman atau peningkatan pengetahuan dan ketrampilan. Tujuan: Untuk mengkaji efektivitas pelatihan dengan metode discovery learning terhadap pengetahuan dan keterampilan penyuluhan kader tentang PMBA. Metode: Penelitian menggunakan rancangan quasi eksperimen dengan nonequivalent control group design dan pos test -only control group design. Penelitian dilakukan dengan memberikan pelatihan pada kader dengan menggunakan metode discovery learning pada bulan Juni-Oktober 2022 di Puskesmas Karang anyar Kabupaten Lampung Selatan. Jumlah sampel 60 kader. Analisis data bivariat menggunakan uji T-Test Independen. Hasil: Hasil analisis uji statistik menunjukkan ada perbedaan (lebih efektif) metode discovery learning dibandingkan metode konvensional dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penyuluhan kader tentang PMBA (p-value 0,001). Simpulan: Percepatan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan memberikan penyuluhan kader tentang PMBA dengan metode discovery learning dapat menjadi pilihan bagi tenaga kesehatan, karena lebih efektif. Abstrac. The Effect of Training with the Discovery Learning Learning Method Increases Health Worker' (Kader) in Abilities about feeding Infants and Toddlers Background: Efforts for health worker to convey information to the public about the importance of optimal feeding of infants and children. It is necessary to provide training to health worker with active learning methods, namely discovery learning which can accelerate understanding or increase knowledge and skills. Purpose: To examine the effectiveness of training using the discovery learning method on knowledge and counseling skills regarding feeding infants and children. Methods: The study used a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design and post-test -only control group design. The research was conducted by providing training to health worker using the discovery learning method in June-October 2022 at the Karang Anyar Community Health Center, South Lampung Regency. The number of samples is 60 health worker. Bivariate data analysis used the Independent T-Test. Results: Statistical test analysis showed that there was a difference (more effective) with the discovery learning method compared to conventional methods in increasing the knowledge and skills of health worker in counseling about feeding infants and children (p-value 0,001). Conclusion: Accelerating the increase in knowledge and skills in providing counseling to health worker about IYCF with the discovery learning method can be an option for health workers, because it is more effective

    HUBUNGAN INTENSITAS KEBISINGAN DENGAN KELUHAN SUBJEKTIF PADA SISWA MAN 2 KOTA PADANG

    Get PDF
    Masalah kebisingan akibat kebisingan lalu lintas yang padat di daerah perkotaan bukan masalah baru, sehingga sulit untuk mendapatkan lokasi sekolah yang tenang agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik. MAN 2 Padang merupakan salah satu dari banyak sekolah yang terletak di pinggir jalan. Kebisingan di sekitar lingkungan sekolah dapat mengganggu konsentrasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan intensitas kebisingan dengan keluhan subjektif pada siswa MAN 2 Kota Padang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional dengan populasi adalah semua siswa MAN 2 Padang sebanyak 1330 siswa dan sampel sebanyak 83 siswa. Data yang diperoleh dengan melakukan pengukuran kebisingan menggunakan alat Sound Level Meter dan data keluhan subjektif siswa yang diperoleh melaui kuesioner, pengukuran langsung, observasi lapangan, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan intensitas kebisingan di MAN 2 Padang didapatkan 4 titik yang tidak memenuhi persyaratan dan 1 titik yang memenuhi persyaratan perbedaan hasil tersebut dapat diakibatkan oleh jarak setiap titik pengukuran dengan sumber bising padatnya aktivitas lalu lintas dan suara-suara yang dihasilkan oleh kendaraan yang melintas seperti suara knalpot. Dari hasil penelitian keluhan subjektif yang dirasakan siswa didapatkan hasil sebanyak 51 orang (61.4%) yang mengalami keluhan subjektif dan 32 orang (38.6%) yang tidak mengalami keluhan subjektif. Maka hal yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah dengan cara penanaman pohon yang memiliki tajuk tebal dengan daun yang rindang, peletakkan jendela dan ventilasi tidak terlalui banyak terutama bukaan yang langsung mengarah ke jalan dan menggunakan gorden dengan banyak lipatan, bergelombang dan berpori

