STAIN Pamekasan Jurnal Online (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri / State College of Islamic Studies Pamekasan)
Not a member yet
1544 research outputs found
Sort by
LAYANAN CYBERCOUNSELING PADA MASA PANDEMI COVID-19
Kondisi pandemi COVID-19 memaksa peralihan konseling tatap muka menjadi konseling daring (dalam jaringan) atau dalam istilah bimbingan dan konseling disebut cybercounseling. Terlebih lagi dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari pemerintah membuat kebutuhan konseling secara daring menjadi bertambah besar. Hal ini tentunya menjadi solusi saat permasalahan psikologis memerlukan penyelesaian dengan segera. Hanya saja sejauhmana layanan cybercounseling ini bisa diterapkan oleh konselor pendidikan pada masa pandemi COVID-19 menjadi hal yang perlu diperhatikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan cybercounseling pada masa pandemi, serta bagaimana proses dan media yang dapat digunakan oleh konselor. Metode penelitian yang digunakan berupa studi kepustakaan, terutama pada beberapa buku dan artikel yang secara khusus membahas cybercounseling. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses cybercounseling kurang lebih sama dengan proses konseling secara tatap muka namun yang perlu dipehatikan yakni pada tahap persiapan mencakup tersedianya perangkattkerast (hardware) tdan tperangkat lunakt (software) tyangtmendukung dan memadai. Sedangkan media cybercounseling dapat berbentuktwebsite/situs, telephone/handphone, temail, tchat, tinstanttmessaging, tjejaring sosial dantvideo conferencing. Kelebihan dari cybercounseling ialah dapat diakses di mana saja pada waktu yang sesuai, konselortdapat mengjangkau paratkonseli secara lebih luas, Konselor dan konseli dapat melaksanakan konseling kapan dan dimana saja atas dasar kesepakatan bersama, Walaupun tanpa teramati isyarat verbal dan fisik, tetapi kebanyakan konseli lebih mudah dalam mencurahkan pikiran dan perasaan yang mereka rasakan. sedangkan kelemahannya adalah diagnosis yang dilakukan menjadi tidak akurat dan pemberian intervensi menjadi tidak efektif karena petunjuk dan arahan yang diberikan menjadi kurang spesifik dan informasi non verbal menjadi sulit untuk diberikan
Radio Karimata Fm 103,3 Dalam Strategi Pelestarian Budaya Madura Di Pamekasan
Abstrak
Media merupakan komponen yang berpengaruh terhadap pelestarian sekaligus perkembangan budaya suatu daerah. Melalui media, budaya terjaga kelestariannya dan dapat diperkenalkan kepada khalayak. Namun, era digital dan perkembangan teknologi informasi dikhawatirkan mengikis budaya lokal dari segi program atau konten yang dibawa. Peranan penting dalam pelestarian budaya pada tingkat lokal seperti Madura, adalah melalui radio daerah salah satunya adalah radio Karimata, Pamekasan. Dalam hal ini menjadi penting untuk radio lokal mengemas program yang mendukung pelestarian budaya lokal. Untuk mengetahui strategi Radio Karimata, sebagai salah satu radio dalam melestarikan budaya di Madura digunakan metode kualitatif, data yang diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data tersebut dianalisis dengan analisis data kualitatif deskriptif, dan dicek keabsahannya dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program siaran yang mendukung pelestarian budaya di Madura adalah program bingkai Madura yang dikemas dalam bentuk Feature. Beberapa strategi yang digunakan radio Karimata Pamekasan dalam melestarikan budaya Madura melalui program siarannya, adalah, menyajikan program yang berbeda dengan radio lainnya serta memperbanyak topik, menjadikan program tersebut program unggulan dari program yang ada, menggali informasi dari masyarakat ataupun pendengar dengan cara membuat rekaman singkat yang bersentuhan dengan budaya sekitar, dan menyajikan acara pada platform media sosial seperti ke laman facebook dan laman web radio Karimata Pamekasan.
