E-Journal Bina Insani University
Not a member yet
1117 research outputs found
Sort by
Implementasi Metode K-Means Clustering Dengan Davies Bouldin Index Pada Analisis Faktor Penyebab Perceraian
Basically, divorce is the release of the marital relationship between partners. In this country, the number of divorce cases has reached its peak in the last six years. Many reasons can lead to divorce, such as financial problems, leaving a partner, domestic violence, or polygamy. In this study, the K-Means clustering method, which is assisted by the Davies Bouldin index, shows an advantage in solving clustering problems. Rapid Studio software is used to process secondary data. The data were tested with the values k=3, k=5, and k=7. The results showed that the k=3 group obtained a value of -0.419, the k=5 group obtained a value of -0.423, and the k=7 group obtained a value of -0.337. Thus, it can be concluded that the K-Means clustering method using the Davies Bouldin index has a value of k=7, which is the best cluster compared to the values of k=3 and k=5. The following clusters were generated from research conducted on the K-Means method with a value of k = 7 using the Davies Bouldin Index: Cluster_0 consists of "Provinsi Jawa Barat", Cluster_1 consists of "Kota Tasikmalaya", Custer_2 consists of "Cirebon" and "Indramayu", Cluster_3 consists of "Tasikmalaya", "Kuningan" and "Subang", Cluster_4 consists of "Bogor", "Cianjur", "Sumedang
Analisis Kecepatan Dan Kinerja Jaringan 5G (generasi ke 5) Pada Wilayah Perkotaan
Perkembangan teknologi komunikasi terus berlanjut, dan saat ini, jaringan 5G (generasi ke 5) menjadi fokus utama dalam industri telekomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecepatan dan kinerja jaringan 5G pada wilayah perkotaan. Kecepatan dan kualitas koneksi menjadi kunci utama dalam menentukan keberhasilan implementasi jaringan 5G di perkotaan yang padat pengguna.Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data kecepatan unduh dan unggah, latensi, dan stabilitas jaringan pada beberapa titik di wilayah perkotaan yang berbeda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan 5G pada wilayah perkotaan memiliki kecepatan unduh yang tinggi dan latensi rendah. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengakses konten multimedia dengan cepat dan merespons permintaan dalam waktu nyaris instan. Selain itu, kinerja jaringan juga tetap stabil meskipun ada peningkatan jumlah pengguna dan perangkat terhubung.Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tentang kecepatan dan kinerja jaringan 5G di wilayah perkotaan. Informasi ini dapat membantu operator jaringan dan pengambil keputusan dalam perencanaan dan pengembangan jaringan 5G yang optimal, sehingga masyarakat perkotaan dapat menikmati manfaat yang dihadirkan oleh teknologi generasi baru in
Strategi Efisiensi Wireless Sensor Network (WSN)
Abstrak: Wireless Sensor Network adalah teknologi yang berkembang pesat yang menawarkan potensi luar biasa untuk merevolusi banyak industri dan bidang. Wireless Sensor Network menjadi semakin populer karena keserbagunaannya, biaya yang rendah serta kemudahan dalam penerapannya. Terlepas dari keunggulan tersebut, masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi untuk mencapai kinerja tinggi dalam WSN yang terdistribusi secara total. Tujuan dari penelitian ini adalah menyajikan strategi ataupun solusi kepada user dalam kaitannya mencapai atau meningkatkan kinerja WSN yang berdampak pada keberhasilan pengumpulan data. Studi empiris dari peneliti-peneliti terkait menjadi metode pilihan yang digunakan.. Terdapat dua strategi yang diajukan untuk mencapai dan meningkatkan efisiensi WSN yaitu dengan pengoptimalan topologi jaringan sensor nirkabel dan memanfaatkan mode tidur. Adapun langkahnya dengan merencanakan penerapan node sensor, mengoptimalkan konsumsi energi melalui perutean yang efisien dan teknik agregasi data, mempertimbangkan skalabilitas dan lokalisasi, serta menggabungkan toleransi kesalahan dan ketahanan, jaringan dapat mencapai keseimbangan antara cakupan, konektivitas, efisiensi energi, dan ketahanan.
Kata kunci: wireless sensor network, efisiensi, topologi jaringan, mode tidur jaringan.
