E-Journal Universitas Wiraraja
Not a member yet
    2235 research outputs found

    ANALISIS PERBANDINGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA SALURAN IRIGASI METODE PRECAST DAN METODE KONVENSIONAL

    Get PDF
    Proyek dinyatakan berhasil apabila jumlah biaya yang dikeluarkan secara efisien, waktu pengerjaan yang tepat, dan baiknya kualitas produk yang dihasilkan. Dalam dunia konstruksi, faktor biaya adalah bahan pertimbangan yang paling utama karena jumlah investasinya yang besar serta bersifat rentan terhadap resiko kegagalan. Pentingnya perkiraan biaya harus dilakukan dalam pengelolaan biaya proyek secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode kerja apa saja yang paling efektif dan efisien dari segi biaya pada pekerjaan saluran irigasi dengan Metode Beton Konvensional dan Beton Precast. maka diperoleh Rencana Anggaran Biaya pada kedua metode tersebut. Rencana Anggaran Biaya yang didapatkan pada pekerjaan metode precast sebesar Rp.86.143.837, sedangkan Rencana Anggaran Biaya untuk Metode Konvensional sebesar Rp.189.914.763,38. Untuk harga pekerjaan per satu meter yang didapatkan pada pekerjaan Metode Precast sebesar Rp.319.051,00, sedangkan Metode Konvensional sebesar Rp.703.388,00. Kemudian untuk selisih pekerjaan per satu meter hasil dari pekerjaan Metode Precast dengan Metode Konvensional sebesar Rp.103.770.927,15. Adanya perbedaan dan persamaan pada dua metode ini, penggunaan metode precast dengan peningkatan anggaran 5,4%, tetap dapat dijadikan alternatif dapat dipertimbangkan dari sisi kemudahan dalam pelaksanaanny

    PENGEMBANGAN VIDEO ALUR PEMANGGILAN PASIEN MELALUI LOKET UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS PANDANWANGI

    Get PDF
    Hasil pengamatan awal menunjukkan adanya permasalahan pada saat pemanggilan pasien melalui loket di Puskesmas Pandanwangi. Karena itu, tim PKM berinisatif menawarkan beberapa solusi antara lain; (1) Edukasi Pasien; (2) Transparansi Pemanggilan Loket; dan (3) Digitalisasi Proses Pendafataran Pasien. Salah satu metode yang digunakan adalah pembuatan video. Pembuatan video alur pelayanan pemanggilan loket ini bertujuan menurunkan rentannya komplain pasien baru terhadap petugas dipuskesmas pandawangi. Puskesmas sering mendapat komplain karena pasien kebingungan dengan alur pemanggilan pasien melalui loket nomor antrian. Kegiatan PKM dilaksanakan selama satu bulan mulai tanggal 10 Juli 2023 sampai 5 Agustus 2023 di Puskesmas Pandanwangi yang beralamat di Jl. Laksda Adi Sucipto No.315, Pandanwangi, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur. Hasil kegiatan menunjukkan adanya respon positif baik dari pasien maupun dari petugas di Puskesmas Pandanwangi. Edukasi telah membantu pasien memahami cara sistem informasi alur pelayanan pemanggilan pasien melalui loket dan memaksimalkan manfaat dari media mainstream yang sudah ada. Transparansi informasi pendaftaran membuat pasien dapat memahami prosesnya sebelum datang ke lokasi pendaftaran. Website resmi instansi dapat menyediakan informasi lengkap tentang alur pelayanan pemanggilan pasien melalui loket, serta mencakup detail mengenai proses pendaftaran, pemanggilan nomor loke

