E-Journal Universitas Wiraraja
Not a member yet
2235 research outputs found
Sort by
PENGARUH RASIO TEPUNG TAPIOKA DAN SERBUK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) PADA PEMBUATAN KUE SEMPRIT TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA
Papaya leaf are not one of the richest natural resources in Indonesia which is the utilization is not optimal. One way to optimize the utilization of papaya leaf is to process papaya leaf into powder. Papaya leaf powder will be applied to processed pastries that add variety to semprit cake. The purpose of making a semprit cake with a ratio of tapioca flour and papaya leaf powder is to variety of semprit cake in texture, color, water content and protein content. This research was an experimental study using a completely randomized design (CRD) research method with one factor (ratio of tapioca flour and papaya leaf powder). The factors used were 95%: 5%, 90%: 10%, 85%: 15%. The data from this research were statistically tested using One Way ANOVA and continued with the DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) test if there was a significant difference. The results of statistical analysis showed significant differences in protein content, brightness level, yellowness level and texture
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KERIPIK PISANG PRIGI JAYA DI DESA BATUAN KECAMATAN BATUAN KABUPATEN SUMENEP
Keripik pisang yang sering dijadikan cemilan maupun suguhan untuk para tamu yang bertamu ke rumah, keripik ini menggunakan pisang sebagai bahan baku utamanya. Keripik pisang merupakan produk olahan pisang mentah yang diiris tipis menggunakan alat pengiris, lalu digoreng, dan dikemas untuk dijual ke konsumen. Oleh karena itu perlu adanya strategi pengembangan usaha untuk mengembangkan usaha keripik pisang. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui faktor internal serta faktor eksternal dan strategi pengembangan usaha keripik pisang Prigi Jaya di Desa Batuan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep.
Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja di usaha keripik pisang Prigi Jaya di Desa Batuan Kabupaten Sumenep dengan pertimbangan paling lama berdiri di Desa Batuan dengan menggunakan Analisis Faktor Internal dan Eksternal dan Analisis SWOT. Hasil analisis SWOT yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat kekuatan dan kelemahan pada faktor internal sedangkan pada faktor eksternal terdapat peluang dan ancaman dan posisi keripik pisang Prigi Jaya di Batuan ada kuadran I yaitu Agresif, strategi yang dikembangkan yaitu SO Meningakatan volume produksi Meningkatkan kualitas produk, Melakukan promosi yang menarik
KARAKTERISTIK CRACKERS LABU KUNING SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL
Labu kuning salah satu bahan makanan yang diolah untuk dikonsumsi dengan memanfaatkan buah, biji, dan akarnya. Komposisi kimia yang dimiliki pada buah yaitu memiliki kandungan Vitamin A tinggi, fosfor, kalori, kalsium, air. Diversifikasi pangan buah labu, mengolahnya menjadi produk cookies. Cookies merupakanan makanan manis dengan tekstur lembut dan renyah. Pemanfaatan labu kuning pada pembuatan cookie bertujuan untuk penganekaragaman pangan yang memberikan manfaat terhadap tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan komposisi cookies labu kuning yang baik. Metode penelitian dengan eksperiment, dengan analisa Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan pengulangan 3 kali. Penambahan labu kuning 30,50,70 pada adonan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik penambahan labu kuning 50%. Kandungan vitamin A 88,93IU, vitamin C 11,33mg
ANALISIS PENDAPATAN DAN NILAI TAMBAH PRODUKSI BAWANG MERAH GORENG DI PT. PERMATA INDAH RUBARU (PIR) DESA MANDALA KECAMATAN RUBARU KABUPATEN SUMENEP
Harga bawang merah yang berfluktuasi dan melimpahnya bawang merah pada saat panen raya perlu diantisipasi dengan melakukan pengolahan terhadap bawang merah. Di Kecamatan Rubaru tepatnya di Desa Mandala terdapat perusahaan yaitu PT. Permata Indah Rubaru. PT. Permata Indah Rubaru mengolah bawang merah menjadi beberapa produk jadi yaitu bawang merah goreng. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pendapatan, efisiensi dan nilai tambah produksi bawang merah goreng PT. Permata Indah Rubaru Desa Mandala, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan alat analisis biaya, penerimaan, pendapatan, efisiensi dan nilai tambah (Metode Hayami). Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya biaya total yang dikeluarkan agroindustri PT.Permata Indah Rubaru sebesar Rp. 13.913.014, total penerimaan sebesar Rp.18.000.000 dan Pendapatan yang diperoleh agroindustri PT. Permata Indah Rubaru dalam satu bulan produksi sebesar Rp. 4.086.986 dengan efisiensi sebesar 1,29 artinya setiap Rp.1 biaya yang dikeluarkan oleh agroindustri PT. Permata Indah Rubaru dalam proses produksi maka, akan menghasilkan Rp. 1,29 penerimaan. Oleh karena itu, agroindustri PT. Permata Indah Rubaru mendapatkan keuntungan dan layak untuk diusahakan sedangkan Nilai tambah yang diperoleh agroindustri PT. Permata Indah Rubaru dalam 1 bulan produksi sebesar Rp. 8.994.000 dengan nilai rasio sebesar 49,97%
