JOS - UNSOED (Jurnal Online Soedirman - Universitas Jenderal Soedirman)
Not a member yet
6212 research outputs found
Sort by
“ONO NIHA”: INKLUSIVITAS MASYARAKAT NIAS DI SALATIGA
Penelitian ini membahas pemaknaan konsep “Ono Niha” sebagai filosofi identitas orang Nias yang merantau ke Kota Salatiga, khususnya dalam komunitas Ikaoni. “Ono Niha”, yang secara harfiah berarti anak manusia atau keturunan manusia, dimaknai tidak hanya sebagai penanda etnis, tetapi sebagai nilai kemanusiaan universal yang mendorong sikap inklusif, solidaritas, dan kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep tersebut dikonstruksi, dimaknai, dan dipraktikkan oleh orang Nias di perantauan dalam membangun hubungan sosial lintas budaya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan paradigma konstruktivisme, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap anggota komunitas Ikaoni di Salatiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang Nias menginternalisasi nilai “Ono Niha” melalui proses interaksi sosial yang memungkinkan mereka menyesuaikan identitas budaya dengan konteks lokal tanpa kehilangan jati diri. Proses adaptasi ini mencerminkan sikap terbuka, toleran, serta kemampuan negosiasi budaya yang tinggi. Konsep “Ono Niha” terbukti berperan sebagai landasan moral dan sosial yang memperkuat integrasi sosial serta menciptakan ruang inklusif bagi keberagaman. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya kajian tentang nilai-nilai peran budaya lokal dalam membangun harmoni sosial, serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan kebijakan multikulturalisme di Indonesia.
Kata kunci: Ono Niha, Inklusivitas, Komunitas Ikaoni, Nias, Salatiga, MultikulturalismePenelitian ini membahas tentang makna konsep “Ono Niha” sebagai filosofi identitas masyarakat Nias yang merantau ke Kota Salatiga, khususnya pada masyarakat Ikaoni. “Ono Niha” yang secara harfiah berarti anak manusia atau keturunan manusia, dimaknai bukan hanya sebagai penanda etnis, tetapi sebagai nilai kemanusiaan universal yang mendorong sikap inklusif, solidaritas, dan kehidupan yang harmonis dalam masyarakat multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep tersebut dikonstruksi, dimaknai, dan dipraktikkan oleh masyarakat Nias di perantauan dalam membangun relasi sosial lintas budaya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan paradigma konstruktivisme, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap warga masyarakat Ikaoni di Salatiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Nias menginternalisasi nilai “Ono Niha” melalui proses interaksi sosial yang memungkinkan mereka untuk menyesuaikan identitas budaya mereka dengan konteks lokal tanpa kehilangan identitas mereka. Proses adaptasi ini mencerminkan sikap terbuka, toleran, dan keterampilan negosiasi budaya yang tinggi. Konsep “Ono Niha” terbukti berperan sebagai landasan moral dan sosial yang memperkuat integrasi sosial dan menciptakan ruang inklusif bagi keberagaman. Diharapkan temuan ini dapat memperkaya kajian tentang peran nilai-nilai budaya lokal dalam membangun harmoni sosial, sekaligus berkontribusi pada pengembangan kebijakan multikulturalisme di Indonesia.
