2686 research outputs found
Sort by
Ketidakstabilan Nyala Api Bahan Bakar Minyak Kapuk dan Karakteristiknya
Potenѕі ỵang beѕar terꓒapat paꓒa mіnỵak nabatі (mіnỵak ỵang beraѕal ꓒarі tumbuhan) ѕepertі mіѕalnỵa mіnỵak ỵang ꓒіhaѕіlkan ꓒarі bіjі kapuk ỵang tumbuh subur ꓒі negara. ꓒengan іklіm tropіѕ ѕepertі ꓒі Іnꓒoneѕіa. Pemanfaatan mіnỵak bіjі kapuk bіѕa berupa bіoꓒіeѕel, koѕmetіk, ꓒan ѕebagaіnỵa (Hanꓒoỵo, 2007). biofuel (mіnỵak nabatі) ỵang terbⴎat ꓒarі mіnỵak bіjі kapuk ꓒіmanfaatkan. ѕebagaі bahan bakar.ekonomіѕ ꓒalam proѕeѕ pembakaran ỵang mana ꓒіantaranỵa aꓒalah pembakaran premіxeꓒ. Pembakaran premіxeꓒ ѕerіng ꓒіgⴎnakan untuk pembakaran paꓒa bunsen burner, meѕіn otto, ꓒan laіn-laіn. Pembakaran. premіxeꓒ terjaꓒі ꓒіmana udara (okѕіgen+nіtrogen) ꓒan bahan bakar berϲampⴎr ꓒahⴎlⴎ ѕebelⴎm ꓒіbakar. Nіlaі temperatⴎr ⴎap ỵang beraѕal ꓒarі mіnỵak bіjі kapⴎk pⴎnỵa peranan terѕenꓒіrі terhaꓒap proѕeѕ pembakaran premіxeꓒ ỵang terjaꓒі ꓒі rⴎang bakar. Ѕemakіn tіnggі nіlaі temperatⴎr ⴎapnỵa maka ϲampⴎran bahan bakar ꓒan ⴎꓒara menjaꓒі ѕemakіn.mⴎꓒah terbakar. Hal іnі karena atom-atom menjaꓒі.ѕemakіn mⴎꓒah .bertⴎmbⴎkan. Paꓒa rentang temperatⴎr ỵang tertentⴎ terꓒapat fenomena terjaꓒіnỵa pemanaѕan ѕebanỵak ꓒⴎa, ꓒіmana aѕam lemak mengⴎap terlebіh ꓒahⴎlⴎ ꓒan terbakar, kemⴎꓒіan ꓒііkⴎtі oleh pengⴎapan glіѕerol ꓒan lalⴎ terbakar. Aꓒanỵa perbeꓒaan tіtіk ⴎap іtⴎlah ỵang memіϲⴎ ketіꓒakѕtabіlan nỵala apі akіbat keϲepatan pembakarannỵa ỵang berbeꓒa. Beberapa ϲontoh keaꓒaan ỵang ꓒіpіϲⴎ karena apі tіꓒak ѕtabіl aꓒalah fenomena terjaꓒіnỵa lіft-off ꓒan blow-off (Kⴎrnіawan, 2006). Jіka ϲepat rambat apі lebіh ꓒarі keϲepatan gaѕ reaktan, maka apі bergerak menjaⴎhі nozzle-tіp. Fenomena іnі ꓒіѕebⴎt lіft-off ꓒan jіka keϲepatan reaktan terⴎѕ menіngkat ꓒapat menỵebabkan terjaꓒіnỵa blow-off (apі paꓒam). Fenomena terѕebⴎt ỵang menjaꓒі penỵebab meѕіn (engіne) berbahan bakar bіoꓒіeѕel ѕerіng maϲet (ѕⴎѕah/tіꓒak maⴎ menỵala) ꓒan performanỵa tⴎrⴎn ѕіgnіfіkan ꓒarіpaꓒa jіka menggⴎnakan bahan bakar ѕolar. Potenѕі beѕar terꓒapat paꓒa mіnỵak nabatі, ϲontohnỵa mіnỵak bіjі kapⴎk, ꓒі negara berіklіm tropіѕ ѕepertі Іnꓒoneѕіa. Penggⴎnaan mіnỵak bіjі kapⴎk ꓒapat berⴎpa bіoꓒіeѕel ataⴎ bahan bakar mіnỵak bіjі kapⴎk mⴎrnі (Hanꓒoỵo, 2007). Bіofⴎel ꓒarі mіnỵak bіjі kapⴎk ꓒapat ꓒіaplіkaѕіkan ѕebagaі bahan bakar ỵang ekonomіѕ ꓒalam proѕeѕ pembakaran, ѕalah ѕatⴎnỵa aꓒalah pembakaran premіxeꓒ. Proѕeѕ pembakaran premіxeꓒ ⴎmⴎmnỵa ꓒіgⴎnakan paꓒa pembakaran bⴎnѕen bⴎrner, meѕіn otto, ꓒan ѕejenіѕnỵa. Paꓒa pembakaran premіxeꓒ, ⴎꓒara ꓒan bahan bakar ꓒіϲampⴎr terlebіh ꓒahⴎlⴎ ѕebelⴎm ꓒіbakar. Temperatⴎr ⴎap mіnỵak bіjі kapⴎk memaіnkan peran pentіng ꓒalam proѕeѕ pembakaran premіxeꓒ ꓒі rⴎang bakar. Ѕemakіn tіnggі temperatⴎr ⴎapnỵa, ϲampⴎran bahan bakar ꓒan ⴎꓒara ѕemakіn mⴎꓒah terbakar karena atom-atomnỵa lebіh mⴎꓒah bertⴎmbⴎkan. Paꓒa ѕⴎhⴎ tertentⴎ, terjaꓒі ꓒⴎa kalі proѕeѕ pemanaѕan; aѕam lemak mengⴎap ꓒan terbakar terlebіh ꓒahⴎlⴎ, ꓒііkⴎtі oleh pengⴎapan glіѕerol ỵang kemⴎꓒіan jⴎga terbakar. Perbeꓒaan tіtіk ⴎap іnі menỵebabkan ketіꓒakѕtabіlan nỵala apі karena keϲepatan pembakarannỵa ỵang berbeꓒa. Fenomena ѕepertі lіft-off ꓒan blow-off (Kⴎrnіawan, 2006) mⴎnϲⴎl akіbat ketіꓒakѕtabіlan nỵala apі terѕebⴎt. Jіka ͼepat rambat apі .lebіh keϲіl ꓒarіpaꓒa keϲepatan gaѕ reaktan, apі akan menjaⴎhі nozzle-tіp, ỵang .ꓒіѕebⴎt ѕebagaі lіft-off, ꓒan jіka keϲepatan reaktan terⴎѕ menіngkat, bіѕa menỵebabkan blow-off (apі paꓒam). Fenomena іnі ѕerіng menỵebabkan meѕіn berbahan bakar bіoꓒіeѕel mengalamі maѕalah ѕepertі ѕerіng maϲet (ѕⴎѕah/tіꓒak maⴎ menỵala) ꓒan penⴎrⴎnan performa ỵang ѕіgnіfіkan ꓒіbanꓒіngkan menggⴎnakan bahan bakar ѕolar
Penerapan Metode Algoritma Apriori pada Bisnis Kain Adat NTT
