2686 research outputs found
Sort by
PELATIHAN PENGOLAHAN ELISITOR PADA HIMPUNAN MAHASISWA AGROTEKNOLOGI UNIVERSITAS WIDYAGAMA MALANG
Pendidikan di perguruan tinggi bertujuan untuk mengembangkan Sivitas Akademika khususnya mahasiswa yang inovatif, responsif, kreatif, terampil, berdaya saing. Pelaksanaan MBKM melalui kegiatan pembelajaran 8 pilar MBKM. Capaian Program MBKM di Universitas Widyagama Malang sebagai capaian IKU (Indikator kinerja Utama) untuk menghasilkan lulusan yang kompeten keilmuannya sesuai program studi. Masih rendahnya kemampuan mahasiswa pada pengetahuan elisitor maka perlu ditempa dengan pembelajaran diluar perkuliahan dengan pelatihan. Pelatihan pengolahan elisitor bertujuan untuk meningkatkan soft skill mahasiswa mengenai elisitor dan ketranmpilan mengolah elisitor. Metode yang digunakan meliputi 1. Pre-test. 2. Penyampaian materi elisitor. 3. Post-test. 4. Pelatihan pengolahan elisitor. Penyampaian materi mengenai elisitor menunjukkan keberhasilan sebesar 95 % meningkatkan pengetahuan soft skill mengenai eisitor dan menambah ketrampilan himpunan mahasiswa mengolah elisitor. Elisitor sebagai bahan pelengkap dalam budidaya tanaman organik yang sangat ekonomis
Return to education by ethnicity in Indonesia
Using data from the Indonesia Family Life Survey (IFLS) from 2014–2015, this study seeks to analyze the ethnic differences in the return to education in Indonesia. We discovered that IV models, as opposed to OLS estimation, are more suitable to evaluate returns to education in Indonesia. Additionally, rather than treating the ethnicity variable as an instrumental variable, it is preferable to use it as a grouping variable. After segmenting our samples into six ethnic groups, this study discovered that all ethnic groups, with the exception of the Chinese group, match the IV estimation. The non-Chinese groups with the best returns on schooling are Bataknese and Minangnese. The high return on education in these ethnic groups is attributed to the intense excitement for learning that permeates Bataknese and Minangnese cultures as native cultural assets. Earnings are also influenced favorably by marital status, masculinity, employment in the public sector, and urban-rural location. These findings suggest that ethnic and cultural topics should be covered in the national curriculum as well as local curricula. Since these characteristics have a direct impact on salaries, the government should also pay attention to gender segregation, career opportunities, and urban-rural growth.JEL Classification C26; I26; J1
Pelatihan dan Pemberdayaan UMKM Pengolahan Bakso dan Tahu Bakso di PT Ayo Tani Berjaya Kediri
Pemberdayaan masyarakat di PT Ayo Tani Berjaya merupakan kebutuhan dalam mengembangkan UMKM dan memliki potensi untuk berkembang. Permasalahan yang ada di masyarakat adalah PT Ayo Tani memiliki industri kerupuk yang bahan bakunya tepung tapioka yang telah produksi perlu peningkatan aneka produk sebagai bahan campuran untuk pembuatan bakso dan tahu bakso. Tujuan pelatihan adalah tranfer IPTEK khususnya pengolahan bakso dan tahu bakso untuk skala industri. Metode nya adalah sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan kepada karyawan sekitar 10 orang di lokasi pabrik pengolahan. Hasil olahan diuji organoleptik, di kemas dan diberi labeling  dan ijin produksi serta di pasarkan secara on line , off line dan pada saat ada pameran inovasi produk di Kabupaten Kediri. Analisa sensori meliputi rasa, aroma dan kenampakan.  Kesimpulannya uji bakso :  90 % sangat menyukai rasa, 10 % menyukai,  85 % sangat menyukai aroma dan 15% menilai suka,  80 % sangat suka kenampakan dan 20 % menyukai.  Tahu bakso : rasa sangat disukai 87%, menyukai 13%, Aroma sangat disukai 80%, suka 20%, Kenampakan sangat disukai 70%, suka 30%.Â
Pemalsuan Tanda Tangan Kredit Bank Dalam Pengikatan Hak Jaminan Atas Kebendaan Milik Orang Lain