    GAYA SERVANT LEADERSHIP DALAM MEWUJUDKAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN DESA PAKANDANGAN SANGRA

    Get PDF
    Abstract   This study aims to explain the servant leadership style in realizing the governance of Pakandangan Sangra Village. This servant leadership is motivated by the not yet optimal management of the village administration which has not been able to answer the demands of the community's needs. This study uses a qualitative method by the theory of Barbuto and Wheeler (2016) in Simamora (2018). The results of this study are: 1) Action, the village head takes action to appeal to his subordinates to enter the office, provide quality services and protect the village from cattle theft. 2) Empathy, the village head does not give tasks to subordinates beyond his capacity, motivates subordinates to master information and technology (IT), visits sick residents, mourns and attends tahlilan events for residents who have died. 3) Wise, the Village Head resolves problems in the community through agreement Looking for Solutions, the Village Head conducts computer training for subordinates, forms a task force for village volunteers during the Covid-19 pandemic, proposes that poor residents go to DTKS data, use the village land book when resolving disputes land and conduct mediation against residents who want a divorce. 5) Growing up, the Village Head cleans up on the side of the village road and the Village Head agrees through deliberation to reach a consensus. 6) Having a social spirit, the Village Head provides assistance to sick residents, families of victims who have died, houses of residents affected by the disaster, attends community invitations, invites the community to actively participate in governance. 7) Visionary, creating a village that is safe from cattle theft, making breakthroughs on asphalt road development proposals to the Provincial Government and the Central Government. 8) Serving, the Village Head has been able to provide administrative services and other services for 1x 24 hours or full time.   Keywords: Leadership Style, Servant Leadership, Village GovernanceAbstrak   Penelitian ini bertujuan menjelaskan gaya servant leadership dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan Desa Pakandangan Sangra. Kepemimpinan melayani ini dilatar belakangi karena belum optimalnya tata kelola administrasi desa yang belum mampu menjawab tuntutan dari kebutuhan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif oleh teori Barbuto dan Wheeler (2016) dalam simamora (2018). Hasil penelitian ini adalah: 1) Tindakan, Kepala Desa melakukan tindakan menghimbau kepada bawahan supaya masuk kantor, pelayanan yang berkwalitas dan melakukan pengamanan desa dari pencurian Sapi. 2) Empati, Kepala Desa tidak memberikan tugas kepada bawahan diluar kemampuannya, memotivasi bawahan supaya menguasai Informasi dan tekhnologi (IT), menjenguk warganya yang sakit, melayat dan menghadiri acara tahlilan pada warganya yang meninggal dunia. 3) Bijaksana, Kepala Desa menyelesaikan permasalahan di masyarakat melalui kesepakatan 4) Mencari Solusi, Kepala Desa mengadakan pelatihan komputer kepada bawahan, membentuk satgas relawan desa ketika pandemi covid-19, mengusulkan warga tidak mampu ke data DTKS, menggunakan buku tanah desa ketika menyelesaikan sengketa tanah serta melakukan mediasi terhadap warga yang ingin bercerai. 5) Tumbuh, Kepala Desa melakukan bersih- bersih di pinggir jalan desa serta Kepala Desa bependapat melalui musyawarah mufakat. 6) Berjiwa Sosial, Kepala Desa memberikan bantuan kepada warganya yang sakit, keluarga korban yang meninggal dunia, rumah warga yang tekena bencana, menghadiri undangan kemasyarakatan, mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan pemerintahan. 7) Visioner, mewujudkan desa aman dari pencurian Sapi, melakukan trobosan usulan proposal pembangunan jalan aspal ke Pemprov dan Pemerintah Pusat. 8) Melayani, Kepala Desa telah mampu memberikan pelayanan administrasi dan pelayanan lainnya selama 1x 24 jam atau purna waktu.   Kata Kunci : Gaya Kepemimpin, Servant Leadership, Tata Kelola Pemerintahan Desa &nbsp

