JOS - UNSOED (Jurnal Online Soedirman - Universitas Jenderal Soedirman)
Not a member yet
6212 research outputs found
Sort by
Sensory Characteristics of Cow's Milk Yogurt with the Addition of Kecombrang Stem Extract
Yogurt is a fermented dairy product that plays an important role in the balance of microflora in the human digestive system. The functional properties of yogurt can be enhanced by adding bioactive components from kecombrang (Etlingera elatior) extract. Kecombrang is a spice plant belonging to the Zingiberaceae family and has been used in food products. The commonly used parts of this plant are the flowers, leaves, and stems. The purpose of this research is to determine the sensory characteristics of cow's milk yogurt with the addition of kecombrang stem extract. The experimental design used was a Completely Randomized Design (CRD) with the factor being the concentration of kecombrang stem extract added, which was 2.5%, 5%, and 7.5%. Data analysis used Analysis of Variance (ANOVA) at a significance level of 5%. The results of the study showed that the addition of kecombrang stem extract did not have a significant effect (p>0.05) on the sensory characteristics of yogurt
INOVASI PRODUK YOGHURT KECOMBRANG DAN PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI DI UMKM YOGHURT SEHATI
UMKM memiliki peran yang sangat signifikan dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia, namun terdapat berbagai tantangan yang sering kali menghambat kemampuan UMKM untuk berkembang dan bersaing secara efektif. UMKM Yogurt Sehati dengan merk yogurt sehati yang berlokasi di Desa Purwonegoro, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, memproduksi yoghurt dengan berbagai varian rasa. Namun, mereka menghadapi keterbatasan dalam hal diversifikasi produk dan efisiensi proses produksi. Oleh karena itu, inovasi produk berbasis bahan alami seperti kecombrang, serta penggunaan teknologi mesin dalam proses produksi, menjadi solusi yang diusulkan untuk meningkatkan daya saing produk dan kapasitas produksi.Tahapan kegiatan pada program ini meliputi sosialisasi, pelatihan dan percontohan serta pendampingan. Dari hasil kegiatan yang telah dilaksanakan, pembuatan yoghurt kecombrang dan penerapan teknologi mesin pengisian cairan otomatis serta continuous band sealer memberikan dampak positif bagi UMKM Yoghurt Sehati. Dengan pengembangan varian yoghurt kecombrang, UMKM mampu menghasilkan produk yang lebih beragam dan memiliki nilai tambah berupa manfaat kesehata
Pelatihan Optimalisasi Penggunaan Media Promosi bagi Pelaku Industri Pariwisata dan UMKM Desa Wisata Nusantara Banyumas
Penggunaan media promosi yang efektif berpotensi meningkatkan visibilitas produk maupun jasa yang ditawarkan kepada konsumen dan pengguna jasa. Berdasarkan observasi pada akun media sosial Desa Wisata Nusantara, para pelaku industri pariwisata dan UMKM Desa Wisata Nusantara Banyumas belum menggunakan media promosinya dengan efektif. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk (1) memberikan pengetahuan (knowledge) tentang pembuatan katalog digital (2) membuat akun sosial media (3) membuat konten media sosial. Melalui kegiatan PkM berbasis riset ini ketiga permasalahan yang meliputi (1) Aspek optimalisasi pengetahuan (2) Aspek optimalisasi keterampilan dan (3) Aspek optimalisasi promosi, dapat terpecahkan dan terselesaikan. Untuk mengukur tingkat keberhasilan kegiatan dan keberlanjutan program (sustainability ) ada tiga jenis evaluasi: (1) tahap awal melalui Pre-test diskusi interaktif dan pertanyaan melalui Google form guna mengetahui tingkat pemahaman dan pengetahuan awal, (2) tahap pelaksanaan kegiatan/ proses kegiatan melalui pengamatan, diskusi, praktek dan penilaian produk akhir (3) tahap akhir melalui post- test kuesioner G-form, tanya jawab interaktif, serta penilaian jawaban soal guna mengetahui peningkatan pemahaman dan pengetahuan setelah mengikuti PkM ini. Hasil pre-test dan post-test tersebut menunjukkan peningkatan pengetahuan dan pengalaman para pelaku industri pariwisata dan UMKM Desa Wisata Banyumas dalam menggunakan media promosi baik dalam bentuk katalog digital and media sosial untuk mempromosikan produk dan jasa mereka untuk menarik konsumen dan pengguna jasa
