JUMABIS - Jurnal Manajemen dan Bisnis
Not a member yet
96 research outputs found
Sort by
Studi Re-Design Mata Kuliah Kewirausahaan untuk Meningkatkan Minat Berwirausaha Mahasiswa: Studi Kasus Universitas T
Perguruan Tinggi berkewajiban untuk menjadi fasilitator dalam memotivasi, mengarahkan, dan menyediakan sarana dan prasarana untuk mendukung semangat berwirausaha mahasiswa maupun lulusannya. Salah satu metode fasilitator adalah melalui keberadaan mata kuliah kewirausahaan formal yang diselenggarakan di Perguruan Tinggi. Pendidikan kewirausahaan secara formal diharapkan dapat menciptakan kompetensi kewirausahaan yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan berwirausaha mahasiswa. Beberapa faktor diketahui mempengaruhi semangat berwirausaha, yaitu faktor individu, faktor sosial, dan faktor lingkungan. Faktor individu, khususnya, diketahui dapat dipengaruhi melalui sebuah pendidikan, dalam konteks ini dalam bentuk pendidikan kewirausahaan secara formal melalui mata kuliah kewirausahaan. Komponen mata kuliah kewirausahaan terdiri dari metode pengajaran, komponen pembelajaran, komponen pengetahuan, dan komponen keterampilan. Studi ini bermaksud untuk melakukan re-desain mata kuliah yang tepat, baik dari segi jenis pembelajaran dan materi perkuliahan. Studi ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif, khususnya melalui survei yang dilakukan di lingkup objek studi Universitas T
Analisis Pendapatan Petani Pala Di Kampung Brongkendik Distrik Fakfak Tengah Kabupaten Fakfak
The study aims 1) To analyze the income Of nutmeg farmer per one harvest seasons at Brongkendik Village in the middle of Fakfak Regency.2) To determine factors that affect the income level of nutmeg growers at Brongkendik village in the middle of Fakfak regency.The study used income analysis arithmetic, income statement, R/C Ratio and BEP. Based on the calculation result, it can be concluded that the average earning farmer in one harvest season is Rp.9,503,000,- maximum Rp.39,950,000,- with R/C income of nutmeg growers is at least 6.43 maximum of 13.01 which means that every Rp.1.00 used in one harvest season will produce minimum revenue of Rp.6,43. The acquisition value of R/C is >1, or with another word that is advantageous for the farmer of Nutmeg at Brongkendik village in the middle of Fakfak regency. With minimum value of BEP is Rp.103,643 maximum Rp.192,558 so farmers do not suffer losses and profits
Analisis Ekonomi Usaha Tani Jagung di Kelurahan Koya Barat Distrik Muara Tami Kota Jayapura
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan jagung selama satu kali musim panen serta menguji pengaruh bibit, pupuk dan luas lahan terhadap produksi jagung di Kelurahan Koya Barat Distrik Muara Tami Kota Jayapura. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi lapangan dan kepustakaan. Hasil analisis tingkat pendapatan menunjukkan bahwa usaha tani jagung layak dikembangkan oleh petani. Secara simultan faktor bibit, pupuk dan luas lahan berpengaruh signifikan terhadap produksi jagung. Secara parsial faktor bibit dan luas lahan berpengaruh signifikan terhadap produksi jangung dan faktor pupuk berpengaruh signifikan tetapi negatif terhadap produksi jagung
The Effect of Budgeting Performance on Economic Growt and Its Impact on Poverty Level
