El Banar - Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Not a member yet
95 research outputs found
Sort by
Implikatur Percakapan Dalam Novel Pesantren Impian Karya Asma Nadia
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji implikatur percakapan dalam novel Pesantren Impian karya Asma Nadia. Metode yang peneliti digunakan adalah kualitatif deksripsi dengan teknik analisis isi. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Pesantren Impian karya Asma Nadia yang diterbitkan oleh Asma Nadia Publishing House. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan dibantu oleh table analisis. Fokus penelitian ini adalah implikatur percakapan dalam novel Pesantren Impian karya Asma Nadia. Sedangkan sub fokusnya adalah prinsip kerja sama dan prinsip kesantunan. Pada hasil penelitian ini yaitu terdapat dialog-dialog dalam novel yang berkaitan dengan pelanggaran maksim dan penerapan maksim dalam implikatur percakapan yang dibagi ke dalam prinsip kerja sama dan prinsip kesantunan. Prinsip kerja sama dibagi ke dalam empat bagian yaitu maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim hubungan, maksim cara. Prinsip kesantunan dibagi ke dalam enam bagian yaitu maksim kearifan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerndahan hati, maksim kesepakatan dan maksim simpat
Penerapan Multimedia Dengan Metode Discovery Learning
Perkembangan perangkat multimedia yang pesat dengan harga yang terjangkau membuat perangkat multimedia seperti smartphone menjadi kebutuhan setiap orang. Tak luput juga siswa sekolah, hampir setiap hari menurut pengamatan peneliti, siswa kerap menggunakan smartphonenya untuk berbagai keperluan seperti browsing, blogging, atau untuk media sosial. Dari fenomena tersebut diatas, peneliti mengambil gagasan untuk menggunakan smartphone sebagai alat di dalam proses pembelajaran. Dengan harapan, motivasi, ide kreatif dan gagasan siswa akan lebih tergali ketika dalam proses belajar, dan mereka juga dapat menggunakan smartphone-nya untuk mendukung proses belajar. Dengan memanfaatkan multimedia di dalam pembelajaran Perakitan Komputer diharapkan aktifitas siswa dan pemahaman siswa serta keterampilan siswa dapat meningkat. Model Discovery Learning diterapkan, hasil yang diperoleh pada siklus 1 hingga siklus 2 untuk masing-masing variabel menunjukkan adanya peningkatan. Jumlah siswa yang mencapai skor tuntas untuk variabel keaktifan siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan dari 31,25% menjadi 87,50%; Jumlah siswa yang mencapai skor tuntas untuk variabel ketrampilan proses mengalami kenaikan dari 43,75%, menjadi 84,37%. Pada variabel prestasi belajar juga mengalami peningkatan dari 59,38%, menjadi 90,62%. 
Layanan Informasi Dengan Penggunaan Media Audio Visual Pada Proses Pembelajaran Konseling
Penelitian ini adalah penelitian tindakan bimbingan dan konseling bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui layanan informasi pada kelas XI Akuntansi 2 dengan menggunakan media audio visual. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI Akuntansi 2 berjumlah 30 peserta didik yang terdiri dari 1 peserta didik laki-laki dan 29 peserta didik perempuan. Metode pengamatan dengan menggunakan lembar observasi peserta dan skala motivasi belajar peserta didik. Untuk menganalisis data digunakan metode analisis deskriptif. Hasil analisis deskriptif mengungkapkan bahwa motivasi belajar peserta didik dengan layanan informasi melalui media audio visual peserta didik kelas XI Akuntansi 2 mengalami peningkatan dari pra siklus, siklus I, dan siklus II. Peningkatan motivasi belajar peserta didik dalam mengikuti layanan informasi pada pra siklus adalah sebanyak 0 %, 36,25% pada siklus I dan 83,33% pada siklus II. Saran bagi guru hendaknya menjadikan pertimbangan atas pemanfaatan media layanan informasi menggunakan audio visual dan peralatan yang diberikan sekolah guna meningkatkan motivasi belajar Peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah serta dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik secara optimal
Peningkatan Kemandirian Anak Melalui Metode Pembelajaran Berbasis Masalah
