e-Jurnal Poltekkes Tanjungkarang
Not a member yet
1715 research outputs found
Sort by
Pola Bakteri Kontaminan Serta Resistensinya di ICU dan Ruang Operasi Pada Rumah Sakit di Bandar Lampung
The ICU and operating rooms are places where sterility must be maintained. The purpose of this study was to determine the pattern of bacterial contaminants and their resistance in the ICU and operating rooms of several hospitals in Bandar Lampung. This type of research is descriptive, with a cross sectional design. Held in September – November 2019, at three hospitals which are BPJS referral hospitals in Bandar Lampung City, Indonesia. Samples were taken in the ICU and operating rooms by swab on walls, floors, beds, officers' clothes, equipment, and air samples. Sample examination includes microscopic examination, isolation, identification andantibiotic sensitivity testing. The results showed that from 54 samples examined, 61 isolates of contaminant bacteria were grouped into 11 bacterial species. The patterns of gram negative contaminants were Proteus morganii (19.7%), Pseudomonas aeroginosa (11.5%), and Proteus mirabilis (9.8%). The Gram positive bacteriawere dominated by Staphylococcus aureus (13.1%). Proteus mirabilis bacteria were resistant (16.7% - 100%) to 9 antibiotics used in this study. Klebsiella pneumonia, E. coli and Staphylococcus aureus, on average were 56.82%, 54.55% and 45.45% resistant to antibiotics. Some bacterial species are still sensitive to ciprofloxacinand meropenem. The conclusion is that pathogenic bacteria are still found on the surfaces of objects in the ICU and operating rooms, and these bacteria are resistant to antibiotics
Pengelolaan Limbah Infeksius di Rumah Sakit pada Masa Pandemi COVID-19 (Literature Review)
Latar Belakang: Salah satu dampak pandemi COVID-19 adalah peningkatan volume limbah infeksius di Rumah Sakit. Aspek penting dalam pengendalian wabah COVID-19 yaitu penangangan limbah infeksius yang dihasilkan, baik dari penderita ataupun petugas medis. Limbah infeksius yang dihasilkan pada masa pandemi COVID-19 ini mengalami peningkatan. Jika pengelolaan limbah infeksius tidak dilaksanakan dengan tata kelola yang baik dan benar dapat mengakibatkan dampak negatif bagi kesehatan manusia, mahluk hidup, dan lingkungan hidup. Tujuan: Penulisan literatur review ini untuk menganalisis, merangkum dan mengetahui pengelolaan limbah infeksius COVID-19 di rumah sakit.  Metode: Penelitian ini menggunakan metode telaah artikel melalui Google Schoolar, Pubmed, dan Science Direct. Artikel yang didapatkan diawal sebelum dilakukan seleksi dengan metode PRISMA sebanyak 1.195 artikel. Hasil: Hasil literatur review dari 10 artikel yang terseleksi ditemukan bahwa permasalahan saat ini adalah jumlah limbah infeksius selama pandemic COVID-19 mengalami peningkatan. Sistem pengolahan limbah medis yang menggunakan insinerator di beberapa fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia menyebabkan pencemaran udara, kebisingan, menghasilkan residu (jarum suntik dan residu pecahan kaca) dan menghasilkan abu yang mengandung logam berat. Simpulan: Komitmen rumah sakit dalam sistem pengelolaan limbah medis padat belum sesuai harapan, sarana penunjang belum semua terpenuhi, tahapan pengelolaan limbah medis padat dan pelabelan telah dilakukan tapi pelabelan hanya ditandai dengan membedakan warna plastik. Limbah rumah sakit dapat memberi dampak negatif dan mendatangkan pencemaran dari suatu proses kegiatan. Limbah infeksius yang dihasilkan oleh wabah COVID-19 telah menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan utama di banyak negara. Pengelolaan limbah infeksius yang berasal dari rumah sakit perlu dilakukan dengan aman dan benar sesuai standar operasional prosedur.Background: One of the impacts of the COVID-19 pandemic is the increase in the volume of