JOS - UNSOED (Jurnal Online Soedirman - Universitas Jenderal Soedirman)
Not a member yet
6212 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTATION ANALYSIS OF TRIAL BALANCE WORKSHEET PREPARATION USING ATLAS AT KAP AGUS DEWANTO
The application of digital technology in the audit field has transformed the way auditors manageand prepare audit working papers, particularly the Trial Balance worksheet, which serves as theprimary reference for subsequent audit stages. This study is a descriptive qualitative research basedon internship activities conducted at a public accounting firm and aims to analyze theimplementation of Trial Balance worksheet preparation using the ATLAS (Audit Tool and LinkedArchive System) application at KAP Agus Dewanto. Data were collected through directobservation and informal discussions with auditors to understand the workflow, system utilization,and challenges encountered in practice. The results show that ATLAS assists auditors throughautomated data processing, standardized worksheet formats, and integration with other auditcomponents such as lead schedules and adjustment journals, thereby reducing manual errors,improving documentation efficiency, and maintaining data consistency throughout the auditprocess. However, several challenges remain, particularly related to user adaptation and accuracyin initial data entry. Overall, the implementation of ATLAS improves the accuracy and efficiencyof audit working paper preparation and supports more structured audit documentation
Analisis Pelanggaran Maksim Grice Dan Dinamika Hubungan Dalam Film Animasi Link Click (时光代理人)
Penelitian ini menganalisis pelanggaran Maksim Grice dalam percakapan dan dampaknya terhadap dinamika hubungan dalam donghua Link Click (时光代理人). Latar belakangnya adalah fenomena penyimpangan komunikasi yang disengaja dalam media naratif untuk membangun karakter dan alur. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, transkripsi dialog, dan koding, dilanjutkan analisis pragmatik berdasarkan teori Maksim Grice. Hasil penelitian mengidentifikasi 20 data pelanggaran, dengan Maksim Relevansi sebagai yang paling dominan. Analisis implikatur menunjukkan pola kontras: Lu Guang konsisten melanggar Maksim Relevansi dan Kualitas sebagai strategi pengendalian informasi dan emosi untuk menjaga fokus misi, sementara pelanggaran Cheng Xiaoshi terhadap Maksim Kuantitas dan Cara didorong oleh impulsivitas emosional dan empati. Simpulannya, pelanggaran Maksim Grice berfungsi sebagai mekanisme naratif yang efektif untuk membangun dinamika hubungan sinergis namun tidak stabil antara kedua karakter utama, di mana kontras antara rasionalitas dan emosionalitas menjadi penggerak perkembangan karakter dan ketegangan cerita.
 
Hubungan Sikap Ergonomi dengan Musculosceletal Disorder Mahasiswa Profesi Ners Universitas Jenderal Soedirman
Background. Musculoskeletal disorders are complaints involving the muscular and skeletal system caused by occupational factors, commonly experienced by nurses and nursing students. Ergonomic attitutudes refers to proper and correct body posture in accordance with ergonomic principles. Suboptimal application of ergonomic attitudes may increase the body’s biomechanical load, thereby causing musculoskeletal complaints. This study aims to examine the relationship between ergonomic attitudes and musculoskeletal disorders among nursing students at Jenderal Soedirman University.
Methods. This study used a quantitative correlational design with cross-sectional research design. The sample consisted of 38 respondents selected using a total sampling technique. Data analysis was conducted using Somer’s D test. n observational study with cross sectional approach was conducted.
Results. The median age of respondents was 22 years, almost all respondents were female (94,7%), and the majority had a normal body mass (63,2%). The analysis showed the most respondents had good ergonomic attitude (52,7%) and low levels of musculoskeletal disorders complaints (57,9%). The results of Somer’s D test analysis obtained a p-value = 0,003 and correlation coefficient (r) = 0,420.
Conclusion. There is a significant relationship with a moderate correlation between ergonomic attitude and complaints of musculoskeletal disorders among nursing profession students at Jenderal Soedirman University. These findings highlight the importance of implementing and habituating ergonomic attitudes early in professional education to minimize musculoskeletal complaints. Future researches may explore other factors influencing musculoskeletal disorders or employ different research methods.
