Jurnal Abditani (Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu)
Not a member yet
    201 research outputs found

    PENINGKATAN NILAI TAMBAH KONSUMSI PANGAN PRODUK MIE SAGU BAKSO IKAN LOKAL DESA BALIASE KECAMATAN MARAWOLA KABUPATEN SIGI

    Full text link
    Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memanfaatkan bahan pangan lokal yang sudah ada melalui upaya diversifikasi pangan.Tepung sagu merupakan salah satu bahan pangan yang mengandung karbohidrat cukup tinggi yang digunakan oleh sebagian besar penduduk sebagai makanan sampingan yang berada di pedesaan bahkan di perkotaan, oleh sebab itu perlu tetap dikembangkan usaha sagu secara berkesinambungan sebagai bahan baku industri rumahtangga pangan dengan target khusus adalah memberikan peluang kerja bagi masyarakat untuk berwirausaha dengan memanfaatkan tepung sagu dan ikan basahsebagai bahan baku, sehingga memberikan nilai tambah dan memberikan pelatihan pembuatan produk mie sagu bakso ikan. Metode yang akan diterapkan yaitu metode pendekatan klasikal dan individual. Pendekatan klasikal dilakukan pada saat penyampaian materi di lapangan dalam bentuk demplot tentang teknik olahan  produk tepung sagu bisa dimanfaatkan sebagai bahan dasar olahan mie sagu dan dipadukan dengan bakso ikan. Pendekatan individual dilakukan pada saat praktek di lapangan yang mana peserta yang telah diberi pendidikan dan pelatihan diharapkan dapat menyebarluaskan kepada anggota masyarakat lainnya. Hasil dari kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK mampu memproduksi mie sagu dan bakso ikan secara mandiri sehingga dapat dikonsumsi untuk skala rumah tangga maupun skala industri untuk peningkatan nilai tambah konsumsi dan tambahan penghasilan

    PEMANFAATAN HAMA KEONG MAS MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR PADA KELOMPOK TANI PADI DESA SIDONDO III KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI SULAWESI TENGAH

    Full text link
    Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini merupakan program  kemitraan masyarakat  yang bertujuan untuk memberdayakan masyarkat sehingga tercipta masyarakat yang mandiri secara ekonomi.  Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat yang dilaksanakan di Desa Sidondo III ini bertujuan untuk mentransfer teknologi tepat guna pembuatan pupuk organik cair keongmas yang ramah lingkungan, murah dan mudah kepada kelompok tani padi, sehingga secara tidak langsung dapat membantu petani dalam mengurangi penggunaan pupuk kimia dan mengurangi ongkos produksi dalam hal penyediaan pupuk.  Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei 2018 sampai Desember 2018.  Tahapan kegiatan meliputi kegiatan  Sosialisasi/penyuluhan, pendampingan dan pelatihan manajemen usaha, Demonstrasi dan praktek langsung pembuatan pupuk organik cair keong mas, serta monitoring dan evaluasi.  Kelompok Mitra pada kegiatan ini adalah perwakilan gabungan kelompok tani padi Desa Sidondo III yang tergolong dalam kelompok tani Sejahtera, dan Sumber Rejeki. Hasil dari kegiatan ini adalah kelompok tani mitra mampu membuat dan memproduksi pupuk organik cair keong mas secara mandiri sehingga dapat mengurangi ongkos produksi budidaya padi

    SOSIALISASI DAN APLIKASI METABOLIT SEKUNDER MIKROBA ANTAGONIS UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT DAN MENINGKATKAN HASIL TANAMAN JAGUNG DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS JAWA TENGAH

