Ejournal Universitas Warmadewa
Not a member yet
    5210 research outputs found

    Konsep Embung Untuk Pemenuhan Air di Gamat Bay, Desa Sakti, Nusa Penida, Bali

    No full text
    Pulau Nusa Penida yang saat ini merupakan destinasi paling favorit di Kabupaten Klungkung. Desa Sakti merupakan salah satu desa yang terletak di Nusa Penida dengan keindahan pantai nya yang disebut Gamat Bay. Permasalahan yang ada di Desa Sakti berupa kesulitan akan pemenuhan air baku untuk kebutuha air sehari-hari serta daerah wisata Gamat Bay. Maka dari itu pengabdian masyarakat ini akan menganalisa konsep embung yang akan diterapkan pada Desa Sakti untuk. Data analisa menggunakan data hasil wawancara mengenai permasalahan yang terjadi di Desa Sakti serta melakukan pengambila data kontur pada rencana lokasi embung. Analisa perencanaan konsep embung menggunakan analisa hidrologi serta analisa kurva tampungan embung. Hasil analisa didapatkan lebar mercu embung sebesar 17,5 m dan debit banjir 71,35 m3/dt sehingga tinggi muka air (hd) sebesar 1,00 m dan tinggi embung sebesar 5 m. Kapasitas tampungan yang didapatkan untuk dua alternatif lokasi yaitu alternatif satu dengan lebar cross section sebesar 180 m didapatkan tampungan sebesar 0,14x106 m3. Sedangkan alternatif dua dengan lebar cross section sebesar 37.05 m tampungan yang didapatkan sebesar 0,05x106 m3

    Penataan dan Integrasi Fasilitas Penunjang Pelabuhan di Pantai Matahari Terbit, Desa Adat Sanur Kaja, Denpasar, Bali

    No full text
    Kawasan Pantai Matahari Terbit merupakan salah satu pantai di Sanur yang menjadi salah satu pantai favorit bagi wisatawan untuk menikmati kuliner. Selain kuliner, pembangunan pelabuhan resmi selesai dan beroperasi pada tanggal 18 Desember 2022. Peningkatan jumlah pengunjung pelabuhan cukup meningkat berdasarkan data terakhir hampir 150 ribu penumpang yang telah melakukan perjalanan melalui fasilitas ini. Peningkatan jumlah pengunjung bukan hanya dipadati oleh wisatawan, namun juga aktivitas keagamaan masyarakat sekitar di Petunon. Kompleksitas ini membuat perlunya adanya adaptasi yang cukup pesat dikarenakan banyaknya fasilitas yang diperlukan setelah pembangunan Pelabuhan Sanur telah selesai. Dampak keberadaan pelabuhan terhadap kawasan Matahari Terbit dapat bersifat positif dan negatif. Sisi positifnya, pelabuhan dapat memberikan manfaat ekonomi dengan menciptakan lapangan kerja, menarik wisatawan, dan meningkatkan perdagangan. Selain itu, pelabuhan yang dirancang dan dipelihara dengan baik juga dapat meningkatkan nilai estetika dan rekreasi kawasan secara keseluruhan. Sisi negatifnya, pelabuhan juga dapat menyebabkan degradasi lingkungan, seperti pencemaran dan perusakan ekosistem pesisir, serta peningkatan lalu lintas dan kebisingan. Dampak pelabuhan dapat  dikurangi    dengan    menerapkan    praktik pembangunan berkelanjutan dan melakukan penilaian lingkungan secara teratur. Pengabdian ini merespon adanya kebutuhan akan rencana induk atau masterplan kawasan Pantai Matahari Terbit dan juga integrasi keseluruhan fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan dan keberlanjutan kawasan

    Factors That Influence The Work Performance Of Agricultural Instructors In Cultivating Farmer Groups In Sikur District, East Lombok Regency

    No full text
    This research aims to determine the significance of the simultaneous and partial influence of motivation on the performance of agricultural instructors in Sikur District. The number of samples taken in this research was 50 respondents from agricultural extension workers in Sikur District, East Lombok Regency. Meanwhile, data analysis uses multiple linear regression analysis. Based on the results of research that has been carried out, it is found that intrinsic motivation (X1) and extrinsic motivation (X2) have a positive and significant effect on the performance of agricultural instructors in Sikur District, East Lombok Regency. Based on the results of the partial test (t-test), intrinsic motivation and extrinsic motivation have a significant and positive effect on the performance of agricultural instructors in Sikur District, East Lombok Regency. Meanwhile, the variable that more dominantly influences the performance of agricultural instructors in Sikur District, East Lombok Regency is the intrinsic motivation variable (X1) with a calculated t value of 6.904 which is greater than the extrinsic motivation variable. The intrinsic motivation and extrinsic motivation of agricultural extension instructors in Sikur District, East Lombok Regency are currently classified as moderate. So, there is a need for two-way communication between the instructors and the leadership, because with this effort the leadership can find out what the instructors want and vice versa the instructors can provide feedback to the leadership and the organization, namely by showing higher performance