    STRATEGI PENINGKATAN EKONOMI DAERAH MELALUI PENGEMBANGAN WISATA PANTAI

    Get PDF
    Abstract Lombang Beach and Slopeng Beach are two beach tourism objects that make a major contribution to increasing the regional economy in Sumenep Regency. However, at the beginning of 2020, there was a very drastic decrease in income due to Covid'19. So that it makes the tour quiet of visitors and the facilities are not maintained and experience a lot of damage to facilities and infrastructure. This study aims to examine strategies for increasing the regional economy through the development of coastal tourism. Descriptive qualitative research method with data collection techniques through observation, interviews and documentation. The results of this study indicate that every development or construction of an area must have a concept and strategy to be carried out. The strategy used by Disbudporapar is to develop physical/locality such as beach infrastructure, develop the business world to increase the income of the two beach tourism, and provide opportunities for the community to set up businesses on the beach, develop human resources through outreach, training, comparative studies and coaching both internally and externally as well as developing the community's economy by empowering business partners and business actors, so they can be innovative, motivated and more creative. In this study it is hoped that beach managers will continue to maintain the cleanliness of the beach by appealing to visitors and local residents not to throw garbage in the beach area and to make it a habit to dispose of trash in the places provided.   Keywords: Strategy, Regional Economic Improvement, Coastal Tourism Development   Abstrak Pantai Lombang dan Pantai Slopeng merupakan dua objek wisata pantai yang memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan ekonomi daerah di Kabupaten Sumenep. Akan tetapi pada awal 2020 mengalami penurunan pendapatan yang sangat drastis akibat adanya covid’19. Sehingga menjadikan wisata sepi pengunjung dan fasilitasnya tidak terawat serta mengalami banyak kerusakan sarana dan prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi peningkatan ekonomi daerah melalui pengembangan wisata pantai. Metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setiap pengembangan atau pembangunan suatu daerah harus memiliki konsep dan strategi yang akan dilakukan. Adapun strategi yang digunakan oleh Disbudporapar adalah mengembangkan fisik/lokalitas seperti infrastruktur dari pantai, mengembangkan dunia usaha agar meningkatkan pendapatan kedua wisata pantai tersebut, dan memberikan peluang kepada masyarakat untuk mendirikan usaha di pantai tersebut, mengembangkan sumber daya manusia melalui sosialisasi, pelatihan, studi banding dan pembinaan baik internal maupun eksternal serta pengembangan ekonomi masyarakat dengan pemberdayaan terhadap mitra usaha dan pelaku usaha, agar dapat berinovasi, termotivasi dan lebih kreatif. Pada penelitian ini diharapkan agar pengelola pantai tetap menjaga kebersihan pantai dengan menghimbau para pengunjung hingga warga sekitar untuk tidak membuang sampah di daerah pantai dan budayakan membuang sampah ke tempat yang telah disediakan. Kata Kunci: Strategi, Peningkatan Ekonomi Daerah, Pengembangan Wisata Panta

    Pengaruh Penerapan Sistem Siaga Pro Max Terhadap Kepuasan Kerja Dan Tingkat Produktivitas Kerja Pegawai Di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumenep

    Get PDF
    Abstract Based on the results of research conducted at the BKPSDM office in Sumenep Regency, data collection in this study was carried out by distributing questionnaires to 70 respondents containing the variables performance management (X1), job satisfaction (Y1) and work productivity (Y2). This study aims to determine the effect of implementing the Siaga Pro Max system on job satisfaction and work productivity levels of employees at the BKPSDM office in Sumenep Regency. The results showed that performance management through the implementation of the Standby Pro Max system had a significant effect on job satisfaction with an effect of 16.8% and a significant effect on the level of work productivity of 13.9%. Based on the t test, it shows job satisfaction, namely tcount 3.823 with a significance of 0.000<0.005, with ttable 1.995, with performance management, namely tcount 3.708 with a significance of 0.000<0.005, with ttable 1.995 which means H1 is accepted, meaning that there is an influence between performance management on satisfaction Work. While work productivity is tcount 4.057 with a significance of 0.000 <0.005, with ttable 1.995, with performance management namely tcount 3.313 with a significance of 0.001 <0.005, with ttable 1.995 which means H1 is accepted, meaning that there is an influence between performance management on work productivity. Keywords: Performance Management, Job Satisfaction, Work Productivity   Abstrak   Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan di kantor BKPSDM Kabupaten Sumenep, pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada 70 responden yang berisi variabel manajemen kinerja (X1), kepuasan kerja (Y1) dan produktivitas kerja (Y2). penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan sistem Siaga Pro Max terhadap kepuasa kerja dan tingkat produktivitas kerja pegawai di kantor BKPSDM Kabupaten Sumenep. Hasil penelitian menunjukkan manajemen kinerja melalui penerapan sistem Siaga Pro Max berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dengan pengaruh sebesar 16,8% dan berpengaruh signifikan terhadap tingkat produktivitas kerja sebesar 13,9%. Berdasarkan pada uji t , menunjukkan kepuasan kerja yaitu t hitung 3,823 dengan signifikansi 0,000<0,005 , dengan ttabel 1,995 , dengan manajemen kinerja yaitu thitung 3,708 dengan signifikansi 0,000<0,005 , dengan ttabel 1,995 yang berarti H1 diterima, artinya terdapat pengaruh antara manajemen kinerja terhadap kepuasan kerja. Sedangkan produktivitas kerja yaitu thitung 4,057 dengan signifikansi 0,000<0,005 , dengan t tabel 1,995 , dengan manajemen kinerja yaitu thitung 3,313 dengan signifikansi 0,001<0,005 , dengan ttabel 1,995 yang berarti H1 diterima, artinya terdapat pengaruh antara manajemen kinerja terhadap produktivitas kerja. Kata Kunci: Manajemen Kinerja, Kepuasan Kerja, Produktivitas Kerj