Civil law is one of the many positive laws that are actively enforced in Indonesia, which is a constitutional state governed by a wide variety of positive laws. What is more often referred to as "private law" is more accurately described as "civil law," which is a body of legislation that controls many sorts of laws linked to individual interests. In civil law, we often encounter phrases linked to deeds that are illegal (PMH). The very definition of an illegal conduct is one that goes against the law and results in negative consequences for other people. The forgery of bank credit signatures, in which there is a guarantee right for material that belongs to another person and which results in losses for the party that is involved, namely the owner of the property rights to the item, is one of the things that are connected to this illegal crime. When it comes to researching and producing this essay, a qualitative legal research technique was used alongside a statutory approach and a case approach. According to the findings of this research, creditors and borrowers have both participated in illegal behavior. The purpose of this writing is to find out the legal repercussions that are associated with bank credit that was obtained from the act of forging a signature in which there is a guarantee of material that belongs to another person. This credit can be said to be invalid because it does not meet the legal requirements of an agreement, and the debtor is obligated to make up for any losses that were sustained, in addition to being responsible for returning collateral that does not belong to the debtor
E-Libra Media Bantu Minat Baca Yang Asik Bagi Siswa Sekolah Dasar
Meningkatkan minat baca bagi siswa yang duduk di bangku sekolah dasar merupakan hal yang harus terus ditingkatkan untuk memperluas pengetahuan. SDN 2 Sumberpasir mengalami kesulitan dalam pengadaan buku yang juga menjadi faktor penghambat dalam meningkatkan minat baca siswa. Dengan adanya permasalahan tersebut kami menciptakan E-libra yang memiliki fungsi menggantikan buku-buku yang sulit diadakan oleh pihak sekolah, untuk mempermudah siswa menemukan bacaan yang sesuai
Pelatihan Kepemanduan Dalam Pengembangan Water Sport Tourism Susur Sungai Wetan Lepen-Estuari Ungapan Berbasis Pendidikan Konservasi
ABSTRAKSport tourism adalah perpaduan antara aktivitas olahraga dengan daya tarik wisata. Wilayah Malang Raya sangat dimungkinkan dilangsungkan sport tourism terutama yang berbasis alam laut (marine). Kabupaten Malang adalah salah satu wilayah yang memiliki 100 pantai dengan garis pantai sepanjang 102,62 km. Salah satu kawasan perairan pantai yang menarik untuk lokasi water sport tourism adalah Pantai Ungapan yang berada di area kawasan Desa Gajah Rejo dan Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Terkait kawasan estuari ini, di Desa Sidodadi yang satu ecoregion dengan kawasan itu terdapat Yayasan Pendidikan dan Sosial Tegalsari Sejahtera Gedangan, yang bergerak di bidang pemberdayakan ekonomi masyarakat lokal dengan memanfaatkan aliran sungai untuk wisata dengan melakukan konservasi estuari. Sudah tiga tahun ini merintis ekowisata susur Sungai Bajul Mati. Dari 5 guide susur sungai yang dimiliki oleh yayasan ini, baru satu orang saja yang termasuk guide handal. Handal dalam penguasaan medan susur sungai, penguasaan identifikasi jenis mangrove, dan kemampuan berkomunikasi dengan pengunjung. Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini dalam upaya mendukung dan mengembangkan water sport tourism susur sungai yang telah dirintis oleh Yayasan Tegalsari adalah dengan melakukan pelatihan kepemanduan. Sasaran pelatihan adalah karang taruna dan warga lokal Dusun Umbulrejo, Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Pelatihan dilaksanakan di Pendopo Yayasan Tegalsari Dusun Umbulrejo, Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang pada Hari Minggu tanggal 11 Desember 2022. Sebelum pelatihan peserta diberikan pertanyaan sebagai pre test dan setelah pelatihan diberikan pertanyaan yang sama sebagai post test. Pengetahuan peserta sebelum pelatihan mengenai pertanyaan pertama yaitu potensi wisata di dusun/desanya adalah sebesar 100%. Pengetahuan peserta terkait pengetahuan ekowisata dan pramuwisata sebelum pelatihan pada pertanyaan kedua sampai ketujuh berkisar 10-48%, setelah pelatihan pengetahuan peserta meningkat menjadi 100%. ABSTRACTSport tourism is a combination of sports activities with tourist attractions. It is very possible for the Malang Raya area to carry out sport tourism, especially those based on marine nature. Malang Regency is one of the areas that has 100 beaches with a coastline of 102.62 km. One of the interesting coastal areas for water sports tourism is Ungapan Beach which is located in the area of Gajah Rejo and Sidodadi Villages, Gedangan District, Malang Regency. Regarding this estuary area, in Sidodadi Village, which is in the same ecoregion as the area, there is the Tegalsari Sejahtera Gedangan Education and Social Foundation, which is engaged in empowering the local community's economy by utilizing the river flow for tourism by conserving the estuary. It has been three years since he has pioneered ecotourism along the Bajul Mati River. Of the 5 river guides owned by this foundation, only one is a reliable guide. Reliable in mastering riverside terrain, mastering mangrove species identification, and the ability to communicate with visitors. Activities carried out in community service in an effort to support and develop water sport tourism along the river which has been initiated by the Tegalsari Foundation are by conducting guiding training. The training targets were youth organizations and local residents of Umbulrejo Area, Sidodadi Village, Gedangan District, Malang Regency. The training was held at the Tegalsari Foundation Hall in Umbulrejo Area, Sidodadi Village, Gedangan District, Malang Regency on Sunday, December 11 2022. Before the training participants were given questions as a pre test and after the training were given the same questions as a post test. The knowledge of the participants before the training regarding the first question is that the tourism potential in the area/village is 100%. Participants' knowledge related to ecotourism and tour guide knowledge before training on the second to seventh questions ranged from 10-48%, after the training the participants' knowledge increased to 100%
Pemanfaatan Eco-Electric Sprayer Bagi UMKM Jamur di Desa Ngenep Kec Karangploso Kab Malang
Indonesia memiliki basis ekonomi yang kuat karena jumlah UMKM terutama usaha mikro yang sangat banyak dan daya serat terhadap tenaga kerja sangat besar. Ditambah lagi di era 4.0 saat ini disegala bidang usaha mengunakan alat teknologi sebagai alat bantu dalam meningkatkan kerja. Namun ada permasalahan yang dialami oleh UMKM khususnya petani jamur yaitu lemahnya pemahaman terhadap teknologi dan juga akses terhadap literasi digital. Sehingga menghambat pertumbuhan usaha dan menyebabkan UMKM stagnan dan kalah saing di Era serba teknologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan alat teknologi Eco-Electrik Sprayer dan memperoleh informasi terkait Eco-Electrik Sprayer serta dapat memanfaatkan alat teknologi sebagai sarana dalam menunjang usaha mikro. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus pada UMKM Jamur di Desa Ngenep. Adapun hasil dari penelitian ini adalah bahwa Alat penyiraman Eco-Electrik Sprayer tersebut sangat berguna dan bermanfaat untuk UMKM Jamur Tiram. Hal ini terbukti dengan mempermudah pertumbuhan jamur karena alat yang digunakan sudah otomatis dan siklus yang dilakukan sama setiap waktunya. Alat Eco-Electrik Sprayer atau alat penyiraman otomatis ini membantu mengurangi pemakaian tenaga/efisiensi tenaga kerja bagi UMKM jamur
Counterfeiting of Weel-Known Brands in Indonesia: Legal Protection?
