Online Journal Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
    2165 research outputs found

    Identifikasi Dan Kelimpahan Jenis Kepiting Bakau (Scylla sp) Di Sungai Antan Desa Telak Kabupaten Bangka Barat

    Get PDF
    Desa Telak merupakan suatu wilayah dengan wilayah kawasan hutan mangrove yang cukup luas, dengan biodiversitas flora dan fauna di dalamnya. Salah satunya jenis krustasea yang bernilai ekonomis tinggi yaitu kepiting bakau. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis kepiting bakau, menganalisis kelimpahan jenis kepiting bakau serta menganalisis hubungan kelimpahan jenis kepiting bakau dengan parameter lingkungan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli – Agustus 2022 di Sungai Antan Desa Telak. Metode penelitian yang digunakan adalah  metode purposive sampling. Pengambilan data di bagi menjadi 3 stasiun, dimana masing-masing sasiun terdapat 1 transek garis  dengan Panjang 100 meter dengan interval 20 meter antar plot (bubu lipat). Hasil penelitian di peroleh 2 spesies kepiting bakau yaitu Scylla tranquebarica dan Scylla serrata. Kelimpahan kepiting bakau jenis Scylla serrata tertinggi pada stasiun 1 yakni 0,07 individu/m² dan kelimpahan kepiting bakau jenis Scylla tranquebarica tertinggi pada stasiun 2 yakni 0,22 individu/m². hal ini menandakan, adanya tekanan ekologis dalam suatu ekosistem yang mengakibatkan sedikit kepiting bakau yang ditemukan. Jenis kelamin kepiting bakau yang banyak didapatkan yaitu kepiting bakau Jantan berjumlah 36 individu dan kepiting bakau betina berjumlah 25 individu dengan total individu berjumlah 61 individu. Kelimpahan kepiting bakau Scylla serrata berhubungan erat dengan fraksi debu sedangkan kelimpahan kepiting bakau Scylla tranquebarica berhubungan erat dengan salinitas.Telak Village is an area with a large area of mangrove forest, with flora and fauna biodiversity in it. One type of crustacean that has high economic value is mangrove crab. This study aims to identify the types of mud crabs, analyze the abundance of mud crab species and analyze the relationship between the abundance of mud crab species and environmental parameters. This research was conducted in July – August 2022 at Sungai Antan, Telak Village. The research method used is purposive sampling method. Data collection is divided into 3 stations, where each station has 1 line transect with a length of 100 meters with an interval of 20 meters between plots (folding trap). The results of the study obtained 2 species of mud crabs namely Scylla tranquebarica and Scylla serrata. The highest abundance of mud crabs of Scylla serrata was at station 1, namely 0.07 individuals/m² and the highest abundance of mud crabs of Scylla tranquebarica was at station 2, namely 0.22 individuals/m². this indicates, there is ecological pressure in an ecosystem which results in few mud crabs being found. The sex of mud crabs that were mostly found were male mud crabs totaling 36 individuals and female mangrove crabs totaling 25 individuals with a total of 61 individuals. The abundance of mud crabs Scylla serrata is closely related to the dust fraction, while the abundance of mud crabs Scylla tranquebarica is closely related to salinity

