CHMK Nursing Scientific Journal / Jurnal STIKES Citra Husada Mandiri Kupang
Not a member yet
    376 research outputs found

    PENGARUH BREAST CARE TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI IBU MENYUSUI : A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW

    Get PDF
    ASI (Breast Milk) is milk produced by the mother and contains all the nutrients needed by the baby for the growth and development needs of the baby. Efforts to overcome problems that cannot be done in postpartum mothers other than oxytocin massage are breast care. Journal searches were carried out electronically using several databases, namely: DOAJ, JMSCR and Google Scholar from 2015-2022. The keywords are breastfeeding mother, breastmilk production, breast care. The research results of selected articles from 5 international journals and 5 national journals concluded that breast care can increase milk production in post partum mothers. Keywords: Post Partum, Oxytocin Massage, Breast Milk Production.ASI (Air Susu Ibu) adalah air susu yang dihasilkan oleh ibu dan mengandung semua zat gizi yang diperlukan oleh bayi untuk kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Upaya mengatasi masalah yang tidak bisa dilakukan pada ibu nifas selain pijat oksitsin adalah dengan breast care. Pencarian jurnal dilakukan secara elektronik dengan menggunakan beberapa database, yaitu: DOAJ, JMSCR dan Google Scholar dari tahun 2015-2022. Kata kuncinya adalah breastfeeding mother, breastmilk production, breast care.  Hasil penelitian artikel terpilih dari 5 jurnal internasional dan 5 jurnal  nasional menyimpulkan breast care  dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu post partum. Kata Kunci : Post Partum, Pijat Oksitosin, Produksi AS

    POLA MAKAN DAN EFEKTIFITAS EDUKASI TERHADAP PERUBAHAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA DI KOTA KUPANG

    Get PDF
    Iron Nutritional Anemia is Anemia that arises due to iron deficiency so that the formation of red blood cells and other functions in body disrupted. Nutritional anemia is very common in Indonesia an occur in every age groups. Riskesdas 2018 found that is increase in cases of anemia in young women. In 2013, there is 37,1 percent of young women experienced anemia. The largest proportion of anemia occurs in the age group 15 – 24 years, and those aged 25 to 34 years. The purpose of this study was to describe the diet of young women, and to analyze the effectiveness of nutrition education on increasing the knowledge of young women about nutritional anemia in Kupang City. The sample in this study were 30 young women. The research was conducted in May until October 2022. The result found that there were differences in knowledge before and after being given education with a value of p = 0.000, and the results of the analysis of the effectiveness of educational methods on changes in knowledge showed that there were no significant differences of three methods on changes in knowledge of young women p = 0.532. to describe the dietary pattern of respondents, it is known that the highest energy consumption is in the sufficient category (43.33%), the highest protein consumption in in the sufficient category (33,33%), and the highest iron consumption in in the less category (93,33%).   Keywords : Iron Deficiensy, Knowledge, and Diet  Anemia gizi besi adalah anemia yang timbul karena kekurangan zat besi sehingga pembentukan sel-sel darah merah dan fungsi lain dalam tubuh terganggu. Anemia gizi sangat umum dijumpai di Indonesia dan dapat terjadi pada semua golongan umur, dimana keadaan kadar hemoglobin di dalam darah lebih rendah daripada normal (Adriani, M., dkk, 2012).Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menemukan adanya kenaikan kasus anemia pada Remaja Putri. Pada tahun 2013, sekitar 37,1 persen remaja putri mengalami anemia. Angka ini naik menjadi 48,9 persen pada tahun 2018. Proporsi anemia paling besar terjadi pada kelompok umur 15-24 tahun, dan umur 25 sampai 34 tahun (artikel suara.com, 2018). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran pola makan remaja putri, serta menganalisis efektifitas edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang anemia gizi di Kota Kupang. Sampel dalam penelitian ini yaitu remaja putri sebanyak 30 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei - Oktober 2022 di Kampus Prodi Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang. Hasil analisis diketahui bahwa terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan nilai p= 0,000, dan hasil analisis efektifitas metode edukasi terhadap perubahan pengetahuan menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari ketiga metode tersebut terhadap perubahan pengetahuan remaja putri p = 0,532. Untuk gambaran pola makan responden diketahui bahwa konsumsi energi tertinggi adalah kategori cukup (43,33%), konsumsi protein tertinggi adalah kategori cukup (33,33%), dan konsumsi zat besi tertinggi adalah kategori kurang (93,33%).   Kata Kunci : Anemia, Pengetahuan Gizi, dan Status Gizi t &nbsp

