e-Jurnal Poltekkes Tanjungkarang
Not a member yet
1715 research outputs found
Sort by
Evaluasi Faktor-Faktor Putus Pengobatan Pasien TB di Kota Bandar Lampung
Latar Belakang: Kasus TB yang terus meningkat dari tahun ke tahun, perlu mendapat perhatian serius. Pemerintah telah mencanangkan bebas TB di tahun 2050, hal ini semakin mendorong masyarakat untuk mensukseskan program tersebut. Salah satu penanggulangan penyakit TB adalah mengatasi kegagalan pengobatan pasien TB. Metode: Jenis penelitiannya kualitatif analitik, desain case control. Populasinya seluruh pasien TB yang gagal pengobatan dan tercatat pada buku register TB 04. Sampel pada kelompok kasus adalah pasien TB yang gagal pengobatan sebanyak 35 pasien, kelompok kontrolnya yaitu pasien TB yang selesai pengobatan sebanyak 35 pasien. Pengumpulan data menggunakan kuisoner. Pengolahan data menggunakan uji Chi square dan analisis multivariate. Hasil penelitian didapatkan pasien TB sebagai kelompok kasus terbanyak dengan jenis kelamin laki-laki (68,57%), berumur produktif (57,14%), berpendidikan dasar (48,57%), bekerja sebagai buruh/wiraswasta (54,29%), terbanyak berpenghasilan 1-3 juta perbulannya (37,14%), tidak merokok (62,86%), mempunyai PMO (91,43%), jarak rumah pasien TB ke PKM 1-2 km sebanyak 74,29%, ada dukungan keluarga (97,14%), serta kunjungan pasien TB ke PKM yang sesuai sebanyak 54,29%. Dari semua faktor tersebut, yang mempunyai hubungan dengan kegagalan pengobatan pasien TB yaitu jarak ke puskesmas dan kunjungan ke puskesmas dengan p value < 0,05. Saran: puskesmas agar lebih mengawasi pasien TB yang tidak aktif dalam pengobatan
Identifikasi Candida Sp. Pada Air Bak Toilet Umum Di Pasar Tradisional
Toilet merupakan sarana sanitasi yang penting dan dapat menjadi salah satu tempat penyebaran penyakit. Salah satu jenis penyakit yang dapat menyebar melalui toilet adalah penyakit akibat infeksi jamur yang disebabkan oleh Candida sp. Jamur Candida sp. memiliki sifat patogen yang dapat menyebabkan penyakit oportunistik yaitu kandidiasis. Kontaminasi Candida sp. pada air bak toilet dapat disebabkan oleh berbagai sumber, antara lain kontaminasi dari sumber air, kontaminasi dari pengunjung serta kontaminasi dari lingkungan sekitar toilte. Selain itu frekuensi pembersihan dan pengurasan juga dapat berpengaruh terhadap penumpukan jamur adalah Candida sp pada air bak toilet. Penelitian ini merupakan penelitian deskripstif yang bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi Candida sp. pada air bak toilet umum di Pasar Tradisional Kecamatan Denpasar Barat. Sampel dalam penelitian ini adalah air bak toilte yang diperoleh dari 31 bak toilet umum di kawasan pasar tradisional. Sampel air bak toilet dikultur pada media SDA lalu koloni yang tumbuh diidentifikasi secara mikroskopis dedngan pewarnaan LPCB dan dilakukan uji germ tube. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 31 sampel diketahui bahwa sebanyak 15 sampel (48,4%) positif mengandung Candida sp. dan 2 sampel diantaranya teridentifikasi merupakan Candida albicans berdasarkan uji germ tube. Hasil positif tersebut berkaitan erat dengan kondisi toilet umum dan kebersihannya yang meliputi frekuensi pemersihan dan pengurasan bak air, penggunaan cairan disinfektan dan sumber air yang digunakan
A Scoping Review of Unmet Family Planning Needs in Young Couple: Effects of Socio-Demographic Factors, Parity, and Health Services
Abstract Introduction: Young couples who have become mothers and do not have sufficient knowledge about family planning but are in the unmet need group for family planning have a higher risk of experiencing pregnancy complications. Pregnancy complications can lead to an increased risk of maternal mortality and morbidity. Purpose: This study explored the factors influencing the unmet need for family planning among young couples using the rapid review method. Methods: This scoping review study was sourced from ScienceDirect, Pubmed, and Wiley Online Library databases for article searches from 2010-2021. The primary