    Full text link
    Kelompok tani “Mugi Rahayu”  Desa Tambaksogra,  Kecamatan Sumbang  Kabupaten Banyumas Jawa  Tengah merupakan  kelompok  tani  yang banyak mengusahakan tanaman  jagung.  Permasalahan  utama  yang dihadapi dalam peningkatan  produksinya  adalah tingginya serangan penyakit tanaman. Sosialisasi pengelolaan penyakit jagung dengan  menggunakan  metabolit sekunder mikroba antagonis perlu  dilakukan.  Tujuan  kegiatan  adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani tentang  penyakit tanaman jagung serta tindakan pengelolaannya dengan metabolit sekunder. Permasalahan mitra diatasi dengan beberapa inovasi teknologi,  yang  dilakukan  dengan  metode  transfer  teknologi  melalui  pendidikan,  pelatihan, demplot,  dan  pendampingan. Kegiatan  sosialisasi  mampu  meningkatkan  pengetahuan  petani  tentang  jenis  penyakit jagung,  pengendaliannya,  dan  pengendalian  yang  ramah  lingkungan sebesar 72,98%.  Sedangkan.  kegiatan  pelatihan  perbanyakan  dan  metabolit sekunder  mampu  meningkatkan kemampuan petani masing-masing sebesar 48,57 %  dan 34,09 %. Pertumbuhan dan hasil jagung pada petak  metabolit sekunder setara dibandingkan dengan petak petani dengan menggunakan pestisida kimia sinteti

    PKM KELOMPOK TANI SAYURAN DALAM PENGGUNAAN TEKNOLOGI PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT RAMAH LINGKUNGAN DAN TEKNOLOGI PEMUPUKAN ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN PENDAPATAN PETANI DI DESA KARAWANA KECAMATAN DOLO KABUPATEN SIGI

    Full text link
    PKM kelompok  tani sayuran dalam penggunaan teknologi pengelolaan OPT  ramah lingkungan dan teknologi pemupukan organik untuk memantapkan produktivitas dan meningkatkan pendapatan petani di Desa Karawana Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi dilakukan pada kelompok mitra Gapoktan “Maroso Singgani” dan Kelompok Tani “Anggur Jaya”,  dengan masing-masing anggota kelompok tani beranggotakan 20 orang dengan tingkat pendidikan yang sangat rendah yakni umumnya hanya tamat sekolah dasar dan menengah. Kegiatan PKM ini  akan berlangsung selama 6 bulan untuk menyelesaikan permasalahan tentang tingginya serangan hama dan penyakit yang menyerang tanaman budidaya dan adanya ketergantungan anggota kelompok tani pada pestisida sintetik dan pupuk kimia. Target dan keluaran yang dicapai melalui PKM ini adalah  mengembangkan pestisida biorasional untuk pengendalian OPT dan mengembangakan pupuk organik berbahan baku limbah hasil pertanian dengan melakukan   pembinaan dan pendampingan kepada anggota kelompok tani mitra.  Selain itu juga meningkatkan kemampuan petani dalam pelaksanaan pengendalian hama dan penyakit dengan melakukan sekolah lapang pengendalian hama terpadu (SL-PHT) sehingga masing-masing petani akan menjadi ahli dalam pelaksanaan PHT. Untuk  mencapai target dan penyelesaian masalah dari PKM ini, maka teknik yang digunakan adalah pendidikan masyarakat dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) menggunakan metode pelatihan  (training), demonstrasi, demplot dan sekolah lapang penerapan teknologi pengendalian hama terpadu di lahan petani peserta PKM.  Hasil pelaksanaan PKM yang telah dicapai yaitu pelaksanaan pelatihan dan demplot teknologi pengendalian hama dan penyakit tanaman sayur-sayuran serta pelaksanaan sekolah lapang PHT yang dilaksanakan oleh masyarakat secara partisipatif

    PERBAIKAN TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI SAWAH DI LAHAN MASAM MELALUI PENGGUNAAN BIOCHAR SEKAM PADI UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI TARUNA JAYA DI DESA LELEAN NONO KECAMATAN BAOLAN KABUPATEN TOLITOLI

    Full text link
    Kelompok Tani Taruna Jaya di Desa Lelean Nono Kabupaten Tolitoli, menghadapi kendala dalam budidaya tanaman padi sawah dikarenakan lahan persawahan ber pH masam serta kandungan Fe yang tinggi yang berimplikasi pada penurunan produksi padi. program pengabdian ini bertujuan untuk menjaga keutuhan kelompok dengan memberinya bimbingan penyuluhan dan perbaikan teknologi budidaya dengan menggunakan limbah pertanian berupa sekam padi yang dijadikan biochar. Program di awali dengan penyuluhan  untuk memotivasi anggota dalam bekerja sama Dalam perbaikan lahan persawahan dan sistem budidaya guna meningkatkan produksi melalui pelatihan pembuatan biochar, dan dialtih untuk memanfaatkannaya serta mengamati secara bersama perubahan yang terjadi setelah diberi biochar. Hasil yang telah dicapai anatra lain, adanya peningkatan semangat dan partisipasi anggota dalam menggunakan bahan organik berbasis lokal (biochar sekam padi) serta dapat meningkatkan produksi padi sebesar  20,15%, atau pendapatan  sebesar  Rp. 8.644.720. &nbsp