Kain adat merupakan bagian penting dari warisan budaya suatu daerah. Nusa Tenggara Timur terkenal dengan kain tenun khas daerah yang memiliki motif yang unik dan beragam bahkan sudah terkenal sampai manca negara. Kain-kain adat NTT memiliki corak dan motif yang unik, mencerminkan keindahan seni dan kebudayaan lokal (Global et al., n.d.).Dalam menghadapi perkembangan bisnis yang semakin kompetitif dan berubahnya pola perilaku konsumen, pelaku bisnis kain adat NTT perlu memanfaatkan teknologi dan metode analisis data untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memahami preferensi pelanggan. Algoritma yang dapat digunakan dalam penyelesaian permasalahan ini adalah algoritma Apriori (Lestari & Hafiz, 2020). Apriori merupakan algoritma pencarian asosiasi yang digunakan untuk mencari kombinasi antar item-item dalam dataset yang mempunyai  hubungan antara item dengan memperhatikan nilai minumum support dan confidence. Algoritma ini memanfaatkan prinsip apriori, yaitu jika suatu itemset adalah itemset yang sering muncul dalam dataset, maka subsetnya juga harus sering muncul (Hartono & Sianturi, 2021).Dalam konteks bisnis kain adat NTT, penerapan algoritma apriori memiliki potensi yang besar. Pertama, algoritma apriori dapat membantu dalam pengelolaan persediaan (Rambu Babang & Rachmad Rinata, 2019). Dengan menganalisis data penjualan dan preferensi pelanggan, algoritma dapat mengidentifikasi kombinasi kain adat yang sering dibeli bersamaan atau dipilih oleh pelanggan. Informasi ini dapat digunakan untuk mengoptimalkan persediaan dengan memprioritaskan stok kain adat yang paling diminati, menghindari kelebihan persediaan, dan meminimalkan risiko barang yang tidak terjual (Lienata et al., 2021).Selain itu, algoritma apriori juga dapat membantu dalam meningkatkan efisiensi produksi (Ariyanto et al., 2019). Dengan menganalisis pola pembelian dan preferensi pelanggan, bisnis kain adat NTT dapat mengidentifikasi kombinasi kain adat yang paling diminati atau desain yang sering dicari. Informasi ini dapat digunakan untuk mengarahkan upaya produksi ke kain-kain yang memiliki permintaan tinggi, mengoptimalkan penggunaan sumber daya seperti tenaga kerja dan bahan baku, serta mengurangi waktu produksi yang tidak perlu (Febrianto & Supriyanto, 2022).Selain itu, algoritma apriori juga dapat membantu bisnis kain adat NTT dalam memahami preferensi pelanggan. Dengan menganalisis data penjualan dan preferensi, bisnis dapat mengidentifikasi tren atau preferensi tertentu dalam hal motif, warna, atau jenis kain adat yang diminati oleh pelanggan. Informasi ini dapat digunakan untuk mengarahkan strategi pemasaran dan pengembangan item yang dijual, agar bisa memuaskan pelanggan serta dapat meningkatkan daya saing bisnis (Hartono & Sianturi, 2021). Dengan memanfaatkan algoritma apriori dalam bisnis kain adat NTT, pelaku bisnis dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan persediaan, meningkatkan kualitas produk, dan merespon kebutuhan pasar dengan lebih baik. Dalam era digital ini, penggunaan teknologi dan analisis data menjadi kunci sukses dalam menjaga keberlanjutan bisnis. Algoritma apriori memberikan keuntungan dalam mengambil keputusan yang didasarkan pada data dan pemahaman yang lebih mendalam tentang pelanggan dan pasar (Takdirillah, 2020). Beberapa penelitian yang menggunakan algoritma apriori, yaitu penelitian oleh Ade Fitria Lestari (2020) Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan algoritma apriori pada data penjualan Barbar Warehouse. Data penjualan yang terdiri dari informasi produk pelanggan dan volume penjualan menggunakan algoritma apriori digunakan dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebiasaan berbelanja, frekuensi kombinasi produk, preferensi pelanggan dan kebiasaan berbelanja di Barbar Warehouse. