e-Jurnal Poltekkes Tanjungkarang
Not a member yet
1715 research outputs found
Sort by
Gambaran Pemeriksaan Kadar Glukosa Darah, Kolesterol Dan Asam Urat Pada Lansia
Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia ≥ 60 tahun. Lansia sangat rentan terhadap gangguan homeostatis, salah satu homeostatis yang terganggu yaitu sistem pengaturan kadar glukosa darah, kolesterol dan asam urat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar glukosa darah, kolesterol dan asam urat pada lansia di Desa Tonggondoa Kecamatan Palibelo. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik. Metode pemeriksaan sampel glukosa, kolesterol dan asam urat adalah Poin of Care Testing (POCT), dengan alat Easy Touch GCU Meter Device. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lansia yang memiliki kadar glukosa normal lebih sedikit (16%) dibandingkan yang memiliki kadar di atas normal (84%). Jumlah lansia yang memiliki kadar kolesterol normal lebih sedikit (28%) dibandingkan yang memiliki kadar di atas normal (84%). Kemudian jumlah lansia yang memiliki kadar asam urat normal dan di atas normal masing-masing sebanyak 50%
Hubungan Kadar Kolesterol Total Dengan Tekanan Darah Pada Lansia Di Desa Peliatan Ubud Gianyar
Penuaan sering menimbulkan masalah kesehatan pada sistem jantung dan pembuluh darah diantaranya adalah hipertensi. Kadar kolesterol yang tinggi dan hipertensi sering bersinergi dalam menyebabkan sindrom metabolik, yang menjadi prekursor penting dalam patogenesis penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar kolesterol total dengan tekanan darah pada lansia di Desa Peliatan Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional dengan besar sampel adalah 43 responden. Pengambilan responden penelitian ditentukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pemeriksaan kadar kolesterol total dilakukan dengan menggunakan metode Point of Care Testing easy touch, dan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer digital. Hasil penelitian ditemukan kadar kolesterol total yang tinggi sebanyak 44,2 %, kadar ambang batas atas 25,6 % dan normal 30,2 %. Responden yang memiliki tekanan darah tinggi 51,2 % dan normal 48,8 %, dari responden yang memiliki tekanan darah tinggi ditemukan 86,4% memiliki kadar kolesterol total kategori tinggi. Sedangkan responden dengan tekanan darah normal memiliki kadar kolesterol kategori normal dan ambang batas atas. Hasil uji chi-square menunjukkan nilai p = 0,001. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kadar kolesterol total dengan tekanan darah pada lansia di Desa Peliatan Ubud Gianyar
Factors Related to The Incidence of Pneumonia in Toddlers at Karangrejo Metro Utara Community Health Center
Introduction: According to the World Health Organization (WHO), pneumonia accounted for 16% of deaths among children under five worldwide, with a total of 920,136 deaths in 2021. The Metro City Health Office (2021) recorded the highest prevalence was found at Karangrejo Public Health Center, with 288 out of 677 children affected (65.1%). Objective: This study aims to identify the factors associated with the incidence of pneumonia in children under five at Karangrejo Public Health Center, North Metro. Method: The type of research used is analytical with a case-control approach. The dependent variable is pneumonia, and the independent variables in this study are low birth weight, age of the child, and immunization status. The research sample consists of 36 pneumonia cases and 36 control respondents among children under five at Karangrejo Public Health Center, selected using systematic random sampling. Data collection was carried out using questionnaires, and statistical analysis was performed using the chi-square test. Results: Based on the study, it was found that 45.8% of children under five with low birth weight were at risk, 48.6% of children were at risk due to age, and 54.2% were at risk due to immunization status. The bivariate analysis showed a significant relationship between low birth weight and the incidence of pneumonia (p-value = 0.000), a significant relationship between the age of the child and the incidence of pneumonia (p-value = 0.000), and a significant relationship between immunization status and the incidence of pneumonia (p-value = 0.000). Conclusion: Low birth weight, age of the child, and immunization status are associated with the incidence of pneumonia in children under five. The researcher provided counseling regarding the various factors that can contribute to the occurrence of pneumonia in young children
