2686 research outputs found
Sort by
KUALITAS TEPUNG PUTIH TELUR ITIK ALABIO MELALUI METODE FOAM DRYING DENGAN PENAMBAHAN SACCHAROMYCES CEREVICEAE
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan daya buih, kestabilan buih, pH dan warna tepung putih telur itik yang dikeringkan dengan metode foam drying pada level penambahan saccharomyces cereviceae (ragi) yang berbeda. Pada penelitian ini menggunakan rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan yaitu level penggunaan saccharomyces cereviceae (0%, 0,3%, 0,6%, 0,9% dan 1,2%) pada pembuatan tepung putih telur Itik Alabio. Data dianalisis menggunakan analisis ragam kecuali uji organoleptik warna tepung putih telur yang menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat penggunaan ragi (Saccharomyces cereviseae) pada putih telur berpengaruh nyata terhadap daya buih, kestabilan buih dan skor organoleptik warna, namun tidak berpengauh nyata terhadap kandungan pH pada tepung putih telur
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR Azolla pinnata TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA (Coffea canephora)
ABSTRAKKopi merupakan komoditas yang menjanjikan. Kopi Indonesia menempati peringkat keempat terbesar di dunia setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia dengan total produksi tahun 2021 sebesar 786.19 ribu ton. Kepemilikan perkebunan kopi di Indonesia didominasi oleh perkebunan rakyat (PR) dengan porsi 96% dari total areal produksi. Banyak petani kopi yang belum menerapkan sistem budidaya kopi sesuai anjuran. Penggunaan bibit bermutu merupakan metode yang menentukan keberhasilan budidaya kopi. Perbaikan sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang menunjang pertumbuhan bibit tanaman dapat dilakukan dengan pemberian pupuk organik cair(POC). Azolla pinata memiliki kandungan unsur hara 1,96-5,30% N; 0,16-1,59% P; 2-4.5% K; 0,16-3,35% Si; 0,31-5,97% Ca;0,04-0,59% Fe; 0,22-0,66% Mg; 26-989 ppm Zn; dan 66-2.944 ppm Mn. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh POC A. pinnata terhadap pertumbuhan bibit kopi robusta dan mendapatkan konsentrasi terbaik POC Azolla yang menunjang pertumbuhan bibit kopi robusta. Percobaan disusun menurut Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan POC A. pinnata 0, 100, 125, 150, dan 175 ml/l air, yang diulang 4 kali. Data dianalisis dengan uji F pada taraf 5% dan jika data berpengaruh nyata dilanjutkan dengan Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang daun, lebar daun dan rasio tajuk akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC Azolla pinnata memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan bibit kopi robusta pada variabel panjang bibit, jumlah daun dan panjang daun. Perlakuan POC  A. pinnata 100 ml/l tidak berbeda dengan konsentrasi POC yang lainnya dalam parameter jumlah daun bibit kopi robusta.  ABSTRACTCoffee is a promising commodity. Indonesian coffee is ranked fourth in the world after Brazil, Vietnam and Colombia with a total production of 786.19 thousand tons in 2021. The composition of coffee plantation ownership in Indonesia is dominated by smallholder plantations (PR) with a share of 96% of the total area in Indonesia. Many coffee farmers have not implemented the recommended coffee cultivation system. The use of quality seedling is one of the first steps that determines success in coffee cultivation. Improvements to the physical, chemical and biological properties of the soil which support the growth of plant seeds can be carried out by applying liquid organic fertilizer (LOF). Azolla pinata has a nutrient content of 1.96-5.30% N; 0.16-1.59% P; 2-4.5%K; 0.16-3.35% Si; 0.31-5.97% Ca;0.04-0.59% Fe; 0.22-0.66% Mg; 26-989 ppm Zn; and 66-2,944 ppm Mn. This study aims to determine the effect of A. pinnata LOF on the growth of robusta coffee seedlings and to obtain the best concentration of Azolla LOF that supports the growth of robusta coffee seedlings. The experiment was arranged according to a completely randomized design (CRD) with 5 treatments POC A. pinnata 0, 100, 125, 150, and 175 ml/l water, which was repeated 4 times. The observed data were analyzed using the F test at the 5% level and if the data were significantly different, it was continued with Duncan's New Multiple Range Test (DMRT) at the 5% level. The observed variables were plant height, stem diameter, number of leaves, leaf length, leaf width and root shoot ratio. The results showed that LOF Azolla pinnata had an influence on the growth of robusta coffee seedlings on the variables of seedling length, number of leaves and leaf length. The LOF treatment of A. pinnata with a concentration of 100 ml/l did not differ from other LOF concentrations in the parameter of the number of leaves of robusta coffee seedlings
