2686 research outputs found
Sort by
KAJIAN JANGKAUAN PANAS BAHAN BAKAR MINYAK NABATI TERHADAP PEMBAKARAN DIFUSI DAN LUMINUITAS
Sumber energi bahan bakar fosil di Indonesia bahkan diseluruh dunia semakin menurun, sedangkan kebutuhan akan energi bahan bakar semakin meningkat dengan pesat disebabkan karena adanya berkembangnya dunia industri dan populasi yang sangat membutuhkan ketersediaan energi cadangan yang dapat diperbaruhi. satu-satunya cara adalah dengan pengembangan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Oleh karena itu program energi langit biru dan green ekonomi dunia pada saat ini berfokus pada pengembangan sumber energi alternatif dengan karakteristik energi ramah lingkungan dan dapat diperbaruhi. Tujuan peneliian adalah Untuk mengetahui Profil nyala api pembakaran secara difusi khususnya jangkauan panas dan konsumsi bahan bakar. Metode pelaksanaan yaitu pengamatan dan pengukuran dari video di buat gambar diam, kemudian didapatkan data numeric sebagai dasar analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jangkauan panas (temperatur) minyak kelapa murni 44,4 0C dan minyak jarak pagar 53,7 0C. Pengamatan dan pengukuran penggunaan bahan bakar beda tipis diantara kedua minyak, yaitu minyak kelapa menghabiskan 9,92 mL sedangkan konsumsi bahan bakar minyak jarak pagar 9,15 mL dalam waktu 20 menit
IDENTIFIKASI KERUSAKAN JALAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PCI (PAVEMENT CONDITION INDEX) DI JALAN INDUSTRI WENDIT BARAT
Jalan merupakan prasarana penting dalam transportasi yang dapat berpengaruh terhadap kemajuan bidang Ekonomi, Sosial, Budaya maupun Politik di suatu wilayah, dan salah satu saya di jalan yang mengalami kerusakan yaitu pada Jalan Industri Wendit Barat di Kabupaten Malang yang mengalami kerusakan di beberapa titik jalan seperti Belubang, Tambalan, Keretakan, dan pelepasan butiran jalan sehingga mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kerusakan yang terjadi dan mengetahui nilai index perkerasan jalan pada ruas Jalan. Industri Wendit Barat di Kabupaten Malang Penelitian ini menggunakan Metode PCI (Pavement Condition Index). Kerusakan yang terjadi di sepanjang pada Jalan. Industri Wendit Barat di kabupaten Malang penilaian kondisi jalan pada metode PCI adalah dengan merengking dari nilai 0-100 dilakukan perhitungan pada ruas pada Jalan. Industri Wendit Barat di Kabupaten Malang, sepanjang 1 km dengan metode PCI menghasilkan nilai PCI sebesar dengan kondisi perkerasan jalan baik (Good) maupun gagal (Failed)
PEMBERDAYAAN REMAJA MELALUI PELATIHAN ENTREPRENEURSHIP DAN STRATEGI DIGITAL MARKETING BIDANG KESEHATAN DI SMKN 5 KOTA MALANG
Program kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terlaksana melalui kerjasama dengan mitra, yaitu SMKN 5 Malang. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan motivasi dalam berwirausaha. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi melalui ceramah, diskusi, sesi tanya jawab, simulasi atau demonstrasi, serta evaluasi terhadap hasil akhir. Data dari pelaksanaan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan dalam pengetahuan kewirausahaan dan digital marketing 90%, sikap positif terhadap kewirausahaan 80%, serta motivasi berwirausaha 80%. Uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan pengaruh pelatihan terhadap pengetahuan (p-value=0,000), sikap (p-value=0,000), dan motivasi berwirausaha (p-value=0,000). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan kewirausahaan dan digital marketing meningkatkan pengetahuan, sikap, dan motivasi berwirausaha remaja di SMKN 5 Malang. Diharapkan kegiatan ini akan menumbuhkan kemandirian remaja dalam meningkatkan potensi diri dalam berwirausaha dan sebagai fondasi dasar dalam menghadapi tantangan di era digitalisasi
PENGOLAHAN LIMBAH SABUT KELAPA MENJADI COCOPEAT DI DUSUN UMBULREJO, DESA SIDODADI, KECAMATAN GEDANGAN, KABUPATEN MALANG
Di Dusun Umbulrejo terdapat sekitar 2000 pohon kelapa dengan luas lahan sekitar 4 hektar. Limbah sabut kelapa di Dusun Umbulrejo selama ini tidak dikelola, hanya dibiarkan bertumpuk di gudang dan tegalan hingga membusuk. Hal ini mengakibatkan pemandangan yang kurang estetika, mengakibatkan aroma yang kurang sedap, menjadi tempat bersarangnya nyamuk dan tikus. Padahal sabut kelapa masih memiliki potensi besar. Permasalahan prioritas pada mitra yaitu Komunitas Tegalsari Maritim (KTM) yang ditangani adalah: 1) Limbah sabut kelapa diolah menjadi cocopeat dan aplikasinya sebagai campuran media tanaman sayuran; 2) Mitra tidak memiliki peralatan untuk mengolah limbah sabut kelapa; dan 3) Mitra belum memiliki misi ke depan mengenai pentingnya memiliki merek untuk cocopeat dan perlindungannya. Solusi yang ditawarkan kepada mitra di KTM untuk mengatasi limbah sabut kelapa adalah dengan: 1) Menyelenggarakan sosialisasi & diskusi, demo pengolahan sabut kelapa menjadi cocopeat dan aplikasi sebagai campuran media tanam; 2) Menyelenggarakan sosialisasi & diskusi mengenai merek dan perlindungannya. Acara sosialisasi dan diskusi meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para anggota KTM mengenai pembuatan cocopeat dan manfaatnya, pentingnya legalitas usaha yaitu merek dan perlindungannya dari 20.0%-33.3% menjadi 100%. Sabut kelapa telah diolah menjadi cocopeat dan telah diaplikasikan sebagai campuran media tanam untuk tanaman sayuran kangkung, pakchoy, tomat dan ketimun
