E-Journal Universitas Wiraraja
Not a member yet
2235 research outputs found
Sort by
Komparasi Model Struktur dengan Dua Metode (Matriks dengan Cross)
Analyzing the structure using different manual methods certainly has a different flow. The results of the calculation of the structural analysis of each manual method certainly have varying values. Where the analysis will compare the two manual methods, namely the matrix method and the cross method. Based on these differences, a comparative analysis is carried out between the manual method (matrix method) and other manual methods (the cross method) related to the calculation results obtained from each method. The object of study analyzed is the structural model. The analytical method used is the comparative analysis method. This analysis is focused on the comparison of the two methods, namely the matrix method and the cross method in relation to the calculation results of internal forces which will be compared the magnitude and difference as well as the level of the resulting magnitude. The results of the analysis show that the values generated in the two structural analysis methods are not the same. The calculation of the difference between the results of the structural analysis of the two methods on each stem has a different difference value. Based on the frequency value, each internal force in the structural analysis has a different level of magnitude. In all structural models, there is a large difference and a small difference.Menganalisis struktur menggunakan Metode Manual yang berbeda tentu memiliki alur yang berbeda. Hasil perhitungan analisis struktur masing-masing Metode Manual tentu memiliki nilai selisih yang beragam. Dimana analisis tersebut akan mengkomparasikan kedua metode yaitu Metode Matriks dan Metode Cross. Berdasarkan perbedaan tersebut, maka dilakukan analisis perbandingan antara Metode Manual (Metode Matriks) dan Metode Manual lainnya (Metode Cross) terkait hasil perhitungan yang diperoleh dari masing-masing metode. Objek kajian yang dianalisis yaitu model struktur. Metode analisa yang digunakan yaitu metode analisis perbandingan. Analisa ini difokuskan pada perbandingan kedua metode yaitu Metode Matriks dan Metode Cross terkait hasil perhitungan gaya-gaya dalam yang akan dibandingkan besar dan selisihnya serta tingkatan besaran yang dihasilkan. Hasil analisis menunjukkan, nilai yang dihasilkan pada kedua metode analisis struktur tidak sama. Perhitungan selisih hasil analisis struktur kedua metode pada setiap batang memiliki nilai selisih yang beragam. Berdasarkan nilai frekuensi, masing-masing gaya dalam pada analisis struktur memiliki tingkatan besaran yang berbeda-beda. Pada semua model struktur setiap batang ada yang selisihnya besar dan ada yang selisihnya kecil
Dampak Pengalaman Pasien yang Mempengaruhi Loyalitas Pasien di Rumah Sakit
Patient loyalty is an important indicator of hospital success. This loyalty not only leads to repeat visits, but can also improve the hospital's reputation in the eyes of the community. A study shows that patients who feel satisfied with healthcare services are likely to recommend the hospital to others, which contributes to an increase in the number of new patients. This suggests that a good patient experience can be an effective marketing tool. So this study was conducted to determine the patient experience factors that influence loyalty and how hospitals can improve patient experience. Methods: This study included a systematic literature review. Which this article uses a prism diagram to sort articles. By using platforms such as google schoolar, suitable articles were found. Results: The results of analyzing 17 articles that have been found, it is known that all articles show the influence between patient experience and patient loyalty in hospitals. All of them conveyed that there was a significant relationship between the two
PENGARUH KONSENTRASI BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP HASIL UJI SENSORIS DAN KIMIA PERMEN KELAPA
