E-Journal Universitas Wiraraja
Not a member yet
2235 research outputs found
Sort by
PENERAPAN METODE NAÏVE BAYES UNTUK MENDIAGNOSIS TINGKAT DEPRESI MAHASISWA AKHIR DALAM PENELITIAN ILMIAH DI UNIVERSITAS WIRARAJA
Kesehatan mental mahasiswa, khususnya mereka yang berada di tahap akhir studi, menjadi isu krusial akibat tekanan akademik yang tinggi, tugas akhir, serta kekhawatiran akan masa depan. Tingginya tingkat depresi yang tidak terdeteksi dapat berdampak serius terhadap kesejahteraan dan produktivitas mahasiswa. Penelitian ini mengembangkan sebuah sistem diagnosa dini depresi berbasis web yang dirancang khusus untuk mahasiswa akhir di Universitas Wiraraja, memanfaatkan algoritma Naïve Bayes.
Sistem ini hadir sebagai alternatif deteksi dini yang mudah diakses dan terjangkau, mengingat keterbatasan akses dan tingginya biaya konsultasi psikologis. Data diperoleh melalui kuesioner berbasis DASS-42 (14 pertanyaan terkait depresi) yang telah divalidasi oleh ahli psikologi klinis. Algoritma Naïve Bayes dipilih karena efektivitasnya dalam klasifikasi probabilitas, kemudahan implementasi, dan potensi akurasi tinggi. Sistem dikembangkan menggunakan PHP dan MySQL sebagai basis data, serta dapat diakses melalui perangkat desktop maupun smartphone.
Berdasarkan pengujian terhadap data mahasiswa, metode Naïve Bayes mampu mengklasifikasikan tingkat depresi ke dalam kategori Normal, Ringan, Sedang, dan Parah, dengan tingkat akurasi mencapai 90,42%. Aplikasi ini tidak hanya membantu mahasiswa mengenali kondisi mental mereka lebih dini, tetapi juga menjadi alat bantu esensial bagi pihak kampus dalam upaya preventif menjaga kesehatan mental mahasiswa. Penelitian ini diharapkan menjadi model penerapan teknologi untuk deteksi dini gangguan kesehatan mental serta berkontribusi pada pengembangan sistem diagnosis berbasis data di lingkungan pendidikan tinggi
Strategi Peningkatan Kesejahteraan dan Pengelolaan Keuangan Kelompok Tani Kelapa Makmur melalui Pendekatan Arisan sebagai Skema Keuangan Alternatif di Desa Lombang
Lombang Village in Sumenep Regency relies heavily on seasonal agriculture, particularly watermelon and coconut production, resulting in unstable farmer incomes due to market fluctuations and climate change. The "Kelapa Makmur" Farmers Group operates an informal savings and loan program, but its conventional management limits its effectiveness for productive activities. Low financial literacy and poor business record-keeping hinder the potential of this initiative. This community service program aims to transform arisan into a productive financial scheme and improve members' financial literacy and business planning skills through a structured, participatory approach. Key activities include problem identification, training module development, financial literacy training, mentorship for productive arisan usage, and evaluation. Expected outcomes include better financial skills among members, optimized arisan funds, a transparent financial recording system, and enhanced economic resilience for farmers, ultimately contributing to community economic empowerment.Desa Lombang di Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, merupakan wilayah dengan perekonomian masyarakat yang sangat bergantung pada sektor pertanian musiman, khususnya komoditas semangka dan kelapa. Ketergantungan ini menyebabkan pendapatan petani tidak stabil dan kesejahteraan ekonomi menjadi rentan terhadap fluktuasi harga pasar serta perubahan iklim. Kelompok Tani “Kelapa Makmur” di desa ini telah menjalankan arisan simpan pinjam sebagai mekanisme keuangan informal, namun pengelolaannya masih bersifat konvensional dan belum dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produktif. Rendahnya literasi keuangan dan pencatatan usaha yang belum terstruktur menjadi kendala utama dalam optimalisasi potensi arisan sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi. Program pengabdian ini bertujuan untuk mentransformasi arisan menjadi skema keuangan produktif yang terkelola dengan baik, serta meningkatkan kapasitas anggota kelompok dalam manajemen keuangan dasar dan perencanaan usaha. Metode yang digunakan mengadopsi pendekatan andragogi dan partisipatif, dengan tahapan meliputi: identifikasi dan pemetaan awal permasalahan, pengembangan modul pelatihan, penyelenggaraan pelatihan literasi dan manajemen keuangan, pendampingan penerapan arisan produktif dan sistem pencatatan keuangan, serta evaluasi hasil dan penyusunan rencana keberlanjutan. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini meliputi peningkatan pemahaman dan keterampilan keuangan anggota kelompok, optimalisasi dana arisan untuk pembiayaan produktif, terbentuknya sistem pencatatan keuangan kolektif yang akuntabel, serta penguatan ketahanan ekonomi kelompok tani. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal dan kearifan sosial
Literasi Media Digital untuk Guru Pembimbing dan Anak Pekerja Migran Indonesia di Sanggar Bimbingan (SB) At-Tanzil Malaysia
