E-Journal Universitas Wiraraja
Not a member yet
2235 research outputs found
Sort by
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEBERLANJUTAN ADOPSI DRIP IRRIGATION PETANI BAWANG MERAH PESISIR PANTAI BANTUL
Kapanewon Sanden memiliki lahan pasir yang menghasilkan bawang merah. Drip Irrigation hadir sebagai inovasi penyiraman pada lahan pasir. Tujuan penelitian: 1) mengetahui karakteristik petani (umur, luas lahan, tingkat pendidikan dan karakteristik inovasi (keuntungan relatif, kesesuaian, kerumitan, kemungkinan dicoba, kemudahan diamati); 2) menganalisis tingkat keberlanjutan adopsi Drip Irrigation (lama penggunaan, konsistensi, kepuasan); 3) menganalisis pengaruh karakteristik petani dan karakteristik inovasi terhadap keberlanjutan adopsi Drip Irrigation. Pengumpulan data melalui survei kepada 30 petani yang telah menerapkan inovasi Drip Irrigation di Kapanewon Sanden Kabupaten Bantul. Metode analisis yang dipakai analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian: 1) karakteristik petani: umur petani produktif, luas lahan sempit, tingkat pendidikan SMA dan karakteristik inovasi berada pada kategori tinggi kecuali kerumitan kategori rendah; 2) Konsistensi dan kepuasan berada pada kategori tinggi dan lama penggunaan berada pada kategori sedang; 3) faktor karakteristik inovasi keuntungan relatif berpengaruh signifikan positif dan faktor kerumitan berpengaruh signifikan negatif terhadap keberlanjutan adopsi Drip Irrigation. Faktor umur, tingkat pendidikan, luas lahan, kesesuaian, kemungkinan dicoba dan kemudahan diamati tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat keberlanjutan adopsi inovasi Drip Irrigation. Mengingat faktor keuntungan relatif dan kerumitan yang berpengaruh signifikan, maka perlu dilakukan sosialisasi lebih lanjut kepada petani mengenai manfaat, keuntungan dan kemudahan inovasi guna meningkatkan adopsi inovasi teknologi
Healthy Community Movement (GERMAS) Education on Behavior and Knowledge of STIKes Bhakti Mulia Students
Healthy Community Movement (GERMAS) is included in promotive and preventive efforts to the community which aims to reduce the burden Infection-related and chronic non-infectious diseases, reduce population productivity can be avoided, and health services can be reduced. The purpose of the study was to determine the effectiveness of GERMAS education on student behavior and knowledge. A quasi-experimental framework with a single group pre- and post-intervention evaluation was adopted in this study. The research sample was STIKes Bhakti Mulia students totaling 40 respondents. The experimental variable in this research is education, the dependent variable in the study is the behavior and knowledge of students. Measurement was carried out using a questionnaire that had been confirmed to be valid and reliable. Data analysis using Wilcoxon test. The research results confirmed that there was an effectiveness of GERMAS education on the behavior (p=0.000) and knowledge (p=0.000) of students. The conclusion of the study is that healthy behavior during adolescence can reduce the risk of chronic diseases in adulthood. Behavior and knowledge must be comprehensively owned by adolescents on several health issues, including nutrition, environmental health, infectious diseases, and health problems
EVALUASI KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP PENERTIBAN PEDAGANG KAKI LIMA DI JALAN DIPONEGORO MELALUI PERDA NOMOR 3 TAHUN 2002 KABUPATEN SUMENEP
