El Banar - Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Not a member yet
95 research outputs found
Sort by
Peran Guru Dalam Melatih Kemandirian dan Percaya Diri Pada Anak Down Syndrome Di SLB Aisyiyah Al Walidah
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kebutuhan anak penyandang down syndrome, pentingnya pelatihan kemandirian dan kepercayaan diri, serta peran guru dalam mendukung proses tersebut. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui metode studi kasus. Subjek penelitian adalah guru-guru di SLB Aisyiyah Al-Walidah yang memiliki pengalaman membimbing anak berkebutuhan khusus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara,observasi di kelas,dan dokumentasi aktivitas pembelajaran. Wawancara berfokus pada strategi guru dalam menumbuhkan kemandirian dan kepercayaan diri anak down syndrome.Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak berproses menjadi mandiri melalui beberapa tahapan, antara lain: (1) pengulangan aktivitas harian dengan pendampingan langsung hingga anak dapat melakukannya sendiri; (2) penerapan metode proksimal serta koordinasi rutin dengan orang tua agar strategi pembelajaran berlanjut di rumah; dan (3) pemanfaatan media interaktif seperti lagu untuk membantu komunikasi dan meningkatkan keberanian dalam berinteraksi sosial. Guru memiliki peran penting sebagai fasilitator, pemberi semangat, dan pendamping aktif dalam pembentukan kemandirian dan kepercayaan diri anak. Hasil ini menekankan pentingnya sinergi antara guru dan keluarga dalam mendidik anak-anak penyandang down syndrome.
 
Pendidikan Berbasis Nilai Mengintegrasikan Etika dan Moral Untuk Mencerdaskan Generasi Muda
Education is one of the main pillars in shaping individual character and personality. In an increasingly complex globalization era, challenges in education lie not only in academic aspects but also in the development of moral and ethical values. Value-based education becomes essential to create a generation that is not only intellectually smart but also possesses good character and high social awareness.
This research aims to explore and analyze how value-based education can be integrated with ethics and morals in the learning process to educate the younger generation. By understanding the relationship between value-based education and character development, it is hoped that more effective strategies for its implementation in schools can be found.
The research method used is a qualitative approach with a case study design. This study involves data collection through in-depth interviews with educators and students, as well as document analysis related to the value-based education curriculum. The research population consists of several schools in various regions, with purposive sampling taken to obtain relevant and in-depth information.
The results of the study indicate that value-based education has a positive impact on students' character development. The integration of moral values into the curriculum can enhance students' social awareness and empathy, as well as reduce negative behaviors among them. Furthermore, this research found that challenges in implementing value-based education are often caused by a lack of training for educators and support from school management. Thus, this research provides significant contributions to the development of better and sustainable education for the younger generation
Penerapan Pendekatan Deep Learning Pada Pembelajaran Di Sekolah Dasar Kota Bekasi
Abstrak: Deep learning dalam konteks pendidikan bukan hanya merujuk pada teknologi kecerdasan buatan, tetapi juga pada pendekatan pembelajaran mendalam yang mendorong pemahaman konsep secara holistik, reflektif, dan bermakna. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pendekatan pembelajaran deep learning diterapkan di Sekolah Dasar (SD). Melalui studi literatur dan survei pada guru-guru SD, ditemukan bahwa meskipun potensial meningkatkan pemahaman konsep dan berpikir kritis siswa, implementasi deep learning masih menghadapi tantangan dalam hal kurikulum, pelatihan guru, dan sarana pendukung.
Kata kunci: Deep learning, pembelajaran bermakna, Sekolah Dasar, konstruktivisme, pembelajaran reflektif
Abstract: Deep learning in the context of education refers not only to artificial intelligence technology, but also to an in-depth learning approach that encourages holistic, reflective, and meaningful understanding of concepts. This article aims to examine how the deep learning approach is applied in Elementary Schools (SD). Through literature studies and surveys of elementary school teachers, it was found that despite the potential to improve students' conceptual understanding and critical thinking, the implementation of deep learning still faces challenges in terms of curriculum, teacher training, and supporting facilities.