In its journey, digital media has given rise to important issues that need to be considered in its development. The knowledge skills in using and utilizing digital media (digital literacy) of PMI children at SB At-Tanzil Malaysia do not yet have sufficient knowledge to access digital media. The purpose of carrying out international community service activities at the At-Tanzil Malaysia Guidance Center is to increase the creativity of mentor teachers in providing teaching to PMI children at SB At-Tanzil and as a provision for Indonesian migrant workers' children in operating digital media in a healthy and appropriate manner, so that they do not make mistakes in accessing various kinds of information at the age of children. The methods used are Adult Training: this involves a more structured and formal approach, often with a focus on developing specific skills, Introduction to Digital Literacy: this includes teaching children about the positive and negative impacts of digital devices and appropriate digital usage behavior, Utilization of Learning Media: Using digital tools such as laptops or tablets as learning media, and Digital Literacy Training as a Moral Education Media. The benefits of this activity are changes in the behavior of teachers and PMI children in Malaysia who attend SB At-Tanzil towards a more creative and productive understanding of digital media. The results of this activity are being able to think critically, creatively and innovatively in learning activities, especially for supervising teachers to educate children with more enthusiasm and improve their psychomotor skills so that learning is better and easier to understand, and easy to solve problems that occur in learning.Dalam perjalanannya media digital tersebut melahirkan permasalahan yang penting untuk diperhatikan perkembangannya. Kecakapan pengetahuan dalam menggunakan dan memanfaatkan (literasi digital) media digital anak PMI di SB At-Tanzil Malaysia belum mempunyai pengetahuan mumpuni untuk mengakses media digital. Tujuan dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional di Sanggar Bimbingan At-Tanzil Malaysia adalah untuk meningkatkan kreatifitas guru pembimbing dalam memberikan pengajaran terhadap anak-anak PMI di SB At-Tanzil dan sebagai bekal bagi anak pekerja migran Indonesia dalam mengoprasikan media digital secara sehat dan sesuai kebutuhan, sehingga mereka tidak salah dalam mengakses berbagai macam informasi di usia anak-anak. Metode yang digunakan yaitu Pelatihan Orang Dewasa : ini melibatkan pendekatan yang lebih terstruktur dan formal, sering kali dengan fokus pada pengembangan keterampilan spesifik, Pengenalan Literasi Digital : ini termasuk mengajarkan anak-anak tentang dampak positif dan negatif dari perangkat digital serta perilaku penggunaan digital yang sesuai, Pemanfaatan Media Belajar : Menggunakan alat digital seperti laptop atau tablet sebagai media belajar, dan Pelatihan Literasi Digital sebagi Media Pendidikan Moral. Manfaat dalam kegiatan ini adalah perubahan perilaku dari guru-guru, dan anak-anak PMI di Malaysia yang sekolah di SB At-Tanzil terhadap pemahaman media digital lebih kreatif dan produktif. Hasil dari kegiatan ini yaitu dapat berfikir kritis, kreatif dan inovatif dalam kegiatan pembelajaran khususnya guru pembimbing untuk mendidik anak lebih semangat dan meningkatkan psikomotorik belajarnya lebih baik dan mudah difahami, dan mudah dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran
 
EPISTEMOLOGI NAFKAH IDDAH BAGI MANTAN ISTRI NUSYUZ (STUDI PADA PUTUSAN NO. 117/Pdt.G/2013/PA.PMK)
In living a household life is not far from various problems, sometimes problems can be resolved in a good way, but it can also lead to divorce. Such as the cause of the wife's actions towards her husband, such as disobedience, leaving the house without the husband's permission and this is an act of nusyuz, which, if a wife commits nusyuz then her iddah maintenance is void, however as the author found in one of the Pamekasan Religious Court Decisions No. 117 / Pdt.G / 2013 / PA.Pmk that a wife who commits nusyuz still gets her iddah maintenance. This article explains the epistemological analysis related to methodological issues (sources and legal methods) in legal considerations by judges so that they arrive at decision No. 117 / Pdt.G / 2013 / PA.Pmk with two focuses of discussion. First, what are the legal considerations by the Pamekasan Religious Court Panel of Judges? Second, what is the method of legal discovery used by the Pamekasan Religious Court Panel of Judges. This research is included in normative legal research with a case approach that uses a normative legal analysis method. Primary data sources were obtained from Decision No. 117/Pdt.G/2013/PA.Pmk, secondary data sources from books, journals, articles. The data collection method used document study. Data analysis used by researchers using content analysis. Research results; (1) Legal considerations of the Pamekasan PA Panel of Judges in Decision No. 117/Pdt.G/2013/PA.Pmk are based on the verses of the Qur'an, Law No. 1 concerning Marriage, KHI and the Jurisprudence of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number. 137K/AG/2007. (2) Legal Discovery Method Used by Judges in Decision No. 117/Pdt. G/2013/PA.Pmk Concerning Iddah Maintenance for Former Wives Nusyuz is a method of systematic interpretation and legal reasoning through other legal sources, in this case the Jurisprudence of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number. 137K/AG/2007
