E-Journal Universitas Wiraraja
Not a member yet
    2235 research outputs found

    STRATEGI PENINGKATAN USAHA PADA BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) AL-BAROKAH DESA PATEAN

    Get PDF
    Badan Usaha Milik Desa dapat menjadi motor penggerak bagi ekonomi desa. Dengan mengembangkan poetensi yang di miliki desa dan menggerakkan sumberdaya yang ada, diharapkan dapat memenuhu kebutuhan masyarakat sekitar, selain itu tentunya untuk mengembangkan modal usaha dan meningkatkan keuntungan. Tujuan dari pengelolaan program BUMDes Al-Barokah yaitu meningkatkan 4 aspek yang mempengaruhi pengelolaan, yaitu planning BUMDes Al-Barokah melaksanakan program jangka Panjang pada program BUMDes Al-Barokah, organizing yaitu tersedianya sumber daya manusia/SDM menetapkan tugas dan tanggung jawab pada program BUMDes Al-Barokah dan non sumber daya manusia/SDM yang berupa dari alam maupun sarana dan prasarana yang mendukung pengelolaan program BUMDes Al-Barokah. actuating menambah kerja sama serta menigkatkan jumlah penjualan pada program BUMDes Al-Barokah. Keempat controlling. Salah satu bentuk keberhasilan pada pengelolaan Badan usaha ini adalah partisipasi aktif masyarakat dalam memanfaatkan jasa usaha yang disediakan oleh BUMdes Al-Barokah. Kata Kunci : Strategi, Usaha, BUMDes, Masyarakat

    PELAYANAN PUBLIK DI KELURAHAN PERHENTIAN MARPOYAN KOTA PEKANBARU BERDASARKAN PERATURAN DAERAH KOTA PEKANBARU NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN KELURAHAN

    Get PDF
    Abstract Based on the Pekanbaru City Regional Regulation Number 4 of 2016 concerning the Formation of Sub-Districts, there was regional division in the Maharatu Sub-District with the Pehentian Marpoyan Sub-District as the result of the expansion of the existing regulations. In terms of population administration, data and public service processes have changed, in this case administrative services have moved to Pehentian Marpoyan Village. The aim of this research is to determine public services and the inhibiting factors in Perhentian Marpoyan Village. The type of research is sociological legal research, the nature of this research is descriptive, using the Porposive Sampling technique. Public services in Perhentian Marpoyan Village in terms of administrative services are not yet running optimally. Factors inhibiting public services in terms of administrative services can be seen in Article 34 of Pekanbaru City Regional Regulation Number 4 of 2016 concerning the Establishment of Villages which states that the Mayor of Pekanbaru is obliged to provide buildings and other infrastructure that are not in accordance with community expectations. Keywords : Public Service, Regional Expansion, Kelurahan   Abstrak Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 4 Tahun 2016 Tentang Pembentukan Kelurahan adanya pemekaran daerah di Kelurahan Maharatu dengan Kelurahan Pehentian Marpoyan sebagai kelurahan hasil pemekaran dari aturan yang berlaku. Dalam hal administrasi kependudukan mengalami perubahan data dan proses pelayanan publik dalam hal ini pelayanan administrasi yang berpindah pada Kelurahan Pehentian Marpoyan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelayanan publik dan faktor penghambatnya di Kelurahan Perhentian Marpoyan. Jenis penelitian adalah penelitian hukum sosiologis, sifat dari pada penelitian ini adalah bersifat deskriptif, yang menggunakan teknik Porposive Sampling. Pelayanan publik di Kelurahan Perhentian Marpoyan dalam hal pelayanan administrasi belum berjalan secara maksimal. Faktor penghambat pelayanan publik dalam hal pelayanan administrasi terlihat pada Pasal 34 Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 4 Tahun 2016 Tentang Pembentukan Kelurahan bahwa Walikota Pekanbaru berkewajiban menyediakan gedung dan prasarana lainnya belum sesuai dengan harapan masyarakat. Kata kunci : Pelayanan Publik, Pemekaran Daerah, Keluraha

    Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sebagai Pilar Ekonomi Masyarakat Desa Di Desa Gapura Timur Kabupaten Sumenep