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi berharga kepada perusahaan yang akan memungkinkan mereka untuk menyempurnakan strategi penjualan mereka, mengoptimalkan penempatan produk di toko, dan menawarkan rekomendasi produk yang relevan kepada pelanggan(Lestari & Hafiz, 2020).Penelitian Muhammad Hartono (2023) bertujuan untuk menerapkan algoritma apriori untuk mengidentifikasi merek pakaian terpopuler di Darma Utama (DM Fashion). Dengan menggunakan algoritma apriori, penelitian ini berusaha untuk mengidentifikasi pola pembelian yang muncul secara bersamaan, asosiasi merek pakaian yang sering terjadi, serta preferensi pelanggan terhadap merek tertentu di DM Fashion. Dengan demikian, penelitian ini dapat membantu DM Fashion dalam mengambil keputusan yang lebih baik untuk meningkatkan penjualan dan kepuasan pelanggan (Hartono & Sianturi, 2021)
Implementasi Algoritma K-Means dalam Menganalisis Data Mahasiswa
Di era teknologi yang modern sekarang terdapat banyak cara yang dilakukan oleh manusia untuk menggumpulkan dan menyimpan data dari berbagai refererensi. K-Means adalah suatu teknik pengelompokan data yang mana keberadaan tiap-tiap titik data dalam suatu cluster ditentukan oleh derajat keanggotaan (Jim Bezdek, 1981). Metode yang digunakan untuk membagi rangkaian data menjadi beberapa group berdasarkan kesamaan-kesamaan yang telah ditentukan sebelumnya adalah bentuk clustering atau klasifikasi (Widodo, 2013). Algoritma K-Means dimulai dengan pembentukan partisi cluster diawal kemudian secara iteraktif partisi cluster ini diperbaiki hingga tidak terjadi perubahan yang signifikan pada partisi cluster (Written, 2011). Menurut Eko Prasetyo (2012) mengatakan bahwa metode K-Means ini mempartisi data ke dalam kelompok sehingga data berkarakteristik sama dimasukan kedalam satu kelompok yang sama dan data yang berkarakteristik berbeda dikelompokkan kedalam kelompok yang lain. Menurut Vulandari (2017:54). K-Means merupakan algoritma yang menetapkan nilai-nilai cluster (K) secara random, untuk sementara nilai tersebut menjadi pusat dari cluster yang biasa disebut centroid.Beberapa penelitian terdahulu yang menerapkan metode K-Means diantaranya penelitian Teguh Wibowo (2018), yang bertujuan untuk mengcluster siswa kelas unggulan menggunakan metode clustering dengan algoritma k-means, serta pemilihan atribut sesuai dengan kebutuhan di SMPN 02 Tasikmadu sehingga dihasilkan kelas unggulan yang diharapkan, yaitu 3 kelas favorit meliputi siswa-siswa pilihan yang memiliki nilai rapor sesuai dengan standar nilai kemampuan siswa agar dapat meningkatkan proses belajar sesuai nilai bakat kemampuan siswa mencapai hasil optimal. Selanjutnya, Nofrida Rif’atul Himmah (2016) mengembangkan sistem yang lebih efektif dalam pengelompokan prestasi akademik siswa, salah satu cara mengelompokkan data yang efektif adalah dengan menggunakan teknik data mining clustering, sehingga dapat memudahkan pekerjaan bagi wakil kepala sekolah bidang kurikulum mengetahui siswa yang mempunyai prestasi akademik baik, sedang dan kurang, yang bisa dijadikan acuan dalam membentuk kondisi kelas yang seimbang. Aniek Surya Kusuma dan Komang Sri Aryati (2019), membuat sistem yang terintegrasi dengan data siswa dan nilai siswa berbasis database sehingga saat nilai dibutuhkan sewaktu-waktu membuat laporannya akan lebih efektif dan efisien serta membandingkan nilai siswa dengan batas minimal nilai untuk masuk ke kelas A di SMP Negeri 3 Ubud.Pemanfaatan Pengelompokkan mahasiswa berdasarkan jurusan merupakan sebuah cara untuk mempermudah dalam menghitung jumlah mahasiswa dari setiap tahun. Data yang kami ambil, yaitu pengelompokan mahasiswa dari prodi teknik informatika mulai tahun 2019 -2022 di Universitas Widyagama Malang berdasarkan angkatan, asal dan jenis kelamin. Salah satu cara untuk menghitung jumlah mahasiswa teknik informatika dari setiap tahun yaitu menggunakan metode k-means atau clustering.Penenlitian ini bertujuan untuk mengetahui clasterisasi data mahasiswa. Batas masalah dari penelitian yang akan dilakukan adalah data yang digunakan, yaitu data mahasiswa TI Universitas Widyagama Malang 2019-2022. Analisis di lakukan dengan menggunakan algoritma k-means. Output yang di hasilkan yaitu pengelompokan data mahasiswa berdasarkan angkatan, asal dan jenis kelamin untuk membentuk centroid C1, C2 dan C3. Adapun 3 clsuter / variabel yang digunakan dalam pengelompokan data, yaitu berdasarkan jenis kelamin, angkat dan asal