MENJAWAB TANTANGAN TEKNOLOGI DENGAN PENINGKATAN BUDAYA BACA ANAK: PERAN KOMUNITAS LITERASI DI TELUK, PURWOKERTO
Perkembangan teknologi digital yang cepat seringkali mengalihkan perhatian anak-anak dari kegiatan membaca tradisional. Salah satu faktor penyebabnya adalah anak-anak terbiasa terpapar dengan simulasi dinamis dan interaktif yang diberikan oleh video game, aplikasi digital dan sosial media, sehingga ketika diberi bentuk simulasi berbeda, misalnya buku bacaan, mereka merasa cepat bosan. Hal ini akan berdampak pada penurunan minat baca dan kemampuan literasi mereka. Dalam upaya menjawab tantangan ini, program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan budaya baca anak melalui inisiasi pembentukan komunitas baca anak di desa Teluk, Purwokerto. Program ini berfokus pada pemberdayaan anak-anak dengan menyediakan akses ke buku-buku bacaan yang relevan serta menyelenggarakan kegiatan literasi yang interaktif dan menyenangkan sebagai bentuk kampanye literasi. Metodologi yang digunakan meliputi membentuk komunitas baca anak, mendirikan perpustakaan mini, menyelenggarakan sesi membaca bersama secara rutin, melatih sukarelawan komunitas untuk mengelola perpustakaan mini, dan mengadakan kegiatan literasi seperti mendongeng dan permainan literasi. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam minat baca anak-anak, terlihat dari meningkatnya frekuensi dan aktivitas membaca mereka. Selain itu, komunitas baca yang terbentuk juga menciptakan lingkungan yang mendukung dan memotivasi anak-anak untuk terus membaca, di tengah era disruptive teknologi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembentukan komunitas literasi yang efektif dapat menjadi salah satu strategi untuk menjawab tantangan teknologi dan memperkuat budaya baca di kalangan anak-anak
Local Hero dan Inovasi Digital Pelestarian Budaya Lokal: Studi Kasus Sanggar Seni Larasati Purbalingga
Pelestarian budaya Indonesia mengalami tantangan signifikan di era globalisasi, terutama dalam menarik minat generasi muda yang terpapar oleh budaya populer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendiri Sanggar Seni Larasati,sebagai local hero yang menginspirasi komunitas dalam melestarikan dan memperkenalkan kesenian tradisional, khususnya kesenian Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pendiri sanggar, anggota komunitas, dan observasi langsung kegiatan yang dilaksanakan sanggar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendiri Sanggar Seni Larasati memainkan peran kunci sebagai katalisator perubahan dengan mempromosikan inovasi berbasis komunitas yang berfokus pada tiga strategi utama. Pertama, membangun jaringan aktif dengan komunitas seni lokal dan nasional untuk memperkuat kolaborasi dalam acara seni tradisional. Kedua, mendorong keterlibatan komunitas secara langsung dalam acara-acara seni baik di tingkat lokal maupun nasional, yang telah meningkatkan apresiasi terhadap kesenian tradisional Banyumas. Ketiga, mengadopsi teknologi digital sebagai alat inovatif untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan eksposur seni tradisional di kalangan generasi muda. Penelitian ini menemukan bahwa inisiatif berbasis komunitas yang dipimpin oleh local hero dapat memberikan dampak transformatif dalam pelestarian budaya, memperkuat identitas lokal, serta meningkatkan partisipasi masyarakat. Selain itu, penelitian ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-11 tentang kota dan komunitas yang berkelanjutan melalui pelestarian warisan budaya lokal
MENTAL HEALTH LITERACY DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU MENCARI BANTUAN PROFESIONAL KESEHATAN MENTAL PADA MAHASISWA