    Get PDF
    Abstract The village government must support the existence of BUMDes to be able to provide benefits to the community so that they can overcome the problems that exist in the village, namely poverty and unemployment. However, what is currently happening is that BUMDes are only able to develop and have not fully helped the village community's economy. This study aims to determine the Development of Village Owned Enterprises (BUMDes) as Economic Pillars of Village Communities in Gapura Timur Village, Sumenep Regency. This research is about organizational development, namely managerial networks, sensitivity training, team building and survey feedback. The method used is qualitative. The results showed that the development of BUMDes Yanfa'u Linnas was carried out through a managerial network, namely BUMDes Yanfa'u Linnas carried out collaborations which included working with Bank Jatim and Bank BRI, SAMSAT Sumenep, BUMDes Gapura Tengah and the community. Sensitivity training, namely BUMDes Yanfa'u Linnas participated in training at the Community and Village Empowerment Service, comparative studies in Malang and Saronggi. Formation of the team, namely BUMDes Yanfa'u Linnas carried out the formation of a team which included a supervisory team, comparative study and survey. Feedback from the survey, namely BUMDes Yanfa'u Linnas collected data regarding the impact of the existence of BUMDes related to businesses such as renewing motorbikes, renting pumps water, fattening cows, rental of celebration tents and plastic chairs. Keywords: Development, BUMDes, Village economic pillars   Abstrak Pemerintah desa harus mendukung keberadaan BUMDes untuk dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sehingga dapat mengatasi permasalahan yang ada di desa yaitu kemiskinan dan pengangguran. Namun yang saat ini terjadi BUMDes hanya mampu berkembang dan belum sepenuhnya membantu perekonomian masyarakat desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sebagai Pilar Ekonomi Masyarakat desa di Desa Gapura Timur Kabupaten Sumenep. Penelitian ini mengenai pengembangan organisasi yaitu jaringan manajerial, pelatihan kepekaan, pembentukan tim dan umpan balik survei. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan BUMDes Yanfa’u linnas dilakukan melalui adanya Jaringan manajerial yaitu BUMDes Yanfa’u Linnas melakukan kerjasama yang meliputi bekerjasama dengan Bank Jatim dan Bank BRI, SAMSAT Sumenep, BUMDes Gapura Tengah dan masyarakat. Latihan kepekaan yaitu BUMDes Yanfa’u Linnas mengikuti pelatihan di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, study banding di Malang dan Saronggi. Pembentukan tim yaitu BUMDes Yanfa’u Linnas melakukan pembentukan tim yang meliputi tim pengawas, study banding dan survei, Umpan balik survei yaitu BUMDes Yanfa’u Linnas melakukan pengumpulan data-data mengenai dampak dari adanya BUMDes terkait adanya usaha seperti perpanjang sepeda motor, sewa pompa air, penggemukan sapi, sewa tenda hajatan dan kursi plastik. Kata Kunci: Pengembangan, BUMDes, Pilar ekonomi des

