Online Journal Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
2165 research outputs found
Sort by
TINJAUAN KOMPARATIF BUDIDAYA LOBSTER BATU (Panulirus sp.) DI INDONESIA DAN VIETNAM: METODE, TANTANGAN, DAN ANALISIS SWOT
Indonesia dan Vietnam memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dalam industri akuakultur Asia, khususnya dalam budidaya lobster batu (Panulirus sp.). Meskipun Indonesia memiliki ketersediaan benih lobster liar yang lebih tinggi, Vietnam telah mengembangkan teknik budidaya yang lebih efisien. Regulasi pemerintah, terutama kebijakan Indonesia terkait budidaya dan ekspor benih lobster, memiliki dampak besar bagi kedua negara serta para pemangku kepentingan di sektor ini. Artikel tinjauan ini menganalisis lebih dari 20 jurnal ilmiah yang diperoleh melalui Google Scholar Advanced Search untuk membandingkan sistem budidaya dan tantangan yang dihadapi di kedua negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode budidaya dan hambatan yang dihadapi Indonesia dan Vietnam relatif serupa. Namun, Vietnam lebih unggul dalam efektivitas penangkapan benih menggunakan jaring ikan. Selain tantangan terkait lingkungan dan penyakit, kebijakan baru Indonesia pada tahun 2020 juga menciptakan hambatan bagi nelayan lobster skala kecil dan lebih menguntungkan perusahaan berskala besar
PEMBENIHAN IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) DI BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT, LAMPUNG
Asian Pompano (Trachinotus blochii) is a pelagic fish species with high economic value and is widely cultivated in Indonesia. This fish is relatively easy and fast to cultivate until it reaches a consumable size. The objective of this fieldwork practice was to understand the stages of Asian Pompano hatchery activities, determine the fertilization rate (FR), hatching rate (HR), and survival rate (SR) of Asian Pompano larvae, as well as identify the key factors contributing to successful hatchery operations. This study employed direct observation and active participation in the breeding and nursery activities of Asian Pompano. The fieldwork was conducted at the Marine Aquaculture Fisheries Center (BBPBL) in Lampung from July 1 to July 31, 2024. The hatchery activities included broodstock maintenance, spawning, egg handling, larval rearing, and water quality management. The results of the hatchery process showed a fertilization rate (FR) of 81.30%, a hatching rate (HR) of 57.14%, and a survival rate (SR) of 17%
TEMUAN INVASIVE SPESIES BERDASARKAN IDENTIFIKASI MORFOLOGI DAN MOLEKULER DARI DANAU DAMPELAS SULAWESI TENGAH
Spesies asing invasive adalah salah satu isu strategis di Indonesia karena keberadaanya menjadi ancaman terhadap kelestarian keanekaragaman hayati dan keberlanjutan konservasi ekosistem. Termasuk spesies ikan nila (Oreochromis niloticus) di Danau Dampelas, komoditas ini bukan asli Sulawesi sehingga dikhawatirkan mempengaruhi populasi spesies asli, komposisi struktur dan proses ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi spesies invasive di Danau Dampelas secara morfologi dan molekuler. Identifikasi molekuler dilakukan dengan menggunakan DNA mitokondria berdasarkan daerah Cytochrome Oxidase Sub Unit I (COI). Sampel ikan nila dikumpulkan dari tujuh stasiun pengamatan di danau Dampelas. Hasil identifikasi dengan metode morfologi dan molekuler menunjukan hasil yang sama, yaitu Oreochromis niloticus. Berdasarkan identifikasi morfologi Oreochromis niloticus memiliki bentuk pipih dan oval, kepala sedikit runcing, warna tubuh kehitaman atau keabuan. Sirip ekor memiliki garis vertical, letak mulut terminal, sirip dorsal memanjang dengan mengeras dan bentuk ekor truncate. Hasil penelitian molekuler menunjukan bahwa semua sekuen ikan berhasil diamplifikasi dengan gen COI (654 bp). Hasil BLASNT menunjukan persentase identitas 100%
PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK Lactobacillus sp. PADA PAKAN PELET TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN KERAPU CANTANG (Epinephelus fuscoguttatus >< Epinephelus lanceolatus)