    Kinerja Aparatur Desa Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Sistem Informasi Desa (SID)

    Get PDF
    Abstract The development of science and technology which is increasingly advanced has an impact on changes to the Lobuk village government in carrying out village development planning in order to improve the quality of services which of course requires Human Resources who have adequate abilities to support the performance of village officials. This study aims to determine the performance of village officials in improving the quality of Village Information System (SID) services in Lobuk Village, Bluto District, Sumenep Regency. This research uses a qualitative descriptive method. The focus theory used in this study is according to Mathis and Jackson there are three main factors that can affect employee performance, namely 1) The ability of individuals to do the job shows that the village apparatus is capable of improving the quality of service of the Lobuk village community, especially through SID because it has been given technical guidance by the village and district governments; 2) The effort made shows that the village apparatus is always evaluated for performance assessment and the quality of services provided to the community, and 3) Organizational Support shows that there is support from the organization by improving infrastructure and collaborating with other institutions in increasing the capacity of the apparatus.   Keywords: Performance, Village Apparatus, Service Quality, Village Information System   Abstrak Perkembangan Iptek yang sudah semakin maju membawa dampak perubahan terhadap pemerintahan desa Lobuk dalam melaksanakan perencanaan pembangunan desa agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan yang tentunya dibutuhkan Sumber Daya Manusia yang memiliki kemampuan yang memadai guna mendukung kinerja aparatur desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja aparatur desa dalam meningkatkan kualitas pelayanan Sistem Informasi Desa (SID) di Desa Lobuk Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori Fokus yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menurut Mathis dan Jackson terdapat tiga faktor utama yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai yaitu 1) Kemampuan individu melakukan pekerjaan menunjukkan bahwa aparatur desa mampu dalam meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat desa Lobuk khususnya melalui SID karena sudah diberikan bimtek oleh pemerintahan desa maupun kabupaten; 2) Usaha yang dilakukan menunjukkan bahwa aparatur desa selalu dilakukan evaluasi penilaian kinerja dan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, dan 3) Dukungan Organisasi menunjukkan bahwa adanya dukungan dari organisasi dengan meningkatkan infrastruktur dan menjalin kerja sama dengan lembaga lain dalam peningkatan kapasitas aparatur. Kata Kunci: Kinerja, Aparatur Desa, Kualitas Pelayanan, Sistem Informasi Des

    Kepemimpinan Kepala Desa Perempuan pada Jabatan Publik dalam Mewujudkan Pembangunan Desa di Bidang Kelautan dan Perikanan