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM DIVERSIFIKASI PENGOLAHAN KAKAO TERPADU MELALUI PENDAMPINGAN MAHASISWA KKN-PPM DI KECAMATAN AMPIBABO KABUPATEN PARIGI MOUTONG

    Full text link
    oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/6Pengolahan kakao terpadu merupakan suatu sistem yang menggabungkan kegiatan pengolahan kakao secara menyeluruh, sehingga diharapkan dapat menjadi salah satu solusi alternatif bagi peningkatan kesejateraaan masyarakat serta pengembangan desa secara terpadu, bagi masyarakat di Kecamatan Ampibabo.Pelaksanaan pengolahan kakao terpadu melalui kuliah kerja nyata pembelajaran pemberdayaan masyarakat (KKN-PPM) dilaksanakan di Desa Tolole, Toga dan Tanampedagi Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong. Program KKN-PPM bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat petani dalam penegelolaan tanaman kakao dan mengembangkan pengolahan kakao terpadu. Target khusus adalahmeningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sasaran terkait pengolahan kakao terpadu secara berkelanjutan serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan dan pengembangan desa berbasis tanaman kakao. Untuk mencapai tujuan dan target tersebut, akan dilakukan pemberdayaan masyarakat khususnya bagi kelompok sasaran masyarakat petani kakao. Program KKN-PPM dilakukan melalui pendampingan mahasiswa KKN UNTAD sebanyak dua kali angkatan yaitu angkatan 80 dan 81.Hasil program kerja angkatan 80 meliputi pembuatan bokashi dari kulit dan daun kakao secara berkelanjutan dilahan perkebunan kakao, pembuatan pakan ternak dari kulit kakao, pemuatan teh dari daun kakao dan penerapan teknologi fermentasi biji kakao. Hasil program kerja KKN angkatan 81 diantaranya teknologi pengolahan biji kakao menjadi bubuk coklat, pasta cokelat dan lemak cokla serta olahan produk lainnya seperti eskrim berbagai bentuk dan varian rasa, minuman cokelat dan silverquin berbagai varian bentuk dan isi. Program kerja tersebut telah dilaksanakan secara berkelanjutan dan masyarakat petani memiliki keterampilan dalam pembuatan bokashi untuk pupuk perkebunan kakao, dapat membuat pakan ternak dan melakukan fermentasi biji kakao. Teknologi pengolahan biji kakao menjadi aneka produk olahan kakao yang telah dilatihkan pada masyarakat petani sangat bermanfaat untuk menciptakan usaha bisnis pertanian berbasis kakao sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani

    PKM APLIKASI PENGOLAHAN SAMPAH UNTUK MENSEJAHTRAKAN MASYARAKAT RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS INKUBATOR PAKAN TERNAK DI KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH

    Full text link
    Program PKM ini merupakan program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan  untuk mengembangkan kelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomi melalui kelompok peternak ikan lele. Program PKM ini sasarannya adalah  untuk membangkitkan wirausaha melalui kelompok home industri pengolahan limbah ikan. Program PKM  ini akan dilaksanakan di Kelurahan Kalukubula  Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi yang memiliki potensi dekat dengan sumber air. Oleh karena itu masyarakat banyak yang berusaha melalui  ternak lele. Kelompok ini merupakan kelompok mitra yang diberi nama kelompok Momi dan kelompok Mitra Sejahtera yang beranggotakan 15 orang dan dapat mempekerjakan 8 orang setiap kelompok. Metode pelaksanaan dikembangkan dalam program ini adalah metode penyuluhan dan pelatihan meliputi pelatihan teknis dan pelatihan non teknis. Pelatihan teknis merupakan  pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG). Melalui metode ini terjadi transper pengetahuan, transper keterampilan dan transper teknologi khususnya Teknologi Tepat Guna (TGG) kepada kelompok mitra Dengan program PKM  ini kelompok mitra berdaya sehingga mampu mengakses potensi yang dimilikinya Sedangkan pendekatan yang dikembangkan adalah pendekatan learning by doing artinya belajar sambil bekerja/berusaha. Oleh karena itu kelompok mitra dapat mengembangan usahanya secara  berkelanjutan menuju kemandirian kelompok. Adapun alur pelaksanaan program PKM ini dimulai dari, 1) Tahap persiapan, yang terdiri dari tahap : (a) penyiapan bahan administrasi sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan sosialisasi, (b) melakukan koordinasi dengan mitra untuk mengetahui kesiapan kelompok (c) menyiapkan jadwal sosialisasi menyesuaikan dengan perencanaan kegiatan yang telah terprogram, (d) pembagian tugas tim dalam hal pemberian materi kepada mitra sesuai kompetensi, dan (e) menyiapkan materi pelatihan 2) tahap pelaksanaan, yang terdiri dari : (a) sosialisasi pelatihan pengolahan limbah ikan menjadi pakan ternak,  (b) diskusi terbatas mengenai pemahaman wawasan dan keterampilan, dan (c) praktek pelatihan langsung bagi mitra, (d) memberikan penilaian terhadap produk yang dihasilkan oleh mitra

    PKM PEMBERDAYAAN KELOMPOK PETANI KAKAO MELALUI PENERAPAN METODE SLPHT DI DESA SIBALAGO KECAMATAN TORIBULU KABUPATEN PARIGI MOUTONG

    Full text link
    Tujuan kegiatan PKM ini adalah 1. Meningkatkan produksi kakao melalui transformasi teknologi pemeliharaan kakao diantaranya melalui konservasi lahan dengan penggunaan pupuk organik, pengendalian busuk buah dan penanganan pasca panen dengan fermentasi.  2. Meningkatkan kualitas dan mutu kakao yang memiliki daya saing, dengan menerapkan bahan organik sehingga tidak terdapat residu bahan kimia, agar produk tersebut dapat bersaing dengan kualitas ekspor. 3. Melakukan pembinaan kepada anggota kelompok tani mitra agar dapat meningkatkan produksi dan kualitas pupuk organik padat dengan bahan dasar pemanfaatan kulit buah kakao yang ditambahkan dengan jamur Trichoderma sp dapat mempercepat proses dekomposisi, sehingga dapat  tersedia pada saat yang diharapkan. 4. Meningkatkan kemampuan petani dalam penguasaan asset produksi, modal, dan pasar agar dapat menerapkan paket teknologi inovatif terpadu. 5. Meningkatkan pendapatan masyarakat petani agar masyarakat petani lebih sejahtera, serta merubah Mindset petani menjadi manusia yang produktif dan berkarya. Metode yang diterapkan dalam mencapai target dan penyelesaian masalah dari program PKM ini, adalah metode pendidikan masyarakat dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA/RRA). Penerapan metode pelatihan  (training) bertujuan untuk peningkatan kemampuan sumber daya manusia secara individu dan kelompok; Peningkatan kualitas kebun contoh melalui metode sekolah lapang, demonstrasi demplot percobaan dengan menerapkan Teknologi Pengendalian Hama Terpadu, Teknologi Perbanyakan Semut, Teknologi Bioinsektisida Berbahan Aktif  Beauveria bassiana dan Trichoderma sp dan Teknologi pupuk organik.  Hasil yang dicapai berupa 1. Peningkatan pemahaman  kepada kelompok Mitra untuk dapat mengetahui tentang rehabilitasi tanaman kakao, pengendalian OPT yang sesuai dengan prinsip-prinsip PHT, dengan keterampilan yang dimiliki dalam memperbanyak jamur trichoderma sp dan memperbanyak semut hitam di lapangan. 2. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan pupuk organik dengan pemanfaatan limbah kakao dengan menambahkan dekomposer jamur trichoderma sp untuk mempercepat proses dekomposisi. 3.Meningkatnya produksi kakao karena adanya penguasaan teknologi pemeliharaan kakao secara terpadu. 4. Peningkatan pemahaman tentang dampak  penggunaan pestisida secara berlebihan, dan adanya solusi alternatif pengendalian OPT yang lebih ramah lingkungan

