Journal Widya Mandala Catholic University Surabaya / Jurnal Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Not a member yet
4152 research outputs found
Sort by
Konsep Diri Jurnalis Perempuan (Studi Fenomenologi Tentang Pengalaman Traumatik Jurnalis Perempuan Saat Menjalankan Profesinya)
This research aims to understand how female journalists develop their self-concept after experiencing traumatic events while performing their professional duties. Traumatic experiences include incidents such as invasion of privacy, sexual violence, terror, destruction threats, and verbal abuse. The phenomenon examined in this research is the impact of this experience on self-concept and the actions taken to restore the psychological condition of female journalists. A qualitative approach with phenomenological methods and symbolic interaction theory was employed. In this research, researchers involved 5 (five) female journalist informants using snowball sampling techniques. The finding reveal a variety of responses among female journalists, ranging from self-blame and doubt to positive self-concepts achieved by establishing personal boundaries. The essence of female journalists' responses to traumatic experiences obtained from structural descriptions extracted from narrative textural descriptions resulting from participant interviews is that even though they are faced with challenges and trauma, female journalists show resilience, determination, and a willingness to learn and grow from their experiences. which impacts their affirmation of their profession and personal well-being. This research contributes to the literature by providing a new perspective on the psychological dynamics and professionalism of female journalists in a local context. Apart from that, this research also has practical implications for media organization and government policies regarding the protection of female journalists and support for female journalists in various concrete forms. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana jurnalis perempuan mengembangkan konsep diri mereka setelah mengalami peristiwa traumatis ketika melakukan tugas profesionalnya. Pengalaman traumatis mencakup insiden seperti pelanggaran privasi, kekerasan seksual, teror, ancaman pengrusakan, dan pelecehan verbal. Fenomena yang diteliti dalam penelitian ini adalah dampak pengalaman tersebut pada konsep diri dan tindakan yang dilakukan untuk memulihkan kembali kondisi psikologis jurnalis perempuan. Pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dan teori interaksi simbolik digunakan. Dalam penelitian ini peneliti melibatkan 5 (lima) orang informan jurnalis perempuan dengan menggunakan teknik snowball sampling. Temuan mengungkapkan beragam respon jurnalis perempuan, mulai dari menyalahkan dan meragukan diri sendiri hingga pengembangan konsep diri yang positif yang dicapai dengan membangun batasan-batasa personal. Adapun esensi dari respon jurnalis perempuan terhadap pengalaman traumatis yang diperoleh dari deskripsi struktural hasil ekstraksi dari deskripsi tekstural narasi hasil wawancara partisipan adalah walaupun dihadapkan pada tantangan dan trauma, para jurnalis perempuan menunjukkan adanya resiliensi, determinasi, dan kesediaan untuk belajar dan tumbuh dari pengalaman mereka, yang berdampak pada afirmasi mereka pada profesi dan kesejahteraan personal. Penelitian ini berkontribusi pada literatur dengan memberikan perspektif baru tentang dinamika psikologis dan profesionalisme jurnalis perempuan dalam konteks lokal. Selain itu, penelitian ini juga berimplikasi praktis bagi kebijakan organisasi media dan pemerintah terkait perlindungan terhadap jurnalis perempuan dan dukungan terhadap jurnalis perempuan dalam berbagai bentuk nyata
PENDIDIKAN HUMANIS DI ERA DISRUPSI
