e-Jurnal Poltekkes Tanjungkarang
Not a member yet
1715 research outputs found
Sort by
PENGARUH SENAM KAKI TERHADAP STATUS NEUROPATI PASIEN DIABETES MELITUS
Diabetes mellitus adalah penyakit kronik yang dapat ditangani dengan mengendalikan dan mencegah terjadinya komplikasi. Desain penelitian adalah quasy experiment (pre-post test with control design). Penelitian ini terdiri dari 2 kelompok yaitu perlakukan dan kontrol dengan masing-masing responden sebanyak 40. Teknik sampling dengan consecutive sampling. Instrumen yang digunakan monofilament 10 g neuropathy diabetic test jenis Semmes-Weinstein monofilament dan Garpu tala 128 Hz. Analisis yang digunakan adalah McNemar dan Mann Whitney.Hasil penelitian menunjukan bahwa senam kaki terbukti berpengaruh terhadap perubahan status neuropati perifer dibuktikan dengan hasil penilaian neuropati perifer menggunakan monofilament dan garpu tala memiliki signifikansi kurang dari α (0.000 < 0.05)
PENGARUH KONSUMSI AIR ALKALI TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS
Jumlah pasien DM semakin meningkat dengan terapi umumnya adalah konsumsi obat. Salah satu terapi alternatif adalah terapi dengan air alkali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pH air alkali terhadap kadar gula darah pasien DM. Jenis penelitian kuantitatif berupa pre eksperimen dengan pendekatan Three gruop pre post design.  Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat yang menderita DM di wilayah kerja Puskesmas Tulang Bawang I yang berjumlah 86 orang. Tehnik pemilihan sampel dengan purposive sampling, terpilih 48 orang yang memenuhi kriteria dibagi kedalam 3 kelompok dengan kontrol usia dan jenis kelamin. Uji yang digunakan adalah T Dependent Test pada masing masing kelompok dan uji Anova untuk ketiga kelompok. Hasil penelitian didapat  p Value 0.000 (< α 0,05) artinya semua kelompok ada pengaruh. Sedangkan rata rata penurunan kadar gula darah pasien DM pada kelompok I (pH 8) adalah 53.19 gd/dl, kelompok 2 ( pH 8.5) adalah 48.44 gr/dl dan kelompok 3 (pH 9) adalah 72.69 gl/dl. Berarti pH 9 lebih efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah pasien DM. Disarankan bagi peneliti lanjut untuk meneliti efektifitas lama waktu pemberian terapi dan volume cairan yang diberikan per hari, dan bagi masyarakat agar dapat menggunakan air alkali sebagai terapi alternatif dalam mengonrol kadar glukosa darahnya
ANALISIS PENYELENGGARAAN BANK SAMPAH ASYIK 19 BOJONGGEDE TAHUN 2021
Pertumbuhan penduduk yang pesat di Indonesia berdampak pada meningkatnya jumlah sampah atau limbah rumah tangga. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bahwa pada tahun 2020, total produksi sampah nasional mencapai 67,8 juta ton/tahun. Pada tahun 2021, Kota Bogor menghasilkan sampah sebanyak 673.76 ton/hari. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam pengurangan dan pengelolaan sampah dengan melalui program Bank Sampah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyelenggaraan Bank Sampah ASYIK 19 berdasarkan hasil wawancara, telaah dokumen, dan observasi lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan pada 14 November 2021 di Bank Sampah ASYIK 19. Penunjukan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa masih terdapat aspek dari segi bangunan dan sistem manajemen bank sampah yang belum memenuhi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 13 tahun 2012. Sampah yang ditabung ke Bank Sampah ASYIK 19 dikelompokkan menjadi 5 kategori sampah berdasarkan dengan jenis sampah. Mekanisme kerja Bank Sampah ASYIK 19 terdiri dari pendaftaran, penabungan sampah, penimbangan, pencatatan, penjualan sampah ke pengepul, dan penarikan dana tabungan oleh nasabah. Jumlah tabungan sampah yang ditabung tertinggi terjadi pada bulan Agustus Rp. 1.782.150. Selain itu, penjualan sampah ke pengepul pada bulan Oktober mengalami peningkatan sebesar Rp. 2.121.677. Bank Sampah ASYIK 19 telah membantu masyarakat sekitar Bojonggede dari segi pendapatan ekonomi dan pengelolaan sampah yang baik dan benar. Namun, terdapat beberapa aspek dari penyelenggaraan Bank Sampah ASYIK 19 yang belum memenuhi persyaratan bank sampah yang berlaku