Aplikasi Cerdas Deteksi Jumlah Kendaraan Bermotor Berbasis Video CCTV Lalu Lintas Realtime DISKOMINFO, Kota Malang
Sesuai dengan dinamika zaman, beberapa bidang dalam kehidupan sehari-hari selalu memanfaatkan teknologi. Salah satu aspek yang memanfaatkan teknologi pada bidang transportasi. Perkembangan aspek transportasi di negara Indonesia sangat pesat, sehingga menyebabkan kepadatan arus lalu lintas dijalan raya. Sesuai hasil analisis data dari bps.go.id, per tahun 2019-2021 jumlah kendaraan untuk mobil penumpang sebanyak 16.413.348 unit dan sepeda motor sebanyak 120.042.298 unit (https://www.bps.go.id/, 2023). Sesuai dengan kondisi tersebut, maka kuantitas kendaraan bermotor semakin meningkat, sedangkan fasilitas jalan pada kondisi sekarang belum bisa mengimbangi yang menyebabkan terjadi beberapa permasalahan lalu lintas (Sugiharto, 2019). Salah permasalahan yang sering muncul adalah kemacetan yang harus diberi pehatian dari dinas terkait dan masyarakat pengguna jalan raya (Kurniawan, Bayupati, & Wibawa, 2020). Dengan meningkatknya volume kendaraan bermotor dijalan raya, menyebabkan banyak kemacetan sehingga bisa memperlambat perjalanan pengguna jalan (Falaki, Gozali, Djuana, & Rambung, 2022). Dari permasalahan tersebut, tentunya dibutuhkan informasi kendaraan bermotor yang melintasi beberapa poros jalan utama, sehingga pembangunan maupun perbaikan kondisi jalan raya bisa lebih efisien dan efektif serta mereduksi problematika pada lalu lintas utamanya kemacetan (Mahantesh, Vedanth, Pooja, & Kulala, 2020). Untuk memperoleh data informasi kendaraan bermotor yang melewati jalan bisa diperoleh dengan berbagai metode. Pada kondisi sebelumnya proses kalkulasi kendaraan dilakukan dengan manual dengam memanfaatkan kemampuan manusia. Namun, seiring perkembangan teknologi, perhitungan jumlah kendaraan dijalan raya bisa diimplementasikan dengan bantuan alat yang berjalan secara real time (Kurniasari & Jalinas, 2020). Dengan memanfaatkan video pelaporan secara real time, tentunya bisa digunakan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi lalu lintas terkini sehingga bisa digunakan sebagai bahan untuk pengembangan teknologi lebih lanjut untuk mengurangi dari dampak permasalahan lalu lintas (Liang & Ji, 2022).Informasi data lalu lintas mengenai sistem pengawasan kendaraan bermotor yang bergerak bisa diperoleh real time dari macam-macam sumber seperti alat deteksi lingkaran, alat deteksi ultrasonik, sensor radar, maupun kamera video (Mashudi, Rofii, & Mukshim, 2020). Seperti di Kota Malang, data informasi lalu lintas bisa diperoleh secara real time melalui website cctv.malangkota.go.id yang merupakan inovasi teknologi dari pemerintah Kota Malang khususnya Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Malang (DISKOMINFO) dan bisa dimanfaatkan untuk mengumpulkan dan menganalisis data lalu lintas di Kota Malang. Kota Malang adalah salah satu kota besar di Jawa Timur selain Surabaya dan sekitarnya. Kota Malang juga memiliki tingkat pertumbuhan dan jumlah penduduk dan jumlah kendaraan yang relatif meningkat setiap tahunnya (Arisandi, 2015). Seperti kota-kota besar lainnya, Kota Malang juga memiliki banyak simpang yang menyebabkan kondisi lalu lintas menjadi padat. Banyaknya jumlah kendaraan bermotor yang berlalu lintas di jalan, terkadang tidak sebanding dengan luas jalan yang tersedia, sehingga seringkali terjadi kepadatan dan berujung kemacetan di jalan yang tidak bisa dihindari (Kurniasari & Jalinas, 2020). Sehingga diperlukan informasi