E-Journal Universitas Wiraraja
Not a member yet
2235 research outputs found
Sort by
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN LADANG GARAM DI KEPULAUAN
Desa pagerungan besar memiliki potensi maritim yang sangat banyak. Masyarakat sangat mengantungkan hidupnya terhadap potensi laut dan segala sesuatu yang terkandung di dalam laut itu sendiri. Namun, masyarakat desa pagerungan besar belum menyadari bahwa air laut yang selama ini lekat dengan kehidupan mereka tidak dimanfaatkan menjadi sumber pendapatan. Untuk itu, kegiatan pengabdian ini menjadi sangat penting untuk segera dilakukan demi mewujudkan masyarakat mandiri dan sejahtera. Terdapat dua persoalan prioritas yang akan diselesaikan melalui kegiatan pengabdian ini yaitu persoalan kesadaran masyarakat terhadap potensi air laut dan persoalan ketidaktahuan dalam membuat ladang tambak garam. Oleh sebab itu, kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang potensi air laut dan memberikan pelatihan mengenai cara membuat lahan untuk produksi garam. Kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi dan pelatihan. Metode ini dirasa tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh masyarakat desa pagerungan besar. Terdapat tiga tahapan yang dilakukan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi kegiatan. Berdasarkan hasil yang diperoleh selama pelasksanaan kegiatan diperoleh informasi bahwa terdapat peningkatan pemahaman para peserta kegiatan mengenai garam dan juga cara membuat ladang garam. untuk kegiatan selanjutnya direkomendasikan untuk melakukan pendampingan dalam melakukan pengukuran kandungan kadar air laut
PENTINGNYA MEMPERKENALKAN BUDAYA LOKAL SEJAK DINI DI ERA DIGITAL
Di era digital yang menjadi salah satu masalah utama dalam bidang pendidikan dan kebudayan adalah masalah identitas kebangsaan. Dengan derasnya arus globalisasi dikhawatirkan budaya bangsa, khususnya budaya lokal akan mulai terkikis. Budaya asing kini kian mewabah dan mulai mengikis eksistensi budaya lokal yang sarat makna. Agar eksistensi budaya lokal tetap kukuh, maka diperlukan pemertahanan budaya lokal. Tujuan untuk mengenalkan budaya local sejak dini kepada siswa TK PGRI Aengbaja Kenek Kec. Bluto. Metode yang digunakan adalah Sosialisasi dan Pelatihan. Hasil Pelaksanaan program Pengabdian Kepada Masyarakat berupa pelatihan dan Sosialisasi tentang Pengenalan kebudayaan lokal sejak dini dapat disimpulkan berhasil yang ditunjukkan antara lain sebagai berikut: (1) respon positif dari siswa TK PGRI Aengbaja Kenek Kec. Bluto selama proses pengadian; serta (2) adanya peningkatan pengetahuan budaya melalui pemjabaran materi disertai praktek
Fire and Smoke Object Detection Using Mask R-CNN
Penelitian ini berfokus pada penggunaan teknologi computer vision, khususnya metode Mask R-CNN, dalam deteksi api dan asap pada kasus kebakaran hutan. Kebakaran hutan adalah masalah lingkungan yang serius, di mana metode deteksi tradisional sering terbatas oleh jangkauan visual dan kesalahan subjektif. Kami mengeksplorasi potensi teknologi computer vision sebagai solusi yang lebih efisien dan akurat. Dataset yang digunakan sebanyak 3465 gambar yang telah dianotasi dengan menggunakan roboflow. Jumlah dataset yang digunakan pada data training 2964 gambar, data validasi 854 gambar dan data testing 427 gambar. Model deteksi api dan asap menggunakan mask rcnn dengan menggunakan parameter learning rate 0.0025, image per batch 2 dan max iteration 10000. Adapun hasil yang diperolah pada average precision = 0.38 dan average recall = 0.29
EVALUASI KEBIJAKAN INSENTIF KARYAWAN
Abstract
PT Garam is a company engaged in the salt and processed salt industry. PT Garam has developed for decades. PT Garam in carrying out its operations continues to strive to improve the quality of human resources and good relations as well as product penetration to various segments. Products in the form of consumption salt and industrial salt are distributed throughout Indonesia. Incentives are a tool to encourage and direct the activities of employees to achieve PT Garam company goals. In other words, incentives are efforts that must be considered and built to excite employees so they work diligently and can achieve better results so that employee work productivity increases. This study aims to determine the evaluation of PT Garam's employee incentive policies. Evaluation is a complex phenomenon that may be understood as a process, as an output or as an impact (outcome). For example, policy evaluation is conceptualized as a process, or a series of decisions and actions aimed at making decisions accepted by the company enforceable. The important factor in the running of the policy evaluation carried out by the company can be seen from the existence of actions in the form of providing incentives, so that the provision of these incentives is carried out properly. There is a goal in implementing policy evaluation, for the welfare of the lives of all employees of PT Garam. There are procedures that are carried out in implementing the policy. There is a policy evaluation process. The main problem discussed in this study is how to evaluate employee incentive policies at the PT Garam Kalianget office, Sumenep Regency. The method used in this research is using descriptive method with qualitative data analysis. The results in this study indicate that the evaluation of employee incentive policies in the framework of implementing incentives for all PT Garam employees has been carried out properly.