Abstract: Wireless Sensor Networks are a rapidly evolving technology that offers tremendous potential to revolutionize many industries and fields. Wireless sensor networks are becoming increasingly popular because of their versatility, low cost and ease of implementation. Despite these advantages, there are still some challenges that need to be overcome to achieve high performance in a totally distributed WSN. The purpose of this study is to present strategies or solutions to users in relation to achieving or improving WSN performance which has an impact on the success of data collection. Empirical studies from related researchers are the method of choice used. There are two strategies proposed to achieve and improve WSN efficiency, namely by optimizing the wireless sensor network topology and utilizing sleep mode. The steps are by planning the implementation of sensor nodes, optimizing energy consumption through efficient routing and data aggregation techniques, considering scalability and localization, and combining fault tolerance and robustness, the network can achieve a balance between coverage, connectivity, energy efficiency, and resilience.
Keywords: wireless sensor network, efficiency, network topology, network sleep mode
Analisis Kinerja Protocol OLSR Pada Jaringan Ad Hoc
Abstrak: Analisis kinerja dengan menggunakan protocol Optimized Link State Routing (OLSR) pada jaringan ad hoc telah didapatkan hasil Quality of Service atau QoS terhadap nilai throughput, packet loss dan delay serta uji performa proses transfer data dilakukan dengan menggunakan software Network Simulator 3 (NS-3) pada sistem operasi Linux Ubuntu, berdasarkan jumlah node yang terus ditambah sesuai dengan skenario pengujian pada jaringan ad hoc. Skenario pengujian dilakukan dengan penambahan node secara bertahap mulai dari 10 node, kemudian ditambahkan menjadi 20 node, sampai berjumlah 40 node. Hasil analisis kinerja protocol Optimized Link State Routing (OLSR) serta pengukuran yang didapatkan terhadap nilai throughput, menghasilkan nilai rata-rata sebesar 3.1872 Kbps sehingga termasuk ke dalam kategori bagus. Nilai packet loss menghasilkan rata-rata sebesar 3,48% termasuk kedalam kategori bagus dan nilai delay menghasilkan rata-rata 6.824 ms yang juga masuk ke dalam kategori bagus. Hasil akhir analisis kinerja dengan menggunakan protocol Optimized Link State Routing (OLSR) pada jaringan ad hoc telah disajikan dalam bentuk grafik untuk memudahkan proses pengamatan dan penelitian selanjutnya
Perbandingan Metode Seleksi Fitur Pada Analisis Sentimen (Studi Kasus Opini PILKADA DKI 2017)
In sentiment analysis, feature selection is a crucial step as it improves the performance and efficiency of sentiment analysis models. Feature selection also helps reduce the complexity of data dimensions, enabling faster and more efficient analysis. However, selecting relevant features poses a challenge as choosing the wrong features can decrease the accuracy of the constructed models. In this study, sentiment analysis was conducted on tweet data from the 2017 Jakarta gubernatorial election using TF-IDF feature selection combined with Recursive Feature Elimination (RFE), Chi Square, and Mutual Information. The models were evaluated using Naïve Bayes Classification (NBC) and Support Vector Machine (SVM) algorithms. Evaluation metrics such as accuracy, precision, recall, and F1-Score were used. The experimental results showed that the TfidfVectorizer + RFE combination in the NBC model achieved the highest accuracy of 71.1111% and demonstrated significant performance in terms of precision, recall, and F1-Scor
Penerapan Metode Forward Chaining pada Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Tanaman Kelapa Sawit