PEMANGKASAN TUNAS APIKAL DAN POSISI BUAH PADA RUAS TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) VAR. HONEYDEW ORANGE YANG DIBUDIDAYAKAN DALAM SCREENHOUSE
ABSTRAKDi Indonesia produksi melon tahun 2014 mencapai 150.347 ton/ha dengan produktivitas 18,40 ton/ha, serta luas panen 8.185 ha. Konsumsi melon di Indonesia terhitung tahun 2015-2018 terus meningkat. Produksi melon terus meningkat mencapai 332.698 ton/tahun. Kebutuhan melon juga harus selalu stabil agar permintaan dapat terpenuhi. Upaya meningkatkan produksi melon diperlukan strategi modifikasi pengelolaan tanaman dengan intensifikasi, di antaranya memperbaiki teknologi budidaya. Penanaman dalam screenhouse dapat memperbaiki dan meningkatkan mutu budidaya tanaman melon. Pemangkasan cabang tanaman dengan cara memangkas ujung apikal dapat meningkatkan besar dan kualitas buah. Penelitian dilaksanakan bulan Mei-Juni 2022 di screen house Fakultas Pertanian Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar. Penelitian menggunakan Rancangan Acak kelompok faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah pemangkasan (P) terdiri atas P0 = tanpa pemangkasan pucuk, P1 = pemangkasan pucuk. Faktor kedua adalah letak buah (B) terdiri dari B1 = Letak Buah pada ruas ke-6-7 , B2 = Letak buah pada ruas ke-8-9, B3 = Letak buah pada ruas ke-10-11, B4 = Letak buah pada ruas  ke-12-13. Analisis data menggunakan analisis ragam dengan taraf 5%. Jika terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pemangkasan dan peletakan buah pada ruas 10-13 adalah perlakuan terbaik yang ditunjukkan oleh parameter diameter batang tanaman, bobot buah dan volume buah melon pada saat panen. Sedangkan kadar kemanisan hanya dipengaruhi pada masing-masing perlakuan pemangkasan dan pengaturan letak buah pada ruas 8-9, 10-11 dan 12-13. ABSTRACTIn Indonesia melon production in 2014 reached 150,347 tons/ha with a productivity of 18.40 tons/ha, and a harvested area of 8,185 ha. Melon consumption in Indonesia from 2015-2018 continues to increase. Melon production continues to increase, reaching 332,698 tonnes/year. The need for melons must also always be stable so that demand can be met. Efforts to increase melon production require modification of plant management strategies with intensification, including improving cultivation technology. Planting in a screenhouse can improve and increase the quality of melon cultivation. Pruning plant branches by pruning the apical tip can increase the size and quality of the fruit. The research was carried out in May-June 2022 at the Screen house of the Faculty of Agriculture, Balitar Islamic University (Unisba) Blitar. This study used a factorial randomized block design with two factors. The first factor was pruning (P) consisting of P0 = without top pruning, P1 = top pruning. The second factor is the location of the fruit (B) consisting of B1 = Location of the fruit on the 6-7th segment, B2 = Location of the fruit on the 8-9th segment, B3 = Location of the fruit on the 10-11th segment, B4 = Location of the fruit on the 12-13th segment. Data analysis used analysis of variance with a level of 5%. If there is a significant effect, proceed with the 5% DMRT test. The results showed that the interaction of pruning and fruit placement on internodes 10-13 was the best treatment as indicated by the parameters of plant stem diameter, fruit weight and melon fruit volume at harvest. Meanwhile, the level of sweetness was only affected by each treatment of pruning and arrangement of fruit position on segments 8-9, 10-11 and 12-13
Non-Fungible Token: Suatu Urgensi Serta Konstruksi Hukum Dalam Perspektif Hukum Perjanjian