    IMPLEMENTASI PELAYANAN ADMINISTRASI BERBASIS APLIKASI BALADA DI DESA LOBUK KECAMATAN BLUTO KABUPATEN SUMENEP

    Get PDF
    ABSTRACT   E-Government is an initiative of the Indonesian government to improve the quality of services by utilizing technology. As well as Lobuk Village in Blutoo District, Sumenep Regency, which has implemented e-Government in providing administrative services based on an android application called BALADA (Village Integrated Service Base). The purpose of this study was to determine the implementation of Balada application-based administrative services in Lobuk Village, Bluto District, Sumenep Regency. The research method used in this research is descriptive qualitative with a research focus that refers to the George C. theory. Edward III's theory, which are communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. Data collection techniques in this study using interview, observation and documentation. The results of the research on the implementation of administrative services based on the Balada application show that: first, the implementation of the Balada application has been communicated with socialization to community and youth leaders. Second, the implementation of the Balada application has been supported by resources such as human resources, financial resources, and supporting facilities. Third, implementers can be said to be quite responsive in serving people who request services through the application but still serve people who are still not using the application. Fourth, the implementation of the Balada application involves several stakeholders and already has an SOP.   Keywords:Implementation, e-Government, Balada Application   ABSTRAK   E-Government merupakan upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas pelayanan dengan memanfaatkan teknologi. Seperti halnya Desa Lobuk yang ada di Kecamatan Blutoo Kabupaten Sumenep yang telah menerapkan e-Government dalam memberikan pelayanan administrasi dengan berbasis aplikasi android yang bernama BALADA (Basis Layanan Terpadu Desa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi pelayanan administrasi berbasis aplikasi Balada di Desa Lobuk Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan fokus penelitian yang mengacu pada teori George C. Edward III yaitu komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi. Teknik pemgumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara, teknik observasi dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian implementasi pelayanan administrasi berbasis aplikasi Balada menunjukkan bahwa: pertama, implementasi aplikasi Balada telah dikomunikasikan dengan   sosialisasi kepada tokoh masyarakat dan pemuda. Kedua, implementasi aplikasi Balada sudah didukung sumberdaya seperti sumber daya manusia, sumberdaya finansial, dan sarana pendukung. Ketiga, implementor dapat dikatakan cukup responsif dalam melayani masyarakat yang meminta pelayanan melalui aplikasi namun tetap melayani masyarakat yang masih datang ke balai. Keempat, implementasi aplikasi Balada melibatkan beberapa pihak dan sudah memiliki SOP.   Kata Kunci: Implementasi, e-Government, Aplikasi Balad

    UPAYA PENANGGULANGAN BENCANA DI KABUPATEN SUMENEP

    Get PDF
    Abstract Disaster Management is all efforts that include the establishment of development policies that are at risk of disasters, rehabilitation, reconstruction and emergency response in Law number 24 of 2007. Sumenep Regency is prone to five types of natural disasters, namely floods, tornadoes, landslides, abrasion Sea, And Drought. A disaster that is currently difficult to reach and difficult to handle is the drought disaster, especially in the Sumenep Islands area. This is what prompted the Sumenep Regency Government to issue Regional Regulation No. 6 of 2013 concerning Disaster Management. The aim is to implement systematic, integrated and coordinated disaster management. The aim of Disaster Management is to provide protection to the community from the threat of disasters, implement existing laws and regulations, ensure the implementation of planned, integrated, coordinated and comprehensive disaster management, respect local culture, build public and private participation and partnerships. BPBD Sumenep Regency Disaster Management is conducting data collection on areas in Sumenep Regency that are vulnerable to all natural disasters that have the potential to occur in Sumenep Regency, including floods, droughts, landslides, earthquakes, tornadoes and fires. Sumenep Regency Disaster Identification Report Contains Disaster Data. Identification of Disaster Prone Areas is Useful for Anticipating and Providing Protection to Communities in Disaster Prone Areas from Danger Threats as well as Increasing Disaster Preparedness and Reducing the Number of Risk Disaster Victims. Keywords: Implementation, Disaster Management   Abstract Penanggulangan Bencana Merupakan Segala Upaya Yang Meliputi Penetapan Kebijakan Pembangunan Yang Beresiko Timbulnya Bencana, Rehabilitasi, Rekontruksi Dan Tanggap Darurat Dalam Undang-Undang nomor 24 Tahun 2007. Kabupaten Sumenep Rawan Terhadap Lima Jenis Bencana Alam, Yakni Banjir, Angin Puting Beliung, Tanah Longsor, Abrasi Laut, Dan Kekeringan. Bencana Yang Sampai Saat Ini Sulit Dijangkau Dan Sulit Untuk Ditangani Yakni Bencana Kekeringan, Terutama Di Daerah Kepulauan Sumenep Hal Inilah Yang Mendorong Pemerintah Kabupaten Sumenep Menerbitkan Peraturan Daerah No 6 Tahun 2013. Tentang Penanggulangan Bencana. Tujuan Agar Terselengarannya Penanggulangan Bencana Yang Sistematis Terpadu Dan Terkordinasi. Tujuan Dari Penanggulangan Bencana Adalah Memberikan Perlindungan Kepada Masyarakat Dari Acaman Bencana, Melaksanakan Peraturan Perundang-Undangan Yang Sudah Ada,   Menjamin Terlaksananya Penanggulangan Bencana Secara Terencana, Terpadu, Terkoordinasi, Dan Menyeluruh, Menghargai Budaya Lokal, Membangun Partisipasi Dan kemitraan Publik Dan Swasta. Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Sumenep Melakukan Pendataan Daerah-Daerah Di Kabupaten Sumenep Yang Rentan Dengan Segala Bencana Alam Yang Berpotensi Terjadi Di Kabupaten Sumenep Diantaranya Banjir, Kekeringan, Tanah Longsor, Gempa Bumi, Angin Puting Beliung, Dan Kebakaran. Laporan Identifikasi Bencana Kabupaten Sumenep Berisikan Tentang Data-Data Bencana. Identifikasi Daerah Rawan Bencana Tersebut Berguna Untuk Mengantisipasi Serta Memberikan Perlindungan Kepada Masyarakat Yang Berada Di Daerah Rawan Bencana Dari Ancaman Bahaya Serta Meningkatkan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Dan Mengurangi Jumlah Risiko Korban Bencana. Kata Kunci : Implementasi, Penanggulangan Bencan