    Hubungan Kedisiplinan Pemakaian Alat Pelindung Mata dengan Kelelahan Mata pada Pekerja Las di Sukawati

    No full text
    Pengelasan merupakan proses menyatukan beberapa logam, sehingga membentuk sambungan yang berkesinambungan. Para pekerja di bengkel las dapat terpapar radiasi sinar las dengan intensitas cahaya yang tinggi, sehingga berdampak bagi kesehatan mata yang salah satunya menimbulkan kelelahan mata. Menurut beberapa penelitian, penggunaan alat pelindung mata (APM) dapat mengurangi kelelahan mata namun kedisiplinan pekerja dalam penggunaan APM masih rendah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kedisiplinan pemakaian alat pelindung mata terhadap kelelahan mata di pekerja las di Sukawati. Penarikan sampel dilaksanakan dengan menggunakan metode total sampling yang melibatkan 105 partisipan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan dengan  kuisioner Visual Fatigue Index (VFI) dengan melihat gejala – gejala kelelahan mata pekerja. Hubungan antar variabel diuji dengan analisis data menggunakan analisis bivariat melalui sistem komputerisasi program SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan pekerja las mayoritas berusia >31 tahun (53,3%), bekerja >6 jam (64,8%), memiliki masa kerja >3 tahun (61,9%), dan tidak memakai APM (65,7%), kelelahan mata dialami oleh subjek (67,6%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya korelasi antara kedisiplinan penggunaan APM dengan kelelahan mata pada pekerja las di Kecamatan Sukawati dengan prevalensi ratio yang diperoleh sebesar 4,770 (p = 0,001; CI:2,445 - 9,305). Dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan pemakaian APM berhubungan terhadap kelelahan mata di pekerja las di Kecamatan Sukawati. Berdasarkan hasil penelitian, para pekerja las disarankan untuk mengistirahtkan mata dengan metode 20:20:20.  [Correlation Between the Discipline of Using Eye Protective Equipment and Eye Fatigue in Welding Workers in Sukawati District] Welding is a process of joining several metals to form an effective whole. Workers in welding industries can be exposed to high intensity of light welding radiation, which can have an impact on eye health, one of which causes eyestrain. According to several studies, the use of eye protective equipment (APM), such as welding goggles, can reduce eyestrain; however, the awareness of welders in using APM is relatively low. The aims of this study was to determine the relationship of the eyestrain of welding workers in Sukawati and their awareness of wearing APM. The sampling technique employed in this study was total enumeration, encompassing a total cohort of 105 individuals. Data was collected using a Visual Fatigue Index (VFI) questionnaire by looking at the symptoms of welders’ eyestrain. Relationships between variables were tested by data analysis using bivariate analysis through the computerized system of the SPSS program. The findings of this investigation reveal that a significant proportion of welders fall under the age category of >31 years (53.3%), have work shifts lasting >6 hours (64.8%), possess job tenure exceeding 3 years (61.9%), and abstain from utilizing APM (65.7%); eye fatigue is predominantly experienced by the participants (67.6%). The bivariate analysis outcomes suggest a correlation between the conscientiousness of welders in adopting APM and their susceptibility to eye fatigue, with a prevalence ratio of 4.770 (p = 0.001; CI: 2.445 - 9.305). It can be inferred that the diligence in employing APM is linked to the incidence of eye fatigue in welders within Sukawati District. Consequently, it is recommended that welders take periodic breaks using the 20:20:20 method to alleviate eye strain. &nbsp

    Penyuluhan Diabetes Mellitus dan Pelatihan Penggunaan Aplikasi Diabetes pada Ponsel Pintar

    No full text
    Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak diderita oleh masyarakat saat ini. Penderita diabetes memerlukan terapi medikamentosa dan non medikamentosa jangka panjang serta monitoring rutin. Penderita cenderung merasa bosan dengan lamanya terapi sehingga tidak sedikit yang tidak rutin meminum obat dan melakukan monitoring rutin. Seiring dengan perkembangan teknologi, banyak masyarakat kini menggunakan ponsel pintar yang dapat digunakan untuk mengunduh aplikasi pada ponsel tersebut. Saat ini sudah banyak aplikasi pada ponsel pintar untuk monitoring diabetes mellitus. Pengabdian kemitraan masyarakat kali ini akan bekerja sama dengan klinik yang memiliki klub program pengelolaan penyakit kronis (prolanis). Penyuluhan mengenai diabetes, tatalaksana dan pentingnya monitoring penyakit tersebut dikombinasikan dengan pelatihan mengenai aplikasi diabetes pada ponsel pintar diharapkan dapat membantu mengatasi kesulitan masyarakat dalam monitoring diabetes mellitus dan meningkatkan pengetahuan serta pemahaman masyarakat. Hasil dari penyuluhan dapat dilihat bahwa rerata pre test adalah sebesar 56%, dilanjutkan dengan evaluasi post test menunjukkan rerata 76% sehingga dapat terdapat peningkatan yang cukup signifikan terkait pengetahuan dan penggunaan aplikasi ponsel pintar tentang penyakit diabetes mellitus. Kata kunci: diabetes, aplikasi diabetes, penyakit kroni