study refers to young couples with unmet needs for a family planning group and explores its determinants, adapting the PRISMA-ScR 2020 checklist framework. Results: 14 articles met the inclusion criteria from 1,020 articles. The review found two determinants of unmet need for family planning among young couples: sociodemographic and health factors. Sociodemographic factors were divided into ten factors: age, place of residence, community culture, maternal motivation to participate in family planning, maternal autonomy in decision-making, knowledge, religion, marital status, economic status, and desire for family planning. Health factors are divided into two categories, namely parity and health services. Conclusion: The study found similar reasons for women's unmet family planning needs. The unmet need for family planning among young couples is common in developing countries. Latar Belakang: Pasangan muda yang telah menjadi Ibu dan tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang keluarga berencana, namun menjadi kelompok unmet need KB memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi kehamilan. Komplikasi kehamilan dapat menjadi penyebab peningkatan risiko kematian dan morbiditas ibu. Tujuan: Studi ini bertujuan mengeksplor faktor-faktor yang mempengaruhi unmet need KB pada pasangan muda dengan metode rapid review. Metode: Studi scoping review ini bersumber dari ScienceDirect, Pubmed, dan Wiley Online Library, sebagai database untuk pencarian artikel dengan rentang waktu 2010-2021. Kajian utama studi ini mengacu pasangan muda yang menjadi kelompok unmet need KB dan mengeskplorasi determinannya, mengadaptasi kerangka checklist PRISMA-ScR 2020. Hasil: Artikel ditemukan 14 yang memenuhi kriteria inklusi dari seleksi 1.020 artikel. Kajian telah menemukan dua faktor penentu unmet need KB pada pasangan muda, yaitu faktor sosio-demografi dan kesehatan. Faktor sosiodemografi dibagi menjadi 10 faktor yaitu umur, tempat tinggal, budaya masyarakat, motivasi ibu untuk megikuti Keluarga Berencana, otonomi ibu dalam pengambilan keputusan, pengetahuan, agama, status perkawinan, status ekonomi dan keinginan berKB. Sedangkan faktor kesehatan dibagi menjadi dua yaitu paritas dan pelayanan kesehatan. Simpulan: Studi menemukan alasan yang sama pada setiap perempuan yang kebutuhannya tidak terpenuhi padahal mereka membutuhkannya. Unmet need KB pada pasangan muda banyak dijumpai di negara-negara berkembang. Keadaan ini mengindikasikan bahwa fokus kontrasepsi di negara-negara berkembang harus ditingkatkan pada perempuan muda
Hubungan Masa Kerja dan Paparan Pestisida terhadap Kadar Cholinesterase Petugas Penyemprot di Perkebunan Kelapa Sawit
Pestisida adalah salah satu hasil teknologi modern dan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sebagian besar cara penggunaan pestisida oleh petani adalah dengan cara penyemprotan. Saat penyemprotan merupakan keadaan dimana petani sangat mungkin terpapar bahan kimia yang terdapat dalam pestisida yang digunakan. Bahaya yang dapat terjadi saat penyemprotan tersebut dapat mengakibatkan gangguan yang menyebabkan penyakit. Salah satu parameter untuk mengetahui terjadinya keracunan pestisida adalah menurunnya aktivitas enzim Cholinesterase. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara lama masa kerja dan lama paparan pestisida terhadap kadar cholinesterase darah petugas penyemprotan di PT. X Jambi. Jenis penelitian ini observasional analitik, untuk pengambilan sampel dilakukan di perkebunan kelapa sawit PT. X Jambi. Pemeriksaan kadar cholinesterase darah diperiksa di pusat rujukan nasional Prodia Jakarta dengan metode Tes fotometri kinetic. Hasil pengukuran kadar cholinesterase dalam darah dari 43 responden didapatkan hasil dalam batas normal. Uji koreksi pearson product moment menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara lama masa kerja dan lama paparan pestisida terhadap kadar cholinesterase darah petugas penyemprot PT. X Jambi.Pestisida adalah salah satu hasil teknologi modern dan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sebagian besar cara penggunaan pestisida oleh petani adalah dengan cara penyemprotan. Saat penyemprotan merupakan keadaan dimana petani sangat mungkin terpapar bahan kimia yang terdapat dalam pestisida yang digunakan. Bahaya yang dapat terjadi saat penyemprotan tersebut dapat mengakibatkan gangguan yang menyebabkan penyakit. Salah satu parameter untuk mengetahui terjadinya keracunan pestisida adalah menurunnya aktivitas enzim Cholinesterase. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara lama masa kerja dan lama paparan pestisida terhadap kadar cholinesterase darah petugas penyemprotan di PT. X Jambi. Jenis penelitian ini observasional analitik, untuk pengambilan sampel dilakukan di perkebunan kelapa sawit PT. X Jambi. Pemeriksaan kadar cholinesterase darah diperiksa di pusat rujukan nasional Prodia Jakarta dengan metode Tes fotometri kinetic. Hasil pengukuran kadar cholinesterase dalam darah dari 43 responden didapatkan hasil dalam batas normal. Uji koreksi pearson product moment menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara lama masa kerja dan lama paparan pestisida terhadap kadar cholinesterase darah petugas penyemprot PT. X Jambi
The Relationship Between Protein Whey Milk Consumption and The Occurrence of Acne Vulgaris in Adolescents Aged 18-21 Years
Acne vulgaris is an inflammation that occurs in the pilosebaceous gland with a prevalence of 18-21 years affected adolescents. This study aimed to determine the relationship between consumption of whey protein and the incidence of acne vulgaris. The research design was a literature review by searching medical scientific articles. Over 7,408 articles were found when searching for "protein" and "acne vulgaris." The articles were sorted by relevant publication in the last five years. There were 2,179 pertinent articles, which were then excluded from book studies that read 581 articles. Then, articles were screened only for whey protein research in the form of milk, so the remaining 129 studies were continued by selecting only subjects—adolescents aged 18-21 years so that the remaining 20 relevant articles are summarized in this study. The literature review results show a significant relationship between protein consumption and the incidence of acne vulgaris. The increase in sebum production caused by high protein consumption is the main reason for this correlation. Research findings suggest that people who consume high amounts of whey protein are more likely to develop acne vulgaris. In conclusion, this study lost the importance of nutrition in the incidence of acne vulgaris, with whey protein consumption being a significant contributing factor. The findings of this study may benefit individuals who wish to prevent or treat acne vulgaris by making dietary changes. Further research is needed to determine the optimal amount of protein intake to minimize acne vulgaris
Gambaran Pengelolaan Limbah Padat Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Fasilitas Pelayanan Puskesmas di Kota Bandar Lampung
Hazardous and Toxic Material Waste is the residue of a business and service facility activity containing B3. Hazardous and toxic waste (B3) at the Puskesmas has excellent potential to pollute the environment, cause accidents, and endanger public health due to viruses and bacteria that are the source of disease transmission; for this reason, this research is essential to do as an illustration of B3 waste management which has not been optimal at Health Centre in Bandar Lampung which has never been done before. The results of the research on the B3 solid waste management process at the Bandar Lampung City Health Center facilities with the same standards did not meet the technical requirements and the utilization of the facilities; the process of transporting Puskesmas waste was transported entirely to RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung City. A destruction company with a B3 waste processing operational legality permit carries out the processing, burial, and stockpiling operations. Recommendations are needed to provide policies for the Forestry Environment Service and Bandar Lampung City Health Office related to solid medical waste management with the fulfillment of waste management facilities/infrastructure and the completion of an incinerator with permission from PT. Wastec International, PT. Tenang Jaya Sejahtera, and PT. Pengolahan Limbah Industri Bekasi . In addition, it is necessary to supervise and monitor the processing of Puskesmas waste in the destruction company