tentang kepadatan jalan bagi pengguna transportasi untuk memilih jalan berdasarkan informasi yang diperoleh (Kurniasari & Jalinas, 2020).Sistem kamera berbasis video dari hasil CCTV merupakan salah satu inovasi teknologi canggih dan akurat karena informasi yang memiliki urutan gambar atau citra yang diimplementasikan dalam video memungkinkan untuk diidentifikasi dan dihitung dengan cara yang optimal (Liang & Ji, 2022). Seperti yang dilakukan oleh Ali Mahdi, dkk yang melakukan penelitian dengan menguji akurasi deteksi kendaraan roda empat yang melintas dengan metode luaran piksel (Mahdi, Ophelia, & Hartono). Dalam penelitian tersebut disimpulkan perhitungan kendaraan roda empat dengan tingkat akurasi hingga 82,18% pada waktu siang hari dan tingkat akurasi hingga 88,3%. Dalam penelitian lain yang dilakukan oleh Rama Adistya, dkk dengan menerapkan metode yang berbeda yaitu backpropagation neural network dan sobel untuk pengenalan golongan kendaraan berdasarkan video CCTV. Dari penelitian tersebut bisa disimpulkan bahwa penggunaan kedua metode tersebut menghasilkan akurasi tinggi untuk pengenalan bentuk mobil dengan persentase 94%. Namun dalam penelitian tersebut hanya difokuskan pada perhitungan jumlah kendaraan roda empat, sedangkan untuk kendaraan bermotor belum bisa terhitung. Selama ini pemanfaatan CCTV hanya sebatas untuk memantau kepadatan arus lalu lintas untuk melakukan rekayasa yang dilaksanakan oleh petugas dilapangan serta sebagai bukti adanya pelanggaran untuk tilang elektronik (Setiawan, Dewanta, Adi, & Supriyono, 2019). Maka dari itu hasil dari video CCTV tentunya bisa dijadikan bahan atau data untuk pengolahan citra video yang bisa dijadikan pertimbangan secara cepat untuk pengawasan kondisi lalu lintas.Berdasarkan dari beberapa penelitian sebelumnya, maka diperlukan inovasi teknologi yang ditawarkan dengan tujuan menyediakan media pendukung untuk mendeteksi jumlah kendaraan bermotor melalui perancangan aplikasi cerdas untuk memantau dan menghitung kendaraan baik roda empat maupun roda dua pada kondisi lalu lintas khususnya di Kota Malang melalui hasil pengolahan citra video dari CCTV lalu lintas Kota Malang. Dari aplikasi yang dihasilkan diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif yang menjadi inovasi teknologi cerdas baik bagi pengguna jalan raya maupun petugas terkait untuk mengambil keputusan atau kebijakan mengenai pengaturan kondisi lalu lintas khususnya di Kota Malang
Pemanfaatan Vegetasi dalam Pengembangan Green Infrastructure sebagai Upaya Mitigasi Urban Heat Island pada Kawasan Perkotaan
Kawasan perkotaan merupakan pusat berbagai aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat sehingga perkembangan area pemukiman, industri maupun infrastruktur penunjang kebutuhan masyarakat berkembang dengan sangat pesat. Perkembangan tersebut mengakibatkan terjadinya penyusutan area hijau yang diakibatkan oleh perubahan penggunaan lahan dari area terbuka hijau menjadi lahan terbangun. Selain itu, kawasan perkotaan juga menghadapi berbagai tekanan lingkungan antara lain polusi udara dan air, hilangnya habitat alami flora maupun fauna, permasalahan limbah dan sampah, maupun peningkatan suhu udara. Aktivitas antropogenik merupakan salah satu faktor yang menyebabkan berbagai permasalahan lingkungan tersebut, keberadaan berbagai bangunan, jalan raya, maupun ruang terbuka dengan permukaan yang berbeda-beda menghasilkan pola iklim mikro yang beragam serta memengaruhi kualitas udara pada area tersebut. Pada saat ini terjadi fenomena peningkatan suhu udara yang umum terjadi pada berbagai kota di seluruh dunia. Peningkatan suhu udara tersebut merupakan dampak dari terjadinya pulau bahang (urban heat island) dan perubahan iklim (climate change). Urban Heat Island (UHI) merupakan kondisi di mana terjadinya peningkatan suhu rata-rata yang signifikan di kawasan perkotaan