Keywords: evaluation, policy, giving incentives
Abstrak
PT Garam merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri garam dan garam olahan. PT Garam berkembang selama puluhan tahun lamanya.PT Garam dalam menjalankan operasionalnya terus berupaya meningkatkan kualitas SDM dan hubungan baik serta penetrasi produk ke berbagai segmen. Produk berupa garam konsumsi dan garam industri yang didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia. Insentif merupakan salah satu alat untuk mendorong dan mengarahkan aktivitas para karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan PT Garam Dengan kata lain insentif adalah usaha yang harus diperhatikan dan dibangun untuk menggairahkan karyawan supaya rajin bekerja dan dapat mencapai hasil yang lebih baik sehingga produktivitas kerja karyawan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi kebijakan insentif karyawan PT Garam. Evaluasi merupakan fenomena yang kompleks yang mungkin dapat di pahami sebagai suatu proses, sebagai suatu keluaran (output) maupun sebagai suatu dampak (outcome). Misalnya evaluasi kebijakan di konseptualisasikan sebagai suatu proses, atau serangkaian keputusan dan tindakan yang di tujukan agar keputusan-keputusan yang diterima oleh perusahaan yang bisa dijalankan. Adapun faktor penting berjalannya evaluasi kebijakan yang dilakukan oleh pihak perusahaan dapat dilihat dari adanya tindakan dalam bentuk pemberian insentif, sehingga terlaksana dengan baik pemberian insentif tersebut. Adanya tujuan dalam pelaksanaan evaluasi kebijakan, untuk mensejahterakan kehidupan seluruh karyawan PT Garam. Adanya prosedur yang dilakukan dalam penerapan kebijakan. Adanya proses evaluasi kebijakan. Adapun masalah pokok yang di bahas dalam penelitian ini adalah bagaimana evaluasi kebijakan insentif karyawan di kantor PT Garam Kalianget Kabupaten Sumenep. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yakni menggunakan metode deskriptif dengan analisa data kualitatif. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa evaluasi kebijakan insentif karyawan dalam rangka pelaksanaan pemberian insentif kepada seluruh karyawan PT Garam sudah terlaksana dengan baik.
Kata Kunci : evaluasi,kebijakan,pemberian insenti
Implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional
Abstract
Traditional markets are the center of community socio-economic activities, by producing social interactions between producers and consumers. However, traditional markets are still experiencing problems, for example the market is still dirty and not kept clean, and the market is experiencing crowds resulting in traffic jams such as the Bangkal Market in Pangarangan Village, Sumenep City District. Therefore, this study aims to examine the implementation of Minister of Home Affairs Regulation No. 12 of 2012 concerning the Management and Empowerment of Traditional Markets at the Bangkal Market, Pangarangan village, Sumenep city district. The research method used is a descriptive qualitative approach. The results of the research on the implementation of Minister of Home Affairs Regulation Number 12 of 2012 concerning the Management and Empowerment of Traditional Markets at the Bangkal Market have indeed since been evicted in 2018 The Pangarangan Village Government has handed over directly to traders and the village government is only responsible for market supervision and control. Pemdes Pangarangan has planned to rebuild the market, where traders are still trading at TPS in the Giling field. Therefore, the Pangarangan village government should continue to communicate with traders and also improve market facilities and infrastructure such as building stalls, because the Bangkal Market is still made of bamboo and wood with a plastic sheeting roof.