METODE STEAM-BLANCHING UNTUK MEMPERTAHANKAN KUALITAS PRODUK JAMU HERBAL “MBOK WARAS” DI KECAMATAN KARANGPLOSO, KABUPATEN MALANG
Jamu merupakan obat tradisional yang diproduksi secara turun temurun, khususnya di pulau Jawa, baik Jawa Tengah dan Jawa Timur. Maraknya produksi jamu herbal di masyarakat menjadi keresahan tersendiri. Produk jamu herbal berbahan dasar empon-empon yang mudah rusak, ditandai oleh perubahan warna jamu. Metode steam-blanching merupakan cara yang sederhana untuk mengatasi perubahan warna yang disebabkan enzimatis, namun metode ini tidak banyak dikenal masyarakat. UMKM jamu herbal “Mbok Waras” telah dilakukan berproduksi sejak tahun 2017, terkendala produksi yang tidak kontinyu dimana masalah kontinyuitas produksi menjadi tujuan pemberdayaan kelompok masyarakat agar dapat bersaing di era globalisasi. Melalui program PROPENMAS tim pengabdi memberikan penyuluhan dan pelatihan metode steam-blanching kepada mitra binaan. Pemberian alat untuk steam blancing diharapkan dapat meningkat kualitas produk jamu herbal “Mbok Waras” di Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang
PENGEMBANGAN BOARD GAME UNTUK PENGELOLAAN P4S BUMIAJI SEJAHTERA: STRATEGI GLOCALIZATION
P4S Bumiaji Sejahtera merupakan sebuah lembaga pelatihan berbasis masyarakat yang berlokasi di Kota Batu, Jawa Timur. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan daya tarik pertanian melalui strategi glocalization, yang memadukan nilai-nilai lokal dengan inovasi global. Pendekatan ini dikemas dalam bentuk board game interaktif bernama "Glocal Ladders," yang mengenalkan manajemen pertanian secara menyenangkan. Board game ini terdiri dari tiga fase: Fase Pengetahuan, untuk memperkenalkan konsep dasar pertanian dan pentingnya lingkungan; Fase Strategi Pertanian, yang memberikan wawasan tentang manajemen lahan dan pengendalian hama berkelanjutan; dan Fase Ekosistem Bisnis Agrowisata, yang mengajarkan manajemen bisnis agroeduwisata, mulai dari branding hingga pemasaran produk. Hasil awal menunjukkan bahwa metode edukasi ini efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan manajemen pertanian pada generasi muda, sekaligus memperkuat identitas lokal desa sebagai daya tarik wisata. Pendekatan ini berpotensi diterapkan di wilayah lain dengan tantangan regenerasi serupa
PERAN KEJAKSAAN DALAM PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PENGELOLAAN ANGGARAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH DI KABUPATEN PASURUAN
Pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) telah diatur dalam peraturan menteri, dalam pelaksanaannya masih dimungkinkan terjadi penggunaan dana yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Oleh karena itu, diperlukan peran Kejaksaan sebagai salah satu lembaga penegak hukum sebagai upaya preventif fungsi pengawasan terhadap pengelolaan dana BOS di sekolah-sekolah khususnya di wilayah Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini fokus kepada dua pokok permasalahan. Pertama, bagaimana peran Kejaksaan dalam penegakan hukum terhadap pengelolaan anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah di lingkungan pendidikan Kabupaten Pasuruan. Kedua, bagaimana bentuk penegakan hukum yang dilakukan oleh Kejaksaan terhadap pengelolaan anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah di lingkungan pendidikan Kabupaten Pasuruan yang tidak sesuai dengan petunjuk dan teknis penggunaannya. Tujuan dari penelitian ini ialah: Pertama, untuk mengetahui peran Kejaksaan dalam penegakan hukum terhadap pengelolaan anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah di lingkungan pendidikan Kabupaten Pasuruan. Kedua, untuk mengetahui serta menganalisis bentuk penegakan hukum yang dilakukan oleh Kejaksaan terhadap pengelolaan anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah di lingkungan pendidikan Kabupaten Pasuruan yang tidak sesuai dengan petunjuk dan teknis penggunaannya. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian yuridis empiris yang dilakukan di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Pasuruan. Hasil penelitian yang didapat ialah peran Kejaksaan dalam melakukan penegakan hukum terhadap pengelolaan dana BOS yang tidak sesuai dengan petunjuk teknis penggunaannya yaitu dengan menerima laporan, melakukan pemeriksaan, melakukan penyidikan dan penuntutan terhadap kasus-kasus pengelolaan dana BOS yang tidak sesuai peruntukannya. Selain itu, Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan juga berperan dengan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah se Kabupaten Pasuruan. Selanjutnya, jika laporan terbukti maka akan diproses secara hukum untuk disidangkan ke Pengadilan sebagai upaya penegakan hukum