The use of well-known brands is now starting to bloom, and this is none other than because it promises big benefits that will be obtained when using well-known brands instead of using their brands. One of the reasons why many industries use well-known brands for their products is to make them easy to sell. This study uses normative legal research methods to examine the protection of well-known brands in Indonesia. The results of this study indicate that trademark protection is provided after the trademark owner registers his trademark. Law Number 20 of 2016 needs to define well-known brands clearly. Well-known marks, namely the rejection of an application that is basically the same or wholly with a well-known Mark for similar goods and services is carried out with due observance of the general provisions. public knowledge about the mark in the field of business concerned. In addition, attention is also paid to the reputation of a well-known brand that is obtained due to vigorous and large-scale promotions, investments in several countries in the world that are carried out by the owner and are accompanied by proof of registration. brand in several countries
[WITHDRAWN] Factors influencing water access for livestock by pastoralists in semi-arid areas in Monduli District Tanzania
The study examines factors influencing the level of water access for livestock in semi-arid areas of Monduli District, Arusha Region Tanzania. The cross-sectional research design was applied to collect data from a sample of 367 randomly selected pastoralist households. The data was collected using semi-structured questionnaire, focus group discussions, and documentary review. Quantitative data were analysed by using inferential statistics including chi-square tests and ordinal logistic regression model and descriptive statistics involved the use of frequency and percentage. Qualitative data was analysed by using content analysis. The findings show that the majority accounting for 76.3 % of the pastoralist households experienced low level of water access for livestock and a few of them accounting for 2.5% had high water access for livestock. Additionally the findings indicate that off-farm income, access to credit, access to subsidies and the use of donkeys were the factors influencing the level of water access for livestock. The study calls on the policy-makers to establish pro-poor interventions for livestock water supply in the pastoral communities.JEL Classification I30; O13; Q1
MANAJEMEN WAKTU DAN BIAYA PROYEK PENGENDALI BANJIR KALI KEMUNING METODE TIME COST TRADE OFF
Keberlangsungan proyek yang baik tentu membutuhkan sebuah metode kerja, metode kerja tentu berkaitan erat dengan waktu. Pada penelitian ini, penulis tertarik dalam menerapkan kajian mengenai Time Cost Trade Off mengingat metode ini dianggap metode yang memiliki tingkat keakuratan yang tepat, penelitian ini meninjau berapa waktu percepatan yang diperlukan, berapa biaya yang diperlukan, hambatan yang dihadapi oleh kontraktor dalam manajemen waktu dan manajemen biaya yang mana hasil yang didapat oleh penulis dapat dijadikan sebuah terobosan baru dalam menciptakan sebuah alternatif kerja di dalam sebuah proyek. Metode analisis menggunakan bantuan software Microsoft Project menjadi acuan dalam riset ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jam kerja memiliki hubungan berbanding terbalik dengan durasi yang diperlukan dalam penyelesaian proyek. Penambahan jam kerja 1 jam dapat mengoptimasi waktu sebesar 18.57% dan mendapatkan optimasi biaya 1.071%. Penambahan jam kerja 2 jam dapat mengoptimasi waktu 20.06% dan mendapatkan optimasi biaya sebesar 1.042%. Penambahan jam kerja 3 jam dapat mengoptimasi waktu 21.20% dan mendapatkan optimasi biaya sebesar 1.024%. Penambahan jam kerja 4 jam dapat mengoptimasi waktu 21.97% dan mendapatkan optimasi biaya sebesar 1.015%. Kendala dalam melakukan manajemen percepatan durasi antara lain: Faktor Bahan; Faktor Tenaga Kerja; Faktor Keuangan; Faktor Lingkungan dan Faktor Perubahan. Kendala kontraktor dalam melakukan manajemen biaya dalam proyek yaitu: Tidak diberlakukannya sistem uang muka; Pembayaran tagihan termin yang terlambat; Owner maupun kontraktor pelaksana tidak maksimal mengambil langkah sebagai upaya untuk memperbaiki kondisi proyek