e-Jurnal Poltekkes Tanjungkarang
Not a member yet
1715 research outputs found
Sort by
Efektifitas Aplikasi Kelas Ibu Hamil terhadap Pengetahuan dan Kepatuhan Ibu dalam Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K)
Kepatuhan ibu hamil dalam program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) dapat ditingkatkan dengan penguatan pengetahuan tentang resiko tinggi dalam kehamilan melalui edukasi di kelas ibu hamil. Untuk mengatasi kurang aktifnya mengikuti kelas ibu hamil yang dilaksanakan secara klasikal, perlu diberikan alternatif mengikuti kelas ibu hamil melalui aplikasi berbasis Android. Tujuan penelitian melihat efektifitas Aplikasi-RESTIKOL.App terhadap pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil dalam program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) di Wilayah Kerja Puskesmas Iring Mulyo Kota Metro Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif Quasi Experiment, rancangan post-test only control group design. Populasi 120 ibu hamil, didasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dengan sampel penelitian 64 ibu hamil yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi diberikan edukasi melalui aplikasi. Analisis data univariat menggunakan rumus mean (rata-rata), analisis bivariat menggunakan Independent T-test. Hasil aplikasi kelas ibu hamil lebih efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil p-value 0,000 dan kepatuhan ibu dalam perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) p-value 0,000 dibandingkan dengan kelas ibu hamil klasikal. Edukasi melalui aplikasi kelas ibu hamil lebih efektif meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan ibu dalam P4K. Disarankan kepada bidan melakukan pengembangan cara edukasi untuk meningkatkan pengetahuan melalui media aplikasi
Analisis Kontrol Kualitas Ureum dan Kreatinin Menggunakan Grafik Levey-Jennings dan Sigma Metrik
Kontrol kualitas merupakan sebuah prosedur yang dilakukan untuk mengevaluasi proses pemeriksaan laboratorium guna memastikan sistem manajemen mutu berjalan dengan baik sehingga hasil yang dikeluarkan dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui akurasi, presisi, evaluasi grafik levey-jennings, dan sigma metrik terhadap pemeriksaan ureum dan kreatinin. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penilitian ini menggunakan data sekunder di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Data yang digunakan adalah data kontrol harian pemeriksaan ureum dan kreatinin pada bulan Oktober-Desember 2022. Hasil penelitian didapatkan nilai akurasi baik karena masih dibawah batas nilai maksimum ±10% begitu juga dengan nilai presisi yang menunjukan hasil baik karena tidak ditemukan nilai yang melewati CV% maksimum ureum 8% dan CV% maksimum kreatinin 6%. Evaluasi grafik levey-jennings dengan aturan westgard ditemukan beberapa pelanggaran serta peringatan di bulan Oktober-Desember untuk pemeriksaan ureum dan di bulan November untuk pemeriksaan kreatinin. Sigma metrik pada pemeriksaan ureum memiliki nilai buruk dan baik yaitu dari bulan Oktober-Desember 2022 berturut-turut adalah 2,54; 3,34; 4,14. Pemeriksaan kreatinin memiliki nilai sigma kelas dunia yaitu dari bulan Oktober-Desember 2022 berturut-turut adalah 8,6; 8,4; 16,13. Berdasarkan penelitian dibutuhkan peningkatan dan perbaikan strategi kontrol kualitas khususnya pada parameter pemeriksaan ureum
Efektivitas Gum Mimba (Azadirachta indica) sebagai Atraktan Ovitrap Nyamuk