Masalah kesehatan mental pada mahasiswa jika tidak teratasi dapat mengakibatkan menurunnya kualitas hidup, menurunnya performa akademik, meningkatkan risiko penggunaan zat psikoaktif, risiko gangguan psikotis, serta risiko bunuh diri. Maka dari itu, pemahaman yang baik dan tepat tentang masalah kesehatan mental diharapkan dapat mendorong perilaku mencari bantuan kesehatan mental guna meningkatkan pemahaman terkait kondisi kesehatan jiwa serta manfaat jangka panjang dalam pemulihan dari masalah kesehatan mental. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan lietrasi kesehatan mental dan sikap terhadap perilaku mencari bantuan profesional kesehatan mental pada mahasiswa. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (Fikes) Unsoed. Teknik sampling yang digunakan yaitu stratified random sampling sebanyak 386 responden dengan instrumen penelitian yaitu Mental Health Literacy Scale (MHLS) dan Attitude Towards Seeking Professional Psychological Help Scale. Analisis univariat menunjukkan bahwa rata-rata usia mahasiswa 20 tahun, 312 mahasiswa perempuan (80,8%), 251 mahasiswa (65%) berasal dari luar Banyumas (dalam pulau Jawa), 273 mahasiswa tinggal di kos (70,7%). Literasi kesehatan mental mayoritas mahasiswa berada pada kategori sedang (53,4%) dan memiliki sikap yang positif terhadap perilaku mencari bantuan profesional kesehatan mental (90,4%). Literasi kesehatan mental yang baik dapat membantu mahasiswa untuk lebih cepat dalam mengetahui ciri suatu gangguan mental, mengetahui bantuan profesional yang tersedia, mengetahui strategi yang efektif untuk meningkatkan kesehatan mental, serta menentukan bantuan psikologis profesional yang tepat saat mahasiswa tidak dapat mengatasi masalah psikologisnya sendiri. Perumusan strategi edukasi dan promosi layanan kesehatan mental di satuan pendidikan tinggi penting untuk dilakukan
EVALUASI IMPLEMENTASI PERENCANAAN ANGGARAN BERBASIS KINERJA DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN DENGAN NILAI AKUNTABILITAS KINERJA KATEGORI “A”
Penerapan perencanaan berbasis kinerja merupakan upaya untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi organisasi dalam mencapai tujuannya. Keberhasilan pencapaian sasaran dan tujuan dipengaruhi variabelvariabel dalam organisasi antara lain perencanaan anggaran, revisi anggaran, sumber daya manusia, dan penyerapan anggaran. Evaluasi pengaruh masing-masing variabel perlu dilakukan untuk menyusun strategi meningkatkan performa organisasi, yang diukur dengan capaian key performa indikator (KPI). Untuk itu, perlu dilakukan kajian dengan tujuan menguji hubungan beberapa variabel tersebut. Penelitian ini dilakukan pada Universitas Jenderal Soedirman yang telah meraih predikat akuntabilitas kinerja kategori “A”. Penelitian dilakukan pada 23 unit kerja dengan responden adalah staf pengelola keuangan dan perencanaan. Berdasarkan 115 kuisioner, 68 diisi lengkap dan digunakan untuk pengujian data. Pengujian hipotesis dilakukan pendekatan Structural Equation Model (SEM) menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan anggaran, revisi anggaran, sumber daya manusia, penyerapan anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencapaian sasaran kinerja. Variabel perencanaan anggaran memiliki pengaruh dan tingkat signifikansi paling besar terhadap pencapaian sasaran kinerja dengan nilai t hitung sebesar 4,519. Hasil pengujian ini sesuai dengan evaluasi Kemendikbud yang menempatkan perencanaan kinerja dengan bobot tinggi pada penilaian SAKIP
Pengembangan Rencana Keperawatan Berbasis Website
Latar Belakang: Perencanaan keperawatan selama ini dilakukan secara manual berdasarkan pengetahuan dan pengalaman perawat dengan referensi utama yaitu Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI). Perawat yang menggunakan SLKI dan SIKI memerlukan waktu yang relatif lama untuk merencanakan asuhan keperawatan sedangkan perawat yang tidak menggunakan SLKI dan SIKI akan meningkatkan risiko kesalahan dalam penentuan rencana keperawatan. Meskipun rumah sakit telah memiliki Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) untuk dokumentasi asuhan keperawatan, SIMRS masih fokus digunakan untuk dokumentasi keperawatan dan belum banyak digunakan untuk rencana keperawatan. Selain itu, SIMRS hanya dapat digunakan pada perangkat tertentu secara lokal di rumah sakit. Belum ada alat bantu bagi perawat untuk menentukan rencana keperawatan berdasarkan SLKI dan SIKI di tahap perencanaan keperawatan. Oleh karena itu, penting dilakukan pengembangan alat bantu rencana keperawatan yang dapat diakses secara daring.