dibandingkan dengan area di sekitarnya maupun area suburban (Tursilowati, 2002; Voogt & Oke, 2003) (Gambar 1). Hal tersebut disebabkan karena kawasan perkotaan didominasi oleh bangunan yang bersifat menyerap panas serta terdapat berbagai aktivitas antropogenik yang menghasilkan panas, di sisi lain, area pinggiran kota biasanya masih didominasi oleh area bervegetasi serta masih sedikit area terbangun. Emisi gas rumah kaca yang dikeluarkan oleh berbagai aktivitas antropogenik juga berkontribusi menyebabkan peningkatan suhu permukaan bumi. Pada saat ini terjadi peningkatan suhu global yang mengakibatkan terjadinya perubahan iklim secara keseluruhan sehingga memperburuk terjadinya peningkatan suhu pada kawasan perkotaan di seluruh dunia. Perubahan iklim menyebabkan beberapa permasalahan lingkungan antara lain terjadinya pola cuaca yang ekstrem, gelombang panas, serta memperburuk efek dari UHI sehingga berdampak lebih besar bagi masyarakat perkotaan. Di sisi lain, pengelolaan kawasan perkotaan di negara berkembang masih belum banyak yang mempertimbangkan efek UHI dalam perencanaan pengembangan dan kebijakan pengelolaan (Emmanuel, 2004)
PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCHOY (Brassica rapa L.) DENGAN PUPUK ORGANIK CAIR Plus BAKTERI FOTOSINTETIK
ABSTRAKPakchoy (Brassica rapa L.) merupakan sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Selain karena rasanya yang lezat, pakchoy memiliki kandungan serat, vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan tubuh. Produksi optimal tanaman pakchoy membutuhkan unsur hara dalam jumlah yang cukup, maka untuk meningkatkan produksi dilakukan dengan meningkatkan efektivitas fotosintesis pakchoy salah satunya dengan pemanfaatan pupuk organik cair (POC) yang mengandung bakteri fotosintetik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi POC plus bakteri fotosintetik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pakchoy. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan konsentrasi POC Plus bakteri fotosintetik yang terdiri dari 8 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk organik cair plus bakteri fotosintetik konsentrasi 7.5 ml/liter air hingga 17.5 ml/liter mengakibatkan pertumbuhan yang lebih baik dan produksi pakchoy yang lebih berat dibanding kontrol. Antar perlakuan POC plus bakteri fotosintetik tidak berbeda, kecuali bahwa perlakuan 17.5 ml/liter menghasilkan produksi pakchoy/tanaman yang lebih berat dibanding perlakuan 5.0 ml/liter air. ABSTRACTPakchoy (Brassica rapa L.) is a vegetable that is widely consumed by Indonesian people. Apart from its delicious taste, pakchoy contains fiber, vitamins and minerals which are good for body health. Optimal production of pakchoy plants requires sufficient amounts of nutrients, so to increase production this is done by increasing the effectiveness of pakchoy photosynthesis, one of which is by using liquid organic fertilizer (POC) which contains photosynthetic bacteria. The aim of the research was to determine the effect of giving concentrations of POC plus photosynthetic bacteria on the growth and production of pakchoy plants. The research was carried out using a randomized block design (RAK) with treatment with a concentration of POC Plus photosynthetic bacteria consisting of 8 treatments. The results showed that treatment with liquid organic fertilizer plus photosynthetic bacteria at a concentration of 7.5 ml/liter of water to 17.5 ml/liter resulted in better growth and heavier pakchoy production compared to the control. There was no difference between the POC plus photosynthetic bacteria treatments, except that the 17.5 ml/liter treatment produced heavier pakchoy/plant production than the 5.0 ml/liter water treatment
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata) DAN DAUN MIMBA (Azadirachtin indica) SEBAGAI PESTISIDA NABATI TERHADAP ULAT GRAYAK (Spodoptera litura) PADA TANAMAN TOMAT