Pemasangan ovitrap atau perangkap telur menjadi salah satu metode surveilans untuk pengendalian nyamuk. Adanya atraktan dengan kandungan senyawa organik yang tinggi dari gum mimba pada ovitrap diharapkan akan meningkatkan oviposisi nyamuk untuk meletakkan telurnya didalam ovitrap tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas gum mimba sebagai atraktan ovitrap. Penelitian telah dilaksanakan sejak bulan September hingga November 2022. Larutan gum mimba dibuat dengan melarutkan serbuk gum mimba dengan air panas dengan konsentrasi 2% dan pH7. Sebanyak 130 ovitrap (65 ovitrap air kran, 65 ovitrap larutan gum mimba 2%) telah dipasang di lingkungan Sumbersari serta dilakukan pemanenan telur nyamuk yang terperangkap pada hari ke 8 pemasangan. Telur dan larva yang terperangkap kemudian ditetaskan, diidentifikasi dan analisis dengan uji Mann-Whitney. Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh jenis air ovitrap terhadap jumlah nyamuk terperangkap. Ovitrap dengan air kran dinilai lebih efektif karena memiliki nilai OI (61,54%), jumlah telur (3577), ODI (89,42) yang lebih tinggi dibandingkan dengan ovitrap berisi gum mimba (OI 36,92%, Jumlah telur 1463, ODI 60,96). Hasil identifikasi nyamuk menunjukkan spesies Aedes aegypti, Aedes albopictus, Armigeres kesseli, Culex quinquefasciatus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ovitrap dengan air kran lebih efektif dibandingkan dengan ovitrap dengan gum mimba sebagai media
Analysis of Klebsiella Pneumonia and Resistance Genes Coding and Carbapenemase Production in National Referral Hospital Wastewater
Hospitals, as a source of transmission and spread of bacteria carrying antibiotic-resistant genes (ARGs) as well as a high source of antibiotic compounds, are a significant reservoir of antibiotic-resistant gene transfer that causes bacteria to develop multidrug resistance (MDR). Klebsiella pneumonia is a bacterium often found in wastewater with a high level of Extended Spectrum β-lactamase (ESBL) and carbapenemase resistance. This study aimed to determine Klebsiella pneumonia and resistance genes encoding ESBL and carbapenemase in hospital wastewater to obtain primary Antimicrobial Resistance (AMR) data in the environment, which was first conducted in Indonesia. The resistance gene detection method was developed using High Throughput Real-Time and conventional Real-Time (HT-RT PCR). The data obtained were relative abundance and copy number. The results showed that blaTEM and blaNDM were the highest ARGs. Conventional Real-Time PCR results showed better sensitivity in detecting K. pneumoniae and ARGs than HT-RT PCR. The detection of K. pneumoniae and ARGs in RSCM wastewater in Indonesia indicates the need to improve the handling of RSCM WWTP to monitor the number of microbial resistances to antibiotics
Type and Duration of Use of Hormonal Contraceptives as a Trigger for Maternal Weight Increase in Family Planning Acceptors in Bali: A Cohort Study
Introduction: Hormonal contraceptives are widely chosen by mothers to regulate the number of children and the spacing of births. However, the use of hormonal contraceptives provokes the side effects of weight gain. Purpose: This study evaluated the relationship between the type and duration of hormonal contraceptive use with weight gain in family planning acceptance in the Community Public Health Ubud I sub-district of Bali Province, Indonesia. Methods: The cohort study is a retrospective research design. A total of 92 acceptors, namely mothers who use contraception for at least 6 months as samples. Data are secondary sourced from medical records at Community Health Centers that meet the research criteria. Questionnaire as a measuring tool to obtain data on the type and duration of contraceptive use and body weight before and after hormonal contraceptive use. Analysis of bivariate data using the chi-square test and Wilcoxon test. Results: The number of 92 study subjects after conducting uji Wilcoxon found an association between hormonal contraceptive use and weight gain (p = 0.001) and the chi-square test showed a relationship between the length of contraceptive use and weight gain (p = 0.001). Conclusion: Weight gain in mothers is influenced by the length of hormonal contraceptive use. The duration of use of hormonal-type contraceptives needs to be considered as the basis for the realization of a program to prevent weight gain in family planning acceptors.