Papua has been one of the provinces in Indonesia which is of the central government’s concern. The government, through Special Autonomy running for 15 years, has disbursed Rp 59.51 trillion to Papua province with anexpectation that all funds are used for development. Each regency and city receives 80% of the special autonomy fund, which is an addition to provincial APBD fund. This large funding should be used to improve the welfare of the people, that is the use of budgets that have an impact on economic growth and the decline of poverty levels in regencies and city throughout the province of Papua. The aim of this study to analyse the direct effect of budgeting performance on economic growth and indirect influence on poverty level. The scope of the study area covers the regencies of Merauke, Jayapura, Jayawijaya, Biak, Nabire, Yapen Islands and Jayapura City. This study utilises data of the year 2010-2016 and it is analyzed using multiple regression. Hypothesis testing is done by T- and F-Tests. The results showed that partially budgeting performance (effectiveness, efficiency and independence) have positive yet insignificant effect on economic growth, while simultaneously it exhibits positive and significant impacton the economic growth. However, the economic growth is negatively insignificant to poverty, and does not mediate the effect of budgeting performance on poverty levels
Profil Penjual Kuliner Tradisional Papua di Pasar Pharaa Sentani Kabupaten Jayapura
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui demografi dan aktivitas ekonomi dari para penjual kuliner tradisional Papua di Pasar Pharaa Distrik Sentani Kota Kabupaten Jayapura. Lokasi penelitian dilakukan di Distrik Sentani Kota Kabupaten Jayapura. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian sebagai partisipan dalam penelitian ini adalah penjual kuliner tradisional di pasar Phara Sentani. Pengambilan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi pustaka. Data yang didapatkan akan dianalisis dengan menggunakan alat analisis deskriptif. Kesimpulan dari penelitian ini ada empat. Pertama, potensi kuliner tradisional khas Papua sangat besar untuk dikembangkan. Kedua, mayoritas penjual kuliner tradisional adalah perempuan Papua asli. Ketiga, kuliner khas Papua apabila tidak diperhatikan dan dikembangkan maka akan punah. Keempat, permasalahan di dalam pasar pada berbagai elemen masih ada baik secara horisontal maupun vertikal. Ada empat rekomendasi yang diberikan kepada pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura yaitu: 1) Pemerintah Kabupaten Jayapura perlu secara konsisten memperhatikan keberadaan kuliner tradisional khas papua melalui kegiatan festival, los khusus di pasar untuk menjual kuliner khas papua dan kegiatan lainnya. 2) Pemerintah Kabupaten Jayapura melakukan sosialisasi tentang manfaat dari mengkonsumsi kuliner tradisional khas papua baik dari segi kesehatan, ekonomi dan menjaga kearifan lokal agar tetap lestari 3) Pemerintah Kabupaten Jayapura perlu membantu penjual tradisional dari sisi modal, motivasi dan pendampingan dalam pengembangan usaha 4) Pemerintah Kabupaten Jayapura perlu memperhatikan kondisi sosial dan keteraturan di dalam Pasar Pharaa
Budidaya Tanaman Kopi Arabika Sebagai Pendorong Ekonomi Masyarakat di Kabupaten Intan Jaya
Tujuan yang ingin dicapai dari Studi Potensi Investasi Komoditi Kopi di Kabupaten Intan Jaya adalah penyusunan analisis kelayakan bisnis komoditi lokal dalam upaya pengembangan potensi ekonomi di Kabupaten Intan Jaya. Dengan pendekatan kriteria investasi yang digunakan meliputi: Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C), Internal Rate of Return (IRR),Profitability Ratio (PR), Payback Period (PP). Adapun hasil dari penelitian ini adalah: 1)Â Potensialnya tanaman Kopi Arabika di Kabupaten Intan Jaya terlihat dari banyaknya tamanan tersebut dibudidayakan