E-Journal Universitas Wiraraja
Not a member yet
2235 research outputs found
Sort by
PENGUATAN SENTRA HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL (HKI) DI PERGURUAN TINGGI SEBAGAI UPAYA PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KEKAYAAN INTELEKTUAL
Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merupakan hal yang sangat penting di bidang perdagangan internasional dan pembangunan ekonomi suatu negara. Hal ini dapat dibuktikan dengan dimasukannya perlindungan HKI ke dalam kesepakatan GATT (General Agreement on Tariffs and Trade) yang dikenal dengan Trade Related Aspects of Intellectual Property Right (TRIPs Agreement). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) persepsi dosen dan mahasiswa terhadapat perlindungan hukum terhadap HKI, (2) persepsi dosen dan mahasiswa terhadap Sentra HKI sebagai upaya perlindungan hukum terhadap HKI, dan (3) upaya-upaya yang harus dilakukan oleh Polinema untuk meningkatkan persepsi dosen dan mahasiswa terhadap perlindungan hukum HKI dan Sentra HKI. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris. Lokasi penelitian ini adalah Politeknik Negeri Malang. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa dan dosen di lingkungan Politeknik Negeri Malang. Teknik pengambilan sampel dari populasinya dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata (Simple Random Sampling). Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Temuan penelitian ini sebagai berikut; (1) responden dosen memiliki persepsi yang tinggi terhadap perlindungan HKI, sedangkan responden mahasiswa memiliki persepsi yang rendah terhadap perlindungan HKI; (2) responden dosen dan mahsiswa memiliki persepsi yang tinggi terhadap sentra HKI; dan (3) upaya yang dapat dilakukan meliputi sosialisasi dan edukasi HKI, matakuliah HKI diajarkan kepada mahasiswa, dan sinergi antarstakeholder
PERILAKU PASAR KOMODITAS INFLASI DI KOTA TASIKMALAYA
Beras dan bawang merah masuk dalam kelompok komoditas inflasi dalam beberapa tahun terakhir. Kenaikan harga ini berhubungan dengan proses pembentukan harga. Proses tersebut merupakan interaksi dari perilaku lembaga pemasaran di tingkat konsumen akhir. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku pasar melalui probabilitas perilaku di tingkat lembaga pemasaran akhir. Penelitian ini mengambil Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya dengan sampel sebanyak 30 orang pedagang beras dan bawang merah. Analisa data menggunakan model regresi logistik. Hasil penelitian probabilitas perilaku pedagang dalam penurunan harga dipengaruhi oleh lama berdagang dan Jumlah penentu perubahan harga. Sementara itu, probabilitas perilaku pedagang dalam kenaikan harga dipengaruhi oleh komunikasi antar sesama pedagan
KENDALA DAN TANTANGAN PENERAPAN KEBIJAKAN PAJAK KARBON: KONDISI DAN HARAPAN MASA DEPAN PEMBANGUNAN EKONOMI HIJAU DI INDONESIA
Pajak karbon yang dilakukan para pelaku usaha diambil dengan para pelaku usaha melakukan pindah haluan dengan menggunakan dan menerapkan revolusi hijau. Artinya adalah nilai-nilai kebahagiaan yang ingin diwujudkan oleh Pemerintah sebagaimana teori yang disampaikan oleh Jeremy Bentham berusaha untuk diwujudkan di dalam ketentuan pelaksanaan penerimaan pajak khususnya dalam pengeolahan karbon yang telah menggunakan dan menjunjung revolusi hijau. Adapun dalam penelitian ini rumusan masalah yang digunakan adalah apa kendala dan juga tantangan penerapan kebijakan pajak karbon di Indonesia dalam hal memperhatikan kondisi perekonomian dan juga revolusi hijau? Serta bagaimana kesiapan regulasi mengenai pemberian terhadap pajak karbon di Indonesia? Untuk menjawab rumusan masalah di atas, metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normati dengan pendekatan perundang-undangan dan juga pendekatan kasus serta menggunakan Teknik analis deskriptif dalam melakukan analisis. Pajak karbon menjadi sebuah tantagan baru bagi Indonesia dalam menciptakan dan meningkatkan perekonomian tetapi juga memperhatikan klestarian lingkungan. Kesejahteraan masyarakat tidak hanya diukur dari tingkat perekonomiannya saja, melainkan lingkungan yang sehat menjadi salah satu indikator menciptakan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan perpajakan yang perlu dibawa adalah pajak dan harga karbon berkontribusi untuk mengurangi emisi dan pada saat yang sama menggerakkan sumber finansial untuk perubahan iklim. Ini juga bisa menjadi mekanisme yang efektif untuk dekarbonisasi tanpa membatasi pertumbuhan ekonomi. Perundnag-undnagan yang belum komprehensif dan masih bersifat overlapping akan menyebabkan pajak karbon bukan memberikan dampak baik bagi Indonesia, tetapi malah sebalikny