Keywords: Policy Implementation, Management and Empowerment, Traditional Markets
Abstrak
Pasar tradisional merupakan pusat kegiatan sosial ekonomi kemasyarakatan, dengan menghasilkan terjalinnya interaksi sosial antara produsen dan konsumen. Akan tetapi, pada pasar tradisional masih mengalami permasalahan, misalnya pada pasar masih kumuh dan kurang terjaga kebersihannya, serta pasar mengalami keramaian sehingga terjadi kemacetan seperti halnya pada Pasar Bangkal Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan mengkaji tentang implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pengelolaan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional pada Pasar Bangkal desa Pangarangan kecamatan kota Sumenep. Adapun Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian pada implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pengelolaan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional pada Pasar Bangkal memang sejak digusur pada tahun 2018 Pemerintah Desa Pangarangan menyerahkan langsung kepada pedagang dan pemdes hanya bertanggungjawab atas pengawasan dan pengendalian pasar. Pemdes Pangarangan sudah merencanakan membangunkan kembali pasar, yang mana pedagang masih berdagang di TPS lapangan Giling. Oleh karena itu, pemerintah desa Pangarangan untuk terus melakukan komunikasi dengan pedagang dan juga memperbaiki sarana dan prasarana pasar seperti kios- kios gedung, karena pada Pasar Bangkal ini masih terbuat dari bambu dan kayu yang beratap terpal plastik.
Kata Kunci: Implementasi Kebijkan, Pengelolaan dan Pemberdayaan, Pasar Tradisiona
EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI KECAMATAN BATANG-BATANG MELALUI PROGRAM SMART ID FACE
Abstract
Employee performance is a skill, ability, and work results shown by employees in carrying out their duties and obligations. The problem that often occurs in an organization or institution is a decrease in employee performance due to a low sense of discipline and awareness by employees. One of the other problems is the behavior of entrusting attendance by the state civil apparatus, because of that a policy was issued for implementing online attendance in Indonesian government agencies. The purpose of this research is to find out the Work Effectiveness of Batang-Batang District Employees through the Smart ID Face Program. The research method used is a qualitative method with Hasibuan theory, namely the factors that influence work effectiveness. The results of the research consist of 5 focuses, which consist of (1) work environment, namely the application of online attendance with the smart ID face program, can improve discipline and employee performance at the Batang-Batang District office. (2) Supervision, namely supervision is carried out online or offline in order to minimize obstacles obstacles that occur or that will occur so that they can be anticipated immediately in the Batang-Batang District Office environment. (3) Work discipline, namely online attendance with the smart ID face program will improve employee performance so that services provided to the community will be better. (4) Work motivation, namely one of the factors that motivates employees to work, namely the existence of a basic salary and additional employee income that will be obtained by employees after carrying out work according to the target and on time. (5) Compensation is a form of compensation given to employees in the form financial, namely the basic salary of Additional Employee Income (TPP) and non-financial compensation, namely periodic promotions and career paths in accordance with the level of education that is effective. Keywords: Effectiveness, Performance, Online Attendance
Abstrak
Kinerja pegawai merupakan sebuah keterampilan, kemampuan, dan hasil kerja yang ditunjukkan oleh pegawai dalam menjalankan tugas dan kewajiban. Permasalahan yang kerap terjadi dalam suatu organisasi maupun instansi adalah adanya penurunan kinerja pegawai dikarenakan rendahnya rasa kedisiplinan dan kesadaran oleh pegawai. Salah satu permasalahan lainnya yakni adanya perilaku titip absensi yang dilakukan oleh aparatur sipil Negara, oleh karena itu dikeluarkanlah kebijakan penerapan absensi online di instansi pemerintahan Indonesia. Tujuan dilakukannya penelitian ini yakni untuk mengetahui Efektivitas Kerja Pegawai Kecamatan Batang-Batang melalui Program Smart ID Face. Metode penelitian yang digunakan yakni metode kualitatif dengan teori Hasibuan yaitu faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja. Hasil penelitian dari 5 fokus yang terdiri dari (1)Lingkungan kerja yaitu penerapan absensi online dengan program smart ID face mampu meningkatkan kedisiplinan dan kinerja pegawai di kantor Kecamatan Batang-Batang.(2)Pengawasan yaitu pengawasan dilakukan secara online maupun offline guna memperkecil hambatan-hambatan yang terjadi maupun yang akan terjadi sehingga dapat segera diantisipasi di lingkungan Kantor Kecamatan Batang-Batang.(3)Disiplin kerja yaitu adanya absensi online dengan program smart ID face akan meningkatkan kinerja pegawai sehingga pelayanan yang diberikan kepada masyarakat menjadi lebih baik.(4)Motivasi kerja yaitu salah satu faktor yang menjadi penyemangat pegawai dalam bekerja yaitu dengan adanya gaji pokok dan juga Tambahan Penghasilan Pegawai yang akan diperoleh oleh pegawai setelah melakukan kerja sesuai dengan target dan tepat waktu.(5)Kompensasi yaitu bentuk kompensasi yang diberikan kepada pegawai dalam bentuk finansial yakni gaji pokok Tambahan Penghasilan
Pegawai (TPP) dan kompensasi non finansial yakni kenaikan pangkat dan jenjang karir secara berkala sesuai dengan strata pendidikan yang diampuh.