ABSTRAKPenurunan hasil tomat disebabkan oleh kendala iklim, hama dan penyakit. Hama yang umum menyerang tanaman tomat adalah ulat grayak (Spodoptera litura). Hama ulat grayak mampu menurunkan hasil hingga 85% dan bahkan kegagalan panen. Mengingat berbagai dampak negatif pestisida kimia, perlu dilakukan penggunaan pestisida nabati. Pestisida nabati merupakan pestisida yang berasal dari tumbuhan yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, terpenoid, fenolik. Senyawa tersebut berfungsi sebagai penolak, penarik, antifertilitas (pemandul) dan pembunuh. Keuntungan penggunaan pestisida nabati adalah mudah terurai sehingga tidak mencemari lingkungan, relatif aman bagi manusia dan hewan. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas ekstrak daun mimba dan daun sirsak terhadap larva ulat grayak instar 2. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada bulan Desember 2022-Januari 2023 di Laboratorium Hama dan Penyakit Fakultas Pertanian, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Parameter yang diamati meliputi larva berhenti makan, mortalitas, kecepatan kematian, dan intensitas serangan pada daun. Data dianalisa menggunakan Anova dan diuji lanjut dengan uji BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak pestisida nabati berpengaruh terhadap persentase larva ulat grayak berhenti makan, mortalitas, kecepatan kematian, dan intensitas serangan. Ekstrak daun mimba 80 ml sama efektifnya dengan ekstrak daun sirsak 80%. Pada 8 JSA ekstrak daun mimba dan ekstrak daun sirsak mampu menekan larva berhenti makan berturut-turut sebesar 17.50% dan 15%; pada 48 JSA mengakibatkan mortalitas larva ulat grayak sebesar 42.5% dan 40.00%; pada 48 JSA mengakibatkan kecepatan kematian sebesar 7.80 ekor/jam dan 7.35 ekor/jam; pada 72 JSA mengakibatkan kerusakan pada daun tomat sebesar 20.00% dan 22.50%. ABSTRACTThe decline in tomato yields is caused by climate constraints, pests and diseases. The common pest that attacks tomato plants is the armyworm (Spodoptera litura). Armyworm pests can reduce yields by up to 85% and even crop failure. Considering the various negative impacts of chemical pesticides, it is necessary to use plant-based pesticides. Botanical pesticides are pesticides derived from plants that contain secondary metabolite compounds such as alkaloids, terpenoids, phenolics. This compound functions as a repellent, attractant, antifertility (sterile) and killer. The advantage of using vegetable pesticides is that they are easily decomposed so they do not pollute the environment, and are relatively safe for humans and animals. This research aims to determine the effectiveness of neem and soursop leaf extracts against second instar armyworm larvae. The research was carried out using a Completely Randomized Design (CRD) in December 2022-January 2023 at the Pest and Disease Laboratory, Faculty of Agriculture, Tribhuwana Tunggadewi University, Malang. Parameters observed included larvae stopping eating, mortality, speed of death, and intensity of attacks on leaves. Data were analyzed using Anova and tested further with the 5% BNJ test. The results of the study showed that treatment with vegetable pesticide extracts affected the percentage of armyworm larvae that stopped eating, mortality, speed of death, and intensity of attacks. 80 ml neem leaf extract is as effective as 80% soursop leaf extract. At 8 JSA neem leaf extract and soursop leaf extract were able to suppress larvae from stopping eating by 17.50% and 15% respectively; at 48 JSA resulted in armyworm larval mortality of 42.5% and 40.00%; at 48 JSA resulted in a death rate of 7.80 individuals/hour and 7.35 individuals/hour; at 72 JSA resulted in damage to tomato leaves of 20.00% and 22.50%. Â
Misbruik Van Omstandigheden Sebagai Dasar Pembatalan Akta Pengikatan Jual Beli