METAVERSE & KEPEMIMPINAN VIRTUAL: BAGAIMANA PEMIMPIN DAPAT MEMBANGUN ORGANISASI DI DUNIA DIGITAL
Dalam era digital yang terus berkembang, konsep metaverse telah muncul sebagai ruang baru yang menawarkan peluang dan tantangan bagi organisasi. Abstrak ini mengeksplorasi bagaimana pemimpin dapat membangun dan mengelola organisasi di dunia metaverse melalui kepemimpinan virtual. Dengan memanfaatkan teknologi canggih, pemimpin diharapkan dapat menciptakan budaya organisasi yang inklusif dan kolaboratif, meskipun tim mereka beroperasi dari lokasi yang berbeda. Penelitian ini mengidentifikasi karakteristik pemimpin yang efektif dalam konteks digital, serta strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keterlibatan dan produktivitas tim. Selain itu, tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan tim virtual juga dibahas, bersama dengan solusi inovatif untuk mengatasinya. Kesimpulannya, pemimpin yang adaptif dan proaktif akan menjadi kunci dalam membangun organisasi yang sukses di metaverse, menjadikan mereka siap menghadapi dinamika dunia digital yang terus berubah
MONETARY EXPANSION AND ECONOMIC GROWTH IN NEPAL: A VECM APPROACH
Modeling the relationship between money supply and national output has been one of the main controversial issues of interest for economists, researchers, and policymakers, over the past few years.. Economies worldwide aim to achieve a high output growth rate and stability in the general price level. There are debates between Keynesian and monetarists about the relationship direction between money supply and output. Monetarists argue that changes in the amount of money lead to unexpected changes in nominal income because of money stability. In contrast, Friedman assumes that it is the most stable function. The paper aims to analyze the process of money supply determination in Nepal and to analyze the short-run and long-run relation between money supply and economic growth in Nepal, using time series data, spanning from 1975 to 2023. The econometric model used in this study has been developed based on the quantity theory of money model, but the model is modified to accommodate other independent variables that influence economic growth. The study reveals that the money multiplier in Nepal is constant and also affected by the cash reserve ratio, indicating that the monetary policy variables can influence the money supply in the case of Nepal. Engle-Granger cointegration results reveal that there exists a long-run relationship between real GDP with broad money supply (M2) and narrow money supply (M1) at a 1 percent level of significance and with gross fixed capital formation (GFCF) at a 5 percent level of significance, but the results show that there is no any long-run relationship between real GDP and government capital expenditure. The VCEM results show that NGDP as a dependent variable was observed to be statistically significant with broad money supply (M2), at a 10 percent level of significance, implying the existence of long-run causality was observed from broad money supply to real GDP
Analisa Pengaruh Kinerja Mandor Terhadap Kualitas Proyek Konstruksi (Studi Kasus: Proyek Renovasi Villa Pasraman Bhagawan, Jimbaran, Kec. Kuta Selatan Kab. Badung)
Construction developments in Bali have experienced great progress in recent years, especially in the construction of hotels, resorts and villas. This attracts the interest of many investors to invest in building villas in Bali. An important factor that determines project success is the planning of human resources who are directly involved in project work, especially foremen. One of the projects experiencing delays is the Pasraman Bhagawan Villa Renovation Project. This delay is caused by a focus on the quality of work so that it goes according to plan. Therefore, this study aims to analyze the influence of foreman performance on work quality and the factors that influence it. This research uses data collection methods by distributing questionnaires and multiple linear regression analysis. Based on the analysis results, the R-Square value obtained was 0.949, which means that the foreman's performance influenced 94.9% of the quality of the Pasraman Bhagawan Villa Renovation Project in Jimbaran. Management factors are the most dominant factors influencing project quality with a t count of 4.114. More efficient management of time, resources and budget will help avoid delays and ensure project quality is maintained.Perkembangan konstruksi di Bali mengalami kemajuan besar dalam beberapa tahun terakhir, terutama dalam pembangunan hotel, resort, dan villa. Hal ini menarik minat banyak investor untuk berinvestasi dalam pembangunan villa di Bali. Faktor penting yang menentukan kesuksesan proyek adalah perencanaan sumber daya manusia yang terlibat langsung dalam pekerjaan proyek, terutama mandor. Salah satu proyek yang mengalami keterlambatan adalah Proyek Renovasi Villa Pasraman Bhagawan. Keterlambatan ini disebabkan oleh fokus pada kualitas pekerjaan agar sesuai rencana. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kinerja mandor terhadap kualitas pekerjaan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan penyebaran kuesioner dan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis, nilai R-Square yang diperoleh adalah 0.949, yang berarti kinerja mandor mempengaruhi 94.9% kualitas Proyek Renovasi Villa Pasraman Bhagawan di Jimbaran. Faktor manajemen merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi kualitas proyek dengan t hitung sebesar 4.114. Pengelolaan waktu, sumber daya, dan anggaran yang lebih efisien akan membantu menghindari keterlambatan dan memastikan kualitas proyek tetap terjaga