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN SUSU FORMULA PADA BAYI 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LINGKAR TIMUR KOTA BENGKULU

    Get PDF
    The large number of mothers who give formula milk at an early age is due to many factors such as lack of knowledge and attitudes of mothers about the importance of exclusive breastfeeding. This study aims to study the factors associated with formula feeding in infants 0-6 months in the Working Area of ​​the East Ring Health Center in Bengkulu City.             The research design used cross sectional. The population in this study were mothers who had babies aged 6-12 months in the Working Area of ​​the East Circle Health Center in Bengkulu City, totaling 37 people who were taken using the Accidental Sampling technique. Data collection uses primary data and secondary data. Data analysis used univariate, bivariate and multivariate analysis.             The results of the study were: Of the 37 mothers, 22 (59.5%) gave formula milk; Of the 37 mothers, there were 18 (48.6%) mothers who had less knowledge; Of the 37 mothers, there were 19 (51.4%) mothers who were favorable about formula milk; Of the 37 mothers, 23 (62.2%) had supportive families. There is a significant relationship between knowledge and formula feeding in infants 0-6 months in the Working Area of ​​the East Ring Health Center in Bengkulu City with the moderate category. There is a relationship between mother's attitude and giving formula milk to babies 0-6 months in the Working Area of ​​the East Ring Health Center in Bengkulu City with the close category. There is a categorical relationship between family support and giving formula milk to babies 0-6 months in the Working Area of ​​the East Circle Health Center in Bengkulu City with a close category.             It is hoped that health workers will be able to provide counseling and health promotion to mothers and families about what formula milk is and when is the right time to give formula milk, as well as side effects if it is given too soon before 6 months. Keywords: Knowledge, Attitude, Husband's Support, Formula MilkBanyaknya ibu yang memberikan susu formula secara dini dikarenakan banyak factor seperti kurangnya pengetahuan serta sikap ibu akan pentingnya pemberian ASI secara eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian susu formula pada bayi 0-6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu yang berjumlah 37 orang di ambil dengan menggunakan tehnik Accidental Sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariate dan multivariate. Hasil penelitian didapatkan: Dari 37 orang ibu terdapat 22 orang (59,5%) memberikan susu formula; Dari 37 orang ibu terdapat 18 orang (48,6%) ibu yang berpengetahuan kurang; Dari 37 orang ibu terdapat 19 orang (51,4%) ibu yang bersikap favorable tentang susu formula; Dari 37 orang ibu terdapat 23 orang (62,2%) keluarga mendukung. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pemberian susu formula pada bayi 0-6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu dengan kategori sedang. Ada hubungan sikap ibu dengan pemberian susu formula pada bayi 0-6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkuludengan kategori erat. Ada hubungan kategori antara dukungan keluarga dengan pemberian susu formula pada bayi 0-6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu  dengan kategori erat. Diharapkan pada petugas kesehatan agar dapat memberikan penyuluhan dan promosi kesehatan pada ibu dan keluarga tentang apa itu susu formula dan kapan waktu yang tepat diberikan susu formula, serta efek samping bila terlalu cepat diberikan sebelum 6 bulan. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Dukungan Suami, Susu Formul

    HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU HYGIENE REMAJA SAAT MENGHADAPI MENSTRUASI DI SMP NEGERI 5 KOTA KUPANG