Mengoptimalkan Pelvic Rocking menggunakan gym ball untuk menurunkan Low back Pain Pada kehamilan
Low Back Pain (LBP) is discomfort due to physiological changes during pregnancy that will have an impact on the quality of life of pregnant women, such as decreased physical mobility, reduced sleep quality, and increased psychological stress. The high prevalence of LBP in pregnancy ranges from 24% to 90%. Therefore, it is necessary to strive for pain management that is easy to do, has minimal side effects for pregnancy, and can be done independently by pregnant women, with minimal equipment and low costs. Using a gym ball in pelvic rocking exercises can stretch the pelvic muscles and increase levels of the beta-endorphin hormone, which can reduce pain. This study aims to analyze using a gym ball in pelvic rocking exercises to minimize the pain scale of low back pain in pregnancy. This research design is a quasi-experiment with a Pre-test, Post-test, and Nonequivalent Control Group Design. The sampling technique in this research was Purposive sampling, with 30 respondents divided into two groups. The instrument used was the Visual Analog Scale (VAS) to assess the level of the LBP pain scale. Data analysis used the t-test. The results of statistical tests show a p-value of 0.000 (p-value<0.05), so it can be concluded that using a gym ball in pelvic rocking exercises affects the LBP scale in pregnancy.Low Back Pain (LBP) merupakan ketidaknyamanan akibat perubahan fisiologis pada kehamilan, dan berdampak pada kualitas hidup wanita hamil, seperti penurunan mobilitas fisik, penurunan kualitas tidur, dan peningkatan stress psikologis. Tingginya prevalensi LBP pada kehamilan berkisar antara 24% hingga 90%, sehingga perlu diupayakan managemen penanganan nyeri yang mudah dilakukan, minim efek samping bagi kehamilan, dapat dikerjakan secara mandiri oleh wanita hamil, dengan peralatan yang minimal dan biaya yang rendah. Penggunaan gymball dalam latihan pelvic rocking dapat meregangkan otot panggul dan meningkatkan kadar hormon beta-endorfin yang dapat menurunkan rasa nyeri. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan gymball dalam latihan pelvic rocking pada penurunan skala nyeri LBP Pada kehamilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasy experiment dengan desain Pretest Posttest Nonequivalent Control Group Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah 30 responden dibagi menjadi 2 kelompok. Instrumen yang digunakan adalah Visual Analog Scale (VAS) untuk menilai tingkat skala nyeri LBP. Analisa data menggunakan uji t (t-test) dengan bantuan sofware spss. Hasil uji statistik, menunjukkan nilai p-value 0.000 (p-value<ᾳ= 0.05 ) sehingga dapat disimpulkan penggunaan gym ball dalam latihan pelvic rocking berpengaruh terhadap skala nyeri Low Back Pain (LBP) Pada Kehamilan
Nutilor (Moringa Leaf and Chicken Liver Nuggets) as Food for Stunting Prevention