    Hak Konstitusional: Politik Hukum Kebebasan Beragama di Indonesia

    Get PDF
    The Constitutional Court which aims to uphold and protect the constitutional rights of citizens and the protection of human rights. One of them is the right to freedom of religion which is guaranteed by the constitution and several regulations on human rights. The substance of the 1945 Constitution article 28I paragraph (1) explains that the right to religion is absolute for every individual, so it should apply universally and non-discriminatory. In the midst of rampant violence in the name of religion, there has been a judicial review of Law No.1/PNPS/1965 concerning the Prevention of Abuse and/or Blasphemy of Religion. This law was finally deemed contrary to the guarantee of freedom of religious rights which could not be reduced under any circumstances. Likewise, when the Constitutional Court rejected all applications. So that after the decision of the Constitutional Court the conception of Indonesian religious rights became clearer. However, those who do not agree with the decision of the Constitutional Court argue that Law No.1/PNPS/1965 is a tool to justify violence in the name of religion.Mahkamah Konstitusi yang bertujuan untuk menegakan dan melindungi hak-hak konstitusional warga negara dan perlindungan HAM. Salah satunya hak kebebasan beragama yang dijamin oleh konstitusi dan beberapa regulasi tentang HAM. Subtansi pada UUD 1945 pasal 28I ayat (1) dijelaskan bahwa hak beragama bersifat mutlak bagi setiap individu, maka semestinya berlaku secara universal dan non diskriminasi. Ditengah maraknya kekerasan yang mengatasnamakan agama mendorong terjadinya judicial review terhadap UU No.1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama. Undang-Undang ini yang akhirnya dianggap bertentangan dengan jaminan kebebasan hak beragama yang tidak bisa dikurangi dalam keadaan apapun. Demikian juga ketika Mahkamah Konstitusi menolak seluruh permohonan. Sehingga pasca putusan Mahkamah Konstitusi konsepsi hak beragama Indonesia menjadi lebih jelas.  Namun bagi yang tidak setuju dengan keputusan Mahkamah Konstitusia berargumen bahwa UU No.1/PNPS/1965 menjadi alat untuk membenarkan kekerasan atas nama agama

    Perjanjian Pengusahaan Tanah Ulayat Oleh Perusahaan Dengan Masyarakat Hukum Adat di Indonesia

    Get PDF
    Hukum tanah nasional ( UUPA) tidak diatur bahwa hak guna usaha perusahaan dapat diusahakan diatas tanah hak pengelolaan dan tanah ulayat masyarakat hukum adat menjadi hak pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis proses perjanjian pengusahaan tanah ulayat oleh perusahaan dan status tanah ulayat apabila perjanjian antara perusahaan dan masyarakat hukum adat terkait pengusahaan tanah ulayat telah berakhir. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, yaitu sumber data yang digunakan adalah data sekunder, diperoleh dari dokumen resmi, buku-buku, laporan tertulis lainnya, serta kamus dan ensiklopedia. Hasil penelitian proses usaha tanah diawali dengan perjanjian pemanfaatan tanah, tanah digunakan usaha perusahaan kemudian pengajuan permohonan ke Kantor Pertanahan setempat terkait Hak Pengelolaan oleh Masyarakat hukum adat dan Hak Guna Usaha oleh Perusahaan, sedangkan status tanah ulayat setelah jangka waktu perjanjian berakhir maka tanah hak pengelolaan yang diatasnya berlaku hak guna usaha perusahaan akan kembali menjadi tanah ulayat masyarakat hukum adat.The national land law does not stipulate that the company's usufructuary rights can be cultivated on management rights land and customary law community land becomes management rights. This study aims to identify and analyze the process of ulayat land concession agreements by companies and the status of ulayat lands if the agreement between the company and customary law communities related to ulayat land concessions has ended and uses a normative juridical method, namely the data source used is secondary data, obtained from official documents, books and written reports. The results begin with a land use agreement, the status of communal land changes after the agreement expires with management rights to which the company's usufructuary rights apply for customary law communities