Keywords: Deep learning, meaningful learning, Elementary School, constructivism, reflective learnin
Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta pada Madrasah Ibtidaiyah di Kota Palembang: Sebuah Studi Literatur
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Kurikulum Berbasis Cinta pada Madrasah Ibtidaiyah di Kota Palembang melalui metode literature review. Kurikulum Berbasis Cinta merupakan inovasi pendidikan yang menempatkan nilai kasih sayang sebagai landasan utama dalam pembelajaran, dengan fokus pada lima pilar cinta yaitu cinta kepada Tuhan, ilmu pengetahuan, lingkungan, sesama, dan tanah air. Studi ini mengumpulkan dan menganalisis sepuluh artikel relevan yang membahas konsep, strategi implementasi, tantangan, serta dampak penerapan kurikulum tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta mampu meningkatkan motivasi belajar, kedisiplinan, dan suasana kelas yang kondusif serta menguatkan pengembangan karakter siswa. Namun, implementasi kurikulum ini menghadapi kendala seperti keterbatasan sumber daya dan pelatihan guru. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan peningkatan dukungan pelatihan dan penyediaan sumber belajar untuk mengoptimalkan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pendidikan karakter berbasis kasih sayang di madrasah
Flocycle Project: Mengubah Sampah Botol Plastik Menjadi Simbol Kesadaran Ekologis Peserta Didik
Krisis lingkungan global akibat eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan menuntut pembelajaran yang mampu menumbuhkan kesadaran ekologis sejak dini. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Flocycle Project (bunga acrylic dari botol plastik bekas) sebagai model pembelajaran lingkungan berbasis proyek yang mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan dan berpikir sistemik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tahapan perencanaan, perancangan, pelaksanaan, serta refleksi dan evaluasi. Data diperoleh melalui lembar kerja peserta didik dan dokumentasi proses kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa proyek daur ulang botol plastik menjadi bunga akrilik mampu meningkatkan kesadaran ekologis, kreativitas, kolaborasi, serta kemampuan refleksi nilai peserta didik. Peserta memahami keterkaitan antara bahan, proses produksi, dan dampak ekologis sebagaimana prinsip berpikir sistemik yang dikemukakan Meadows dalam The Limits to Growth. Kegiatan ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis proyek dapat menjadi sarana efektif dalam pendidikan untuk keberlanjutan
Implementasi Program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam Membangun Karakter Disiplin Siswa
Penelitian ini menganalisis implementasi Program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (P7KAIH) dalam membangun karakter disiplin siswa di SD Rawaterate 01 Jakarta Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi terhadap guru dan tenaga kependidikan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa P7KAIH telah terintegrasi dalam rutinitas harian sekolah dan dipantau menggunakan jurnal. Pemahaman guru terhadap program ini positif, dan kolaborasi dengan orang tua telah terjalin. Keberhasilan program tercermin dari peningkatan kedisiplinan waktu dan kehadiran siswa. Kendala utama berasal dari variasi dukungan keluarga dan masa transisi siswa usia dini. Solusi yang diterapkan berupa bimbingan berulang, sosialisasi intensif, dan pemantauan via jurnal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun program berkontribusi positif, efektivitasnya dapat ditingkatkan melalui penguatan sistemik peran orang tua, pengembangan instrumen pemantauan yang lebih beragam, dan pelatihan guru yang berkelanjutan. Rekomendasi difokuskan pada sinergi sekolah-keluarga yang lebih kuat dan evaluasi program secara berkala
Penguatan Pendidikan Seksual Pada Anak Melalui Integrasi Pembelajaran Tematik Di SD Negeri 3 Krapyak Jepara
Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk penguatan Pendidikan seksual melalui integrasi tematik di SD Negeri 3 Jepara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui teknik pengambilan data melakukan wawancara dengan mengajukan pertanyaan terstruktur, observasi turun lapangan, dan pendokumentasian untuk merekam data mengenai pelaksanaan pendidikan seksual melalui pembelajaran tematik. Hasil penelitian dari penguatan pendidikan seksual pada anak sekolah dasar melalui integrasi pembelajaran tematik di SD Negeri 3 Krapyak dalam perencanaannya pembelajaran seksual melalui materi ajar organ-organ vital manusia yang diajarkan pada kelas kelas 5, sedangkan materi pubertas di kelas 6. Pendidikan seksual di kelas 6 dikupas melalui pembelajaran pubertas di mata pelajaran utama Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) secara tematik berkolaborasi dengan mata pelajaran Pendidikan, Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dan Pendidikan Agama. Implementasi Pendidikan seksual yang diterapkan adalah pembelajaran seksual disampaikan secara penyisipan atau selingan. Dalam pelaksanaan pembelajarannya memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi seperti pemutaran video yang dapat menarik perhatian peserta didik dan alat peraga guna memberikan gambaran. Model pembelajaran yang diterapkanyakni memisahkan materi yang lebih mendalam dengan melihat urgensi pendidikan seksual di situasi maraknya pelecehan seksual dini
Integrasi Pendidikan Karakter Dengan Pendekatan Filsafat Ilmu Sebagai Strategi Pedagogis Untuk Mencerdaskan Moral Dan Intelektual Peserta Didik
Pendidikan karakter merupakan elemen penting dalam pembentukan moral dan intelektual peserta didik. Namun, masih diperlukan strategi pedagogis yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai karakter dengan pemikiran kritis dan reflektif. Pendekatan filsafat ilmu dianggap sebagai landasan konseptual yang potensial dalam mengembangkan strategi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi pendidikan karakter dengan pendekatan filsafat ilmu sebagai strategi pedagogis guna meningkatkan kecerdasan moral dan intelektual peserta didik. Metode kajian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitik melalui studi kepustakaan yang mendalam, mengkaji berbagai literatur relevan tentang pendidikan karakter, filsafat ilmu, dan strategi pedagogis. Hasil studi menunjukkan bahwa integrasi pendidikan karakter dengan filsafat ilmu memperkuat fondasi moral sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif. Pendekatan ini juga meningkatkan kesadaran moral dan kreativitas intelektual peserta didik serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kondusif. Integrasi ini bukan hanya strategi alternatif, melainkan kebutuhan strategis dalam pendidikan untuk memastikan pembentukan peserta didik yang utuh secara moral dan intelektual
Social Media “X” on Enhancing EFL Students’ Writing Skills: A Study of Positive and Negative Impacts
This study examines the impact of the social media platform “X” on enhancing students’ English writing skills, focusing on both positive and negative effects. Employing a mixed-methods approach involving qualitative interviews, surveys, and quantitative analysis, the research delves into how social media “X” influences students’ ability to write proficiently in English. Findings from the study reveal a significant positive impact on students’ English communication skills and vocabulary expansion through global discussions on “X.” However, negative impacts include a lack of attention to proper language structure, reliance on abbreviations leading to reduced depth of expression, and potential hindrance in using English correctly. Insights from this research contribute to understanding the nuanced dynamics of social media’s role in language learning and inform pedagogical strategies for optimizing digital platforms in education.
 
Solusi Krisis Pendidikan Di Daerah 3T: Pendekatan Dan Inovasi Untuk Kemajuan
Kesenjangan antara pendidikan di daerah perkotaan dan wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) menimbulkan krisis pendidikan yang perlu segera diatasi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari solusi efektif dalam mengatasi krisis pendidikan di daerah 3T. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research), dengan teknik pengumpulan data melalui identifikasi, pencarian, dan pemilihan literatur, serta analisis isi (content analysis) dan kritik sumber. Hasil penelitian ini mengidentifikasi beberapa solusi yang dapat diimplementasikan, seperti pemahaman konteks lokal, kemitraan dengan komunitas, integrasi budaya lokal dalam kurikulum, pengembangan materi pembelajaran, dan pendidikan berbasis proyek. Selain itu, digitalisasi pendidikan dan pembangunan infrastruktur yang memadai juga merupakan elemen penting. Peningkatan kualitas guru dan penguatan kurikulum melalui program "Guru Mengabdi" juga berperan signifikan. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta melalui kemitraan publik-swasta, serta program beasiswa dan bantuan pendidikan, sangat penting untuk memperluas akses pendidikan di daerah 3T