2686 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pencampuran Minyak Plastik (Low Density Polyetylene) dengan Pertamax Terhadap Profil Nyala Api Premixed
Plastic oil has great potential in the utilization of renewable energy both in Indonesia and in the world. Plastic oil (Low Density Polyethylene) is a fuel produced from the pyrolysis process of plastic waste and has an octane value of 81.6, so the quality of the fire is low. This study aims to improve the quality of plastic oil fire, namely by mixing plastic oil with Pertamax fuel. Plastic oil as the main material while Pertamax as an additional material, with variations in the composition of the Pertamax mixture ranging from 20% to 80%. Fire characteristics seen during the research process are flame height, flame temperature and flame color with premixed combustion using a burner. From the results of fire color research, there is an increase in blue color with each addition of Pertamax fuel to plastic oil. The blue color itself means that the fuel has a high calorific value. The increase also occurred in the height of the fire where the height of the fire increased with each addition of Pertamax fuel to plastic oil. Likewise, the fuel temperature increased when Pertamax was added, because Pertamax has a better heating value than plastic oil. From these three things it can be concluded that by providing the addition of Pertamax fuel, it is able to improve the quality of the flame from the processing of plastic waste, namely in the form of plastic oil
IDENTIFIKASI HAMA DAN PENYAKIT PADA BUDIDAYA BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN APLIKASI PUPUK LIMBAH ULAT SUTRA
ABSTRAKProduktivitas bawang merah di Indonesia masih rendah sebesar 9,24 ton/ha. Hal ini karena penggunaan bibit yang kurang bermutu, media tanam yang kurang baik dan akibat serangan hama penyakit. Penggunaan insektisida secara intensif membahayakan konsumen. Salah satu metode pengendalian hama dan penyakit adalah metode kultur teknis. Maraknya budidaya ulat sutra mengakibatkan limbah ulat sutra juga banyak. Jika limbah tidak dikelola dengan baik dapat mengakibatkan penyakit bagi ulat sutra dan mencemari lingkungan. Oleh karena itu dilakukan penelitian menggunakan pupuk limbah kotoran ulat sutra untuk mengurangi pengunaan dosis pupuk kimia tanpa menurunkan pertumbuhan dan produksi bawang merah serta dapat menekan serangan hama pada tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan di screen house, Science Techno Park Unitri pada Agustus-Oktober 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 perlakuan pupuk limbah ulat sutra dan NPK 16-16-16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 (pupuk limbah ulat sutra:sekam bakar (1:1) dosis 200 g/polybag + NPK 16-16-16 100 kg/ha = 4,5 g/polybag) dan P6 (pupuk limbah ulat sutra: sekam bakar (2:1) dosis 200 g/polybag + NPK 16-16-16 dosis 100 kg/ha = 4,5 g/polybag) memiliki bobot umbi bawang merah/rumpun lebih besar dibanding perlakuan lainnya, berturut-turut 35,46 g/rumpun dan 28,04 g/rumpun. Hama yang terdapat pada bawang merah adalah Agrotis ipsilon, Spodoptera litura, Spodoptera exigua dan penyakit yang ditemukan pada bawang merah adalah penyakit bercak yang diakibatkan Alternaria porri dan Fusarium oxysporum. Pada perlakuan P2 hama yang menyerang sebesar 33,33% dan pada perlakuan P6 hama yang menyerang sebesar 11,11%. Pada kedua perlakuan tersebut tetapi tidak ada penyakit yang menyerang. ABSTRACTThe productivity of shallots in Indonesia is still low at 9.24 tonnes/ha. This is due to the use of inferior quality seeds, poor planting media and pests and diseases. The intensive use of insecticides endangers consumers. One of the pest and disease control methods is the technical culture method. The rise of silkworm cultivation resulted in a lot of silkworm waste. If waste is not managed properly it can cause disease for silkworms and pollute the environment. Therefore, research was carried out using silkworm manure to reduce the use of chemical fertilizer doses without reducing the growth and production