Mengkaji status filsafat pendidikan di era disrupsi merupakan sebuah tema yang menantang bagi para filsuf. Ini terjadi karena era disrupsi yang terjadi saat ini menantang kita untuk meredifinisi kembali apa makna dan arti terdalam dari sebuah proses pendidikan dan berbagai macam konsep dalam dunia pendidikan yang selama ini kita andaikan begitu saja. Era disrupsi mengubah secara ideologi atau filosofis cara kita memandang tujuan pendidikan, pengajaran, pembelajaran, kurikulum, evaluasi, siswa, guru, dan keseluruhan struktur dan kebijakan di dalam sebuah sistem pendidikan (Schiro, 2008). Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sudah mendisrupsi praktik-praktik pendidikan pada saat ini dan akan berjalan terus di masa depan.Makalah ini membahas dan memberikan butir-butir pemikiran tentang peranan filsafat pendidikan dalam memberikan jalan dan solusi bagi pengambil kebijakan dan praktisi pendidikan di era disrupsi agar proses pendidikan tetap menunjukkan wajah kemanusiaannya di tengah berbagai macam ancaman teknologisasi dalam dunia pendidikan. Teknologisasi dalam dunia pendidikan, melalui fenomena Revolusi Industri 4.0, bila tidak dipahami dalam esensinya yang terdalam justru akan memiliki dampak besar terhadap kemanusiaan itu sendiri
Efektivitas Terapi Tocilizumab Terhadap Mortalitas Pasien COVID-19 Derajat Berat di Rumah Sakit “X” Surabaya: studi observasional
Tocilizumab merupakan agen inhibitor IL-6 yang direkomendasikan untuk terapi pasien COVID-19 derajat berat hingga kritis. Beberapa penelitian menunjukan hasil yang bervariasi terkait waktu pemberian tocilizumab yang optimal. Peningkatan kadar sitokin yang terjadi pada fase awal COVID-19 memunculkan hipotesis bahwa pemberian tocilizumab lebih awal dapat menurunkan resiko mortalitas pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian tocilizumab dalam waktu 72 jam setelah dirawat di rumah sakit dalam menurunkan angka mortalitas pasien COVID-19 derajat berat yang dirawat di rumah sakit X di Surabaya. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional retrospektif pada pasien COVID-19 derajat berat. Subyek dipilih dengan menyamakan karakteristik demografi menggunakan metode propensity score matching untuk kelompok kontrol. Analisis hasil luaran mortalitas dianalisis menggunakan multivariable logistic regression. Sebanyak 98 pasien COVID-19 derajat berat diikutsertakan dalam penelitian, 49 subyek (50%) mendapatkan terapi tocilizumab dan 49 subyek tidak mendapatkan tocilizumab. Dari 49 subyek yang mendapat terapi tocilizumab, sebanyak 30 subyek mendapatkan terapi tocilizumab dalam waktu 72 jam setelah masuk rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tocilizumab dapat menurunkan angka mortalitas yang tidak signifikan (aOR: 0,79; 95% CI: 0,305 - 2,049; p: 0,629). Penurunan angka mortalitas yang lebih besar teramati pada subyek yang mendapatkan tocilizumab lebih awal (aOR: 0,77; 95% CI: 0,42 – 1,85). Pemberian tocilizumab dalam waktu 72 jam pada pasien COVID-19 derajat berat dapat menurunkan resiko mortalitas yang tidak signifikan
Karakterisasi Sediaan Gel Face Scrub Yang Mengandung Variasi Ampas Kelapa (Cocos nucifera L.) Sebagai Exfoliating
Ampas Kelapa (Cocos nucifera L.) merupakan sumber protein rendah lemak bebas gluten yang membantu menjaga kulit tetap terhidrasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memformulasikan ampas kelapa kedalam bentuk sediaan gel face scrub dan mengetahui stabilitas sediaan gel face scrub ampas kelapa. Metode yang digunakkan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental dengan membuat sediaan gel face scrub dengan variasi konsentrasi dari ampas kelapa (Cocos nucifera L.) sebagai exfoliating. Hasil pengujian sediaan gel face scrub ampas kelapa variasi konsentrasi 3%, 6% dan 9% pada pengujian organoleptis sediaan berbentuk gel, bau ampas kelapa dan berwarna putih, dan putih kecoklatan, sediaan homogen, nilai pH memenuhi syarat yang ditentukan 4,5-6,5, daya sebar berkisar antara 5-7 cm, daya lekat berkisar lebih dari 1 detik, dan untuk viskositas masuk kedalam rentang standar yaitu antara 2000-4000 Cp
CORRELATION BETWEEN HOUSEWIVES PREPAREDNESS IN FACING FLOOD WITH COPING MECHANISM IN TAMPING HAMLET, GRESIK REGENCY, INDONESIA
BACKGROUND: Indonesia is the largest archipelagic country in the world across the equator, located between two continents, two oceans, and located between three plates of the earth. This condition causes the risk of natural disasters such as floods. Tamping is a hamlet that often experiences flooding in Gresik Regency caused by the overflow of the Lamong tributary. This causes disruption in various sectors, especially the economy in the village, causing stress.
AIM: Researchers want to know whether there is a correlation between community preparedness and coping mechanisms in dealing with floods.