Latar Belakang: Kontrasepsi hormonal banyak dipilih ibu-ibu untuk mengatur jumlah anak dan jarak kelahiran anak. Namun, penggunaan kontrasepsi hormonal memicu efek samping peningkatan berat badan. Tujuan: untuk mengevaluasi efek antara jenis dan lama penggunaan kontrasepsi hormonal dengan peningkatan berat badan pada akseptor keluarga berencana di Pusat Kesehatan Masyarakat kecamatan Ubud I Provinsi Bali, Indonesia. Metode: Studi cohort merupakan desain penelitian bersifat retrospektif. Sebanyak 92 aksepor, yaitu ibu-ibu pengguna kontrasepsi minimal 6 bulan sebagai sampel. Data bersifat sekunder bersumber rekam medis di Pusat Kesehatan Masyarakat yang memenuhi kriteria penelitian. Kuesioner sebagai alat ukur untuk memperoleh data jenis dan lama penggunaan alat kontrasepsi dan berat badan sebelum dan sesudah penggunaan kontrasepsi hormonal. Analisis data bivariat menggunakan uji chi square dan uji Wilcoxon. Hasil: Subjek penelitian berjumlah 92 setelah dilakukan uji wilcoxon menemukan ada hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal dengan peningkatan berat badan (p=0,001) dan uji chi square menunjukkan terdapat hubungan antara lama penggunaan kontrasepsi dengan peningkatan berat badan (p=0,001). Simpulan: Peningkatan berat badan pada ibu-ibu dipengaruhi oleh lama penggunaan kontrasepsi hormonal. Lama penggunaan kontrasepsi jenis hormonal perlu diperhatikan sebagai dasar perwujudan program pencegahan peningkatan berat badan pada akseptor keluarga berencana
SANITASI DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI WILAYAH KELURAHAN SILABERANTI PALEMBANG
Depot air minum isi ulang (DAMIU) harus dilakukan pemeriksaan rutin dan dikelola dengan baik agar tidak memberikan risiko kesehatan kepada konsumen. Penelitian bertujuan mengetahui kondisi sanitasi depot air minum isi ulang di wilayah kelurahan Silaberanti Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan melakukan pemeriksaan kondisi hygiene sanitasi DAMIU, serta pemeriksaan kualitas air (Fe, pH, dan Coliform). Penelitian ini berlangsung pada bulan Maret-Mei 2022, dan mengikutkan 10 DAMIU. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara menggunakan formulir pemeriksaan DAMIU. Sedangkan pemeriksaan sampel air minum dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang (BBLK) Palembang. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh DAMIU telah memenuhi persyaratan hygiene sanitasi (aspek tempat, penjamah dan peralatan). Hasil pemeriksaan sampel air minum (10 sampel), menunjukkan bahwa seluruhnya memenuhi persyaratan kesehatan, pada parameter Fe, pH, dan Coliform. Hasil penelitian mendapatkan bahwa seluruh DAMIU yang diperiksa telah memenuhi persyaratan kesehatan, yaitu syarat higiene sanitasi dan kualitas air minum. Perlu pengawasan dan pemeriksaan berkala untuk menghindari risiko kesehatan pada konsumen
IMPLEMENTASI PROSES REKLAMASI MELALUI MONITORING DAN PENILAIAN LINGKUNGAN LAHAN BEKAS TAMBANG PT X, KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2022
Reklamasi merupakan proses yang dilakukan dalam upaya mengembalikan fungsi lahan setelah proses ekplorasi usai dilakukan (pasca tambang). Salah satu dari serangkaian kegiatan reklamasi adalah revegetasi, dimana akan adanya pemantauan dan penilaian kualitas lingkungan (air, udara, dan tanah), sebagai parameter kelayakan dan meminimalisir adanya pencemaran yang terjadi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan participant observation dimana adanya keterlibatan peneliti secara langsung dalam serangkaian kegiatan reklamasi yang di lakukan oleh PT X selama periode tertentu. Proses revegetasi yang dilaksanakan oleh PT X telah sesuai dengan standar yang ditetapkan, khususnya terkait dengan pemilihan jenis tanaman. Adapun tanaman yang dibudidayakan diantaranya trembesi, kaliandra, turi, sengon, pucuk merah, jambu bol, kelapa, kelengkeng merah, jagung, dan bunga putih. Sedangkan pada pemantauan dan penilaian kualitas lingkungan sebagian besar sudah memenuhi persyaratan baku mutu lingkungan pada udara ambien, tanah, dan air minum. Namun untuk parameter mikrobiologi (E.coli dan Total Coliform) masih diatas batas yang dipersyaratkan. Begitupun dengan kandungan Zn dan Fe pada tanah di sekitar lahan bekas tambang. Penilaian terkait dengan kualitas lingkungan PT X dinilai masih sesuai dan wajar, hal tersebut didasarkan pada proses revegetasi yang masih berjalan, dimana penggunaan pupuk berpotensi meningkatkan konsentrasi pada beberapa parameter lingkungan. Maka sebagai tindak lanjut nantinya, diperlukan upaya pemanfaatan olahan bahan organik lain, yang ramah lingkungan dan digunakan sesuai takaran dalam penyuburan tanah di lahan bekas tambang