infectious waste in hospitals. An important aspect in controlling the COVID-19 outbreak is the handling of infectious waste generated, both from patients and medical staff. Infectious waste generated during the COVID-19 pandemic has increased. If infectious waste management is not carried out with good and correct management, it can have negative impacts on human health, living things, and the environment. Purpose: The purpose of writing the literature review is to analyze, summarize and find out the management of COVID-19 infectious waste in hospitals. Methods: This study uses an article review method through Google Scholar, Pubmed, and Science Direct.[U1] [SK2] The articles obtained at the beginning before being selected using the PRISMA method were 1,195 articles. Results: Literature a review of 10 selected articles found that the current problem is the amount of infectious waste during the COVID-19 pandemic has increased. Medical waste treatment systems that use incinerators in several health care facilities in Indonesia cause air pollution, and noise, produce residues (syringe and glass shard residue) and produce ash containing heavy metals. Conclusion: The hospital's commitment to the solid medical waste management system has not met expectations, the supporting facilities have not been fulfilled, and the stages of solid medical waste management and labeling have been carried out but the labeling is only marked by distinguishing the color of the plastic. Hospital waste can have a negative impact and bring pollution from an activity process. Infectious waste generated by the COVID-19 outbreak has caused major environmental and health problems in many countries. Management of infectious waste originating from hospitals needs to be carried out safely and correctly through several stages, namely sorting, storing, transporting, processing, storing, final disposal, and destruction
Model Prediktor Karakteristik Orang Tua dan Status Gizi Terhadap Perkembangan Anak Menggunakan Skrining Denver II
Latar Belakang: Nutrisi diperlukan untuk perkembangan otak yang mempengaruhi perkembangan anak. Masa balita merupakan masa krisis sehingga diperlukan stimulasi agar berkembang secara optimal. Skrining perkembangan Denver II mempunyai reliability yang cukup tinggi untuk mendeteksi gangguan perkembangan pada anak. Tujuan: Untuk memperoleh model prediktor karakteristik orang tua dan status gizi terhadap perkembangan anak umur 36–60 bulan dengan menggunakan skrining perkembangan Denver II. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang dilaksanakan di wilayah Sukamaju, Kota Bandar Lampung, sejak bulan Februari hingga April 2021. Jumlah subyek penelitian sebesar 123 anak yang dipilih berdasarkan metode cluster random sampling. Perkembangan anak dinilai dari DDST dengan kriteria normal dan suspek jika terdapat ≥1 delay dan/atau ≥2 caution. Status nutrisi anak diukur berdasarkan pengukuran antropometri untuk berat berdasarkan tinggi dengan skala dari WHO-CGS. Analisis data menggunakan chi-square, korelasi phi dan multiple logistic regression. Hasil:. Terdapat hubungan yang sangat bermakna antara status gizi dan perkembangan anak. Anak yang kurus sebagian besar mengalami perkembangan suspek. Anak kurus mempunyai risiko keterlambatan perkembangan sebesar 9,1 kali (95% CI: 2,068–40,166) dibandingkan dengan anak gizi normal. Hasil dari analisi multivariable menunjukkan bahwa faktor paling dominan yang paling berhubungan dengan perkembangan anak adalah pekerjaan ibu. Simpulan: Perkembangan anak umur 36–60 bulan lebih baik pada status gizi normal dan pada ibu tidak bekerja. Orang tua diharapkan selalu memantau status gizi anak agar perkembangan anak optimal.Background: Nutrients are necessary for brain development, which obviously affects the child's development. Under five children