Kata Kunci: Ono Niha, Inklusivitas, Komunitas Ikaoni, Nias, Salatiga, Multikulturalisme
 
Budaya Literasi Anak sebagai Modal Sosial Dalam Pembangunan Desa Wonosari, Yogyakarta
Pengembangan budaya literasi anak di Desa Wonosari menjadi modal sosial utama dalam pembangunan desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya pengembangan literasi di desa tersebut, mengingat skor literasi membaca Indonesia yang masih rendah berdasarkan studi PISA 2022. Desa Wonosari, yang memiliki populasi anak usia sekolah cukup besar dan lembaga pendidikan yang memadai, menjadi studi kasus yang menarik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan, dan mengaplikasikan teori habitus Pierre Bourdieu untuk memahami bagaimana kebiasaan literasi dapat terbentuk melalui pengalaman sosial dan program kerja yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program KKN seperti "Kunjungan Literasi ke Sekolah" dan "Gebyar Literasi" berhasil menumbuhkan minat baca dan kemampuan berbahasa pada anak. Meskipun Desa Wonosari memiliki fasilitas pendukung seperti perpustakaan desa yang memadai, masih ada tantangan terkait optimalisasi pemanfaatan fasilitas dan ketersediaan pengelola yang kurang. Oleh karena itu, penanaman habitus literasi sejak dini dan kolaborasi antara berbagai pihak, seperti pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan keluarga, sangat penting untuk menciptakan generasi muda yang cerdas, kritis, dan adaptif, serta mendukung pembangunan desa berkelanjutan
Pengaruh Pengetahuan Mahasiswa Kedokteran Gigi Tentang Gigi Berjejal Terhadap Minat Melakukan Perawatan Ortodonti Cekat
Pendahuluan: Gigi berjejal dapat dikoreksi dengan perawatan ortodonti cekat. Perawatan ini memiliki beberapa tantangan dengan sifatnya yang melekat dan tidak dapat dilepas pasang oleh pasien sehingga dapat memengaruhi minat individu terhadap perawatan. Minat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah pengetahuan. Mahasiswa kedokteran gigi secara khusus belajar mengenai maloklusi, estetika wajah, dan estetika gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan mahasiswa kedokteran gigi mengenai gigi berjejal terhadap minat perawatan ortodonti cekat; Metode: Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa kedokteran gigi Universitas Jenderal Soedirman sejumlah 185 orang. Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel penelitian adalah 113 orang. Pengambilan data dilakukan dengan dua kegiatan yaitu kegiatan daring berupa pengisian kuesioner google form dan kegiatan luring berupa pemeriksaan dan pengambilan foto intraoral. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji regresi linear sederhana; Hasil: Hasil pada penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pengetahuan mahasiswa kedokteran gigi mengenai gigi berjejal terhadap minat perawatan ortodonti cekat (p<0,05) dengan nilai R Square sebesar 0,245; and Kesimpulan: Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh pengetahuan mahasiswa kedokteran mengenai gigi berjejal terhadap minat perawatan ortodonti cekat sebesar 24,5%
Peningkatan Kapasitas Kewirausahaan dan Digital Marketing untuk Anak Panti Asuhan Putri Baabussalaam Banyumas
This community service activity was carried out at the Baabussalaam Banyumas Foundation with the aim of improving the knowledge and entrepreneurial skills of orphanage children through enterpreneurship training and digital marketing. The program was attended by 15 foster children with an age range of 12-18 years. The implementation method includes the delivery of enterpreneurship materials, digitak marketing training, content creation practices, and technical assistance. The results of the activity showed a significant increase in the understanding of enterpreneurship concepts, skills in utilizing social media for promotion, and an increase in participants’ motivation and confidence. The orphanage’s flaghsip products in the form of pletok beer and ornamental plants have been successfully developed through more attractive packaging and simple digital promotion. This program received a positive response from participants and orphanage managers, and opened up sustainability opportunities through the formation of internal enterpreneurship groups. Thus, this training has proven to be a strategic solution to suppory the economic independence of orphanage children while supporting the development of the local creative economy
Rezim Pelaporan Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi dalam Kerangka Coretax: Analisis WPR–Governmentality atas PER-11/PJ/2025