RANCANG BANGUN DAN OPERASIONAL REAKTOR BIOGAS TIPE PORTABLE UNTUK MENGOLAH LIMBAH KOTORAN TERNAK SAPI
Kotoran ternak adalah limbah yang dihasilkan dari berternak sering mengganggu kesehatan, lingkungan, dan estetika, jika tidak dilakukan pengelolaan. Penelitian bertujuan membuat rancang bangun reaktor biogas tipe portable untuk mengolah limbah kotoran sapi menjadi produk biogas dengan menambahkan bioaktivator effective mikcroorganism-4 (EM4) dan tetes tebu guna menguji efektivitas laju pembentukan biogas pada reaktor biogas tipe portable. Eksperimen diawali dengan pembuatan reaktor biogas tipe portable, kemudian diujicobakan dengan memasukkan kotoran sapi ke dalam biodigester. Kotoran sapi yang telah bersih dicampur air dengan perbandingan 1:1, kemudian ditambahkan EM4 peternakan (100 ml) dan tetes tebu (400 ml). Pengamatan dilakukan selama 15 hari, dan dilakukan pengukuran suhu, pH, tekanan, dan nyala api. Hasil pembentukan biogas yaitu 15 kg/cm2 atau 1.132 m3, dengan suhu tertinggi 28,4oC dan suhu terendah 26,6 oC, pH netral 7,5, uji pembakaran dengan warna api biru dan menyala selama 50 menit. Rancang bangun biogas mampu beroperasi dengan baik. Rata-rata suhu digester selama beroperasi 27,48 0C (26,6-28,4), dan pH 7,5. Laju pembentukan gas secara signifikan meningkat mulai hari kelima, dan menghasilkan api biru selama 50 menit pada tekanan 15 kg/cm2.Â
Literature Review: Potensi Propolis Sebagai Imunomodulator
Human immune system function can be enhanced with immunomodulators. One of the natural ingredients that have these properties is propolis. The use of propolis as an immunomodulator has not been widely used. This article aims to examine the potential of propolis as an immunomodulator. The method used is a literature review of research articles according to the theme and comes from the PubMed database, Google Scholar, and Science Direct. The article search strategy used the keywords flavonoid, immunomodulator, propolis, and the immune system. Propolis or bee glue is a resinous substance collected by honey bees from plant sources. The type of bee, the kind of plant habitat, the season, and geography will distinguish the chemical compounds of propolis. Propolis contains very high flavonoids as well as minerals, vitamins, and enzymes. Propolis from Indonesia has better flavonoid content than propolis from other countries. Flavonoids and Caffeic Acid Phenethyl Ester (CAPE) are the main ingredients that have the potential as immunomodulators in propolis. Propolis can be an immunomodulator because it can stimulate the phagocytosis process by macrophages, reduce the production of TNF- cytokines and inhibit complement. Propolis also increases the cytotoxicity of natural killer cells and stimulates antibody production
Pendekatan Fenomenologi tentang Pola Asuh Ibu Balita Stunting
The high prevalence of stunting is caused by poor parenting. Data from the Health Profile of Bengkulu Province in 2019 showed that as many as 700 toddlers experienced stunting in Seluma Regency, and as many as 35 cases of toddlers experienced stunting in the working area of the Babatan Health Center. This study aims to obtain an overview of the parenting pattern of stunting in Air Petai Village, Sukaraja District, Seluma Regency. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach. Sources of data were obtained through in-depth interviews, observation, and document review. The informants of this study consisted of the main informants, namely 6 mothers with stunting toddlers, and 2 supporting informants, namely the Posyandu Cadre in Air Petai Village and nutrition practitioners (TPG) at the Babatan Health Center. The results showed that early initiation of breastfeeding was not applied to all toddlers. Some informants do not breastfeed until the child is 2 years old. The informant thought that if breast milk was given until the age of 2 years, it would be difficult to do weaning. Some informants often forget to wash their hands before feeding their children because they are busy taking care of the household. Health workers and Posyandu cadres hoped can carry out health promotions to mothers in Air Petai Village regarding good parenting, especially to pregnant and lactating women