is critical period so that the necessary stimulation for development optimal. Denver development screening test (DDST), has reability high enough to detect the presence of developmental disorders in children. Purpose: To obtain the model predictor of parents characteristic and nutritional status in children development in children aged 36–60 months with using the Denver II screening development test. Methods: The cross sectional study was conducted in the region of Sukamaju BandarLampung, Lampung Province, from February to April 2021. Subjects were 123 children selected using cluster random sampling. Child development was determined by DDST with the normal criteria and suspect if obtained ≥1 delay and/or ≥2 caution. Nutritional status of children in the measure based on anthropometric examination weight for height by the WHO–CGS. The data analysis was processed using chi-square, phi correlation, and multiple logistic regression. Results: The results obtained that in children with suspected developmental nutritional status of normal and wasted, respectively 24.3% and 75%. In working mothers 56.3% had children with suspected developmental and mothers did not work 14.7%. The results of multivariable analysis showed the most dominant factor related to child development was the work of mothers (p<0.001; had greatest prevalence ratio 11.6; 95% CI: 3.809–35.221). The nutritional status of children associated with the development of children (p<0.003; prevalence ratio 9.1; 95% CI: 2.068–40.166). Conclusion: The development of children aged 36-60 months is better in normal nutritional status and the mother does not work. Parents should be monitoring their children nutritional status in order to have optimal children development
Penggunaan Media Online Youtube dan Media Cetak Booklet pada Masa Pandemic Covid-19 Meningkatkan Pengetahuan Skrining Kanker Serviks pada Wanita Usia Subur
Latar Belakang: Kurangnya informasi tentang deteksi dini kanker serviks membuat pengetahuan wanita usia subur. Dampaknya kesadaran untuk skrining kanker serviks rendah. Media online youtube dan media cetak booklet dapat dikembangkan menjadi pilihan pemberian informasi atau edukasi kesehatan. Tujuan: Studi bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemberian informasi melalui media online dengan media cetak untuk meningkatkan pengetahuan deteksi dini kasus kanker serviks pada wanita usia subur. Peningkatan pengetahuan dapat mempunyai dampak perubahan domain prilaku skrining kanker serviks. Metode: quasi experimental dengan pretest-post test with control grup design sebagai rancangan penelitian ini. Subjek penelitian ini adalah wanita usia subur berusia > 19 tahun berjumlah 106 wanita yang terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok satu penggunaan media online youtube dan kelompok dua penggunaan media cetak booklet. Analisis data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, uji Mann-Whitney dan uji Chi-Square. Hasil: Peningkatan skor pengetahuan ibu tentang deteksi dini kanker serviks pada kelompok media cetak lebih rendah dibandingkan dengan kelompok media online (10% : 18,8%). Hasil uji statistik didapatkan penggunaan media online youtube lebih efektif meningkatkan pengetahuan ibu tentang deteksi dini kanker serviks dibandigkan media cetak booklet (RR = 1,44). Simpulan: Pemberian edukasi menggunakan media online youtube terbukti memiliki pengaruh lebih tinggi dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang deteksi dini kanker serviks dibandingkan dengan media cetak pada wanita usia subur. Media online bisa menjadi pilihan metode edukasi kesehatan untuk peningkatan pengetahuan.
Abstract: The Use of YouTube Online Media and Booklet Print Media During the Covid-19 Pandemic Increases Knowledge of Cervical Cancer Screening in Women of Reproductive Age.