    Get PDF
    Abstract Keywords :Women's Leadership, Village Development, Maritime Affairs and Fisheries   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kepemimpinan kepala desa perempuan pada jabatan publik dalam mewujudkan pembangunan desa di bidang kelautan dan perikanan. Kepemimpinan perempuan dilatar belakangi oleh masyarakat yang memiliki budaya patriarki yang melekat di dalam masyarakat. Masyarakat memandang bahwa pemimpin perempuan tidak mampu dan tidak pantas menjadi seorang pemimpin. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data secara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Menciptakan visi dengan menumbuhkan kemampuan, rasa percaya percaya diri, berani dalam mengambil resiko, kemampuan dalam komunikasi dan berbaur dengan masyarakat untuk mencapai masyarakat mandiri bidang kelautan dan perikanan. 2) Komunikasi, yang dilakukan oleh pemimpin perempuan dengan pendapat pada forum masyarakat desa maupun forum nonformal sehingga terciptanya serap aspirasi. 3) Motivasi, mendorong pengembangan produk budidaya laut berupa kerupuk ikan tengiri. 4) Membangun tim, membentuk kelompok berupa adanya kelompok nelayan untuk ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan pembangunan desadi bidang kelautan dan perikanan. 5) Kecerdasan emosi, bersikap dan bertanggung jawab pada pengambilan keputusan, bersikap bijak jika terdapat perbedaan pendapat. 6) Pengambilan resiko, dapat memilih alternatif yang resikonya minim sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.7) Pemimpin perempuan dalam mengembangkan jaringan mampu membangun dengan jaringan dalam dan jaringan luar. Adapun jaringan dalam yaitu: BPD, PKK, Kelompok Nelayan sedangkan jaringan luar yaitu: LSM, Media, Jatim Puspa dan Asosiasi Kepala Desa. Hal ini dapat memberikan edukasi terhadap pembangunan desa di bidang kelautan dan perikanan.   Kata Kunci:Kepemimpinan Perempuan, Pembangunan Desa, Kelautan danPerikana

    IMPLEMENTASI PROGRAM UNIVERSAL HEALTH COVERAGE (UHC) DALAM PENYELENGGARAAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI RSUD Dr. H. MOH. ANWAR KABUAPTEN SUMENEP

    Get PDF
    ABSTRAK Tahap interpretasi kebijakan  Program UHC  yang dilakukan RSUD Dr. H. Moh Anwar Sumenep  yang lebih bersifat teknis oprasional sehingga sangat akurat dalam pemberian pelayanan kesehatan secara universal  tanpa  biaya dan  masyarakat Kabupaten Sumenep hanya menunjukkan  KTP Elektronik  kepada  petugas  pelayanan Rumah Sakit. 2) Tahap pengorganisasian Program UHC yang  dimplementasikan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep mengarah pada proses kegiatan pengaturan dan penetapan pelaksana pelayanan kesehatan yang akan melaksanakan, dan penanggung jawabnya  sehingga  Program UHC  yang bersifat  universal  ini  terlaksana  dengan  baik dan  memberikan  kenyamanan kepada pasien UHC, 3) Tahapan aplikasi Program UHC yang diimplementasikan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep merupakan penerapan pemberian pelayanan kesehatan  yang realistis dan nyata serta paripurna (menyeluruh) kepada pasien UHC agar  pasien dapat pulih dari  penyakitnya. ABSTRACT   Policy interpretation phase Programs UHC who done by RSUD Dr. H. Moh Anwar Sumenep that more gets oprasional's technical character so is clear deep universal ala health care application without cost and Sumenep's Regency society just points out KTP Electronics to Hospitals ministering officer. 2) organizing Phase Programs UHC that dimplementasikan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep aims on arrangement activity process and health care executor establishment that will perform, and underwriter answer him so UHC'S Program universally it is performed with every consideration and gives convenience to UHC'S patient, 3) application Step Programs UHC that diimplementasikan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep constitutes health care application implement that realistic and real and plenary to that UHC'S patient patient that pulih can of its disease.  Key word         :           Implementation, Service and UH

    PENGARUH WORK FAMILY CONFLICT DAN FLEKSIBILITAS KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI (Studi Pada Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso)

    Get PDF
    The aim of this research is to determine and analyze the influence of work family conflict and work flexibility on the performance of employees of the Goods and Services Procurement Section of the Bondowoso Regency Regional Secretariat. The number of samples for this study was 126. The analysis technique used was Structural Equation Model (SEM) using WarpPLS 7.0. The results of data analysis show that the variables work family conflict, work motivation and work flexibility partially have a significant effect on the performance of employees in the Goods and Services Procurement Section of the Regional Secretariat of Bondowoso Regenc