of shallots and suppressing pest attacks on shallots. The research was conducted at the screen house, Science Techno Park Unitri in August-October 2022. The research used a Randomized Block Design (RBD) with 10 treatments of silkworm waste fertilizer and NPK 16-16-16. The results showed that treatment P2 (silkworm waste fertilizer: roasted husks (1:1) dose of 200 g/polybag + NPK 16-16-16 100 kg/ha = 4.5 g/polybag) and P6 (silkworm waste fertilizer : roasted husks (2:1) dose of 200 g/polybag + NPK 16-16-16 dose of 100 kg/ha = 4.5 g/polybag) had a greater weight of shallot bulbs/clump compared to other treatments, respectively 35.46 g/clump and 28.04 g/clump. The pests found on shallots are Agrotis ipsilon, Spodoptera litura, Spodoptera exigua and the diseases found on shallots are spotting disease caused by Alternaria porri and Fusarium oxysporum. In the P2 treatment the attacking pests were 33.33% and in the P6 treatment the attacking pests were 11.11%. In both treatments, there was no disease that attacked
UPAYA PENINGKATAN SERAPAN UNSUR HARA DAN HASIL BAWANG MERAH DI INCEPTISOLS MALANG MELALUI OPTIMALISASI DOSIS PUPUK MAJEMUK
ABSTRAKKabupaten Malang termasuk salah satu wilayah penghasil bawang merah terbesar di Jawa Timur pada tahun 2012-2019. Luas panen bawang merah di propinsi Jawa Timur pada tahun 2019 mencapai 42.962 hektar. Produksi bawang merah mengalami peningkatan, namun produktivitas bawang merah nasional masih tergolong rendah. Hal ini diduga akibat rendahnya kesuburan tanah maupun pemupukan yang kurang tepat. Upaya peningkatan produksi dapat dilakukan dengan aplikasi pupuk majemuk. Penelitian dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 8 perlakuan yaitu M0 (kontrol), M1 (100% pupuk dasar), M2 (50% pupuk majemuk), M3 (75% pupuk majemuk), M4 (100% pupuk majemuk), M5 (125% pupuk majemuk), M6 (150% pupuk majemuk) dan M7 (200% pupuk majemuk) dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk majemuk NPS (16:20:16) mempengaruhi pertumbuhan tanaman (panjang dan jumlah daun), produksi bawang merah (diameter umbi, bobot basah dan bobot kering umbi), dan serapan unsur hara tanaman. Pupuk majemuk NPS (50%-200%) tidak mempengaruhi pertumbuhan bawang merah, tetapi mempengaruhi produksi umbi bawang merah dan serapan N serta K. Pupuk majemuk NPS dosis 200% (setara 550 kg/ha) mampu meningkatkan produksi umbi bawang merah yang lebih banyak dibandingkan dengan dosis 50% dan 150% (setara 137,5 kg/ha dan 412,5 kg/ha). Pupuk majemuk NPS dosis 200% menurunkan pH tanah. ABSTRACTMalang Regency is one of the largest shallot producing regions in East Java in 2012-2019. The shallot harvested area in East Java province in 2019 reached 42,962 hectares. Shallot production has increased, but the national shallot productivity is still relatively low. This is thought to be due to low soil fertility and inappropriate fertilization. Efforts to increase production can be done with the application of compound fertilizers. The research was conducted in the experimental field of the Faculty of Agriculture, University of Brawijaya in Jatimulyo Village, Lowokwaru District, Malang City. The study was designed using a randomized block design (RBD) consisting of 8 treatments, namely M0 (control), M1 (100% basic fertilizer), M2 (50% compound fertilizer), M3 (75% compound fertilizer), M4 (100% compound fertilizer) , M5 (125% compound fertilizer), M6 (150% compound fertilizer) and M7 (200% compound fertilizer) with 3 replications. The results showed that NPS compound fertilizer (16:20:16) affected plant growth (length and number of leaves), onion production (tuber diameter, tuber fresh and dry weight), and plant nutrient uptake. NPS compound fertilizer (50%-200%) does not affect shallot growth, but affects shallot bulb production and N and K uptake. NPS compound fertilizer dose of 200% (equivalent to 550 kg/ha) can increase shallot bulb production which is more than the doses of 50% and 150% (equivalent to 137.5 kg/ha and 412.5 kg/ha). The NPS compound fertilizer at a dose of 200% lowers soil pH