Kabupaten sumenep telah memiliki perda tentang ketertiban umum yaitu Perda Nomor 3 Tahun 2002, namun fenomena yang saat ini terjadi di lapangan PKL yang berada di Jalan Diponegoro dari tahun 2019 hingga saat ini masih menjamur di jalan tersebut, sehingga Satpol PP Kabupaten Sumenep terkesan tidak punya nyali dalam menegakkan Perda Tentang ketertiban umum Nomor 3 Tahun 2002. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui sejauh mana evaluasi Perda Nomor 3 Tahun 2002 terhadap penertiban PKL di Jalan Diponegoro dengan menggunakan teori evaluasi kebijakan dari Samudra Wibawa (1998). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perumusan kebijakan melibatkan berbagai pihak melalui PROLEGDA, namun terkendala kesenjangan institusional karena Satpol PP baru terbentuk pada 2006. Implementasi kebijakan berdampak positif pada ekonomi PKL tetapi mengalami kendala koordinasi antar instansi. Kebijakan ini mengurangi pengangguran, namun menghadapi tantangan seperti kurangnya fasilitas, masalah sampah, dan kemacetan. Efektivitas kebijakan belum optimal karena ketidaksesuaian regulasi dan keterbatasan anggaran, sehingga diperlukan revisi kebijakan dan peningkatan kerjasama lintas sektor. Peneliti menyarankan revisi rutin kebijakan oleh DPRD berdasarkan masukan pemangku kepentingan, dukungan Diskoperindag dalam pengembangan infrastruktur dan dana
Crisis Resilience and the Role of Islamic Financial Institutions in Regional Development
This research was conducted to find out and analyze the role of Islamic financial services, Bank BPRS Bhakti Sumekar and Baitul Maal wat Tamwil (BMT) NU Jawa Timur in sustainable development in region with a majority Muslim population, Sumenep Regency, Madura, East Java. The research model is comparative-qualitative, comparing the two Islamic financial services of Bank BPRS Bhakti Sumekar and BMT NU Jawa Timur in developing structural and cultural-based Islamic financial services. Bank BPRS Bhakti Sumekar is structurally based as a Regional Owned Enterprise (BUMD) for the Sumenep Regency Government. BMT NU Jawa Timur is culturally based, founded, and run by the community. The data collection technique for this research was in-depth interviews, observing activities in the offices and branches of the two financial services. In addition, a search was carried out for relevant documents owned by the two financial institutions and online media and official websites related to the research topic. Focus group discussions were also conducted with Islamic finance experts. The research succeeded in uncovering the role of the two Islamic financial services in sustainable development in Sumenep Regency. Culturally-based Islamic financial services grow faster and are more resilient to economic crises
Community Engagement: Nepali Muslims in Social Initiatives Promoting Religious Understanding
Abstract
This study explores the role of Nepali Muslims in community engagement efforts aimed at
promoting religious understanding in Nepal. This study uses a qualitative research
technique to investigate how members of the Muslim community in Nepal take part in
social activities aimed at addressing misunderstandings about Islam, promoting interfaith
dialogue, and creating bridges with other religious groups. The research reveals the
tactics, difficulties, and achievements of these activities through in-depth interviews,
participant observations, and thematic analysis. It draws attention to the value of inclusive
community involvement, the influence of sociopolitical settings, and the special
contributions made by Nepali Muslims to more general initiatives aimed at promoting
religious harmony and reconciliation. The results add to a more nuanced understanding of
how minority-led grassroots initiatives might promote religious understanding in
heterogeneous nations such as Nepal. For individuals who hold misconceptions about
Muslims, this study will mark a significant milestone. Nepal is a great example for how
different religious groups may coexist peacefully and harmoniously to create a common
national identity without prejudice or hostility against one another. Other nations should
take note of this.