Providing complementary foods for breast milk (MP-ASI) is very important because the age of >6 months to 2 years, nutrients are needed to support children's growth and development during the golden period. Nuggets are a high-protein food. Modifications were made to increase the nutritional value by adding chicken liver and Moringa leaves and substituting them with Nutilor (Moringa Leaf Liver Nuggets). The research aims to analyze panelists' nutritional value and acceptability regarding the color, aroma, taste, and texture aspects of Nutilor products, as well as knowing market analysis and product prices. The method was an experiment conducted in the Food Laboratory, Nutrition Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang. Nutilor with chicken liver substitution, namely: F1 (14%), F2 (16%), F3 (18%), F4 (20%). Organoleptic testing using the hedonic test method (color, aroma, taste, texture, and overall acceptability) was conducted with 75 panelists and one replication. The most preferred Nutilor products are analyzed for their nutritional content, determining food costs and selling prices. Data were analyzed univariately using the Likert scale method. The organoleptic test results showed that the most preferred formula was F3 (90:25), with a nutritional value per serving (60 grams), namely E 171.2 kcal, P 9.1 g, L 8.2 g, KH 16.1, fiber 0.16, iron (Fe) 2.6 mg, the selling price per portion is IDR. 5000. The preferred product is F3, and based on the Likert scale, each formula has different colors and aromas. In further research, you need to pay attention to the time and temperature when frying and measure the amount of lemon used during marination
The Impact of Child Injury Prevention Package (CIPP) on Injury Prevention in Toddler
Injuries are a cause of morbidity and mortality in children under five. In Indonesia, the prevalence of injuries to children under five in 2013 was 8.5%, and in 2018, it was 8.2%. Injuries to toddlers derive from not-yet-optimal levels of development, high curiosity, lack of gross motor coordination, and the ability to anticipate danger. Nurses can provide anticipatory guidance to parents to increase parental understanding and prevent injuries to toddlers. The research aimed to determine the effect of CIPP on injury prevention in toddlers. The research method used the One group pre and post-test design with the population of all toddlers in the Puskesmas (Community Health Centre) Rajabasa Indah working area. The research sample using Proportional Random Sampling was 120 parents of toddlers. Data collection was done through interviews using screening cards. Data were analyzed using proportions and a T-test. The results of toddler characteristics were male (55.83%), toddler (55.83%), and standard nutritional status (70.8%). The proportion of toddlers who experienced injuries was 41.66%, and the most frequently experienced injuries were falls (37.5%). There was a significant difference in the mean value of knowledge about injury prevention in toddlers (p-value=0.000), environmental modification (p-value=0.000), and injury incidences in toddlers (p-value=0.000) before and after the anticipatory guidance intervention using CIPP. It is recommended to integrate CIPP into toddler health promotion, socialize CIPP with parents, cadres and kindergarten teachers, and develop CIPP-Android based applications
INSENSITIFITAS ASETILKOLINESTERASE (AChE) NYAMUK Aedes aegypti TERHADAP MINYAK SERAI WANGI (Cymbopogon nardus)
Aedes mosquitoes are vectors of viruses, namely the dengue virus. Treatment with insecticides is no longer effective if the target mosquito is resistant. Therefore, efforts are needed to overcome the resistance of these mosquitoes. Inhibition of the enzyme acetylcholinesterase (AChE) is one way the synthetic insecticide Profenofos works; if AChE is inhibited, acetylcholine accumulation will disrupt the nervous system. Insensitivity to AChE is one mechanism of mosquito resistance to insecticides. Based on this, the problem is formulated as follows: is the increase in susceptibility of Aedes aegypti mosquitoes to alphacymethrin, citronella oil, and a combination of both caused by a decrease in the insensitivity of mosquito AChE? This study aims to determine the AChE insensitivity of Aedes aegypti mosquitoes to citronella oil, a combination of citronella oil and alphacymethrin 0.03%), compared to the positive control (insecticide alphacymethrin 0.03%). Percentage of mosquito mortality after