    Program PKM Pencegahan Stunting Melalui Perbaikan Gizi Serta Kebersihan Lingkungan di Desa Bayung Gede Kecamatan Kintamani

    No full text
    Stunting merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang mengancam anak-anak di Indonesia. Provinsi Bali sempat menjadi provinsi dengan jumlah stunting ketiga tertinggi di Indonesia di tahun 2018 dimana kabupaten Bangli menduduki peringkat ke-4 jumlah insiden stunting angka prevalensi stunting sebesar 11,4%. Desa Bayung Gede di kabupaten Bangli memiliki insiden stunting yang cukup tinggi yakni sebanyak 22% dari anak balita. Meski sering dilakukan intervensi oleh puskesmas lokal, permasalahan stunting merupakan masalah yang komplek dan harus melibatkan kerjasama dari berbagai sektor. Berdasarkan wawancara dengan orangtua maupun dengan perangkat desa, diduga bahwa permasalahan ketidakseimbangan gizi di Bayung Gede berasal dari kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang serta pemilihan jenis makanan yang sehat dan bergizi bagi balita. Oleh karena itu, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa melakukan pendampingan keluarga dalam pengentasan stunting di Desa Bayung Gede. Mitra dari program pendampingan ini adalah 5 orangtua dari keluarga balita di Desa Bayung Gede. Dalam pendampingan ini, dilakukan reedukasi tentang pentingnya asupan gizi seimbang pada anak balita dan pembagian paket gizi berupa susu formula, ditambah dengan peningkatan keterampilan pembuatan susu kedelai sebagai supplement protein bagi balita dengan harapan tingkat stunting di desa Bayung Gede Kintamani dapat ditekan di masa kedepannya. Pengukuran tingkat keberhasilan pendampingan dilakukan melalui wawancara dengan masing-masing orangtua sebelum dan setelah kegiatan dilaksanakan. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan orangtua baik mengenai pentingnya gizi seimbang bagi balita dan juga dalam pembuatan asupan penunjang seperti susu kedelai sebagai supplement protein bagi balita. &nbsp

    Juridical Analysis of the Regulations on the Use of Cannabis for Medical Purposes in Indonesia (A Comparative Study with Thailand)

    No full text
    Narcotics are substances whose use is prohibited. They have both negative and positive effects on health. Indonesian law regulates narcotics in Law Number 35 of 2009 on Narcotics, which classifies them into two categories: plant-based and non-plant-based. Cannabis, a plant-based narcotic, is an example of a substance prohibited for use in the health sector in Indonesia. However, some countries permit the use of narcotics, such as Thailand, which allows the use of cannabis for public health benefits. This research is normative research, also known as doctrinal legal research, which involves examining existing legal rules using secondary data from library legal research. The study shows that there are differences in the rule of law between Indonesia and Thailand. The Indonesian Narcotics Act expressly prohibits the use of cannabis narcotics in the medical field, while in Thailand, the use of narcotics is allowed for medical purposes under government-determined conditions. In Indonesia, the use of cannabis narcotics is subject to clear criminal sanctions as specified in the governing law. However, in the Netherlands, the government has legalized the use of cannabis for medical purposes

    Economic Valuation of Tourist Attractions with Travel Cost Approach

    No full text
    Umbul Sidomukti is an excellent tourist area with several tourist objects. Umbul Sidomukti tourism was designated as a tourist attraction because the area has a potential economic value from the tourism sector.  This study aims to determine the economic value of the Umbul Sidomukti tourist attraction based on the travel cost method (TCM). This study uses the travel cost method based on primary data from in-person interviews and online surveys with 105 visitors visiting the Umbul Sidomukti tourist area. The study results show that the relationship between travel costs and distance and the number of tourist visits has a ceteris paribus negative relationship following tourism demand. Service and income variables have a positive effect that is not significant. Meanwhile, the potential economic value of the Umbul Sidomukti tour is estimated at Rp. 28,142,763,075 per year. This research can be used to develop natural tourism objects using the travel cost approach, especially the Umbul Sidomukti tourism object