Effectiveness Of Non-Nutritive Sucking and Murottal In Reducing Neonates' Pain Response To Needle-Related Medical Procedures
Neonates are newborns up to 28 days old who are highly vulnerable to infections and organ system disorders, often requiring medical intervention. One of the most common medical procedures performed on neonates is needle-related invasive procedures, such as intravenous catheter insertion and blood sampling, which can cause pain. Neonatal pain management generally avoids the use of pharmacological analgesics due to their various side effects. Therefore, effective non-pharmacological methods, such as Non-Nutritive Sucking (NNS) and Murottal therapy, are needed. This study aims to determine the effects of NNS, Murottal therapy, and their combination on reducing neonatal pain responses during needle-related medical procedures, using a quasi-experimental post-test only control group design. This study was conducted at Lamaddukelleng District General Hospital, Wajo Regency, South Sulawesi, specifically in the perinatology ward from August to October 2024 with a sample size of 92 people. The results indicate that the combination of NNS and Murottal therapy is the most effective in reducing neonatal pain responses during needle-related medical procedures, with an average pain response of 3.78 and a significance value of P > 0.001, compared to neonates who received a single intervention (either NNS or Murottal) or those in the control group
Efektivitas Program BPJS Dalam Meningkatkan Akses Layanan Kesehatan Dan Kualitas Hidup Masyarakat di Surabaya: Tantangan dan Upaya Perbaikan
The purpose of this study is to find out the meaning of online media audiences about Instagram. The role of mass media communication technology is developing rapidly and playing an important role for society in everyday life. The internet is very helpful in the field of marketing (online marketers). One form of online promotion that is currently developing is via Instagram, based on the photo sharing append commonly found on smartphones. As a start-up business company, the Instagram application has emerged, because of the internet phenomenon that has emerged recently, many new products have been marketed. For this reason, this paper can define how to share photos based on the Instagram application, especially for people who respond to start-up business promotion
PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN HIDUP MASYARAKAT DI JALAN DIPONEGORO KABUPATEN SUMENEP
Pemberdayaan masyarakat merupakan suatu upaya mendayagunakan masyarakat yang berorientasi untuk membangun masyarakat yang mandiri sehingga pembangunan masyarakat bercirikan dari, oleh dan untuk masyarakat. Berdasarkan hasil pra-survei menunjukkan bahwa sebagian besar pedagang Kaki Lima merupakan suatu kegiatan ekonomi dalam wujud sektor informal yang membuka usahanya di bidang produksi dan penjualan barang dan jasa dengan menggunakan modal yang relatif kecil serta menempati ruang publik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberdayaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Dipenogoro Kabupaten Sumenep. Metode penelitian dekskriptif kualitatif untuk menjawab permasalahan bagaimana pemberdayaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) di Areal Kota Sumenep berdasarkan masalah dan potensinya dalam meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa langkah yang dilakukan pemerintah dalam proses pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL) dilakukan dengan beberapa tahap yaitu melakukan relokasi; pemberian tenda ataupun gerobak; kemudian melakukan penertiban sebagai langkah terakhir bagi para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang masih membandel tidak mau mengikuti program penataan yang dilakukan Pemerintah. Dampak yang terjadi akibat dari kegiatan pemberdayaan diantaranya yaitu Pedagang Kaki Lima (PKL) dapat melaksanakan kegiatan usahanya dengan tenang tanpa adanya ancaman penertiban. Sedangkan dampak bagi Pemerintah adalah dengan keberadaan para Pedagang Kaki Lima (PKL) banyak menunjang peningkatan pendapatan daerah dengan pemungutan pajak retribusi. Akan tetapi dampak negatifnya yaitu sulitnya Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk direlokasi mengingat rendahnya pemahaman yang mereka miliki tentang relokasi.
Kata Kunci : Pemberdayaan, Pedagang Kaki Lima (PKL), Kesejahteraan Masyarakat