DEVELOPMENT OF ECO-FRIENDLY EPOXY COMPOSITES FROM COCONUT FIBER AND PINE CONE WASTE FOR LIGHTWEIGHT FASCIA BOARD APPLICATIONS
The limitations of conventional fascia board materials such as wood and GRC—which are prone to decay and high in production cost—have driven the search for alternative, eco-friendly, cost-effective, and durable materials. This study investigates the potential use of waste pine cone petals and coconut coir fibers, widely available in Selorejo Village, Sragen, as natural fillers for developing composite materials applicable to architectural fascia boards. The main objective is to evaluate the influence of different mixing ratios of coconut coir fibers and pine cone petal powder on the mechanical properties of the composite, including tensile strength, flexural strength, and impact toughness. The research employed a destructive experimental method using epoxy resin as the matrix and five filler compositions (from 30:70 to 70:30), with a filler volume fraction of 40% and matrix 60%. The results indicated that the composite with a 70:30 composition exhibited the best mechanical performance, with tensile strength of 28.49 MPa, bending strength of 37.04 MPa, and impact toughness of 26.85 kJ/m². These findings confirm the promising potential of such natural filler combinations for developing alternative composite materials suitable for non-load-bearing structural applications such as fascia boards
DEPLOYMENT OF IFM DD0203 CONTROLLER AND PROXIMITY SENSOR IN CULLET CONVEYOR SYSTEM: A CASE STUDY IN THE GLASS MANUFACTURING
Automation has emerged as a critical approach to enhance operational efficiency within the industrial sector. This research evaluates the efficacy of an automated system implemented on a belt conveyor at PT. X, a sheet glass production firm, used for the transportation of 124 tons of cullet (broken glass) daily. Prior to automation, the belt conveyor functioned for an average of 21.79 hours daily. Following the implementation of an automated system using the IFM DD0203 controller, Time Delay Relay, and proximity sensors, the operating length was decreased to 8.25 hours per day while maintaining transport capacity. Operational efficiency improved by 62.13%, indicating a substantial decrease in operational time. This research offers insights into the potential energy and cost reductions achievable via automation in material transportation networks. Iron plates and bearings when failing to detect cullet on the conveyor line
CLASSIFICATION OF IMAGE QUALITY OF TUBAN LEGEN BEVERAGES USING CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK (CNN) METHOD BASED ON RANDOM FOREST
This study focuses on developing a classification method for the quality of Tuban legen beverage using a combination of Convolutional Neural Network (CNN) and Random Forest. The siwalan plant (Borassus flabellifer L.), commonly found in Tuban Regency, East Java, produces sap that is susceptible to fermentation and microbial damage. Therefore, it is essential to process legen properly to maintain its taste and quality. The dataset used consists of 1280 images of legen beverage categorized into two classes: Steril and Campuran. The research process involves data collection, preprocessing, and splitting the dataset into training, validation, and testing sets with various ratios. CNN, specifically the VGG16 architecture, is used for feature extraction from images, while Random Forest serves as the classification algorithm. The model is optimized using GridSearchCV and evaluated with metricssuch as accuracy, precision, recall, F1-score, and confusion matrix. The results indicate that the combination of CNN and Random Forest can achieve optimal accuracy of up to 100% for certain data configurations, both for images with and without background, with a data ratio of 80% training, 10% validation, and 10% testing. Data augmentation is applied to enhance model variation and generalization, contributing to improved classification accuracy. Although these results demonstrate the model's ability to recognize patterns, the study suggests potential for further improvement. It is recommended to explore other classification methods, conduct deeper hyperparameter optimization, and apply transfer learning to enhance model performance. Additionally, further research is needed to understand the impact of background on classification and how to address it. This study makes a significant contribution to the development of a quality classification system for legen beverages by utilizing more robust and accurate deep learning technology. These findings can serve as an important reference for future research in image classification and food product quality, providing insights for developing more efficient and effective methods