    Get PDF
    Adolescence is a period of transition from children to adulthood where adolescents are undergoing both physical and psychological change. During this period a rapid physical change in the reproductive organs (sexual organs), one of which is the experience of menstruation. When teenage girls have started menstruating, the main thing to consider is hygiene during menstruation (hygiene behavior), so family support is needed to reduce or buffer the effects of stress and teenage hygiene behavior during menstruation. This study was to determine the relationship between family support and Adolescent Hygiene Behavior When Facing Menstruation in Public Junior High School 5 Kupang City. The approach in this research is Cross-Sectional with correlation design. The sampling technique used is simple random sampling and the number of samples is 154 respondents. The statistical test used was the Spearman Rho test. The family support for students in Public Junior High School 5 Kupang City had sufficient family support (79.2 %) and good hygiene behavior (82.5 %). Rho Spearmen results test obtain p value = 0.360 where p> a (0,360> 0.005) so that H1 is rejected, which means there is no relationship between family support with adolescents hygiene behavior when facing menstruation in Public Junior High School 5 Kupang City. Recommendation from this study are expected for families, teachers can still provide and maintain explanations or information to young women about adolescent hygiene behavior when facing menstruation. Keywords: Support, Hygiene Behavior, AdolescentsMasa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak ke masa dewasa dimana remaja sedang mengalami perubahan baik fisik maupun psikologis. Pada masa ini terjadi suatu perubahan fisik yang cepat disertai banyak perubahan pada organ reproduksi (organ seksual), salah satunya adalah pengalaman menstruasi. Ketika remaja putri sudah mulai menstruasi, hal utama yang harus diperhatikan adalah kebersihan pada saat menstruasi (perilaku hygiene), sehingga diperlukan dukungan keluarga untuk mengurangi atau menyangga efek stress dan perilaku kebersihan remaja selama menstruasi. Penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Perilaku Hygiene Remaja Saat Menghadapi Menstruasi di SMP Negeri 5 Kota Kupang.Pendekatan  dalam penelitian ini adalah Cross-Sectional dengan rancangan  korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu  Simple random sampling dan jumlah sampel 154 responden. Uji statistik yang digunakan  adalah uji Spearman Rho. Menunjukkan bahwa Dukungan Keluarga pada siswi   di SMP Negeri 5 Kota Kupang memiliki dukungan keluarga cukup sebanyak (79,2%) dan perilaku hygiene baik sebanyak (82,5%). Hasil uji Spearmen Rho diperoleh nilai ρ value=0,360 dimana ρ>α (0,360>0,005) sehingga H1 ditolak yang berarti tidak ada hubungan antara dukungan kelurga dengan perilaku hygiene remaja saat menghadapi menstruasi di SMP Negeri 5 Kota Kupang. Rekomendasi dari penelitian ini diharapkan keluarga, guru tetap dapat memberikan dan mempertahankan penjelasan atau informasi kepada remaja putri mengenai perilaku hygiene remaja saat menghadapi menstruasi.   Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Perilaku Hygiene, Remaja

    HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN ARTRITIS REUMATOID PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TARUS KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG

    Get PDF
    Rheumatoid arthritis is an autoimmune disease that attacks the joints, usually in the joints of the hands and feet which are symmetrically inflamed, causing swelling, pain and often causing damage to the inside of the joint. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge and diet and the incidence of rheumatoid arthritis in the elderly. This type of research is analytical correlation with cross sectional design. The sample in this study was the elderly who experienced rheumatoid arthritis in the work area of ​​the Tarus community health center. The sample technique used in this study was accidental sampling, with a sample size of 55 respondents. This research instrument using a questionnaire. The statistical test used was the chi square test. The results showed that the knowledge level of the elderly in the working area of ​​the Tarus Public Health Center was mostly (78.2%) good, most (65.5%) had a bad diet and most (90.9%) suffered from rheumatoid arthritis. The results of the chi-square test obtained p value = 0.004 (p <= 0.05), which means that there is a relationship between the level of knowledge and the incidence of Rheumatoid Arthritis. Meanwhile, the dietary pattern with the incidence of rheumatoid arthritis was obtained p value = 0.001 (p <= 0.05), which means that there is a relationship between diet and the incidence of Rheumatoid Arthritis. It is hoped that the elderly can maintain and always pay attention to a better and healthier diet so that the elderly are free from Rheumatoid Arthritis disease.   Keywords: Rheumatoid Arthritis, Knowledge Level, Diet.Artritis Reumatoid merupakan suatu penyakit autoimun yang menyerang persendian biasanya terdapat pada sendi tangan dan kaki secara simetris mengalami peradangan sehingga terjadi pembengkakan, nyeri dan seringkali menyebabkan kerusakan pada bagian dalam sendi yang bersangkutan. Penelitian bertujuan untuk  mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan pola makan dengan kejadian artritis reumatoid pada lansia. Jenis penelitian ini bersifat analitik korelasi dengan rancangan Cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia yang mengalami Artritis Reumatoid di wilayah kerja puskesmas tarus. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Acidental sampling, dengan jumlah sampel 55 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square.  Hasil penelitian: menunjukan bahwa tingkat pengetahuan lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Tarus sebagian besar (78,2%) baik, sebagian besar (65,5%) pola makan buruk dan sebagian besar (90,9%) menderita artritis reumatoid. Hasil uji chi-square diperoleh nilai p=0,004 (p <=0,05 ) yang artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian Artritis Reumatoid. Sedangkan pola makan dengan kejadian artritis reumatoid diperoleh nilai p=0,001(p<=0,05 ) yang artinya terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian Artritis Reumatoid. Diharapkan lansia dapat mempertahankan dan selalu memperhatikan pola makan yang lebih baik dan sehat sehingga lansia terbebas dari penyakit Artritis Reumatoid.   Kata Kunci: Artritis Reumatoid, Tingkat Pengetahuan, Pola Makan