The demand for Cantrang hybrid grouper (Epinephelus fuscoguttatus × Epinephelus lanceolatus) continues to increase, prompting various efforts to improve its productivity. One of the main challenges in hybrid grouper aquaculture is the provision of high-quality feed, which is a crucial factor for the success of cultivation activities. This study aimed to evaluate the effect of adding Lactobacillus sp. probiotics to pellet feed on the growth performance of hybrid grouper. The research was conducted at the Center for Marine Aquaculture Research and Fisheries Extension (BBRBLPP) in Gondol, Bali. A completely randomized design (CRD) was used with four treatments and three replications: Treatment K (pellets without probiotics), Treatment A (5 g/kg probiotics), Treatment B (10 g/kg probiotics), and Treatment C (15 g/kg probiotics). Data were analyzed using one-way ANOVA followed by Tukey’s post-hoc test. The results showed that Treatment B (10 g/kg probiotics) yielded the best outcomes, with an average length increase of 2.08 cm, weight gain of 2.6 g, feed conversion ratio (FCR) of 0.9, and 100 % survival rate. Based on these findings, it is recommended to use Lactobacillus sp. probiotics at a dose of 10 g/kg feed to improve growth, reduce feed conversion ratio, and enhance fish survival
ENKAPSULASI HORMON GnRH DAN ANTI DOPAMINE MELALUI PAKAN TERHADAP PENINGKATAN PEMATANGAN GONAD IKAN CEMPEDIK (Osteochilus spilurus)
Ikan Cempedik (Osteochilus spilurus) merupakan salah satu ikan konsumsi ekonomis penting bagi masyarakat Belitung Timur. Ketersediaannya untuk konsumsi dan perdagangan masih mengandalkan hasil tangkapan dari alam. Penangkapan alam secara terus menerus dapat berakibat terjadinya penurunan populasi Ikan Cempedik pada habibat alaminya, sehingga perlu adanya upaya mendomestikasi spesies ini menuju komoditas akuakultur. Ikan air tawar ini telah berhasil didomestikasikan pada level pertama dengan kemampuannya hidup dalam wadah terkontrol, pada penelitian ini diupayakan meningkatkan kematangan gonadnya melalui pakan yang mengandung hormon GnRH-Analog+Antidopamin. Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan yakni P1 (kontrol), P2 (0,005 ml/gram pakan), P3 (0,01 ml/gram pakan), dan P4 (0,015 ml/gram pakan). Hasil penelitian menunjukkan pemberian hormon GnRH-Analog dan Anti Dopamin melalui pakan memberikan pengaruh terhadap peningkatan nilai Gonado Somatic Index dan Hepato Somatic Index Ikan Cempedik. Perlakuan terbaik terdapat pada dosis 0,015 ml/gram yang menghasilkan TKG IV terbanyak, Gonado Somatic Index (GSI) sebesar 7,59%, Hepato Somatic Index (HSI) sebesar 0,17% dan fekunditas sebesar 1.390 butir
Analysis of Flavonoid content and Toxicity Test of Semambu Rattan Leaf Ethanol Extract (Calamus scipionum lour)with Brine Shirmp Lethality Test (BSLT) method
Semambu rattan is rattan that grows wild in the forest areas of Indonesia, especially in southern Sumatra, Kalimantan, and Sulawesi. This study aims to determine the % yield, phytochemical tests, levels of flavonoids and cytotoxicity of the ethanol extract of rattan semambu leaves using the BSLT method with Artemia salina leach test larvae. The yield % yield contained 9.36%, the phytochemical test of the ethanol extract of the semambu rattan leaves contained secondary metabolites of flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, and steroids. The test results for the levels of flavonoids at a concentration of 1000 ppm obtained a value of 53.307 μg/ml and the toxicity test of the ethanol extract of rattan semambu leaves obtained an LC₅₀ 130.390 ppm which was toxi
Utilization of Organic Waste into Immunity Protein Products and Its Application in Broiler Chicken Growth
This research is related to utilizing organic liquid waste to be processed into immune protein. The processing stages include a mixture of organic liquid waste in the form of garbage leachate, Zingiberaceae, Crude Palm Oil, beef animal fat, and old coconut water. Mixing was carried out by making two immune protein products that differed in composition and function including protim 1 and protim 2 in knowing the success of the product from the observation of the weight of broilers at harvest. Giving protim 1 in drinking produced broiler weights up to 18 days of the age of 707, 697, and 634 grams. The weight of broilers obtained from the provision of protim 2 in drinking until the end of harvest was 2732, 2670, and 2458 grams. The use of both protims was successfully tested by comparing broilers that did not use protim until harvest, resulting in weights of 1749, 2238, and 2338 grams. FCR and IP values for three broilers consuming both protims resulted in values of 0.66 and 11.34, respectively, with physical characteristics that were slightly hairy compared to broilers that did not consume protim