METHODS: The research design used was observational analytic with a cross sectional research design. In this study, the sample size was 59 people who were housewives in Tamping hamlet. The research data was taken through a questionnaire.
RESULTS: Based on the results of data analysis using Spearman's test regarding the preparedness of housewives with coping mechanisms, the value of r=0.502 and significance value of p=0.001.
CONCLUSION: There is a relationship between the preparedness of housewives in dealing with floods and coping mechanisms in Tamping Hemlet
THE INFLUENCE OF WORKING PERIOD ON WORK DUE TO LUNG DISEASES IN PRODUCTION WORKERS OF NATURAL STONE PROCESSING, IN TULUNGAGUNG
Background of the Problem: In 2000, deaths caused by air pollution in the world reached 57,000 people per year and it is estimated that over the next 20 years this figure will increase to close to 14% or 0.7 per year. According to Calvin, 2020, in Gold Mining, incidents of Silica exposure among workers aged 45-55 years out of 2255 people, it was found that 1592 (71%) people died. From the number above, there were 1296 people (81%) suffering from silicosis and pulmonary Tuberculosis (TB). Chemical dust (Silica) causes lung disorders, which is one of the Occupational Lung Diseases. The above process has a danger to the environment and workers. According to BPJS Employment 2022, the number of cases of KK (working accidents) and PAK (occupational diseases) in 2021 is 234,370 cases.Method of Research: Population of 100 workers aged 20 – 61 years, Natural Stone Processors located in Tulungagung, East Java, Indonesia. Workers inspection: (1) Interview and physical examination of workers, (2) Supporting examination: Spirometry and Thorax photos, (3) Work Environment Testing consisting of: Work climate, dust, gas (NO2, CO2).Results: Worker habits: smoking as much as 55%, PPE (Personal Protective Equipment) used by the majority of cloth masks 71%, chemical dust (Silica) highest 4.6995 mg/m3, Climate in the workplace (temperature >32°C). These conditions can influence the occurrence of occupational lung disorders. Lung examination of Natural Stone processing workers in Tulungagung showed lung function disorders in 61 people (61%) and thorax photo examination showed abnormalities in 11 people (11%). WorkingPeriod has an influence on Occupational Lung Disease with a significance value of 0.03 (p-value < 0.05), with a confidence level of 95%.Conclussion: Working Period influences Occupational Lung Disease in workers in the production department of the Natural Stone Processing Company, in Tulungagung (1). Other factors that are suspected to influence the health of workers include: Occupational Lung Disease, namely smoking habits, not using the correct PPE, a dusty work environment (chemical substances) and a workplace climate with temperatures above the recommended values (2).Keywords: PAK, KK, APD, Silica, Working Period, Lung Disease due to wor
Pengaruh Aktivitas Fisik Latihan Jalan Kaki Terhadap Tekanan Darah Bagi Lansia Hipertensi
Pendahuluan: Hipertensi merupakan masalah kesehatan umum yang dialami oleh lansia akibat dari proses penuaan. Hipertensi pada lansia dapat mengakibatkan penyakit tidak menular lainnya seperti infark miokard, gagal jantung, stroke, dan kematian. Perlu adanya upaya untuk menurunkan tekanan darah bagi lansia dengan hipertensi, salah satunya dengan aktivitas fisik latihan jalan kaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh aktivitas fisik latihan jalan kaki terhadap tekanan darah bagi lansia hipertensi. Metode: penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan besar sampel sebanyak 26 lansia. Intervensi dilakukan selama satu minggu dengan dua kali latihan, waktu latihan 15 menit, dan jeda istirahat 10 menit. Sebelum dan sesudah diberikan intervensi lansia akan diukur tekanan darah. Hasil: Hasil dalam penelitian ini terjadi penurunan tekanan darah sistolik pre dan post intervensi sebesar 2,205, sedangkan rata-rata penurunan tekanan darah diastolik pre dan post intervensi sebesar 2,182. Pembahasan: Latihan jalan kaki dapat menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi dan efektif pada individu dengan gaya hidup sedentari atau inaktivitas fisik. Latihan jalan kaki juga meningkatkan fungsi jantung dan peredaran darah dapat berjalan dengan baik. Kesimpulan: Latihan jalan kaki dapat membantu menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi dan mengurangi dampak atau komplikasi hipertensi
Beban Kerja Dan Perilaku Caring Perawat Rawat Inap di Surabaya