This article analyses PER-11/PJ/2025 as a policy document that operates as a regime node in the annual individual income tax return (SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi/WPOP) reporting regime under Coretax. The analysis focuses on how the document problematises compliance through data standardisation, channel standardisation, data pre-population (prefill), and acceptance discipline. The article applies an interpretive-critical “What’s the Problem Represented to be?” (WPR) strategy by starting from the “solutions” postulated in the text to extract problem representations, presuppositions, and representational effects. A governmentality lens is then used to map regulatory rationalities and the governing technologies through which those rationalities are operationalised. Findings highlight two regime engines: (i) the master–attachment architecture of the SPT as a modular data schema that turns compliance into a processable data package (compliance as legibility/regularity); and (ii) administrative acceptance gatekeeping based on channel, NPWP validity, and the examination of returns at the acceptance stage (formal/completeness review), which conditions proof of receipt and the consequence of being “deemed not to have filed.” The article operationalises the term “simpul rezim” for this reading and closes with self-problematization to mark the risk of analytic bias when compliance is read primarily as a matter of data format and procedural gatekeeping
Peran Digitalisasi dalam Pengembangan UMKM di Kabupaten Banyumas: Sebuah Systematic Literature Review
Digitalization has become one of the key strategies in the development of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia, including in Banyumas Regency. Digital transformation is believed to enhance competitiveness, operational efficiency, market access, and business sustainability of MSMEs. This study aims to systematically review the role of digitalization in MSME development, with a specific focus on the regional context of Banyumas Regency. This research employs a Systematic Literature Review (SLR) method following the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines. Scientific articles were collected from national and international databases, including SINTA, Google Scholar, Scopus, and Web of Science, published between 2019 and 2024. The results indicate that digitalization plays a significant role in improving MSME marketing performance, financial management efficiency, financial inclusion, and business resilience. However, the implementation of digitalization still faces several challenges, such as limited digital literacy, inadequate technological infrastructure, and insufficient institutional support. These findings are expected to provide insights for local governments, academics, and MSME practitioners in formulating digital-based MSME development policies and strategies in Banyumas Regency
Pengaruh Literasi Anti-Fraud dan Etika Akademik terhadap Perilaku Pencegahan Fraud Mahasiswa
This study aims to examine the effect of anti-fraud literacy and academic ethics on students’ fraud prevention behavior. This issue arises from the increasing incidence of various forms of academic fraud in higher education institutions, such as plagiarism, examination cheating, and manipulation of academic data. Fraud prevention in the academic environment does not solely depend on institutional regulations but is also influenced by individual student factors, particularly the level of anti-fraud literacy and academic ethics. This research employs a quantitative approach using a survey method by distributing questionnaires to 90 university students in the Serang City, Banten region. The research data were analyzed using Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS) with SmartPLS software to test the relationships among constructs as well as the validity and reliability of the measurement model. The results indicate that anti-fraud literacy has a positive and significant effect on students’ fraud prevention behavior. Furthermore, academic ethics is also proven to have a positive effect on students’ fraud prevention behavior
Analisis Tarif Vessel Traffic Services Menggunakan Metode Ability To Pay Dan Willingness To Pay Untuk Navigasi Laut
Wilayah di pulau Sumatera dibagian ujung selatannya (Propinsi Lampung) memiliki pelabuhan Bakauheni yang berfungsi sebagai pelabuhan penyeberangan laut menuju pelabuhan Merak yang ada di pulau Jawa (Propinsi Banten). Pelayanan navigasi kapal selama ini dilayani oleh Perhubungan Laut dengan membayar tariff Vessel Traffic Service (VTS), dengan ditetapkannya peraturan baru oleh Kementerian Perhubungan, mengakibatkan perubahan wilayah pelayanan serta pelimpahan fungsi keselamatan pelayaran Sungai Danau Dan Penyeberangan yang semula diselenggarakan oleh Perhubungan Laut menjadi Perhubungan Darat dan adanya kenaikan tarif penyeberangan sebesar 11%. Sehingga perlu di analisis dan dievaluasi, apakah tarif Vessel Traffic Services (VTS) yang sudah ditetapkan masih tetap berlaku atau akan dilakukan perubahan terhadap tarif dengan melihat dari persepsi kemampuan dan keinginan pengguna dalam membayar tarif. Penelitian ini menggunakan metode Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP) untuk mengetahui tingkat kemampuan dan keinginan membayar pengguna, hal ini merupakan salah satu komponen yang harus diperhitungkan dalam penetapan tarif. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini, yaitu untuk mengetahui tarif pelayanan Vessel Traffic Services (VTS) yang berlaku saat ini apakah sudah sesuai dengan kemauan dan kemampuan pengguna jasa serta untuk mengetahui apakah tarif yang berlaku saat ini masih berlaku atau tidak. Pengolahan data diperoleh rata-rata tarif ATP yaitu Rp 2.112.631 dengan perolehan tarif minimum yaitu Rp 240.000,- dan tarif maksimum yaitu Rp 7.500.000,-. Dan untuk perolehan tarif WTP didapatkan rata-ratanya sebesar Rp 290.526,- dengan perolehan tarif minimumnya sebesar Rp 278.000,- dan tarif maksimumnya sebesar Rp 298.000,-. Perolehan tarif rata-rata ATP lebih besar dari rata-rata tarif WTP dan rata-rata tarif perolehan dari WTP lebih besar dibandingkan perolehan tarif yang diperhitungkan oleh penulis. Tarif VTS yang diperoleh yaitu Rp 2.112.631,- (tarif ATP) Rp 290.526,- (tarif WTP) Rp 248.000,- (tarif dasar perolehan). Kondisi ini menunjukkan bahwa kemampuan dan kesediaan membayar pengguna lebih besar dibandingkan tarif dasar yang diperoleh
Gerakan Ibu Sigap Cegah Pneumonia Pada Bayi di desa Kedungmalang Kecamatan Sumbang
Pneumonia adalah penyakit infeksi saluran pernafasan akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli). Cakupan imunisasi PCV masih rendah di desa Kedungmalang karena tingkat pengetahuan, sikap, motivasi dan kemauan ibu dalam melakukan imunisasi PCV. Kejadian Pneumonia pada bayi di desa Kedungmalang masih tinggi disebabkan oleh pengetahuan dan sikap ibu tentang pneumonia, motivasi dan kemauan imunisasi PCV, perilaku ibu dalam memberikan ASI eksklusif dan MPASI, serta kondisi fisik rumah. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode pendidikan kesehatan dengan ceramah, diskusi, dan kuis kesehatan. Khalayak sasaran pengabdian kepada masyarakat ini adalah ibu usia subur. Jumlah khalayak sasaran yang hadir dalam kegiatan pengabdian ini adalah 30 orang dari 30 undangan. Pelaksanaan kegiatan pelatihan di balai desa Kedungmalang pada 5 Agustus 2024. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan terlaksananya peningkatan pengetahuan ibu dalam mendukung kegiatan ibu sigap pencegahan pneumonia melalui imunisasi PCV, pemberian ASI ekslusif, perilaku ibu dalam mengasuh bayi agar terhindar dari penularan pneumonia.. Saran yang diberikan adalah sosialisasi jadwal imunisasi PVC di balai desa kepada ibu yang memiliki bayi, dan pemantauan penularan pneumonia pada bayi dan balita di di desa Kedungmalang
Upaya Preventif Gangguan Postur Melalui Skrining dan Edukasi Pada Siswa Siswi Klas V SD Al Irsyad 02 Purwokerto
Anak-anak mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan . Tumbuh kembang anak perlu diperhatikan sejak dini karena akan memengaruhi masa depannya. Masalah tumbuh kembang yang sering dialami oleh anak adalah gangguan postur. Beberapa faktor penyebab gangguan postur yang terjadi pada anak di masa sekolah yaitu saat melakukan pembelajaran dengan sikap duduk yang tidak benar, membawa barang-barang seperti tas punggung dengan beban berlebih, hingga kebiasaan buruk seperti malas melakukan aktifitas fisik. Untuk mencegah gangguan postur pada anak maka diperlukan upaya preventif melalui skrining . Edukasi mengenai postur tubuh yang ideal sangat penting diajarkan kepada anak- anak agar mereka menyadari bahwa pentingnya memelihara postur tubuh yang baik sehingga terhindar dari keluhan akibat postur yang buruk.
Tujuan : untuk deteksi dini postur siswa-siswi klas V SD Al Irsyad 02 Purwokerto dan meningkatkan ilmu pengetahuan tentang postur tubuh yang baik dengan pemeliharaan serta pencegahan gangguan postur.
Metode : Kegiatan terdiri dari pemeriksaan Indeks Massa Tubuh , inspeksi postur menurut panduan Reedco’s posture score dan penyuluhan materi . Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pre test dan post test terhadap pemahaman materi yang disampaikan . Hasil pre test dan post test dianalisis dengan SPSS menggunakan uji T berpasangan dengan uji alternatif Wilcoxon.
Hasil : Dari hasil pemeriksaan terhadap 163 siswa siswi didapatkan prosentase untuk gizi kurang 3%, gizi baik 53%, gizi lebih 12% dan obesitas 32% . Menurut klasifikasi Reedco’s posture score sebesar 15% termasuk dalam kategori good posture dan 85% kategori fair posture . Hasil rerata nilai pre test 83,2±1,2 lebih tinggi dibandingkan rerata nilai post test 75,8±1,7. Setelah dianalisis nilai p=0,000 (p<0,05) yang menunjukkan perbedaan signifikan antara hasil pre test dan post test.
Kesimpulan : Kegiatan ini dapat menjadi pedoman dalam melakukan kegiatan skrining postur dan mengedukasi anak-anak secara individu sebagai upaya preventif terhadap gangguan postur.