Background: Lack of information about the early detection of cervical cancer makes knowledge of women of childbearing age. The impact of awareness for cervical cancer screening is low. YouTube online media and booklet print media can be developed as an option for providing health information or education. Purpose: The study aims to evaluate the effectiveness of providing information through online and print media to increase knowledge of early detection of cervical cancer cases in women of childbearing age. Methods: quasi-experimental with pretest-posttest with control group design as the design of this study. The subjects of this study were women of childbearing age aged > 19 years, totaling 106 women who were divided into 2 groups, namely group one using the online media YouTube and group two using booklet print media. Data analysis used the Kolmogorov-Smirnov test, Mann-Whitney test, and Chi-Square test. Results: The increase in the score of mothers' knowledge about early detection of cervical cancer in the print media group was lower than that in the online media group (10%: 8.8%). Statistical test results showed that the use of the online media YouTube was more effective in increasing mothers’ knowledge about the early detection of cervical cancer compared to printed booklet media (RR = 1.44). Conclusion: Providing education using the online media YouTube has proven to have a higher effect on increasing mothers’ knowledge about the early detection of cervical cancer compared to print media in women of childbearing age. Online media can be a choice of health education methods to increase knowledge
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, SIKAP, KETERSEDIAAN SARANA DAN PETUGAS KEBERSIHAN DENGAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK DI KECAMATAN PANCORAN MAS DEPOK TAHUN 2022
Sampah plastik adalah masalah dunia yang belum terselesaikan hingga saat ini. Indonesia menghasilkan sampah nasional mencapai 68,5 juta ton pada tahun 2021, dan sekitar 11,6 juta ton (17%) merupakan sampah plastik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, ketersediaan sarana dan petugas kebersihan dengan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik di Kecamatan Pancoran Mas Depok tahun 2022. Metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh masyarakat di Wilayah Kecamatan Pancoran Mas Depok. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara non-probability sampling dan didapatkan sebanyak 117 sampel yang terbagi dalam 6 kelurahan. Data yang digunakan adalah data primer yang disebar melalui kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan p value=0,094 (p>0,05), ada hubungan antara sikap dengan p value=0,020 dan OR=2,662, ada hubungan antara ketersediaan sarana p value= 0,000 (
Kadar Oksigen Darah Petugas Operator SPBU Kota Bandar Lampung Tahun 2022
Udara adalah campuran gas yang terdapat pada lapisan yang mengelilingi bumi. Komponen yang konsentrasinya paling bervariasi yaitu uap air dan CO2, kegiatan yang berpotensi menaikkan konsentrasi CO2 seperti pembusukan sampah tanaman, pembakaran atau sekumpulan massa manusia di dalam ruangan terbatas yaitu karena proses pernapasan.Sumber pencemaran yang utama berasal dari transportasi, dimana hampir 60% dari polutan yang dihasilkan terdiri dari karbon monoksida dan sekitar 15% terdiri dari hidrokarbon. Tujuan penelitian ini mengetahui Pengaruh Lamanya bekerja,lamanya kontak langsung operator, dan penggunaan APD petugas operator di SPBU terhadap Kandungan Oksigen di dalam darah Karyawan.Metode penelitian ini observasional analitik yaitu mencari hubungan antar variabel resiko dan efek yang analisisnya untuk menentukan ada tidaknya hubungan antar variable. Hasil penelitian ini Terdapat hubungan yang cukup erat serta adanya pengaruh yang signifikan antara lamanya bekerja petugas operator SPBU dan penggunaan APD pada operator SPBU dengan kadar oksigen dalam darah operator SPBU sebesar 23,4% dan 9,9%, sedangkan untuk lama nya kontak petugas operator SPBU tidak terdapat hubungan yang signifikan terhadap kadar oksigen dalam darah
Hubungan Antara Dengue Blood IgG IgM Dengan Jumlah Neutrofil Pada Pasien Anak Penderita Demam Dengue di RSUD Koja Jakarta Utara
AbstrakDemam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Data Ikatan Dokter Anak Indonesia menunjukkan anak usia di bawah 15 tahun yang paling rentan terinfeksi. Pemeriksaan dengue IgG IgM di laboratorium dijadikan sebagai diagnosa dengue. Pada pemeriksaan jumlah neutrofil juga ikut berpengaruh terhadap kondisi pasien DBD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemeriksaan dengue IgG IgM dengan Neutrofil pada pasien DBD. Metode penelitian ini menggunakan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara Quota Sampling dan diperoleh jumlah sampel sebesar 30 sampel. Dari penelitian didapatkan hasil terdapat hubungan antara pemeriksaan dengue IgG IgM dengan jumlah Neutrofil yang bermakna secara statistik dengan nilai p value sebesar 0,009 (nilai Asymp. Sig (2-sided) < 0,05). Kesimpulan : Terdapat hubungan pemeriksaan dengue IgG IgM dengan jumlah Neutrofil.   Kata Kunci : Neutrofil, Dengue IgG IgM, Demam berdarah DengueÂ