Indonesia has legal regulations which are the result of a combination with Dutch law, one of which is civil law in Indonesia which is regulated in the Civil Code or the Civil Code. Over time, legal developments have undergone significant changes following the needs of today's society, one of which is the addition of misbruik van omstandigheden or abuse of circumstances as a new form of handicapped will in the Netherlands, on the other hand, the Indonesian Civil Code has not been added to the Civil Code, but in its implementation, many judges have used the doctrine of abuse of circumstances in deciding a case in court. This research will further discuss the terms of abuse of circumstances based on the study of the decision. The research method used in this study uses a qualitative analysis method with literature study and is a type and type of normative juridical research carried out by examining existing legal norms through library research with the aim of further analyzing the requirements of misbruik van omstandigheden. Based on the results of the research, it can be concluded that the decision of the Mataram District Court Number 234/Pdt.G/2020/PN Mtr has fulfilled the conditions for misuse of circumstances
APLIKASI PENGHITUNG STOK BARANG PADA GUDANG MENGGUNAKAN PYTHON
Salah satu permasalahan dalam system inventory gudang gula dalam menghitung jumlah barang masuk/ keluar pada beberapa industri saat ini masih mengikuti cara konvensional yaitu menggunakan metode pencatatan atau metode pengitungan dengan pengambilan stik kayu. Hal tersebut dimungkinkan adanya kesalahan penghitungan gula yang dapat menyebabkan kerugian perusahaan. Oleh karena hal tersebut diatas, penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih untuk perusahaan pemerintah berupa alat bantu hitung dengan aplikasi penghitung stok barang pada gudang menggunakan python. Hasil penelitian ini dapat dikatakan berhasil karena Aplikasi Penghitung Stok Barang Pada Gudang Menggunakan Python dapat bekerja sesuai dengan rancangan yang dibuat dapat menampilkan hasil perhitungan di layar LCD dan dapat menampilkan dan melakukan penghitungan counter up maupun counter down. Aplikasi berjalan dengan baik pada OS windows dan Raspberry Pi OS
FORMULASI PENGATURAN PERATURAN KEBIJAKAN (BELEIDREGELS) SEBAGAI BENTUK DISKRESI PEMERINTAH (STUDI PERBANDINGAN ANTARA INDONESIA DENGAN BELANDA)
Dalam aspek teoritik Hukum Administrasi Negara, diskresi lazimnya ditetapkan dalam bentuk peraturan kebijakan (Beleidregels). Namun demikian, Undang-undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan (UU AP) di Indonesia masih hanya memberikan pilihan diskresi dalam bentuk keputusan dan/atau tindakan faktual yang mana hal ini menunjukkan ketidaklengkapan norma. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk memformulasi pengaturan diskresi dalam bentuk beleidregels yang ditautkan dengan aturan ideal di Negara Belanda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian (hukum) normatif/doktrinal. Hasil dan pembahahasan dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan perbandingan menunjukkan bahwa baik Indonesia dengan Belanda memiliki kesamaan terkait diskresi dapat dijalankan Pemerintah selama terdapat permasalahan hukum (Peraturan Perundang-undangan). Namun, yang menjadi perbedaan tajam, pengaturan diskresi Indonesia dalam UU AP tidak mengatur produk diskresi dalam bentuk peraturan kebijakan, sebaliknya belanda mengatur dan pendekatannya lebih intrpretatif. Pada titik ini dapat dikatakan, dalam hukum administrasi, penggunaan diskresi seharusnya juga diimbangi dengan pengaturan peraturan kebijakan. Oleh karena itu ke depan sebagai formulasi ideal, hendaknya Pemerintah dan DPR dapat menata ulang aturan mengenai bentuk diskresi sebagai tindakan pemerintah yang juga perlu dalam bentuk peraturan kebijakan di UU AP