ANALISIS HUKUM PROSEDUR PERIZINAN PERCERAIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL (STUDI PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 10 TAHUN 1983 TENTANG PERKAWINAN DAN PERCERAIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL)
Hubungan perkawinan menciptakan timbulnya hak dan kewajiban antara suami dan isteri, baik hak dan kewajiban masing-masing maupun bersama dalam keluarga. Perkawinan menimbulkan peranan dan tanggung jawab suami dan isteri dalam keluarga. Pihak pria dan wanita tidak bisa menyimpang dari ketentuan-ketentuan dan akibat-akibat yang timbul dari suatu perkawinan karena adanya persetujuan atau perjanjian (perkawinan) sejak semula ditentukan oleh hukum Pasal 6 Undang- Undang Nomor 1 Tahun 1974 ayat 1 ialah perkawinan harus didasarkan atas persetujuan kedua calon mempelai. Pada dasarnya perundang-undangan di Indonesia bidang keluarga, utamanya bersifat umum yang maksudnya diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Namun pada kenyatannya, terdapat Undang-Undang khusus seperti Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil di dalamnya Pejabat. Adanya pengkhususan ini, dikarenakan Pegawai Negeri dan Pejabat merupakan unsur aparatur negara dan abdi masyarakat yang harus menjadi teladan yang baik bagi masyarakat dalam bertingkah laku, bertindak, dan taat pada peraturan yang berlaku termasuk dalam menyelenggarakan kehidupan berkeluarg
ANALISIS PERFORMA FLASH TANK BRINE GEOTHERMAL MENGGUNAKAN SIMULASI CFD
Sampah merupakan salah satu masalah utama dimasa ini. Seiring dengan meningkatnya penduduk, akan meningkat juga kebutuhan konsumsi masyarakat serta limbah yang dihasilkan. Menurut data dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sampah yang dihasilkan di Indonesia pada tahun 2021 sebanyak 28,58 juta ton/tahun, sedangkan sampah plastik menyumbang 17,77% dari total sampah, dan hanya 8,5% dari total sampah plastik yang berhasil diolah. Metode pengolahan sampah menggunakan metode pirolisis dapat mengubah limbah plastik menjadi polimer yang dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar. Untuk meningkatkan penggunaan metode pirolisis, limbah kalor brine hasil buangan pembangkit PLTP dapat dimanfaatkan sebagai sumber kalor dalam alat pirolisis. Brine buangan akan diinjeksikan kedalam sumur setelah melalui sistem flashing yang akan mengubah brine menjadi uap sebagai sumber energi reaktor pirolisis. Dalam penelitian, dilakukan perhitungan desain flash tank untuk menghasilkan uap panas untuk proses pirolisis, kemudian dilakukan simulasi CFD serta memvariasikan kondisi operasi sistem untuk menganalisis performa sistem. Adapun variasi berupa laju aliran massa serta kondisi tekanan operasi. Dari hasil analisis didapatkan peta performa separator yang dapat menghasilkan rentang operasi yang beragam dan dapat memaksimalkan kebutuhan sistem alat pirolisis. Flash tank diharapkan dapat digunakan untuk memanfaatkan brine panas dalam sistem pirolisis untuk mengurangi jumlah limbah plastik dengan mengubahnya menjadi bahan bakar alternati
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMINJAMAN SARANA DAN PRASARANA PADA SEKERTARIAT BAGIAN UMUM KEBUPATEN SITUBONDO
Pemanfaatan ilmu pengetahuan IT yang berkembang sangat cepat ketika zaman globalisasi yang terjadi pada saat sekarang ini. sarana dan prasarana ini belum efisien dan memerlukan solusi dengan dibuatkan perancangan sistem informasi peminjaman sarana dan prasarana untuk mengolah data, menyimpan data, dan penyetujuan peminjaman. Guna untuk mempermudah pelanggan mengetahui informasi terbaru atau update dan lebih menyingkat waktu. metode pengembangan system dapat dilakukan dengan Waterfall Method karena metode ini memerlukan Langkah demi Langkah dan tahapan untuk diselesaikan satu persatu. Tahapan metode waterfal
PENERAPAN PENGELOLAAN KEUANGAN DESA MELALUI SISKEUDES DALAM MENINGKATKAN PEMBANGUNAN DESA
ABSTRAK
Pemerintah Desa Kebonagung sebagai desa administrasi desa terbaik, telah dapat menerapkan anggaran desa menggunakan Siskeudes Versi 2.0, sehingga semua pengelolaan anggaran desa secara tertib administrasi keuangan semuanya masuk pada Siskeuades, termasuk bentuk pertanggung jawaban maupun pendukung anggaran lainnya tercetak melalui Siskeudes, yaitu 1) Transparan penerapan pengelolaan keuangan desa dalam meningkatkan pembangunan desa yang diterapkan Pemerintah Desa Kebonagung dilakukan dengan Aplikasi Siskeudes Versi 2.0 dan tranparan dimaksud selain dilaporkan kepada Bupati serta penerapan APBDes telah dipublikasikan secara utuh kepada publik.