Gaya Hidup Memengaruhi Status Kesehatan Lanjut Usia
The government has been able to improve the degree of public health, which can be seen in the decrease in maternal and infant mortality, and the increase in life expectancy which is influenced by lifestyle. A healthy lifestyle can be done by eating a nutritionally balanced diet, doing physical activity/sports correctly and regularly, and not smoking. The active participation of the elderly themselves and their families is important in carrying out a healthy lifestyle. The type of research is analytically observational with a cross-sectional design. The number of samples was as many as 96 respondents. The analysis was performed bivariate and multivariate. Statistical tests were carried out by cross-sectional followed by linear regression to determine the effect of lifestyle variables on the health status of the elderly with a 95% confidence level or the value of=0.05. The study showed that the health status of the elderly in the working area of the West Ring Health Center in Bengkulu City was 58.3% classified as not good. There is a relationship between lifestyle (diet, physical activity, rest habits, and smoking history) with the health status of the elderly in the work area of the West Ring Health Center in Bengkulu City. All lifestyle variables (diet, physical activity, rest habits, and smoking history) simultaneously affect the health status of the elderly in the work area of the West Circle Health Center, Bengkulu City
Pengaruh Penambahan Fruktosa dan Lama Penyimpanan terhadap Jumlah Bakteri Asam Laktat pada Produk Olahan Yoghurt
Yoghurt probiotik merupakan hasil fermentasi susu oleh bakteri asam laktat (BAL). Rasa yang asam menjadikan yoghurt kurang disukai konsumen, sehingga dilakukan penambahan pemanis seperti fruktosa. Jika yoghurt tidak habis terjual dalam sehari maka akan disimpan, sedangkan hal itu dapat berpengaruh terhadap total BAL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi fruktosa dan lama penyimpanan terhadap total BAL pada yoghurt. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dengan faktor pertama adalah konsentrasi fruktosa 10%, 20% dan 30%, serta faktor kedua yaitu lama penyimpanan 7, 14 dan 21 hari, pada suhu 2-8ᵒC. Seluruh perlakuan diulang 3 kali. Hipotesis diuji dengan Two Way ANOVA dan Duncan’s Multiple Range Test (CI 95%). Hasil menunjukkan bahwa variasi konsentrasi fruktosa dan lama penyimpanan berpengaruh nyata terhadap rata-rata total BAL (p<0,05). Konsentrasi optimum fruktosa adalah 20%, jika terlalu rendah maupun terlalu tinggi maka jumlah BAL menurun. Semakin lama waktu penyimpanan, total BAL cenderung menurun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total BAL tertinggi terdapat pada penambahan fruktosa konsentrasi 20% yang disimpan selama 7 hari, sedangkan total BAL terendah terdapat pada penambahan fruktosa konsentrasi 30% yang disimpan 21 hari. Namun, rata-rata total BAL pada seluruh kondisi perlakuan masih sesuai standar SNI, sehingga masih layak sebagai minuman probiotik
Analisis Timbal (PB) Pada Rambut Masyarakat Pulau Pasaran Kecamatan Teluk Betung Barat Bandar Lampung
Logam berat merupakan salah satu unsur pencemar perairan yang bersifat toksik dan harus diwaspadai keberadaanya. Logam berat yang masuk ke dalam perairan akan mencemari laut. Selain mencemari air, logam berat juga akan mengendap di dasar perairan yang mempunyai waktu tinggal (residence time) sampai ribuan tahun dan logam berat akan terakumulasi ke dalam tubuh makhluk hidup dengan proses bioakumulasi dan biomagnifikasi dengan beberapa jalan yaitu melalui saluran pernafasan, saluran makanan dan melalui kulit. Bioindikator pencemaran di perairan yaitu dengan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang tinggal di Pulau Pasaran Teluk Betung Lampung sampel diambil sebanyak 20 responden Analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisa Univariate. Hasil penelitian didapatkan 90% responden terpapar logam timbal di atas toleransi WHO yaitu sebesar <12 µg/g. kadar terendah sebesar 11.49 µg/g dan kadar teringgi sebesar 200.73 µg/