The development of investment law in Indonesia, especially in digital assets, has experienced significant developments. Non-Fungible Token (NFT) is a form of digital asset that is currently widely found in the community. However, from a legal perspective, there is no regulation on NFT and how the legality of NFT transactions is related to the use of cryptocurrencies in it. Having established from the background above, this research aims to analyze the urgency of regulating NFT and how basically the legal construction of the NFT in the contract law perspective. This research is normative research using statute and conceptual approaches. The results of the study finds that the urgency of regulating the legal construction of NFT transactions in Indonesia is to provide legal certainty to investors and is related to the legality of NFT transactions in Indonesia if it is associated with the validity of cryptocurrencies. The legal construction of NFT transactions in Indonesia is that the construction is not a sale and purchase agreement, but instead the legal construction refers to exchange agreement as stated in Article 1541 BW whereas cryptocurrency and NFT here will be given extensive meaning as goods in order to comply with the provisions of Article 1320 of BW to fulfill the objective requirements, in particular, the halal cause
Pendampingan Pelaku Ekonomi Kreatif Makanan Siap Saji Berbasis Singkong Di Desa Gading Kembar Kec. Jabung, Kab. Malang
Tujuan program pengabdian ini adalah untuk memunculkan potensi produksi singkong menjadi suatu produk olahan dan bentuk deversifikasi produk yang ada di Desa Gading Kembar. Selain itu dengan kegiatan ini diharapkan dapat memunculkan sedini mungkin calon wirausaha, menawarkan ‘solusi’ permasaalah umum yang esensi dan pemasaran produk. Metode yang dipakai dalam melaksanakan program pengabdian ini adalah program aksi (action) yang mengedepankan kesepakatan (agreement) berbasis FGD. Mekanisme pelaksanan pengabdian melalui ceramah dan praktek baik aspek produksi maupun pemasaran. Hasil program pengabdian menunjukkan bahwa (1) kepakatan (agreement) pemebrdayaan singkong guna memunculkan konsep terinpirasi one village on product, berupa mocaf. Disamping telah ada sebelumnya berupa kripik singkong; (2) upaya memunculkan sedini mungkin kelompok calon wirausaha baru (start-up) singkong sebagai komoditas yang mempunyai nilai daya gengsi (prestisius); (3) optimalisasi kemajuan teknologi untuk pemasaran manual dan on-line sebagai aktualisasi dari pengabdian yang menjadikan tawaran solusi dalam pemasaran produk, dan (4) ’solusi’ pada masyarakat umum adalah kelangkaan pupuk yang ini menjadi bahan pengabdian dimasa yang datang. Saran yang disampaikan ada 3 (tiga), yaitu (1) kemitraan telah terbangun pada kelompok ibu-ibu PKK, pelaku UMKM dan gabungan kelompok tani (GAPOTAN) perlu dipertahankan; (2) inptek yang diintruduksikan berupa mocaf sebagai penambahan pada deversifikasi pada konsep ‘on village one product’ di Desa gading Kembar; dan (3) diharapkan pada program ini ada keberlanjutan yang akan dilakukan program pengabdian yang berkesinambungan khususnya berkaitan dengan solusi tawaran berupa kelangkaan pupuk sebagai kebutuhan petani produsen dalam berusahatani
Pengembangan Sistem Monitoring Kapasitas Baterai Kendaraan Listrik Berbasis Internet of Things
Pengembangan sistem monitoring kapasitas baterai kendaraan listrik dikembangkan dengan menambahkan fitur Internet of Things menggunakan Blynk, dan menambahkan fitur ECO-Drive dengan indikator berkendara ECO-drive. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai kapasitas baterai secara langsung pada kendaraan dan secara jarak jauh melalui aplikasi smartphone, tujuan lain yaitu untuk mereduksi konsumsi baterai (Ah) dengan perlakuan berkendara menggunakan indikator ECO-Drive. Dalam membuktikan perbedaan konsumsi baterai saat berkendara menggunakan indikator ECO-Drive dan tanpa menggunakan nyala indikator ECO-Drive. Dilakukanlah pengujian pada sepada motor listrik dengan jarak tempuh 3 km dan kondisi jalan yang sama. Diperoleh data berupa konsumsi baterai dan waktu tempuh saat pengujian. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisa menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi baterai (Ah) saat kondisi indikator non-ECO Drive menghasilkan konsumsi baterai sebesar 2.21 km/Ah. Kemudian saat menggunakan gaya berkendara pada indikator ECO-Drive diperoleh data konsumsi baterai sebesar 2.71 km/Ah. Terbukti dengan 1 Ah baterai terdapat selisih jarak sebesar 0.5 km atau sekitar 22.62 %. Waktu tempuh yang diperlukan oleh pengendara dengan menerapkan ECO-Drive cenderung lebih lama (56.4 detik) yang disebabkan karena dengan gaya berkendara ECO-Drive pengendara membatasi kecepatan untuk mempertahankan nyala indikator ECO-Driv