    ANALISIS PENGETAHUAN TERHADAP KEJADIAN ANEMIA IBU HAMIL TRIMESTER III

    Get PDF
    Anemia is a condition in which a person does not have enough red blood cells to deliver oxygen to various tissues in the body. Experiencing anemia can make a person feel tired and weak. Anemia in pregnant women can increase the risk of premature birth, maternal and child mortality, and infectious diseases. This study aims to determine the relationship between maternal knowledge and the incidence of anemia in third trimester pregnant women. This study uses a Cross Sectional Analytic design. The number of samples in this study were 50 respondents. The sampling technique uses total sampling. Data collection was carried out from March to April 2023. Data analysis consisted of univariate and bivariate analysis. Bivariate analysis was used to determine the relationship between the two variables, namely knowledge of the mother with anemia using the Chi-square test with a significance degree of p<0.005. The results of the statistical analysis test with Chi-Square obtained p <0.005 (p = 0.000) so that it can be interpreted that there is a very significant relationship between knowledge of pregnant women about anemia and the incidence of anemia. The conclusion in this study is a very significant relationship between the knowledge of pregnant women about anemia and the incidence of anemia.   Keywords: Knowledge, Anemia, Pregnancy.  Anemia merupakan kondisi dimana seseorang tidak memiliki sel darah merah dalam jumlah yang cukup untuk mengantarkan oksigen ke berbagai jaringan yang terdapat di dalam tubuh. Mengalami anemia dapat membuat seseorang merasa lelah dan lemas. Anemia pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, kematian ibu dan anak, serta penyakit infeksi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III. Penelitian ini menggunakan design Cross Sectional Analityc. Jumlah sample dalam penelitian ini 50 responden. Tekik pengambilan sampel  menggunakan total sampling. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret hingga April 2023. Analisis data terdiri dari analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel yaitu pengetahuan ibu dengan anemia menggunakan uji Chi-square dengan derajat kemaknaan p<0.005. Hasil Uji analisis statistic dengan Chi-Square diperoleh p<0,005 (p=0,000) sehingga dapat diartikan terdapat hubungan yang sangat bermakna antara pengetahuan ibu hamil tentang anemia dengan kejadian anemia. Simpulan dalam penelitian ini hubungan yang sangat bermakna antara pengetahuan ibu hamil tentang anemia dengan kejadian anemia.   Kata Kunci : Pengetahuan, Anemia, Hamil

    GAMBARAN PERILAKU KELUARGA SADAR GIZI PADA KELUARGA YANG MEMILIKI ANAK USIA 0-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OESAPA

    Get PDF
    Nutrition conscious family (KADARZI) is a family that is able to recognize, prevent and overcome nutritional problems of each member. The assessment of the nutritional status of the family is based on five main indicators, namely weighing regularly, providing exclusive breastfeeding for the first 6 month, consuming a variety of foods, using iodized salt and consuming vitamin A nutritional supplements as recommended. Research Purpose: Describe the behavior of nutritionally conscious families in children aged 0-59 month in the working area of the Oesapa Public Health Center. Method: This type of research is descriptive analytic with a cross sectional approach. The sampling technique used in this research is purposive sampling.  The sample in this study amounted to 55 people who were obtained using a purposive sampling technique in accordance with the specified inclusion criteria. Result: Showed that the behavior of weighing 90,9% was good, exclusive breastfeeding behavior was good 94,5%, the behavior of consuming various foods was not good 70,9%, the behavior of using iodized salt was not good 54,4% and the behavior of consuming nutritional supplements (Vitamins A) good 92,7%. Conclusion most of  the behavior of the family aware of good nutrition.Conclusion: The result of this study are expected that health workers can improve the provision of education about the importance of Kadarzi behavior in children aged 0-59 months.   Keywords: Kadarzi behavior, toddlers 0-59 monthsKeluarga sadar gizi (KADARZI) suatu keluarga yang mampu mengenal, mencegah dan mengatasi masalah gizi setiap anggotanya. Penilaian status keluarga sadar gizi didasarkan pada lima indikator utama yaitu menimbang berat badan secara teratur, memberikan ASI Ekslusif selama 6 bulan pertama, mengkonsumsi makanan beraneka ragam, menggunakan garam beryodium dan mengkonsumsi suplemen gizi vitamin A sesuai anjuran.Tujuan Penelitian adalah untuk Mengetahui gambaran perilaku keluarga sadar gizi pada anak usia 0-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Oesapa.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 55 orang yang didapatkan menggunakan teknik purposive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi yang ditetapkan. Hasil Penelitian Menunjukkan perilaku penimbangan berat badan baik 90,9%, perilaku pemberian ASI Ekslusif baik 94,5%, perilaku mengkonsumsi makanan beraneka ragam belum baik 70,9%, perilaku menggunakan garam beryodium belum baik 54,4% dan perilaku mengkonsumsi suplemen gizi (Vitamin A) baik 92,7%. Kesimpulan: sebagian besar perilaku keluarga sadar gizi baik. Hasil penelitian ini diharapkan petugas kesehatan mampu meningkatkan pemberian edukasi tentang pentingnya perilaku Kadarzi pada anak usia 0-59 bulan.   Kata Kunci: Perilaku Kadarzi, Balita 0-59 Bula