    Keuangan Pusat dan Daerah: Aspek Hukum Hubungan Dalam Peraturan Perundangan

    Get PDF
    This paper takes issue with the regulation of the central government's financial balancing funds to regional governments in the context of regional autonomy which was just passed under Law 1/2022. The research method used is normative legal research, a method with the aim of dissecting all laws and regulations to find solutions to juridical problems. The results of the research show that Law 1/2022 has provided guidelines for local governments in managing regional finances. This regulation provides a basis for the Central Government to transfer funds to Regional Governments in the form of General Allocation Funds (DAU), Special Allocation Funds (DAK), Special Autonomy Funds, Privileges Funds, and Village Funds. There are still problems with the synergy of laws and regulations, especially with regard to the rigid percentages for calculating transfers of these funds to each regional government with special autonomy. However, on the other hand, the use of special autonomy funds and privilege funds is measurable because the management of these funds must refer to the national development plan and have performance targets. Keywords:  State Finance, Fiscal Decentralization, Financial Relations Act   Ringkasan Tulisan ini mengambil permasalahan tentang pengaturan dana perimbangan keuangan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam rangka otonomi daerah yang baru saja disahkan berdasarkan UU 1/2022. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian hukum normatif suatu metode dengan tujuan membedah segala peraturan perundang-undang untuk menemukan solusi atas persoalan yuridis. Hasil penelitian menunjukan UU 1/2022 telah memberikan pedoman bagi pemerintah daerah dalam melakukan pengelolaan keuangan daerah. Peraturan ini memberikan dasar bagi Pemerintah Pusat untuk melakukan transfer dana kepada Pemerintah Daerah berupa Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Otonomi Khusus, Dana Keistimewaan, dan Dana Desa. Masih terdapat permasalahan sinergis peraturan perundang-undangan khususnya berkaitan dengan presentase rigid penghitungan transfer dana tersebut ke tiap pemerintahan daerah dengan otonomi khusus. Namun disisi lain penggunanaan dana otonomi khusus dan dana keistimewaan menjadi terukur oleh sebab pengelolaan dana-dana tersebut wajib mengacu pada rencana pembangunan nasional dan memiliki target kinerja. Kata Kunci: Keuangan Negara, Desentralisasi Fiskal, Undang-Undang Hubungan Keuangan &nbsp

    Karakteristik Morfologi Dan Sebaran Lamun Halophila spinulosa (R.Br.) Aschers. Di Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia

    Get PDF
    Halophila spinulosa (R. Br.) Aschers merupakan salah satu jenis lamun ditemukan di Indonesia dengan sebarannya terbatas. Salah satu daerah yang ditemukan jenis lamun Halophila spinulosa yaitu di Kepulauan Bangka Belitung. Meskipun ditemukan di Kepulauan Bangka Belitung akan tetapi informasi jenis lamun ini sangat terbatas. Adapun tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi karakter morfologi,  mengetahui jenis lamun yang berasosiasi dengan lamun Halophila spinulosa dan menyajikan peta sebaran Halophila spinulosa di Kepulauan Bangka Belitung. Metode penelitian untuk karakter morfologi lamun berdasarkan data lapangan berupa foto, kemudian dibandingkan dengan sumber identifikasi dari buku dan jurnal penelitian. Peta sebaran lamun ditentukan berdasarkan penelusuran pustaka dari tahun 2015 s.d 2022 kemudian dibuat peta dengan menggunakan dengan software Arcmap 10.8.  Hasil penelitian karakter morfologi spesies Halophila spinulosa dapat dilihat dari bentuk akar, rhizoma, daun, bunga dan buah. Bentuk akar jenis ini yaitu perakaran yang tidak bercabang (simple root) dan setiap buku (node) pada rhizoma memiliki satu akar. Bentuk daun majemuk yang berbentuk bulat panjang yang berpasangan, dengan posisi berlawanan, terletak pada satu bidang, tersusun miring disekitar tangkai dan memiliki ujung daun bergerigi (serrated). Sebaran lamun lamun Halophila spinulosa di Kepulauan Bangka Belitung tersebar di daerah Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bangka Selatan dan Kabupaten Belitung.  Spesies  Halophila spinulosa  sering ditemukan bercampur (berasosiasi) dengan jenis lamun Halodule uninervis dan Oceana serrulata.Halophila spinulosa (R. Br.) Aschers is a type of seagrass found in Indonesia with limited distribution. One of the areas where Halophila spinulosa is found in the Bangka Belitung Islands. Although found in the Bangka Belitung Islands, information on this type of seagrass is very limited. The objectives of the study were to identify morphological characters, identify types of seagrass associated with Halophila spinulosa and present a distribution map of Halophila spinulosa in the Bangka Belitung Islands. The research method for seagrass morphological characters is based on field data in the form of photographs, then compared with identification sources from books and research journals. The seagrass distribution map was determined based on a literature search from 2015 to 2022 and then a map was made using Arcmap 10.8 software. The results of the research on the morphological characters of Halophila spinulosa species can be seen from the shape of the roots, rhizomes, leaves, flowers and fruit. This type of root form is unbranched root (simple root) and each node on the rhizome has one root. Compound leaves are elliptical in shape. These leaves are paired, in opposite positions, located in one plane, arranged obliquely around the stem and have serrated leaf tips. The distribution of Halophila spinulosa seagrass in the Bangka Belitung Islands is spread in the areas of Central Bangka Regency, South Bangka Regency and Belitung Regency. Halophila spinulosa species are often found mixed (associated) with seagrass species Halodule uninervis and Oceana serrulata