oleh masyarakat Intan Jaya. Hanya saja, pengelolaan tanaman Kopi Arabika di Kabupaten Intan Jaya masih dilakukan secara tradisional, meski telah diberikan pendampingan oleh pemerintah daerah; 2) Berdasarkan hasil pengolahan data ditemukan bahwa produk/komoditi kopi adalah komoditi yang layak diinvestasikan, baik oleh masyarakat maupun pemerintah daerah; dan 3) Secara garis besarnya terdapat 7 aspek pembangunan yang menjadi arah pengembangan produk/komoditi Kopi yang layak investasi di Kabupaten Intan Jaya menurut skala prioritas pada masing-masing kabupaten yakni: (1) produk lokal, (2) pasar, (3) tata niaga, (4) nilai tambah, (5) kemitraan, (6) dukungan pemerintah daerah, dan (7) penerapan teknologi tepat guna
Studi Lapangan pada Koperasi Kartika Dharmagati Angkatan Darat Kota Jayapura
Adapun tujuan studi lapangan ini adalah untuk mengetahui bagaimana koperasi Kartika Dharmagati menjalankan kegiatan operasionalnya terutama yang terkait dengan upaya penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi guna peningkatan kesejahteraan anggota. Metode penelitian yang digunakan metode Observasi, Wawancara Dan Dokumentasi. Berdasarkan hasil studi lapangan menunjukan bahwa Koperasi Kartika Dharmigati Angkatan Darat dapat mengatasi masalah-masalah yang dihadapi dengan mengadakan koordinasi dengan juru bayar setiap bulannya dengan melakukan jumlah gaji diterima anggota yang bersangkutan ataupun dilakukan pemotongan pada remonerasi, dari dalam pengurus melakukan penghentian pelayanan Mini Mart sampai hutang yang bersangkutan lunas selama pengnentian anggota yang menunggak sama sekali tidak di layani, dan mengajukan saran dan masukan kepada Pembina satuan agar diketahui oleh seluruh anggota Primkop Kartika Dharmagati untuk dibahas dalam Rapat Anggota Tahunan Tutup Buku Tahun 2015 tentang kebutuhan pengurus yang berada di Koperasi, serta mengusulkan kepada Puskop dan Dinas Koperasi untuk menunjuk Asuransi yang bisa menjamin pinjaman anggota apabila yang bersangkutan Disersi atau meninggal dunia seperti yang ada di Bank milik pemerintah maupun milik swasta
Menilai Tingkat Kesehatan Bank Papua Menggunakan Metode Altman Z-Score dan CAMEL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesehatan keuangan bank menggunakan metode Altman Z-Score dan CAMEL pada PT. Bank Papua tahun 2013-2017. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif yang terdapat dalam laporan keuangan dan sumber data yang digunakan adalah data sekunder dengan metode pengumpulan data studi kepustakaan dan dokumentasi. Metode analisi yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis rasio model Altman Z-Score four Variabel dan CAEL. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan dapat dilihat kesehatan keuangan PT. Bank Papua menggunakan Atlam Z-Score menunjukan posisi yang sehat pada tahun 2013, namun pada tahun 2014-2017 posisi kesehatan Bank Papua berada pada posisi rawan mengalami kebangkrutan. Begitu juga dengan Metode CAEL pada tahun 2013-2017 menunjukan posisi yang sehat dilihat dari CAR, ROA, BOPO, LDR walaupun pada tahun tertentu menunjukan posisi yang kurang sehat tetapi secara keseluruhan dapat dikatakan sehat. Namun angka kredit bermasalah dari tahun 2013-2017 meningkat sangat besar sehinggal NPL menunjukan ketidak sehatannya Bank Papua
Aplikasi Kontrak Berbasis Kinerja dalam Proses Inovasi di Bisnis Start-Up (Studi Kasus: PT BIK)
