2686 research outputs found
Sort by
Pembuatan Aplikasi Mobile Untuk Meningkatkan Proses Pemasaran dan Penjualan Hasil Urban Farming, Kelurahan Balearjosari, Kota Malang
Urban farming merupakan sebuah konsep inovasi dalam dunia pertanian yang memanfaatkan lahan sekitar rumah maupun pekarangan dengan menanam sayuran maupun buah-buahan yang menghasilkan hasil organik dengan model polybag, sistem hidroponik, sistem vertikultur, maupun tabulampot yang mulai diterapkan di beberapa kota besar. Kota Malang merupakan salah satu kota yang banyak memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah untuk digunakan sebagai saran urfam. Salah satu kawasan yang memiliki lahan urfam di Kota Malang adalah Kelurahan Balearjosari, Kecamatan Blimbing dengan nama Urfam Alam Lestari. Dari proses survei yang dilakukan oleh tim pengabdi, kelompok tani Urfam Alam Lestari memiliki beberapa lahan dalam satu RW dengan beberapa variasi hasil urfam seperti sayur dan buah. Namun dari sisi pemasaran dan penjualan hasil panen ditemukan kendala yaitu kurangnya media pendukung untuk memasarkan dan menjual hasil panen secara digital. Pemasaran belum bisa dilakukan secara masif karena hanya terbatas menggunakan WhatsApp grup. Maka dari itu tim pengabdi memberikan solusi dengan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan metode pelaksanaan meliputi diskusi, perancangan media pemasaran dan penjualan, pelatihan dan pendampingan serta evaluasi. Pemanfaatan aplikasi mobile sebagai media pemasaran dan penjualan merupakan solusi yang ditawarkan tim pengabdi untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh mitra. Sehingga dengan adanya solusi tersebut diharapkan bisa mempermudah mitra dalam proses memasarkan dan menjual hasil panen sehingga kondisi perekonomian masyarakat sekitar bisa meningkat
Technopreneurship: Membangun Brand Awareness Melalui Implementasi Digital Marketing Pada Website Pasar UMKM Di Wilayah Simandaran Kabupaten Malang
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wadah/ sarana Branding pelaku UMKM di sekitar wilayah Simandaran, Kabupaten Malang, melalui website Pasar UMKM yang didesain sebagai Portal UMKM yang nantinya akan dapat dimanfaatkan sebagai sarana yang menghubungkan Penjual dan Pembeli sekaligus pihak terkait lain seperti penggerak UMKM atau Desa/Kelurahan untuk dapat berkomunikasi secara langsung. Melalui website ini akan didapatkan kebutuhan penjual dan pembeli sebagai wadah transaksi juga sebagai media informasi bagi pelaku UMKM untuk membranding produknya, sebagai media informasi bagi Pelanggan terkait produk yang akan dibelinya, serta menjadi media informasi bagi desa untuk memberikan program-program terkait kegiatan upaya peningkatan UMKM naik kelas. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan penyuluhan yang disertai dengan demonstrasi atau praktik bersama. Kegiatan ini dimulai dengan pembuatan website Pasar UMKM yang kemudian diajarkan pemanfaatannya kepada pelaku UMKM. Hasil dari kegiatan ini cukup mendapatkan respon yang baik dari semua pihak terkait. Pelaku UMKM meraskan manfaat branding yang meningkatkan brand awarness mereka, Pelanggan mendapatkan informasi terkait produk-produk unggulan lokal. Serta penggerak UMKM yang dapat menginformasikan segala kegitan terkait UMKM.