Perbandingan Kadar Kadmium (cd2+) Dalam Darah Antara Pengguna Rokok Elektrik Metode Direct To Lung dan Metode Mouth To Lung Pada Komunitas Vapor Di Kota Bandar Lampung
Merokok merupakan aktivitas yang tidak asing lagi bagi kita dalam kehidupan sehari-hari saat ini. Rokok konvensional yang dibakar berdampak negatif bagi tubuh. Beberapa tahun terakhir, banyak dari perokok konvensional beralih menggunakan rokok elektrik. Dalam liquid Rokok elektrik ditemukan beberapa logam yang berdampak bagi kesehatan manusia salah satunya adalah Kadmium..Rokok elektrik di hisap dengan 2 metode yang berbeda yaitu direct to lung dan mouth to lung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kadar Kadmium dalam darah pada pengguna 2 metode rokok elektrik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Uji Statistik menggunakan Uji Mann Whitney untuk mengetahui perbandingan kadar Kadmium. Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa secara statistik tidak ada perbedaan Kadar Kadmium dalam darah pada pengguna rokok elektrik yang menggunakan 2 metode penghisapan. Simpulan dari penelitian bahwa tidak ada perbedaan kadar Kadmium dalam darah pada pengguna rokok elektrik yang menggunakan 2 metode Hisap. Kadar Kadmium dalam darah pengguna rokok elektrik masih dalam batas normal. Hasil normal ini dapat di pengaruhi beberapa faktor diantaranya pola makan, diet, konsumsi buah dan sayuran, yang dapat mempengaruhi kadar Cd dalam darah
Peran Pos Kesehatan Pesantren pada Pencegahan Kejadian Scabies di Pondok Pesantren (Studi Kualitatif)
Scabies is one of the infectious diseases that have not lost its prevalence in Indonesia. The prevalence of scabies in Indonesia in 2008 was 5.6% -12.95%. Scabies ranks third of the 12 most common skin diseases. Scabies is a common disease in boarding schools which is the result of dense occupancy, poor sanitation, and poor personal hygiene of students. Preventive Efforts are perceived as the most effective effort to Prevent scabies disease since disease Scabies treatment still leaves side effects and drug resistance. The purpose of this research is to know the description of the role of Poskestren in the prevention of disease scabies in Tasikmalaya City. The design of this research is descriptive and qualitative. The population of this research is the whole boarding school in Tasikmalaya City Health Post that has Pesantren. This research was conducted at Ruwada Medika Clinic roommates owned by Pesantren Riyadlul 'Ulum Wadda'wah Lean Cibeureum district. Promotion Efforts conducted by Poskestren for the prevention of scabies disease are in the form of counseling about PHBs at a predetermined time, providing additional nutrients and vitamins to maintain health Santri. As for preventive Efforts for the prevention of Scabies is to move the organization in the boarding school students to invite and implement the rules in the cottage, especially in terms of the maintenance of the cleanliness student room
PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA
Terapi relaksasi otot progresif bermanfaat untuk menurunkan resistensi perifer dan menaikkan elastisitas pembuluh darah. Otot-otot dan peredaran darah akan lebih sempurna dalam mengambil dan mengedarkan oksigen serta relaksasi otot progresif dapat bersifat vasodilator yang efeknya memperlebar pembuluh darah dan dapat menurunkan tekanan darah secara langsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pemberian terapi relaksasi otot progresif terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuatitatif dengan rancangan one group pretest-posttest pre experimental design. Populasi adalah lansia penderita hipertensi. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan cara purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 60 orang, 30 responden pada kelompok intervensi dan 30 responden pada kelompok kontrol. Pengukuran data dengan sphygmomanometer air raksa, stetoskop dan lembar observasi. Pada analisis bivariat dilakukan menggunakan uji t dependen dan t independen. Hasil penelitian didapatkan bahwa tekanan darah lansia pada kelompok intervensi pretest dan posttest menunjukan penurunan yang signifikan, sehingga ada pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap tekanan darah