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemendirian anak melalui metode pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas menggunakan model penelitian yang dikemukakan oleh Kurt Lewin yang dilakukan sebanyak 2 (dua) siklus yang terdiri dari masing-masing 4 (empat) kali pertemuan. Subjek penelitian adalah kelompok A PAUD Anak Bangsa Kota Serang yang berjumlah 10 orang siswa. Analisis data menggunakan kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dengan statistik deskriptif yang disajikan dalam bentuk tabel dan grafik yaitu melihat hasil yang diperoleh dari data siklus I dan Siklus II. Data kualitatif dengan menggunakan teknik Miles Huberman dengan metode pengamatan, wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemandirian anak setelah diberikan intervensi dengan menggunakan metode pembelajaran berbasis masalah
Peningkatan Hasil Belajar Menangkap Makna Teks Eksposisi Analitis Melalui Model Pembelajaran Discovery Learning Dan Budaya Literasi Pada Peserta Didik Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 11 Jakarta Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2017/2018
Rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Bahasa Inggris mendorong penelitian ini dilakukan. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris materi menangkap makna teks eksposisi analitis melalui pembelajaran kolaboratif, model pembelajaran discovery leaning dan budaya literasi. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2017/2018 di SMA Negeri 11 Jakarta yang terdiri atas 36 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. Tahapan setiap siklus meliputi: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini meningkatkan hasil belajar peserta didik dan budaya literasi serta memberi motivasi pada peserta didik untuk belajar lebih menyenangkan. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi peserta didik dalam kelompok selama proses pembelajaran, lembar pengamatan aktivitas guru selama proses pembelajaran, dan tes hasil belajar menangkap makan teks eksposisi analitis. Hasil siklus pertama dan kedua, diukur melalui empat indikator, yaitu: aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran, hasil tes teks eksposisi analitis, nilai laporan portofolio dan kepuasan peserta didik. Rata-rata hasil belajar sebelum tindakan 69,91 menjadi 80,83 pada siklus pertama dan pada siklus kedua 85,67. Berdasar hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kolaboratif, discovery learning dan budaya literasi dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris materi teks eksposisi analitis di kelas XI IPS 1 SMA Negeri 11 Jakarta
Hubungan Penguasaan Kosakata Dengan Kemampuan Menulis Puisi Pada Siswa Kelas X IIS SMA Negeri 1 Cigudeg Bogor
Penelitian ini merupakan penelitian yang mencari solusi dalam mengembangkan kemampuan menulis puisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian sebuah teori yang menyampaikan bahwa kegiatan menulis membutuhkan suatu penguasaan kosakata yang baik. Jika siswa memiliki kosakata yang banyak, maka akan mempermudah siswa dalam merangkai kata untuk menulis puisi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional. Penelitian korelasi merupakan penelitian yang melihat hubungan antara variabel atau beberapa variabel dengan variabel lain. Adapun objek penelitian ini adalah siswa kelas X IIS SMA Negeri 1 Cigudeg Bogor. Hasil dari penelitian ini menunjukkan telah terjadinya suatu korelasi antara variabel X dengan variabel Y. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengujian bahwa r xy hitung sebesar 0,520. Dan r xy tabel pada korelasi product moment yaitu 0,403. Perbandingan nilai tersebut berarti r hitung lebih besar daripada r tabel, (0,520 ˃ 0,403). Jadi, hasil pengujian dengan rumus koefisien korelasi yaitu POSITIF. Oleh karena itu, kegiatan menulis yang dilakukan siswa memiliki hubungan yang sangat signifikan, jika penguasaan kosakatanya lebih baik
Pengaruh Summarization Pyramids Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas Iv Sdn 01 Nagrak Gunungputri-Bogor