    EVALUASI KINERJA DAERAH IRIGASI NGAGLIK I KABUPATEN KEDIRI

    Get PDF
    Ketersediaan air irigasi mempengaruhi kinerja irigasi dan pertumbuhan tanaman. Kinerja irigasi yang maksimal maka efisiensi kinerja irigasi juga akan baik dan pertumbuhan tanaman juga akan maksimal. Salah satu masalah dalam kinerja irigasi adalah perbandingan antara kebutuhan air dan ketersediaan air.  Evaluasi  kinerja Daerah Irigasi Ngaglik I Kabupaten Kediri, pada sektor kebutuhan dan ketersediaan airnya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai maksimum maupun minimum kebutuhan air irigasi serta untuk membandingkan antara ketersediaan air yang ada dengan kebutuhan air agar pemanfaatan air bisa dilakukan dengan maksimal dan seefektif mungkin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, pada lahan seluas 18 ha penelitian dimulai dengan pengumpulan data, investigasi dan dokumentasi, kemudian lanjut untuk pengolahan data hingga perhitungan menggunakan cara manual yang mengacu pada konsep KP 01. Hasil dari analisis perhitungan didapatkan kebutuhan air irigasi maksimum sebesar 0.687 l/dt/ha dan kebutuhan minimum sebesar 0.027 l/dt/ha. Pada hasil perhitungan kebutuhan air irigasi di Daerah Irigasi Ngaglik I didapatkan pada bulan Juni baik terjadi ketidak seimbangan antara kebutuhan dengan ketersediaan air yang ada, dimana kebutuhan air sebesar 0.012 m3/dt dan ketersediaan air yang ada hanya sebesar 0.011 m3/dt, serta adanya debit 0 yang terjadi pada bulan Agustus hingga November dampak dari musim kemarau ditambah lagi dengan kondisi banguan dan saluran irigasi yang kurang maksimal. Alternatif yang digunakan untuk permasalahan di bulan Juni yaitu dengan menggunakan sistem rotasi pembagian air yang dibagi menjadi 2 golongan. Pehitungan debit rencana didapatkan Q100% (seluruh golongan diberi air secara terus menerus) sebesar 17.24 l/dt/ha dan Q50% ( 1 golongan diberi air sedangkan 1 golongan lainya tidak) sebesar 8.62 l/dt/ha, pengairan dilakukan bergiliran setiap 3 hari 12 jam. Sedangkan untuk permasalahan di bulan Agustus hingga November harus dilakukan perbaikan dan optimalisasi baik untuk bangunan dan saluran irigasi agar sistem pengairan irigasi dapat berjalan secara baik dan maksimal terutama di musim kemarau.Water is the need of every creature on earth, and also very crucial in the irrigation sector. On this basis, this research was conducted to evaluate the performance of the Ngaglik I Irrigation Area Kediri Regency, especially in the sector of water demand and availability. This study aims to determine the maximum and minimum values ​​of irrigation water needs and to compare the availability of existing water with water needs. This study uses a quantitative descriptive method, on an area of ​​18 ha the research begins with data collection, investigation and documentation, then proceeds to data processing to calculations using the manual method referring to the KP 01 concept. The results of the calculation analysis obtained a maximum irrigation water requirement of 0.687 l/sec/ha and the minimum requirement is 0.027 l/sec/ha. In the calculation, it was found that in June there was an imbalance between the need and the availability of existing water, where the water demand was 0.012 m3/sec and the available water was only 0.011 m3/sec, as well as the debit 0 that occurred in August to November the impact of the dry season coupled with the condition of buildings and irrigation channels that were not optimal. The alternative for problems in June is to use a rotational system of water distribution which is divided into 2 groups. Calculation of the planned discharge obtained Q100% (all groups are given water continuously) of 17.24 l/sec/ha and Q50% (1 group is given water while 1 other group is not) of 8.62 l/sec/ha, irrigation is carried out take turns every 3 days 12 hours. And need some repairs and optimization must be carried out for both buildings and irrigation channels so that the irrigation irrigation system can run well and maximally especially in the dry season (August to November)

    2,109

    full texts

    2,235

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Wiraraja
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