Kata Kunci : Efektivitas, Kinerja, Absensi Onlin
UPAYA PEMERINTAH DALAM MEMBERANTAS KORUPSI DI INDONESIA
Efforts to eradicate corruption in Indonesia have been carried out in various ways, but until now there is still corruption in various ways carried out by various institutions. There are several dangers due to corruption, namely the danger to: society and individuals, the younger generation, politics, the nation's economy and bureaucracy. Corruption can harm society because it can damage justice, hinder development, and weaken trust in public institutions. Prevention and prosecution of corruption is an important focus in many countries to ensure good governance and social justice. In Undang-Undang Number 31 of 1999 concerning the Eradication of Corruption Crimes are classified into: harming state finances, bribery, embezzlement in office, extortion, fraudulent acts, conflicts in procurement, gratification. In order to eradicate corruption, it is necessary to carry out integrated enforcement, namely the existence of international cooperation and harmonious regulations
PERSEPSI KUALITAS DAN CITRA MEREK DALAM MEMEDIASI PENGARUH E-WOM TERHADAP MINAT BELI
In recent years, many FNB (food and beverage) innovations have emerged and developed rapidly in Southeast Asia, including Indonesia. One of the FNB businesses that is currently developing and going viral in Indonesia is Mixue. The opening of the first Mixue outlet in Sumenep Regency had an impact on the strong desire of the public to try it. The reason is, Mixue is currently being discussed in cyberspace. This research aims to analyze the influence of Electronic Word of Mouth (e-WOM) on Mixue consumers' buying interest in Sumenep Regency with perceived quality and brand image as mediating variables. The purposive sampling method produced data from 100 respondents. The data analysis method uses PLS-SEM (Partial Least Square Structural Equation Modeling). The Stimulus Organism Response (SOR) model is the basis of the conceptual framework. Findings show that e-WOM influences purchase intention, perceived quality, and brand image. Perceived quality has no effect on purchase intention, while brand image has an effect on purchase intention. The research results show that e-WOM has no effect on perceived product quality, but does influence the brand image of FNB products which are currently viral, which then influences purchase intentions
Aromaterapi Lavender Mempengaruhi Kecemasan Perawat di Rumah Sakit: Studi Quasy Eksperimental
Nurses as professions that focus on individual and community care must provide comprehensive and quality services. This condition can increase nurse stressors that cause mental problem. One of the mental problems among nursing staff in hospital is anxiety. Anxiety can be treated with lavender aromatherapy. This study used quasy experiment design with one group pretest-posttest approach. Respondents' criteria were nurse in ICU and ICCU, worked at least 2 years, anxiety scores ≥8 and were approved to become respondents. 14 respondents were selected in this research. The results showed there were changes in anxiety before, after and 1 week after the intervention of aromatherapy with p-value = 0.000. Lavender oil inhalation effectively reduced nurse' anxiety. Lavender oil inhalation was used for nursing staff in hospital to reduce anxiet
Respon Time Pelayanan IGD Berhubungan dengan Tingkat Kepuasan Pasien di IGD Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik
Hospitals as health service providers, when patients feel satisfaction with the health services provided, this has a positive impact on the patient's recovery process. In serving patients, the concept of Response Time refers to the length of time staff are able to treat patients upon arrival at the health service unit, with a time of ≤ 5 minutes. Efficient service provision, namely characterized by fast response times, can contribute to overall patient satisfaction in the emergency department. The aim of this research is to determine the relationship between Response Time of services in the ER and the level of patient satisfaction at the Muhammadiyah Gresik Hospital. This research uses an analytical survey design with a cross-sectional approach. Researchers used an accidental sampling strategy, a population of 317 respondents. The research sample consisted of 176 individuals who sought treatment at the Muhammadiyah Gresik Hospital Emergency Room. The tools used in this research consisted of a Response Time observation sheet and a patient satisfaction level questionnaire sheet. Almost all service response times in the emergency room at Muhammadiyah Gresik Hospital are in the fast category, as much as 80%. Half the level of patient satisfaction in the satisfied category is 41%. From the chi-square statistical test carried out to analyze the relationship between response time and the level of patient satisfaction in the Muhammadiyah Gresik emergency room, it produces a P-value of 0.000 with α = 0.05. There is a relationship between response time and patient satisfaction level in the emergency room at Muhammadiyah Gresik Hospital. Patient satisfaction shows the nurse's ability to meet patient expectations for high quality service