    PENGARUH PENAMBAHAN FLY ASH DAN LIMBAH KARBIT TERHADAP PEMADATAN DAN KUAT GESER TANAH LEMPUNG

    Get PDF
    Tanah mempunyai peranan penting dalam konstruksi bangunan dan jaringan infrastruktur. Tanah merupakan tumpuan struktur pondasi suatu bangunan seperti, jalan, jembatan, gedung, bendungan, dan lain sebagainya. Tanah harus memiliki daya dukung yang tinggi dan stabilitas yang baik agar tanah mampu menerima dan memikul beban dari bangunan diatasnya. Tanah lempung merupakan salah satu jenis tanah yang daya dukung tanahnya rendah. Daya dukung tanah lempung dapat ditingkatkan dengan proses stabilisasi tanah. Metode perbaikan tanah dalam penelitian ini adalah stabilisasi kimia dengan menggunakan fly ashdan limbah karbit. Fly ash yang mengandung silika dapat memberikan ikatan yang lebih kuat pada tanah dan limbah karbit mengandung senyawa kalsium dapat memicu reaksi pozzolan pada tanah lempung sehingga menyebabkan tanah lempung akan semakin padat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di laboratoriumberupa pengujian karakteristik tanah, pemadatan dan kuat geser tanah. Pengujian dilakukan dengan menggunakan campuranfly ash12%, 15%, 18% dan limbah karbit 8% dimana setelah itu akan ditinjau berdasarkan pemadatan tanah dan nilai kuat geser. Hasil penelitian menunjukkan tanah termasuk kedalam kelompok CL. Nilai Maximum Dry Density (MDD) dari tanah asli yang didapatkan dari pengujian berupa pemadatan tanah yakni sebesar 1,496 gr/cm3, nilai MDD mengalami peningkatan tertinggi saat penambahan 18% fly ash + 8% limbah karbit yaitu sebesar 1,553 gr/cm3. Selain itu, nilai kuat geser yang telah didapatkan dari pengujian kuat geser menunjukkan bahwaadanya peningkatan nilai kuat geser seiring dengan bertambahnya persentase bahan campuran. Nilai kuat geser yang didapatkan berdasarkan dari tanah lempung yang asli yakni sebesar 24.603 kN/m2, nilai kuat geser menunjukkan adanya peningkatan setelah dilakukan penambahan campuran fly ash12%, 15%, 18% dan limbah karbit 8%, menjadi 29.134 kN/m2, 34.961 kN/m2, 45.321 kN/m2.Tanah mempunyai peranan penting dalam konstruksi bangunan dan jaringan infrastruktur. Tanah merupakan tumpuan struktur pondasi suatu bangunan seperti, jalan, jembatan, gedung, bendungan, dan lain sebagainya. Tanah harus memiliki daya dukung yang tinggi dan stabilitas yang baik agar tanah mampu menerima dan memikul beban dari bangunan diatasnya. Tanah lempung merupakan salah satu jenis tanah yang daya dukung tanahnya rendah. Daya dukung tanah lempung dapat ditingkatkan dengan proses stabilisasi tanah. Metode perbaikan tanah dalam penelitian ini adalah stabilisasi kimia dengan menggunakan fly ashdan limbah karbit. Fly ash yang mengandung silika dapat memberikan ikatan yang lebih kuat pada tanah dan limbah karbit mengandung senyawa kalsium dapat memicu reaksi pozzolan pada tanah lempung sehingga menyebabkan tanah lempung akan semakin padat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di laboratoriumberupa pengujian karakteristik tanah, pemadatan dan kuat geser tanah. Pengujian dilakukan dengan menggunakan campuranfly ash12%, 15%, 18% dan limbah karbit 8% dimana setelah itu akan ditinjau berdasarkan pemadatan tanah dan nilai kuat geser. Hasil penelitian menunjukkan tanah termasuk kedalam kelompok CL. Nilai Maximum Dry Density (MDD) dari tanah asli yang didapatkan dari pengujian berupa pemadatan tanah yakni sebesar 1,496 gr/cm3, nilai MDD mengalami peningkatan tertinggi saat penambahan 18% fly ash + 8% limbah karbit yaitu sebesar 1,553 gr/cm3. Selain itu, nilai kuat geser yang telah didapatkan dari pengujian kuat geser menunjukkan bahwaadanya peningkatan nilai kuat geser seiring dengan bertambahnya persentase bahan campuran. Nilai kuat geser yang didapatkan berdasarkan dari tanah lempung yang asli yakni sebesar 24.603 kN/m2, nilai kuat geser menunjukkan adanya peningkatan setelah dilakukan penambahan campuran fly ash12%, 15%, 18% dan limbah karbit 8%, menjadi 29.134 kN/m2, 34.961 kN/m2, 45.321 kN/m2