UJI MUTU PATOLOGI TERHADAP LAMA SIMPAN DUA VARIETAS BENIH KEDELAI
Tanaman kedelai, sebagai sumber pangan yang memiliki nilai gizi tinggi dan populer di kalangan masyarakat Indonesia, mengalami tantangan produksi yang signifikan. Salah satu faktor yang berkontribusi pada produksi rendah adalah mutu benih yang menurun seiring lamanya penyimpanan benih kedelai. Oleh karena itu, penting untuk melakukan uji mutu benih kedelai yang mencakup aspek fisologi dan patologi untuk menentukan berapa lama benih tetap dapat digunakan. Penelitian ini berfokus pada pengujian mutu patologi yang mencakup tiga aspek: pertama, deteksi cendawan dan bakteri patogen yang terbawa oleh benih kedelai, kedua, identifikasi jenis cendawan yang ditemukan, dan ketiga, uji biokimia pada bakteri yang terdeteksi, yang meliputi pengamatan makroskopis bakteri, uji gram KOH 3%, dan uji oksidatif fermentatif. Selain itu, penelitian juga mencakup deteksi virus yang dapat terbawa oleh benih kedelai, menggunakan uji ELISA untuk virus SMV dan CMV. Penelitian ini menggunakan Rancangan Plit Plot dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan varietas Dering (VD) dan varietas Argomulyo (VA) sebagai faktor utama, sedangkan lama penyimpanan benih (0 bulan, 1 bulan, 2 bulan, dan 3 bulan) sebagai anak petak. Setiap perlakuan diulang tiga kali, sehingga total terdapat 18 unit perlakuan. Data yang terkumpul akan dianalisis menggunakan analisis ragam, dan apabila ditemukan pengaruh signifikan, akan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD) pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada varietas Argomulyo, benih yang disimpan selama 1 bulan menunjukkan tingkat infeksi yang lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Dalam pengujian patologi, terdapat keberadaan bakteri dan cendawan kontaminan pada benih, tetapi cendawan kontaminan ini merupakan jenis cendawan yang umumnya ditemukan pada permukaan benih. Selain itu, dalam pengujian virus, tidak ditemukan adanya penyakit yang dapat ditularkan melalui benih pada varietas tersebut.
RESPON JUMLAH TANAMAN PER LUBANG TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TIGA JENIS SAWI SECARA HIDROPONIK SISTEM NFT
ABSTRAK Tahun 2019 sampai 2021 permintaan sawi meningkat 35 ton tiap tahunnya. Di saat banyak alih fungsi lahan pertanian menjadi fungsi lainnya maupun di perkotaan yang minim lahan, maka budidaya secara hidroponik sistem NFT dapat menjadi alternatif solusi untuk menanam sawi. Peningkatan produksi sawi dapat dilakukan dengan menambah jumlah bibit tanaman/lubang tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah tanaman/lubang tanam yang tepat pada tiga jenis sawi yang dibudidayakan dengan hidroponik sistem NFT. Penelitian dilaksanakan di Greenhouse DnR Hidroponik Farm Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember pada bulan Januari-Maret 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak      Lengkap (RAL) faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah jumlah tanaman/lubang tanam (B) yang terdiri dari B1: satu tanaman/lubang tanam; B2: dua tanaman/lubang tanam; dan B3: tiga tanaman/lubang tanam. Faktor kedua adalah jenis sawi (V) yang terdiri: V1: kailan; V2: pakchoy; dan V3:  caisim. Data dianalisa dengan uji F pada α=0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi jumlah tanaman/lubang tanam dan jenis sawi memberikan pengaruh nyata pada jumlah daun, berat akar, berat segar dan kandungan klorofil, tetapi tidak berpengaruh nyata pada tinggi tanaman dan panjang akar. Perlakuan V2B3 (pakchoy dengan tiga tanaman/lubang tanam) menghasilkan pertumbuhan dan produksi tertinggi pada jumlah daun, kandungan krorofil dan produksi sawi, berturut-turut sebesar 42.0; 39.1; dan 603.3 gram.ABSTRACT          From 2019 to 2021 demand for mustard increase by 35 tons each year. At a time when many agricultural land are being converted to other functions and in urban areas where land is scarce, hydroponic cultivation using the NFT system can be an alternative solution for growing mustard. Increasing mustard production can be done by increasing the number of plant seeds/plant holes. This research