Sitem Pakar adalah sistem berbasis komputer yang dirancang untuk dapat meniru keahlian seorang pakar dalam memecahkan masalah. Metode yang digunakan dalam perancangan sistem pakar ini adalah metode Forward Chaining. Metode Forward Chaining merupakan suatu metode penalaran yang dimulai dari fakta untuk mendapatkan kesimpulan. metode Forward Chaining digunakan dalam sistem pakai ini sehingga dapat mendiagnosa penyakit tanaman kelapa sawit dan dapat memberikan solusi serta cara pengendalian penyakit tanaman kelapa sawit yang terserang penyakit berdasarkan gejala-gejala yang dipilih oleh user. Ada 5 jenis penyakit tanaman kelapa sawit dan 19 gejala penyakit tanaman kelapa sawit dengan 11 rule yang diterapkan dalam sistem pakar yang dirancang. Hasil prosedur ini akan menghasilkan fakta - fakta penyakit tanaman kelapa sawit dan solusi yang ditawarkan sistem untuk selanjutnya dilakukan penanganan pada tanaman kelapa sawit
Penerapan Metode Prototype Dalam Meracang Sistem Monitoring Pelanggaran Siswa Pada SMK Kota Bekasi
Sekolah merupakan tempat melaksanakan kegiatan proses pembelajaran untuk menimba ilmu. Agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik serta aman dan nyaman maka perlu adanya tata tertib yang harus dipatuhi siswa-siswi. Penelitian ini dilakukan pada SMK Harapan Bangsa, saat dilakukan observasi sudah berjalan dengan baik namun perlu dilakukan pemantauan tingkat ketidakdisiplinan siswa-siswi dilingkungan sekolah sehingga dapat menekan seminimal mungkin tingkat pelanggaran siswa di sekolah. Bagi siswa yang melanggar maka diberikan poin dengan range 0-100 poin pelanggaran dan siswa harus siap menerima konsekuensi dari perbuatannya sesuai dengan bobot poin. Saat ini proses pencatatan data pelanggaran siswa pada sekolah masih dicatat menggunakan buku mengakibatkan tindakan pelanggaran yang diambil sering terlambat. Pada bagian Bimbingan Konseling tidak dapat memonitoring mengenai pelanggaran siswa antar kelas, Kepala Sekolah tidak mendapat laporan mengenai pelanggaran siswa dan orang tua siswa tidak mendapatkan laporan mengenai pelanggaran yang dilakukan oleh anaknya. Oleh karena itu, perlu tersedianya sistem informasi monitoring pelanggaran siswa dengan menggunakan metode prototype. Pendekatan pengembangan prototipe dipilih dalam penelitian ini karena dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem dan mendorong partisipasi pengguna dalam pengembangan sistem. Hal ini memungkinkan hasil aplikasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna dengan mudah. Sistem monitoring yang akan diimplementasi diuji terlebih dahulu menggunakan blackbox testing. Hasil penelitian ini adalah sebuah sistem yang dapat mengontrol atau memonitoring pelanggaran apa saja yang telah dilakukan oleh siswa sehingga dapat membantu pihak sekolah dalam mempermudah dan mempercepat proses penghitungan poin pelanggaran siswa, pembinaan, sampai pemberian sanksi kepada sisw
Pengaruh Ukuran Perusahaan, Kepemilikan Manajerial Dan Kinerja Lingkungan Terhadap Environmental Disclosure
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris mengenai pengaruh ukuran perusahaan, kepemilikan manajerial, dan kinerja lingkungan terhadap environmental disclosure. Penelitian ini dilakukan di perusahaan industri barang konsumsi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode asosiatif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan tahunan yang dipublikasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2017–2021. Sampel dikumpulkan menggunakan metode purposive sampling. Jumlah data yang terkumpul adalah 40 data. Data diolah menggunakan Program Statistik Eviews 9 untuk menguji hipotesis menggunakan analisis regresi data panel dengan model REM (Random Efffect Model) yang terpilih sebagai analisis model yang paling tepat. Hasil uji statistik t menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap environmental disclosure, namun ukuran perusahaan dan kinerja lingkungan tidak berpengaruh terhadap environmental disclosure.