VARIASI KEMASAN KROKET SINGKONG BEKU TERHADAP TINGKAT KESUKAAN DAN KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN
Kroket beku merupakan singkong yang diolah dengan cara dibekukan. Teknologi pengemasan makanan dengan cara dibekukan merupakan teknologi mengawetkan makanan dengan menurunkan temperaturnya hingga di bawah titik beku air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen dan keputusan pembelian terhadap kroket beku dengan variasi kemasan. Teknik pengolahan data meliputi analisa instrumen kuesioner uji validitas dan reliabilitas, uji parsial (uji t). Sedangkan data hasil kuesioner dianalisa secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan variabel independen (variasi kemasan) berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu tingkat kesukaan dan keputusan pembelian konsumen produk olahan kroket singkong beku di Desa Bangkal Kabupaten Sumenep
STUDY ETNOGRAFI PEMBAYARAN OMPANGAN HAJATAN PERNIKAHAN DI DESA BATUKERBUY PAMEKASAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pola transaksi keuangan atas pembayaran ompangan hajatan pernikahan di desa Batu Kerbuy Pamekasan dalam perspektif study etnografi, dengan jenis penelitian kualitatif deskriftif model Spradley. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembayaran ompangan atas sumbangan yang pernah diberikan sebelumnya, akan sangat bergantung kepada dua jenis alat pembayarannya, bisa terdiri dari uang ataupun barang. Nominal ataupun kuantitas yang harus dikembalikan akan sama-sama disadari oleh kreditur ataupun debitur berdasarkan instrumen budaya pendukung yang menyertai pelaksanaan remoh tersebut. Selain itu bisa bergantung pula kepada perakadannya, para pihak yang diundang, dan jenis undangan yang disebarkan. Pola pencatatannya juga menjadi unik, karena menggunakan organisasi sederhana kelompok remoh yang juga menyiapkan juru tulis sebagai bagian dari proses pencatatannya
TAX AMNESTY DAN PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA: MANAKAH YANG LEBIH EFEKTIF?
Kebijakan TA dan PPS sebagai alternatif dalam rangka meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan meningkatkan penerimaan negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas program TA dan PPS di KPP Pratama Pamekasan. Penelitian ini menggunakan metode study kasus dengan melakukan wawancara kepada dua orang informan pegawai KPP Pratama Pamekasan. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa tinjauan efektifitas dari program TA dan PPS sebagaimana diuraikan di atas memberikan kesimpulan bahwa dari (1) aspek antusias peserta yang mengikuti TA dan PPS lebih banyak peserta yang mengikuti TA sebanyak 771 wajib pajak sedangkan PPS sebanyak 376 wajib pajak, kondisi ini karena TA merupakan program pertama dan dilakukan sosialisasi lebih intens dan menyeluruh dibandingkan dengan PPS, yang juga merupakan program lanjutan dari mereka yang belum mengikuti; dan (2) aspek penerimaan pajak lebih efektif dan lebih tinggi program TA sebesar Rp. 27.605.294.926 dibandingkan dengan PPS sebesar ± Rp. 22.249.591.880. Namun, demikian kedua program tersebut dianggap efektif karena sudah melampai target yang ditetapkan oleh KPP Pratama Pamekasan. Implikasi dari penelitian ini adalah kebijakan pajak penting dilakukan di tengah tingkat ketidakpatuhan wajib pajak tinggi, dan potensi penerimaan negara tinggi
PENGARUH STRUKTUR ASET DAN PERTUMBUHAN PENJUALAN TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PT. SEPATU BATA TBK