Permen jelly merupakan makanan semi basah sehingga produk ini adalah produk higroskopis yang mudah menyerap air sehingga menyebabkan produk mudah rusak, permen jelly memiliki penampilan jernih transparan serta memiliki tekstur kenyal agak lembut hingga agak keras. Pemanfaatan buah belimbing wuluh dalam permen jelly diharapkan dapat memberikan nilai tambah dan inovasi baru untuk meningkatkan tingkat kesukaan masyarakat terhadap olahan dari permen jelly kelapa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sari buah belimbing wuluh terhadap sifat kimia (kadar air dan kadar vitamin C) dan organoleptik (warna, rasa, aroma, dan tekstur) terhadap permen jelly kelapa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 1 faktor yaitu penambahan sari buah belimbing wuluh P1 (0%), P2 (4%), P3 (8%), P4 (12%), P5 (16%), P6 (20%), Dan P7 (24%). Berdasarkan hasil analisis sidik ragam ANOVA menunjukkan bahwa penambahan sari buah belimbing wuluh pada permen jelly diperoleh perlakuan tertinggi dalam uji kimia kadar air pada perlakuan P6 dengan konsentrasi belimbing wuluh 20% (15,51%), Sedangkan hasil uji kadar vitamin c tertinggi yaitu pada perlakuan P6 dengan konsentrasi belimbing wuluh 20% (2,078%) dan uji organoleptik warna terbaik pada perlakuan P1 dengan penambahan 0% belimbing wuluh, aroma terbaik pada perlakuan P5 dengan penambahan 16% belimbing wuluh, rasa paling disukai pada perlakuan P1 dengan penambahan 0% belimbing wuluh, dan tesktur terbaik pada perlakuan P1 dengan tekstur yang sagat lunak
The EFFECT OF COMPARISON OF MATOA LEAF EXTRACT (Pomentia pinnata) WITH BETEL LEAF EXTRACT AND ADDITION OF HONEY ON THE QUALITY OF HERBAL BEVERAGES
Minuman herbal merupakan salah satu pangan fungsional yang terkenal dengan rasa, penangkal radikal bebas dan manfaatnya pada kesehatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu pemanfaatan daun matoa, daun sirih dan madu dengan kompisisi terbaik untuk minuman herbal dengan karakteristik fisik dan kimia yang paling baik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor yaitu perbandingan ekstrak daun matoa (Pomentia pinnata) dengan ekstrak daun sirih (Piper betle L.) (7:3, 5:5, 3:7) dan penambahan madu (5%, 10%, 15%). Parameter yang diamati yaitu total padatan terlarut, derajat keasaman (pH), warna (oHue), total flavonoid, aktivitas antioksidan, dan uji organoleptik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbandingan ekstrak daun dengan ekstrak daun sirih menghasilkan berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap tatal flavonoid, aktivitas antioksidan dan organoleptic rasa dan penambahan madu menunjukkan hasil berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap total padatan terlarut, derajat keasaman (pH), warna (oHue), total flavonoid, aktivitas antioksidan, organoleptik warna dan rasa. Interaksi pengaruh perbandingan ekstrak daun matoa dengan ekstrak daun sirih dan penambahan madu menunjukkan hasil berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap total flavonoid, dan berbeda nyata (P<0,05) terhadap aktivitas antioksidan. Hasil penelitian ini menunjukkan perlakuan P1M3 (perbandingan ekstrak daun mato dengan daun sirih 7:3 dan penambahan madu 15%) merupakan perlakuan terbaik
Peningkatan Kreativitas Bernilai Ekonomi Pada Komunitas Perempuan Hebat Sumenep Melalui Pelatihan Kerajinan Tangan Merajut
Mitra PKM ini adalah Komunitas Perempuan Hebat Sumenep atau disingkat dengan istilah KPHS. Komunitas ini terbentuk pada tahun 2021, dan pada tanggal 04 April tahun 2022 telah resmi menjadi lembaga swadaya masyarakat legal berdasarkan akta notaris Naghfir, S.Hi, S.H, M.H. Jumlah Anggota KPHS sampai saat ini sebanyak 75 orang, dimana seluruh anggota yang bergabung dalam KPHS adalah perempuan dengan status janda. Peran sebagai single parent atau perempuan kepala keluarga memberi beban tersendiri bagi perempuan pasca perceraian. Posisi sebagai perempuan kepala keluarga menuntut perempuan – perempuan pacsa perceraian menanggung peran ganda, yaitu sebagai kepala keluarga dan sekaligus sebagai ibu rumah tangga. Hal ini terjadi karena