TEKNIK PEMBENIHAN IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus var) DI BALAI PERIKANAN AIR TAWAR SUKABUMI, JAWA BARAT
Sangkuriang Catfish is known for its high adaptability, fast growth, and disease resistance, making it highly suitable for cultivation in various aquatic conditions. Catfish is one of the top aquaculture products in terms of production volume. The breeding of Sangkuriang Catfish was chosen as the focus of the fieldwork practice (PKL) as an effort to meet the demand for Sangkuriang Catfish fry in Indonesia, particularly in the Bangka Belitung Islands Province. The methods used in the fieldwork practice included participatory approaches, observation, and interviews. The objective of this PKL activity was to understand the techniques involved in the breeding of Sangkuriang Catfish (Clarias gariepinus). The breeding process at the Great Freshwater Aquaculture Center (BBPBAT) in Sukabumi, West Java, utilized artificial spawning techniques. The stages included broodstock maintenance, broodstock selection, conditioning, spawning, preparation of hatching containers, larval harvesting, preparation of larval rearing containers, and final larval harvesting. The spawning results, with a ratio of 10 male and 25 female catfish, produced an average fecundity of 341,888 eggs, an average Fertilization Rate (FR) of 86.77%, an average Hatching Rate (HR) of 89.25%, and a Survival Rate (SR) of 45.77%
EFEKTIFITAS TANAMAN KEDEBIK (Melastoma malabthricum L), BINIS SIMPUR (Dillenia suffruticosa Grif), DAN MENGKIRAI (Henslowia umbellata Blume) TERHADAP KELULUSHIDUPAN IKAN GUPPY (Poecilia reticulata) YANG TERINFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila
Ikan guppy merupakan ikan hias yang memiliki nilai ekonomis yang penting. Ikan ini merupakan ikan kontes yang dapat dilihat dari bentuk tubuh, warna, hingga corak. Namun, salah satu penyakit yang sering menginfeksi ikan guppy adalah bakteri Aeromonas hydrophila. Bakteri ini dapat mengakibatkan abnormalitas bentuk ikan hingga kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh tanaman local Bangka terhadap kelulushidupan ikan guppy yang diinfeksi Bakteri Aeromonas hydrophila. Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan dengan 3 ulangan. Perlakuan K+ (ikan yang diinfeksi Aeromonas hydrophila), K- (ikan yang direndam akuades), MK (ikan yang diinfeksi Aeromonas hydrophila dan direndam dengan mengkirai), KD (ikan yang diinfeksi Aeromonas hydrophila dan direndam dengan kedebik), dan BS (ikan yang diinfeksi Aeromonas hydrophila dan direndam dengan bini simpur). Hasil dari penelitian ini adalah Tingkat kelulushidupan ikan guppy pasca uji tantang dengan bakteri Aeromonas hydrophilla adalah K- dan Kedebik 93,33±0,57 % dan 83,33 ± 1,52 %. Pola kematian ikan guppy adalah terdapat kematian ikan 1-4 ekor per hari. Gejala klinis ikan guppy yang terinfeksi bakteri adalah hemoragik, exophtalmia, geripis, dan warna pucat
PEMANFAATAN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) TERFERMENTASI SEBAGAI PAKAN UNTUK PENGEMBANGAN PRODUKSI BUDIDAYA CACING SUTRA (Tubifex sp)
Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) adalah jenis tumbuhan air yang mengapung di permukaan perairan. Eichhornia crassipes mengandung nutrisi, yaitu bahan kering 8,05%, protein kasar 13,86%, serat kasar 21,10%, lemak kasar 0,98%, abu 1,65%, BETN 29,16%. Kandungan tersebut dapat digunakan untuk pakan Cacing Sutra (Tubifex sp). Penelitian ini untuk membudidayakan Tubifex sp dengan memanfaatkan potensi Eceng Gondok terfermentasi sebagai pakan untuk bobot mutlak Tubifex sp. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan sidik ragam ANOVA. Data hasil sidik ragam akan dilakukan uji lanjut dengan BNT. Pemberian Eceng Gondok terfermentasi sebagai pakan Tubifex sp selama 50 hari pemeliharaan berpengaruh terhadap bobot mutlak, dan kualitas air Cacing Sutra. Perlakuan dengan pemberian Eceng Gondok terfermentasi terhadap bobot mutlak Tubifex sp menghasilkan bobot mutlak terbanyak pada perlakuan 1 dengan pemberian 25 gram Eceng Gondok terfermentasi menghasilkan 19.93 gram. Pengaruh perlakuan pemberian Eceng Gondok terfermentasi sebagai pakan Tubifex sp mendapatkan hasil kisaran kualitas air yang sama pada setiap perlakuan dengan nilai pH 5.57- 7.97, suhu 24.13- 33.4 °C, Amoniak 0 - 1.08 mg/L, dan DO 1.43 - 4.1 mg/L nilai kualitas air tersebut masuk kategori aman untuk kehidupan Tubifex sp.