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN TERHADAP PUPUK UREA DAN BAKTERI FOTOSINTESIS
ABSTRAKKailan bergizi tinggi, memiliki prospek bagus dan disukai masyarakat. Produksi kailan semakin berkurang sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan produksinya, di antaranya adalah dengan pemupukan. Pemanfaatan pupuk anorganik berperan untuk membantu proses budidaya tanaman, namun perlu diimbangi dengan senyawa organik untuk menjaga kesehatan tanah. Air limbah kolam ikan selama ini belum dimanfaatkan padahal masih memiliki peluang untuk diolah menjadi pupuk dalam bentuk bakteri fotosintesis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh pupuk urea dan bakteri fotosintesis terhadap komponen pertumbuhan dan produksi tanaman kailan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah pupuk urea dan faktor kedua adalah dosis bakteri fotosintesis. Faktor pertama terdiri dari R0= kontrol; R1= 5 g/polibag dan R2= 10 g/polibag. Faktor kedua terdiri dari B0 = 0 ml; B1 =10 ml / 2 liter per polibag dan B2 = 20 ml/2 l per polibag. Setiap perlakuan diulang tiga kali. Interaksi antara perlakuan urea dan bakteri fotosintesis menunjukkan pengaruh yang nyata hanya pada tinggi tanaman kailan. Tanaman kailan paling tinggi diperoleh pada interaksi perlakuan R2B1 dan R2B2, yaitu 20,14 dan 19,53. Tanaman kailan paling rendah terdapat pada perlakuan R0B1 dan R1B1 yaitu sebesar 17,46 dan 17,26. Aplikasi pupuk urea tidak berpengaruh nyata pada variabel pertumbuhan dan produksi tanaman kailan. Aplikasi bakteri fotosintesis berbeda nyata terhadap parameter jumlah daun dan luas daun  serta bobot segar akar tanaman kailan. Aplikasi bakteri fotosintesis B2 (20 ml) memberikan jumlah daun, luas daun dan bobot segar akar yang lebih besar dibanding kontrol. ABSTRACT Kailan is highly nutritious, has good prospects and is liked by the community. Kailan production is decreasing so efforts are needed to increase its production, one of which is by fertilizing. The use of inorganic fertilizers plays a role in helping the process of cultivating plants, but it needs to be balanced with organic compounds to maintain soil health. So far, fish pond wastewater has not been utilized even though it still has the opportunity to be processed into fertilizer in the form of photosynthetic bacteria. The purpose of this study was to examine the effect of urea fertilizer and photosynthetic bacteria on the growth and production components of cauliflower. The experimental design used was a factorial randomized block design (RBD). The first factor is urea fertilizer and the second factor is the dose of photosynthetic bacteria. The first factor consists of R0 = control; R1 = 5 g/polybag and R2 = 10 g/polybag. The second factor consists of B0 = 0 ml; B1 = 10 ml / 2 liters per poly bag and B2 = 20 ml / 2 l per poly bag. Each treatment was repeated three times. The interaction between urea and photosynthetic bacteria showed a significant effect only on kailan plant height. The highest kailan plants were obtained in the interaction of the R2B1 and R2B2 treatments, namely 20.14 and 19.53. The lowest kailan plants were found in the R0B1 and R1B1 treatments, namely 17.46 and 17.26. The application of urea fertilizer had no significant effect on the growth and yield of cauliflower. The application of photosynthetic bacteria significantly differed on the parameters of the number of leaves and leaf area as well as fresh weight of roots of cauliflower. The application of photosynthetic bacteria B2 (20 ml) gave a greater number of leaves, leaf area and root fresh weight than the control
Analisis SMOTE Pada Klasifikasi Hepatitis C Berbasis Random Forest dan Naïve Bayes