aims to determine the right number of plants/planting holes for three types of mustard cultivated using the NFT hydroponic system. The research was carried out at the DnR Hydroponic Farm Greenhouse, Kaliwates District, Jember Regency in January-March 2022. The research used a 3 x 3 factorial Completely Randomized Design (CRD) with 3 replications. The first factor is the number of plants/planting holes (B) which consists of B1: one plant/planting hole; B2: two plants/planting holes; and B3 three plants/planting holes. The second factor is the type of mustard (V) which consists of V1: kailan; V2: pakchoy; and V3: caisim. Data were analyzed using the F test at the α =0.05. The results showed that the interaction of number of plants/planting holes and type of mustard had significant influence on the number of leaves, root weight, fresh weight and chlorophyll content, but had no significant influence on plant height and root length. The V2B3 treatment (pakchoy with three plants/planting hole) produced the highest growth and production in the number of leaves, chlorophyll content and mustard  production, respectively at 42.0; 39.1; and 603.3 grams.Â
KEABSAHAN AKTA RISALAH LELANG SEBAGAI AKTA OTENTIK DALAM PELAKSANAAN LELANG MELALUI LELANG ONLINE
Masa pandemik covid-19 pada awal tahun 2020 menjadi duka bagi semua kalangan masyarakat, akibatnya aktivitas yang terbatas dan dibatasi wajib diterapkan untuk menghindari penularan yang lebih banyak. Aktivitas penjualan di muka umum atau lelang menjadi salah satu yang dilarang secara terbuka atau tatap muka. Perkembangan tegnologi yang pesat, menciptakan temuan-temuan baru yang salah sau contohnya pelaksanaan lelang dengan fitur online. Pelaksanaan lelang secara online menimbulkan keresahan di masyarakat mengenai keabsahan keotentikannya, terutama seperti apa kekuatan pembuktian akta otentik pada risalah lelang karna masyarakat tentunya menginginkan kepastian hukum yang sempurna. Penelitian ini akan menganalisis bagaimana Keaslian laporan penjualan umum seperti buku bagus (otentik) dan implementasi online. Dengan menemukan kaidah hukum, peraturan dan ajaran untuk mengidentifikasi permasalahan hukum yang dihadapi dan mempunyai solusi terhadap permasalahan yang ada. Dalam pendekatan menggunakan pendekatan (statute aprroach) dan pendekatan konseptual (konseptual approach) hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan lelang secara online menimbulkan isu hukum yaitu, keabsahaan akta risalah lelang masih di ragukan keotentikannya, pelaksanaan lelang secara online belum bisa di lakukan secara efektif, dan negara belum mampu mengefektifkan peraturan-peraturan yang telah dibuat. Demikian penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui keabsahan dari risalah lelang sebagai akta otentik dalam pelaksanaan lelang secara online
PENGENDALIAN MUTU BAHAN BAKU PADA PEMBEKUAN UDANG DI PT. PANCA MITRA MULTI PERDANA KABUPATEN SITUBONDO
Mutu bahan baku sangat mempengaruhi mutu produk akhir, sehingga perlu dilakukan upaya pengendalian mutu terhadap bahan baku yang diterima. Penelitain ini bertujuan untuk mengetahui proses pengendalian mutu bahan baku pada pembekuan udang vanamei (Litopenaeus vannamei) produk P&D blockdi PT. Panca Mitra Multi Perdana Kabupaten Situbondo. Desain penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang berbentuk deskriptif dan metode pengumpulan data dilakukan dengan metode survey, pengolahan data dilakukan dengan tahapan yaitu editing, tabulating dan analizing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian mutu bahan baku produk P&D block di PT. PMMP dilakukan melalui pengujian mutu bahan baku untuk mengetahui kesesuaian antara mutu bahan baku yang diterima dengan baku mutu yang ditetapkan. Jika hasil pengujian antibiotik dan senyawa sulfida tidak sesuai dengan baku mutu, diputuskan untuk menolak bahan baku/mengembalikan ke supplier dan tidak melanjutkan pada pengujian parameter mutu berikutnya. Namun jika hasil pengujian antibiotik dan senyawa sulfida sesuai dengan baku mutu, dilanjutkan pada pengujian mutu berikutnya yaitu pengujian mutu mikrobiologi, organoleptik, pengukuran suhu, perhitungan defect, size dan uniformity. Jika diantara hasil pengujian parameter mutu tersebut ada yang tidak sesuai dengan baku mutu, bahan baku tersebut bisa di tolak atau di terima dengan catatan