Telehealth “SIPISPeKa_G2” sebagai Tindak Lanjut Program Indonesia Sehat Berbasis Keluarga
Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) telah dimulai tahun 2015, yang diharapkan pencapaiannya tahun 2019. Program ini merupakan program pendataan indeks setiap keluarga dengan 12 indikator dan selanjutnya dilakukan intervensi bagi keluarga bermasalah sesuai dengan indikator permasalahannya. Persoalan yang muncul dari program ini adalah capaian pendataan yang masih kurang dari target dan adanya ketimpangan cakupan pendataan dan pemberian intervensi pada pelaksanaan PIS-PK mulai dari awal perencanaan hingga pelaksanaan. Oleh karenanya aplikasi Telehealth SIPISPeKa_G2 merupakan salah satu solusi untuk memperkecil ketimpangan tersebut. Aplikasi SIPISPeKa_G2 merupakan aplikasi berbasis android yang dirancang untuk pendataan indeks keluarga sehat (IKS) secara mandiri (Self Assesment) dan merupakan media komunikasi tindak lanjut terhadap permasalahan hasil pendataan bagi keluarga yang bermasalah. Desain penelitian adalah quasi eksperiman, uji coba SIPISPeKa_2. Pengambilan sampel dengan metode non probability sampling, sebagai kriteria inklusi adalah Keluarga dengan nilai IKS rendah, dan dapat mengoperasikan android, besar sampel 132. Analisis data untuk menilai kelayakan aplikasi telehealth dan dengan menggunakan T-Test Sampel Dependent. Hasil analisis univariat menyatakan bahwa SIPISPeKa_G2 layak digunakan, dan hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nilai IKS antara yang menggunakan SIPISPeKa_G2 dengan hasil survey langsung. Hal ini membuktikan bahwa SIPISPeKa_G2 dapat menjadi alternatif self assessment IKS dan sebagai media komunikasi untuk tindak lanjut intervensi bagi keluarga dengan IKS rendah
The Comparison of Risk Factors for Stunting in Rural and City in Lampung
Globally, Rural areas have more stunted children (40%) than urban areas (33%). In contrast, in Indonesia, In 2010-2013, the prevalence of stunting in rural areas was higher than in urban areas at 40 0% and urban areas by 31.5%. This type of quantitative research uses Cross Sectional approach with the aim of study to compare risk factors for stunting in rural areas and Lampung City in 2022. The research subjects are mothers and toddlers 30 are rural, and 30 are in town. The analysis in this study used the independent t-test, Mann-Whitney, chi-square, and Fisher tests; the results showed a comparison of birth length, exclusive breastfeeding, birth spacing, economic status, and environmental factors to the incidence of stunting in cities and villages in 2022. There was no comparison of birth weight, breastfeeding for up to 2 years, depression status, number of children, parenting, dietary, and Nutrition Patterns During Pregnancy on Stunting Incidents in Cities and Villages. The dominant factors influencing stunting in cities and villages based on the results of multivariate analysis of Birth spacing. There is a comparative risk factor for stunting in both rural and urban areas in Lampung province. Stunting prevention efforts by preventing early marriage, increasing the ease of access to health services in peripheral/remote sites to reduce the distance to reach health facilities, and preventing the occurrence of Low Birth Weight Babies through various promotional efforts in preventive
Efek Homogenisasi Spesimen Darah Metode Inversi Terhadap Nilai Hematokrit
Laboratory examination consists of three stages, namely pre-analytical, analytical, and post-analytic. The biggest error occurred in the pre-analytical stage, which was around 61%. Homogenization including the pre-analytical stage is the process of mixing blood and anticoagulants which are included in the pre-analytical stage. Homogenization has two ways namely manual and automatic. Inadequate homogenization can cause clots or rupture of erythrocytes/lysis and shrinkage of erythrocytes, leading to a falsely low hematocrit value. The study aimed to find out and analyze differences in hematocrit values by homogenizing the inversion method 2, 4, and 10 times. This type of research is observational analytic. The research was carried out in June - August 2021 at the Clinical Laboratory of Muhammadiyah University of Palangkaraya. The research sample consisted of 9 EDTA blood from 9 people according to the inclusion criteria. All samples were examined for hematocrit using a Hematology Analyzer Sysmex XP-300. The results showed that the average hematocrit value in 2 times inversion homogenization was 38.40%, 4 times homogenization was 38.78%, and 10 times homogenization was 39.14%. The conclusion of this study was that there was no significant effect of the inversion homogenization technique 2, 4, and 10 times on the hematocrit value (p=0.584 > 0.05)