Menurut WHO, orang yang terinfeksi virus Hepatitis C tercatat sekitar 71 juta orang pada 2019. Hanya 49,7% orang yang menyadari adanya penyakit Hepatitis C. Pencegahan dini penting dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan buruk terjadi. Untuk memaksimalkan upaya ahli medis dalam meminimalisir risiko penularan, dibuat program yang mampu mengklasifikasikan penyakit Hepatitis C dengan sistem deteksi otomatis menggunakan model machine learning. Random Forest dipilih karena mampu menangani outlier dan imbalance data sehingga mampu menghasilkan nilai akurasi yang tinggi serta mampu mengidentifikasi fitur-fitur yang penting. Naïve Bayes dipilih karena algoritmanya yang sederhana, namun mampu menghasilkan nilai akurasi tinggi. Setelah dilakukan pengujian pada kedua model, dilakukan perhitungan terhadap hasil prediksi menggunakan formula confusion matrix. Hasil pengujian menunjukkan dengan menerapkan model Random Forest tanpa SMOTE sebesar 93% dan Naïve Bayes tanpa SMOTE sebesar 88%. Sehubungan dengan adanya imbalance data pada dataset, maka dilakukan teknik oversampling menggunakan metode SMOTE. Hasil pengujian yang diperoleh dari menerapkan model Random Forest dengan SMOTE sebesar 98% dan Naïve Bayes dengan SMOTE sebesar 89%
PENGARUH EMOTIONAL INTELLIGENCE DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI YANG DIMEDIASI BUDAYA ORGANISASI DINAS KESEHATAN KOTA PASURUAN
ABSTRACT  The purpose of this study was to determine the effect of emotional intelligence and motivation on employee performance mediated by organizational culture. This study uses a quantitative research design with an explanatory type of research. The population in this study were all ASN employees of the Pasuruan City Health Office, totaling 291 employees. Determination of the number of samples based on the slovin formula found to be 74 employees. Inferential statistical methods used with SmartPLS. The results concluded that emotional intelligence is not able to significantly improve employee performance. Motivation is not able to significantly improve employee performance. Emotional intelligence is able to significantly improve organizational culture. Motivation is able to significantly improve organizational culture. Organizational culture is able to significantly improve employee performance. Emotional intelligence is able to significantly improve employee performance which is fully mediated by organizational culture. Means motivation is able to significantly improve employee performance which is fully mediated by organizational culture.Keywords: Emotional Intelligence, Motivation, Organizational Culture, Employee Performance. ABSTRAK  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh emotional intelligence dan motivasi terhadap kinerja pegawai yang dimediasi budaya organisasi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian ekplanatory. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pegawai ASN Dinas Kesehatan Kota Pasuruan yang berjumlah 291 pegawai. Penentuan jumlah sampel berdasarkan rumus slovin yang ditemukan sebesar 74 pegawai. Metode statistik inferensial yang digunakan dengan SmartPLS.Hasil penelitian menyimpulkan emotional intelligence tidak mampu secara signifikan meningkatkan kinerja pegawai. Motivasi tidak mampu secara signifikan meningkatkan kinerja pegawai. Emotional intelligence mampu secara signifikan meningkatkan budaya organisasi. Motivasi mampu secara signifikan meningkatkan budaya organisasi. Budaya organisasi mampu secara signifikan meningkatkan kinerja pegawai. Emotional intelligence mampu secara signifikan meningkatkan kinerja pegawai yang dimediasi penuh oleh budaya organisasi. Berarti motivasi mampu secara signifikan meningkatkan kinerja pegawai yang dimediasi penuh oleh budaya organisasi. Kata Kunci: Emotional Intelligence, Motivasi, Budaya Organisasi, Kinerja Pegawai.  Â
IMPLEMENTASI PENAMPIL INFORMASI ELEKTRONIK RUNNING TEXT BERBASIS WIFI PADA PEMEAN CAFE KAMPUNG WISATA MBESUK