ABSTRACT
Result observationaling to point out kebonagung's Village Government as silvan as best silvan administration, got apply village budget utilizes Siskeudes Version 2.0, so all silvan budget management financial administration order ala every thing entering on Siskeuades, including responsibility form and also another budget supporting is printed Siskeudes thru, which is 1) Transparent implemented silvan financial management deep increase village development that applied by kebonagung's Village Government did by Siskeudes's Application Version 2.0 and intended tranparan besides is reported to APBDes's Regent and implement was publicized whole ala to publics, 2 Akuntabilitas that pointed out by kebonagung's Government to laid at the door budget management so akuntabel, administration order ala with Siskeudes Version.
Key word : Financial management, Silvan development, and Siskuede
PELAYANAN SERVICE WITH CARE DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT
ABSTRAK
Hasil penelitian menunjukkan Puskesmas Lenteng dalam pemberian pelayanan kesehatan kepada pasien dan keluarganya dengan menerapkan service with care dengan mengutamakan senyum, sapa, keramahan dan kenyamanan kepada pasien, yaitu 1) Kredibilitas tenaga kesehatan Puskesmas Lenteng mempunyai kredibilitas yang tinggi kepada pasien terutama dalam penanganan penyakit pasien, 2) Kehandalan tenaga kesehatan Puskesmas Lenteng dalam memberikan pelayanan kesehatan mengutamakan pemberian solusi kepada pasien dan puskesmas sebagai care giver, 3) Kesopanan tenaga kesehatan Puskemas Lenteng dalam memberikan pelayanan kesehatan tidak hanya menonjolkan aspek sikap yang ramah juga namun juga disertai dengan hati, 4) Kenyamanan pasien dalam pelayanan puskemas Lenteng yang diberikan oleh tenaga kesehatan dengan menunjukkan rasa adil, semuanya yang datang terlayani dengan prima, dan 5) Keterhubungan antara tenaga kesehatan Puskesmas Lenteng dengan senantiasa membangun relationship yang kuat dengan pasien.
ABSTRACT
Result observationaling to point out Puskesmas Lenteng in health care application to patient and its family by applying service with care with accentuates smile, accost, sociability and convenience to patient, that patient comes to puskesmas perceives cozy and go home from Puskesmas Lenteng in a state pleased, which is 1) Health energy credibility Puskesmas Lenteng has tall credibility to patient especially in patients diseased handle, 2) to health energy mainstays Puskesmas Lenteng in gives health care to accentuate solution application to patient and puskesmas as care giver , 3) health energy decencies Puskemas Lenteng in give health care not only feature friendly attitude aspect also but also been espoused by heart, 4) patient convenience in ministering puskemas Lenteng who gave by health energy with point out fair taste, every thing coming one most services by prima, and 5) keterhubungan among Puskesmas Lenteng's health energy with everlastingly builds relationship one that strength with patient.
Key word : Service, service With Care, and Society health
PERAN PEMERINTAH DESA DALAM MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI KERAJINAN MELATI DI DESA DARAMISTA
Abstract
Improving the community's economy really needs to be done as an effort to prosper the community and a region. The Village Government in improving the community's economy has a very important role and is one of the drivers in the process of improving the Village economy. There is a village in Sumenep Regency which has the potential of a village to be able to improve the community's economy, namely in the form of cultivating jasmine flowers into a craft that has quite high economic value. However, there is a problem in Daramista Village, namely the condition of the craftsmen who are less able to manage jasmine flowers in a sustainable manner. The jasmine craftsmen in Daramista Village come from housewives and manage seasonal products, whether ordered or planting jasmine flowers. From these problems a question arises as to what is the role of the village government in improving the community's economy through jasmine crafts in Daramista Village, which aims to find out the role of the Village Government in improving the community's economy through jasmine crafts in Daramista Village. The problems in the research were analyzed using the theory of improving the community's economy according to Zulkarnain, using qualitative research methods. The result is that the role of the Daramista Village Government is still not good and optimal. Because various training and coaching processes have not been carried out which are constrained by the submission process where there is no follow-up and difficulties in finding mentors who have the required fields. The Village Government's contribution to the craftsmen is carried out through marketing and product introduction to other areas through social media owned by
the Village Government, but not all jasmine flower craftsmen know about it. As well as the funds needed in managing and planting jasmine flowers in Daramista Village come from each jasmine craftsman and farmer.