This study aims to analyze the effect of asset structure and sales growth on the capital structure of PT Sepatu Bata Tbk. This type of research is associative which aims to determine the effect or relationship between two or more variables. The analytical tools used are distance analysis, growth analysis, der analysis, classical assumption analysis, normality analysis, autocorrelation analysis, multiple linear analysis, t test and f test (SPSS Version 21). The results of this study indicate that asset structure has no effect on capital structure and sales growth has a negative and significant effect on capital structure. To improve the capital structure, namely by reducing long-term debt, and increasing sales so that the capital structure will be more stable and optimal.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur aset dan pertumbuhan penjualan terhadap struktur modal pada PT Sepatu Bata Tbk. Jenis penelitian ini adalah asosiatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh atau hubungan antara dua variable atau lebih. Alat analisis yang digunakan adalah analisis far, analisis growth, analisis der, analisis asumsi klasik, analisis normalitas, analisis autokorelasi,regresi linear berganda, uji t dan uji f (SPSS Versi 26). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa struktur asset tidak berpengaruh terhadap struktur modal dan pertumbuhan penjualan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal. Untuk meningkatkan struktur modal, yaitu dengan mengurangi hitang jangka panjang,dan meningkatkan penjualan sehingga struktur modal akan lenih stabil dan optimal
PENINGKATAN KUALITAS TENAGA KERJA PADA PEKERJAAN PEMBESIAN DI DESA KASENGAN KABUPATEN SUMENEP
Desa kasengan sebuah desa yang berada di Kecamatan Manding Kabupaten Sumenep yang terletak di wilayah dataran tinggi dengan luas wilayah 5,15 Km2. Banyaknya penduduk yang belum tamat sekolah dasar
40,1 % sedangkan yang sudah tamat sekolah dasar 33,7 % dan banyaknya rumah tangga yang bekerja di bidang pertukangan sebesar 18 dan dibidang jasa sebesar 110 rumah tangga (Kecamatan Manding dalam Angka 2017, 2017). Berdasarkan data diatas daerah yang masyarakatnya bekerja dibidang pertukangan dan jasa yaitu Desa Kasengan, namum kondisi sumber daya sebanyak 73,8 % masyarakatnya masih lulusan dibawah sekolah menengah pertama. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra yaitu rendahnya tingkat pendidikan tenaga kerja bidang konstruksi khususnya pekerjaan pembesian, rendahnya tingkat keahlian tenaga kerja pada pekerjaan pembesian, terbatasnya kepemilikan alat pada pekerjaan pembesian dan belum pernah mendapatkan pendampingan dalam peningkatan kualitas tenaga kerja bidang konstruksi khususnya pekerjaan pembesian.Solusi yang ditawarkan dalam menyelesaikan permasalahan mitra yaitu memberikan pengetahuan tentang bidang konstruksi pada pekerjaan yang sesuai dengan standar pembuatan pembesian atau penulangan beton, memberikan pelatihan terkait dengan pekerjaan pembesian yang meliputi prosedur dan teknik pembuatan dan pemasangan pembesian atau penulangan beton, memberikan bantuan alat dalam pembuatan dan pemasangan pekerjaan pembesian pada kelompok tenaga kerja dan memberikan pendampingan kepada tenaga kerja pada pekerjaan pembesian ketika tenaga kerja tersebut melakukan pekerjaan pembesian di lokasi pekerjaan konstruksi. Pelaksanaan kegiatan menghasilkan beberapa peningkatan yaitu tahap implementasi terjadi peningkatan pengetahuan terkait dengan pekerjaan pembesian sebesar 50 % dan peserta atau mitra dapat mengikuti dengan baik serta tahap pendampingan peserta dapat mengikuti atau melakukan pekerjaan pembesian sesuai dengan gambar kerja dan standarisasi pekerjaan pembesian
PELATIHAN AUOTOCAD PERCEPAT RANCANGAN DALAM DUNIA INFRASTRUKTUR PADA FOSFAT (FORUM SILATURRAHMI FAKULTAS TEKNIK)
Construction is a design and planning of buildings, roads and bridges in a predetermined area both in urban and rural areas. Many construction constructions, be it buildings, roads and bridges are still carried out or planned manually, so it requires a long time to complete, especially in Sumenep Regency. Construction design requires accuracy and accuracy in the drawing process, and must be adjusted to the rules that apply to the construction world. The number of open land in Sumenep Regency which is an asset for the development of Sumenep Regency which every year the population is increasing. Therefore, it is necessary to improve the quality of human resources related to the design or depiction of construction with a program as a tool to accelerate a construction design. The program that will later be outlined in a framework is how to implement a construction design quickly and precisely designed with the Autocad program. Activities are carried out by means of research on how to design or draw a construction with the Autocad program, with the hope of naming the quality of human resources of the successors of construction implementers in Sumenep Regency