Keywords: Social initiatives; Religious coexistence; Minority groups; Grassroots efforts
and Multicultural society Perspective
Abstrak
Penelitian ini mengeksplorasi peran Muslim Nepal dalam upaya pelibatan masyarakat
yang bertujuan untuk mempromosikan pemahaman agama di Nepal. Penelitian ini
menggunakan teknik penelitian kualitatif untuk menyelidiki bagaimana anggota komunitas
Muslim di Nepal mengambil bagian dalam kegiatan sosial yang bertujuan untuk mengatasi
kesalahpahaman tentang Islam, mempromosikan dialog antaragama, dan menciptakan
jembatan dengan kelompok-kelompok agama lain. Penelitian ini mengungkapkan taktik,
kesulitan, dan pencapaian kegiatan-kegiatan tersebut melalui wawancara mendalam,
observasi partisipan, dan analisis tematik. Penelitian ini menarik perhatian pada nilai
keterlibatan masyarakat yang inklusif, pengaruh lingkungan sosial-politik, dan kontribusi
khusus yang diberikan oleh Muslim Nepal pada inisiatif yang lebih umum yang bertujuan
untuk mempromosikan kerukunan dan rekonsiliasi agama. Hasil penelitian ini menambah
pemahaman yang lebih bernuansa tentang bagaimana inisiatif akar rumput yang dipimpin
oleh kaum minoritas dapat mempromosikan pemahaman agama di negara-negara yang
heterogen seperti Nepal. Bagi individu yang memiliki kesalahpahaman tentang Muslim,
penelitian ini akan menandai tonggak sejarah yang signifikan. Nepal adalah contoh yang
baik tentang bagaimana kelompok-kelompok agama yang berbeda dapat hidup
berdampingan secara damai dan harmonis untuk menciptakan identitas nasional yang sama tanpa prasangka atau permusuhan satu sama lain. Negara-negara lain harus memperhatikan
hal ini.
Kata kunci: Inisiatif sosial; Hidup berdampingan secara religius; Kelompok minoritas;
Upaya akar rumput; Perspektif masyarakat multikultura
ANALISIS SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK CAKE DENGAN RASIO TAPAI JAGUNG (Zea mays L.) DAN TAPAI SINGKONG BERBEDA
Cake is one product bakery loved by the community. One of the variants cake what is known is cake cassava tapai. Currently, corn tapai is a fermented product that is not widely known by thepublic. The content contained in corn tapai has the potential to enrich the nutrition of a processed food. This research aims to analyze the physicochemical and organoleptic propertiescake ratio of corn tapai and cassava tapai. The research method used was an experiment using a Completely Randomized Design (CRD) with two repetitions. The aim of this research is todetermine chemical properties (food fiber, protein, fat, water, ash and carbohydrates), physical properties (volume and color), and hedonic properties (taste, texture, color and aroma) ratiocake corn tapai and cassava tapai 50:50, 75:25 and 100:0. Data were analyzed using ANOVA with further tests Duncan Multiple Range Test (DMRT). The research results show cake ratiocorn tapai and cassava tapai 100:0 have the highest chemical properties in terms of food fiber, protein, fat, ash and carbohydrate levels respectively at 9.689%, 5.460%, 11.522%, 1.346% and52.386% but the lowest at water content at 29.258%. Physical properties volume highest on ratio cake corn tapai and cassava tapai 50:50 amounting to 304,856 cm3. Physical properties ofratio colorscake corn tapai and cassava tapai 100:0 L (77.19), a (5.65), b(57.26). The highest hedonic level has a ratio of 100:0 for taste, texture, color and aroma, respectively 4.48, 4.26,4.38, 4.38. The most preferred ratio of the hedonic test is the ratio cake the ratio of corn tapai and cassava tapai is 100:0 in terms of taste, texture, color and aroma. It can be concluded thatthe ratio of corn tapai and cassava tapai provides significant differences in chemical, physical and organoleptic properties cake
KAJIAN TENTANG FOOD LOSS DAN FOOD WASTE: KONDISI, DAMPAK, DAN SOLUSINYA