Tujuan: Tujuan penelitian ini yaitu mengembangkan website untuk alat bantu pemilihan rencana keperawatan.
Metode: Rancangan penelitian ini yaitu metode air terjun (waterfall) yang terdiri dari komunikasi, perencanaan, pemodelan, konstruksi, dan penerapan.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rencana keperawatan berbasis website dapat diakses melalui https://bit.ly/ramutnursingplan atau https://rnp.ramut.my.id.
Kesimpulan: Rencana keperawatan berbasis website dapat diakses dan digunakan oleh perawat di manapun dan kapanpun untuk memilih rencana keperawatan sehingga perawat dapat menentukan luaran dan intervensi keperawatan dengan lebih cepat dan tepat sesuai SLKI dan SIKI
PENINGKATAN LITERASI OBAT MELALUI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BERBASIS ASSET BASED COMMUNITY DEVELOPMENT (ABCD) DI SEKITAR PONDOK PESANTREN DARUSSALAM DUKUHWALUH PURWOKERTO
Literasi obat adalah kemampuan seseorang untuk memahami dan menggunakan informasi obat secara efektif. Literasi obat yang baik dapat meningkatkan penggunaan obat yang tepat, meningkatkan kepatuhan pasien, dan mengurangi risiko kesalahan obat. Literasi obat juga dapat membantu pasien memahami informasi tentang obat, termasuk dosis, efek samping, dan interaksi obat. Hingga saat ini, literasi obat masyarakat umum relatif rendah. Rendahnya literasi obat masyarakat ini apabila dibiarkan berkelanjutan akan berdampak pada kualitas dan kuantitas kesehatan secara global. Berkaitan dengan hal tersebut, maka kami melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui pendekatan asset-based community development (ABCD), dengan tujuan meningkatkan literasi obat di masyarakat sekitar Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Dukuhwaluh Purwokerto. ABCD adalah sebuah metode untuk pengembangan masyarakat yang berkelanjutan dengan memanfaatkan kekuatan dan potensi yang sudah ada di dalam masyarakat. Pelaksanaan pengabdian melalui pendekatan ABCD melibatkan sebagian besar asset yang dimiliki oleh Ponpes Darussalam, meliputi santri, pengasuh ponpes, dan fasilitas ponpes. Setelah pengabdian terbukti terdapat peningkatan literasi obat di kalangan Ponpes Darussalam Purwokerto
IDENTIFIKASI PENGETAHUAN SISWA TERHADAP BAHAN KIMIA BERBAHAYA DI LABORATORIUM IPA SMAN 1 MIRIT
Pengetahuan mengenai bahan kimia berbahaya saat melakukan praktikum IPA masih terbatas di kalangan siswa SMAN 1 Mirit. Masih banyak siswa yang belum mengetahui dampak yang dapat ditimbulkan akibat bersentuhan langsung dengan bahan kimia berbahaya tanpa alat pelindung diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengetahuan siswa terhadap bahan kimia berbahaya. Sampel penelitian ini sebanyak 68 siswa dari total populasi sebanyak 140 siswa dominasi peminatan MIPA kelas XII yang diambil menggunakan teknik Proporsional Random Sampling. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan siswa mengenai bahan kimia berbahaya yang ada di laboratorium IPA SMAN 1 Mirit cukup baik. Hal tersebut dapat dilihat dari 3 indicator yaitu indicator pengetahuan siswa terhadap resiko bahaya pada kategori cukup, indicator pengetahuan siswa terkait jenis-jenis bahan kimia berbahaya pada kategori cukup, dan indicator pengetahuan siswa terkait penangan dan tindakan saat berinteraksi dengan bahan kimia berbahaya pada kategori sangat baik