    HUBUNGAN INDEKS MASA TUBUH TERHADAP USIA MENARCHE PADA SISWI SMP ST KLUS KUWU RUTENG, MANGGARAI

    Get PDF
    The puberty period that occurs in a young girl is marked by menstruation. The first menstruation (menarche) is a very important event in a woman's reproductive life cycle. The nutritional status of young women greatly influences the occurrence of menarche both from the age of menarche, complaints during menarche and the length of menarche. This study aims to determine the relationship between body mass index and the age of menarche.         This cross-sectional study was conducted on female students at St. Klaus Kuwu Middle School, with a population of 21 respondents. The sampling technique in this study was total sampling. Statistical analysis using the Chi square test.            The results of the study showed that most of those with a body mass index were in the normal category, namely as many as 11 people (52.4%) and most of those who experienced menarche were in the normal category, namely as many as 20 people (95.2%). Chi square analysis for the relationship between body mass index (BMI) and menarche age obtained a value of 0.000. The significant value is lower than the significant level of 0.05. So it is stated that there is a relationship between body mass index and the age of menarche at St. Klaus Kuwu Middle School. Nutritional intake obtained by a young woman either adequately or excessively affects the body's growth hormone, in particular can accelerate the maturity of reproductive hormones so that early menarche or menarche can occur on time, and vice versa if a young woman gets insufficient nutritional intake, it will affects the decline in reproductive function which results in menarche at an inappropriate age. Keywords: body mass index, menarche age, young women.  Periode pubertas yang terjadi pada seorang remaja perempuan ditandai dengan adanya menstruasi. Menstruasi pertama (menarche) merupakan peristiwa yang sangat penting dalam siklus kehidupan reproduksi seorang perempuan. Status gizi remaja wanita sangat berpengaruh terhadap terjadinya menarche baik dari faktor usia menarche, keluhan-keluhan selama menarche maupun lamanya menarche. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara indeks masa tubuh dengan usia menarche. Penelitian cross setional ini dilakukan pada siswi SMP St Klaus Kuwu, dengan populasi penelitian sebanyak 21 responden. Teknik pengampilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Analisa statistik menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian menujukan sebagian besar dengan indeks masa tubuh dalam kategori normal yaitu sebanyak 11 orang (52,4%) dan sebagian besar mengalami umur menarche dalam kategori normal yaitu sebanyak 20 orang (95,2%). Analisa Chi square untuk hubungan indeks massa tubuh (IMT) dengan usia menarche didapatkan nilai sebesar 0,000. Nilai signifikan lebih rendah dari taraf signifikan 0,05. Sehingga dinyatakan bahwa terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan usia menarche di SMP St Klaus Kuwu. Asupan gizi yang diperoleh seorang remaja putri baik secara adekuat ataupun berlebih berpengaruh pada hormon pertumbuhan tubuh, terkhusus dapat mempercepat kematangan hormon reproduksi untuk dapat terjadi menarche dini atau menarche tepat pada waktunya, begitu pula sebaliknya apabila seorang remaja puteri mendapatkan asupan gizi yang kurang, maka akan berpengaruh pada penurunan fungsi reproduksi yang mengakibatkan terjadinya menarche pada usia yang tidak seharusnya. Kata kunci : indeks masa tubuh, usia menarche, remaja putri

    HUBUNGAN ANTARA USIA IBU DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN POSTPARTUM : A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW

    Get PDF
    Bleeding is an important problem because it is related to maternal health which can cause death. One of them is postpartum hemorrhage. The aim was to find out to conduct a theoretical and literature review of the relationship between maternal age and parity (number of deliveries) with the incidence of postpartum hemorrhage. Journal searches were carried out electronically using several databases, namely: DOAJ, Garuda Portal and Google Scholar from 2012-2020. The keywords are or age and parity, post partum bleeding events. The research results selected articles from 2 international journals and 5 national journals concluded that there is a relationship between maternal age and parity (number of deliveries) with the incidence of postpartum hemorrhage. Keywords: Maternal age, parity and postpartum hemorrhagePerdarahan merupakan salah satu masalah penting karena berhubungan dengan kesehatan ibu yang dapat menyebabkan kematian.salah satunya adalah Perdarahan postpartum. Tujuanya adalah untuk mengetahui untuk melakukan tinjauan teoritis dan Literatur terhadap hubungan usia ibu dan paritas (jumlah persalinan) dengan kejadian perdarahan postpartum.Pencarian jurnal dilakukan secara elektronik dengan menggunakan beberapa database, yaitu: DOAJ, Portal Garuda dan Google Scholar dari tahun 2012-2020. Kata kuncinya adalah or age and parity, post partum bleeding events.  Hasil penelitian artikel terpilih dari 2 jurnal internasional dan 5 jurnal  nasional menyimpulkanbahwa ada hubungan usia ibu dan paritas (jumlah persalinan) dengan kejadian perdarahan postpartum.    Kata Kunci : Umur ibu, Paritas dan  Perdarahan Postpartum

    PENGARUH DURASI BERMAIN GADGET TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA ANAK USIA SEKOLAH KELAS V DAN VI (SEKOLAH DASAR KRISTEN CITRA BANGSA)

    Get PDF
    Good quality sleep produces physiological and psychological balance at the time of awakening. Students who use gadgets with inappropriate time durations will affect students' cognitive abilities. This study aims to determine the effect of the duration of playing gadgets on sleep quality in Citra Bangsa Christian Elementary School Children. This research is a quantitative research with a correlation research design and an analytical descriptive research design with a survey method approach. The number of samples in this study were 50 parents of students of Citra Bangsa Kupang Christian Elementary School with total sampling technique. Data collection techniques in this study were obtained by distributing questionnaires to respondents via google form. The data analysis technique used is the Chi-Square test. The results of this study indicate that respondents who play gadgets with high duration and have poor sleep quality are 21 people (100%). The results of the Chi-square test obtained p value = 0.000 (at <0.05) so it can be concluded that there is a significant effect between the duration of playing gadgets on sleep quality in school-aged children in grades V and VI of Citra Bangsa Christian Elementary School Kupang. The higher the duration of playing gadgets (frequency and intensity), the worse the sleep quality of students. Based on the results of the study, it is recommended for parents to increase supervision of the hours of using gadgets that can affect the quality of sleep in school-age children.   Keywords: Duration Of Playing Gadgets, Sleep Quality, Elementary SchoolKualitas tidur yang baik menghasilkan keseimbangan fisiologis dan psiklogis pada saat terbangun. Siswa yang menggunakan gadget dengan durasi waktu yang tidak tepat akan mempengaruhi kemampuan kognitif siswa. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Durasi Bermain Gagdet Terhadap Kualitas Tidur Pada Anak Usia Sekolah Dasar Kristen Citra Bangsa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasi dan rancangan penelitian deskriptif analitik dengan jenis pendekatan metode survey. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 50 orang tua dari siswa-siswi Sekolah Dasar Kristen Citra Bangsa Kupang dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dengan menyebar kuesioner kepada responden melalui google form. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang bermain gadget  dengan durasi tinggi dan memiliki kualitas tidur yang buruk adalah sebanyak 21 orang (100%). Hasil uji Chi-square diperoleh p value = 0,000 (pada α<0,05) maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara durasi bermain gadget  terhadap kualitas tidur pada anak usia sekolah kelas V dan VI Sekolah Dasar Kristen Citra Bangsa Kupang. Semakin tinggi durasi bermain gadget (frekuensi dan intensitas) maka semakin buruk kualitas tidur siswa. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap jam-jam penggunaan gadget yang dapat mempengaruhi kualitas tidur pada anak usia sekolah.       Kata Kunci : Durasi Bermain Gadget, Kualitas Tidur, Sekolah Dasa

    345

    full texts

    376

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    CHMK Nursing Scientific Journal / Jurnal STIKES Citra Husada Mandiri Kupang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