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberpengaruhan Piramida Ringkasan terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode Quasi Eksperimental yang merupakan pengembangan dari True Experimental Design. Instrumen penelitian ini telah dilakukan uji validasi dan reliabilitas sebelum diberikan kepada objek penelitian. Uji validasi menggunakan rumus Point Biserial Correlation untuk uji validasi terdapat 41 dan realibilitas dengan rumus K-R 20. Hasil dalam penelitian ini, pada kelompok eksperimen menggunakan Piramida Ringkasan dengan uji normalitas Lhitung=0,11<0,161=Ltabel dan kelompok kontrol tidak menggunakan Piramida Ringkasan didapat Lhitung=0,08<0,161=Ltabel. Setelah kelompok eksperimen dan kontrol taraf signifikansi 1-α dengan derajat kebebasan=K-2 adalah 1,67 data kedua kelompok berdistribusi normal. Uji homogenitas Fhitung=1,153 dengan Ftabel=1,858 dk pembilang=29 dan dk penyebut=29, karena Fhitung<Ftabel berarti adanya kesamaan kedua variansi, sampel berasal dari populasi homogeny. Hasil uji hipotesis menggunakan uji-t diperoleh Thitung=3,130 pada taraf siginifikansi =0,05 dan 0,01 dengan derajat kebebasan (dk) 58, sedangkan Ttabel=1,671 karena Thitung>Ttabel maka H0 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan H1 diterima, dengan ini terlihat terdapat pengaruh dalam pembelajaran dengan menggunakan Piramida Ringkasan terhadap hasil belajar bahasa Indonesia
Penanaman Toleransi Agama Pada Diri Anak Melalui Doktrin Sejarah Kebudayaan Islam (Penelitian Tindakan Kelas Pada Mi Hidayatul Ahbabina, Setu, Bekasi)
Penelitian ini secara teoritis dapat mengungkapkan tentang bagaimana hasil belajar SKI siswa mengalami peningkatan setelah menggunakan nilai toleransi agama. Secara praktik, hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran kepada guru, siswa dan orang tua bahwa dengan menggunakan metode yang tepat maka hasil belajar SKI siswa dapat meningkat. Implikasi dari hasil penelitian yang dapat diterapkan untuk meningkatkan hasil belajar SKI pada siswa adalah dengan menggunakan nilai toleransi agama. Dan subjek penelitian adalah 13 orang dengan menggunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif dengan statistik deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dengan pola pra penelitian, siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukan tingkat ketercapaian siswa dalam menanamkan nilai toleransi dalam beragama dengan doktrin mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam
Pengutamaan Bahasa Indonesia: Suatu Langkah Aplikatif
Terkait bahasa Indonesia, saat ini, belum ada komitmen yang kuat dari para penuturnya untuk menempatkan bahasa Indonesia pada tempat paling utama. Faktanya, perilaku berbahasa oleh penutur bahasa Indonesia cenderung negatif. Hal itu dibuktikan oleh beberapa fakta bahwa eksistensi bahasa Indonesia terancam oleh penggunaan bahasa asing. Terlihat di beberapa instansi pemerintah, swasta, dan tempat-tempat tertentu menggunakan bahasa asing tanpa menyandingkan dengan bahasa Indonesia, apalagi bahasa daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengejawantahkan peraturan tentang kebahasaan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Kualitatif deskriptif merupakan penelitian yang melibatkan peneliti sebagai instrumen dalam pengumpulan data. Hasil penelitian ini adalah ada sebelas hal kewajiban penggunaan bahasa Indonesia yang dituangkan dalam poster. Simpulan dari penelitian yang telah dilakukan meliputi fakta dari sikap berbahasa penutur bahasa Indonesia yang cenderung negatif. Oleh sebab itu, diperlukan sebuah langkah inovatif untuk mengubah perilaku atau sikap berbahasa tersebut. Langkah inovatif yang dilakukan, yaitu dengan melakukan membuat poster yang berisi tentang kewajiban penggunaan bahasa Indonesia.
Kata kunci: Pengutamaan, bahasa Indonesia, aplikati
Quo Vadis Masa Depan Pendidikan Nasional Dalam Menghadapi Tantangan Media Global
Quo Vadis pendidikan menjadi tuntutan dan sekaligus tuntunan yang diharapkan dalam menentukan masa depan pendidikan bangsa. Keterpaparan dalam ketertinggalan, ketidaktahuan serta gagap teknologi merupakan problematika tersendiri dalam dunia pendidikan, di tambah lagi adanya gagal paham dalam memahami agama dan nasionalisme. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dan Pendidikan agama Islam (PAI) menjadi kunci dalam keberhasilan pendidikan nasional di Indonesia dalam menghadapi tantangan global