baik perempuan janda cerai atau ditinggal mati dituntut mampu mengkombinasikan secara baik antara pekerjaan domestik dan publik, seperti harus mencari uang untuk menafkahi keluarganya dan juga harus memenuhi kebutuhan kasih sayang keluarganya (anak-anaknya). Fenomen ini yang menjadi dasar kegiatan PKM ini dilakukan, tujuan dari kegiatan PKM ini adalah memberikan peluang bagi komunitas perempuan (status janda) untuk dapat meningkatkan kreativitas sehingga membuka peluang usaha rumah tangga untuk meningkatkan pendapatan melalui pelatihan kerajinan tangan merajut. Luaran kegiatan ini dibagi menjadi tiga aspek, (1) luaran secara akademik berupa publikasi jurnal PKM ber ESSN, (2) poster kegiatan PKM dan video kegiatan PKM, dan yang terakhir tercapainya target keterampilan mitra PKM melalui kegiatan meraju
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN UNIT PELAKSANA TEKNIS PERLINDUNGAN DAN PELAYANAN SOSIAL ASUHAN ANAK SUMENEP
Anak adalah aset berharga bagi negara, namun tidak semua anak memiliki orang tua dan memiliki rumah untuk pulang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Kualitas Layanan Unit Pelaksana Teknis Perlindungan & Pelayanan Sosial Asuhan Anak Sumenep. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif dengan fokus penelitian mengenai peningkatan kualitas pelayanan anak asuh di UPT. Pelayanan Sosial Asuhan Anak Kabupaten Sumenep. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Instrumen penelitian ini meliputi Pedoman wawancara dan Perekam suara. Subyek dalam penelitian ini adalah Kepala UPT Perlindungan Dan Pelayanan Sosial Asuhan Anak Kabupaten Sumenep sebagai informan Kunci dan Alumni Anak Asuh di UPT Perlindungan Dan Pelayanan Sosial Asuhan Anak Kabupaten Sumenep sebagai Informan Utama. Hasil dari penelitian ini diantaranya yaitu sarana prasarana pada objek tersebut memadai seperti ruang inap, ruang belajar, mushollah, kantor, dll. Pelayanan yang diberikan pada penelitian ini sesuai dengan Standart Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan. Jaminan yang diberikan telah memadai seperti Pendidikan,tempat tinggal, kesehatan, kebutuhan pangan dan jaminan lainnya. Kedekatan dan komunikasi yang terjalin dilakukan sangat baik antara petugas dengan para anak asuh. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu UPT Perlindungan Dan Pelayanan Sosial Asuhan Anak secara keseluruhan pada masing-masing dimensi telah menunjukkan bahwa dari beberapa dimensi kualitaslayanan yang telah dipaparkan sudah cukup berkualitas, karena hanya satu dimensi tangibles yang kurang memadai dari beberapa dimensi tersebut
KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PASIEN RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT ISLAM GARAM KALIANGET ( STUDI KOMPARATIF PASIEN BPJS DAN NON BPJS
Sebagai badan usaha milik negara (BPJS) ditugaskan khusus oleh pemerintah untuk rakyat Indonesia dalam memberikan jaminan kesehatan. Program jaminan kesehatan melalui BPJS mulai diselenggarakan pada tahun 2014 melalui dasar hukum Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 sebagai transformasi dari PT Askes (Persero). Dibentuknya BPJS diharapkan dapat melayani seluruh penduduk Indonesia, khususnya yang telah menjadi peserta BPJS kesehatan. Berdasarkan permasalahan ataupun fenomena-fenomena yang telah di jelaskan oleh peneliti, maka permasalah dari penelitian ini mengukur kualitas pelayanan kesehatan kepada pasien BPJS dan Non BPJS di RSI Kalianget. Tujuan dari peneliti ini untuk mengetahui perbandingan pelayanan kesehatan bagi pasien pengguna BPJS dan Non BPJS di RSI KALIANGET. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan studi komparatif. Teknik analisa data yang digunakan diantaranya Reduksi data, Data Display, dan Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian ini ditinjau dari fokus peneliti yang mengaitkan transparansi, akuntabilitas, partisipasi, dan kesamaan hak ini maka kualitas pelayanan kesehatan pada pasien rawat inap tidak ada perbedaan pelayanan bagi pasien BPJS maupun Non BPJS Kesehatan di RSI Garam Kalianget.