Abstract
Media is a component that influences the preservation and development of a region’s culture. Through the media, the culture is preserved and can be introduced to the public. However, it is feared that the digital era and the development of information technology will erode local culture in trems of the programs or content carried. An important role in cultural preservation at the local level such as Madura, is through regional radio, one of which is the Karimata radio, Pamekasan. In the case, it is important for local radio to package programs that support the preservation of local culture. To find out the radio Karimata strategy as one of the radios in preserving culture in Madura, qualitative methods were used, the data were obtained by means of observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using descriptive qualitative data analysis, and the validity was checked by triangulation of sources and methods. The results of this study indicate that the broadcast program that supports cultural preservation in Madura is a Madura frame program tha is packaged in the from of a Feature. Some of the strategies used by Karimata Pamekasan radio in preserving Madura culture through its broadcast programs are presenting programs that are different from other radios and multiplying topics, making the program the flagship program of existing programs, gathering information from the public or listeners by making short recordings that touch with the surrounding culture, and present events on social media platfroms such as the facebook page and the Karimata Pamekasan radio web page
IMPLEMENTASI SHALAT DHUHUR BERJAMAAH UNTUK MEMBENTUK AKHLAK SISWA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 PAMEKASAN
Abstrak:Ada tiga fokus penelitian yang urgen dalam pelaksanaan shalat dhuhur berjamaah untuk membentuk akhlak siswa yaitu: pertama, bagaimana pelaksanaan shalat dhuhur berjamaah untuk membentuk akhlak siswa. Kedua, nilai apa saja yang diperoleh dari pelaksanaan shalat dhuhur berjamaah untuk membentuk akhlak siswa. Ketiga, faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan shalat dhuhur berjamaah untuk membentuk akhlak siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informannya adalah kepala sekolah, guru agama dan peserta didik. Sedangkan pengecekan keabsahan data dilakukan melalui perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, cara pelaksanaan shalat dhuhur berjamaah adalah (a) Dilaksanakan pada waktu dhuhur, (b) Pada jam istirahat. Kedua, nilai yang diperoleh dari pelaksanaan shalat dhuhur berjamaah adalah (a) Nilai sosial, (b) Nilai Sosial. Ketiga, faktor pendukung dalam pelkasanaan shalat dhuhur berjamaah adalah (a) memiliki masjid sendiri, (b) ada dukungan dari semua guru termauk kepala sekolah, (c) masjid senantiasa bersih. Sedangkan faktor penghambatnya adalah (a) diberlakukannya kurikulum 2013, (b) fasilitas dan kapasitas masjid yang kurang mendukung, (c) masjid yang ada di luar sekolah. Sedangkan cara mengatasi penghambatnya adalah (a) Mengetahui penyebab pengahambat pelaksanaan shalat dhuhur berjamaah, (b) segera memperbaiki fasilitas masjid yang rusak, (c) atur waktu pelaksanaan shalat dhuhur berjamaah sebaik mungkin. Kata Kunci: Shalat Dhuhur Berjamaah, Membentuk Akhlak
PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENANGGULANGI KENAKALAN DI SMP NEGERI 3 PAMEKASAN
Penelitian ini dilatar belakangi kenakalan siswa di sekolah seperti terlambat datang ke sekolah, berprilaku tidak sopan terhadap guru, membolos, tidak mengerjakan tugas dan sebagainya, yang menyebabkan proses belajarnya menjadi terhambat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengambil latar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Pamekasan. Teknik yang digunakan dalam prosedur pengumpulan data ialah observasi, wawancara dan dokumentasi. Aktifitas dalam analisis data penelitian meliputi reduksi data, display data, dan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama, Kenakalan siswa adalah sebuah perbuatan yang melanggar norma atau atuaran yang sudah di tetapkan utamanya peraturan atau norma-norma sekolah. Dalam hal ini bentuk kenakalan siswa yang tedapat di SMP Negeri 3 Pamekasan baik itu kenakalan yang bersifat ringan ataupun kenakalan