    INSPEKSI SANITASI WISATA KOTAMARA KOTA BAUBAU, KABUPATEN BUTON PROVINSI SULAWESI TENGGARA

    Get PDF
    Kawasan wisata Kotamara adalah salah satu daerah wisata unggulan di Kota Baubau, dibangun sejak tahun 2011. Selain sebagai tempat wisata, kawasan ini juga menyediakan fasilitas olahraga. Keselamatan dan kenyamanan pengunjung harus terjaga agar terhindar dari ancaman berbagai macam penyakit melalui penyediaan sarana sanitasi yang baik. Lokasi Wisata Kotamara belum terjamah inspeksi sanitasi tempat-tempat umum. Penelitian bertujuan mengetahui gambaran sanitasi wisata Kotamara. Penelitian menggunakan metode observasional, menggunakan instrumen inspeksi sanitasi tempat-tempat umum. Variabel yang diamati adalah lingkungan wisata meliputi air bersih, toilet umum, pembuangan air limbah, pengelolaan sampah, sarana penyuluhan, fasilitas kesehatan dan alat pemadam kebakaran. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dengan cara transek di seluruh kawasan Kotamara. Hasil pengamatan dibandingkan dengan standar sarana dan prasarana sanitasi, dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Secara umum, kondisi sanitasi kawasan wisata Kotamara masih belum memenuhi persyaratan yang berlaku. Sarana air bersih dan jumlah toilet masih sangat minim sebagai sebuah kawasan wisata yang terbuka untuk umum. Pengelolaan limbah cair dan padat juga belum dilakukan secara baik. Sementara, fasilitas kesehatan dan pemadam kebakaran sebagai fasilitas pendukung juga tidak ditemukan. Hasil ini menunjukkan tingginya risiko kesehatan dan keselamatan pengunjung. Minimnya kualitas sarana sanitasi akan meningkatkan risiko kesehatan dan keselamatan pengunjung wisata. Perlu adanya kerja sama lintas sektor dalam pengadaan, perbaikan, maupun pengawasan sanitasi di kawasan wisata

    Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kecemasan Menghadapi Stigma Masyarakat pada Pasien Covid-19

    Get PDF
    Covid-19 has been declared a global pandemic Anxiety is a problem that often arises in patients treated at healthcare centers or hospitals. The purpose of this study was to determine the factors related to anxiety in facing societal stigma in Covid-19 patients in the Covid-19 Isolation Room of RSD Mangusada. This research method is a quantitative study with a cross-sectional design conducted in the Covid-19 Isolation Room of RSD Mangusada in March-May 2021. The sampling technique was determined using consecutive sampling with a sample of 256 respondents. The Ordinary Logistic Regression test was used to determine the relationship between the dependent variable and the independent variable and to determine the most influential variable. The results showed that the age variable was the most influential on anxiety with a p-value of 0.049, OR=2.25, which means respondents aged 17-25 years can increase the risk of anxiety by 2.25 times compared to respondents who are adults and the elderly. Age, comorbid status, coping responses, disease-related information, and family support are factors related to patient anxiety in dealing with community stigma in Covid-19 patients at Mangusada Hospital. The involvement of all parties is absolutely necessary for dealing with the Covid-19 pandemic