Pembuatan Tong Sampah Anorganik Dan Organik “Tosamanor†di Dusun Paras Desa Mulyoarjo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang
Dusun Paras Mulyoarjo merupakan dusun yang terletak di kabupaten Lawang, Dusun Paras merupakan desa yang makmur dengan mata pencaharian penduduknya meliputi perternakan,pabrik krupuk dan beberapa home industri. Saat ini sampah merupakan masalah lingkungan yang sangat serius yang di hadapi pada umumnya. Kesadaran dan kepedulian untuk menangani sampah oleh masyarakat dusun terlihat masih kurang, kebiasaan membuang sampah sembarangan serta tidak adanya pemanfaatan limbah sampah. Penerapan pengelolaan sampah organik dan an organik bertujuan untuk mengurangi volume timbulan sampah yang harus dibuang ke sungai. Hal ini untuk mengantisipasi penggunaan lahan tempat pembuangan akhir yang semakin terbatas, mengoptimalkan operasional sarana transportasi persampahan yang terbatas, meningkatkan kemandirian masyarakat serta peran aktif masyarakat dalam mempertahankan kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Kegiatan ini dapat membantu melestarikan lingkungan dan membantu perekonomian warga dengan adanya pelatihan kreasi-kreasi dari sampah yang memiliki nilai jual. Dengan adanya pengadaan tempat sampah di RW 11 dan RW 12 Dusun Paras, masyarakat dapat melakukan kegiatan pengelolaan sampah dengan cara pemilahan sampah, baik organik maupun non-organik
ANALISIS SENTIMEN ULASAN GAME MOBILE FIRST-PERSON SHOOTER DI GOOGLE PLAY STORE MENGGUNAKAN METODE PEMBOBOTAN TF-IDF
Paper ini membahas tentang analisis sentimen ulasan game mobile genre FPS menggunakan metode pembobotan TF-IDF. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan 2180 ulasan yang telah divalidasi dan dibersihkan, di mana 1258 ulasan diklasifikasikan sebagai positif dan 922 ulasan sebagai negatif. Dengan menggunakan pembobotan TF-IDF dan pengujian model klasifikasi, penelitian ini mencapai tingkat akurasi sebesar 76%, dengan presisi 75%, recall 74%, dan F1-score 75%. Hasil ini menunjukkan bahwa metode pembobotan TF-IDF dapat menghasilkan analisis sentimen yang efektif dan otomatis untuk ulasan game mobile genre FPS, memberikan kontribusi penting dalam pengembangan metode analisis sentimen dalam konteks tersebut
ANALISIS PERHITUNGAN STRUKTUR BANGUNAN 3 LANTAI MENGGUNAKAN APLIKASI SANSPRO
Dalam industri konstruksi, perancangan dan analisa struktur bangunan merupakan tahapan kritis yang mempengaruhi keberhasilan proyek serta keamanan pengguna bangunan. Seiring dengan kemajuan teknologi, penggunaan perangkat lunak perhitungan struktur telah menjadi semakin umum untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam proses ini. Salah satu perangkat lunak yang digunakan adalah SansPro, yang memiliki reputasi sebagai alat yang berbasis Building Information Modeling (BIM) dan mampu menghitung dan menganalisa struktur bangunan dengan cermat dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk memperhitungan struktur bangunan 3 lantai menggunakan aplikasi sanspro guna meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam perancangan bangunan. Mengingat masalah yang paling utama yang sering dihadapi dalam industri konstruksi adalah kurangnya efisiensi waktu dan juga kurangnya keakuratan dalam perhitungan struktur. Metode yang digunakan meliputi tahapan pemodelan struktur menggunakan aplikasi SansPro, analisis beban kerja yang terjadi dengan mempertimbangkan analisa pembebanan yang mengacu pada pedoman-pedoman perhitungan struktur yang berlaku di Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah mengungkapkan bahwa aplikasi SansPro mampu memberikan manfaat yang signifikan dalam hal efisiensi, akurasi dan kecepatan dalam perhitungan atau perencanaan struktur suatu bangunan
STUDI PERENCANAAN PONDASI SUMURAN PADA PROYEK PENGEMBANGAN GEDUNG KAMPUS INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS WIDYAGAMA LUMAJANG