being held for 24 hours: The results showed no difference between the two groups of mosquitoes without treatment (A) and 100 µL/L citronella oil (B), F count 0.000, Sig. 1.000, significance value <0.05. Exposure to 100 µL/L citronella oil on instar III-IV mosquito larvae did not make mosquitoes more susceptible or more resistant to 0.03% alphacypermethrin insecticide. Based on the absorption value analysis results using the T-test between group A/ without treatment and group B with 100µL/L citronella oil treatment showed a Sig. (2-tailed) value of 0.547>0.05 means there is no significant difference between the two groups.Nyamuk Aedes merupakan vektor virus dari Famili Flaviviradae yaitu virus dengue.Menurut WHO (2011) menyatakan bahwa tidak ada pengobatan khusus untuk demam berdarah, namun perawatan medis yang tepat sering menyelamatkan nyawa pasien dengan demam berdarah.Pencegahan penularan virus dengue paling efektif adalah dengan memerangi vektor pembawa penyakitnya.Upaya pengendalian nyamuk dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida, dimana terdapat 4 (empat) golongan yaitu organoklorin, organofosfat, karbonat dan piretroid.Masyarakat sering menggunakan cypermetrin, salah satu golongan insektisida piretroid (Kemenkes RI, 2012).Muncul masalah baru akibat penggunaan insektisida yang berlangsung lama, yaitu resistensi. Kajian tentang resistensi nyamuk terhadap insektisida telah banyak dilakukan antara lain nyamuk di Jawa tengah dan DIY resisten terhadap insektisida malathion 0,8%, Bendiocarb 0,1%, Landasihalotrin 0,05%, permethrin 0,75%, deltamethryin 0,05% dan Etofenproks 0,5% (Widiarti et al., 2011). Nyamuk Aedes aegypti resisten terhadap cypermethrin 0,2% dan 0,4% (Pradani et al, 2011). Penanganan dengan insektisida tidak lagi efektif jika nyamuk sasaran telah resisten.Maka perlu upaya mengatasi resistensi nyamuk tersebut. Khoiriyah dan Nurminha (2020) melakukan kajian tentang resistensi nyamuk Aedes aegypti yang dipapar oleh minyak serai wangi (Cymbopogon nardus), dimana hasil menunjukkan bahwa nyamuk resisten terhadap alphacypermethrin 0,03% dengan persentase kematian adalah 73,7%. Namun rentan terhadap minyak serai wangi 10% dengan persentase kematian nyamuk 100%.Hasil paparan kombinasi insektisida alphacypermethrin dan minyak serai wangi 10% pada nyamuk meningkatkan kerentanan nyamuk, dibuktikan dengan adanya peningkatan persentase kematian nyamuk.Penghambatan kerja enzim asetilkolinesterase (AChE) merupakan satu cara kerja insektisida sintetik profenofos, jika AChE terhambat maka akan terjadi penumpukkan asetilkolin yang mengakibatkan sistem saraf terganggu (Untung, 2001, Djojosumarto, 2008, dan Mutchler, 2010). Maka ketidakpekaan pada AChE merupakan satu mekanisme nyamuk resisten terhadap insektisida, dapat juga dengan meningkatkan aktifitas enzim esterase untuk menetralkan racun insektisida (Widiarti et al, 2011).Berdasarkan hal itu, dirumuskan masalah yaitu apakah peningkatan kerentanan nyamuk Aedes aegypti terhadap alphacymetrhin, minyak serai wangi dan kombinasi keduanya diakibatkan oleh penurunan insensitifitas/ ketidakpekaan AChE nyamuk? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui insensitifitas AChE nyamuk Aedes aegypti terhadap minyak serai wangi, kombinasi minyak serai wangi dan alphacymethrin 0,03%)dibandingkan kontrol positif (insektisida alphacymethrin 0,03%)
Pengaruh Lama Simpan dan Konsentrasi Antikoagulan Natrium Sitrat terhadap Nilai Laju Endap Darah