    EFEKTIVITAS DESINFEKTAN TERHADAP KUALITAS ANGKA KUMAN LANTAI DAN DINDING RUANG LABORATORIUM PCR RUMAH SAKIT JIWA MENUR

    Get PDF
    Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya salah satu fasilitas untuk mendeteksi keberadaan virus COVID-19. Laboratorium PCR berpotensi besar sebagai tempat terjadinya infeksi melalui media lantai dan dinding. Jenis desinfektan yang tepat perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya infeksi. Penelitian bertujuan untuk menganalisis efektivitas desinfektan terhadap angka kuman lantai dan dinding ruang Laboratorium PCR di RSJ Menur. Penelitian ini dilakukan pada Laboratorium PCR RSJ Menur Surabaya, menggunakan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dengan metode swab, dilakukan sebelum dan sesudah desinfeksi. Empat ruangan ditentukan sebagai titik sampel, dengan tiga kali pengulangan. Keseluruhan data dianalisis dengan paired T- test, untuk mengetahui perbedaan angka kuman sebelum dan sesudah proses desinfeksi. Rata-rata angka kuman pada lantai sebelum desinfeksi 8,3 CFU/cm2 dan sesudah desinfeksi sebesar 3,5 CFU/cm2. Sedangkan rata-rata angka kuman dinding sebelum desinfeksi 11 CFU/cm2 dan setelah desinfeksi 4 CFU/cm2. Hasil analisis statistik menunjukkan perbedaan angka kuman yang signifikan, sebelum dan sesudah desinfeksi (p=0.04). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses desinfeksi mampu menurunkan angka kuman lantai dan dinding sesuai dengan peraturan yang berlaku, yaitu sebesar 0-5 CFU/cm2

    ANALISIS POTENSI EKSTRAK DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum) SEBAGAI REPELEN NYAMUK

    Get PDF
    Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti dan Ae. albopictus yang terinfeksi. Kasus DBD meningkat 30 kali lipat dengan peningkatan ekspansi geografis ke negara-negara baru dan dalam dekade ini, dari kota ke lokasi pedesaan. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya pencegahan penularan, salah satunya dengan repellent anti nyamuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum) sebagai repellent semprot nyamuk Aedes aegypti. Eksperimen menggunakan 100 ekor nyamuk Ae. aegypti dewasas (usia 2-5 hari) yang dikembangkan di Laboratorium Entomologi Lokalitbang Kementerian Kesehatan Baturaja. Pengujian dilakukan terhadap lima orang probandus (relawan berusia 18-25 tahun) yang dipaparkan dengan ekstrak daun cengkeh pada lima konsentrasi (3%, 5%, 7%, 9%, dan 12%), selama enam jam. Pengumpulan data dilakukan setiap jam, selanjutnya dianalisis dengan ANOVA. Penelitian mendapatkan bahwa ekstrak daun cengkeh mampu menolak nyamuk hinggap secara signifikan (p-value=0,010). Rerata terendah nyamuk hinggap pada konsentrasi 12% (1,5 ekor), dengan trend selama enam jam sebanyak 2,5 ekor. Namun, hasil perhitungan daya proteksi baru mencapai 43,7%., sehingga belum masuk kategori efektif (80%). Penelitian telah membuktikan bahwa ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum) dengan aplikasi spray, dapat menjadi alternatif repellent nyamuk Ae.aegypti. Perlu penelitian lanjutan untuk mendapatkan konsentrasi yang efektif

    Potensi Kombinasi Pemberian Ekstrak Rosella dan Pare Menurunkan Kadar Glukosa Darah dan Meningkatkan Kolesterol-HDL pada Tikus Model Sindrom Metabolik