Kampung Mbesuk Ambyar, yang berlokasi di Kelurahan Tunjungsekar, Malang, memiliki potensi sebagai desa wisata dengan beragam inisiatif masyarakat dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu UMKM kuliner yang menonjol adalah Pemean Cafe, dijalankan oleh warga RT 01 RW 01 dengan semangat gotong royong. Politeknik Negeri Malang berkolaborasi dengan cafe ini dalam upaya memajukan usahanya melalui pemasangan running text berbasis WiFi.Tujuan utama dari pemasangan running text ini adalah untuk meningkatkan daya tarik Pemean Cafe, menarik minat konsumen yang melewati Jalan Tunjungsekar, serta meningkatkan nilai estetika cafe. Metode pelaksanaan proyek pengabdian kepada masyarakat melibatkan koordinasi dengan mitra, perancangan dan implementasi running text berbasis WiFi, serta pelatihan penggunaan dan perawatan peralatan kepada tim pengabdian dan mitra.Proses perancangan running text melibatkan uji fungsionalitas, keandalan, dan antarmuka pengguna. Rangkaian LED Dot Matrix P10 digunakan dalam tiga display yang menampilkan informasi berjalan secara horizontal, menyajikan konten mengenai menu, promo, dan pesan khusus.Melalui aplikasi LedArt, mitra dapat mengatur dan memperbarui konten running text dengan mudah. Dampaknya adalah meningkatnya pengetahuan dan kemampuan mitra dalam menggunakan teknologi ini. Diharapkan, pemasangan running text berbasis WiFi dapat berkontribusi dalam peningkatan pendapatan dan kesejahteraan warga Kampung Mbesuk Ambyar RW 01.Pendirian Pemean Cafe UMKM warga RT 01 RW 01 Tunjungsekar Kampung Mbesuk Malang didasari oleh inisiasi warga untuk mengelola usaha bersama dengan prinsip gotong royong. Dengan mengandalkan menu yang diproduksi dari dapur warga sekitar, konsep unik ini diharapkan bisa menambah pendapatan warga. Instalasi running text sebagai media publikasi digital di Pemean Cafe UMKM didasari oleh akses cafe tersebut yang masuk ke dalam gang dari akses jalan utama Kelurahan Tunjungsekar sehingga menyebabkan berkurangnya informasi tentang cafe tersebut oleh konsumen. Letak pemasangan dipilih seoptimal mungkin sehingga mudah dilihat oleh konsumen. Diperlukan penambahan Light Dependent Resistor (LDR) sehingga masyarakat tidak perlu setiap hari mengoperasikan ON/OFF running text beserta lampu penerangan tersebut, karena sudah bisa bekerja secara otomatis. Dengan adanya pemasangan running text diharapkan dapat menarik minat konsumen yang melewati jalan Tunjungsekar sekaligus menambah nilai estetika dari cafe tersebut. Kemudian diharapkan masyarakat bisa merasakan dampaknya pasca pemasangan running text di gang masuk Pemean Cafe, dengan bertambahnya konsumen yang berdatangan akan menambah penghasilan warga sekitar. Kemudian masyarakat tidak perlu setiap harinya mengoperasikan ON/OFF running text tersebut, karena sudah bisa bekerja secara otomatis. Dengan begitu manfaat dari pemasangan lampu running text dengan pengoperasian automatic, masyarakat tidak perlu ON/OFF lampu penerangan setiap waktu
Pengembangan Wisata Kuliner Desa Sumberejo Kulon Melalui Pelatihan Digital Marketing dan Cooking Practice
Desa Sumberejo Kulon memiliki berbagai potensi yang belum dikembangkan dengan baik. Beberapa diantaranya adalah ikan kolam air tawar. Salah satu andalan BUMDes Sumber Mulyo milik Desa Sumberejo Kulon adalah wisata kuliner Mbalong Kawuk. Permasalahan Mitra adalah Mbalong Kawuk tidak memiliki produk khas yang cukup mumpuni yang sesuai dengan perkembangan zaman dan Mitra tidak memiliki kemampuan untuk mempromosikan produk BUMDes. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi mitra maka solusi yang diusulkan adalah demo memasak sekaligus pelatihan pengolahan menu masakan dari sumber daya alam desa serta penyuluhan digital marketing. Kegiatan pengabdian berjalan dengan lancar dan baik. Pada kegiatan demo memasak, masakan yang didemokan adalah gurami asam manis, rolade patin, tahu bakso patin. Demo memasak dilaksanakan dan diikuti oleh 15 orang. Metode kedua adalah penyuluhan digital marketing yang dihadiri oleh 38 orang. Tujuan diadakan pelatihan digital marketing adalah untuk membantu mempromosikan produk Bumdes atau UMKM para masyarakat sendiri. Sebelum kegiatan, tim melakukan pendataan dan tercatat hanya 10.52% peserta yang memahami konsep digital marketing melalui media sosial. Setelah pelatihan dilangsungkan, tim kembali melakukan pendataan, dan terdapat peningkatan signifikan yakni 92.10% peserta memahami digital marketing melalui media sosial.Desa Sumberejo Kulon memiliki berbagai potensi yang belum dikembangkan dengan baik. Beberapa diantaranya adalah ikan kolam air tawar. Salah satu andalan BUMDes Sumber Mulyo milik Desa Sumberejo Kulon adalah wisata kuliner Mbalong Kawuk. Permasalahan Mitra adalah Mbalong Kawuk tidak memiliki produk khas yang cukup mumpuni yang sesuai dengan perkembangan zaman dan Mitra tidak memiliki kemampuan untuk mempromosikan produk BUMDes. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi mitra maka solusi yang diusulkan adalah Demo memasak sekaligus pelatihan pengolahan menu masakan dari sumber daya alam desa serta penyuluhan digital marketing. Kegiatan pengabdian berjalan dengan lancar dan baik. Pada kegiatan demo memasak, masakan yang didemokan adalah gurami asam manis, rolade patin, tahu bakso patin. Demo memasak dilaksanakan dan diikuti oleh 15 orang. Metode kedua adalah penyuluhan digital marketing yang dihadiri oleh 38 orang. Tujuan diadakan pelatihan digital marketing adalah untuk membantu mempromosikan produk Bumdes atau UMKM para masyarakat sendiri. Sebelum kegiatan, tim melakukan pendataan dan tercatat hanya 10.52% peserta yang memahami konsep digital marketing melalui media sosial. Setelah pelatihan dilangsungkan, tim kembali melakukan pendataan, dan terdapat peningkatan signifikan yakni 92.10% peserta memahami digital marketing melalui media sosial
UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PENGRAJIN USUK BAMBU DIDESA GUNUNGREJO SINGOSARI KABUPATEN MALANG
Pada dasarnya industri pengrajin kasau bambu di pinggiran Kabupaten Malang tepatnya di dusun Krewe Gunungrejo Singosari Malang kurang lebih 75% dari jumlah penduduk 1 RW 303 KK dan 6 RT. Sebelum kemerdekaan silam sudah melakukan usaha kasau bambu, hanya berbekal alat palu, linggis, pahat, kapak, dan arit. Dengan bahan dasar bambu dapat dihasilkan kasau dan gedek.Pada dasarnya masalah yang dihadapi mitra ada dua aspek utama yaitu masalah produksi dan masalah manajemen adalah masalah proses perataan kasau bambu yang kurang bagus dan membutukan waktu yang lama, masih menggunakan sistem pemasaran konvensional yang ditawarkan dari desa ke desa atau door to door, masalah kontrol kualitas produk, kurangnya kontrol kualitas produk yang dapat menjamin kualitas produk, belum dilakukan pembukuan yang tertib, arus kas masih belum jelas, tidak ada neraca bulanan, dan sejenisnya, target luaran dan solusi dari program ini adalah memproduksi usuk bambu dengan kualitas yang lebih baik sehingga pengrajin lebih berkembang dan memiliki segmentasi pasar yang lebih luas, menghasilkan alat penghalus bambu yang dapat digunakan untuk menghaluskan bambu utuh menjadi satu usuk yang halus sehingga pembuatan kasau dari bambu tidak menjadi kendala dalam proses produksi, sehingga terjadi sistem pengelolaan keuangan pada perajin sehingga semua transaksi dapat tercatat dan ternalisa dengan baik
PENGARUH HARAPAN DAN SIKAP TERHADAP PENYESUAIAN DIRI TERHADAP KEBISINGAN LALU LINTAS KENDARAAN BERMOTOR
Persoalan lingkungan hidup adalah merupakan isu yang sangat penting saat ini. Penurunan kualitas lingkungan terus terjadi sebagai akibat dari aktivitas manusia yang semakin kompleks. Penggunaan bahan, material, alat dan sarana-prasarana teknologi yang digunakan telah menghasilkan limbah yang bersifat polutif. Polusi telah memapar sungai, lautan dan daratan. Di kota-kota besar khususnya, selain pencemaran yang berupa limbah padat, cair dan gas, juga kebisingan. Tingkat kebisingan lalu lintas yang melebihi ambang batas ketentuan Kep Meneg Lingkungan Hidup No. 48 tahun 1996 bisa mengganggu masyarakat yang terpapar kebisingan, baik secara fisiologis maupun psikologis. Penelitian yang mengungkap pengaruh harapan dan sikap masyarakat terhadap penyesuaian diri terhadap kebisingan lalu lintas kendaraan bermotor ini dilakukan di seluruh ruas jalan kota Malang. Simpulan yang didapat adalah, bahwa harapan responden terhadap kebisingan lalu lintas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap sikap dan penyesuaian diri responden. Sedangkan sikap responden terhadap kebisingan lalu lintas berpengaruh secara signifikan terhadap penyesuaian diri responden terhadap kebisingan lalu lintas kendaraan bermotor