Banyaknya tugas yang tidak sebanding dengan kemampuan baik fisik maupun keahlian dan waktu yang tersedia maka akan menjadi sumber stres yang menyebabkan perilaku caring perawat kurang baik dan kurang memuaskan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa hubungan beban kerja dengan perilaku caring perawat ruang rawat inap di Surabaya. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan populasi terjangkau 93 dan jumlah sampel 48 perawat di ruang rawat inap RS di Surabaya pada bulan 02 Mei – 08 Juni 2023 yang memenuhi kriteria inklusi dan diambil menggunakan Simple random ampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah beban kerja, sedangkan variabel dependennya adalah perilaku caring. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner kemudian dianalisa statistik deskriptif proporsi prosentase, untuk beban kerja perawat lebih dari 50% (65%) adalah sedang dan perilaku caring perawat lebih dari 50% (63%) adalah cukup. Terdapat hubungan antara beban kerja dengan perilaku caring perawat dengan kekuatan hubungan sangat kuat. Beban kerja mempengaruhi perilaku caring perawat, oleh karena itu pengaturan beban kerja perawat yang efisien dapat meningkatkan perilaku caring perawat dalam melaksanakan tugasnya
CORRELATION OF BODY MASS INDEX WITH MENARCHE AGE IN ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS IN KRIAN
Introduction: Early menarche is increasing throughout the world, including in Indonesia. The average age of early menarche in Indonesia is less than 10 years based on the results of Riset Kesehatan Dasar or Basic Health Research 2013. Early menarche can cause stress, cardiovascular disease, and the risk of breast cancer. Early menarche can be influenced by various factors, one of which is nutritional status which can be assessed by body mass index.Objective: To determine the relationship between Body Mass Index and Menarche Age in elementary school “X” in Krian.Method: This study used a cross-sectional research design, conducted on a population of elementary school children in grades IV-VI aged 9-12 years at primary school “X” in Krian with the inclusion criteria being School Health Unit (Unit Kesehatan Sekolah or UKS) data and the exclusion criteria being having chronic diseases. Data analysis was carried out using the Spearman Correlation test.Results: 49 samples were obtained consisting of 7 people in class IV, 14 people in class V, and 28 people in class VI. From the sample, 8 children had a low BMI (16.3%), 30 children had a normal BMI (61.3%), and 11 children had a high BMI (22.5%). Meanwhile, for early menarche 6 people (12.2%), normal menarche 43 people (87.8%), and no late menarche (0%) obtained a p-value = 0.616 (p>0.05). The percentage of early menarche in obese BMIs is higher than in other BMIs with a percentage of 6.1%.Conclusion: There is no significant correlation between body mass index and age at menarche due to the small number of samples
THE RELATIONSHIP OF BODY MASS INDEX (BMI) LEVEL AND SEVERITY OF PULMONARY TUBERCULOSIS IN PATIENTS AGED 18-64 YEARS AT GOTONG ROYONG HOSPITAL SURABAYA
Background: Tuberculosis (TB) infection remains a concern for developing countries especially Indonesia due to its high prevalence and mortality rate. Malnutrition is often observed in TB patients. Malnutrition can be assessed through the Body Mass Index (BMI) level. Low BMI levels can increase the progression of pulmonary TB and resulting more severe manifestations in chest X-ray. The severity of pulmonary TB is determined based on the assessment of chest X-ray lesions, which categorized as mild, moderate, and severe.Objective: The aim of this study is to analyze the relationship between BMI levels and the severity of pulmonary TB in patients aged 18-64 years at Gotong Royong Hospital, Surabaya.Method: The method of this research is observational analytical with a cross-sectional design on pulmonary TB patients who underwent chest X-ray examinations before treatment. The study utilizes secondary data from the patient’s medical records, including weight, height, and chest X-ray images. Additional supporting data which is not available in the medical records were obtained through the patient responses using Google Form. Samples were taken according to the inclusion criteria and all data were collected at Gotong Royong Hospital from July to September 2023.Results: There are 39 samples collected in this research, consisted of 17 men and 22 women. The result based on Spearman correlation analysis revealed that the correlation between BMI levels and the severity of pulmonary TB has a p-value=0,397 (p > 0,05).Conclusion: There is no significant relationship between BMI levels and the severity of pulmonary TB in patients aged 18-64 years at Gotong Royong Hospital Surabaya