Rumah Jurnal Online - Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Ampel Surabaya
Not a member yet
    584 research outputs found

    Analisa Kekuatan Tahanan Lateral Sambungan Kayu-Beton

    Full text link
    Perkiraan kekuatan tahanan lateral pada sambungan kayu beton menggunakan alat sambung Lag-screw atau sekrup kunci akibat beban lateral sangat diperlukan dalam desain konstruksi sambungan. Hal tersebut diperlukan agar diketahui perilaku sambungan sehingga kegagalan sambungan dapat diprediksi. Dalam penelitian ini untuk mengetahui kekuatan tahanan lateral dilakukan pengujian geser sambungan dengan pembebanan monotonik dan model analisa mengadopsi dari model EYM (European Yield Model). Kayu yang digunakan: Toona sureni (berat jenis 0,45), Swietenia mahagoni (berat jenis 0,51) dan Artocarpus heterophyllus (berat jenis 0,54) dan mutu beton aktual 15,93 MPa. Sekrup kunci dipakai diameter 8 mm (panjang 130 mm), ring penutup diameter 22,8 mm, dan fischer S14. Hasil penelitian menunjukkan persentase tahanan lateral (metode 5% offset) antara prediksi dengan eksperimen adalah 36,40% sampai 48,15%. Hasil ini memperlihatkan tahanan lateral prediksi dengan persamaan tahanan lateral EYM cukup mendekati dari hasil tes

    PEMETAAN KONDISI TERUMBU KARANG DI DESA SUMBERKENCONO KABUPATEN BANYUWANGI

    Full text link
    Ekosistem terumbu karang merupakan ekosistem yang sangat penting artinya bagi kelangsungan hidup manusia. Selain berfungsi sebagai tempat berkembang biak beberapa spesies hewan karang seperti ikan karang dan udang-udangan yang memiliki nilai ekonomis tinggi, terumbu karang juga berfungsi sebagai pelindung pantai dari gelombang laut dan lokasi wisata yang menarik. Tingginya nilai ekonomis dari ekosistem terumbu karang semakin meningkatkan tekanan antropogenis terhadapnya. Salah satu kabupaten dengan ekosistem terumbu karang dan potensi perikanan cukup besar adalah Banyuwangi. Akan tetapi aktifitas mencari ikan yang merusak dengan menggunakan bom ditengarai sangat berpengaruh terhadap kerusakan terumbu karang di kabupaten Banyuwangi. Salah satu desa dengan aktifitas pengeboman yang cukup masif adalah di desa Sumberkencono. Mengingat pentingnya ekosistem terumbu karang maka dilakukan pemantauan dan pemetaan kondisi terumbu karang eksisting sebagai dasar untuk pengambilan kebijakan. Penelitian ini menggunakan metode manta tow dan penginderaan jauh serta wawancara untuk mendapatkan data sosial yang dipaparkan secara deskriptif. Dari hasil pengamatan yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa kondisi terumbu karang di desa Sumberkencono termasuk dalam kategori satu, dengan tutupan karang hidup hanya sebesar 0-10 %

    PENGUKURAN MATURITY LEVEL CONTROL OBJECTIVE KE-5 DOMAIN DELIVERY AND SUPPORT : ENSURING SYSTEM SECURITY MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 4.1

    Full text link
    Penelitian ini berfokus pada tata usaha sebagai pusat pengolahan data elektronik (PDE) di SMKN 24 dengan tujuan untuk menilai pengendalian umum apakah mampu memenuhi tujuannya dan melakukan pemetaan terhadap tahap audit TI beserta keamanannya yang kemudian diaplikasikan pada sebuah organisasi yang bergerak dibidang pendidikan, yaitu SMKN 24 Jakarta untuk melihat kinerja TI yang ada. Kerangka kerja yang digunakan sebagai acuan adalah framework CobIT 4.1 pada Control Objective ke-5 dari Domain Delivery and Support (DS), Ensuring System Security (Memastikan Keamanan Sistem) untuk menjamin integritas informasi di PDE. Bukti (evidence) digunakan untuk menentukan apakah data yang diaudit sesuai dengan kriteria dan tujuan audit dengan cara : peninjauan terhadap struktur organisasi, wawancara kepada personel yang tepat dan pengisian kuesioner. Penentuan Maturity level (tingkat kedewasaan), merupakan bagian dari pengujian kepatutan terhadap aktivitas yang ada atau dilakukan di tiap proses TI berdasarkan kerangka kerja COBIT sesuai dengan tingkatan levelny

    Pembuatan Pola Busana Secara Otomatis Menggunakan Garis Dan Kurva B-spline

    Full text link
    Dalam industri pembuatan busana, proses pembuatan pola busana secara manual akan membutuhkan waktu lama dan memerlukan keahlian pembuatan pola, sehingga mempengaruhi waktu dan biaya produksi. Pada industri skala besar, pembuatan pola busana dilakukan secara otomatis menggunakan teknologi modern. Tetapi teknik ini membutuhkan alat canggih yang mahal. Terlebih lagi, pemanfaatan teknik tersebut belum dapat melakukan variasi mengenai detail busana yang akan dibuat seperti variasi jenis kerah, variasi jenis lengan, variasi jenis rok, celana dan sebagainya. Pada penelitian ini diusulkan sebuah sistem pembuatan pola busana secara otomatis menggunakan garis dan kurva b-spline. Kelebihan dari sistem ini mampu untuk membuat pola busana beserta variasi detailnya. Di samping itu, pemakai juga dapat membuat pola tanpa harus memiliki keahlian dalam pembuatan pola. Secara umum, pembuatan pola busana dibagi menjadi empat tahap, yaitu pemilihan jenis busana, variasi detail desain busana, pengaturan ukuran busana, dan pembuatan pola busana. Hasil prosentase kemiripan pola yang dihasilkan sistem dengan data benarnya sebesar 59% Sangat Mirip, 28% Mirip, 11% Kurang Mirip, dan 2% Tidak Mirip. Dengan adanya sistem ini, pembuatan pola busana menjadi lebih cepat dengan biaya yang lebih terjangkau jika dibandingkan dengan alat-alat penggambar pola yang sudah ada

    523

    full texts

    584

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Rumah Jurnal Online - Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Ampel Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