    PKM PEMBERDAYAAN PETANI BAWANG MERAH LOKAL PALU MELALUI PENERAPAN MODEL SLPHT DI DESA WOMBO KECAMATAN TANANTOVEA KAB. DONGGALA PROVINSI SULAWESI TENGAH

    Full text link
    Target yang dicapai dari program PKM adalah: Meningkatnya keterampilan anggota kelompok tani di Desa Wombo Kalonggo tentang teknologi pengendalian hama dan penyakit pada budidaya bawang merah lokal Palu sedangkan luaran yang ingin dicapai dari program PKM  ini adalah: Meningkatnya produksi bawang merah lembah palu melalui transformasi teknologi pengendalian hama dan penyakit bawang merah lembah palu secara terpadu. Dalam meningkatkan keterlibatan dan menciptakan kemandirian anggota kelompok tani pada pelaksanaan program PKM dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA/RRA), secara bersama-sama dengan anggota kelompok tani dapat menyelesaikan dan memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh anggota kelompok.Penguatan kapasitas sumber daya manusia petani secara individu dan kelompok, introduksi dan adopsi teknologi pertanian dengan basis ramah lingkungan dengan pendekatan  model demonstrasi percobaan dengan metode sederhana Sekolah Lapangyang mencakup: Introduksi Teknologi Budidaya Tanaman Sehat, Introduksi Teknologi Bioinsektisida Berbahan Aktif  Beauveria bassiana dan Trichoderma sp, Introduksi Teknologi Bioinsektisida Berbahan Aktif  Trichoderma sp, TeknologiPupuk Organik,Teknologi Pasca Panen

    PKM KELOMPOK PENGASAPAN IKAN TAPA MENGGUNAKAN SISTEM DRUM VERTIKAL DI KELURAHAN TIPO KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH

    Full text link
    Kegiatan PKM Pengolahan ikan tapa mengambil 2 kelompok sebagai peserta kegiatan pengabdian untuk dapat diberdayakan dalam menciptakan lapangan pekerjaan baru yang sifatnya inovatif secara swadaya dengan pengolahan ikan sebagai produk olahan industri rumah tangga yang memiliki nilai jual yang tinggi. Adapun ilmu pengetahuan dan teknologi yang ditrasfer adalah: 1) Pelatihan pembuatan olahan ikan tapa seperti pembuatan Uta Dada Ikan Tapa dan Sambal Ikan Tapa, 2) Pelatihan cara pengasapan produk menggunakan sistem drum vertikal 3) Tata Cara produksi pangan yang baik, Manajemen Kewirausahaan dan Pengemasan. Untuk menunjang operasionalisasi kegiatan usaha kecil ikan tapa demi meningkatkan hasil produksi dan kualitas serta ketahanan kualitas, mitra diberi beberapa peralatan pengolahan diantaranya alat pengasapan drum vertikal dan renovasi rumah asap tersebut dapat memberikan kemudahan dan mengefisienkan waktu dalam hal pengolahan, selain itu mitra memperoleh pengetahuan mengenai perbedaan kualitas ikan asap yang dilakukan oleh mitra sebelumnya yaitu secara tradisional. Pengemasan ikan tapa merupakan bagian terpenting untuk menjaga kualitas dari olahan sehingga pengetahuan mengenai cara pengemasan yang baik juga diberikan kepada mitra yaitu dengan menggunakan alat pengemas (sealer).  Pengolahan ikan tapa dengan beberapa variasi telah dilatihkan kepada Mitra antara lain sambal ikan tapa, utadada ikan tapa dan olahan lainya. Pemanfaatan olahan menjadi makanan ringan merupakan pengetahuan dan keterampilan baru bagi mitra yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan serta dapat diproduktifkan kinerjanya dalam usaha produksi rumahan yang sifatnya sambilan dengan mengolah menjadi beraneka ragam jenis produk camilan yang sifatnya inovatif untuk membuka lapangan pekerjaan baru dalam menunjang pemasukan kebutuhan sehari-hari. Prosedur dan tata cara produksi pangan yang baik juga dilatihkan kepada mitra yang diharapkan dapat menjadi bekal dalam pengurusan izin khususnya ikan tapa untuk menyatakan produk makanan yang diproduksi memenuhi standar keamanan pangan

    190

    full texts

    201

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Abditani (Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