    The Moderating Role of Government Regulations in the Influence of Competency of Prospective Indonesian Migrant Workers on Destination Country Placement

    No full text
    There is a correlation between the increase in prospective Indonesian migrant workers (PMIs) and the increase in employment law violations. Non-procedural PMIs force themselves on migrant workers without proper permission, violating legalities such as incomplete documents and legal provisions, potentially leading to legal problems. Non-procedural PMIs also tend not to go through the placement selection process with a credible agency. The study aims to examine the role of government regulation in moderating the influence of competence on PMI candidate recruitment. The research population consists of Indonesian migrant workers' distributor agencies spread across nine districts and cities in Bali province. The research sample comprises 10 agencies and 10 recruiters who recruited during the years 2021 and 2022 as candidate migrants to 117 placement companies. Data collection for competence variables, government regulations, and placement using questionnaires that have passed validity and reliability tests is a good measurement scale. We analyzed the research data using the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method, aided by SMART-PLS software, to examine the direct impact of competence on placement, the influence of government regulations on placement, and the moderating effect of governmental regulations on the impact of competence on placement. This study showed that (1) competence had a positive and significant effect on placement, which was backed up by strong empirical data; (2) government regulations also had a positive and significant effect on placement, which was backed up by empire data; and (3) the way that government regulations moderated the relationship between competence and placement was hindering

    Durabilitas beton yang mengandung agregat ringan buatan berbahan dasar abu terbang (fly ash)

    No full text
    Rendahnya konsumsi fly ash di Indonesia perlu diatasi untuk menghindari penimbunan material ini. Penggunaan bahan ini sebagai bahan baku untuk memproduksi agregat ringan menjadi salah satu solusi alternatif untuk meningkatkan konsumsi fly ash, karena agregat ini memiliki porsi yang cukup tinggi dalam campuran beton. Namun, karena agregat ringan memiliki porositas yang tinggi, maka daya tahan agregat ringan terutama dalam hal penyerapan air di lingkungan yang agresif perlu diteliti. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui durabilitas beton yang mengandung fly ash-based lightweight aggregate (FA LWA) di lingkungan garam. Lingkungan garam ditirukan dengan larutan natrium klorida dan natrium sulfat. Pada produksi beton, aggregat kasar disubsitusi dengan FA dan EC LWA dengan kadar penggantian 50 dan 100%. Selanjutnya sifat fisik, mekanik dan durabilitas beton dinilai dengan melakukan uji berat jenis, kuat tekan dan kecepatan kapiler di lingkungan garam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat jenis berbanding terbalik dengan persentase kandungan LWA yang digunakan. Selain itu, dari hasil uji serapan air kapiler beton menunjukkan bahwa beton yang mengandung FA LWA memperoleh nilai serapan yang lebih tinggi dibandingkan dengan beton kontrol. Berdasarkan hasil uji serapan air kapiler dengan menggunakan larutan yang berbeda, menunjukkan bahwa beton FA LWA lebih tahan dalam lingkungan basa atau mengandung larutan garam (NaCl). Hasil penelitian ini berkontribusi memberi terobosan baru bahwa konsumsi fly ash dapat ditingkatkan dengan mentransformasi fly ash menjadi aggregate ringan buatan yang memiliki ketahanan tinggi di lingkungan air laut.The low fly ash consumption in Indonesia needs to be tackled in order to avoid the pilling of this material. Employing this material as a raw material to produce lightweight aggregate becomes an alternative solution to increase the fly ash consumption, as the aggregate has high portion in the concrete mixture. However, as lightweight aggregate has high porosity, its durability especially in term of water uptake in aggressive environment need to be investigated. Thus, this research aims to observe the durability of concrete containing fly ash-based lightweight aggregate (FA LWA) in salt environment. The Salt environment was mimicked with Sodium chloride and sodium sulfate solution. The FA and EC LWA were used as coarse aggregate replacement with replacement rate 50 and 100% by volume. The physical, mechanical and durability properties of concrete were assessed by conducting the bulk density, compressive strength test and capillary water absorption rate in salt environment. The result shows that the bulk density is inversely proportional to the percentage of LWA content used. In addition, from the concrete capillary water absorption test showed that concrete containing FA LWA obtained a higher absorption value than control concrete. Based on the results of the capillary absorption test using different solutions, it showed that FA LWA concrete was more resistant in an alkaline environment or containing salt solution (NaCl). The results of this study contribute to a new breakthrough that fly ash consumption can be improved by transforming fly ash into artificial lightweight aggregate that has high resistance in marine environment

    885

    full texts

    5,210

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ejournal Universitas Warmadewa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