Dengan sumber daya yang terbatas bisnis start-up selalu dituntut untuk melakukan inovasi yang kontinu untuk dapat bertahan di tengah persaingan bisnis. Melibatkan pihak penyedia dalam proses inovasi menjadi salah satu cara untuk meningkatkan inovasi suatu perusahaan, khususnya di bisnis start-up. Hubungan antara pihak penyedia dengan bisnis start-up perlu diatur melalui suatu mekanisme spesifik yang diharapkan dapat meningkatkan proses inovasi di start-up. Dalam studi ini, mekanisme kontrak berbasis kinerja diusulkan menjadi salah satu cara untuk meningkatkan proses inovasi internal. Kontrak berbasis kinerja merupakan jenis kontrak yang berfokus terhadap outcome dengan minimnya level spesifikasi, sehingga diharapkan memberikan motivasi dan ruang bagi pihak penyedia untuk melakukan proses inovasi. Dalam penelitian ini, hubungan antara aplikasi kontrak berbasis kinerja dan proses inovasi serta aplikasi kontrak berbasis kinerja di dalam bisnis start-up dianalisis melalui desk study dari penelitian eksisting. Selanjutnya, studi kasus di PT BIK dilakukan untuk mendapatkan pemahaman empirik dari aplikasi berbasis kinerja dalam proses inovasi di bisnis start-up
Potensi Existing Dan Pariwisata Berbasis Kemasyarakatan di Kabupaten Jayapura
ABSTRACKKekayaan Sumber daya alam dan kebudayaan yang dimiliki Kabupaten Jayapura cukup beragam dan tersebar hampir di setiap wilayah pembangunannya, baik berupa potensi alamnya, kearifan kekayaan kebudayaan lokalnya, hingga kekayaan sejarahnya. Di Wilayah pesisir pantai utara Kabupaten Jayapura terdapat deretan pantai-pantai yang indah (pantai Tablanusu, Amai, Dormena, Harlend dan lain-lain), di wilayah selatannya terdapat Danau Sentani. Segala potensi ini memiliki nilai tersendiri bagi sektor pariwisata dan sangat perlu untuk di kembangkan. Pengembangan potensi di bidang kepariwisataan ini perlu digiatkan dengan seksama sehingga tercipta suatu tata kelola yang baik dan mampu mengatur, menyediakan, melayani, memenuhi segala kebutuhan kepariwisataan di setiap obyek-obyek wisata yang menjadi sasaran pengembangan tersebut. Untuk mencapai suatu penataan yang prima itu perlu adanya pemahaman mengenai setiap potensi wisata itu secara mendalam tentang karakteristik, daya tarik, keunikan, dan juga tantangan-tantangan yang mengikutinya melaui suatu proses identifikasi dan pemetaan yang seksama sehingga tergambarkan secara jelas setiap potensi tersebut. Tujuan penelitian adalah: (1) Mengidentifikasi Potensi Obyek Wisata di Kabupaten Jayapura, (2) Melakukan Pemetaan Penyebaran Potensi Obyek Wisata di Kabupaten Jayapura, (3) Mengidentifikasi existing objek dan destinasi wisata yang tersebar di Kabupaten Jayapura. Pembatasan Masalah hanya pada Wilayah pembangunan I, Teknik pengumpulan data dengan pengamatan, survey lapangan, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik analisis data mengunakan analisis komparasi atraksi wisata dan pemetaan penyebaran potensi obyek wisata. Hasil analisi Analisis potensi wisata terdapat beberapa tempat wisata yang sangat berpotensi yakni: Danau Sentani, Tugu Mac. Arthur, Ukiran Tradisional, Pahatan kayu, Air Terjun Suemba, Air Terjun Sereh. Wisata yang masuk dalam kategori berpotensi yakni Telaga Ombe, Telaga Busaring, Telaga Bukakang, Peti Batu dan lain sebagainya. Kondisi eksisting obyek dan destinasi wisata di Wilayah Pembangunan I Kabupaten Jayapura menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil saja destinasi wisata yang berpotensi untuk menjadi destinasi wisata unggulan. Jenis destinasi wisata favorit di wilayah pembangunan I Kabupaten Jayapura didominasi oleh jenis wisata alam berbasis air yakni berupa: Danau Sentani, Pantai Amay, Tablasupa, Tablanusu, Kali Damsari, Kali Biru, sedangkan wisata berupa peninggalan sejarah adalah tugu Mac. Arthur