yang bersifat berat. Kedua, Program yang direncanakan dalam menanggulangi kenakalan siswa di SMP Negeri 3 Pamekasan baik yang bersifat preventif (pencegahan) dan juga yang bersifat kuratif (penyembuhan atau pengentasan) meliputi Ketiga, Pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling dalam menanggulangi kenakalan siswa meliputi: a) pelaksanaan layanan konseling individu, dimana layanan konseling individu dilaksanakan dengan cara tatap muka (face to face) antara guru BK dengan siswa yang di dalamnya membahas tentang permasalahan yang sifatnya pribadi, b) pelaksanaan bimbingan kelompok, pelaksanaan bimbingan kelompok dilaksanakan dengan cara, 1). Bimbingan kelompok kecil, diaman guru BK membentuk kelompok dari beberapa siswa 8-10 orang lalu didalamnya dibahas tentang materi yang marak terjadi atau materi yang sudah di siapkan oleh guru BK, 2) bimbingan secara klasika
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI MATEMATIKA MATERI SIFAT-SIFAT BANGUN DATAR MELALUI PENERAPAN METODE JIGSAW KELAS V MI AL-KHALILI SUMBER BUNGUR PAKONG
ABSTRAKLatar belakang penelitian ini adalah prestasi belajar siswa pada bidang studi matematika masih di bawah KKM yang ditetapkan. KKM yang ditetapkan adalah 70. Proses pembelajaran yang digunakan di MI Al-Khalili adalah pembelajaran yang masih berpusat pada guru (teacher oriented). Siswa masih belum aktif dalam kegiatan pembelajaran karena selama pembelajaran guru menyampaikan materi menggunakan metode ceramah dan menulis dipapan tulis. Oleh karena itu salah satu upaya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa menggunakan penerapan metode jigsaw.Berdasarkan hal tersebut, maka ada dua permasalahan yang menjadi kajian pokok dalam penelitian ini, yaitu: pertama, bagaimana penerapan metode jigsaw dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di kelas V MI Al-Khalili Sumber Bungur Pakong; kedua, bagaimana gambaran keberhasilan peningkatan prestasi belajar siswa di kelas V MI Al-Khalili Sumber Bungur Pakong setelah diterapkannya metode jigsaw.Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V MI Al-Khalili Smber Bungur pakong yang berjumlah 20 orang. Model penelitian ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Stephen Kemmis dan Robbin MC Taggart yang terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection). Sebelum diterapkanya siklus tersebut diadakan sebuah pre-test untuk mengukur tingkat prestasi belajar siswa kelas V MI Al-Khalili Sumber Bungur. Penelitian ini dalam pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data dan penarikan kesimpulan berupa persentase antar siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan ada peningkatan prestasi belajar siswa dalam penerapan metode jigsaw pada bidang studi Matematika materi sifat-sifat bangun datar. Pada siklus I ketuntasan belajar siswa masih 60% sehingga masih membutuhkan ketelitian dan penyesuaian terhadap kemampuan peserta didik. Akan tetapi pada siklus II penerapan metode jigsaw setelah diperbaiki dapat meningkatkan prestasi belajar siswa di Kelas V MI Al-Khalili Sumber Bungur Pakong. Hal ini terlihat dari persentase siswa yang tuntas belajar diatas KKM yaitu 80% pada siklus II.Kata kunci: Jigsaw, Prestasi Belajar Sisw
Peningkatan Prestasi Belajar Matematika (Bangun Ruang) Melalui Penggunaan Media Benda Asli Pada Siswa Kelas V SDN Trasak III Kecamatan Larangan Kab. Pamekasan
Abstrak Dalam pembelajaran matematika agar mudah dimengerti oleh siswa, proses penalaran induktif dapat dilakukan pada awal pembelajaran dan kemudian dilanjutkan dengan proses penalaran deduktif untukk menguatkan pemahaman yang sudah dimiliki oleh siswa Kelas V SDN Trasak II Kecamatan Larangan . Pembelajaran matematika memerlukan media yang sesuai, agar dapat meminimalkan sumber belajar secara maksimal, baik oleh guru maupun oleh peserta didik. Berdasarkan pengamatan, siswa VI SDN Trasak II Kecamatan Larangan dalam pembelajaran pada siklus pertama prestasi belajar siswa rata-rata 63,93 dan pada sikklus I yang tuntas ada 13 siswa (39,4%) yang tidak tuntas ada 20 siswa (60,6%). Berdasarkan pengamatan, siswa dalam pembelajaran pada siklus kedua prestasi belajar siswa rata-rata 69,39 dan pada siklus kedua yang tuntas ada 19 siswa (57,6%) yang tidak tuntas ada 14 siswa (42,4%). Berdasarkan pengamatan, siswa dalam pembelajaran pada siklus ketiga prestasi belajar siswa rata-rata 76,36 dan pada siklus ketiga yang tuntas ada 29 siswa (87,9%) yang tidak tuntas ada 4 siswa (12,1%). Berdasarkan hasil pengamatan menunjukkan bahwa selama kegiatan belajar mengajar pada siklus pertama tanggapan siswa dalam memperhatikan penjelasan umum tentang media pembelajaran bangun ruang berkriteria cukup, pada siklus kedua tanggapan siswa dalam memperhatikan penjelasan umum tentang media pembelajaran bangun ruang berkriteria baik, keterlibatan siswa dalam kelompok berkriteria cukup, keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat berkriteria cukup, kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan teman berkriteria cukup, kerjasama dalam kelompok berkriteria cukup, kesungguhan siswa dalam mengerjakan tugas secara kelompok berkriteria cukup, serta kemampuan siswa dalam menjelaskan hasil kerja kelompok di depan kelas berkriteria cukup. Selama kegiatan belajar mengajar pada siklus ketiga tanggapan siswa dalam memperhatikan penjelasan umum tentang media pembelajaran bangun ruang berkriteria baik, keterlibatan siswa dalam kelompok berkriteria baik, keberanian siswa dalam bertanya berkriteria baik, keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat berkriteria baik, kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan teman berkriteria baik, kerjasama dalam kelompok berkriteria baik, kesungguhan siswa dalam mengerjakan tugas secara kelompok berkriteria baik, serta kemampuan siswa dalam menjelaskan hasil kerja kelompok di depan kelas berkriteria baik. Kata Kunci : Prestasi, Media, Benda
Analisis Konversi Akad Mudarabah kepada Akad Qardu
Mudarabah merupakan pembiayaan perbankan syariah dengan potensi risiko yang cukup tinggi. Oleh karena itu, ketentuan Pasal 2 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah menegaskan bahwa perbankan syariah dalam melakukan kegiatan usahanya harus berasaskan prinsip syariah, demokrasi ekonomi dan prinsip kehati-hatian. Celakanya, tidak selalu penggunaan prinsip kehati-hatian ini bisa menjamin suatu pembiayaan terhindar dari masalah yang pada akhirnya mengancam kesehatan bank. Kajian ini membahas implementasi manajemen risiko yang wajib dilakukan oleh Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah sebagaimana diatur dalam Pasal 38 dan Pasal 39 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2008. Salah satu upaya penyelamatan pembiyaan bermasalah yang dilakukan oleh bank syariah sebagaimana diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/9/PBI/2011 tentang Restrukturisasi adalah konversi akad pembiayaan. Konversi akad mudarabah kepada akad qardu menurut Dewan Pengawas Syariah bisa dilakukan selama nasabah yang melakukan pembiayaan mudarabah tersebut belum dikatakan bangkrut dan masih memiliki potensi untuk diajak kerjasama..(Mudarabah is a Sharia banking financing with a high potential risk. Therefore, the provisions of article 2 of Law No. 21 of 2008 on sharia banking confirm that sharia banking in conducting its business activities must be based on sharia principles, economic democracy and prudence principles. Unfortunately, not always the use of this precautionary principle can guarantee a financing to avoid problems that ultimately threaten the health of the bank. This study discusses the implementation of risk management which must be done by Sharia Bank and sharia business Unit as stipulated in article 38 and article 39 of Law No. 21 of 2008. One of the problems of the rescue of the problem by sharia banks as stipulated in regulation of Bank Indonesia No. 13/9/PBI/2011 Regarding restructuring is the conversion of contract financing. Conversion of Akad Mudarabah to Akad Qardu according to Sharia supervisory board can be done during the customer
Makna Simbol pada Upacara Kerapan Sapi di Waru Pamekasan (Analisa Semiotika Roland Barthes)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana makna simbol pada upacara kerapan sapi di Waru Pamekasan dengan menggunakan analisa semiotika Roland Barthes. Teori yang digunakan untuk menganalisi data adalah semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Wawancara dan observasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data