Keywords: ergonomic attitudes, musculoskeletal disorders, nursing profession student
Change and Continuity in Indonesia's Foreign Policy: Food Security Strategic Agenda from President Jokowi to Prabowo Administration
Abstract
Food security has become a part of a non-traditional international security issue. The uncertainty surrounding global crises over the past five years has increased since the COVID-19 pandemic began. Then, it was further compounded by geopolitical conflicts and supply chain disruptions. This paper analyses the dynamics of change and continuity in Indonesian foreign policy, focusing on food security under the President Joko Widodo administration and the President Prabowo Subianto administration. Additionally, this study uses a qualitative approach, drawing on document analysis and policy narratives. This study examines how Indonesia’s food security orientation has shifted during the national leadership transition, employing a change-and-continuity analysis. The research findings indicate continuity in positioning food security as a strategic national interest, while changes occur in policy orientation and framing under two different leaderships. On the one hand, in President Joko Widodo’s era, food security is constructed inwardly with the food estate program. Then, it is built outwardly through the internationalization of the issue. On the other hand, it is rearticulated inwardly as a foundation for national resilience and strategic independence, as reflected in policy articulations such as the Free Nutritious Meal Program (Makan Bergizi Gratis), which is the main strategic agenda of President Prabowo. This article argues that these dynamics reflect a pattern of change without rupture in Indonesian foreign policy, in which policy shifts occur gradually without diminishing ongoing strategic interests. Jakarta still uses an inward-looking paradigm to advance its national interests amid shifting administrations.
Keywords: continuity, foreign policy change, food security, non-traditional security, Indonesia’s foreign policy.
Abstrak
Keamanan pangan telah menjadi bagian dari isu keamanan internasional non-tradisional. Ketidakpastian krisis global lima tahun terakhir, sejak terjadinya pandemi global COVID-19 ditambah munculnya konflik geopolitik dan gangguan rantai pasokan. Makalah ini menganalisis dinamika perubahan dan kontinuitas dalam kebijakan luar negeri Indonesia, khususnya terkait keamanan pangan dari pemerintahan Presiden Joko Widodo hingga Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen dan narasi kebijakan. Studi ini menunjukkan bagaimana orientasi ketahanan pangan Indonesia telah bergeser dalam konteks transisi kepemimpinan nasional, dengan menggunakan analisis perubahan dan kontinuitas. Temuan penelitian menunjukkan kontinuitas dalam memposisikan keamanan pangan sebagai kepentingan nasional strategis, sementara perubahan terjadi pada tingkat orientasi dan kerangka kebijakan dari dua kepemimpinan. Di satu sisi, pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, keamanan pangan dibangun secara domestik dengan program food estate, sedangkan secara eksternal melalui internasionalisasi isu. Sementara itu, ketahanan pangan diartikulasikan kembali secara internal sebagai fondasi ketahanan nasional dan kemandirian strategis, sebagaimana tercermin dalam artikulasi kebijakan seperti Program Makan Gratis Bergizi sebagai agenda strategis utama era Presiden Prabowo. Artikel ini berpendapat bahwa dinamika ini mencerminkan pola perubahan tanpa putus dalam kebijakan luar negeri Indonesia, di mana perubahan kebijakan terjadi secara bertahap tanpa mengurangi kepentingan strategis yang berkelanjutan. Jakarta masih menggunakan paradigma yang berorientasi ke dalam negeri untuk mencapai kepentingan nasionalnya pada perubahan pemerintahan.