Kata kunci: Ukuran Perusahaan, Kepemilikan Manajerial, Kinerja Lingkungan, Environmental DisclosureThis research aims to prove empirically the effect of firm size, managerial ownership, and environmental performance on environmental disclosure. This research was conducted in a consumer goods industrial company. The type of research used is quantitative with associative method. The type of data used is secondary data in the form of annual financial reports published on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2017–2021 period. Samples were collected using purposive sampling method. The amount of data collected is 40 data. The data was processed using the Eviews 9 Statistical Program to test the hypothesis using panel data regression analysis with the REM model (Random Effect Model) selected as the most appropriate model analysis. The results of the t-statistical test show that managerial ownership has a positive effect on environmental disclosure, but company size and environmental performance have no effect on environmental disclosure
Keywords: Company Size, Managerial Ownership, Environmental Performance, Environmental Disclosur
Sistem Informasi Penjualan Online Pada CV. Palugada Enterprise Jakarta Dengan Metode Extreme Programming
Abstrak:
E-commerce adalah proses terjadinya transaksi perdagangan antara penjual dan pembeli dengan memakai media internet menggunakan tujuan mengambil keuntungan. E- commerce bisa memudahkan pelaku usaha buat mempromosikan produknya serta mempermudah pelanggan dalam mendapatkan informasi tentang produk-produk yang dimiliki perusahaan. Keterbatasan promosi produk menjadi suatu hambatan perusahaan dalam mempertinggi pendapatan perusahaan serta lemahnya superivisi produk serta pembuatan laporan dan stok produk menjadi terhambat. “Palugada Enterprise Jakarta†merupakan salah satu online shop yang memasarkan produknya menggunakan media facebook. Kekurangan Facebook yaitu permasalahan informasi berhubungan dengan sistem informasi penjualan, penyimpanan data yang tersimpan kurang baik, serta penanganan secara manual dalam melayani konsumen. Kekurangan itu menyebabkan waktu tunda serta kapasitas operator yang cukup banyak. Kekurangan tersebut dapat terselesaikan dengan perancangan alat bantu berupa website. Tujuan asal penelitian dilakukan merupakan membentuk website toko online berbasis E-commerce yang bisa diakses secara online. Promosi produk melalui website sebagai media promosi yang efektif dan efisien, memudahkan perusahaan pada pembuatan laporan secara digital sehingga menjadi efiesien dan mudah, dan informasi produk terupdate secara digital melalui website menjadi media informasi kepada pelanggan. Metodologi yang digunakan peneliti untuk penelitian adalah metode Extreme Programming. Hasil akhir dari tahap tersebut adalah proses bisnis sistem usulan berdasarkan proses bisnis sistem sekarang dan kebutuhan sistem. Proses bisnis sistem usulan menjadi acuan dalam pencarian media yang sesuai dengan kebutuhan sistem.
Kata kunci: Sistem Informasi Penjualan, Extreme Programming, E-commerce
E-commerce adalah proses terjadinya transaksi perdagangan antara penjual dan pembeli dengan memakai media internet menggunakan tujuan mengambil keuntungan. E- commerce bisa memudahkan pelaku usaha buat mempromosikan produknya serta mempermudah pelanggan dalam mendapatkan informasi tentang produk-produk yang dimiliki perusahaan. Keterbatasan promosi produk menjadi suatu hambatan perusahaan dalam mempertinggi pendapatan perusahaan serta lemahnya superivisi produk serta pembuatan laporan dan stok produk menjadi terhambat. “Palugada Enterprise Jakarta†merupakan salah satu online shop yang memasarkan produknya menggunakan media facebook. Kekurangan Facebook yaitu permasalahan informasi berhubungan dengan sistem informasi penjualan, penyimpanan data yang tersimpan kurang baik, serta penanganan secara manual dalam melayani konsumen. Kekurangan itu menyebabkan waktu tunda serta kapasitas operator yang cukup banyak. Kekurangan tersebut dapat terselesaikan dengan perancangan alat bantu berupa website. Tujuan asal penelitian dilakukan merupakan membentuk website toko online berbasis E-commerce yang bisa diakses secara online. Promosi produk melalui website sebagai media promosi yang efektif dan efisien, memudahkan perusahaan pada pembuatan laporan secara digital sehingga menjadi efiesien dan mudah, dan informasi produk terupdate secara digital melalui website menjadi media informasi kepada pelanggan. Metodologi yang digunakan peneliti untuk penelitian adalah metode Extreme Programming. Hasil akhir dari tahap tersebut adalah proses bisnis sistem usulan berdasarkan proses bisnis sistem sekarang dan kebutuhan sistem. Proses bisnis sistem usulan menjadi acuan dalam pencarian media yang sesuai dengan kebutuhan sistem.
Kata kunci: Sistem Informasi Penjualan, Extreme Programming, E-commerce
 
Rancang Bangun Toko Gadget Berbasis Website Menggunakan Metode Scrum
In this study, we conducted research at a gadget shop. The problem faced is the lack of offline marketing, resulting in a limited marketing network that relies on physical store sales. Reports are often delayed and files accumulate. SCRUM is a method used to develop online sales applications that can facilitate online product marketing and assist in managing transactions and reporting through existing systems. Development of PHP-based web applications with the CodeIgniter framework and MySQL database. In conclusion, the e-commerce website that was built did not replace the old system, but added an online system as a complement. The company previously only conducted offline activities. Based on the SCRUM method, this website helps companies expand their market and makes it easier for consumers to get information about products without having to come to a physical store. With an online sales system, Toko Gadget can modernize the transaction process and make it easier to generate sales reports