    STUDI KETERDAPATAN UNSUR LOGAM TANAH JARANG PADA TAILING PENAMBANGAN TIMAH AREA TRP 02 BLOK MAYANG PT MENARA CIPTA MULIA BELITUNG TIMUR

    Get PDF
    Pulau Bangka merupakan salah satu pulau penghasil timah terbesar di dunia. Mineral Kasiterit yang ada di Pulau Bangka sangat melimpah dan telah ditambang selama ratusan tahun, termasuk daerah bekas penambangan timah yang sudah tidak beroperasi masih memiliki cadangan mineral ikutan timah yang memiliki nilai ekonomis jauh lebih tinggi jika ditambang, diolah dan dipasarkan. Penelitian dilakukan pada tailing penambangan timah PT Menara Cipta Mulia, dengan jumlah sampel sebanyak 20 sampel sedimen. Analisis sampel berupa deskriptif kualitatif dan kuantitatif Grain Counting Analysis (GCA), beberapa titik sampel ditemukan mineral Monasit, dan mineral ikutan lainnya, seperti Kuarsa, Ilmenit, Biotit, Hematit, Limonit, Oksida Besi, Pirit, dan Feldspar. Analisis kualitatif dan kuantitatif geokimia menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF), didapatkan unsur Yttrium (Y) mendominasi setiap titik sampel tailing diantara 43 – 166 ppm, dengan rata-rata konsentrasi kadar 43,1 ppm. Dilakukan juga perhitungan sumber daya dengan menggunakan dua metode, yaitu perhitungan manual didapatkan jumlah sebesar 2.048 ton dan perhitungan software didapatkan jumlah sebesar 1.657 ton, sehingga terdapat selisih sebesar 391 ton atau 1,24%Pulau Bangka merupakan salah satu pulau penghasil timah terbesar di dunia. Mineral Kasiterit yang ada di Pulau Bangka sangat melimpah dan telah ditambang selama ratusan tahun, termasuk daerah bekas penambangan timah yang sudah tidak beroperasi masih memiliki cadangan mineral ikutan timah yang memiliki nilai ekonomis jauh lebih tinggi jika ditambang, diolah dan dipasarkan. Penelitian dilakukan pada tailing penambangan timah PT Menara Cipta Mulia, dengan jumlah sampel sebanyak 20 sampel sedimen. Analisis sampel berupa deskriptif kualitatif dan kuantitatif Grain Counting Analysis (GCA), beberapa titik sampel ditemukan mineral Monasit, dan mineral ikutan lainnya, seperti Kuarsa, Ilmenit, Biotit, Hematit, Limonit, Oksida Besi, Pirit, dan Feldspar. Analisis kualitatif dan kuantitatif geokimia menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF), didapatkan unsur Yttrium (Y) mendominasi setiap titik sampel tailing diantara 43 – 166 ppm, dengan rata-rata konsentrasi kadar 43,1 ppm. Dilakukan juga perhitungan sumber daya dengan menggunakan dua metode, yaitu perhitungan manual didapatkan jumlah sebesar 2.048 ton dan perhitungan software didapatkan jumlah sebesar 1.657 ton, sehingga terdapat selisih sebesar 391 ton atau 1,24

    EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA JEMBATAN EMAS PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

    Get PDF
    Salah satu ikon yang dimiliki Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu Jembatan EMAS (Eko Maulana Ali Suroso), jembatan ini menghubungkan antara Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka. Selain itu, jembatan ini menjadi salah satu tempat wisata dikarenakan bentuk bentuknya yang megah dan menciptakan keunikan tersendiri. Dilihat dari bentuknya, jembatan ini menunjukkan konsep-konsep matematika khususnya pada konsep geometri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bangunan Jembatan EMAS yang merupakan ikon Provinsi Kepulauan Bangka Belitung agar dapat menjadi wadah pembelajaran matematika. Adapun metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif deskriptif. Melalui pendekatan ini, penelitian dilakukan secara langsung di area jembatan untuk melihat bentuk bangunan yang menunjukkan konsep matematika. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh adanya pembelajaran matematika pada jembatan EMAS. Terdapat unsur matematika berupa konsep tigonomentri, geometri datar dan geometri ruang yang terdiri dari persegi panjang, trapesium sama kaki, persegi, segitiga sama kaki, segitiga siku-siku, balok, kubus dan tabung. Unsur geometri ini menunjukkan konsep kesebangunan, kekongruenan dan iterasi. Dari hasil tersebut diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal matematika tidak hanya melalui pembelajaran formal, akan tetapi dari memahami, mengamati serta berinteraksi dengan budaya sekitar.Salah satu ikon yang dimiliki Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu Jembatan EMAS (Eko Maulana Ali Suroso), jembatan ini menghubungkan antara Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka. Selain itu, jembatan ini menjadi salah satu tempat wisata dikarenakan bentuk bentuknya yang megah dan menciptakan keunikan tersendiri. Dilihat dari bentuknya, jembatan ini menunjukkan konsep-konsep matematika khususnya pada konsep geometri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bangunan Jembatan EMAS yang merupakan ikon Provinsi Kepulauan Bangka Belitung agar dapat menjadi wadah pembelajaran matematika. Adapun metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif deskriptif. Melalui pendekatan ini, penelitian dilakukan secara langsung di area jembatan untuk melihat bentuk bangunan yang menunjukkan konsep matematika. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh adanya pembelajaran matematika pada jembatan EMAS. Terdapat unsur matematika berupa konsep tigonomentri, geometri datar dan geometri ruang yang terdiri dari persegi panjang, trapesium sama kaki, persegi, segitiga sama kaki, segitiga siku-siku, balok, kubus dan tabung. Unsur geometri ini menunjukkan konsep kesebangunan, kekongruenan dan iterasi. Dari hasil tersebut diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal matematika tidak hanya melalui pembelajaran formal, akan tetapi dari memahami, mengamati serta berinteraksi dengan budaya sekitar