Pondasi adalah komponen struktur terendah dari bangunan yang meneruskan beban bangunan ke tanah atau batuan yang berada di bawahnya. Pondasi sumuran adalah pondasi yang dibangun dengan menggali cerobong tanah berpenampang lingkaran dan dicor dengan beton atau campuran batu dan mortar. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa kapasitas dari pondasi sumuran dan daya dukung izin. Metode analisis pada perencanaan pondasi sumuran dengan menggunakan Cone Penetration Test (CPT) atau biasa disebut sondir dan menghitung daya dukung pondasi sumuran serta daya dukung ijin tiang. Metode pengumpulan data mengunakan metode literatur dan metode observasi dimana metode observasi terbagi menjadi 2 yaitu data sekunder dan data primer. Pondasi terdiri dari 2 jenis ukuran berbeda Pondasi sumuran (P1) berdiameter 100cm dan (P2) berdiameter 80 cm dan kedalaman kedua pondasi tersebut 175 cm. daya dukung ultimate tiang sebesar 540,949 ton dan daya dukung izin tiang atau SF (Safety Facktor) data pengujian tiang ð‘„ð‘¢ sebesar 216, 3797 ton
PENGARUH PENAMBAHAN PUREE UMBI BENTUL PUTIH (Colocasia esculenta L. Schot) TERHADAP KARAKTERISTIK BISKUIT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi optimal antara puree umbi Bentul putih dengan margarin dan seberapa besar pengaruh penambahan puree umbil Bentul putih dan margarin terhadap karakteristik biskuit yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental yang dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) secara faktorial, yaitu konsentrasi puree umbi Bentul putih 30%, 50% dan 70%, serta konsentrasi margarin 40% dan 50%. Rata-rata hasil pengujian kadar air antara 1.93% - 4.42%, kadar gula reduksi antara 7.76% – 11.35%. Hasil pengujian tingkat kesukaan panelis terhadap warna antara 2.4 (tidak suka) – 4,8 (sangat suka), aroma 2.1 (tidak suka) – 4.2 (suka), rasa 2.0 (tidak suka) – 4.6 (sangat suka) dan tekstur 1.4 (sangat tidak suka) – 4.2 (suka)
Aktivasi Senyawa NaCl dan Hidrogen pada Proses Elektrolisis terhadap Nyala Api Difusi
Pemakaian bahan bakar alternative di era seperti sekarang ini sangat dibutuhkan masyarakat dan industri khususnya industri otomotif. Efisiensi penggunaan bahan bakar fosil diperkirakan sudah mulai menipis bahkan isunya sebentar lagi akan habis. Hal ini akan memberikan solusi terobosan pemanfaatan dan penggunaan bahan bakar alternative dari proses elektrolisis, hidrolisis, fermentasi, pirolisis dan bahkan banyak lagi metode-metode yang sedang dikembangkan. (Tampubolon, Yuwono, Tambunan, & Achsani, 2021). Bahan bakar alternative meliputi bahan bakar gas seperti hydrogen, gas alam, propane, alkohol seperti etanol, methanol, butanol, minyak nabati, limbah dan listrik. Selain itu, pemakaian energi bahan bakar fosil memiliki dampak polusi udara terhadap lingkungan, pemanfaatan pencegahan atau pemanfaat efek rumah kaca dan lamabt laun akan terjadi pemanasan global dimuka bumi. Dalam penanggulangan fenomena alam dan penyelamatan lingkungan dibutuhkan perubahan baru atau kemajuan baru dalam energi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan tidak berdampak negatif terhadap lingkungan. Sumber bahan bakar alternative adalah gas hidrogen (H2), untuk mendapatkan gas hydrogen (H2) dengan metode memisahkan air (H2O) menjadi hydrogen-hidrogen oksigen (HHO) atau gas brown dengan elektrolisis menggunakan arus listrik DC. (Hasan, 2019). Elektrolisis molekul air menghasilkan satu molekul hidrogen dan satu bagian oksigen gas dalam bentuk diatomik. Gas hidrogen akan bereaksi di katoda, yaitu elektroda terpasang di arus kutub negatif dan gas oksigen mendapat oksigen dua kali lebih banyak dengan tingkat energi yang digunakan kedua. (Langga, 2019). Proses elektrolisis (HHO) dengan mencampur larutan natrium chlorida (NaCl). Karakteristik natrium klorida (NaCl) yaitu terdisosiasi secara reaksi kimia sempurna dalam air. Pada saat NaCl dilarutkan kedalam air, seluruh massa natrium klorida (NaCl) akan membentuk kation natrium (Na+) dan anion chlorida (Cl-). Pada prinsipnya garam NaCl hanya terionisasi dan tidak terhidrolisis, sehingga larutan yang dihasilkannya bersifat netral (pH=7). Garam NaCl merupakan garam yang terbentuk dari basa kuat NaOH dan asam kuat HCl. Elektrolisis sangat berpengaruh pada beberapa hal yaitu kualitas elektrolit / larutan, konsentrasi elektrolit/larutan dan material dari elektroda yang digunakan sebagai pemicu reaksi molekul maupun larutan. Dari uraian di atas, perlu diteliti pengaruh campuran natrium chlorida (NaCl) saat elektrolisis HHO terhadap terbentuknya nyala api difusi