Kata kunci: kontinuitas, perubahan kebijakan luar negeri, keamanan pangan, keamanan non-tradisional, kebijakan luar negeri Indonesia
Analysis of the Linkages and Impact of Electricity Industry Investments on Leading Industries in East Nusa Tenggara Province
This study aims to identify key industries in East Nusa Tenggara (NTT) in 2023, examine the linkages between these industries, and analyze the impact of investment shocks in the electricity sectors. Using the updated 2023 input-output tables, the analysis includes interrelationships, multiplier effects, and impact simulations. The study reveals that investment in the electricity sector is vital for boosting production and distribution capacity in NTT. Eight important NTT industries demonstrated significant forward and backward links in 2023. It is anticipated that investments made in the electrical sector will increase total economic production. This investment benefits not just the electrical industry directly but also other industries, especially wholesale and retail trade. In the future, an exploration of the possibilities of renewable energy should be conducted
Peningkatan Legalitas Usaha Melalui Pendampingan NIB Pada UMKM di Desa Karangjengkol, Kutasari
Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan legalitas usaha melalui pendampingan NIB pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Karangjengkol melalui program pendampingan Nomor Induk Berusaha (NIB). Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi pada pelaku UMKM yang mengikuti pendampingan. Hasil penelitian menunjukan kegiatan sosialisasi dan pendampingan NIB yang telah dilakukan terhadap pelaku usaha di Desa Karangjengkol tersebut berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran para pelaku usaha di Desa Karangjengkol tentang pentingnya memiliki legalitas usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB). Jumlah UMKM di Dusun IV dan V yang memiliki NIB meningkat dari 6 menjadi 9 dari total 32 UMKM. Penelitian ini juga sebagai pengingat agar Pemerintah Desa Karangjengkol terus berinovasi dan secara berkelanjutan memberikan edukasi kepada pelaku usaha Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan legalitas usaha melalui pendampingan NIB pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Karangjengkol melalui program pendampingan Nomor Induk Berusaha (NIB). Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi pada pelaku UMKM yang mengikuti pendampingan. Hasil penelitian menunjukan kegiatan sosialisasi dan pendampingan NIB yang telah dilakukan terhadap pelaku usaha di Desa Karangjengkol tersebut berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran para pelaku usaha di Desa Karangjengkol tentang pentingnya memiliki legalitas usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB). Jumlah UMKM di Dusun IV dan V yang memiliki NIB meningkat dari 6 menjadi 9 dari total 32 UMKM. Penelitian ini juga sebagai pengingat agar Pemerintah Desa Karangjengkol terus berinovasi dan secara berkelanjutan memberikan edukasi kepada pelaku usaha Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan legalitas usaha melalui pendampingan NIB pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Karangjengkol melalui program pendampingan Nomor Induk Berusaha (NIB). Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi pada pelaku UMKM yang mengikuti pendampingan. Hasil penelitian menunjukan kegiatan sosialisasi dan pendampingan NIB yang telah dilakukan terhadap pelaku usaha di Desa Karangjengkol tersebut berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran para pelaku usaha di Desa Karangjengkol tentang pentingnya memiliki legalitas usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB). Jumlah UMKM di Dusun IV dan V yang memiliki NIB meningkat dari 6 menjadi 9 dari total 32 UMKM. Penelitian ini juga sebagai pengingat agar Pemerintah Desa Karangjengkol terus berinovasi dan secara berkelanjutan memberikan edukasi kepada pelaku usaha mengenai manfaat dan pentingnya legalitas usaha untuk kemajuan bisnis mereka
Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Meningkatkan Edukasi Keluarga Berencana (KB) di Desa Brani
Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah salah satu bagian dari tridharma perguruan tinggi yang mengharuskan mahasiswa mengabdi langsung pada masyarakat. Artikel ini membahas pelaksanaan KKN mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman yang dilakukan di Desa Brani, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap periode Juli sampai dengan Agustus 2025. KKN ini dilakukan dengan berfokus pada lima bidang, yakni ekonomi, kesehatan, pendidikan, lingkungan, pemerintahan desa. Pada bidang kesehatan terdapat program Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Pentingnya Edukasi Keluarga Berencana (KB) untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu mengenai KB. Artikel ini juga mengidentifikasi kendala yang terjadi pada setiap program dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan program KKN di masa selanjutnya
ABORTUS PROVOKATUS KRIMINALIS DAN IMPLIKASINYA DALAM PERSPEKTIF MEDIKOLEGAL: SEBUAH LAPORAN KASUS
ABSTRAK
Abortus provokatus kriminalis merupakan tindakan pengguguran kandungan yang dilakukan secara ilegal, di luar batas ketentuan hukum dan medis yang berlaku di Indonesia. Kasus ini menggambarkan seorang Perempuan berusia 23 tahun yang secara sadar melakukan tindakan aborsi dengan bantuan seorang perawat yang tidak memiliki kewenangan, tanpa adanya indikasi medis yang sah. Tindakan tersebut dilakukan atas permintaan pribadi dan dilakukan di luar fasilitas pelayanan kesehatan yang resmi. Hasil pemeriksaan visum dan penunjang menunjukkan adanya perdarahan aktif pervaginam, sisa jaringan dalam uterus pada pemeriksaan usg dan hasil tes kehamilan yang masih positif, yang mendukung dugaan abortus inkomplit. Dari aspek medikolegal, tindakan ini memenuhi unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 346 KUHP (seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu), 348 KUHP (Barang siapa dengan sengaja menyebabkan gugur atau mati kandungannya seorang perempuan dengan izin Perempuan) dan 349 KUHP (Jika seorang dokter, bidan, atau juru obat membantu melakukan kejahatan tersebut pada pasal 346, ataupun melakukan atau membantu melakukan kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348, maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencarian dalam mana kejahatan dilakukan). Temuan visum et repertum dalam kasus ini menjadi bukti penting dalam proses penyidikan dan penegakan hukum, serta menegaskan pentingnya peran ilmu kedokteran forensik dan medikolegal dalam proses pembuktian secara profesional dan sesuai ketentuan hukum.