    PEMETAAN AREA POTENSIAL PANAS BUMI DESA TERAK, KABUPATEN BANGKA BERDASARKAN LAND SURFACE EMIVISSITY (LSE) CITRA SATELIT LANDSAT 8

    Get PDF
    Sumber panas bumi di Bangka diduga berasal dari batuan yang mengalami singkapan ataupun lipatan dan patahan. Salah satu daerah Bangka yang memiliki sumber panas bumi adalah Keretak. Manifestasi panas bumi di Keretak berupa mata air panas. Di daerah panas bumi Keretak memiliki struktur batuan berupa air tanah, tanah lempung, tanah lanau, batupasir, kerikil kering dan batu granit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebaran sumber air panas dan bebatuan granit di Desa Keretak yang memiliki potensi panas bumi yang baik serta menganalisis hubungannya dengan temperatur permukaan tanah (LST), emivisitas permukaan (LSE), dan Indeks Kerapatan Vegetasi (NDVI). Data yang digunakan adalah data citra satelit dari citra landsat 8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LSE pada daerah Terak cukup tinggi yaitu mendekati 1 (~0,98). Nilai LSE yang tinggi berasosiasi dengan nilai LST yang juga tinggi sekitar area sebaran sumur air panas (manifestasi permukaan). Pola LSE dan LST membentuk suatu pola kelurusan aliran panas permukaan di arah timurlaut-baratdaya daerah penelitian.Sumber panas bumi di Bangka diduga berasal dari batuan yang mengalami singkapan ataupun lipatan dan patahan. Salah satu daerah Bangka yang memiliki sumber panas bumi adalah Keretak. Manifestasi panas bumi di Keretak berupa mata air panas. Di daerah panas bumi Keretak memiliki struktur batuan berupa air tanah, tanah lempung, tanah lanau, batupasir, kerikil kering dan batu granit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebaran sumber air panas dan bebatuan granit di Desa Keretak yang memiliki potensi panas bumi yang baik serta menganalisis hubungannya dengan temperatur permukaan tanah (LST), emivisitas permukaan (LSE), dan Indeks Kerapatan Vegetasi (NDVI). Data yang digunakan adalah data citra satelit dari citra landsat 8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LSE pada daerah Terak cukup tinggi yaitu mendekati 1 (~0,98). Nilai LSE yang tinggi berasosiasi dengan nilai LST yang juga tinggi sekitar area sebaran sumur air panas (manifestasi permukaan). Pola LSE dan LST membentuk suatu pola kelurusan aliran panas permukaan di arah timurlaut-baratdaya daerah penelitian

    Sintesis Teori A dan B sebagai Upaya Menjelaskan Inonsistensi Teori C dalam Proses Agitated Leaching Tailing Timah

    No full text
    Inkonsistensi teori C merupakan anomali dimana teori C tidak berlaku dalam proses Agitated Leaching. Hal ini menuntut penjelasan sehingga banyak peneliti berspekulasi untuk menjelaskannya. Contohnya teori A yang kontra- intuitif dan teori B yang cenderung menentang teori A. Dalam penelitian ini telah dilakukan penyelidikan terhadap teori A dan B melalui pendekatan tidak-langsung dengan variabel terikat dari proses Agitated Leaching adalah Total Dissolved Solid (TDS), laju pengadukan sebagai variabel bebas dan variabel tetap adalah rasio solid-likuid (1:20 Gr/mL) dan lama pengadukan (10 menit). Proses pelaruran dilakukan pada keadaan STP dan membatasi proses hanya pada tahap pelarutan sampel menggunakan HNO3 5%. Sampel yang digunakan adalah pasir tailing timah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inkonsistensi terjadi pada laju pengadukan 1000 rpm. Teori A1 tidak dapat disimpulkan keberlakuannya dalam proses pelindian tailing timah. Teori A2 berlaku dalam proses pelindian tailing timah. Teori B berlaku dalam proses pelindian tailing timah

    1,978

    full texts

    2,165

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal Universitas Bangka Belitung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