    PEMBERDAYAAN EKONOMI KREATIF DALAM KELUARGA MELALUI PROGRAM UP2K-PKK DI KECAMATAN LENTENG

    Get PDF
    ABSTRAK     Program UP2K PKK  Kecamatan  Lenteng telah  mampu  memberdayakan dan mengembangkan kelompok  PKK  dan  masyarakat  pada  20 desa   dengan peningkatan ekonomi  kreatif  membuat  kerajinan  khas  dari  masing-masing  desa  serta mampu  menggali potensi  masyarakat untuk menjadi  berdaya dengan menjual  jajanan  tradisonal  desa  serta  makanan ringan maupun gorengan, yang kesemuanya ini dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan kesejahteraan keluarga, yaitu 1) Tim Penggerak PKK Kecamatan Lenteng  telah mampu menciptakan suasana masyarakat berkembang,  melalui upaya membangun UP2K-PKK pada  20 desa di Kecamatan Lenteng,  dengan mendorong, memberikan motivasi dan membangkitkan kesadaran UP2K-PKK  untuk bangkit berkreativitas  serta untuk mampu menggali potensi dirinya dalam berusaha.   ABSTRACT   UP2K PKK'S Program Lenteng's district have can empower and develops PKK'S group and society on 20 villages with increasing economic creative make typical diligence of each village and can dig up society potency to become useful with sells jajanan tradisonal village and demulcent food and also fried, one that to all these matters can increase family income and family welfare, which is 1) PKK'S Actuating team Lenteng's district have can create effloresce society atmosphere,  via effort builds UP2K PKK on 20 villages at Lenteng's district,  by pushes, giving motivation and arouses UP2K PKK'S consciousness to arouse gets creativity and for can dig up her potency in tries. 2) PKK'S Actuating Teams Lenteng's districts have can in strengthen proprietary energy potency silvan society with UP2K PKK'S empowerment on 20 villages as staged as positives and reality, in strengthen proprietary potency society for amendable, 3) PKK'S Actuating Teams district Lenteng can protect and prevents emulations in tries by way of develop UP2K PKK'S Program that lies on 20 villages, so marks sense UP2K PKK can protect village society from keterpurukan and for can amends with included silvan commanding support also seed money support.     Key word         :           Empowerment, Creative economy, and UP2K PK

    PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI DESA BANJAR BARAT KECAMATAN GAPURA KABUPATEN SUMENEP

    Get PDF
    Abstract Participation in planning is something that really determines the success of the development that will be implemented. However, it often still causes problems. From the research results, it was found that West Banjar Village community participation in participating in development planning meetings was still less active. The lack of active community participation in the planning stage is due to human resource factors, besides that they are busy with their work activities, the majority of whom are farmers. So when it comes to collecting and digging up information, they are usually less involved. This research aims to determine community participation in infrastructure development in West Banjar Village, Gapura District, Sumenep Regency. The method used in this research is a qualitative descriptive method. The focus of this research is participation in the planning stage, participation in the implementation stage, and participation in the utilization stage. Research data was obtained by researchers from observations, interviews and documentation. The research results show that: 1) Planning stage, at the planning stage community involvement in gathering information regarding identification of village problems and potential. Community involvement in participation was not born from the community's own initiative, but was due to several limitations they had, both limited human resources and economic limitations which tended not to think about village development information issues. 2) implementation stage, at this implementation stage the community has taken its role in implementing development such as bridge repairs, the community is more directly involved in the process of field activities compared to the deliberation process in the planning stage. 3) Utilization stage, at the utilization stage the results of a development project can be felt by the community. Completed development projects are used according to their function. A sense of responsibility is also instilled in caring for, maintaining and safeguarding the results of development projects that have been built. Keywords: Participation, Community, Village infrastructure development   Abstrak Partisipasi dalam perencanaan merupakan suatu hal yang sanggat menentukan keberhasilan pembangunan yang akan di laksanakan. Namun, seringkali masih menimbulkan persoalan. Dari hasil penelitian ditemukan bentuk partisipasi masyarakat Desa Banjar Barat dalam mengikuti rapat perencananan pembangunan masih kurang aktif. Kurang aktifnya partisipasi masyarakat dalam tahap perencanaan karena faktor SDMnya, disamping itu disibukkan dengan aktivitas pekerjaannya yang mayoritas sebagai petani. Jadi untuk urusan mengumpulkan dan menggalih informasi biasanya mereka kurang begitu terlibat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Infrastruktur di   Desa Banjar Barat Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep. Metode yang digunakan penelitian ini metode deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini yakni partisipasi di dalam tahap perencanaan, partisipasi di dalam tahap pelaksanaan, dan partisipasi di dalam tahap pemanfaatan. Data hasil penelitian diperoleh peneliti dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tahap perencanaan, pada tahap perencanaan keterlibatan masyarakat dalam pengumpulan informasi mengenai identifikasi masalah dan potensi desa. Keterlibatan masyarakat dalam partisipasi itu bukan lahir dari inisiatif masyarakat sendiri, tetapi dikarenakan beberapa keterbatasan yang dimiliki, baik keterbatasan SDM maupun keterbatasan ekonomi yang cendrung tidak memikirkan persoalan-persoalan informasi pembangunan desa. 2) Tahap pelaksanaan, pada tahap pelaksanaan ini masyarakat sudah mengambil peranyanya dalam pelaksanaan pembangunan seperti perbaikan jembatan, masyarakat lebih ikut terlibat langsung proses kegiatan lapanagan dibandingkan proses musyawarah dalam tahap perencanaan. 3) Tahap pemanfaatan, pada tahap pemanfaatan hasil suatu proyek suatu pembangunan sudah dapat dirasakan bagi masyarakat. Proyek pembangunan yang telah selesai digunakan sesuai fungsinya. Rasa tanggung jawab juga ditanamkan tersendiri untuk merawat, memelihara dan menjaga hasil dari proyek pembangunan yang telah dibangun. Kata kunci : Partisipasi, Masyarakat, Pembangunan infrastruktur Desa &nbsp

    PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA APARATUR DI KANTOR DESA PANDIAN KABUPATEN SUMENEP

    Get PDF
    Abstract   This research aims to analyze the influence of good organizational culture and motivation in improving the performance of Pandian Village Office Apparatus, Sumenep Regency. With the very important role of the village office, it should also be in harmony with the quality of human resources of its employees so that it can support the role of village office members. Several problems can be found at the Pandian village office, Sumenep district, namely that some employees still lack responsibility for the work and obligations entrusted to them, some employees are still seen coming to work late and leaving the workplace during working hours. The research population was all 11 officers and all officers were sampled. Data collection techniques are questionnaires and documentation methods. This research uses multiple linear regression analysis to see the influence of organizational culture and motivation variables on the performance of officials at the Pandian District Village Office. Sumenep. Based on the results of regression testing, it was found that organizational culture has a significant effect on apparatus performance. If there is an increase in organizational culture, apparatus performance will also increase. Meanwhile, motivation does not have a significant effect on the performance of the apparatus. This means that the motivation received by the apparatus has no effect on the performance of the apparatus. Meanwhile, based on the results of the F-test that has been carried out, together the variables of organizational culture and motivation have a significant effect on apparatus performance. This indicates that organizational culture and motivation together can improve apparatus performance. Keywords: Organizational Culture, Motivation, Apparatus Performance   Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi dan motivasi yang baik dalam meningkatkan kinerja Aparatur Kantor Desa Pandian Kabupaten Sumenep. Dengan sangat pentingnya peran dari kantor desa maka seharusnya juga selaras dengan kualitas SDM dari pegawainya sehingga dapat menunjang peran dari anggota kantor desa. Dapat di   temukan beberapa masalah di kantor desa pandian kabupaten sumenep yaitu beberapa pegawai masih kurang bertanggung jawab terhadap pekerjaan dan kewajiban yang diamanahkan kepadanya, beberapa pegawai masih terlihat terlambat datang kerja dan meninggalkan tempat kerja pada waktu jam kerja. Populasi penelitian adalah seluruh aparat sebanyak 11 orang dan semua aparat dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data adalah kuesioner dan dokumentasi metode dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda untuk melihat pengaruh variabel budaya organisasi dan motivasi terhadap kinerja aparatur di Kantor Desa Kecamatan Pandian. Sumenep. Berdasarkan hasil pengujian regresi ditemukan bahwa budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja aparatur. Jika terjadi peningkatan budaya organisasi maka kinerja aparatur pun akan meningkat. Sedangkan motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja aparatur. Artinya motivasi yang diterima aparatur tidak berpengaruh terhadap kinerja aparatur. Sedangkan berdasarkan hasil uji F yang telah dilakukan, secara bersama-sama variabel budaya organisasi dan motivasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja aparatur. Hal ini menunjukkan bahwa budaya organisasi dan motivasi secara bersama-sama dapat meningkatkan kinerja aparatur. Kata Kunci: Budaya Organisasi, Motivasi, Kinerja Aparatu

    IMPLEMENTASI TATA KELOLA PUPUK BERSUBSIDI UNTUK KEBERLANJUTAN PEMBANGUNAN SEKTOR PANGAN DI KABUPATEN SUMENEP

    Get PDF
    Abstract Currently, the agricultural sector is faced with the problem of meeting food needs and farmers' welfare. The problem of meeting food needs for the entire population at all times in a region is the main target of food policy for the government of a country. Indonesia as a country with a large population faces very complex challenges in meeting the food needs of its population, So that the issue of food security becomes a central issue in development and becomes a focus in agricultural development. The research method used in this study is qualitative method. The management of subsidized fertilizers for food sustainability in Sumenep Regency has experienced several obstacles such as reducing the number of quotas not in accordance with the DPRK, there are few communication barriers between farmers and field extension workers. The management of subsidized fertilizers for food sustainability in Sumenep Regency regarding resources, it turns out that there are still many ordinary farmers. The management of subsidized fertilizers to obtain approval for fertilizer applications from the center requires a long time. The management of subsidized fertilizers for agricultural extension workers and the agricultural office always tries to meet the needs of farmers, especially subsidized fertilizers which are the main needs of farmers so that farmers do not lose money.   Keywords: Governance, Fertilizer Subsidies and Food Sector Development.   Abstrak Saat ini sektor pertanian dihadapkan pada permasalahan pemenuhan kebutuhan pangan dan kesejahteraan petani. masalah pemenuhan kebutuhan pangan bagi seluruh penduduk setiap saat di suatu wilayah menjadi sasaran utama kebijakan pangan bagi pemerintahan suatu negara. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar menghadapi tantangan yang sangat kompleks dalam memenuhi kebutuhan pangan penduduknya, sehingga masalah ketahanan pangan menjadi isu sentral dalam pembangunan dan menjadi fokus dalam pembangunan pertanian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengelolaan pupuk subsidi untuk keberlangsungan pangan di Kabupaten Sumenep mengalami beberapa kendala seperti pengurangan jumlah kuota tidak sesuai dengan RDKK, ada sedikit hambatan komunikasi antara petani dengan penyuluh lapangan. Pengelolaan pupuk subsidi untuk keberlangsungan pangan di Kabupaten Sumenep tentang sumber daya ternyata para petani masih banyak yang awam. Pengelolaan pupuk subsidi untuk memperoleh persetujuan pengajuan pupuk dari pusat memerlukan waktu yang tidak singkat. Pengelolaan pupuk subsidi penyuluh pertanian dan dinas pertanian selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan para petani khusunya pupuk subsidi yang menjadi kebutuhan utama para petani sehingga petani tidak menjadi rugi.   Kata Kunci: Tata Kelola, Pupuk Subsidi dan Pembangunan Sektor Pangan