Kata Kunci : kualitas pelayanan, studi komparatif, BPJ
EVALUASI KEBIJAKAN PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA DISEPANJANG JALAN DIPONEGORO KABUPATEN SUMENEP
Keberadaan Pedagang kaki lima (PKL) menimbulkan permasalahan di berbagai daerah. Banyak PKL berjualan di bahu jalan yang berada di sepanjang Jalan Diponegoro. Dalam hal mengatasi permasalahan PKL pemerintah Kabupaten Sumenep mengeluarkan Peraturan daerah (Perda) Kabupaten Sumenep Nomor 11 Tahun 2018 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima. Namun pada implementasinya, meskipun ada Perda yang mengatur penataan dan pemberdayaan PKL namun kebijakan yang ada saat ini tidak sesuai dengan Perda yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi kebijakan penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima di sepanjang Jln Diponegoro Kab. Sumenep. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif dan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Fokus penelitian mengacu pada teori Samodra Wibawa ada empat fungsi evaluasi yaitu eksplanasi, kepatuhan, audit dan akunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak organisasi pemerintahan daerah yang terlibat dalam mengatur pedagang kaki lima yang berada disepanjang Jalan Diponegoro. Diharapkan pemerintah harus segera menyediakan tempat khusus berjualan bagi PKL dan juga harus melakukan pemberdayaan lebih serius kepada para PKL seperti bantuan pemberian modal agar membantu meningkatkan kesejahteraan PKL, menciptakan lingkungan yang lebih tertata rapi dan nyaman bagi masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Kata Kunci: Kebijakan, Evaluasi Kebijakan, Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lim
PENGARUH PAJAK RESTORAN TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN SUMENEP
Penelitian ini mengkaji pengaruh pajak restoran terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Sumenep selama periode 2019-2022, dengan fokus pada peran Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan aset Daerah Kabupaten Sumenep. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya dampak positif yang signifikan pajak restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2019 hingga 2022. Data efektivitas pemungutan pajak menunjukkan pencapaian yang konsisten atau melampaui target yang ditetapkan Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPKAD), dengan tingkat efektivitas rata-rata. sebesar 141%. Hal ini menunjukkan adanya pengelolaan dan pengumpulan pajak restoran yang baik oleh pemerintah daerah. Analisis mengenai pengaruh pajak restoran terhadap PAD menunjukkan kontribusi yang meningkat dari tahun ke tahun, dengan peningkatan pengaruh yang konsisten dari 0,98% pada tahun 2019 menjadi 1,56% pada tahun 2022. Untuk meningkatkan pendapatan daerah, diperlukan upaya lebih lanjut dalam mengembangkan sektor restoran dan memperbaiki sistem pemungutan pajak.
Kata Kunci: Pengaruh Pajak Restoran, Pajak Restoran, Pendapatan Asli Daera
Reformasi Birokrasi Di Indonesia : Menuju Pelayanan Publik Yang Berpusat Pada Rakyat
Negara berkewajiban melayani setiap warga negara dan penduduk untuk memenuhi hak dan kebutuhan dasarnya dalam kerangka pelayanan publik yang merupakan amanat Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Tercapainya kesejahteraan masyarakat di suatu daerah ditentukan oleh banyak faktor yang salah satunya melalui pelayanan publik. Kondisi aktual penyelenggaran pelayanan publik di Indonesia yang saat ini masih sangat berbelit-belit, tidak efisien, dan maraknya kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme mengharuskan untuk diadakannya reformasi birokrasi agar dapat menciptakan tata kelolah pemerintah yang baik (good governance) melalui pengoptimalan kinerja SDM dan melibatkan masyarakat dalam proses pemajuan pelayanan publik, dan mengembalikan posisi masyarakat sebagai orang yang dilayani bukan justru melayani. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan, yaitu tidak lepas dari literatur-literatur ilmiah melalui basis data akademik, buku, artikel jurnal, dan sumber terkait