The purpose of writing this article is an attempt to introduce readers to the problem of FoodLoss & Food Waste (FL&FW) in a comprehensive concept regarding conditions, impacts andsolutions for handling them. FL&FW has been a global issue for a long time, but until now itsimpact is getting more serious. The losses incurred by FL&FW are not only in the environmentalfield but are very complex including economic and social losses. Food and AgricultureOrganization/FAO has estimated that 1/3 of world food production or around 1.3 billion tonswhich is equivalent to 990 billion USD has been lost in vain. But on the other hand, about21,000 people die every day because of hunger. This topic will continue to be a central issue inthe coming years, because the amount of food that must be provided will also continue toincrease in line with the increasing world population and the problems caused by the Co-19pandemic. Reducing food waste is a priority scale to maintain sustainable food security. TheFL&FW issue since 2015 has been one of the programs of the Sustainable Development Goals(SDGs), on target 12.3 with a commitment to reduce food waste by half per capita by 2030.Therefore, all stakeholders (government, industry and society) must collaborate to implementingpolicies and cultural changes towards prevention of FL&FW on all fronts
KARAKTERISTIK SENSORIS DAN KIMIAWI BAKSO DENGAN PENAMBAHAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottoni)
Bakso merupakan makanan yang sangat digemari semua kalangan mulai dari anak hingga dewasa. Bahan baku pembuatan menggunakan tepung salah satunya tepung tapioka ditambah dengan daging hewan. Potensi rumput laut sangat bagus untuk kesehatan, salah salah satu manfaat sebagai dietary fiber. Penggunaan rumput laut pada pembuatan bakso bertujuan sebagai pengemulsi dan meningkatkan kandungan serat bakso. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan mutu bakso dengan menambahkan bubur rumput laut. Metode yang digunakan eksperimen dengan perlakuan penambahan rumput laut 0;10%;20%;30%;40%. Parameter pengamatan uji organoleptik (rasa, aroma, dan tektur) dan uji kimiawi bakso. Panelis yang digunakan sebanyak 30 orang (panelis tidak terlatih). Hasil penelitian menunjukkan penambahan rumput laut sebesar 20% (100gr) yang disuka panelis. Hasil analisa prosimat berdasar perlakuan/formulasi terbaik meliputi kadar air; kadar abu; karbohidrat; protein; lemak. Penambahan rumput laut memenuhi standar SNI Bakso.  
PENDAMPINGAN PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI CV. ABD AZIS PARSANGA SUMENEP
Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan bagian yang sangat penting dalam dunia konstruksi. Berbagai macam kegiatan tidak terlepas dari kecelakaan yang dapat mempengaruhi pekerjaan yang sedang dihadapi untuk mengurangi resiko tersebut dapat dihindari dengan memahami secara baik penggunaan peralatan kerja dan alat pelindung diri (APD), jika hal ini tidak ditanggulangi dengan tepat dan cermat akan dapat menimbulkan akibat buruk dan fatal terhadap para pekerja maupun lingkungan sekitarnya. Hasil survey yang kami lakukan dilapangan bahwa para pekerja tidak memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja seperti yang ditelah ditentukan oleh Pemerinta. Kami akan memberikan pendampingan dan pelatihan tentang penggunaan Alat Pelindung Diri dalam bekerja sehingga para pekerja di perusahaan CV. ABD. AZIS dapat melaksanakan kesehatan dan keselamatan kerja dengan memakai alat pelindung diri dalam bekerja sesuai dengan peraturan yang berlaku sehingga tercipta kondisi kerja yang aman dan nyaman guna mencegah terjadi kecelakaan kerja
Analisis Pendapatan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Sebagai Salah Satu Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Di Kabupaten Sumenep
Penelitian ini menganalisis Pendapatan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Sumenep. BPRS merupakan bank komunitas yang bertempat di daerah. Sebagai bank dengan sistem syariah yang dijalankan, lembaga keuangan syariah ini sangat penting untuk dididrikan di setiap daerah di Indonesia khususnya di Madura. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Analisis Pendapatan Bank Pembiyaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Sumenep. Pada penelitian ini pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan Pendapatan Operasional Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) sejumlah Rp.5.086.734 dan Pendapatan Non Operasional Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) sejumlah Rp.
977.880.
Kata Kunci : Pendapatan Bank, BPRS, Pendapatan Asli Daerah (PAD