    ANALISIS PRICE DISCOUNT TERHADAP ONLINE IMPULSE BUYING MELALUI BRAND TRUST SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PRODUK KECANTIKAN LOKAL

    Get PDF
    Industri kecantikan secara umum mengalami pertumbuhan pesat, didorog oleh perkembangan inovasi teknologi yang memenuhi kebutuhan konsumen dalam merawat dan meningkatkan penampilan diri. Inovasi ini mencakup berbagai produk kecantikan, termasuk perawatan tubuh yang semakin diminati. Peningkatan jumlah merek produk perawatan tubuh menyebabkan persaingan yang signifikan dalam menarik minat konsumen. Scarlett, sebagai salah satu brand produk perawatan tubuh, tidak selalu menjadi pilihan utama dalam pembelian online. Hal ini berdampak pada menurunnya minat pembelian impulsif terhadap produk perawatan tubuh scarlett di platform marketplace. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mediasi kepercayaan merek dalam hubungan diskon terhadap pembelian impulsif secara online. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif asosiatif. Teknik sampel yang digunakan adalah probability sampling dengan menyebarkan kuesioner kepada 200 konsumen body care scarlett di Kota Sukabumi. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan software AMOS. Hasil penelitian menunjukan bahwa scarlett berhasil membangun diskon, kepercayaan merek dan pembelian impulsif secara online yang baik di mata konsumen body care scarlett. Diskon berpengaruh langsung dan signifikan terhadap kepercayaan merek, kepercayaan merek berpengaruh langsung dan signifikan terhadap pembelian impulsif secara online dan kepercayaan merek memediasi secara efektif dalam hubungan diskon terhadap pembelian impulsif secara online. Pengaruh hubungan langsung diskon terhadap pembelian impulsif secara online lebih kecil dibandingkan dengan pengaruh tidak langsung. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kepercayaan merek berperan sebagai mediator hubungan antara diskon terhadap pembelian impulsif secara online.   The beauty industry in general is experiencing rapid growth, driven by the devoloment of technological innovations that meet consumer needs in caring for and improving their personal appearance. This innovation includes various beauty products, including body care which is increasingly in demand. The increase in the number of personal care product brands causes significant competition in attracting consumer interest and increases. Scarlett, as a body care product brand, is not always first choice for online purchasing. This has an impact on decreasing interest in online impulse buying of scarlett body care products on the marketplace platform. This research aims to determine the mediating influence of brand trust in the relationship between price discounts and online impulse buying. the research method used is a quantitative method whit an associative descriptive approach. The sampling technique used was probability sampling by distributing questionnaires to 200 scarlett body care consumers in sukabumi city. The data analysis technique uses structural equation modelling (SEM) with the help of AMOS software. The research results show that scarlett has succeeded in building price discount, brand trust and good online impulse buying in the eyes of scarlett body care consumers. Price discount have a direct and significant effect on brand trust, brand trust has a direct and significat effect on online impulse buying and brand trust mediates effectively in the relationship between price discounts and online impulse buying. The direct influence of price discount on online impulse buying is smaller than the indirect influence. Thus, it can be concluded that brand trust acts as a mediator in the relationship between price discount and online impulse buying

    2,109

    full texts

    2,235

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Wiraraja
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