Strategy and Evaluation of The Implementation of Moral Values at Islamic Universities
Penerapan nilai-nilai Islam pada Perguruan Tinggi Islam merupakan hal yang diterapkan dalam tiap aspek kehidupan kampus dan oleh seluruh civitas academia kampus. Nilai-nilai Islam adalah hasil eloborasi antara aturan yang berlaku dengan aspek ibadah dan moralitas. Penerapannya berhubungan dengan perilaku tiap individu hubungannya dengan Allah dan dengan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk penerapan nilai-nilai Islam di Perguruan Tinggi Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen. Penelitian ini dilakukan pada tiga Perguruan Tinggi Islam yaitu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Al Azhar Indonesia dan Universitas Muhammadiyyah Jakarta dengan nara sumber berasal dari pimpinan kampus, fakultas, staf dan mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Islam pada tiga Perguruan Tinggi tersebut sudah terlaksana namun belum optimal. Hal yang menjadi kendala ialah hambatan pada penerapan ini baik level atas hingga bawah ditambah lagi kebijakan yang belum tertulis atau tersedia pada buku pedoman penerapan. Belum adanya Standar dalam evaluasi penerapan nilai Islam menjadi kendala dalam penerapan sehingga tidak dapat diketahui kategori atau tingkatan penerapan nilai-nilai Islam.(The implementation of Islamic values in campus life is the realization of Islamic values in the form of norms in every aspect of campus life carried out by all levels of the campus community. The elaboration of Islamic values is embodied in the form of legal norms, state, and morals framed in aspects of worship and morality. However, the realization is associated with the behavior of each individual in relation to Allah (hablumminallah) and its relationship with humans (hablumminanas). The purpose of this study is to know the depiction of the application of Islamic values in Islamic universities.The method used is qualitative research method with in-depth interview, documentation, and observation. This research was conducted at three Islamic universities, namely UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UAI, and UMJ with sources from university leaders, faculties, departments, staffs and students. The results show that Islamic values have been applied at the three campuses but not yet optimal, because there are obstacles both at the level of leaders and at the level of students and staff. Barriers at the level of leaders related to the policy agreement to apply Islamic values for all academic communities that affects the availability of a guidebook containing Islamic values. The guidebook could not be used effectively as a medium of socialization for all academic communities. These obstacles also affect the evaluation of the implementation of Islamic values, where the three campuses do not have a standard for evaluation to use in all parts of campuses. Therefore, it is difficult to know the level of the application of Islamic values.
Melejitkan Ghiroh Belajar Santri Melalui Budaya Literasi di Pesantren
This paper aims at analyzing and understanding the efforts of pesantren in increasing the students’ ghiroh to learn through literacy culture in pesantren. With ghiroh of learning, it is expected that students can carry out learning well. Ghiroh learning is a measurement for learning success. By forming good Ghiroh on students, it is able to form good behaviors especially forming and applying literacy culture in pesantren, in the form of reading and writing. Literacy culture in pesantren is a habitual activity that is practiced by students by reading, writing and producing an art work. This research uses a qualitative approach with case study type. The research site is Pondok Pesantren Lubbul Labib, Maron, Probolinggo. The results showed that the efforts to increase the student’s motivation through literacy culture in pesantren were carried out through: 1) INTISHOB program (Inti'as Fi Shobah) or giving encouragement in the morning, 2) study groups, 3) cultural orientation, 4) providing library and e-library facilities, and 5) learning evaluation. Through these efforts, the literacy culture of santri has developed well in Pondok Pesantren Lubbul Labib, Maron, Probolingg