Studi Penggunaan Antihipertensi pada Pasien Preeklampsia Rawat Jalan di Poliklinik Rumah Sakit Ibu dan Anak Surabaya
Preeklampsia merupakan penyebab angka kematian ibu (AKI) tertinggi kedua di Indonesia. Pada RSIA Bantuan 05.08.05 Surabaya, pasien dengan preeklampsia merupakan pasien rujukan terbanyak kedua setelah ibu hamil dengan ketuban pecah prematur, dan persentase pasien preklampsia secara konsisten pada RSIA ini meningkat dari tahun ke tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien preeklampsia dan penggunaan terapi antihipertensi pada pasien preeklampsia rawat jalan di RSIA Bantuan 05.08.05 Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari rekam medik pasien rawat jalan yang terdiagnosis preeklampsia di RSIA Bantuan 05.08.05 Surabaya selama periode Januari-Desember 2021. Data terkait karakteristik pasien dan penggunaan obat hipertensi didokumentasikan dan kemudian dianalisis secara deskriptif. Dari total 195 pasien preeklampsia rawat jalan, 68,21% pasien berusia 20-35 tahun, 85,64% dengan usia kehamilan 28 minggu, dan 57,44% mengalami obesitas. Amlodipin monoterapi merupakan antihipertensi yang paling sering digunakan pada pasien preeklampsia (58%), diikuti oleh nifedipin monoterapi (25%). Amlodipin merupakan anthipertensi terbanyak yang digunakan pada pasien preeklampsia rawat jalan di RSIA Bantuan 05.08.05 Surabaya. Penelitian lanjutan diperlukan untuk memastikan keamanan dan efikasi amlodipin pada ibu hamil dengan preeklampsia
ANALYSIS OF RISK FACTORS ASSOCIATED WITH MEASLES IN CHILDREN IN THE WORKING AREA OF HAJIMENA PUSKESMAS, SOUTH LAMPUNG DISTRICT
Campak merupakan salah satu penyakit infektif dengan tingkat kematian yang tinggi, dan umumnya menyerang anak anak dan dewasa muda. Anak-anak yang terinfeksi campak akan diperparah bila kondisi gizinya kurang, sehingga sering terjadi komplikasi yang berakibat pada kecacatan dan kematian. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor resiko kejadian campak pada anak di wilayah kerja Puskesmas Hajimena Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian menggunakan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh anak di usia kurang dari 14 tahun yang tinggal menetap di Desa Hajimena. Sampel (n= 108) dipilih secara acak. Empat variabel diteliti, yaitu umur, kontak penderita, status imunisasi, dan riwayat campak ibu. Data dikumpukan dengan wawancara, selanjutnya dianalisis dengan Chi-square dan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian mendapatkan 30 (27,8%) anak perbah menderita campak. Tidak ada hubungan antara usia anak dengan kejadian campak (p-value=0,961). Tiga faktor risiko campak teridentifikasi, yaitu kontak penderita dalam keluarga (OR= 73,00; 95% CI 19,49-273,32), riwayat imunisasi (OR= 19,12; 95% CI 2,47-147,75), dan riwayat campak ibu (OR= 4,35; 95% CI 1,78-10,59). Perlu meningkatkan program imuniasi dan penyuluhan tentang pentingnya imuniasi pada bayi dan balita untuk menurunkan risiko campak.Measles is one of the most contagious diseases with a high mortality rate worldwide. Measles, also called morbili or measles, is a highly contagious disease of the genus Morbillivirus and belongs to the Paramyxovirus group. This disease generally affects children and young adults. Children who are infected with this disease will be exacerbated if their nutritional condition is poor so they do not have immunity, and complications often occur which result in disability and death.