 
Student Consumerism in the Digital Era: A Comparative Study of Socialist Economics and Islamic Economics
This study addresses the significant academic gap in critically examining the pervasive phenomenon of student consumerism in the digital era through the lens of alternative economic systems. While existing research often analyzes this behavior via psychological or sociological approaches, a systemic critique from paradigms fundamentally opposed to market capitalism is scarce. This research aims to fill this void by conducting a comparative analysis of how Socialist Economics and Islamic Economics diagnose, critique, and offer alternatives to the hyper-consumptive behaviors of students embedded in digital platforms. The urgency of this inquiry is multidimensional, extending from the practical need to foster critical economic literacy among students to the academic imperative of dialoguing between two major alternative economic traditions, all within the global context of ecological and social crises fueled by unsustainable consumption. Employing a qualitative, library research methodology with a critical-comparative framework, this study systematically deconstructs the digital marketplace's phenomenology before applying core concepts from each paradigm—such as alienation and commodity fetishism (Socialist) versus maslahah, israf, and amanah (Islamic). Its novelty lies in its rare comparative focus, its translation of abstract principles into tools for analyzing concrete consumption acts, and its reconceptualization of students as both objects of systemic forces and potential agents of change. The analysis ultimately reveals a profound convergence in both paradigms' condemnation of consumerism's dehumanizing effects, yet a fundamental divergence in their ontological roots, causal explanations, and envisioned solutions, highlighting the possibility for strategic complementarity in forging a critique of contemporary digital capitalism
Association Between Mesiodistal Tooth Width and Soft Tissue Facial Profile Convexity among Chinese Adolescents in Jember, Indonesia
B
Background: Tooth size and soft tissue facial profile are influenced by genetic, sexual, and ethnic factors. Understanding their relationship is important for orthodontic diagnosis, particularly in specific ethnic populations. Methods: A cross-sectional study was conducted on 50 Chinese adolescents (25 males, 25 females) aged 17-18 years. Mesiodistal tooth width from maxillary and mandibular central incisors to first molars was measured on dental casts. Soft tissue facial profile convexity was assessed using standardized lateral facial photographs. Sex differences were analyzed using independent t-tests, while associations were evaluated using Pearson correlation and linear regression (α = 0.05). Results: Males exhibited significantly larger mesiodistal tooth widths than females in both arches (p < 0.05). No significant sex differences were observed in facial profile convexity (p > 0.05). A weak but statistically significant negative correlation was found between mesiodistal tooth width and facial profile convexity (r = −0.35 maxilla; −0.34 mandible), accounting for 12.2% of the variance. Conclusion: Mesiodistal tooth width demonstrated a weak association with soft tissue facial profile convexity among Chinese adolescents in Indonesia, indicating that mesiodistal tooth width alone has limited predictive value for facial profile morphology and supporting the multifactorial basis of facial esthetics.
Key words: Mesiodistal tooth width; soft tissue facial profile; facial convexity; Chinese ethnicit