    Get PDF
    Latar Belakang: Sindrom metabolik merupakan salah satu masalah kesehatan yang meningkat saat ini. Sindrome metabolik akan meningkatkan risiko diabetes melitus tipe 2 dan kardiovaskuler. Penyakit ini menjadi ancaman kesehatan sehingga dibutuhkan kombinasi obat dalam menangani berbagai gangguan disfungsi. Terapi obat kimia tidak cukup menyembuhkan atau menghentikan perkembangan penyakit. Tanaman Rosella dan pare memiliki aktifitas sebagai hipoglikemik dan antilipidemik. Tujuan: Untuk mengetahui efek kombinasi ekstrak rosella dan pare dalam menurunkan kadar glukosa darah puasa dan meningkatkan kadar HDL terhadap tikus model sindrom metabolik. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan sampel penelitian dibagi dalam 5 kelompok perlakuan. Analisis data dengan uji paired T Test. Tahapan pelaksanaannya yaitu pengkondisian tikus sindrom metabolik. Hasil: Pada kelompok PII didapatkan penurunanan kadar glukosa darah puasa yang signifikan setelah intervensi sebesar 37,43 % (p value = 0,001). Pada kelompok PII didapatkan peningkatan kadar HDL yang signifikan setelah interveni 48,95 % (p value = 0,005) Simpulan: Potensi kombinasi pemberian ekstrak rosella dan pare mampu menurunkan kadar glukosa darah puasa dan meningkatkan kadar HDL tikus model sindrom metabolik. Simpulan: Kadar glukosa darah puasa tikus model sindrom metabolik menurun dan kadar HDL meningkat setelah diberikan intervensi kombinasi ekstrak rosella dan pare. Tahap lanjutan studi adalah untuk mengetahui uji toksisitas akut penggunaan rosella dan pare. Abstract: The potency of Combination of Rosella and Bitter Gourd Extracts to Reduce Blood Glucose Levels and Increase HDL-Cholesterol in Metabolic Syndrome Model Rats. Background: Metabolic syndrome is one of the increasing health problems today. The metabolic syndrome will increase the risk of type 2 diabetes mellitus and cardiovascular disease. This disease is a health threat that requires a combination of drugs to treat various dysfunction disorders. Chemical drug therapy is not enough to cure or stop the progression of the disease. Rosella and bitter melon plants have activities as hypoglycemic and antilipidemic. Purposes: To determine the effect of a combination of rosella and bitter melon extracts in reducing fasting blood glucose levels and increasing HDL levels in metabolic syndrome model rats. Methods: The research design used was a completely randomized design (CRD) with the research sample divided into 5 treatment groups. Data analysis with paired T-test. The stages of implementation are conditioning of metabolic syndrome rats. Result: In group PII, there was a significant decrease in fasting blood glucose levels after intervention by 37.43% (p-value = 0.001). In group PII, there was a significant increase in HDL levels after the intervention of 48.95% (p-value = 0.005) Conclusion: After receiving a mixture of rosella and bitter melon extracts, rats with the metabolic syndrome model had lower fasting blood glucose levels and higher levels of HDL. The next stage of the study was to determine the acute toxicity test of using rosella and bitter melon

    Analisis Hubungan Usia, Masa kerja dan Pengetahuan terhadap Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs)

    Get PDF
    Workers are human resources who have a very influential and significant role in carrying out the production process, especially manual activities. The production process in a workplace still requires manual human handling in the process of work, but humans have abilities and limitations both physically and non-physically that are often related to musculoskeletal. The health problem that occupies the first position associated with the job is Musculoskeletal Disorders. Method: The design of the study used in this study is to use a cross-sectional approach. Result: Data in analysis with statistical tests using chi-square test. showed the result of p-value=0.035 for age relationships and Musculoskeletal Disorders (MSDs) complaints); p-value= 0.013for working period relationship Of Work Ergonomics Knowledge Against Complaints; p-value=0.000 for working period relationship of Work Ergonomics Knowledge Against Complaints. Conclusion: Research conducted on freelance daily workers of Palembang Public Works and Spatial Planning Office shows that there is a relationship between age, working period, and ergonomic knowledge of Musculoskeletal Disorders (MSDs) complaints.Â

    Persepsi Penderita Penyakit Ginjal Kronik dalam Menjalani Hemodialisa

    Get PDF
    Patients with end-stage renal failure require renal replacement therapy, one of which is hemodialysis. one of the challenges in treating CKD patients is the lack of interventions that match the beliefs, expectations, and emotional reactions associated with the disease. The purpose of this study was to determine the patient's perceptions of undergoing hemodialysis and how the patient deals with the changes that occur in him. This research is a type of qualitative research with a phenomenological method. the research was conducted in the hemodialysis room hospital in Surabaya. The research was conducted in June-July 2019. The research subjects were determined to be snowball in nature. The research subjects were 6 people, who were chronic kidney disease sufferers who performed routine hemodialysis 2-3 times a week. Data were obtained through in-depth interviews using interview guidelines. The data analysis process includes data reduction, data categorization, synthesis and ends with compiling a working hypothesis. The results of the analysis obtained several themes, namely expectations, experiences, motives, and social/family conditions. in the early stages of the disease they experience some negative disease perceptions which can ultimately affect their coping actions. The role of disease perception is to help patients develop positive disease management strategies that in turn slow the rate of disease progression and improve psychosocial outcomes

    1,645

    full texts

    1,715

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal Poltekkes Tanjungkarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