This study uses a quantitative approach with a cross sectional design. The population in this study were all children aged up to 14 years in the village of Hajimena in the working area of the Hajimena Health Center. There were 108 samples and respondents based on the research unit were mothers who had children aged up to 14 years. The instrument used was a questionnaire to conduct interviews. Data analysis was performed univariately and bivariately (using the chi square test α = 0.05). From the results of this study it can be concluded that there is no relationship between the age of the child (Ï=0.867) and there is a relationship between contact sufferers in the family (Ï=0.000), immunization status (Ï=0.000), and maternal measles history (Ï=0.001) with the incidence of measles in children in Hajimena Village in the Working Area of the Hajimena Health Center
Epidemiology of Pulmonary Tuberculosis in Diabetes Mellitus Patients
Pulmonary Tuberculosis (pulmonary TB) and Type 2 Diabetes Mellitus (DMT2) are the leading causes of death worldwide. The prevalence of T2DM has increased worldwide as an aging result, urbanization, changes in diet, and reduced physical activity patterns, which have increased obesity. Pulmonary TB and T2DM often occur together and complicate each other during treatment. Pulmonary TB infection-DMT2 appears based on a low immunity state. When the body has low immunity, the reactivation of Mycobacterium tuberculosis bacteria can occur more easily. However, several factors can influence it. This study uses a case-control design. The researcher made observations on the subjects by comparing the case group and the control group. This study had 74 respondents in the case group and 74 respondents in the control group using quota sampling. This study has the results that the factors that influence the incidence of pulmonary TB-DMT2 are smoking behavior 0.000α, age 0.877>α, and alcohol consumption 0.998>α. (α=0.05). The factor that most influences the risk of pulmonary TB-DMT2 is smoking behavior with a wald value of 13.391. This research provides information regarding the problem of pulmonary TB-DMT2 in Jember. To increase public awareness of the risk for Pulmonary TB-DMT2
SANITASI DASAR RUMAH DAN PERILAKU BUANG AIR BESAR TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA MASYARAKAT PESISIR (Studi di Desa Gisik Cemandi Kabupaten Sidoarjo Tahun 2023)
Sanitasi dasar rumah yang terpelihara dengan baik serta perilaku buang air besar masyarakat menjadikan salah satu faktor mengurangi penyakit. Wilayah pesisir sebagai contoh daerah yang masih kurang dalam penyediaan jamban yang menjadi pemicu masyarakat buang air besar sembarangan. Angka kesakitan diare di Desa Gisik Cemandi tahun 2020-2021 meningkat 11,6%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan sanitasi dasar rumah dan perilaku buang air besar terhadap kejadian diare. Penelitian ini menggunakan metode case control. Besar sampel kasus sebanyak 46 rumah dan sampel kontrol 46 rumah menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data memakai lembar observasi dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian mendapatkan bahwa sebagian besar rumah tangga telah memiliki fasilitas sanitasi dasar yang baik (kasus=95,7%, kontrol=97,8%). Namun terdapat 39,1% kelompok kasus yang memilki perilaku kurang baik. Rumah tangga dengan perilaku buang air besar kurang, berisiko 3,58 kali lebih besar untuk mengalami diare (OR=3,58; 95% CI 1,32-9,73). Pada penelitian ini tidak diperoleh hubungan signifikan antara sanitasi dasar dengan diare (p-value=1,000). Penelitian mendapatkan bahwa perilaku buang air yang tidak baik merupakan faktor risiko terhadap kejadian diare. Perbaikan perilaku melalui peningkatan pengetahuan menjadi perioritas utama untuk menurunkan kejadian diare