Kinetika Reaksi Pembakaran Energi Alternatif Biogas
Pembakaran adalah teknologi konversi energi yang paling banyak dipakai dewasa ini. Besarnya energi yang dapat dibangkitkan dalam waktu yang relatif singkat membuat teknologi pembakaran sulit tergantikan. Berbagai macam aplikasi pembangkit energi dan aplikasi kebutuhan sehari-hari seperti PLTU, PLTG, alat transportasi, dan keperluan memasak masih menggunakan pembakaran. Sedangkan jumlah ketersediaan bahan bakar fosil di alam terbatas dan untuk dapat menghasilkannya lagi diperlukan waktu yang sangat lama. Sumber energi alternatif saat ini dikembangkan sebagai pengganti bahan bakar fosil.Biogas adalah energi alternatif yang dihasilkan dari proses reaksi anaerobic disgestion yang dilakukan oleh bakteri methanogen dengan sampah organik untuk menghasilkan metana (CH4). Sampah organik ini dapat bersumber dari kotoran hewan, kotoran manusia, atau hasil proses lain yang sumber energi asalnya dari fotosintesis tanaman. Proses anaerobic disgestion yang dilakukan oleh bakteri methanogen tidak hanya menghasilkan CH4 pada reaktor penghasil biogas konvensional. Komposisi dari biogas yang dihasilkan pada reaktor konvensional meliputi CH4 (50%-70%), CO2 (30%-40%), H2O (0%-10%), H2S (0,3%), N2 (<2%), H2 (<1%) dan gas-gas lainnya (Teodorita, 2008). Keberadaan karbon dioksida (CO2) pada proses pembakaran sejatinya merupakan produk hasil pembakaran. Tingginya kandungan CO2 berpotensi membuat proses pembakaran menjadi tidak efisien. Hal ini dikarenakan COÂ2 memiliki nilai kalor spesifik yang tinggi sehingga akan menyebabkan CO2 menyerap sebagian kalor yang dihasilkan pada proses pembakaran. Oleh karena itu temperatur yang dihasilkan pada proses pembakaran yang mengandung CO2sebagai reaktan memiliki besar temperatur yang lebih rendah.Salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi pembakaran biogas yang tidak dimurnikan sebelumnya adalah dengan menambahkan banyak oksidator yang tersedia. Dengan adanya kelebihan oksidator diharapkan kandungan bahan bakar terbakar secara menyeluruh tanpa ada sisa bahan bakar yang tidak terbakar. Akan tetapi penambahan oksidator yang terlalu berlebihan juga akan berefek mendinginkan temperatur dari hasil pembakaran. Selain itu semakin besarnya laju aliran massa dari reaktan beresiko menimbulkan terjadinya blow off pada pembakaran.Pada aplikasi pembakaran modern keberadaan CO2 sebagai gas yang terkandung dalam reaktan merupakan hal yang disengaja. Pada pembakaran menggunakan syngas diperlukan sebuah diluent untuk menurunkan resiko terjadinya ledakan. Penggunaan CO2 sebagai zat tambahan mengakibatkan kecepatan rambat api maksimum bergeser pada nilai equivalence ratio yang lebih tinggi yakni pada kondisi yang lebih lean-fuel (Lapalme, 2013). Pada pengamatan bunsen burner, seiring semakin meningkatnya kadar CO2 mengakibatkan penurunan kecepatan rambat api. Resiko terjadinya padamnya api akibat blow off yang terjadi ketika kecepatan aliran reaktan lebih tinggi daripada kecepatan rambat api, akan semakin besar. Hal ini berdampak pula pada konsumsi bahan bakar rata-rata yang semakin kecil jika dibandingkan dengan tidak adanya CO2 pada pembakaran CH4 (Cohe, 2009). Dengan penurunan kecepatan rambat api, maka besar resiko terjadinya ledakan pada tabung reservoir dapat terminimalisir (Janes, 2011). Persentase CO2 lebih dari 47.7% pada