Keywords: Economic improvement, Role of Village Government, Jasmine Craft.
Abstrak
Peningkatan ekonomi masyarakat sangatlah perlu untuk dilakukan sebagai upaya untuk mensejahterakan masyarakat dan suatu Daerah. Pemerintah Desa dalam peningkatan ekonomi masyarakat memiliki peran yang sangat penting dan menjadi salah satu penggerak dalam proses peningkatan ekonomi Desa. Terdapat salah satu Desa di Kabupaten Sumenep yang memiliki potensi Desa yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat, yaitu berupa budidaya bunga melati menjadi sebuah kerajinan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Namun terdapat masalah yang ada di Desa Daramista, yakni kondisi para pengrajin yang kurang mampu untuk mengelola mengelola bunga melati secara berkelanjutan. Para pengrajin melati di Desa Daramista berasal dari kalangan ibu rumah tangga dan pengelolaan produk yang musiman baik pesanan ataupun penanaman bunga melati. Dari permasalah tersebut menumbuhkan sebuah pertanyaan bagaimana peran pemerintah Desa dalam meningkatkan ekonomi masyarakat melalui kerajinan melati di Desa Daramista, yang bertujuan untuk mengetahui peran Pemerintah Desa dalam meningkatkan ekonomi masyarakat melalui kerajinan melati di Desa Daramista. Permasalahan dalam penelitian dianalisis dengan menggunakan teori peningkatan ekonomi masyarakat menurut Zulkarnain, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Dihasilkan bahwa peran Pemerintah Desa Daramista masih kurang baik dan maksimal. Dikarenakan berbagai proses pelatihan dan pembinaan belum dilakukan yang terkendala oleh proses pengajuan yang tidak terdapat tindak lanjut dan kesulitan dalam menemukan mentor yang memiliki bidang yang dubutuhkan. Kontribusi Pemerintah Desa terhadap para pengrajin dilakukan melalui pemasaran dan pengenalan produk ke daerah lain melalui media sosial yang dimiliki oleh Pemerintah Desa, namun tidak diketahui oleh seluruh pengrajin bunga melati. Serta dana yang dibutuhkan dalam pengelolaan dan penanaman bunga melati di Desa Daramista berasal dari masing-masing pengrajin dan petani bunga melati.
Kata kunci: Peningkatan ekonomi, Peran Pemerintah Desa, Kerajinan Melati
IMPLEMENTASI PROGRAM DATA INTEGRASI DESA BERDAYA (DIGDAYA) DALAM PENINGKATAN PELAYANAN BERBASIS DIGITAL
Abstract
This study aims to examine the implementation of the Empowered Village Dataintegration (DIGDAYA) program in an effort to improve digital-based services at the village level. This program is designed to integrate data and information from various village service sectors in one integrated platform, with the aim of increasing the efficiency and accessibility of public services to rural communities. Nonetheless, this program succeeded in increasing access to and quality of services in several villages, especially in terms of administration and data management. The implementor's disposition, such as motivation, skill, and ability to adapt to technology, plays a key role in the successful implementation of this program. This program provides a deeper understanding of the challenges and potentials faced in the implementation of the Empowered Village Data Integration (DIGDAYA) program. The program also highlights the importance of developing human resources and technology infrastructure at the village level, as well as strengthening inter-organizational collaboration as a key step to increasing the success of this program.
Keywords:Implementation of the Empowered Village Data Integration Program (DIGDAYA) Digital Bassed Service.
Abstrak
Salah satu leading sector pembangunan ekonomi nasional Indonesia adalah pertanian. Sumber alam pertanian merupakan kekayaan negara dan bangsa, baik ditinjau dari aspek ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan. petani merupakan pelaku utama pembangunan sektor agraria di Indonesia yang termasuk golongan masyarakat rentan dengan kondisi ekonomi lemah, lemah dalam hal permodalan, penguasaan dan penerapan teknologi, dan seringkali juga lemah semangatnya untuk maju memperoleh kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah pemberdayaan yang mengarah pada perbaikan dan penguatan yang dapat membawa sebuah dampak perubahan secara siknifikan khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi bagi para petani dataran tinggi.Melalui Program Upland, sektor pertanian di Indonesia dapat optimal dan Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan ialah menggunakan langkah paling utama dalam sebuah penelitian untuk mendapatkan data yakni onservasi, wawancara, dan dokumentasi.
Kata Kunci : Pembangunan pertanian, Pemberdayaan, dan Peningkatan Ekonom