Pemeriksaan LED harus dilakukan maksimal 2 jam setelah pengambilan darah, jika dilakukan setelah lebih dari 2 jam bentuk eritrosit akan menjadi lebih bulat dan menyebabkan nilai LED menjadi rendah.. Pada pemeriksaan LED konsentrasi dari antikoagulan Natrium Sitrat dapat mempengaruhi hasil, penurunan konsentrasi akan menyebabkan larutan hipotonik sehingga hasil LED menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh lama simpan dan konsentrasi antikoagulan Natrium Sitrat terhadap nilai Laju Endap Darah. Metode penelitian yang dilakukan adalah secara quasi eksperimen dengan subjek penelitian yaitu spesimen darah normal. Data hasil penelitian di uji secara statistik dengan uji General Linear Model (GLM) – repeated measure. Hasil statistik pada lama simpan didapatkan nilai sig 0,000 < 0,05 disimpulkan bahwa terdapat pengaruh lama simpan darah 3 jam terhadap nilai LED, sedangkan pada konsentrasi antikoagulan Natrium Sitrat didapatkan nilai sig 0.099 > 0,05. Dapat disimpulkan tidak ada pengaruh konsentrasi antikoagulan Natrium Sitrat 3,8% dan 3,0% terhadap nilai LED
Kajian Peresepan Racikan Pasien Anak pada Dua Apotek di Kota Bandar Lampung
Pasien anak merupakan populasi dengan risiko tinggi dalam pengobatan. Pemberian dosis obat yang tepat untuk bayi dan anak merupakan hal yang sulit karena perubahan fisiologis yang berkaitan dengan masa kanak-kanak. Pasien pediatrik lebih sering mendapatkan resep racikan hal ini disebabkan jenis dan bentuk sediaan yang tersedia di tempat pelayanan kesehatan terkadang tidak memenuhi, sedangkan hal tersebut dapat meningkatkan peluang terjadinya kesalahan pengobatan. Peracikan obat menjadi perhatian sebab dalam peracikan obat banyak memunculkan kejadian yang tidak dikehendaki seperti interaksi obat. Interaksi obat merupakan salah satu dari delapan kategori masalah terkait obat yang telah diidentifikasi sebagai kejadian terapi obat yang dapat mengganggu outcome klinis yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelengkapan aspek administratif, aspek farmasetika, serta keseuaian aspek klinis menurut Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek Tahun 2019 pada dua apotek di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data sekunder dari resep racikan pasien anak usia 2-12 tahun pada dua apotek di Kota Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukkan dari karakteristik 50 pasien pada dua apotek di Kota Bandar Lampung didominasi pada anak usia 2-8 tahun, kelengkapan aspek administatif berupa nama pasien, umur pasien, nama dokter, nomor SIP dokter, paraf dokter dan tanggal resep pada kedua apotek yaitu 100%, dari 6 kelengkapan aspek farmasetika pada kedua apotek terpenuhi 100%, adanya interaksi obat terjadi sebesar 58% pada Apotek X dan pada Apotek Y sebesar 64%, duplikasi obat terjadi sebesar 0%, ketepatan dosis pada Apotek X sebesar 82% dan pada Apotek Y sebesar 70%
Designing of Aplikasi Pendamping Diabetes (Si-PenDi) as a Control Tool for Type 2 Diabetes Mellitus Patients
Diabetes Mellitus is known as the mother of other diseases such as cardiovascular disease, kidney failure, and blindness. Indonesia ranks 5th in the world in terms of the number of Diabetes Mellitus sufferers in 2014. Non-compliance of patients with therapeutic recommendations can increase the risk of complications. Patient non-compliance is often caused by several factors, including forgetting to use medication, ADR, feeling healthy, and lack of education from health workers. The increasingly widespread use of Android-based applications among the public is an opportunity for patient consultations and reminding patients to be disciplined in using drugs so that they can improve patient clinical outcomes. Therefore, it is necessary to design an Aplikasi Pendamping Diabetes (Si-PenDi) as a control tool for type 2 diabetes mellitus patients undergoing therapy. This research aims to create the Aplikasi Pendamping Diabetes (Si-PenDi) as a tool to help control type 2 diabetes mellitus patients. The research is Research and Development research. The method is used to produce specific products and study the effectiveness of these products. This research reached TKT Level 2, making an Android-based technology application called the Si-PenDi (Diabetes Companion Application). The results obtained are that the Si-PenDi application has quite effective quality but cannot be said to be efficient and meet user satisfaction, so it is necessary to improve the design so that the application is better able to meet user expectations