pembakaran CH4 dengan udara pada micro combustor akan menyebabkan api tidak dapat menyala. Akan tetapi seiring dengan bertambahnya persentase CO2 menyebabkan zona bereaksi api yang lebih luas (Bagheri, 2013).Semakin rendahnya temperatur yang dihasilkan pada proses pembakaran berpotensi memperkecil produksi NOx yang merupakan gas berbahaya. Meskipun demikian, dengan adanya CO2 pada sisi reaktan akan meningkatkan resiko terjadinya pembentukan gas carbon monoxide (CO) yang juga berbahaya bagi kesehatan. Tingginya kadar emisi gas CO pada dasarnya merupakan penurunan efisiensi dikarenakan untuk menghasilkan daya yang sama membutuhkan lebih banyak lagi bahan bakar (Amato, 2010).Dalam suatu proses pembakaran bahan bakar terjadi berbagai rantai reaksi kimia. Dengan menggunakan database kinetika reaksi dan aplikasi pengolah metode numeris, berbagai informasi mengenai kinetika reaksi dapat diprediksi. Simulasi numeris merupakan salah satu solusi untuk memecahkan masalah pembakaran. Dengan semakin banyaknya penelitian eksperimental terdahulu yang dapat digunakan sebagai acuan, membuat simulasi numeris saat ini menjadi semakin robust dan hasil dari perhitungannya semakin akurat. Perkembangan teknologi di bidang komputerisasi juga turut menunjang penelitian berbasis simulasi numeris menjadi lebih mudah. Simulasi numeris secara umum dapat menyediakan hasil analisa yang dapat dipertimbangkan dalam waktu yang relatif cepat dan biaya yang jauh lebih terjangkau apabila dibandingkan dengan penelitian berbasis eksperimental. Sehingga hasil dari perhitungan secara numeris dapat dijadikan acuan dalam proses pengkondisian campuran bahan bakar dan oksidator. Pada artikel ini dibahas mengenai reaksi-reaksi yang berpengaruh dalam pembentukan gas buang pada pembakaran biogas dengan oksidator udara. Komputasi dilakukan dengan menggunakan bantuan dari program Cantera 2.2.1 (Goodwin D.G., 2004). Cantera merupakan sebuah kumpulan paket perintah-perintah pemrograman berbasis objek yang didistribusikan secara open source. Dibuat pertama kali oleh David Goodwin di Laboratorium Nasional Sundial Amerika Serikat dan masih banyak dikembangkan sampai saat ini. Mekanisme pembakaran gas alam GRI-Mech 30 (Smith et al., 1999) digunakan pada artikel ini. Di mana pada mekanisme ini terdapat data reaksi kimia dan laju konstanta pada pembakaran gas alam. Mekanisme ini terdiri dari 325 reaksi dan 53 spesies yang didapat dari analisa eksperimenta
Pemanfaatan Limbah Tebu sebagai Bioenergi Berkelanjutan di Indonesia
Konsep bioenergi dari limbah pertanian seperti limbah tebu berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia, dengan pertimbangan tidak terjadi kompetensi dengan produksi makanan. Disisi lain, permasalahan lingkungan seperti perubahan iklim dan pemanasan global akibat meningkatnya efek gas rumah kaca (GRK), menurunnya cadangan bahan bakar fosil, dan ketidakstabilan harga minyak bumi semakin mendorong pengembangan residu biomasa sebagai alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Di Indonesia, dukungan pemerintah melalui regulasi dan kebijakan tentang peningkatan produksi dan konsumsi bioenergi berkelanjutan mulai dipromosikan pada tahun 2006. Berawal dengan diterbitkannya Peraturan Presiden RI No 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang menjelaskan bahwa pada tahun 2025 bauran penggunaan energi primer (primary energy mix) dengan cara meningkatkan substitusi konsumsi bahan bakar nabati (biofuel) dan energi baru terbarukan lainnya seperti biomassa menjadi 5%. Berdasarkan uraian sederhana tersebut, selanjutnya dalam bab ini akan dijelaskan secara detail potensi limbah tebu sebagai bahan baku bioenergi, pemanfaatan dan karakteristik limbah tebu saat ini. Dukungan teknologi konversi sebagai faktor utama penentu kualitas dan kuantitas bioenergi yang dihasilkan. Terakhir visi atau gambaran masa depan pengembangan limbah tebu sebagai biofuel diperkenalkan pada sub-bab terakhir